Claim Missing Document
Check
Articles

Penguatan Literasi Ekonomi Syariah Berbasis Digital pada Majelis Taklim di Kota Bandung: Strengthening Digital-Based Sharia Economic Literacy at the Majelis Taklim in Bandung City Srisusilawati, Popon; Nurhasanah, Neneng; Hamdani, Fahmi Fatwa Rosyadi Satria; Maulida, Ira Siti Rohmah
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 11 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i11.10548

Abstract

This International Community Service (PKM) activity aims to improve the understanding and skills of Islamic economic literacy among members of the Majelis Taklim (Islamic study group) in Bandung City. The background of this activity is based on the community's low understanding of Islamic economic principles and the minimal use of digital technology to support sustainable Islamic financial practices. A total of 39 participants from the Islamic Economics Taklim Assembly of Bandung City participated in a series of activities that included counseling and mentoring. The material provided covered basic concepts of Islamic economics, an introduction to muamalah contracts, the use of Islamic digital applications, and Islamic personal financial management. Evaluation results showed a significant increase in participants' knowledge scores, with an average pre-test of 52.72 increasing to 67.83 in the post-test, representing a 15.11-point increase in understanding. This suggests that this activity is effective in fostering Islamic economic literacy within religious communities. As a recommendation, this program can serve as a sustainable educational model and be replicated in various regions, with its effectiveness strengthened through synergy between universities, Islamic financial authorities, and halal digital industry players.
Toward Net Zero: Islamic Financial Innovation in The Carbon Economy Nanik Eprianti; Mohamad Andri Ibrahim; Popon Srisusilawati; Yayat Rahmat Hidayat
al-Afkar, Journal For Islamic Studies Vol. 9 No. 1 (2026)
Publisher : Perkumpulan Dosen Fakultas Agama Islam Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afkarjournal.v9i1.2787

Abstract

Green finance has gained significant momentum in recent years, but its alignment with Islamic finance principles remains under-explored, particularly in the context of carbon pricing and carbon trading mechanisms. This is illustrated by the fact that climate change has prompted the global community to adopt various strategies, including the development of carbon market mechanisms. Exploring the potential of the carbon market as an effective tool in reducing greenhouse gas emissions, while considering the principles of Islamic finance. This study aims to develop Sharia-based sustainable financial instruments as a strategy to address the impacts of climate change through the utilization of the carbon market.  This research method uses a qualitative approach that combines bibliometric analysis, policy document reviews, and expert interviews. This study identifies critical gaps in the integration of Islamic finance with carbon market mechanisms and the design of sustainable financial instruments that comply with Sharia principles. This study uses a qualitative approach with a descriptive-exploratory method. A qualitative approach is used to understand in depth the concepts, phenomena, and characteristics of Islamic financial instruments and how they can be implemented in the carbon market. The findings show that Islamic finance has great untapped potential to mobilize ethical capital and share risks for climate-friendly projects, especially in Muslim-majority countries and emerging economies. Nevertheless, regulatory standardisation, sharia governance frameworks, and investor education remain key challenges that must be addressed to enhance the scalability and credibility of such instruments. By bridging the gap between Islamic finance and carbon economy strategies, this study contributes to the growing discourse on green Islamic finance and offers practical policy recommendations to strengthen the role of Islamic financial institutions in achieving both national and global net-zero targets.
IMPLEMENTASI MAQASHID SYARIAH TERHADAP PRODUK PERBANKAN SYARIAH Popon Srisusilawati; Putri Diani Hardianti; Neli Erlianti; Isfi Rizka Pitsyahara; Siti Karomah Nuraeni
Al-Mustashfa: Jurnal Penelitian Hukum Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/jm.v7i1.8409

Abstract

Maqashid syariah adalah tujuan yang ingin dicapai oleh syariat agar kemashlahatan manusia bisa terwujud. Kemaslahatan disini mencangkup semua kehidupan manusia salah satunya dibidang ekonomi. Maqashid syariah sendiri berperan sebagai ketetapan yang relevan sebagai landasan bagi praktik, produk perbankan syariah dan pengembangan system. Karena maqashid syariah bertujuan sebagai kemaslahan serta kesejahteraan bagi manusia. Sehingga layanan serta produk perbankan syariah yang diberikan kepada nasabah bisa menghasilkan kemaslahatan Sehingga dapat dilihat bagaimana implementasi maqashid syariah terhadap produk-produk yang dikeluarkan oleh perbankan syariah sangat bermanfaat bagi nasabah. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif maka didapatkan hasil bahwa maqashid syariah diimplementasikan kepada produk perbankan dengan lima hal pokok, ialah: hifdz al-din, hifdz al-naf, hifdz al-'aql, hifdz al-nasl dan hifdz al-maal.Kata kunci: Maqashid Syariah, Perbankan, Bank Syariah.
Implementasi Akad Ijarah dalam Praktik Sewa Lahan Sawah dengan Sistem Pembayaran Setelah Panen Adieb Hilal Hamdala; Popon Srisusilawati; Neng Dewi Himayasari
Jurnal Riset Ekonomi Syariah Volume 6, No. 1, Juli 2026 Jurnal Riset Ekonomi Syariah (JRES)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jres.v6i1.9954

