Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Studi Perancangan Dimensi Dinding Penahan Model Geotextile Sebagai Upaya Pengendalian Banjir Sungai Saddang Kab. Enrekang Sahril; Risman, Andi Muh.; Agusalim, M.; Kuba, Muhammad Syafaat S.
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 2 No 2: Oktober (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v2i2.678

Abstract

Banjir sungai sering kali menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan, merusak infrastruktur, dan mengancam keselamatan masyarakat. Beberapa titik di kecamatan Enrekang terutama di wilayah perkotaan dan beberapa titik di bantaran sungai. Ketika DAS Saddang banjir akan menyebabkan aktivitas di wilayah perkotaan lumpuh dan beberapa lahan pertanian di sepanjang bantaran sungai terendam menyebabkan gagal panen para petani. Perencanaan dinding penahan dengan menggunakan geotextile dalam pengendalian banjir sungai sangat penting mengingat masalah banjir telah menjadi perhatian utama dalam manajemen risiko bencana di berbagai wilayah. Geotextile memiliki sifat khusus dalam meningkatkan stabilitas tanah dan mengurangi erosi, menjadikannya kandidat potensial untuk meningkatkan kinerja dinding penahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perancangan dinding penahan model geotextile sebagai upaya pengendalian banjir di Sungai Saddang. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif analitik. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan didapatkan bahwa perancangan dinding penahan menggunakan geotextile woven dengan kekuatan tarik max sebesar 52 kN/m, SF metode bishop yaitu 0,618, ΔMR yaitu 734,47 kN/m, Tall didapatkan 10,505 kN/m dengan Sv yaitu 0,25 m, SF rencana yaitu 1,2 dan ΔMRcum pada lapisan ke 11.
Perubahan Iklim dan Resiko Bencana Banjir dalam Kondisi Eksisting Drainase Kota yang Tidak Berkelanjutan: Studi Kasus: Pada Kanal Jongaya, Kota Makassar Panguriseng, Darwis; Mahmuddin, Mahmuddin; Kuba, Muh. Syafaat S.
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 24 No. 3 (2024): Ecosystem Vol. 24 No 3, September - Desember Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v24i3.5400

Abstract

Siklus air adalah mekanisme keseimbangan bumi yang paling nyata terpengaruh oleh pemanasan global. Hal ini menciptakan efek domino pada elemen cuaca, seperti intensitas dan frekuensi curah hujan serta perubahan distribusi air dalam sistem hidrologi yang memicu perubahan iklim. Perubahan iklim meningkatkan curah hujan dan frekuensi hujan, yang berdampak pada efektivitas fungsi saluran dan drainase. Salah satu kasus yang dianalisis adalah keberlanjutan Kanal Jongaya di Makassar, yang hampir setiap tahun mengalami kelebihan kapasitas hingga menyebabkan banjir. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas Kanal Jongaya tidak lagi mampu menampung debit banjir tahunan akibat peningkatan curah hujan selama dua dekade terakhir. Tidak ada alternatif mitigasi atau adaptasi yang dapat diterapkan pada prasarana kanal tersebut selain pembangunan kanal baru dengan perencanaan yang komprehensif. Selain itu, penulis menyarankan beberapa langkah, seperti melakukan penelitian untuk menganalisis dampak reklamasi pantai terhadap fungsi Kanal Jongaya, meninjau kebijakan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang memengaruhi penurunan ruang terbuka hijau di sekitar kanal, serta melakukan studi kelayakan untuk membangun kolam retensi atau kolam regulasi sebagai solusi untuk mengurangi beban volume banjir di kawasan tersebut. The water cycle is a key mechanism for Earth's balance that is significantly affected by global warming. This creates a domino effect on weather elements, such as the intensity and frequency of rainfall, as well as the redistribution of water within the hydrological system, ultimately triggering climate change. Climate change increases rainfall intensity and frequency, impacting the effectiveness of drainage and channel systems on the Earth's surface. One analyzed case is the sustainability of the Jongaya Canal in Makassar, which nearly every year experiences overcapacity, leading to floods. The analysis revealed that the Jongaya Canal’s capacity can no longer accommodate the annual flood discharge due to increased rainfall intensity over the past two decades. There are no viable mitigation or adaptation measures for the existing canal infrastructure other than building a new canal with comprehensive planning. Additionally, the authors suggest several steps, including conducting research to analyze the impact of coastal reclamation on the functionality of the Jongaya Canal, reviewing building permit (IMB) policies that influence the reduction of green open spaces around the canal, and conducting feasibility studies to construct retention ponds or regulation ponds as solutions to reduce the flood volume burden in the area.
Pengaruh Abutment Jembatan Terhadap Aliran Sungai (Uji Model Laboratorium) Agus, Fauziah; Taufiq, Muh; Agusalim, M.; Kuba, Muhammad Syafa’at S Kuba
Cosmic Jurnal Teknik Vol 1 No 4 (2024): Nopember
Publisher : Ali Institute or Research and Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55537/cosmic.v1i4.938

