Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

KAJIAN EKOLOGI SASTRA PADA PUISI KARYA ABDUL AZIZ DALAM BUKU ANTOLOGI PUISI ROMANTISME NEGERI MINYAK Alfien, Moh Fajrul; Sultoni, Achmad
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v9i1.683

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan unsur-unsur ekologis yang terdapat pada puisi karya Abdul Aziz dalam buku antologi puisi Romantisme Negeri Minyak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dalam penelitian ini yaitu diksi, pengimajian, kata konkret, majas, tema, perasaan, dan amanat yang terdapat pada antologi puisi Romantisme Negeri Minyak. Sumber data dalam penelitian ini yaitu buku antologi puisi Romantisme Negeri Minyak yang berisi kumpulan puisi karya penyair-penyair Indramayu, buku, jurnal, dan bahan bacaan lainnya. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa puisi karya Abdul Aziz berbicara tentang alam dalam hubungannya dengan manusia. Diksi, pengimajian, kata konkret, majas, dan semua unsur pembangun yang terdapat pada puisi Abdul Aziz saling terkait dengan alam, sehingga dapat dikatakan bahwa penyair memang hendak menyampaikan wacana ekologis melalui karya puisinya.
Integrasi sekolah berbasis peace culture education: program, refleksi, dan implikasi Hanafi, Yusuf; Anam, Faris Khoirul; Sultoni, Achmad; Thoriquttyas, Titis; Saefi, Muhammad; Diyana, Tsania Nur; Ikhsan, M. Alifudin
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v5i1.13127

Abstract

Tulisan ini mencoba menjelaskan program edukasi sekolah berbasis peace education (PE) yang diprakarsai oleh tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Negeri Malang dengan mitra majelis Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sub Rayon 33 Wagir Kabupaten Malang. Secara rinci, kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang bertujuan menanamkan nilai-nilai perdamaian dan semangat hidup berdampingan antar umat beragama, khususnya diantara sekolah yang beragam corak keagamaanya di Kecamatan Wagir. Program edukasi berbasis PE dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan seminar, focus group discussion (FGD), hingga pelaksanaan langsung kepada siswa dalam pembelajaran di kelas. Program ini dilakukan dalam dua sesi utama, yakni kegiatan seminar dengan pembahasan tentang moderasi beragama dan FGD dengan fokus pada implementasinya. Dari kegiatan ini, dihasilkan sejumlah poin penting yang dapat dilakukan di sekolah dan kelas yakni membangun atmosfer atau budaya sekolah yang mendukung dengan mengapresiasi budaya yang berbeda, melakukan resolusi konflik, mendorong  partisipasi aktif dan kolaboratif, membangun sikap toleransi, dan membuat nilai-nilai agama menjadi pegangan kepala sekolah, guru, dan siswa dalam menjalankan tugas di sekolah. 
Program Kampung Tepa Salira Sebagai Upaya Penguatan Toleransi dan Moderasi Beragama Masyarakat Multikultural Kelurahan Tlogomas, Kota Malang Nada, Auqi Lu'lu In; Arifin, As'ad Syamsul; Anggraini, Tasha Monica; Sultoni, Achmad
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v5i1.1531

Abstract

The differences in ethnicity, religion, race, and intergroup in Tlogomas Village make it a multicultural area. In addition, the large number of seasonal migrants (students from outside the region) adds to the multicultural nuances in this village so that conflicts between groups are difficult to avoid. This community service aims to realize Tlogomas Village into a Tepa Salira Village that upholds religious moderation and tolerance. To achieve this goal, 5 integrated programs were implemented, namely the intensive and weekend class corner, Pancasila corner, religious literacy corner, Bhinneka Tunggal Ika corner, and cultural creativity corner. The five programs were implemented by involving various stakeholders in a synergistic manner, including village government figures, security figures, university academics, the Religious Harmony Forum (FKUB) of Malang City, religious and community leaders, youth organizations, and local campus organizations. This activity was able to improve the tolerant attitude among them. One of the indications is seen from the change in the attitude of children who have become more polite, as well as the establishment of cooperation between youth organizations and regional organizations.
Peran Media Digital dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia: Dimensi Kognitif, Emosional, dan Perilaku Yuliarti, Yuliarti; Riansi, Erwin Salpa; Sultoni, Achmad
GERAM Vol. 12 No. 2 (2024): GERAM (Gerakan Aktif Menulis)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2024.21000