Abstract

Abstract. Rice field leasing with a post-harvest payment system is a common agricultural practice in Buntu Village, Ligung District, Majalengka Regency. This study aims to examine the implementation of rice field leasing practices and analyze them from the perspective of Islamic law, particularly the ijarah contract. This research employs a qualitative method using normative-juridical and empirical approaches. Data were collected through interviews, observation, and documentation and analyzed descriptively based on fiqh muamalah theory. The results show that the leasing practice constitutes an ijarah contract because it involves the utilization of agricultural land by tenant farmers in exchange for an agreed rental payment. From the perspective of Islamic law, the practice fulfills the pillars and conditions of ijarah, including contracting parties, object of contract, rental payment, and consent expression. Although the rent is paid after harvest, the practice remains permissible as long as the rental value is clearly determined at the beginning and not tied to harvest yield. Abstrak. Praktik sewa-menyewa sawah dengan sistem pembayaran setelah panen merupakan bentuk muamalah yang berkembang di masyarakat Desa Buntu Kecamatan Ligung Kabupaten Majalengka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik sewa sawah tersebut serta menganalisisnya dari perspektif hukum Islam, khususnya akad ijarah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif dan empiris melalui pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif-analitis berdasarkan teori fikih muamalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik sewa sawah di Desa Buntu merupakan akad ijarah karena terdapat pemanfaatan lahan oleh petani penggarap dengan imbalan sewa yang disepakati. Ditinjau dari hukum Islam, praktik tersebut telah memenuhi rukun dan syarat akad ijarah baik dari aspek subjek akad, objek akad, ujrah, maupun sighat akad.
MODEL KESIAPAN PEMERINTAH DAERAH DAN EKOSISTEM KEUANGAN SYARIAH DALAM PEMBENTUKAN KOPERASI MERAH PUTIH BERBASIS LEMBAGA KEUANGAN MIKRO SYARIAH: STUDI KASUS DI PROVINSI JAWA BARAT Popon Srisusilawati; Yayat Rahmat Hidayat; Mohamad Andri Ibrahim; Nanik Eprianti; Raditya Gantari Ahmad Riyadi; Muawia Y.I. Alzamli
Jurnal Ekonomi Syariah Indonesia (JESI) Vol. 5 No. 1 (2026): Maret
Publisher : STEI Al-Amar Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57171/jesi.v5i1.418

