p-Index From 2021 - 2026
11.638
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Kesehatan Mesencephalon Jurnal Kesehatan Mesencephalon Journal Of Nursing Practice Jurnal Manajemen Kesehatan Yayasan RS.Dr. Soetomo CARING (Center of Publication in Midwifery and Nursing) : Jurnal Publikasi Penelitian Kebidanan dan Keperawatan Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Indonesian Journal of Medicine Journal of Health Science and Prevention Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat The Indonesian Journal of Health Science Jurnal Ners Avicenna : Journal of Health Research Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Abdiraja Journal of Applied Nursing and Health Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Hospital Majapahit : Jurnal Ilmiah Kesehatan Politeknik Kesehatan Mojokerto Nurse and Holistic Care Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Kolaborasi Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran Jurnal Keperawatan Health and Technology Journal (HTECHJ) Journal for Quality in Public Health Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Itekes Bali Jurnal Medika: Medika STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Journal Of Health Science Community Journal of Global Research in Public Health Journal of Community Engagement in Health Journal of Hospital Management and Services Indonesian Journal of Nutritional Epidemiology and Reproductive Strada Jurnal Ilmiah Kesehatan (SJIK) Jurnal Medika Usada Journal for Quality in Women's Health DIKKESH : Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan Open Access DRIVERset Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Claim Missing Document
Check
Articles

Social Demographic Factor on Early Detection Ability of Acute Coronary Syndrome in Blitar Regency Indonesia Anggraini, Novita Ana; Faridah Moh Said; Nur Syazana Umar; Rahmania Ambarika; Reni Nurhidayah
Journal Of Nursing Practice Vol. 6 No. 2 (2023): April
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v6i2.368

Abstract

Background: The prevalence of ACS in Indonesia is high, at least 2 million people in Indonesia are diagnosed with ACS. It is one of the main causes of death among adults in many countries around the world, including Indonesia with prevalence of heart disease in Indonesia is estimated at 2 million ACS cases. One of the causes of the high ACS mortality rate is a prehospital delay. Decision time delay refers to the length of time the patient takes for early detection or to make a decision to seek help. This study will focus on the influence of social demographic factors on the ability of early detection of ACS. Purpose: This study aims to explain the relationship between treatment-seeking behavior, transportation, and socio-demographic factors (age, gender, socio-economic, educational status, health insurance). Methods: A prospective cross-sectional study was conducted in this study. The samples will be obtained in Blitar regency with 22 public health center sub-districts with sample 126 respondents. The correlation among variables was analyzed using chi-squared (?2), and for determining the dominant factors, multiple logistic regression with the enter method was used. A p value <0.05 was considered significant. Results: The study found that the age, health insurance status, education level, and employment status of the patients were significant factors for early detection. Delay to early detection increased with the increase in age of the patients, although it was not significant by logistic regression. Conclusions:  This study reveals that several sociodemographic factors that can affect early detection abilities are education, employment status, and health insurance.
Health Education for Increasing Knowledge and Skills of Caring Family in Post Stroke at Poncokusumo Community Health Center, Malang Rahmania Ambarika; Novita Ana Anggraini; Agus Santosa; Herman Adhi Wijaya
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 2 (2026): January
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i2.1008

Abstract

Background: The lack of knowledge and skills among family members in caring for post-stroke patients can make prolong recovery time and increase the risk of complications. Health education is essential to enhance understanding and optimize caregiver skills. Purpose: This study aims to examine the effect of health education on family knowledge and skills in post stroke care at Poncokusumo Community health center in Malang regency. Methods: This research employs pra experimental with one group pre-post test design with a total population of 35  family with the post stroke patients in Poncokusumo Community Health Center , from which 32 participants were selected using purposive sampling. The research instrument consists of a questionnaire, and data were analyzed using the Wilcoxon test. Results: The results show that before the health education intervention, half of the participants had a moderate level of knowledge (16 people, 50.0%). After the intervention, nearly all participants demonstrated good knowledge (28 people, 87.5%). In terms of skills, before the intervention, the majority of participants had poor caregiving skills (19 people, 59.4%). After the intervention, most participants improved to a moderate skill level (19 people, 59.4%). There was a significant effect of health education on family knowledge regarding post-stroke care at Poncokusumo Community Health Center, with a p-value of 0.000 (<0.05). Conclusion: Health education is effective in improving family knowledge and skills in caring for post-stroke patients. With structured education, families understand how to care for patients, from mobilization, prevention of complications, to psychosocial support. Direct training and educational media help them apply skills with more confidence. This increased understanding contributes to better quality of care, accelerates patient recovery, and reduces the risk of complications.
