Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN PELUANG KERJA LULUSAN DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI MELALUI ADAT BASOPAN DI SMK NEGERI 1 TANJUNG Hartini, Enok Suci; Madihah, Husnul; Rahmi, Agustina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Kepala Sekolah dalam meningkatkan peluang kerja lulusan di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui penguatan nilai adat basopan di SMK Negeri 1 Tanjung. Latar belakang penelitian ini didasari oleh tuntutan dunia kerja yang tidak hanya menekankan penguasaan kompetensi teknis, tetapi juga kompetensi nonteknis berupa sikap, etika, dan karakter kerja yang selaras dengan budaya industri. Adat basopan sebagai kearifan lokal dipandang relevan untuk membentuk karakter lulusan yang beretika, disiplin, dan profesional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Hubungan Masyarakat, Pengelola Bursa Kerja Khusus (BKK), peserta didik, alumni, dan perwakilan DUDI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Kepala Sekolah dalam meningkatkan peluang kerja lulusan diimplementasikan melalui Kepemimpinan Transformasional yang mengimplementasikan nilai Adat basopan ke dalam budaya sekolah, proses pembelajaran, serta kemitraan dengan DUDI. Kepala Sekolah berperan sebagai teladan (idealized influence), penggerak visi bersama (inspirational motivation), pendorong inovasi program sekolah (intellectual stimulation), dan pembina pengembangan individu peserta didik (individualized consideration). Implementasi strategi ini berdampak pada terbentuknya sikap kerja lulusan yang lebih disiplin, sopan, bertanggung jawab, dan adaptif terhadap lingkungan kerja industri, sehingga meningkatkan kepercayaan DUDI dan memperluas peluang penyerapan lulusan ke dunia kerja. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan transformasional berbasis nilai kearifan lokal Adat basopan merupakan strategi efektif dalam meningkatkan daya saing dan peluang kerja lulusan SMK. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan kepemimpinan pendidikan vokasi serta kontribusi praktis bagi kepala sekolah dalam merancang strategi peningkatan link and match antara SMK dan DUDI.
IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH BERBASIS KEARIFAN LOKAL KAYUH BAIMBAI UNTUK PENGUATAN KARAKTER ISLAMI DI TK ISLAM TERPADU AZ ZAHRA MURUNG PUDAK Novianty, Ernia; Madihah, Husnul; Rahmi, Agustina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4591

Abstract

Riset ini difokuskan untuk mengkaji secara mendalam penerapan kepemimpinan kepala sekolah yang berlandaskan nilai kearifan lokal Kayuh Baimbai dalam upaya memperkuat pembentukan karakter Islami pada peserta didik di TK Islam Terpadu Az Zahra Murung Pudak dengan pendekatan kualitatif melalui desain studi kasus serta pengumpulan data melalui wawancara mendalam, pengamatan langsung, dan penelaahan dokumen yang dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Kerangka teoretis penelitian ini bertumpu pada teori kepemimpinan transformasional sebagai grand theory, teori kepemimpinan partisipatif dan teori internalisasi nilai sebagai middle theory, serta teori kepemimpinan berbasis kearifan lokal sebagai applied theory. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kepemimpinan kepala sekolah di TK Islam Terpadu Az Zahra Murung Pudak diwujudkan melalui pola kepemimpinan kolektif dan partisipatif yang menekankan teladan moral dan sosial, manajemen sekolah yang berlandaskan musyawarah, serta penguatan budaya kerja yang mengedepankan kolaborasi antar warga sekolah. Nilai-nilai Kayuh Baimbai yang diterapkan meliputi kebersamaan dan gotong royong, musyawarah dan konsensus, tanggung jawab kolektif, harmoni dan kekeluargaan, serta keteguhan dalam menjaga nilai budaya lokal. Penerapan kepemimpinan tersebut berdampak positif terhadap penguatan karakter Islami anak, yang tercermin dalam pembiasaan nilai religius, pembentukan akhlak dan moral Islami, penguatan karakter sosial, kemandirian dan disiplin, serta terbentuknya budaya sekolah Islami. Faktor yang menunjang penerapan kepemimpinan Kayuh Baimbai mencakup komitmen serta loyalitas dari internal sekolah disertai dukungan dari orang tua dan masyarakat sekitar, sementara faktor penghambat muncul dari tuntutan adaptasi terhadap perubahan serta kebutuhan pengembangan inovasi secara berkelanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan kepemimpinan transformasional dengan kearifan lokal Kayuh Baimbai dalam ranah pendidikan anak usia dini yang dirancang sebagai strategi kontekstual dan berkelanjutan untuk memperkuat pembentukan karakter Islam.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEMBANGUN BUDAYA POSITIF KEAGAMAAN MELALUI PENDEKATAN BAIMBAIAN DI TK NEGERI AR-ROHMAN TABALONG Aulasari, Eva; Madihah, Husnul; Rahmi, Agustina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4592

