Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Politik Pemenangan Usman Sidik-Hasan Ali Bassam Kasuba di Pilkada Kabupaten Halmahera Selatan 2020 Samsir Hamajen; Asep Setiawan; Lusi Andriyani
INDEPENDEN: Jurnal Politik Indonesia dan Global Vol 4, No 1 (2023): INDEPENDEN : Jurnal Politik Indonesia dan Global
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/independen.4.1.7-20

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji strategi politik pemenangan pasangan Usman Sidik dan Hasan Ali Bassam Kasuba di Pilkada Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara tahun 2020. Pasangan ini dapat mengalahkan pasangan Helmi Umar Mucksin dan Laode Arfan dalam Pilkada Serentak tahun 2020. Untuk mengkaji strategi politik pemenangan ini konsep yang digunakan adalah partai politik, koalisi besar dan pemilu. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan Teknik pengambilan data melalui wawancara sejumlah tokoh partai politik dan tokoh di Halmahera Selatan serta studi literatur. Dari penelitian ini ditemukan bahwa pertama, strategi pemenangan memanfaatkan gagalnya petahanan Bupati Halmahera Selatan yang tidak dapat mencalonkan diri lagi. Kedua, pasangan Usman-Bassam menggalang koalisi besar dengan merangkul sembilan partai politik yang menguasai 21 kursi di DPRD di Halmahera Selatan. Ketiga, strategi pemenangan pasangan Usman-Bassam dilakukan dengan memperkuat kampanye baik melalui jaringan kampanye ke pelosok desa sampai dengan promosi program politiknya.
Optimization of Land Use in Kuripan Village, Ciseeng District, Bogor Regency Meisanti Meisanti; Lusi Andriyani; Izzatusholekha Izzatusholekha
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 2 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v14i2.11877

Abstract

Farmers in Kuripan Village cultivate cassava plants. Some farmers plant to get the tubers and others grow to harvest the leaves (oyek). The harvest obtained has not contributed significantly to the income of the farmer's household. For cassava tubers it takes 7 months to harvest while oyek takes a month to harvest. Low prices and market opportunities through middlemen have prevented farmers from relying on their land optimally. As a village assisted by the University of Muhammadiyah Jakarta, the Community Service team provides training to optimized land use by diversifying and regulating cropping patterns to cassava farmers. The targets and outcomes, first, increase the knowledge and skills of farmers to choosing the right plants according to the physical conditions to diversification. Through crop diversification, it will minimize crop failure because more than one type of plant is planted. Second, farmers have skills to design appropriate cropping patterns so the farmers have income continuity throughout the year and loss of soil nutrients at harvest can be minimized so that soil fertility can be save.
KPU Strategy South Tangerang City in Increasing Voter Participation During Pandemic Times at The Election in 2020 Endang Sulastri; Lusi Andriyani; Achmad Mudjahid Zein
International Journal of Management, Entrepreneurship, Social Science and Humanities Vol. 6 No. 1 (2023): Specific Issue
Publisher : Research Synergy Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31098/ijmesh.v6i1.1484

Abstract

Voter participation in an election is often a measure of election success. The higher the level of participation, the higher the public's trust in the election process and the stronger the legitimacy of the elected leader. The City of South Tangerang, which has participated in the regional elections three times until the last election in 2020, has had an interesting experience regarding voter participation. In the previous regional elections, namely in 2010 and 2015, voter participation was never more than 60%. In the 2010 elections, voter participation only reached 56.9%, and in the 2015 elections even decreased to only 56.8%. This number is very far from the average target for regional election participation. In 2020 elections were held during a pandemic, and there was concern that voter participation would decline further. In fact, voter participation rose to 60.48%. From the initial survey, it was found that the KPU of South Tangerang City before the election was worried that participation would decline, so they developed a strategy to increase voter participation. This study aims to determine the strategy for increasing voter participation carried out by the KPU of South Tangerang City in the 2020 elections and to find out the challenges, obstacles, and supporting strengths. The theory used in this study is the theory of voter participation from Hungtinfton, Verba, and Kaats, as well as findings in journals related to strategies for increasing participation. The research method uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection techniques through interviews and documentation. Data analysis: qualitative based on Miles and Huberman. Test the Validity of the Data using Triangulation. The result research showed that the KPU of South Tangerang City, in an effort to increase the level of political participation, used a strategy with the P Process model by starting to use vision and mission analysis, identifying problems, formulating strategies by making activities plans, implementing strategies through socialization with five types of activities: competitions, virtual meetings, print journalism, social media and distribution of visual aids for socialization purposes. All implementations are monitored and evaluated both in the middle and at the end of the activities.
PANDANGAN ELIT MASYARAKAT DESA CICALENGKA TERHADAP ISU POLITIK IDENTITAS DALAM KAMPANYE PEMILIHAN PRESIDEN TAHUN 2019 Fahmi Zamzani Arief; Lusi Andriyani
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 1 No. 8 (2023): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : CV SWA ANUGERAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/tjis.v1i8.317