PERAN MEDIASI KEPERCAYAAN PASIEN PADA PENGARUH PERSEPSI PASIEN TENTANG KEAMANAN LAYANAN KESEHATAN DAN EMPATI TENAGA KESEHATAN TERHADAP KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS KABUPATEN LOMBOK TENGAH Rahmania Ambarika; Wildan Hapiz; Jaswadi, Jaswadi
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik penunjang disertasi ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai lembaga pembina dan pengendali mutu pelayanan kesehatan primer, dengan fokus pada Puskesmas di Kabupaten Lombok Tengah. Tujuan praktik ini adalah mengembangkan model peningkatan kepuasan pasien melalui persepsi terhadap keamanan layanan dan empati tenaga kesehatan dengan kepercayaan pasien sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan meliputi pengkajian sistem pembinaan, analisis Fishbone, penentuan prioritas masalah menggunakan USG, serta analisis SWOT sebagai dasar perumusan intervensi kebijakan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa kepuasan pasien di Puskesmas Lombok Tengah sangat dipengaruhi oleh persepsi terhadap keamanan layanan dan empati tenaga kesehatan. Namun, pengaruh kedua faktor tersebut terhadap kepuasan pasien bekerja secara tidak langsung melalui tingkat kepercayaan pasien. Ketika pasien merasa aman dan diperlakukan dengan empati, kepercayaan terhadap Puskesmas meningkat dan mendorong kepuasan yang lebih tinggi. Sebagai solusi dikembangkan Provincial Trust-Based Primary Care Quality System (PTBPCS–NTB), yaitu model pembinaan mutu pelayanan primer berbasis penguatan keamanan layanan, empati tenaga kesehatan, dan kepercayaan pasien. Model ini menempatkan Dinas Kesehatan Provinsi NTB sebagai pengendali standar mutu, keselamatan pasien, dan pembinaan perilaku pelayanan di Puskesmas. Implementasi awal PTBPCS–NTB menunjukkan peningkatan rasa aman, tumbuhnya kepercayaan pasien, dan perbaikan kepuasan pasien di Puskesmas Kabupaten Lombok Tengah. Praktik ini menegaskan bahwa penguatan kepercayaan pasien melalui mutu dan empati pada level regulator merupakan kunci dalam membangun pelayanan kesehatan primer yang berorientasi pada pasien.