Abstract

Penelitian ini didasari oleh pentingnya posisi pemimpin sekolah dalam menciptakan budaya agama yang positif di pendidikan anak usia dini. Budaya agama berfungsi tidak hanya untuk membentuk karakter religius anak, tetapi juga sebagai dasar dalam menanamkan nilai moral, disiplin, dan rasa kebersamaan mulai dari usia dini. Dalam konteks setempat, pendekatan baimbaian menjadi suatu nilai budaya yang relevan untuk mendukung pengembangan budaya religius secara kolektif di dalam sekolah. Beberapa penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memiliki dampak yang signifikan dalam memperkuat budaya religius di sekolah. Namun, kebanyakan penelitian masih terfokus pada institusi pendidikan berbasis agama atau pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Penelitian yang secara spesifik meneliti kepemimpinan kepala sekolah di taman kanak-kanak negeri dengan pendekatan kearifan lokal baimbaian masih sangat terbatas, sehingga diperlukan penelitian yang lebih mendalam dan sesuai konteks. Studi ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek yang diteliti mencakup kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa di TK Negeri Ar-Rohman Pembataan, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan pengumpulan dokumen. Analisis data dilakukan secara tematik dengan langkah-langkah pengurangan data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil studi menunjukkan bahwa kepala sekolah berperan sebagai pemimpin spiritual, teladan moral, dan penggerak kolaborasi dalam membangun budaya positif keagamaan. Budaya keagamaan dikembangkan melalui pembiasaan religius harian, kegiatan keagamaan tematik, serta peringatan hari besar Islam yang dilaksanakan secara baimbaian. Tantangan yang dihadapi meliputi perbedaan latar belakang keluarga, keterbatasan sarana, dan konsistensi pelaksanaan pembiasaan. Dampak kepemimpinan terlihat pada terbentuknya perilaku religius anak, meningkatnya komitmen guru, dan terciptanya iklim sekolah yang religius dan harmonis. studi ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang berbasis nilai Islam dan kearifan lokal baimbaian berperan penting dalam membangun budaya positif keagamaan di TK Negeri. Disarankan agar kepala sekolah terus memperkuat kolaborasi dengan guru dan orang tua serta mengembangkan program keagamaan yang berkelanjutan agar budaya religius dapat terinternalisasi secara konsisten.
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH MELALUI PERAN HUMAS DALAM MENDORONG KETERSERAPAN LULUSAN PADA DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI BERLANDASKAN NILAI SARABAKAWA DI SMKN 1 PUGAAN Mahriati, Fitria; Madihah, Husnul; Rahmi, Agustina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4593

Abstract

Pendidikan menengah kejuruan memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap memasuki dunia kerja. Namun demikian, tingkat keterserapan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia masih menghadapi tantangan serius, terutama di wilayah nonperkotaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara mendalam strategi kepemimpinan kepala sekolah melalui optimalisasi peran hubungan masyarakat (humas) dalam mendorong keterserapan lulusan pada dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yang berlandaskan nilai kearifan lokal Saraba Kawa di SMK Negeri 1 Pugaan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap program kemitraan, tracer study lulusan, serta arsip kerja sama industri. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah yang menerapkan fungsi manajerial secara sistematis, meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan evaluasi, mampu mengoptimalkan peran humas sebagai jembatan strategis antara sekolah dan DUDI. Integrasi nilai Saraba Kawa memperkuat etos kerja, ketangguhan, dan semangat kolaboratif warga sekolah serta meningkatkan kepercayaan mitra industri terhadap kompetensi lulusan. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model kepemimpinan sekolah vokasi berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan keterserapan lulusan.
EVALUASI PROGRAM PENDIDIKAN KEAGAMAAN DALAM MENDUKUNG KEBIJAKAN SEKOLAH RAMAH ANAK DI SMP NEGERI 6 TANJUNG Hairani, Hairani; Madihah, Husnul; Rahmi, Agustina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4594

