Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

HEALTH EDUCATION DAN PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) DI WILAYAH KELURAHAN PANTAI AMAL, TARAKAN, KALIMANTAN UTARA Johan, Reza Bintangdari; Padlilah, Rahmi; Citra, Nur; Situmorang, Teresia Suminta Rotua
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes) Edisi Desember 2022
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/

Abstract

Kanker serviks menjadi salah satu penyebab utama kematian pada wanita di seluruh dunia saat ini, dengan penyebab utamanya adalah Human Papilloma Virus (HPV). Salah satu upaya deteksi dini kanker serviks adalah dengan metode Inspesksi Visual Asetat (IVA). Kegiatan health education dan pemeriksaan IVA di RT 02 Kelurahan Pantai Amal dilakukan untuk memberikan pengetahuan yang akan berdampak pada peningkatan cakupan pemeriksaan IVA. Kegiatan health education melibatkan 13 orang Wanita Usia Subur (WUS). Tahapan pelaksaan dimulai dengan persiapan. pelaksanaan health education dan evaluasi. Dari hasil kegiatan diperoleh sebanyak 13 WUS yang mengikuti health education, 8 orang 62 persen bersedia dilakukan pemeriksaan IVA dan 1 diantaranya teridentifikasi positive.
PENINGKATAN PENGETAHUAN WANITA USIA SUBUR (WUS) TENTANG KELUARGA BERENCANA Laily, Nur Aisyah; Permatasari, Annisa Eka; Johan, Reza Bintangdari; Umami, Nurrahmi; Farahdiba, Idha
Jurnal Pengabdian Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan (JUPKes) Edisi Desember 2022
Publisher : STIKes Santa Elisabeth Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52317/

Abstract

Pengetahuan tentang keluarga berencana (KB) merupakan hal yang esensial bagi wanita usia subur yang telah menikah. Informasi tentang KB penting dalam mendukung penentuan keputusan reproduksi secara mandiri oleh wanita. Perlu dilakukan penyuluhan atau pendidikan kesehatan sebagai upaya peningkatan pengetahuan tentang keluarga berencana sehingga minat WUS dalam menggunakan kontrasepsi juga meningkat. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat khususnya wanita usia subur yang telah menikah tentang pentingnya program keluarga berencana di Kelurahan Pantai Amal Kota Tarakan. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada 35 wanita usia subur. Sebelum dilakukan penyuluhan, peserta masih belum mengetahui terkait tentang jenis-jenis kontrasepsi dan manfaatnya. Setelah dilakukan penyuluhan peserta memahami tentang keluarga berencana. Pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dan baik. Peserta juga sangat antusias saat sesi diskusi dengan pemateri. Adanya kegiatan penyuluhan ini diharapkan tidak hanya terjadi peningkatan pengetahuan tapi juga dapat memotivasi peserta menjadi akseptor KB.
Breastfeeding Knowledge and Behavior in Lactational Amenorrhea Method (LAM) as a Natural Contraceptive Mufdlilah, Mufdlilah; Johan, Reza Bintangdari; Ningsih, Sri Ratna
Kesmas Vol. 16, No. 4
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The lactational amenorrhea method (LAM) is a natural contraceptive that is highly effective after the three essential criteria are fulfilled. However, there is a significantly low adoption resulting from poor knowledge and correct practices. This study aimed to determine the correlation between knowledge and behavior of breastfeeding mothers on breastfeeding as a natural contraceptive. This was an analytic observational study with a cross-sectional design involving 89 breastfeeding mothers and was performed from January to March 2018. Furthermore, data were collected using a questionnaire, and the results showed knowledge of breastfeeding mothers to be good (59.6%) and not good (51.7%). However, the individual’s behavior towards the implementation of LAM was not good (48.3%) and good (40.4%). Based on the statistical test, there was a correlation between knowledge and behavior of breastfeeding mothers, with a p-value of 0.006 (OR = 3.463; 95% CI = 1.411 – 8.498). In brief, knowledge of LAM amongst the participants is good, despite the poor application in terms of behavior. Also, a relationship was also established between the knowledge and behavior of breastfeeding mothers as a natural contraceptive.
Studi Kasus Insomnia pada Kehamilan Trimester III dengan Terapi Non Farmakologi Sleep Hygiene di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kota Palangka Raya Tahun 2024: Case Study of Insomniain the Third Trimester III of Pregnant with Non Pharmacological Sleep Hygiene Therapy in the River Watershed (DAS) of Palangka City in 2024 Hertati, Dessy; Oktarina, Lelly; Johan, Reza Bintangdari
Jurnal Surya Medika (JSM) Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Surya Medika (JSM)
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/jsm.v10i2.7745

