p-Index From 2021 - 2026
16.581
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN PSYCHOLOGICAL CAPITAL GURU SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI JENIS KELAMIN, STATUS PERNIKAHAN, DAN MASA KERJA Diza Junita; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41681

Abstract

Abstrak Pada masa pandemi saat ini tenaga pendidik yang salah satunya guru sekolah dasar mengalami tuntutan pekerjaan yang lebih berat karena perubahan sistem pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan psychological capital pada guru sekolah dasar negeri di Surabaya ditinjau dari jenis kelamin, status pernikahan dan masa kerja. Metode penelitian ini adalah penelitian komparatif. Penelitian ini adalah penelitian populasi dengan jumlah subjek sebanyak 70 guru sekolah dasar negeri. Alat pengumpulan data penelitian ini menggunakan skala psychological capital yang mengacu konsep dasar psychological capital milik Luthans, Youssef & Avolio yaitu self-efficacy, hope, optimism, dan resilience. Teknik analisa data yang digunakan yaitu Anova tiga jalur dan dibantu SPSS 25.0 for windows dalam perhitungannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan antara psychological capital guru sekolah dasar ditinjau dari jenis kelamin, status pernikahan dan masa kerja dengan nilai taraf signifikansi sebesar 0.827 (p>0.05). Selain itu, juga ditemukan bahwa tidak ada perbedaan antara psychological capital dengan jenis kelamin guru sekolah dasar yang memiliki nilai signifikansi 0.886 (p>0.05). Sedangkan jika ditinjau dari status pernikahan dan masa kerja ditemukan perbedaan yang signifikan antara psychological capital dengan status pernikahan dan masa kerja guru sekolah dasar yang memiliki nilai signifikasi 0.000 (p<0.05). Kata Kunci: psychological capital, guru sekolah dasar, jenis kelamin, status pernikahan, masa kerja Abstract During the current pandemic, educators, one of whom is an elementary school teacher, have a more complicated job due to changes in the learning system. The purpose of this study was to determine the differences in psychological capital of public elementary school teachers in Surabaya in terms of gender, marital status, and years of service. This research method is comparative research. This study is a population study with several subjects as many as 70 public elementary school teachers. This research data collection tool uses a psychological modal scale that refers to the basic concepts of psychological capital belonging to Luthans, Youssef & Avolio, namely self-efficacy, hope, optimism, and resilience. The data analysis technique used is three-way Anova and assisted by SPSS 25.0 for windows in its calculations. This study indicates that there is no difference between primary school psychological capital teachers in terms of gender, marital status, and tenure with a significance level of 0.827 (p>0.05). In addition, it was also found that there was no difference between psychological capital and the gender of primary school teachers, which had a significance value of 0.886 (p>0.05). Meanwhile, when viewed from the marital status and period, found a significant difference between psychological capital with marital status and tenure of primary school teachers, which has a substantial value of 0.000 (p <0.05). Keywords: psychological capital, elementary school teacher, gender, marital status, years of service
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA KARYAWAN PT. X Nina Puji Iswati; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 8 No. 8 (2021): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v8i8.41684

Abstract

Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja pada karyawan PT. X. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Dimana jumlah populasi yang digunakan sebanyak 45 karyawan. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuisioner dengan skala kualitas kehidupan kerja dan skala keterikatan kerja. Data yang diperoleh akan dianalisa menggunakan bantuan program SPSS 25.0 for windows dengan menggunakan uji korelasi product moment. Hasil dari analisa penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja pada karyawan PT. X. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi yang didapat sebesar 0,636 dengan nilai signifikansi 0,00 (p < 0,05). Dari hasil tersebut bahwa hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja memiliki hubungan yang signifikan, artinya semakin tinggi nilai kualitas kehidupan kerja maka semakin tinggi pula keterikatan kerja yang dimiliki oleh karyawan. Begitupun sebaliknya jika nilai kualitas kehidupan kerja yang dimiliki rendah maka akan rendah pula keterikatan kerja yang dimiliki oleh karyawan. Kata Kunci: kualitas kehidupan kerja, keterikatan kerja, karyawan Abstract This study aims to determine the relationship between the quality of work-life with work engagement on employees of PT. X. This research uses quantitative research methods. Where the total population used is 45 employees. The sample in this study used a saturated sample technique. The data collection technique in this study used a questionnaire with a work-life quality scale and a work engagement scale. The data obtained will be analyzed using the SPSS 25.0 for the windows program using the product-moment correlation test. The research analysis results indicate a relationship between the quality of work-life with work engagement on employees of PT. X. This is evidenced by the correlation coefficient obtained by 0.636 with a significance value of 0.00 (p < 0.05). From these results, the relationship between the quality of work-life and work engagement has a significant relationship, meaning that the higher the value of the quality of work-life, the higher employees' work engagement. Vice versa, if the value of the quality of work-life that is owned is low, the work engagement of employees will also below. Keyword: quality of work-life, work engagement, employee
HUBUNGAN ANTARA LEADER MEMBER EXCHANGE DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA GURU SMK NEGERI Fivika Amanah Novianti; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i2.45977