Abstract

Pendidikan keagamaan memegang peran yang strategis, baik dalam membentuk karakter peserta didik maupun dalam menciptakan suasana sekolah yang aman serta ramah bagi anak. Selaras dengan implementasi kebijakan Sekolah Ramah Anak (SRA), penyelenggaraan pendidikan keagamaan di sekolah umum dituntut untuk tidak semata-mata berfokus pada penguasaan materi keagamaan, melainkan juga pada upaya perlindungan hak anak serta pengembangan lingkungan belajar yang humanis. Studi ini dimaksudkan guna mengevaluasi pelaksanaan program pendidikan keagamaan dalam mendukung kebijakan Sekolah Ramah Anak di SMP Negeri 6 Tanjung. Studi ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian evaluatif, memakai model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Model CIPP dipilih karena sesuai dengan jenis penelitian evaluatif yang bertujuan memberikan rekomendasi perbaikan terhadap program yang sedang berjalan. Melalui evaluasi konteks, peneliti dapat menilai relevansi program dengan kebutuhan sekolah dan kebijakan yang berlaku. Evaluasi input membantu mengidentifikasi kecukupan sumber daya, baik dari segi tenaga pendidik, sarana prasarana, maupun perencanaan program. Evaluasi proses memungkinkan peneliti mengkaji kesesuaian pelaksanaan program dengan rencana yang telah ditetapkan, sedangkan evaluasi produk bertujuan menilai dampak dan hasil yang dicapai. Oleh karena itu, penggunaan model CIPP dalam penelitian ini diharapkan mampu memberikan analisis yang mendalam serta rekomendasi yang konstruktif bagi pengembangan program pendidikan keagamaan di sekolah. Penghimpunan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, serta dokumentasi, yang melibatkan kepala sekolah, guru pendidikan agama, guru bimbingan dan konseling, peserta didik, serta orang tua. Hasil studi ini mengindikasikan bahwasannya program pendidikan keagamaan telah berkontribusi signifikan dalam membentuk iklim sekolah yang inklusif, aman, serta berorientasi pada pembinaan karakter melalui pembiasaan religius, disiplin positif, serta penguatan nilai empati dan toleransi. Namun demikian, masih ditemukan kendala pada aspek konsistensi implementasi dan pemantauan program. Studi ini memberikan kontribusi pada pengembangan model evaluasi pendidikan keagamaan berbasis Sekolah Ramah Anak di sekolah menengah pertama negeri.
STRATEGI PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA BERBASIS KEARIFAN LOKAL GAWI MANUNTUNG Liani, Huzalifah; Madihah, Husnul; Rahmi, Agustina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4597