Abstract

This study investigates the role of digital media in enhancing student engagement and learning in Indonesian language education. The research aims to analyze the impact of digital media on three dimensions of engagement: cognitive, emotional, and behavioral. A mixed-method approach was employed, involving surveys of 300 high school students and in-depth interviews as well as classroom observations with 10 Indonesian language teachers from various institutions. Quantitative data revealed a significant increase in student engagement, with average scores of 85% for cognitive, 78% for emotional, and 82% for behavioral engagement after the implementation of digital media. Qualitative analysis supports these findings, highlighting interactive features such as gamification, multimedia resources, and collaborative platforms as key factors driving student engagement. Digital media not only enhances deeper cognitive processing and emotional connections but also facilitates active participation in learning activities. This study underscores the importance of teacher training and institutional support to optimize the use of digital media, thereby creating more dynamic and effective learning experiences in Indonesian language education.
DISKURSUS KEARIFAN LOKAL UNTUK PENGEMBANGAN CITY BRANDING MAGELANG KOTA SEJUTA BUNGA Pamungkas, Galih Putra; Sultoni, Achmad
Jurnal Bahasa Rupa Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Bahasa Rupa Oktober 2020
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/bahasarupa.v4i1.625

Abstract

This research is a discourse to streamline the development of the city branding concept of Magelang City of One Million Flowers by exploring the potential of local wisdom owned by the City of Magelang. Currently, the City of Magelang has the slogan "Magelang City of a Million Flowers". This idea is based on the history of the colonial era which at that time was the City of Magelang better known as Tuin Van Java (Garden City / Park of Java). However, on the one hand, the application of the concept has not yet run optimally. The contributing factor is the incompatibility of the concept with the fact that there is potential and the formation of an image that is not running optimally. According to the potential and the facts of the existing situation, the City of Magelang has great potential by developing the concept as a Heritage City (a city of cultural heritage) which is then followed by the concept of sustainable communication strategies that lead to heritage matters and of course according to aesthetic rules. The Magelang City Government has another choice, which is to continue the Magelang City One Million Flower program, but with the support of visual concepts that utilize all parts of the city to create a communication process by providing direct experience to consumers, namely by utilizing artifacts in the City of Magelang. Artifacts that are part of the culture of the community and have been imprinted in the memory of the community are enhanced with original flower decorations, especially the types of flowers typical of the City of Magelang and its surroundings.
Pandangan Dunia Okky Madasari Tentang Pendidikan Karakter dalam Novel Pasung Jiwa dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Sastra di SMA Sultoni, Achmad; Utomo, Hari Widi; Alika, Shintia Dwi
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 2, No 2 (2020): JULI
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v2i2.3130

Abstract

Sastra merupakan karya seni yang sarat akan pesan adiluhung. Pesan dalam karya sastra yang adiluhung tersebut perlu digali, di antaranya melalui sebuah kajian mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan dunia Okky Madasari tentang pendidikan karakter dalam novel Pasung Jiwa. Sumber data dalam penelitian adalah novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif deskriptif dengan metode mendeskripsikan data secara mendalam. Data dikumpulkan melalui tahapan pembacaan teks novel secara seksama, mengklasifikasikan data, menafsirkan hasil analisis data, mengkonfirmasi hasil analisis, dan menyimpulkan hasil analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terdapat empat nilai karakter yang terdapat dalam novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari. Keempat nilai Pendidikan karakter tersebut yaitu: religius, bersahabat, cinta damai, dan kerja keras. Novel Pasung Jiwa karya Okky Madasari relavan untuk menjadi bahan ajar guru dalam pembelajaran sastra di SMA karena novel Pasung Jiwa mengandung nilai-nilai pendidikan karakter.
Board Game Museum Wayang Banyumas Sebagai Media Edukasi Anak Sekolah Dasar Afriliani Fiska Setiowati, Eka; Fauziah , Emmareta; Sultoni, Achmad
eProceedings of Art & Design Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wayang merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui UNESCOsebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity sejak 7 November 2003.Namun, di tengah arus globalisasi, minat anak-anak terhadap wayang semakin menurun.Menurut Ibu Tri Wahyuni, anak-anak lebih mengenal budaya asing daripada kebudayaantradisional seperti wayang. Upaya pengenalan yang dilakukan oleh pihak sekolah belummampu menarik perhatian anak-anak secara efektif. Berdasarkan kondisi tersebut,dibutuhkan media pembelajaran yang lebih kreatif sesuai dengan karakter anak-anakyang masih suka bermain. Penelitian ini bertujuan untuk merancang board game edukatifberjudul Sendang Mas sebagai media pengenalan Museum Wayang Banyumas untuksiswa sekolah dasar kelas 4–5. Teori The Art of Game Design karya Jesse Schellmenekankan empat elemen dasar permainan: mekanika, estetika, teknologi, dan cerita.Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif, melalui proses identifikasi data dananalisis data. Hasil perancangan ini diharapkan dapat menjadi sarana edukatif yangmenarik dan efektif dalam meningkatkan ketertarikan anak, serta memperkuat peranMuseum Wayang Banyumas sebagai pusat edukasi budaya di Kabupaten Banyumas.Kata kunci : Museum Wayang, Banyumas, board game, anak-anak
Transformasi Digital Bank Sampah: Peningkatan Manajemen Sampah Terintegrasi Untuk Mendukung Ekonomi Sirkular Dan Scale Up KSM Kudu Bisa Melalui Pengembangan Platform Berbasis Web Utomo, Hari Widi; Suryatiningsih, Suryatiningsih; Sultoni, Achmad; Rafika Nur, Yohani Setiya; Libertiana Saragih, Nopri Anita; Safiri, Satria Rizki; Arba, Raihan Adi; Alfarizy, Shehal Sigi
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v11i1.8099