Abstract

Politik Identitas merupakan alat politik yang dimanfaatkan oleh kelompok kelompok tertentu untuk kepentinganya sendiri dengan memanfaatkan isu etnis, suku, budaya atau agama untuk menunjang eksistensi kekuatan politik dalam pemilu. Politik identitas berbahaya karena mengabaikan heterogenitas sehingga dapat menimbulkan jurang pemisah antar masyarakat. Politik identitas dalam pemilihan Presiden di Indonesia pertama kali mencuat pada pemilu 2014 dan kembali muncul pada tahu 2019. Penggunaan politik identitas pada pemilihan Presiden 2019 diawali dengan dilakukannya Ijtima Ulama dalam menentukan calon Wakil Presiden yang akan mendampingi Prabowo Subianto, selain itu politik identitas pemilihan Presiden 2019 juga dibarengi dengan isu-isu berita bohong (hoax) dan juga ujaran kebencian seperti isu PKI, kriminalisasi ulama, isu tenaga kerja asing terutama dari Tiongkok dan lain lain yang dibingkai dan disebarkan melalui berbagai media online dan juga media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pandangan elit masyarakat desa Cicalengka serta mengetahui faktor faktor yang mempengaruhi pandangan elit masyarakat desa Cicalengka pada isu politik identitas dalam kampanye pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan 11 orang informan yang terdiri dari 3 orang tokoh masyarakat, 3 orang tokoh agama, 2 orang tokoh Pendidikan dan 3 orang aparatur pemerintahan Desa Cicalengka. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa tokoh masyarakat dan tokoh agama Desa Cicalengka memberikan pandangan bahwa politik identitas sah sah saja digunakan namun tidak ditujukan untuk menyudutkan seseorang karena dapat menimbulkan perpecahan. Sedangkan tokoh pendidikan dan aparatur pemerintahan Desa Cicalengka menyatakan bahwa politik identitas tidak boleh digunakan karena rentan menimbulkan konflik SARA. Adapun pandangan elit masyarakat desa cicalengka tersebut dipengaruhi oleh faktor internal yaitu pengalaman dan faktor eksternal yaitu pengetahuan.
The Collaboration in Socializing Policies of Covid-19 Pandemic Evi Satispi; Lusi Andriyani; Djoni Gunanto; Devia Andiani
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jiap.v11i1.21453

Abstract

Role of regional government in socializing the policy produced by SKPD of this local government is an obligation for every apparatus to socialize that policy so that the society, as the main receiver of the related polciy, will get their rights and obligations properly. The communication of regional government in this research can be discussed in more explicit regarding the flow of that communication delivery from the government to the community. The method used in this research was decriptive with qualitative approach and applied the theory of Edward III to see the stages of communication in its role in socializing the policy of the Government of South Tangerang City. Those types of socialization media were main instruments of regional government pf South Tangerang to socialize policies. There was another type of socialization namely direct media or socializing to every neighbourhood. The conclusion of this research was that the socializing of policies has been conducting through various types of media; online, printed, and electronics. The Office of Communication and Informatics of South Tangerang City played its role also in regards to socialization by cooperating with Press Councils to monitor the behaviors of media. It is suggested that th e Government of South Tangerang City keeps improving their performance in socializing policies so that these will reach the purposes of the policies produced in order to build law order society towards the policies made.
Diplomasi HAM Bantuan Kemanusiaan Muhammadiyah Agency For International Development untuk Rohingya di Myanmar Tahun 2017-2020 Surya, Dian Ariyani; Andriyani, Lusi; Ridwan, Wachid; Usni, Usni
JURNAL LANSKAP POLITIK Vol 1 No 3 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unwahas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/jlp.2023.1.3.9328