Abstract

Abutment adalah bagian struktural jembatan, dapat mempengaruhi pola aliran air di sekitarnya, yang berpotensi meningkatkan kecepatan aliran dan risiko erosi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh abutment jembatan terhadap aliran sungai melalui uji model laboratorium. Model saluran terbuka digunakan untuk mereplikasi kondisi sungai nyata. Pengujian dilakukan dengan membandingkan data aliran sebelum dan sesudah pemasangan abutment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan abutment menyebabkan peningkatan kecepatan aliran pada beberapa titik pengukuran, terutama di area yang dekat dengan abutment. Peningkatan kecepatan ini berdampak pada nilai Froude, yang menunjukkan peralihan aliran menuju kondisi kritis atau superkritis. Fenomena ini meningkatkan risiko erosi dan turbulensi, khususnya di sekitar abutment. Hasil ini penting dalam konteks desain dan pengelolaan jembatan, di mana diperlukan perhatian khusus untuk mencegah dampak negatif terhadap aliran sungai dan lingkungan sekitarnya
Dampak Perubahan Lahan Terhadap Bencana Banjir di Kecamatan Rappocini Kota Makassar Muh. Syafaat S Kuba; Nini Apriani Rumata; Citra Amalia Amal
Journal of Green Complex Engineering Vol. 1 No. 2 (2024): Februari
Publisher : Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/greenplexresearch.v1i2.96

Abstract

Kota Makassar merupakan pintu gerbang dari Indonesia Timur sehingga kota ini selalu mengalami perkembangan pembangunan yang sangat signifikan. Hal ini sejalan dengan perkembangan meluasnya bencana banjir yang terjadi di Kota Makassar. Salah satu faktor yang paling mempengaruhi perkembangan bencana banjir adalah perubahan fungsi lahan menjadi lahan terbangun. Kecamatan Rappocini merupakan salah satu kecamatan di Kota Makassar yang mengalami perkembangan perubahan lahan dan banjir yang cukup signifikan. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu pertama mengidentifikasikan perkembangan perubahan lahan yang terjadi Kota Makassar pada tahun 2014 dan Tahun 2024 di Kecamatan Rappocini, kedua Menganalisis perkembangan potensi bencana banjir pada tahun 2014 dan tahun 2024 di Kecamatan Rappocini. Metode yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis spasial. Analisis deskripsi dengan melakukan interpretasi citra satelit  untuk mengetahui perubahan lahan yang terjadi tahun 2014 dan tahun 2024. Analisis spasial digunakan untuk mengetahui potensi ancaman banjir dengan pendekatan pemetaan wilayah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perkembangan perubahan lahan menjadi lahan terbangun dari tahun 2014 – 2024 adalah 15%  serta perkembangan luas wilayah yang berpotensi bencana banjir dari tahun 2014 sampai tahun 2024 dengan kerawanan sedang menurun sebanyak 65% dan kerawanan tinggi meningkat menjadi 12%. Penelitian ini menyimpulkan ada penurunan kualitas lahan sehingga terjadi kerawanan banjir sedang menuju tinggi. Disarankan ada tindak lanjut seperti penentuan lokasi evakuasi bencana dan melakukan pengendalian terhadap pemanfaatan lahan secara berlebihan.
Pengaruh Jarak Struktur Pemecah Gelombang Model Hybrid Engineering Terhadap Panjang Dan Tinggi Gelombang (Penelitian Laboratorium) Ahmad Syafi'i Zulmi; Muh Alvin Achmad Kato; Riswal Karamma; Muhammad Syafa'at S. Kuba
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i2.8925

