Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA

Level of Anxiety and Depression in Post-Stroke Patients at DR. Hasan Sadikin Hospital Bandung Pratiwi, Sri Hartati; Sari, Eka Afrima; Hernawaty, Taty
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 3, No 2 (2017): Vol 3, No.2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v3i2.9419

Abstract

ABSTRAK            Pasien paska stroke dapat mengalami berbagai gejala sisa sehingga dibutuhkan perawatan dalam jangka waktu yang lama. Kondisi tersebut dapat menjadi penghambat dan sumber stress bagi pasien paska stroke. Stres dan depresi dapat menjadi penghambat dan memperberat kondisi pasien. Banyak faktor yang mempengaruhi kecemasan dan depresi pasien sehingga dapat berbeda-beda di berbagai tempat. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kecemasan dan depresi di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung sehingga dapat dijadikan bahan dasar dalam memberikan asuhan keperawatan yang sesuai dengan kondisi pasien. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif terhadap pasien paska stroke yang kontrol ke poliklinik saraf RS. Hasan Sadikin Bandung. Teknik sample yang digunakan adalah konsekutive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Hospital Anxiety Depression Scale (HADS). HADS memiliki kelebihan yaitu dapat mengukur kecemasan dan depresi dalam waktu yang sama. Data yang terkumpul akan dianalisa dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa 74% pasien paska stroke berada dalam kondisi kecemasan normal, 24% mengalami kecemasan ringan, 2% kecemasan sedang dan tidak ada yang mengalami kecemasan berat. Responden berada pada kondisi depresi ringan 8%, 92 % berada dalam kategori normal dan tidak ada satupun yang mengalami depresi sedang maupun berat. Hasil penelitian ini dapat dipengaruhi oleh karakteristik sebagian besar responden yang berusia pada tahapan dewasa madya, memiliki status menikah, dan tidak memiliki penyakit penyerta apapun. Kecemasan dan depresi sebagian besar pasien paska stroke berada dalam kondisi normal namun ada beberapa yang mengalami kecemasan dan depresi. Tenaga kesehatan khususnya perawat diharapkan dapat mengkaji dan memberikan intervensi terhadap kecemasan dan depresi sedini mungkin dengan memberikan konseling sebagai program tambahan dalam rehabilitasi. Keywords: Kecemasan, depresi, stroke  ABSTRACT Post-stroke patients may experience a variety of residual symptoms that require long-term treatment. These conditions can be a source of stress for patients post-stroke. Stress and depression can be aggravate the condition of the patient. There is many factors can affect anxiety and depression in patients so they can differ in different places. Therefore, this study was conducted to assess anxiety and depression in  post-stroke patients at Hasan Sadikin Hospital so that it can be used as a basic data of nursing intervention and implementation to match the conditions that exist there. This research was a descriptive study of post-stroke patients who control at the neurological polyclinic of Hasan Sadikin Hospital Bandung. The sample technique used consecutive sampling with a sample size of 50 people. The instrument used in this study was Hospital Anxiety Depression Scale (HADS). HADS is an instrument for assessing anxiety and depression at the same time in patients at the hospital. The collected data were analyzed by using frequency distribution. The results of this study showed that 74% of post-stroke patients were in normal anxiety states, 24% had borderline abnormal, 2% abnormal. There were 8% of respondens who had borderline abnormal,  92% were in the normal category and none of them had abnormal. The results of this study can be influenced by the characteristics of most respondents who are at middle age mature, married and do not have comorbidities so that his anxiety is low and his coping skills are good. Most of post-stroke patients had normal level of anxiety and depression, only some who experienced mild and severe level of anxiety and depression. Health workers, especially nurses are expected to early assess and provide intervention to anxiety and depression as early as possible by providing counseling as an additional program in rehabilitation.
Perbandingan Hematoma Pasca Kateterisasi Jantung Berdasarkan Penekanan Bantal Pasir dan Cold Pack Sari, Eka Afrima; Arifin, M Z; Fatimah, Sari
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 3, No 2 (2017): Vol 3, No.2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v3i2.9414

