Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Developing Scientific Writing Skills Instrument Using An Inquiry-Based Approach to Local Wisdom Dilemma Stories for Senior High School Students Riansi, Erwin Salpa; Yuliarti, Yuliarti; Sultoni, Achmad; Sohnui, Suhailee
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 11 No. 2 (2025): June
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v11i2.15677

Abstract

This study aims to develop a valid and reliable instrument for assessing scientific writing skills using an inquiry-based approach to local wisdom dilemma stories. A Design and Development method, based on the Ellis & Levy model, was adopted. The method consisted of six steps: (a) issues; (b) goal setting; (c) model design and development; (d) model testing; (e) model evaluation of the test findings; and (f) application model. Two hundred seventy-three high school students from three Indonesian schools were recruited as the pilot sample. Purposive sampling was used to select the participants. Five experts evaluated the instrument's validity. The Aiken formula for content validity proof yielded a respectable score of 0.86. According to the measurement model reliability evaluation, the instrument is in the dependable category, which comprises Composite Reliability with a value of 0.89. Confirmatory factor analysis revealed the Root Mean Square Error of Approximation value to be 0.043 < 0.08 and the Goodness of Fit Index to be 0.98 > 0, 90 or the declared model by the data obtained in the field and can be used in a wide range of measurements. The findings of this study have important implications for educational assessment and instructional design. Developing a valid and reliable instrument to measure scientific writing skills through an inquiry-based approach using local wisdom dilemma stories provides educators with a culturally relevant and pedagogically sound tool. This instrument can support more accurate evaluations of students' writing competencies and foster critical thinking and contextual understanding in scientific writing instruction at the high school level.
Mantras, Nature, and Spirituality: Ecocriticism in Traditional Healing Mantras in Karimunting Village Hilmi, Hubbi Saufan; Sultoni, Achmad; Setiyoningsih, Titi; Hariyadi, Hariyadi
Journal of Language and Literature Vol 25, No 2 (2025): October
Publisher : Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/joll.v25i2.12118

Abstract

The inclusion of the natural environment and spiritual values in traditional healing mantras has been part of the lives of traditional communities in various cultures around the world, including the Malay community in Karimunting village, West Kalimantan, Indonesia. This study aims to describe the elements of the natural environment and spiritual values in the healing mantras of the Malay community in Karimunting Village by applying Greg Garrard’s ecocriticism approach. The data in this study was collected through observation and in-depth interviews with three belian in Karimunting village. The data obtained was subsequently recorded, transcribed, and analyzed using thematic analysis techniques. The research findings reveal that there are ten healing mantras practiced by the belian of the Malay community in Karimunting Village. Each mantra functions not only as a medium of healing but also as a representation of the interconnectedness between humans, the natural environment, and spiritual forces. Elements of the natural environment are reflected in the use of components such as leaves, water, wood, stones, wind, and animals, which are positioned as active entities possessing healing energy and symbols of ecological balance. Meanwhile, the dimension of spirituality is manifested through religious diction, such as the invocation of the names of Allah and the Prophet Muhammad, underscoring the belief that recovery ultimately originates from Divine power. This research contributes not only as an inventory of oral literature and local wisdom of the Malay community in utilizing their natural environment but also as a reference for similar research in the future.
KONFLIK BATIN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL LELAKI HARIMAU KARYA EKA KURNIAWAN: TINJAUAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD Juidah, Imas; Nofrahadi, Nofrahadi; Sultoni, Achmad
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v6i1.111

Abstract

Novel Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan merupakan novel yang sangat menarik karena dipenuhi dengan konflik dan intrik yang dibawakan begitu apik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konflik batin tokoh utama dalam novel Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang ada di dalam novel Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan. Sumber data primer dalam penelitian ini yaitu novel Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2019 (cetakan kesepuluh). Sedangkan, sumber data sekunder yang digunakan yaitu buku, jurnal, artikel, dan berbagai sumber data lain yang relevan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik baca catat, studi pustaka, dan teknik analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam novel Lelaki Harimau karya Eka Kurniawan terdapat konflik batin yang dialami oleh tokoh utama, yaitu Margio yang diwujudkan dalam id, ego, dan superego.
KONTRUKSI NILAI SOSIAL DALAM KUMPULAN CERPEN TAWA GADIS PADANG SAMPAH KARYA AHMAD TOHARI Sultoni, Achmad; Juidah, Imas; Saufan Hilmi, Hubbi
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v6i2.119