Abstract

Abstrak Tujuan dilaksanakannya penelitian ini ialah guna mengetahui hubungan antara leader member exchange dengan organizational citizenship behavior pada guru di salah satu SMK. Metode kuantitatif korelasional digunakan di dalam penelitian ini. Teknik sampling jenuh digunakan pada penelitian ini dengan jumlah seluruh populasi sebanyak 70 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisi skala leader member exchange dan skala organizational citizenship behavior. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson product moment. Hasil analisa data diperoleh bahwa terdapat hubungan antara leader member exchange dengan organizational citizenship behavior pada guru di salah satu SMK. Hal ini dibuktikan dari taraf signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.720. Berdasarkan hasil analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara leader member exchange dengan organizational citizenship behavior pada guru di SMK tersebut. Hubungan yang positif atau searah ini menunjukkan bahwa jika angka leader member exchange cenderung tinggi maka angka dari organizational citizenship behavior juga akan tinggi. Berlaku juga sebaliknya, jika angka leader member exchange rendah maka angka dari organizational citizenship behavior juga akan rendah. Kata Kunci: Leader Member Exchange, Organizational Citizenship Behavior, Guru Abstract This study aims to determine the relationship between leader-member exchange and organizational citizenship behavior in teachers in one vocational school. The quantitative correlational method was used in this study. A saturated sampling technique was used in this study with 70 people. Data collection techniques used a questionnaire containing the leader-member exchange scale and organizational citizenship behavior scale. The data were analyzed using the Pearson product-moment correlation test. The data analysis results showed a relationship between leader-member exchange and teachers' organizational citizenship behavior in one of the vocational schools. This is evidenced by the significance level of 0.000 (p < 0.05) with a correlation coefficient of 0.720. Based on the analysis results, it can be concluded that there is a positive and significant relationship between the leader-member exchange and the organizational citizenship behavior of the teachers in the SMK. This positive or unidirectional relationship indicates that if the number of leader-member exchanges tends to be high, the number of organizational citizenship behavior will also be high. On the other hand, if the leader-member exchange rate is low, the organizational citizenship behavior will also be low. Keywords: Leader Member Exchange, Organizational Citizenship Behavior, Teacher
HUBUNGAN ANTARA KUALITAS KEHIDUPAN KERJA DENGAN KETERIKATAN KERJA PADA KARYAWAN Nurul Laila Salsabila; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 2 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i2.45981

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja pada karyawan PT X. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Pengambilan jumlah sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik sampel jenuh dengan menggunakan 50 karyawan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang berisi skala kualitas kehidupan kerja dan skala keterikatan kerja. Kemudian data yang diperoleh akan dianalisa menggunakan uji korelasi product moment dengan menggunakan bantuan dari software SPSS 26.0 for mac. Hasil analisa data diperoleh bahwa terdapat hubungan antara kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja pada karyawan PT X. Hal ini dibuktikan dari taraf signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05) dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0.517. Berdasarkan hasil analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan positif antara kualitas kehidupan kerja dengan keterikatan kerja pada karyawan PT X. Hal ini menunjukkan jika semakin tinggi kualitas kehidupan kerja, maka akan semakin tinggi juga keterikatan kerja karyawan pada perusahaan tersebut. Hal ini juga berlaku sebaliknya, jika semakin rendah kualitas kehidupan kerja maka semakin rendah juga keterikatan kerja. Kata Kunci: Kualitas Kehidupan Kerja, Keterikatan Kerja, Karyawan Abstract This study aims to determine the relationship between work-life quality and work engagement in PT X employees. The method in this study uses correlational quantitative research methods. The number of samples in this study used a saturated sample technique using 50 employees. This study's data collection techniques used a questionnaire containing a scale of work-life quality and work engagement scale. Then the data obtained will be analyzed using the product-moment correlation test using the help of SPSS 26.0 software for mac. The data analysis results showed a relationship between the quality of work-life and work engagement for employees of PT X. This was evidenced by the significance level of 0.000 (p < 0.05) with a correlation coefficient of 0.517. Based on the analysis results, it can be concluded that there is a significant and positive relationship between the quality of work-life and work engagement for PT X employees. This also applies vice versa, the lower the quality of work-life, the lower the work engagement. Keywords: Quality of Work Life, Work Engagement, Employees
HUBUNGAN ANTARA WORK LIFE BALANCE DENGAN KEPUASAN KERJA PADA GURU SMK X SURABAYA Christina Lolita; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i3.46387