PERAN MEDIASI KOMITMEN ORGANISASI PADA PENGARUH LINGKUNGAN KERJA DAN KOMPETENSI TERHADAP RETENSI (Studi pada Perawat di RSUDP NTB) Rahmania Ambarika; Rizal Smith; Baiq Nirmalasari
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik penunjang disertasi ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai lembaga pembina dan pengontrol tata kelola sumber daya manusia rumah sakit daerah, dengan fokus pada perawat RSUD Provinsi NTB. Tujuan praktik ini adalah mengembangkan model peningkatan retensi perawat melalui penguatan lingkungan kerja dan kompetensi dengan komitmen organisasi sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan meliputi pengkajian sistem pelatihan SDM, analisis Fishbone, penentuan prioritas masalah menggunakan USG, serta analisis SWOT untuk merancang strategi intervensi. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa rendahnya retensi perawat bukan semata-mata disebabkan oleh faktor individu, tetapi merupakan konsekuensi dari belum optimalnya sistem pelatihan lingkungan kerja dan pengembangan kompetensi yang dikendalikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Penyebab masalah utama terletak pada ketiadaan sistem terintegrasi yang membentuk komitmen organisasi perawat sebagai dasar kekurangan tenaga konservasi. Sebagai solusi, dikembangkan Sistem Komitmen Kompetensi dan Lingkungan Kerja Provinsi (PWECCS–NTB), yaitu model pelatihan lingkungan kerja dan pengembangan kompetensi perawat berbasis komitmen organisasi yang dikendalikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Model implementasi ini menunjukkan peningkatan persepsi keadilan lingkungan kerja, peluang pengembangan kompetensi, serta penguatan komitmen organisasi yang berimplikasi positif terhadap retensi perawat RSUD Provinsi NTB. Praktik ini menyimpulkan bahwa penguatan peran Dinas Kesehatan sebagai pembina SDM rumah sakit merupakan kunci dalam membangun retensi perawat yang berkelanjutan dan mendukung mutu pelayanan kesehatan daerah.
ANALISIS DAMPAK PELATIHAN, PEMBINAAN, DAN KETERLIBATAN KARYAWAN TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN YANG DIMEDIASI PERSEPSI KUALITAS TENAGA KESEHATAN TENTANG KEBIJAKAN PENINGKATAN MUTU PELAYANAN (Studi Karyawan RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat Provinsi NTB) Rahmania Ambarika; I Kadek Mulyawan; Desak Gede Sri Baktiasih
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 10 (2026): Maret 2026
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Praktik penunjang disertasi ini dilaksanakan di Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai lembaga pembina dan pengendali mutu pelayanan rumah sakit daerah, dengan fokus pada RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat. Tujuan praktik ini adalah mengembangkan model peningkatan kualitas pelayanan melalui pelatihan, pembinaan, dan keterlibatan karyawan dengan persepsi tenaga kesehatan tentang kebijakan peningkatan mutu pelayanan sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan meliputi pengkajian sistem pembinaan, analisis Fishbone, penentuan prioritas masalah menggunakan USG, serta analisis SWOT sebagai dasar perumusan intervensi kebijakan. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat sangat dipengaruhi oleh efektivitas pelatihan, sistem pembinaan, dan tingkat keterlibatan karyawan. Namun, dampak ketiga faktor tersebut terhadap kualitas pelayanan sangat bergantung pada bagaimana tenaga kesehatan memersepsikan kebijakan peningkatan mutu pelayanan yang dikendalikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi NTB. Persepsi yang lemah terhadap kebijakan mutu menyebabkan pelatihan dan pembinaan tidak sepenuhnya terinternalisasi dalam praktik pelayanan. Sebagai solusi dikembangkan Provincial Quality Policy Internalization System (PQPIS–NTB), yaitu model pembinaan mutu pelayanan berbasis penguatan pelatihan, pembinaan, dan keterlibatan karyawan yang diarahkan untuk memperkuat persepsi tenaga kesehatan terhadap kebijakan peningkatan mutu. Model ini menempatkan Dinas Kesehatan Provinsi NTB sebagai pengendali utama kebijakan mutu dan pembinaan sumber daya manusia rumah sakit daerah. Implementasi awal PQPIS–NTB menunjukkan peningkatan pemahaman dan penerimaan tenaga kesehatan terhadap kebijakan mutu, meningkatnya keterlibatan karyawan, serta perbaikan kualitas pelayanan di RSUD Patut Patuh Patju Lombok Barat. Praktik ini menegaskan bahwa penguatan internalisasi kebijakan mutu pada level regulator merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit daerah.