Abstract

Hybrid Engineering dibangun dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia secara local seperti kayu, bambu, ranting, dan dahan pohon mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai refleksi dan transmisi gelombang pada model pemecah gelombang model hybrid engineering, kemudian menganalisi parameter-parameter yang berpengaruh terhadap koefisien refleksi dan transmisi pada pemecah gelombang. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Hidrolika Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin. Metode yang digunakan berbasis eksperimental. Karakteristik gelombang yang dihasilkan terdiri dua variasi priode dan dua variasi kedalaman air serta dua variasi stroke. Pembacaan puncak dan lembah gelombang dilakukan secara otomatis melalui wave monitor. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan semakin besar jarak struktur pemecah gelombang maka gelombang refleksi akan semakin kecil sedang untuk gelombang transmisi yang dihasilkan akan semakin tinggi.
Tinjauan Perencanaan Check Dam Bonto Cani Kab. Bone Provinsi Sulawesi Selatan Berni Satria Gemilang; Mohamad Munawir; Nurnawaty Nurnawaty; Fausiah Latief; Syafa’at S. Kuba; Mahmuddin Mahmuddin; Andi Bunga Tongeng Anas
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 1, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v1i1.7315

Abstract

Check Dam atau Dam Penahan adalah suatu bangunan yang dibangun di lembah sungai yang cukup dalam untuk menahan, menampung dan mengendalika sedimen agar jumlah sedimen yang mengalir menjadi lebih kecil atau sebagai sarana untuk usaha melestarikan sumber-sumber air dan pengendalian sedimen. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui besar debit banjir rencana yang terdapat pada check dam Bonto Cani dan mengetahui kondisi eksisting bangunan check dam Bonto Cani.Langka awal dalam perencanaan check dam ini yaitu analisis hidrologi untuk menentukan debit banjir rencana digunakan 3 stasiun data pencatatan curah hujan, dimana stasiun Pallattae, stasiun Camba, dan stasiun Malino, dengan masing-masing data yang digunakan 30 tahun dimulai dari tahun 1991 sampai tahun 2020. Hasil analisa debit banjir rencana selanjutnya digunakan untuk analisis hidrolis check dam dan struktur check dam yang meliputi tinggi Main dam, panjang lantai, dan Subdam. Luas DAS Bonto Cani 459,26 km2, Panjang sungai Utama ± 69,169 km
Penerapan Model Geostudio untuk Analisis Stabilitas Bendungan Karalloe Anis Dandi Juandani; Akrar Syah; Muhammad Syafaaat S Kuba; Lutfi Hair Djunur
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i1.9375

Abstract

Bendungan merupakan salah satu bangunan air yang dibangun dengan tujuan untuk menampung, menampung laju air kemudian menyimpannya sehingga menjadi waduk atau danau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stabilitas pada bangunan pada kondisi setelah konstruksi berdasarkan analisis menggunakan program GeoStudio 2018. Metode yang digunakan adalah Fellenius dengan program software Geostudio Slope/W 2018 untuk menganalisis stabilitas lereng dan rembesan pada bendungan tubuh di Karalloe Kabupaten Gowa. Dari hasil analisis stabilitas sedimen terhadap rembesan pada kondisi muka air banjir bagian hulu diperoleh angka keamanan sebesar 2,466 dan radius kritikal sebesar 11,835 sedangkan total rembesan 1,994x10 -3 m 3 /dtk. Dan bagian bawah diperoleh angka keamanan sebesar 1,828 dan radius kritisal sebesar 11,865. Dengan menggunakan pemodelan Software Geostudiao 2018 dinyatakan aman dan memenuhi syarat.
Analisa Debit Rancangan pada Das Sungai Tangka Kabupaten Sinjai Zulfikar Arsyad; Rajib Mahmud; Agusalim Agusalim; Muhammad Syafa’at S Kuba
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol 2, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jumptech.v2i2.12642

