Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Penguatan Literasi Informasi Akademik Mahasiswa melalui Pelatihan Penelusuran dan Evaluasi Jurnal Ilmiah Nasional Terakreditasi SINTA Munawwarah M; Faathir Almur; Sumiati Side; Zulqifli Alqadri; Muhammad Yunus
MAMMIRI: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/mammiri.v3i2.5014

Abstract

Mahasiswa Kimia semester awal masih sering mengalami kesulitan dalam menemukan referensi ilmiah yang kredibel untuk kepentingan akademik, seperti penulisan laporan praktikum, penyusunan makalah, dan penyelesaian tugas perkuliahan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dasar mahasiswa dalam menelusuri serta mengevaluasi jurnal ilmiah nasional terakreditasi SINTA. Kegiatan ini melibatkan 28 mahasiswa Kimia semester 2 dan dilaksanakan melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik langsung, diskusi, serta evaluasi. Materi pelatihan meliputi pentingnya jurnal ilmiah, perbedaan sumber ilmiah dan non-ilmiah, penggunaan portal SINTA, tingkatan akreditasi jurnal, strategi pemilihan kata kunci, teknik penelusuran artikel, serta indikator kualitas jurnal ilmiah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa memberikan respons positif dan menunjukkan antusiasme selama sesi praktik dan diskusi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pelatihan berada pada kategori baik hingga sangat baik, terutama pada aspek kejelasan tujuan pelatihan dan kesesuaian materi dengan kebutuhan akademik mahasiswa. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat literasi informasi akademik mahasiswa serta memberikan bekal dasar dalam menggunakan referensi ilmiah yang kredibel untuk mendukung penulisan akademik.
Peningkatan Keterampilan Perancangan Video Pembelajaran Interaktif Menggunakan Edpuzzle: Pelatihan Terhadap Guru SMP Rama Sejahtera Makassar Zulqifli Alqadri; Banu Kisworo; Yulianti Yusal; Putri Damayanti; Sahrani U
Aktualisasi Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/akdimas.v3i2.7112

Abstract

The community service activity aims to improve teachers skills in designing interactive learning videos using Edpuzzle as an effort to strengthen teachers digital competencies in the era of 21st century learning. The community service method used is Participation Action Research (PAR), which consists of problem identification, planning, implementation, and the stage of collecting data to evaluate the results of the activity. The training was conducted at Rama Sejahtera Junior High School, Makassar City, involving eleven teachers who were selected purposively based on their teaching experience and interest in developing digital learning media. Descriptive quantitative statistical analysis was conducted to measure the improvement in participants' abilities and their feedback on the activity. The results showed an N-Gain value of 0.501, which is in the moderate category, indicated a significant increase int teachers skills in designing interactive learning videos. The average participant feedback score reached 4.5 out of 5 (90%), with the highest aspects being the clarity of the material and the delivery of the resource persons. In addition, 82% of participants also succeeded in producing interactive Edpuzzle-based learning videos that met the eligibility criteria for use in classroom learning. These findings showed that practice-based training is effective in improving teachers technical skills and pedagogical understanding of the use of Edpuzzle as an innovative learning medium. This activity has succeeded in encouraging teachers to be more innovative in designing learning media that is more interactive and relevant to students' needs
Pengembangan Asesmen Keterampilan Berpikir Kritis Mahasiswa Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Muh Tawil; Andry S. Utama Putra; Zulqifli Alqadri
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sains Indonesia (JPPSI) Vol. 9 No. 1 (2026): JPPSI, April 2026
Publisher : Program Studi S1 Pendidikan IPA, FMIPA Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppsi.v9i1.109273

Abstract

Keterampilan berpikir kritis merupakan salah satu kompetensi penting dalam profil lulusan pendidikan abad ke-21, namun praktik asesmen yang digunakan masih belum secara optimal mengukur keterampilan tersebut secara komprehensif. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan instrumen asesmen keterampilan berpikir kritis yang valid, reliabel, praktis, dan efektif. Metode penelitian yang diterapkan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan tahapan analisis, desain, validasi, revisi, dan implementasi. Implementasi dilakukan menggunakan desain quasi-experimental berupa nonequivalent groups pretest–posttest pada dua kelas. Sampel penelitian calon guru ilmu pengetahuan alam kelas A (n = 31) dan kelas B (n = 21). Hasil penelitian asesmen keterampilan berpikir kritis dan perangkat pembelajaran menunjukkan: 1) valid dengan nilai validitas (V = 1) dan nilai reliabilitas R = 99%; 2) keefektifan dengan skor rata-rata keterampilan berpikir kritis kelas A dan B masing-masing sebesar 99,65% dan 98,75% dan skor rata-rata respon mahasiswa kelas A dan B masing-masing 99,55% (positif); 3) kepraktisan dengan skor rata-rata keterlaksanaan kelas A dan B masing-masing 99,65% dan 99,45% (terlaksana). Kesimpulan, instrumen asesmen keterampilan berpikir kritis yang dikembangkan memenuhi kriteria valid, reliabel, praktis, dan efektif, serta berpotensi digunakan sebagai alternatif dalam mengakses keterampilan berpikir kritis mahasiswa pada pembelajaran IPA.
Profil Beban Kognitif Ekstrinsik Mahasiswa ICP Pendidikan IPA dalam Pembelajaran ESM Science Learning Berbasis Translanguaging Zulqifli Alqadri; Sumiati Side
JURNAL JENDELA PENDIDIKAN Vol. 6 No. 01 (2026): Jurnal Jendela Pendidikan: Edisi Februari 2026
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjp.v6i01.2480