Abstract

Abstrak Guru merupakan aspek penting dalam tercapainya prestasi anak bangsa dan tujuan organisasi. Kepuasan kerja yang dimiliki oleh guru mampu memberi dampak positif bagi guru dan organisasi. Kepuasan kerja dapat dipengaruhi oleh kondisi pribadi diri, adanya keseimbangan antar kehidupan kerja dan pribadi penting dimiliki oleh tiap individu sehingga berpengaruh baik bagi dirinya dan organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara work life balance dengan kepuasan kerja pada guru SMK X Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Subjek penelitian sejumlah 85 guru. Data dikumpulkan menggunakan skala work life balance dan skala kepuasan kerja. Data kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi. Hasil analisa data menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,684 dan signifikan sebesar 0,000 (p<0,05). Dari hasil tersebut, mengartikan bahwa terdapat hubungan antara work life-balance dengan kepuasan kerja guru. Kata Kunci: Work Life Balance, Kepuasan Kerja, Guru. Abstract Teachers are an important aspect in achieving the achievements of the nation's children and organizational goals. Job satisfaction owned by teachers can have a positive impact on teachers and organizations. Job satisfaction is determined by personal conditions, balance between work and personal life is important owned by each individual so that it affects both himself and the organization. The purpose of this study was to determine the relationship between work-life balance and job satisfaction for teachers at SMK X Surabaya. This research is quantitative. The research subjects were 85 teachers. The data were collected using a work-life balance scale and a job satisfaction scale. The data were then analyzed using the product-moment correlation test. The results of the data analysis showed a correlation coefficient value of 0.684 and a significant value of 0.000 (p<0.05). From these results, it means that there is a relationship between work-life balance and teacher job satisfaction. Keywords: Work Life Balance, Job Satisfaction, Teachers.
HUBUNGAN ANTARA OTONOMI PEKERJAAN DENGAN PERILAKU KERJA INOVATIF PADA GURU Yuni Mutadayyinah; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i3.46391

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara otonomi pekerjaan dengan perilaku kerja inovatif pada guru dengan metode kuantitatif dan desain korelasional. Pengambilan data dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik sampling jenuh kepada 54 guru tetap di salah satu SD swasta. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu dengan skala otonomi pekerjaan dan perilaku kerja inovatif dalam model penskalaan likert. Data yang diperoleh dianalisa dengan software SPSS 16.0 for windows. Hasil pengolahan data didapatkan hubungan antara otonomi pekerjaan dengan perilaku kerja inovatif pada guru, dengan menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 dan koefisien korelasi sebesar 0,940. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi otonomi pekerjaan pada individu dalam organisasi, maka akan cenderung tinggi juga pada perilaku kerja inovatifnya. Kata Kunci: Otonomi pekerjaan, perilaku kerja inovatif, guru Abstract This study aims to determine the relationship between job autonomy and innovative work behavior in teachers with quantitative methods and correlational designs. Collecting data in this study using a saturated sampling technique to 54 permanent teachers in a private elementary school. The data collection technique used is the job autonomy scale and innovative work behavior on the Likert scale. The data obtained were analyzed using SPSS 16.0 software for windows. The results of data processing obtained a relationship between job autonomy and innovative work behavior in teachers, showing a significance value of 0.000 and a correlation coefficient of 0.940. Based on these results, it can be concluded that the higher the job autonomy of individuals in the organization, the higher the innovative work behavior of the individual will be high. Keywords: Job autonomy, innovative work behavior, teacher
HUBUNGAN ANTARA TUNTUTAN PEKERJAAN DENGAN STRES KERJA Qori Setyo Ningrat; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i3.46393