Abstract

ABSTRAK Kateterisasi jantung merupakan prosedur untuk mendiagnosis dan/atau mengevaluasi arteri koroner. Pada akhir prosedur, dilakukan pelepasan femoral sheath dan penekanan manual maupun mekanik pada arteri femoralis untuk mengontrol perdarahan hingga tercapai hemostasis. Teknik penekanan yang tidak adekuat pada sisi akses arteri setelah kateterisasi jantung merupakan salah satu penyebab terjadinya hematoma. Ditemukan kejadian hematoma pada pasien pasca kateterisasi jantung yang timbul beberapa waktu setelah penekanan mekanik bantal pasir. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan ukuran hematoma dalam waktu 24 jam pasca kateterisasi jantung berdasarkan penekanan mekanik bantal pasir dan cold pack.  Penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan pendekatan after-only non-equivalent control group design. Subjek penelitian adalah 20 orang pasien pasca kateterisasi jantung yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dengan penekanan mekanik cold pack selama 20 menit setelah pelepasan femoral sheath dan kelompok kontrol dengan penekanan mekanik bantal pasir 2,5 Kg selama 6 jam setelah pelepasan femoral sheath. Kejadian hematoma dilihat setelah penekanan manual, penekanan mekanik, dan setiap jam selama 24 jam. Perbedaan kejadian hematoma dilihat dengan menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan bermakna ukuran hematoma setelah penekanan manual, penekanan mekanik dan setiap jam dalam waktu 24 jam pada pasien pasca kateterisasi jantung yang menggunakan bantal pasir maupun cold pack (ρ 0,05). Pada kelompok eksperimen ukuran hematoma mengecil di akhir jam ke-24 dan pada kelompok kontrol ukuran hematoma membesar di akhir jam ke-24. Penggunaan penekanan mekanik cold pack dapat mengurangi risiko hematoma sebagaimana bantal pasir, sehingga cold pack dapat digunakan sebagai pilihan alat tekan mekanik pada pasien pasca kateterisasi jantung.  ABSTRACT Cardiac catheterization is a procedure to diagnose and/or  evaluate coronary arteries. At the end of procedure, performed manual and mechanical compression on the femoral artery to control bleeding until homeostasis is achieved. Inadequate compression techniques on the arterial access after cardiac catheterization is one of the causes of hematoma. Found in hematoma incidence in patients after cardiac cathetherization that arise  after mechanical compression using sandbags. The purpose of this study was to compare the size of the hematoma within 24 hours after cardiac catheterization using sandbags and cold pack mechanical compression. The study design was a comparative study with after-only non-equivalent control group design. Research subjects included of 20 after cardiac catheterization patients were divided into an experimental group with cold pack mechanical compression for 20 minutes after femoral sheath release and control group with sandbags mechanical compression for 6 hours after femoral sheath release. Incidence of hematoma was observed after manual compression, mechanical compression, and every hour for 24 hours. Mann-Whitney test was used to see the difference the incidence of hematoma of both of groups. The results showed no significant difference in the size of the hematoma after manual compression, mechanical compression, and every hour within 24 hours after cardiac catheterization in both of groups (ρ 0.05). But the size of the hematoma in the end of observation time was smaller in experiment group, and bigger in the control group. The use ofcold pack mechanical compressions could reduce the risk of hematoma as well as sandbags. Thus, cold pack could be used as an alternative mechanical compression tool in patients with post cardiac catheterization. 
The Intervention of Trunk Posture on Fowler 30o to Reduce Shortness of Breath in Congestive Heart Failure Patients : Case Study Anggi Jamiyanti; Sarah Arnika Simatupang; Trias Eka Nurlela; Eka Afrima Sari; Yusshy Kurnia Herliani; Ramdani Ramdani
JURNAL PENDIDIKAN KEPERAWATAN INDONESIA Vol 8, No 2 (2022): Volume 8, Nomor 2, December 2022
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jpki.v8i2.50539