Abstract

Transformasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi yang modern, inklusif, dan berkelanjutan. Keberhasilan implementasi kebijakan tersebut tidak hanya bergantung pada pembentukan kelembagaan koperasi, tetapi juga pada kesiapan pemerintah daerah serta dukungan ekosistem keuangan syariah, khususnya Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS). Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan pemerintah daerah dan ekosistem keuangan syariah di Provinsi Jawa Barat dalam mendukung transformasi Koperasi Merah Putih berbasis LKMS melalui aspek regulasi, sumber daya manusia, dan infrastruktur keuangan syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pemerintah daerah, pengelola koperasi, pengelola LKMS, akademisi, serta pemangku kepentingan terkait. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi Koperasi Merah Putih dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu kesiapan regulasi, kompetensi sumber daya manusia, dan ketersediaan infrastruktur keuangan syariah. Regulasi yang adaptif memberikan kepastian dalam implementasi kebijakan, SDM yang kompeten meningkatkan profesionalisme pengelolaan koperasi, sedangkan infrastruktur digital dan akses pembiayaan syariah memperkuat efektivitas pelayanan koperasi. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, LKMS, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun ekosistem koperasi yang modern dan berkelanjutan. Penelitian ini menghasilkan model transformasi Koperasi Merah Putih berbasis LKMS yang dapat menjadi rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam memperkuat implementasi kebijakan koperasi berbasis ekonomi syariah.
Co-Authors 10010321023, Risma Junita Khaerunnisa A dliya wahyuni Adieb Hilal Hamdala Adinda Putri Anggareini Aisyah Shohwatul Islam Aisyah Shohwatul Islam Akbar S, Torik Alfariedza Vania Zhafira Alisya Aulia Rusmana Amila Vindi Oktaviana Anggelia Nurfitria Anisa Fitria Annisa Indrawati Anshori, Arif Rijal Anya Aurellya Asep Ramdan Hidayat Asri Dara Binekas Atih Rohaeti Dariah Ayu Tuty Utami Azka Dara Syahrani Cecep Soleh Kurniawan Cecep Soleh Kurniawan D. Gandana Madjakusumah Deden Gandana Madjakusumah Delia Dwiyanti Hasanah Dewi , Putri Cantika Diana Rusdianawati Diandra Nur Afifah Azzahra Elisa Siti Widyastuti Eva Fauziah Eva Misfah Bayuni Fahmi Fatwa Rosyadi Satria Hamdani Faisa Azmi Firjatullah Farha Ratu Sabila Fawzi, Ramdan Fayza Ikhrom Febriadi, Sandy Rizki Fitri Oktaviani Fitriana Wulandari Zulkarnaen Ghefira Faiza Azzahra Ghina Syifa Agustina Habibi Nurul Yaqin Hana Khairunnisa Himayasari, Neng Dewi Ibrahim, M. Andri Ibrahim, Mohamad Andri Ibrahim, Mohammad Andri Ikrima Azkury Nabella Ilham Mujahid Imelda Putri Intan Nurrachmi Irma Yulita Silviany Irma Yunita Silviany Isfi Rizka Pitsyahara Ivan Wahyudi Iwan Permana Jessinta Shilva Bintan Namita Kurniawan, Cecep Soleh Lia Yulia lia yulia Malik, Zaini Maman Surahman Maulida, Ira Siti Rohmah Milka Nurul Fauziah Moh Ramdhan Rizalussani Mohamad Andri Ibrahim Mohamad Andri Ibrahim Mohammad Andri Ibrahim Muawia Y.I. Alzamli Muchammad Oki Sudarman Muhammad Amidan As Syakir Muhammad Arya Naufal Saleh Muhammad Gandhi Darmawan Muhammad Rifqy Prabowo Mustika, Rita Mutiara Olencia Indra Nadya Az-Zahra Nadya Az-zahra Nandang Ihwanudin Nandang Ihwanudin Nanik Eprianti Neli Erlianti Nendiarti Juniar Neneng Hasanah Neneng Nurhasanah Neng Dewi Himayasari Nur Fadilah Sukmawardani Nur Hamidah, Siti Aulia Nurfitria, Anggelia Nymas Mu’nisah Anggraeni OKTAVIA, REZA Panji Adam Agus Putra Permana, Iwan Prasetyo, Salma Nabila Putri Diani Hardianti Putri, Imelda Raden Rahma Raijani Raditya Gantari Ahmad Riyadi Rahmadani, Yunifa Rahmah, Luni Nur Randi Ganjar Rani, Asni Mustika Ratih Tresnati Redi Hadiyanto Redi Hadiyanto Reyhan Maharis Fadilah Reyhan Maharis Fadilah Reza Fauzia Tarende Reza Naftali Rahmayosa Rihhadatull 'Aisy, Raisa Adila Rima Karnipa Agusti Riska Ariani Siregar Risma Mustika Fajaria Rita Mustika Rois, Yovanka Graciela Rosyidah, Fairuz Syifa Sabarina Irbah Safira Muthia Rosyid Salma Hayfa Victoria Sartika Herawati Selly Eriska Selva Selfia Ginanjar Shakila Carisya Tsania Siregar, Ariani Siska Lis Sulistiani Siti Karomah Nuraeni Siti Rosiyana Dewi Siti, Elisa Sri Devi, Sri Syifa Tahany, Tahany Tiara Deasy Nurfitriani Sumarwan Tiara Marliana Tiara Marliana Tiya Rissa Kamila Tiya Rissa Kamila Torik Akbar S. Tri Ambarwati Vina Fazri Aryani Wahyudi, Ivan Wijayanti, Intan Manggala Winda Widya Rahma Yayat Rahmat Hidayat Yayat Rahmat Hidayat Yulita Silviany, Irma Yusup, Akhmad Zaini Abdul Malik Zea Fauziah Zia Firdaus Nuzula