Optimalisasi Peran Kader Posyandu dalam Pencegahan Penyakit TB Di Wilayah Kerja Puskesmas LegungKecamatan Batang-Batang Effendi, Yuskinau; Ambarika, Rahmania
Jurnal ABDIRAJA Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v9i1.5012

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di wilayah kerja Puskesmas Legung, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep. Upaya pengendalian TB di tingkat masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan, di antaranya keterbatasan tenaga kesehatan dan belum optimalnya keterlibatan kader posyandu dalam kegiatan pencegahan dan deteksi dini TB. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan peran kader posyandu dalam upaya pencegahan TB melalui kegiatan sosialisasi dan edukasi kesehatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi ceramah interaktif, diskusi, serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Kegiatan dilaksanakan di Aula Cemara Puskesmas Legung dengan melibatkan 30 kader posyandu sebagai peserta. Materi yang diberikan mencakup konsep dasar TB, tanda dan gejala, cara penularan, strategi TOSS TB (Temukan, Obati Sampai Sembuh), peran kader sebagai Pengawas Minum Obat (PMO), serta teknik komunikasi efektif dalam edukasi kesehatan kepada masyarakat.Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan sosialisasi. Rata-rata skor pre-test sebesar 70,83 meningkat menjadi 96,00 pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 25,17 poin atau sekitar 35,5%. Selain itu, terjadi penurunan standar deviasi dari 29,07 menjadi 7,36 yang menunjukkan bahwa pemahaman peserta menjadi lebih merata setelah intervensi edukasi dilakukan. Secara kualitatif, kader juga menunjukkan peningkatan motivasi dan kesiapan untuk melakukan skrining sederhana di masyarakat serta mendukung kepatuhan pengobatan pasien TB. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pemberdayaan kader posyandu melalui edukasi kesehatan dapat menjadi langkah awal yang efektif dalam mendukung pengendalian TB berbasis masyarakat.
Upaya Pengingkatan Cakupan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) Melalui Peningkatan Pengetahuan Kader Kesehatan Di Puskesmas Legung Kabupaten Sumenep Fadhliya, Lailiyatul; Ambarika, Rahmania
Jurnal ABDIRAJA Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Abdiraja
Publisher : LPPM Universitas Wiraraja Sumenep, Jalan Raya Sumenep Pamekasan KM. 5 Patean Sumenep 69451, Telp. (0328) 673399 Fax. (0328) 673088

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/adr.v9i1.5016

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang termasuk negara dengan beban TB tertinggi menurut WHO (World Health Organization). Kabupaten Sumenep tercatat sebagai salah satu daerah dengan jumlah kasus TB tinggi di Jawa Timur, sehingga diperlukan upaya penguatan strategi preventif melalui Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan cakupan TPT melalui peningkatan pengetahuan kader kesehatan di Puskesmas Legung Kabupaten Sumenep. Metode yang digunakan berupa penyuluhan dengan ceramah dan diskusi interaktif kepada 30 kader kesehatan, disertai evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Kegiatan dilaksanakan di Aula Cemara Puskesmas Legung Kabupaten Sumenep. Hasil menunjukkan adanya peningkatan persentase jawaban benar pada seluruh 10 indikator pengetahuan, terutama terkait sasaran penerima TPT yang meningkat dari 42% menjadi 92%, serta tujuan pemberian TPT dari 58% menjadi 92%. Pemahaman mengenai kepatuhan minum obat dan tantangan implementasi TPT juga meningkat signifikan hingga mencapai 96% pada post-test. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan aspek kognitif kader, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka dalam melakukan skrining kontak serumah, edukasi masyarakat, serta pendampingan sasaran TPT. Outcome kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keterlibatan kader dalam upaya promotif dan preventif program TB, yang berpotensi meningkatkan cakupan TPT di wilayah kerja puskesmas. Dengan tindak lanjut berupa pembinaan rutin, monitoring evaluasi berbasis wilayah, serta koordinasi lintas sektor, kegiatan ini mendukung penguatan sistem pencegahan TB dan percepatan eliminasi TB di tingkat pelayanan kesehatan primer.