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tuntutan pekerjaan dengan stres kerja pada anggota satuan polisi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, yang dianalisis menggunakan perhitungan statistik. Pengambilan sampel menggunakan teknik sampel jenuh sebanyak 60 personel anggota polisi. Teknik pengumpulan data menggunakan skala tuntutan pekerjaan dan skala stres kerja dengan model penskalaanilikert. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment dengan bantuan program SPSS 24.0 for windows yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel dalam penelitian. Hasil analisis menunjukkan nilai koefisien (r) sebesar 0,612 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang searah antara tuntutan pekerjaan dengan stres kerja pada satuan anggota polisi sehingga dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tuntutan pekerjaan maka semakin tinggi tingkat stres kerja para anggota polisi, demikian sebaliknya semakin rendah tuntutan pekerjaan maka semakin rendah tingkat stres kerja pada anggota polisi Kata Kunci: tuntutan pekerjaan, stres kerja, polisi. Abstract This study aims to find out the relationship between job demands and work stress in members of police units. The research uses quantitative methods, which are analyzed using statistical calculations. Sampling using saturated sample techniques using 60 police personnel. Data collection techniques use job demand scales and work stress scales with scaling models. The data analysis in this study used the product moment correlation technique with the help of the SPSS 24.0 for windows program which aims to find out the relationship between the two variables in the study. The results of the analysis showed a coefficient value (r) of 0.612 and a significance value of 0.000 (p<0.05). The results showed a unidirectional relationship between job demands and work stress in police units. This shows that the higher the demands of the work, the higher the work stress level of the police officers, and vice versa the lower the job demands the lower the level of work stress on police officers. Keywords: job demands, work stresss, police
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA KARYAWAN PT. X Nindhia Sekar Prameswari; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 3 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i3.46394

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja dengan Organizational Citizenship Behavior (OCB) pada karyawan PT. X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan jumlah sampel pada penelitian ini yaitu menggunakan teknik sampel jenuh terhadap 50 karyawan. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan skala kepuasan kerja dan organizational citizenship behavior. Analisa data pada peneelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment dengan bantuan software SPSS 16.0 for windows. Hasil dari analisa data menunjukkan terdapat hubungan antara kepuasan kerja dengan organizational citizenship behavior pada karyawan PT. X. Hasil analisis ditunjukkan dari nilai koefisien sebesar 0,858 (r=0,858) dengan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p< 0,05). Berdasarkan hasil yang diperoleh menunjukkan hubungan yang searah dan positif antara variabel kepuasan kerja dengan organizational citizenship behavior yang berarti semakin tinggi kepuasan kerja pada karyawan maka semakin tinggi pula organizational citizenship behavioral pada karyawan tersebut, demikian juga semakin rendah kepuasan kerja maka semakin rendah pula organizational citizenship behavior pada karyawan tersebut. Kata Kunci: Kepuasan Kerja, Organizational Citizenship Behavior, Karyawan Abstract This research aims to determine the relationship between job satisfaction and Organizational Citizenship Behavior (OCB) on employees of PT. X. The method used in this research is a quantitative correlational research method. The sampling technique in this research is using a saturated sample technique of 50 employees. The data collection technique in this research uses a scale of job satisfaction and organizational citizenship behavior. Analysis of the data in this research using the product moment correlation technique with the help of SPSS 16.0 software for windows. The results of data analysis show that there is a relationship between job satisfaction and organizational citizenship behavior in employees of PT. X. The results of the analysis are shown from the coefficient value of 0.858 (r = 0.858) with a significance value of 0.000 (p < 0.05). Based on the results obtained, it shows a direct relationship and positive relationship between job satisfaction variables and organizational citizenship behavior, which means that the higher the job satisfaction of employees, the higher the organizational citizenship behavior of the employee, likewise the lower the job satisfaction, the lower the organizational citizenship. behavior of the employee. Keywords: Job Satisfaction, Organizational Citizenship Behavior, Employee
HUBUNGAN ANTARA KEPUASAN KERJA DENGAN INTENSI TURNOVER PADA KARYAWAN PT. X Laily Alfina Rahmadhani; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i4.46610