Abstract

ABSTRAKPimpinan Pusat Muhammadiyah bersama dengan majelis dan lembaga tingkat pusat menginisiasi terbentuknya Muhammadiyah Agency For International Development atau (MuhammadiyahAID) sebagai salah satu wadah bagi Muhammadiyah dalam menjalankan misi-misi bantuan kemanusiaan internasional. MuhammadiyahAID sendiri merupakan program kemanusiaan Persyarikatan Muhammadiyah untuk lingkup internasional yang berlandaskan pada sistem gerakan dan jaringan. Sistem gerakan dengan menyusun dan memproduksi konsep/pemikiran strategi dalam menghadapi isu, masalah dan tantangan umat bangsa dan kemanusian global sebagai bingkai dan kerangka konseptual bagi seluruh institusi dan anggota Muhammadiyah dalam menghadapi perkembangan zaman. Pendidikan adalah kunci untuk mengamankan masa depan yang lebih baik bagi siapapun dan dari kalangan manapun terutama untuk etnis Rohingya. Etnis Rohingya sendiri tidak memiliki akses untuk program pendidikan yang sama sekali dari negara mereka hal tersebut tentu saja dapat merugikan perkembangan masyarakat dan masuk ke dalam kategori pelanggaran berat hak anak atas pendidikan yang dapat menempatkan mereka pada risiko generasi yang hilang. Maka dari itu pada tahun 2017 silam sampai dengan Tahun 2020 MuhammadiyahAID memberikan bantuan kemanusiaan internasional untuk etnis Muslim Rohingya di Myanmar karena etnis ini mendapatkan pelanggaran hak asasi manusia terutama dalam bidang pendidikan dan etnis ini juga tidak ada yang bisa untuk melanjutkan pendidikan ditingkat Universitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data sendiri menggunakan teknik wawancara yang mendalam kepada pihak MuhammadiyahAID. Penelitian ini juga menggunakan data yang sekunder dengan melalui studi literatur dari sebuah jurnal serta media online yang dijadikan sebagai bahan referensi. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa etnis Rohingya mendapat pelanggaran hak asasi manusia dari negaranya sendiri dan tidak ada etnis Muslim Rohingya di Myanmar yang bisa untuk naik ke atas namun pada Tahun 2020 MuhammadiyahAID berhasil memberikan bantuan kemanusiaan internasional dalam bidang pendidikan untuk etnis Rohingya serta bisa memberikan hak-hak- hak mereka sebagai manusia.
Quality Of Pie Skin From Corn Flour andriyani, lusi; Holinesti, Rahmi
Jurnal Pendidikan Tata Boga dan Teknologi Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Pendidikan, Tata Boga dan Teknologi
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.161 KB) | DOI: 10.24036/jptbt.v3i1.276

Abstract

West Pasaman is the city with the highest corn production in West Sumatra. High corn production is mostly used for animal feed. The utilization of corn in West Pasaman in processed food is not optimal, even though corn has good nutritional content. Corn has the weakness of perishability, so it needs to be processed into semi-finished products such as flour so that it is resistant to storage and easy to apply to processed foods, such as pies. Pies vary a lot from the filling, so it is necessary to innovate the pie crust. The purpose of this study was to analyze the quality (shape, color, aroma, texture, and taste) of pie crust from corn flour as much as 20%, 30%, and 40%. This type of research is a pure experiment with a completely randomized design method (CRD) and uses primary data obtained from 5 expert panelists through a questionnaire. After the data was obtained, it was tabulated in the form of a table and an Analysis of Variance (ANOVA) was performed. If the analysis of variance shows Fcount Ftable, then it is continued with Duncan's test. The best results were found in X3 treatment with 40% corn flour substitution, therefore it is recommended for further researchers to use 40% corn flour substitution.
KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH NANGGROE ACEH DARUSSALAM TERHADAP PENGUNGSI ROHINGNYA TAHUN 2020-2022 Andriyani, Lusi; Islamy, Putri Raisa; Ridwan, Wachid; B, Jauchar
Journal Social Politica Vol 4 No 1 (2023)
Publisher : Jurnal Sosial-Politika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54144/jsp.v4i1.63