Abstract

ABSTRACTIntroduction: Shortness of breath in patients with congestive heart failure is caused by impaired lung function due to pulmonary. One of the efforts that can be done to overcome shortness of breath and improve oxygenation status is to change the position of the trunk posture in fowler 30o. Objectives: This case study was conducted to analyze the application of the 30o trunk posture in fowler position in patients with congestive heart failure who experience shortness of breath. Method: The research used a a case study of patients with congestive heart failure who experience shortness of breath. Results: After giving a 30o trunk posture in fowler position for three days of treatment, there was a change of blood pressure, pulse rate, respiration and oxygen saturation of the patient. Conclussion: The position of the trunk in fowler posture 30o can reduce shortness of breath in patients with congestive heart failure.ABSTRAKPendahuluan: Sesak nafas pada penderita gagal jantung kongestif disebabkan oleh terganggunya fungsi paru karena adanya edema pulmonal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi sesak nafas dan memperbaiki status oksigenasi adalah dengan mengubah posisi trunk posture in fowler 30o. Studi kasus ini dilakukan untuk menganalisis penerapan posisi trunk posture in fowler 30o pada pasien gagal jantung kongestif yang mengalami sesak nafas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain evaluatif yaitu studi kasus pada pasien dengan kongestif heart failure dengan sesak nafas. Hasil: Setelah dilakukan oberservasi pemberian posisi trunk posture in fowler 30o selama 3 hari perawatan, terdapat perubahan tekanan darah, denyut nadi, pernafasan dan saturasi oksigen pasien. Simpulan: Posisi trunk postur in fowler 30o dapat mengurangi sesak napas pada pasien gagal jantung kongestif.
Co-Authors Aan Nuraeni Adinda Putri Lestari Ahmad Ihsan Fathurrizki Anggi Jamiyanti Annisa Nurbaiti Rahmah Arifin, M Z Atlastieka Praptiwi Aulia, Hannifa Dwi Bambang Aditya Nugraha Bambang Aditya Nugraha Carissa Muthia Putri Nugroho Cecep Eli Kosasih Chairunnisa, Afina Chandra Isabella Hostanida Purba Citra Windani Mambang Sari Constantius Augusto Daila Dahlia Rojabani Dandi Trianta Barus Delia Amalia Deshita Rimadania Desri Kristina Silalahi Dien Rahmawati Diena Yudiarti Dwi, Tia E, Ermiati Ermiati Ermiati Ermiati Ermiati Fadillah, Jasmine Fasya Fatimah, Sari Filiyanti Halim GERALDI, ARIK Hamidah . Hamjah, Apip Harun, Hasniatisari Harun, Hasniatisari Hesti Platini Hesty Susanti Husneni Mukhtar Iwan Shalahuddin Karina, Grashiva Putri Kusnahadi Susanto lukman, dede Maria komariah Maria Komariah Megalita Dwika Stevani Mira Trisyani Mujahidah, Shafira Aulia Musawi, Husein Nita Fitria Nur'aeni, Yuni Nursiswati Puspita, Tita Putri Noor Kholisoh Purnama Wati Putwi Rizki Sakinah Rahayu Merdekawati Rahmania, Sina Sabila Rahmawati, Syifa Eka Ramdani Ramdani Ristina Mirwanti Ristina Mirwanti Ristina Mirwanti, Ristina Rohaeti, Sri Elis Rohayanti, Yanti Rojabani, Daila Dahlia Salsabilla, Sausan Zahrah Salwa Sandra Pebrianti Sandra Pebrianti Sarah Arnika Simatupang Sari, Yuyun Kartika Sastianingsih, Siska Seizi Prista Sari Setiani, Haniifah Sheizi Prista Sari Sicilia, Asha Grace Sifva Fauziah Siska Sastianingsih Sri Hartati Pratiwi SUDIYONO, OOY ARIE Sutandi, Andi Suto Setiyadi Taty Hernawaty Teuku Zulkarnain Muttaqien Titis Kurniawan Titis Kurniawan Trias Eka Nurlela Tsauroh, Salsabila Fiqrotu Tuti Pahria Urip Rahayu Wafiq Nurul Azizah Willy Anugrah Cahyadi Windiramadhan, Alvian Pristy Wistara, Adli Yoga Pujiraharjo Yosilistia, Yosilistia Yusshy Kurnia Herliani Yusshy Kurnia Herliani Yusshy Kurnia Herliani, Yusshy Kurnia Yutantri, Savitri Kartika