Abstract

Latar Belakang: Gangguan pola tidur pada ibu hamil sering dirasakan saat kehamilan trimester II dan III, hal tersebut terjadi karena perubahan adaptasi fisiologis dan psikologis. Diperkirakan terjadinya gangguan tidur pada wanita hamil pada 46-78%. Tujuan: Mampu memberikan Asuhan Kebidanan Kehamilan Fisiologis pada Ny. F G2P1A0 hamil 33 minggu dengan masalah insomnia di Ruang KIA UPTD Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya. Metodologi: Jenis penelitian yang digunakan yaitu secara kualitatif deskriptif dengan metode pendekatan studi kasus. Desain menggunakan observasional lapangan. Metode pengumpulan data dengan cara wawancara, dan analisis dokumentasi asuhan kebidanan. Analisis data diperoleh dari penelitian studi kasus dengan membuat narasi dari hasil observasi dan deskripsi analisis asuhan kebidanan, pengkajian, merumuskan diagnosa, merencanakan, melaksanakan, dan melakukan evaluasi asuhan kebidanan. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2023. Hasil: ibu bersedia untuk mencoba pengobatan alternative komplementer untuk mengatasi susah tidur/insomnia pada ibu yaitu dengan melakukan Sleep Hygiene atau kebersihan tidur dengan menerapkan kebiasaan tidur yang sehat untuk menghilangkan gangguan yang membuat tidur kurang nyenyak atau kurang lelap. Beberapa cara yang dapat dilakukan dalam menerapkan sleep hygiene yaitu dengan membatasi konsumsi makanan dan minuman sebelum tidur, menghindari makan porsi besar sebelum tidur, menghindari konsumsi kafein, alkohol, dan rokok sebelum tidur, tidur dan bangun di jam yang sama untuk membentuk pola tidur yang teratur, menciptakan lingkungan tidur yang nyaman. sejuk, gelap dan tenang, menjadwalkan tidur siang lebih awal sehingga tidak mengganggu tidur malam, membacalah buku, mandi atau melakukan aktivitas yang membuat tubuh tenang untuk mempersiapkan waktu tidur, dan olahraga secara teratur.
Cuci Tangan Pakai Sabun Sebagai Upaya Gerakan Perilaku Hidup Sehat Situmorang, Teresia Suminta Rotua; Johan, Reza Bintangdari; Permatasari, Annisa Eka; Purnamasari, Agus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol. 5 No. 3 (2023): Vol. 5 No. 3 Desember 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/jpma.v5i3.1232

Abstract

Kebersihan tangan merupakan bagian yang penting dalam menekan dan mengurangi penyebaran penyakit menular. Program kegiatan kepada masyarakat ini merupakan kegiatan yang dilaksanakan bersama antara dosen dengan mahasiswa S1 Kebidanan Universitas Borneo Tarakan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk membantu masyarakat khususnya anak Panti Asuhan Berkah Ar-Rahim Ibu, agar lebih menyadari pentingnya menjaga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan menerapkan cuci tangan pakai sabun. Kegiatan ini melibatkan semua anak Panti Asuhan yang berusia 7-15 tahun yang berjumlah 25 orang. Ada tiga tahapan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Setelah diberikan health education evaluasi dilakukan dengan memberikan kuesioner post-test kepada responden yang sama dan diperoleh hasil setelah diberikan health education responden memahami tentang cuci tangan yang baik dan benar sebagai upaya gerakan hidup bersih dan sehat.
PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA DAN MANFAAT ZAT BESI, SERTA DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KADAR HAEMOGLOBIN IBU HAMIL DI WILAYAH PESISIR Situmorang, Teresia Suminta Rotua; Johan, Reza Bintangdari
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v9i1.1368