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepuasan kerja dengan intensi turnover pada karyawan PT. X. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan sampel jenuh dengan jumlah subjek sebanyak 70 karyawan. Instrumen dalam penelitian ini berupa skala kepuasan kerja dan skala intensi turnover dengan jenis skala likert. Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan uji korelasi product moment dengan menggunakan bantuan SPSS 25.0 for windows. Hasil analisa data dalam penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara kepuasan kerja dengan intensi turnover pada karyawan PT. X yang memiliki nilai koefisien korelasi sebesar -0,336 dengan taraf signifikan 0,000 (p < 0,05). Berdasarkan hasil analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang negatif antara kepuasan kerja dengan intensi turnover pada karyawan PT. X. Hal ini menunjukkan semakin tinggi tingkat kepuasan kerja karyawan maka akan semakin rendah tingkat intensi turnover pada karyawan PT. X. Begitu sebaliknya, semakin rendah kepuasan kerja karyawan maka akan semakin tinggi tingkat intensi turnover pada karyawan PT. X. Kata Kunci: intensi turnover, kepuasan kerja, karyawan Abstract This study aims to determine the relationship between Job Satisfaction with Turnover Intentions on employees of PT. X. The method in this study uses quantitative research methods. Data collection techniques using saturated samples. The sample in this study was 70 employees. The instruments in this study are job satisfaction scale and turnover intention scale. The data analysis technique in this study used the product-moment correlation test using SPSS 25.0 for windows. The results of the data analysis in the study showed a relationship between job satisfaction and turnover intention of employees of PT. X has a correlation coefficient of -0.336 with a significant level of 0.000, p <0.05. Based on the analysis results, there is a negative relationship between job satisfaction and turnover intention of employees of PT. X. The results of this study indicate a negative relationship indicating the higher the level of employee job satisfaction, the lower the level of employee turnover intention of PT. X. On the other hand, the lower the job satisfaction of the employees, the higher the turnover intention of the employees of PT. X.. Keywords: turnover intention, job satisfaction, employeess
HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN KESIAPAN UNTUK BERUBAH PADA KARYAWAN PT. X Mellania Widya Nurhaliza; Olievia Prabandini Mulyana
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 9 No. 4 (2022): Character: Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v9i4.46612