Co-Authors Agus Santosa Agusta Dian Ellina Ahmad Syauqi Mubarok Alfi Yudisianto Almaidah, Indah Amalia, Mawaddatul Angga Ladzi Syafroni Annisa Ary Saifutri Ans Syafrie Amroyan Apriyani Puji Hastuti Arif Mustofa Arta Lebrina Nakmofa Arta Lebrina Nakmofa Atik Muji Rahayu Aulia, Hana Agustin Baiq Nirmalasari Billy Anoraga, Aditya Byba Melda Suhita Byba Melda Suhita Cahya Eka Sudrajad Chusnatayaini, Arina Darmawati Abdul Rachman Dedi Saifulah Desak Gede Sri Baktiasih Diyah Ayu Purnaningtyas Dwiana, Winda Gusya Effendi, Yuskinau Erick Berto Yahya Eva Agustina Evrin Anggasari Fadhliya, Lailiyatul Faridah Moh Said Fira Musyawirah Fitriya Fajar Wati Frederikus Haloko Gusti Ayu Agung Mas Mahadewi Hairah, ST Haloko, Frederikus Hargiani, Fransisca Xaveria Harpika, Isa Hary Indah Fibriany Haryani, Mukti Sri Has’ad Rahman Attamimi Heri Hermawati Herman Adhi Wijaya Herwati Herwati I Kadek Mulyawan Ida Nuryanti Ida Nuryati Indah Aprilia Angelina Indah Noer Jannah Indasah Indasah Indra Frana Jaya KK Irsyad Herminofa Jaswadi JASWADI, Jaswadi Joko Prasetyo Joko Prasetyo Kasri Astuti Kholifatur Rizkiyah, Nur Kurnianti, Nur Rochmah Kurniawan, Ardhiles Wahyu Langit Kresna Janitra Lauchul Machfudoh Layla, Siti Farida Noor Librata, Pramitha Nayana Lingga Kusuma Wardani Lingga Kusuma Wardani Machfudoh, Lauchul Mardianto, Rudy Maria Nubatonis Mawaddatul Amalia Moh Khoirul Anam Mohammad Saifulaman Muhammad Imam Fakhrudin Muhammad Rodli Natalia Ningsi Katupu Nency Natalia Tho Noor Annisa Susanto Novita Ana Anggraini Nur Azizah Nur Syazana Umar Nurma Afiani Nurwijayanti Osnawati H. Marsaoly Pramitha Nayana Librata Prima Dewi Kusumawati Purnaningtyas, Diyah Ayu Putri Mayasari R. Anggi Dwi Putra JS Rahmi, Dianita Ratna Wardani Ratna WardanI Ratna Wardani Reni Nurhidayah Risky Siwi Pradini Risqy Siwi Pradini Rita Sukmawanti Rizal Smith Roesardhyati, Ratna Salsabila, Unik Hanifah Samrina Samrina Sandu Siyoto Saputri, Priska Delima Sarippy, Jesseline Selviana Timuneno Seno Arif Amrullah Sentot Imam Sentot Imam Suprapto Sentot Imam Suprapto Seran, Adriyani Nahak setiyaningsih, yunnita Sindu Sintara Siti Farida Sìti Farida Noor Layla Siti Farida Noor Layla Sri Kardjati Maria SUMIYATI SUMIYATI Sunarto Sunarto SUTRISNO Timuneno, Selviana Titik Isbandiyah Tutik Nushah Wahyu Kresnawati Wahyu Kresnawati Wardah Fauziah Wardhani, Lingga Kusuma Watna, Ida Widigdo Rekso Negoro Wijayanto, Herman Adhi Wildan Hapiz Winda Gusya Dwiana Yalestyarini, Eva Agustina Yanis, Hardi Yeni Yenny Puspitasari Yuli Arnita Pakpahan Yuly Peristiowati Yuly Peristiowati Yuly Peristiowati Yuly Peristiowati Yuly Peristiowati Yuly Peristiowati