Abstract

Anemia adalah salah satu masalah kesehatan yang paling umum terjadi di seluruh dunia dan mempengaruhi hampir dua pertiga kesehatan ibu hamil di negara berkembang, termasuk di Indonesia. Anemia mempengaruhi 32,4 juta (38,2%) wanita hamil secara global, dengan prevalensi tertinggi di Asia Tenggara 49% dan Afrika 46,3%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang anemia dan manfaat zat besi serta dukungan keluarga terhadap kadar haemoglobin ibu hamil di wilayah pesisir. Desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Responden dalam penelitian ini berjumlah 63 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan Haemometer Digital. Analisis data yang digunakan oleh peneliti adalah chi square. Hasil dari penelitian ini didapatkan terdapat hubungan Pengetahuan Tentang Anemia dengan kadar Hb (P-value <0,001), terdapat hubungan pengetahuan tentang Manfaat Zat Besi dengan kadar Hb (P-value <0,001) dan terdapat hubungan Dukungan Keluarga terhadap Kadar Hb (P-value <0,001). Hasil penelitian ini nantinya diharapakan dapat menjadi pertimbangan tenaga kesehatan terkait dalam memberikan konseling maupun penyuluhan kepada ibu hamil agar lebih terfokus dalam memberikan edukasi tentang anemia dan dampaknya, serta pentingnya pendampingan keluarga selama ibu mengkonsumsi tablet tambah darah.
Strategi Penguatan Karakter Anak Melalui Kolaborasi Pentahelix di Kota Tarakan Ismuniar, Cici; Noviyanti, Nur Indah; Apriliyana, Nur Pangesti; Johan, Reza Bintangdari; Sovayunanto, Riski
INNOVA-S: Journal of Innovation and Sustainable Services Volume 1, Issue 1, 2025
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI DAN BISNIS DAN MARITIM BALIK DIWA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63249/innova-s.v1i1.75

Abstract

Program Penguatan karakter anak melalui kolaborasi pentahelix ini (akademisi, pemerintah, bisnis, komunitas, media) dilaksanakan di Selumit Pantai, Tarakan, untuk mengatasi fenomena putus sekolah akibat kerentanan ekonomi keluarga nelayan, bullying, dan lemahnya dukungan sosial. Program bertujuan membangun resilience character anak melalui tiga intervensi utama, yaitu 1) pendidikan karakter berbasis kearifan lokal pesisir; 2) pendampingan anti-bullying; dan 3) penguatan jejaring dukungan sosial bagi anak yatim/rentan. Metode pelaksanaan dilakukan secara bertahap dan berdiferensiasi berdasarkan kelompok usia (6-9 tahun, 9-12 tahun, 12-17 tahun). Aktivitas meliputi ice breaking interaktif untuk fondasi toleransi, tanggung jawab, dan disiplin; pendampingan terfokus menggunakan permainan tradisional modifikasi (kelompok bawah) dan edukasi self-grooming (kelompok tengah/atas); serta pendampingan berbasis Ramadan (mengaji, hafalan, kisah keteladanan Nabi) untuk penguatan karakter religius dan moral. Hasil menunjukkan efektivitas pendekatan bertahap dan sesuai perkembangan. Peserta menunjukkan peningkatan keterlibatan, perilaku kooperatif, kejujuran dalam permainan, percaya diri remaja, serta kesadaran tanggung jawab personal dan lingkungan. Internaliasi nilai karakter (termasuk 18 nilai Kemendikbud) terjadi melalui pembelajaran eksperiensial dan observasional. Program ini berhasil menciptakan lingkungan belajar adaptif dan kontekstual, menjadi model kolaboratif untuk penguatan karakter anak di wilayah pesisir perbatasan guna mendukung SDGs 4. Keberlanjutan program melalui pengembangan modul lanjutan disarankan.
EDUKASI ASI EKSKLUSIF BAGI IBU HAMIL UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN MENYUSUI DAN KESEHATAN BAYI SEJAK DINI DI KOTA TARAKAN Reza Bintangdari Johan; Susanti; Idha Farahdiba; Annisa Eka Permatasari; Eka Darmayanti Putri Siregar
BULETIN ILMIAH NAGARI MEMBANGUN Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM (Institute for Research and Community Services) Universitas Andalas Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/bina.v8i1.743