Abstract

DAS (daerah aliran sungai) merupakan suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan sungai dan anak-anak sungainya. Yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau dan ke lautan secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografi dan batas laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar debit aliran Sungai TangkaKabupaten Sinjai. Dalam penelitian ini digunakan tiga metode untuk mengetahui debit banjir rancangan pada DAS sungai tangka, diantaranya metode perhitungan HSS Nakayasu, metode rasional dan metodehaspers. Hasil debit banjir  rancangan periode ulang 2, 5, 10, 20, 25, 50, dan 100 tahun pada ketiga metode meningkat seiring dengan meningkatnya tahun. Debit rancangan tertinggi yaitu pada metode HSS Nakayasu dengan nilai kala ulang 2 tahun sebesar 856,8, dan metode rasional sebesar 403,9, dan metode haspers sebesar 168,7 Kata kunci debit sungai, periode ulang, HSS Nakayasu,metode rasional, metode haspers
Perencanaan Kolam Retensi Sistem Drainase Kantor Gedung Keuangan Negara (Gkn) Kota Makassar Sandi, Andi Muhammad; Usman, Sucipto; Syamsuri, Andi Makbul; Kuba, Muhammad Syafaat S
Arus Jurnal Sains dan Teknologi Vol 3 No 1: April (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajst.v3i1.1152

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan Kolam retensi di Kantor Gedung Keuangan Negara (GKN) Makassar yang berfungsi menampung volume air ketika debit maksimum datang kemudian secara perlahan-lahan mengalirkannya pada saluran pembuang menggunakan pompa. Rata-rata curah hujan maksimum menggunakan data dari 3 stasiun hujan kala ulang 10 tahun. Metode distribusi Log Pearson Type III sebagai distribusi yang terpilih didapatkan nilai hujan rencana kala ulang 10 tahun sebesar 136,205 mm dan uji kecocokan Chi-Kuadrat diterima (X2 < X2Cr). Untuk waktu konsentrasi (tc) dihitung menggunakan metode Kirpich didapatkan 1,56 jam atau 93,6 menit dan waktu pengaliran (td) 61 menit dengan waktu total yang ditentukan 250 menit. Debit banjir rencana X10 akibat intensitas curah hujan 35,10 mm/jam menggunakan rumus Metode Rasional didapatkan 0,640 m3/detik. Waktu konsentrasi (tc) dihitung menggunakan metode Kirpich didapatkan 1,56 jam atau 93,6 menit dan waktu pengaliran (td) 61 menit dengan waktu total (ttotal) 250 menit sehingga didapatkan volume kumulatif debit aliran masuk (Qinflow) sebesar 10894,71 m3. Kapasitas maksimum kolam retensi sebesar 4.176 m3 melalui hasil perhitungan luasan lahan atau permukaan 2.198 m2 (A1) dan dasar kolam 1,978 m2 (A2) dengan kedalaman 2 meter. Volume kumulatif debit aliran keluar (Qoutflow) dengan asumsi pengaliran pompa 0,50 m3/detik didapatkan 7500,00 m3 dan hasil perhitungan keseimbangan aliran antara debit masuk dan keluar (Waterbalance) selama waktu total lama hujan 250 menit didapatkan kumulatif volume tertampung 4117,40 m3.
Analisis Kapasitas Kanal Pannampu Dalam Menunjang Eksistensi Sistem Drainase Berkelanjutan Kota Makassar Panguriseng, Darwis; Kuba, Muh. Syafaat S.; Djunur, Lutfi Hair
Jurnal Ilmiah Ecosystem Vol. 25 No. 1 (2025): Ecosystem Vol. 25 No 1, Januari - April Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35965/eco.v25i1.5920