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi peningkatan mutu pendidikan melalui pengelolaan sumber daya manusia dengan kearifan lokal Gawi Manuntung di SMA Negeri 1 Haruai Kabupaten Tabalong. Fokus penelitian diarahkan pada tiga hal, yaitu pengelolaan sumber daya manusia, penerapan nilai-nilai Gawi Manuntung dalam lingkungan sekolah, serta integrasi antara pengelolaan sumber daya manusia dan nilai lokal dalam membentuk strategi peningkatan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru senior, guru junior, tenaga kependidikan, komite sekolah, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya manusia di SMA Negeri 1 Haruai dilaksanakan melalui pembagian tugas yang jelas, pengembangan kompetensi guru, penilaian kinerja berbasis pembinaan, serta kolaborasi kerja yang konsisten. Penerapan nilai Gawi Manuntung terlihat dalam kebiasaan kerja tuntas, tanggung jawab, disiplin, dan kebersamaan yang dijalankan oleh seluruh warga sekolah melalui praktik kerja sehari-hari. Integrasi antara sistem pengelolaan sumber daya manusia dan nilai Gawi Manuntung membentuk pola kerja sekolah yang tertib, kolaboratif, dan berorientasi pada penyelesaian tugas hingga selesai. Analisis SWOT menunjukkan bahwa keselarasan nilai lokal dengan prinsip manajemen mutu Deming dan Juran menjadi kekuatan utama, sementara ketergantungan pada individu dan keterbatasan dokumentasi menjadi kelemahan yang perlu diperkuat secara sistemik. Kontribusi penelitian ini terletak pada temuan bahwa kearifan lokal Gawi Manuntung berfungsi sebagai praktik kerja kolektif yang memperkuat sistem manajemen mutu pendidikan, bukan sebagai simbol budaya atau muatan seremonial. Penelitian ini memperkaya kajian manajemen mutu pendidikan dengan menunjukkan bahwa integrasi pengelolaan sumber daya manusia dan nilai lokal mampu membentuk strategi peningkatan mutu pendidikan yang konsisten dan bermakna dalam kehidupan sekolah.
IMPLEMENTASI KEPEMIMPINAN VISIONER BERBASIS KEARIFAN LOKAL SARABA KAWA DALAM PENATAAN MUTU PENDIDIKAN DI SMPN 3 TANTA Kifwanto, Ikhwanjuli; Madihah, Husnul; Rahmi, Agustina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4598

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi kepemimpinan visioner berbasis kearifan lokal Saraba Kawa dalam penataan mutu pendidikan di SMPN 3 Tanta, Kabupaten Tabalong, yang beroperasi dalam keterbatasan sarana, tenaga pendidik, dan dukungan pembelajaran. Meskipun menghadapi berbagai kendala struktural, sekolah ini menunjukkan capaian mutu yang relatif baik. Kondisi tersebut mengindikasikan praktik kepemimpinan yang tidak sekadar administratif, melainkan visioner dan kontekstual. Saraba Kawa merupakan motto khas masyarakat Tabalong yang mencerminkan semangat, perjuangan, dan tekad kuat dalam menjalankan tugas dan kewajiban terhadap bangsa, negara, dan agama. Nilai ini diinternalisasikan sebagai fondasi etis dalam kepemimpinan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan visioner berbasis Saraba Kawa diwujudkan melalui perumusan visi secara partisipatif, penguatan budaya kebersamaan dan musyawarah, peneguhan tanggung jawab, serta keteladanan kepala sekolah. Nilai Saraba Kawa berperan sebagai landasan moral dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan program strategis. Sesuai dengan definisi Saraba Kawa yaitu merupakan karakter khas masyarakat Kabupaten Tabalong yang mencerminkan semangat, perjuangan, dan tekad yang kuat dalam melaksanakan tugas dan kewajiban terhadap bangsa, negara, dan agama.Implementasi ini berdampak pada meningkatnya kolaborasi warga sekolah, efektivitas program, serta capaian akademik dan nonakademik. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi kepemimpinan visioner dan kearifan lokal merupakan strategi kontekstual yang efektif dalam meningkatkan mutu pendidikan pada sekolah dengan sumber daya terbatas.
PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN ORANG TUA, LINGKUNGAN SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS, SARANA PRASARANA, DAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA SMPN 5 TANJUNG PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Jainah, Jainah; Madihah, Husnul; Rahmi, Agustina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4599

Abstract

Prestasi belajar merupakan indikator keberhasilan proses pendidikan. Data di SMP Negeri 5 Tanjung menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua siswa berpendidikan dasar (50% lulusan SD) dan mayoritas bekerja sebagai petani (68,8%), kondisi yang berpotensi memengaruhi dukungan belajar anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tingkat pendidikan orang tua, lingkungan sekolah dalam pembentukan karakter religius, sarana prasarana, dan pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional. Sampel berjumlah 32 siswa yang dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya serta dokumentasi nilai siswa, kemudian dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan keempat variabel berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar (F = 6,544; Sig = 0,018 < 0,05). Secara parsial seluruh variabel berpengaruh signifikan (Sig < 0,05). Variabel yang paling dominan adalah lingkungan sekolah (β = 0,411). Nilai Adjusted R² sebesar 0,066 menunjukkan kontribusi sebesar 6,6%, sedangkan 93,4% dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menegaskan pentingnya sinergi keluarga dan sekolah dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA UNTUK PENCAPAIAN KINERJA PENDIDIK MELALUI NILAI KAYUH BAIMBAI DI SMK NEGERI 2 TANJUNG KABUPATEN TABALONG Mahmudah, Lamia; Madihah, Husnul; Rahmi, Agustina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4600