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil beban kognitif ekstrinsik mahasiswa International Class Program (ICP) Pendidikan IPA dalam pembelajaran English for Subject Matter (ESM) Science Learning berbasis translanguaging. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain survei potong lintang yang melibatkan 32 mahasiswa Universitas Negeri Makassar. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner beban kognitif ekstrinsik skala Likert lima tingkat yang terdiri atas 33 item pada enam aspek, dengan validitas isi yang baik (Aiken’s V = 0,81) dan reliabilitas tinggi (Cronbach’s alpha=0,89). Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui perhitungan rerata dan simpangan baku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kognitif ekstrinsik bervariasi antar-aspek, dengan istilah IPA berbahasa Inggris sebagai sumber beban kognitif ekstrinsik paling dominan (M=4,49), sementara strategi translanguaging dan kejelasan instruksi menunjukkan tingkat beban yang rendah. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan terminologi IPA lebih menentukan dibandingkan bahasa pengantar dalam meminimalkan beban kognitif ekstrinsik pada pembelajaran IPA berbahasa Inggris.
Asesmen Kinerja dalam Pembelajaran IPA Berbasis Education for Sustainable Development (ESD): Tinjauan Sistematis Literatur Zulqifli Alqadri
Saqbe: Jurnal Sains dan Pembelajarannya Vol. 3 No. 1 (2026): Saqbe: Sains dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis karakteristik implementasi asesmen kinerja dalam kerangka Education for Sustainable Development (ESD), menganalisis cara kompetensi keberlanjutan dioperasionalkan melalui penilaian, serta mengidentifikasi celah konseptual dan metodologis dalam pengembangan asesmen kinerja pada pembelajaran IPA berbasis ESD. Kajian ini menggunakan pendekatan systematic literature review terhadap delapan artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil sintesis menunjukkan bahwa implementasi asesmen kinerja berlangsung pada dua level yang saling terkait, yaitu level sistem pendidikan dan level praktik kelas. Pada level kelas, asesmen kinerja umumnya diwujudkan melalui tugas autentik seperti proyek, studi kasus, dan portofolio dengan dukungan rubrik analitik sebagai instrumen utama. Kompetensi keberlanjutan dioperasionalkan melalui indikator berpikir sistem, berpikir kritis, kolaborasi, refleksi, serta pengambilan keputusan berbasis nilai dan bukti. Namun demikian, ditemukan ketidakseragaman definisi operasional kompetensi, variasi mutu instrumen, serta keterbatasan pelaporan validitas dan reliabilitas sebagai tantangan utama. Temuan ini menegaskan pentingnya pemetaan yang eksplisit antara kompetensi, desain tugas autentik, dan indikator performa, disertai penguatan kapasitas penilai, agar asesmen kinerja IPA berbasis ESD mampu mengukur sekaligus mendorong perkembangan kompetensi keberlanjutan secara lebih konsisten dan bermakna.
PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS ARTIFICIAL INTELLIGENCE: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS TENTANG INTERVENSI PEDAGOGIS, KONTEKS IMPLEMENTASI, DAN HASIL PEMBELAJARAN Sumiati Side; Zulqifli Alqadri
Edukimbiosis: Jurnal Pendidikan IPA Vol. 4 No. 2 (2026): Edukimbiosis: Jurnal Pendidikan IPA
Publisher : Program Studi Tadris IPA IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/edukimbiosis.v4i2.16779