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui kebijakan yang dilakukan dalam menangani pengungsi Rohingnya di Aceh dan mengetahui upaya Pemda NAD dalam penanganan pengungsi Rohingya di Aceh. Bentuk penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan mengumpulkan data-data mengenai perkembangan pengungsi Rohingya. Dalam hal ini bentuk penjelasan data tidak disertai dengan angka-angka. Melainkan dijelaskan mengenai bentuk kebijakan Pemda NAD terhadap pengungsi dan bentuk penanganan serta upayanya terhadap pengungsi Rohingya. Bentuk kebijakan bersama-sama dengan masyarakat lokal untuk menyediakan makanan dan minuman serta sandang. Bentuk tindakan Pemerintah Daerah NAD yaitu menyediakan penampungan sementara, mengirimkan relawan-relawan untuk membantu pengungsi Rohingya, membantu penyediaan bantuan kemanusiaan mencapai 7000 orang. Disamping itu Pemerintah juga membangun rumah Detensi Imigrasi untuk masyarakat Rohingya. Pemerintah Daerah NAD juga bekerja sama dengan UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) yaitu membangun tentang non-refoulment, non penalization dan non discrimination. Bentuk bantuan IOM (Organisasi Internasional untuk Migrasi) memberikan perawatan medis di rumah-rumah sakit yang ada di Aceh. Dengan hal ini Human Trafficking yaitu pemerintah daerah selalu berusaha dan menjaga agar Human Trafficking tidak terjadi.
Learning Activities by Instilling Religious Values with Karimah Morals at Taam Daarul Muntaz and TPQ Daarul Muntaz Aziiz, Abdul; Surya, Alviano; Erika, Aprilia Chandra; Hilmawan, Aris; Andriyani, Lusi
Educationist: Journal of Educational and Cultural Studies Vol. 1 No. 3 (2023): Journal of Educational and Cultural Studies
Publisher : PT Literasi Nusantara Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The level of education is considered very important for each individual, this also applies to early age children because at that age is the golden age, which is seen from the child's sensitivity to what he feels. In this golden age, children start to find out what makes them curious. They start to be enthusiastic about learning to read and find interesting new things. The more interesting he finds at that time, the more opportunities for the child to find a passion or potential that he can develop from an early age. As is known, the level of education available for early childhood is quite diverse, such as TK (kindergarten), TAAM (Muslim children's nursery), TPQ (al-quran education park), PAUD (early childhood education). This level of education is given in order to be able to show a new world to children, help children develop, form good characters for children, increase enthusiasm for learning, and build quality human resources in the future. This is directly related to KKN activities that were made related to the implementation of work programs held at Taam Daarul Muntaz and TPQ Daarul Muntaz. the implementation of the KKN program is balanced and starts from the planning, implementation and final evaluation of the program. KKN group scale program 43 Educational outcomes include the educational value contained in children's learning activities by raising children's enthusiasm for learning and the value of children's creativity through greetings and humor points.
Representasi Kritik Sosial dalam Meme Penjual Es Teh: Analisis Semiotika Respons Netizen terhadap Gus Miftah Saputri, Agustina Riska Eka; Muksin, Nani Nurani; Andriyani, Lusi; Salam, Rahmat
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS) Vol. 5 No. 1 (2025): Januari - April
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jkomdis.v5i1.2517

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi kritik sosial dalam meme penjual es teh yang muncul sebagai respons atas pernyataan kontroversial Gus Miftah. Dengan pendekatan kualitatif dan teori semiotika Roland Barthes, penelitian ini menganalisis makna denotasi, konotasi, dan mitos dalam meme. Meme-meme tersebut tidak hanya berfungsi sebagai media humor, tetapi juga sebagai alat kritik sosial terhadap ketimpangan kekuasaan dan penyalahgunaan otoritas verbal di ruang publik. Denotasi merepresentasikan elemen visual seperti gambar penjual es teh dan teks satir, sedangkan konotasi memunculkan narasi ketidakadilan serta eksploitasi verbal terhadap kelompok lemah. Mitos dalam meme ini mengkritik arogansi dan penyalahgunaan kekuasaan, sekaligus menyerukan penghormatan dan perilaku etis, terutama dari figur publik yang memiliki tanggung jawab moral. Respons netizen melalui komentar memperkuat kritik dengan menyoroti tindakan Gus Miftah sebagai kekerasan verbal, perundungan, dan penghinaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa meme dapat menciptakan ruang kritik sosial yang efektif di era digital, mencerminkan tuntutan masyarakat terhadap keadilan dan akuntabilitas moral.