Abstract

Riset ini difokuskan guna mengidentifikasi serta menganalisis pengelolaan sumber daya manusia. Dalam upaya mewujudkan kinerja pendidik yang optimal melalui penginternalisasian nilai kearifan lokal Kayuh Baimbai di SMK Negeri 2 Tanjung, Kabupaten Tabalong. Dengan pendekatan kualitatif yang diklasifikasikan ke dalam jenis penelitian deskriptif. Proses penghimpunan data dilaksanakan melalui teknik wawancara secara mendalam, kegiatan observasi langsung, serta telaah dokumentasi, dengan melibatkan informan kunci yang terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta para tenaga pendidik. Kerangka teoritis penelitian ini bertumpu pada teori human capital sebagai grand theory, berikutnya sebagai middle theory yakni teori manajemen sumber daya manusia dan teori manajemen kinerja, serta teori kompetensi kinerja pendidik berbasis kearifan lokal sebagai applied theory. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa perencanaan manajemen sumber daya manusia di SMK Negeri 2 Tanjung telah diimplementasikan melalui pendekatan yang bersifat partisipatif serta strategis, dengan memposisikan tenaga pendidik sebagai aset utama (human capital) dalam organisasi sekolah. Pengorganisasian sumber daya manusia dilakukan secara kolaboratif berbasis kompetensi dan nilai kebersamaan, sehingga pembagian tugas dan peran pendidik berjalan secara proporsional. Pelaksanaan manajemen sumber daya manusia diarahkan pada pengembangan kompetensi pendidik secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan pembinaan dan pengembangan profesional. Evaluasi kinerja pendidik dilaksanakan secara humanis dan berorientasi pada pembinaan melalui supervisi akademik, refleksi bersama, serta pemanfaatan sistem penilaian kinerja berbasis aplikasi. Nilai Kayuh Baimbai terinternalisasi dalam seluruh tahapan manajemen sumber daya manusia, tercermin dalam praktik kerja sama, gotong royong, musyawarah, dan tanggung jawab kolektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi nilai Kayuh Baimbai dalam manajemen sumber daya manusia mampu mendukung pencapaian kinerja pendidik secara berkelanjutan serta memperkuat budaya kerja kolaboratif di lingkungan sekolah.
MANAJEMEN PENGELOLAAN DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI DALAM PEMBINAAN KOMPETENSI SISWA DI SMK NEGERI 1 MUARA UYA BERBASIS BAIMAN, BAUNTUNG, BATUAH, BAADAB Rusadi, Nani Rakhmaniah; Madihah, Husnul; Rahmi, Agustina
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.4601

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tuntutan pendidikan vokasi untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi kerja sesuai kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) serta berkarakter kuat, sementara pada kenyataannya masih terdapat kesenjangan antara kompetensi lulusan dan tuntutan dunia kerja. SMK Negeri 1 Muara Uya merespons kondisi tersebut melalui pengelolaan kemitraan DUDI yang tidak hanya berorientasi pada kebutuhan industri, tetapi juga berbasis nilai kearifan lokal Banjar, yaitu Baiman, Bauntung, Batuah, dan Baadab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pengelolaan kemitraan DUDI dalam pembinaan kompetensi siswa berbasis nilai lokal. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang hubungan industri, guru produktif, siswa, dan mitra DUDI. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kemitraan DUDI dilaksanakan secara sistematis melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, serta pengawasan dan evaluasi yang bersifat pembinaan. Kemitraan tersebut tidak hanya memperkuat kompetensi kognitif, psikomotorik, dan afektif siswa, tetapi juga membentuk habitus kerja yang disiplin, adaptif, bertanggung jawab, dan beretika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan kemitraan DUDI berbasis kearifan lokal Banjar mampu meningkatkan kualitas kompetensi dan karakter siswa secara holistik serta memperkuat daya saing lulusan pendidikan vokasi.