Abstract

Pengelolaan sampah berbasis masyarakat masih menghadapi berbagai tantangan, terutama pada aspek pencatatan, efisiensi operasional, dan integrasi data. Kondisi tersebut juga dialami oleh KSM Kudu Bisa di Desa Sirau, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, yang selama ini mengelola bank sampah dengan sistem manual. Keterbatasan tersebut berdampak pada rendahnya efektivitas pengelolaan, risiko kehilangan data, serta belum optimalnya pemanfaatan nilai ekonomi sampah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mendukung transformasi digital pengelolaan bank sampah melalui pengembangan platform berbasis web yang terintegrasi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat secara partisipatif melalui lima tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta perencanaan keberlanjutan. Sasaran kegiatan meliputi pengurus dan anggota KSM Kudu Bisa sebagai pelaku utama pengelolaan bank sampah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa platform digital yang dikembangkan mampu meningkatkan kerapian pencatatan transaksi, mempermudah pengelolaan data nasabah, serta mempercepat penyusunan laporan. Pengurus KSM mulai memanfaatkan dashboard sebagai alat monitoring operasional, sementara anggota merasakan peningkatan transparansi tabungan sampah. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan literasi digital pengurus, mendorong kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, serta membuka peluang penguatan ekonomi sirkular di tingkat desa. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap penguatan kelembagaan KSM Kudu Bisa dan berpotensi menjadi model pengelolaan bank sampah digital yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di wilayah lain.
Pendidikan Karakter Dan Kemajuan Negara;: Studi Perbandingan Lintas Negara Sultoni, Achmad
JOIES (Journal of Islamic Education Studies) Vol. 1 No. 1 (2016): JOIES (Journal of Islamic Education Studies), June
Publisher : Program Studi Doktor Pendidikan Agama Islam dan Program Magister Pendidikan Agama Islam, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/joies.2016.1.1.167-188

Abstract

Each country develops diverse character education. This paper photographs the development of character education in the country of Indonesia, Malaysia, and the United States. The emergence of character education in those three countries is caused by the moral problems arise. Indonesia putsthe character education together with the school system, whereas in the US and Malaysia, it is positioned as a program or field of study. The principles of character education in those three countries compared have different emphases. But the character values developed in those three countries are the same, which is universal; while the implementation method of character education internalization in Indonesia has the scope, complexity and variations more than methods used in Malaysia and the United States.
Strategies to Strengthen Religious Moderation in Universities Sultoni, Achmad; Nasih, Ahmad Munjin; Thoriquttyas, Titis; Yani, Achmad
Scaffolding: Jurnal Pendidikan Islam dan Multikulturalisme Vol. 8 No. 2 (2026): Pendidikan Islam dan Multikulturalisme
Publisher : Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/scaffolding.v8i2.9368

Abstract

This study aims to examine the strategies of public universities to strengthen religious moderation on campuses to foster religious tolerance and nationalism among campus communities. Qualitative methods were used to obtain data for analysis. The subject of the study was Universitas Negeri Malang (UM), a large state university in East Java that offers various religious moderation programs, including Griya Moderasi Beragama dan Bela Negara (GMBBN, House of Religious Moderation and State Defense). The study was conducted from September 2024 to February 2025 using observation, interviews, and documentation techniques. The data were analyzed using Miles and Huberman's interactive analysis: data collection, data reduction, data display, and conclusion/verification. The research revealed nine strategies to strengthen religious moderation in campus, namely: establishing institutions of religious moderation, inserting religious moderation values into lectures, conducting research and community service on religious moderation, religious mentoring, establishing and guiding religious student activity units, scientific studies on religious moderation, non-academic activities on religious moderation, dissemination of media and content of religious moderation, and places of worship to promote religious moderation.