Abstract

Abstrak Penelitian yang dilakukan memiliki tujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan kesiapan untuk berubah pada karyawan di PT. X. Metodeiyangidigunakan dalam penelitianiini yaitu kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh dengan populasi berjumlah 80 karyawan. Teknikipengumpulan dataidalam penelitian ini yaitu dengan pembagian kuesioner, disusun menggunakaniskala efikasi diri dan skala kesiapan untuk berubah. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan uji korelasi Pearson product-moment. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa variabeliefikasi diri memiliki hubungan dengan variabel kesiapan untuk berubah. Nilai signifikansi yang didapatkan sebesar 0.000 (p< 0.05) dengan nilaiikorelasi sebesar 0.505. Dapat diambil kesimpulan bahwa variabel efikasi diri memiliki hubungan yang signifikan dan bersifat searah atau positif dengan variabel kesiapan untuk berubah. Jika karyawan memiliki tingkat efikasiidiri yang tinggi, maka kesiapan karyawan untuk berubah juga tinggi. Begitupula sebaliknya, jikaitingkat efikasi diri karyawan rendah, maka kesiapan untuk berubah pada karyawan juga akan rendah. KataiKunci : efikasi diri, kesiapaniuntuk berubah, karyawan Abstract The research was conducted to know the relationship between self-efficacy and readiness to change in employees at PT. X. The method used in this research is a quantitative correlation. The sampling technique used was the saturated sampling technique with a population of 80 employees. The data collection technique in this study is by distributing questionnaires compiled using a self-efficacy scale and a readiness to change scale. Analysis of the data used in this study using the Pearson product-moment correlation test. The results obtained indicate that the self-efficacy variable has a relationship with the readiness to change variable. The significance value obtained is 0.000 (p < 0.05) with a correlation value of 0.505. It can conclude that the self-efficacy variable has a significant and positive relationship with the readiness to change variable. If the employee has a high level of self-efficacy, the employee's readiness to change is also high. Vice versa, if the employee's self-efficacy level is low, the employee's readiness to change will also be low. Keywords: self-efficacy, readiness to change, employees
Co-Authors ADITYA PUTRA, REZA Aesa Aesa Aesa Affa, Athia Fadila Affia, Khairunnisa Affia, Khairunnisa Atika Nur Afifah, Ainun Nur A'ini Afifah, Ainun Nur Aini AFIRA PUTRI, ARINA Alfith Jian Farina Amanda Hayyu Amanda Hayyu, Amanda Amin Al Haadie Shafie Amirafatin Salsabila Andi Nurcahya Andi Nurcahya, Andi Anggraeni, Dya Wahyu Anita Dwi Rahmawati Annisa Talia Al Maghfiroh Arida Rizka Suryani ARINA AFIRA PUTRI Asmoro, Yoga Seto Aufavidya Monica Putriamadhana Aulia Mufida Aulia, Agnely Risqy Azky, Salsabila Bernadeta Isabella Roselawati Charysma Yogie Agoestyna Cherina Safa Wardhani CHOIRUNISSABELLA ULFA Christina Lolita Christopher Robert Muljo Dayu, Jania Amara Tegarin Della Rizky Adisyah DESI NURWIDAWATI Devi Diani Intan Izazi Dewi Sukmawati DHEA MONICA, FENTY Diana Rahmasari Dinar Ester Marturia Oktaviana Simanjuntak Dinda Cahya Novianti Dinda Cahya Novianti Dio Gustama Mulyono Ditya Yuda Pratama Diza Junita Dwi Bagus Yulianto Earlene Tania Rahma ELFITASARI, NADHIFAH Fachreza Abhitama Akbar Fachreza Abhitama Akbar, Fachreza Abhitama Fadhil Ramadhan Fadhilah, Fathin FENTY DHEA MONICA Firda Dwi Ismiantari Firdausi, Lutfiana Fitria Nasywa, Suluh Fivika Amanah Novianti Fradipta, Diora Gianmah, Mohamad Refikasa Khaf Putra GITA MAWARNI, SUCI Hanum, Dyah Alfu Putri Hestya, Dwi Hidayati, Siti Nur Aini Ifna Ratrika Enggarsari Ilmi, Aynun Indirasari, Luviana Dewi Ira Khairani Panjaitan Isa, Khairunesa Jelita Citrawati Jihan Khairunnisa Atika Nur Affia KIRANA PERTIWI, PRATITA Laily Alfina Rahmadhani Laura Novita Prasojo Luh Putu Ratna Sundari MARATUS S, SAMANTHA Marisa Rahmi Agustinah Mary Loi A. Sibucao Mayang Salsabila Meita Santi Budiani Mellania Widya Nurhaliza Miftakhul Jannah Miftakhul Jannah Min Hajul Abidin Muchollasho, Wiwin Muhammad Mahdi Ali Permana Muhammad Mahdi Ali Permana, Muhammad Mahdi Ali Muhammad Teguh Yulianto Muhammad Wildan Nasywan Mulyana, Phonny Aditiawan Nabila, Annisa’ Fara NADHIFAH ELFITASARI NAWANGSIH WINANTU Nesyanda Rahma Rosyadi Ni Wayan Sukmawati Puspita Dewi Ni Wayan Sukmawati Puspita Dewi Ni Wayan Sukmawati Puspitadew Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi, Nina Puji Iswati Nindhia Sekar Prameswari Ningtyas, Wasilatul Fadila Ninik Setiyowati Nismah Panjaitan Novia Anggraini Novia Anggraini Novianti, Dinda Cahya Nur Aulia Nur Eva Nur Hidayah Nur'aini, Nadja Alfin Nurchayati Nurchayati Nurul Laila Salsabila PRATITA KIRANA PERTIWI Priastuty, Bella Ayu Dianti Putri Hardiyanti, Afrillia Putri Ramadhany Qori Setyo Ningrat Rachmadev, Natasya Machendrei Haliza Rahma, Earlene Tania Rahmatasya, Mellyca RAMADHAN, FADHIL RAMASARI, YUNI REZA ADITYA PUTRA Riza Noviana Khoirunnisa Robbani, Aurel Bernika Rohmah, Mellynda Silanur Sahar, Pasha Amanda Saidah, Eka Alvinatus Salma Ayu Selinove SAMANTHA MARATUS S Santyashayu Sottya Sari, Teta Pamungkas Sekar Saffina Dzaluliyyah Ardianto Sholichah, Naffa Atus Sindy Wahyu Anggraini SUCI GITA MAWARNI Sulistianingrum, Ludfia Sysditya Ekawanti Sysditya Ekawanti, Sysditya Tutuk Noviasari ULFA, CHOIRUNISSABELLA UMI ANUGERAH IZZATI Umi Anugerah Izzati Umi Anugerah Izzati Umi Anugerah Izzati Umi Anugerah Izzati Umi Anugerah Izzati Umi Anugerah Izzati, Umi Anugerah Wakhidatun Nafi’atus Sholikah Warih Handayaningrum Watie, Mellynda Sukma Wayan Sukmawati Puspitadewi WINANTU, NAWANGSIH Yael, Eva Nandha Jalma Yanna Murnika Sari Yeni Febriani Yundari, Yundari Yuni Mutadayyinah YUNI RAMASARI Yunia Dwie Nurchayanie Yuri Lolita Yuri Lolita Zahroh Intan Permatasari Zhafira Koes Wahyuandari