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas Kanal Pannampu di Makassar sebagai sistem drainase primer dalam menghadapi permasalahan banjir. Metode yang digunakan meliputi prediksi debit banjir maksimum dengan memperhitungkan peningkatan curah hujan sebesar 10% akibat perubahan iklim, serta analisis komparatif antara potensi debit banjir dan kapasitas eksisting kanal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kanal Pannampu, dengan kapasitas 29,58 m³/det dan catchment area 6,92 km², tidak mampu menampung volume banjir tahunan yang terjadi saat ini. Selain itu, tindakan mitigasi yang ada hampir tidak efektif. Oleh karena itu, diperlukan pembangunan kanal baru dengan perencanaan yang komprehensif untuk meningkatkan kapasitas drainase dan memastikan keberlanjutan fungsi sistem drainase di kota Makassar. This study aims to analyze the capacity of the Pannampu Canal in Makassar as a primary drainage system in dealing with flood problems. The methods used include prediction of maximum flood discharge by taking into account a 10% increase in rainfall due to climate change, as well as a comparative analysis between potential flood discharge and existing canal capacity. The results of the study indicate that the Pannampu Canal, with a capacity of 29.58 m³/sec and a catchment area of 6.92 km², is unable to accommodate the current annual flood volume. In addition, existing mitigation measures are almost ineffective. Therefore, it is necessary to build a new canal with comprehensive planning to increase drainage capacity and ensure the sustainability of the drainage system function in the city of Makassar.
Co-Authors Ade Irfan Agus, Fauziah Agusalim, Agusalim Agusalim, M. Ahmad Syafi&#039;i Zulmi Akbar, Syahril Akrar Syah Al Imran, Hamzah Ali, Muhammad Yunus Amal, Citra Amalia Amrullah Anas, Andi Bunga Tongeng Andi Bunga Tongeng Anas Andi Rahmat Anis Dandi Juandani Antaria, Sukmasari Arman, Muayyanah Arsyad, Zulfikar Asnita Virlayani, Asnita Bakti, Rizki Yusliana Berni Satria Gemilang Djunur, Lutfi Hair Faeruddin, Muhammad Asygar Fausiah Latief Fauzan Hamdi Fithriyah Arief Wangsa Gaffar, Farida Gemilang, Berni Satria Hamzah Al Imran Hasanuddin, Novianingsih Irma Suryana Irwan Irwan, Muhammad Ahlil Khairi Juandani, Anis Dandi Juliandro, Juliandro Karim, Nenny Kasmawati Kato, Muh Alvin Achmad Lantara, Andi Bintang Latief, Fausiah Lisnawati Lisnawati LUKMAN ANAS Lukman Lukman Lutfi Hair Djunur Ma'rupah, Ma'rupah Mahmud, Rajib Mahmuddin Mahmuddin Mahmuddin Mohamad Munawir Muh Alvin Achmad Kato Muhammad Aminuddin, Muhammad Muhammad Faisal Muhyiddin A.M Hayat Mujidah, Jihan Izzathul Munawir, Mohamad Nenny Nenny Nenny Nenny, Nenny Nini Apriani Rumata Nur Alam Nurdiansah, Nurdiansah Nurnawaty Nurnawaty Nurnawaty, Nurnawaty Panguriseng, Darwis Pawara, Ismail Putri, Adriani Rahmasari, St. Rajib Mahmud Risman, Andi Muh. Riswal Karamma Riswal Karamma Sahril Sandi, Andi Muhammad Sarina Siba, Ikhsan Syah, Akrar Syahrul, Syahrulrahman Syamsuri, Andi Makbul Syamsuri, Andi Maqbul Syarifuddin, Nur Annisa T Karim, Nenny Taufiq, Muh Titin Wahyuni Toha Andi Lala Usman, Sucipto Wangsa, Fithriyah Arief Zulfikar Arsyad Zulhaidir DJ, Muhammad Zulmi, Ahmad Syafi'i