Abstract

Infant Mortality Rate (IMR) still poses a health concern in Indonesia, including in Tarakan, some cases are caused by infections and diarrhea. Exclusive breastfeeding can help prevent these conditions in infants. The extent of this practice can be observed through exclusive breastfeeding coverage in the community. Limited maternal understanding of the advantages of breastfeeding for both the baby and the mother is frequently linked to low coverage. One effective strategy to address this issue is providing structured and effective education. This activity aimed to improve pregnant women’s understanding of exclusive breastfeeding. It was conducted on August 23, 2024, at the home of a community health volunteer in Juata Laut Subdistrict, North Tarakan. The method was a lecture combined with a health education approach and was attended by seven pregnant women and held alongside a routine antenatal class. The assessment instrument used was a 15-item questionnaire on exclusive breastfeeding, with a validity score of 0.973. Three stages made up the activity: preparation, carrying out the activity, and post-test evaluation. Results showed that 5 out of 7 participants (71%) had good knowledge of exclusive breastfeeding. However, 4 participants (57%) believed that breastfeeding leads to weight gain, 1 participant (14%) did not recognize its role in preventing breast cancer, and 5 participants (71%) were unaware of its contraceptive function. Health education proved effective in increasing knowledge, though continued and comprehensive efforts during pregnancy are needed to support optimal breastfeeding practices.
EDUKASI PENGENALAN DAN PENANGANAN TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN DAN ALUR RUJUKAN PERSALINAN PADA IBU HAMIL DAN KELUARGA DI WILAYAH PESISIR Idha Farahdiba; Susanti Susanti; Annisa Eka Permatasari; Reza Bintangdari Johan; Yogho Prasetyo; Eka Darmayanti Putri Siregar
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Volume 6 No. 2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i2.44347

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) masih menjadi permasalahan serius di Indonesia, termasuk di Kota Tarakan yang menunjukkan peningkatan kasus pada tahun 2023, terutama disebabkan oleh komplikasi seperti perdarahan. Salah satu faktor penyebab tingginya AKI adalah kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan dan alur rujukan yang tepat. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tarakan tahun 2024, Puskesmas Juata tercatat memiliki cakupan kunjungan kehamilan K1 dan K4 terendah di kota tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil dan keluarganya di wilayah pesisir, khususnya di Kelurahan Juata Laut, tentang tanda bahaya kehamilan dan alur rujukan persalinan melalui edukasi yang interaktif dan kontekstual. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi dengan ceramah, diskusi kelompok, dan penggunaan media edukatif seperti poster dan leaflet, serta evaluasi melalui post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 86% ibu hamil memiliki pengetahuan yang baik tentang tanda bahaya kehamilan, sementara 71% memahami alur rujukan persalinan. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang partisipatif dan kontekstual efektif dalam meningkatkan kesadaran ibu hamil di daerah pesisir. Edukasi yang berkelanjutan sangat penting dilakukan secara rutin untuk mendukung kesiapan persalinan yang aman dan menurunkan risiko kematian ibu.
Pengalaman Menyusui Pada Ibu Usia Remaja Di Wilayah Pesisir Tarakan Kalimantan Utara: Studi Kualitatif Eksploratif Reza Bintangdari Johan; Mufdlilah Mufdlilah; Rizka Dita Hidayati; Teresia Suminta Rotua Situmorang; Nur Indah Noviyanti; Dessy Hertati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.628

Abstract

Setiap anak berhak mendapatkan ASI eksklusif selama enam bulan tanpa tambahan makanan atau minuman apapun. Cakupan ASI eksklusif di Kalimantan Utara cukup rendah belum mencapai target program nasional tahun 2024. Ini karena hambatan dan masalah masih menghalangi ibu, terutama ibu remaja untuk menyusui, yang dapat mempengaruhi pola pikirnya. Menyusui memberikan berbagai manfaat bagi ibu dan bayi. Dengan mengekplorasi pengalaman menyusui ibu usia remaja dapat membantu meningkatkan praktik pemberian ASI eksklusif. Penelitian kualitatif eksploratif yang dilakukan pada enam ibu usia remaja di wilayah kerja Puskesmas Pantai Amal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam berdasarkan pedoman wawancara dan analisis data yang dilakukan. Tiga tema utama yang ditemukan yaitu pengambilan keputusan dalam pemberian ASI eksklusif, hambatan dan tantangan dalam menyusui, dan ketidaknyamanan posisi menyusui. Namun, hanya ada dua ibu usia remaja yang berhasil ASI eksklusif. Hampir semua ibu usia remaja belum memahami dengan baik praktik pemberian ASI eksklusif, kurangnya dukungan dari pasangan, keluarga, belum dapat mengambil keputusan sendiri karena masih bergantung dengan orang tua, timbulnya hambatan menyusui dari faktor fisik dan psikologis, serta masih kesulitan memulai untuk menyusui pertama kali. Pendidikan kesehatan dan konseling menyusui dapat menjadi suatu intervensi bagi ibu menyusui usia remaja sehingga memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik. Selain itu, dukungan dari pasangan, keluarga, dan tenaga kesehatan sangat penting untuk mensukseskan keberhasilan ASI eksklusif. Adanya pemantauan pemberian ASI khususnya pada keberlanjutan pemberian ASI eksklusif.