Abstract

This study aimed to analyze the trends of pedagogical interventions, implementation contexts, and learning outcomes reported in studies on Artificial Intelligence (AI)-based chemistry learning. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) design guided by the PRISMA 2020 framework. Data were collected through a literature search in relevant academic databases, namely Scopus, Web of Science, ERIC, and Google Scholar, using purposive sampling based on predetermined inclusion and exclusion criteria. The research instruments consisted of an article screening sheet and a data extraction matrix covering author, year, research context, chemistry topic, type of AI, research design, sample, instrument, main findings, and research gaps. The data were analyzed using thematic narrative analysis of 15 primary studies that met the eligibility criteria. The findings revealed four major themes in the use of AI in chemistry learning: AI as a tutor/chatbot/learning assistant, AI in virtual and immersive learning environments, perceptions and challenges of AI implementation, and AI as a support for pedagogical strategies. The review also showed that AI has primarily functioned as an instructional support system, a means of personalizing learning, and a tool for strengthening the visualization of abstract chemical concepts rather than replacing the role of the teacher. In addition, the benefits of AI were most consistently observed in improving engagement, satisfaction, and learning experience, whereas its effects on cognitive learning outcomes remained inconsistent across studies. Therefore, AI holds considerable potential for chemistry learning; however, its effective implementation requires adequate pedagogical, ethical, and institutional support.
Pelatihan Penyusunan Asesmen Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Nurfitra Yanto; Ramlawati Ramlawati; Nur Indah Sari; Zulqifli Alqadri
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v7i22024p81-88

Abstract

Abstract: This activity aims to provide training and assistance in preparing the Assessment for the Strengthening Pancasila Student Profile (P5) Project, especially for science teachers in Bulukumba Regency. P5 assessment is an important part of implementing the independent curriculum in schools. The large number of schools that have just implemented the independent curriculum is the background for the importance of carrying out these activities. The methods applied in this activity are presentation and discussion methods. Evaluation of the implementation of this service is carried out using observation techniques and providing response questionnaires. Training on preparing the Assessment for the Strengthening Pancasila Student Profile (P5) Project in Bulukumba Regency was carried out well and smoothly. The training participants consisted of 63 people from various middle and high schools in Bulukumba Regency. Participants were very enthusiastic in this activity. The preparation of the P5 assessment concentrates on the theme of a sustainable lifestyle. This is because this theme has a direct connection with science material. After this activity, participants were given an evaluation and it was discovered that participants' understanding of the P5 assessment, especially the theme of sustainable lifestyle, was very high. The implementation of the independent curriculum, especially P5, still faces many challenges. This still needs to be paid attention to by the government, schools and other related parties. Abstrak: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan penyusunan Asesmen Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) khususnya bagi guru-guru IPA di Kabupaten Bulukumba. Asesmen P5 merupakan bagian penting pada pelaksanaan kurikulum merdeka di sekolah. Banyaknya sekolah yang baru menerapkan kurikulum merdeka menjadi latar belakang pentingnya kegiatan dilakukan. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah metode presentasi dan diskusi. Evaluasi pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan teknik observasi dan pemberian angket respon. Pelatihan penyusunan Asesmen Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di Kabupaten Bulukumba terlaksana dengan baik dan lancar. Peserta pelatihan  terdiri  dari  63  orang  dari  berbagai sekolah SMP dan SMA di Kabupaten Bulukumba. Peserta sangat antusias dalam kegiatan ini. Penyusunan asesmen P5 berkonsentrasi pada tema gaya hidup berkelanjutan. Hal ini disebabkan karena tema ini beririsan langsung dengan materi IPA. Setelah kegiatan ini, peserta diberikan evaluasi dan diketahui bahwa pemahaman peserta terhadap asesmen P5 khususnya tema gaya hidup berkelanjutan sangat tinggi. Pelaksanaan kurikulum merdeka khususnya P5 masih mendapatkan banyak tantangan. Hal ini masih perlu menjadi perhatian oleh pemerinta, sekolah dan pihak-pihak lain yang terkait.
Pelatihan Pembuatan Perangkat Pembelajaran berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) bagi Guru IPA Kota Makassar Sitti Saenab; Ramlawati; St. Mutia Alfiyanti Muhiddin; Zulqifli Alqadri; A. Afrinaramadhani Hatta
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v8i12025p30-36

Abstract

Pelatihan Pembuatan Perangkat Pembelajaran berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) bagi Guru IPA di Kota Makassar bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru dalam merancang perangkat pembelajaran yang memperhatikan keberagaman budaya siswa. Pelatihan terdiri dari tiga tahap: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Pada tahap persiapan, materi pelatihan dan instrumen pretest disiapkan untuk mengukur pengetahuan awal peserta. Tahap pelaksanaan mencakup pemaparan materi mengenai prinsip dasar CRT, langkah-langkah penerapannya, serta manfaat dan tantangan dalam implementasi CRT, dilanjutkan dengan diskusi dan praktik langsung penyusunan perangkat pembelajaran berbasis CRT. Tahap evaluasi dilakukan dengan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap konsep dasar CRT (dari 28% menjadi 100%), penerapan CRT dalam pembelajaran IPA (dari 0% menjadi 88%), serta pemahaman terhadap manfaat penerapan CRT (dari 0% menjadi 94%) dan tantangan penerapannya (dari 0% menjadi 94%). Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di Makassar dengan mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal dalam proses pembelajaran. Berdasarkan peningkatan signifikan yang tercermin dari evaluasi, pelatihan ini dapat disimpulkan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan guru serta mendukung penerapan CRT dalam pembelajaran IPA di Kota Makassar.