Abstract

Manusia sejatinya merupakan makhluk sosial. Manusia tidak dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan orang lain. Namun akhir-akhir ini ditengarai bahwa nilai-nilai sosial yang sesungguhnya telah lama terjiwai dan menjadi laku hidup manusia Indonesia eksistensinya mulai terkikis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan kontruksi nilai sosial yang terkandung dalam kumpulan cerpen Tawa Gadis Padang Sampah karya Ahmad Tohari. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif deskriptif dengan kekhasannya mendeskripsikan data yang diperoleh secara mendalam. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui tahapan pembacaan teks cerpen secara seksama, mengklasifikasikan data, menafsirkan hasil analisis data, mengkonfirmasi hasil analisis, kemudian menyimpulkan hasil analisis. Sumber data dalam penelitian ini adalah kumpulan cerpen Tawa Gadis Padang Sampah karya Ahmad Tohari. Pendekatan strukturalisme genetik Lucien Goldmann digunakan sebagai upaya mengetahui data-data yang berkaitan dengan kontruksi nilai sosial dalam teks cerpen. Kontruksi nilai sosial tersebut merupakan representasi pandangan dunia pengarang, sementara fakta sosial adalah hal melatarbelakangi pandangan dunia tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontruksi nilai sosial yang terdapat dalam kumpulan Tawa Gadis Padang Sampah karya Ahmad Tohari yaitu: nilai sosial bersolidaritas, nilai sosial bertoleransi, dan nilai sosial bekerja sama. Fakta sosial yang melatarbelakangi pandangan dunia pengarang adalah interaksi sosial masyarakat pinggiran atau masyarakat kecil yang mencirikan pola kehidupan bersolidaritas, bertoleransi, dan saling bekerja sama.
KEPRIBADIAN TOKOH KARMAN DALAM NOVEL KUBAH KARYA AHMAD TOHARI: SEBUAH KAJIAN PSIKOANALISIS CARL GUSTAV JUNG Juidah, Imas; Sultoni, Achmad; Bahri, Samsul
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v7i1.162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepribadian tokoh utama dalam novel Kubah karya Ahmad Tohari berdasarkan kajian psikoanalisis Carl Gustav Jung. Data dalam penelitian ini adalah kata-kata, frasa, kalimat, dan kutipan yang terdapat dalam novel Kubah karya Ahmad Tohari. Sedangkan, sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu novel Kubah karya Ahmad Tohari. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini psssikoanalisis menggunakan teori arketipe dari Carl Gustav Jung menunjukkan bahwa Topeng, Shadow, Anima-animus, dan Self dalam diri tokoh Karman telah menjadi dasar psikologis perilaku Karman dalam menghadapi tantangan hidup. Kekuatan-kekuatan bawah sadar ini membuat tokoh Karman tetap tabah, kokoh, dan berpikir rasional. Ia dapat membuktikan bahwa dirinya ingin memperbaiki diri lagi setelah perbuatan masa lalu yang kurang pantas.
KAJIAN EKOLOGI SASTRA PADA PUISI KARYA ABDUL AZIZ DALAM BUKU ANTOLOGI PUISI ROMANTISME NEGERI MINYAK Alfien, Moh Fajrul; Sultoni, Achmad
Bahtera Indonesia Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/bi.v9i1.683

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan unsur-unsur ekologis yang terdapat pada puisi karya Abdul Aziz dalam buku antologi puisi Romantisme Negeri Minyak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data dalam penelitian ini yaitu diksi, pengimajian, kata konkret, majas, tema, perasaan, dan amanat yang terdapat pada antologi puisi Romantisme Negeri Minyak. Sumber data dalam penelitian ini yaitu buku antologi puisi Romantisme Negeri Minyak yang berisi kumpulan puisi karya penyair-penyair Indramayu, buku, jurnal, dan bahan bacaan lainnya. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa puisi karya Abdul Aziz berbicara tentang alam dalam hubungannya dengan manusia. Diksi, pengimajian, kata konkret, majas, dan semua unsur pembangun yang terdapat pada puisi Abdul Aziz saling terkait dengan alam, sehingga dapat dikatakan bahwa penyair memang hendak menyampaikan wacana ekologis melalui karya puisinya.
Integrasi sekolah berbasis peace culture education: program, refleksi, dan implikasi Hanafi, Yusuf; Anam, Faris Khoirul; Sultoni, Achmad; Thoriquttyas, Titis; Saefi, Muhammad; Diyana, Tsania Nur; Ikhsan, M. Alifudin
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 5 No 1 (2022)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v5i1.13127

Abstract

Tulisan ini mencoba menjelaskan program edukasi sekolah berbasis peace education (PE) yang diprakarsai oleh tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Negeri Malang dengan mitra majelis Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sub Rayon 33 Wagir Kabupaten Malang. Secara rinci, kegiatan ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif yang bertujuan menanamkan nilai-nilai perdamaian dan semangat hidup berdampingan antar umat beragama, khususnya diantara sekolah yang beragam corak keagamaanya di Kecamatan Wagir. Program edukasi berbasis PE dilaksanakan melalui rangkaian kegiatan seminar, focus group discussion (FGD), hingga pelaksanaan langsung kepada siswa dalam pembelajaran di kelas. Program ini dilakukan dalam dua sesi utama, yakni kegiatan seminar dengan pembahasan tentang moderasi beragama dan FGD dengan fokus pada implementasinya. Dari kegiatan ini, dihasilkan sejumlah poin penting yang dapat dilakukan di sekolah dan kelas yakni membangun atmosfer atau budaya sekolah yang mendukung dengan mengapresiasi budaya yang berbeda, melakukan resolusi konflik, mendorong  partisipasi aktif dan kolaboratif, membangun sikap toleransi, dan membuat nilai-nilai agama menjadi pegangan kepala sekolah, guru, dan siswa dalam menjalankan tugas di sekolah. 
Program Kampung Tepa Salira Sebagai Upaya Penguatan Toleransi dan Moderasi Beragama Masyarakat Multikultural Kelurahan Tlogomas, Kota Malang Nada, Auqi Lu'lu In; Arifin, As'ad Syamsul; Anggraini, Tasha Monica; Sultoni, Achmad
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v5i1.1531

Abstract

The differences in ethnicity, religion, race, and intergroup in Tlogomas Village make it a multicultural area. In addition, the large number of seasonal migrants (students from outside the region) adds to the multicultural nuances in this village so that conflicts between groups are difficult to avoid. This community service aims to realize Tlogomas Village into a Tepa Salira Village that upholds religious moderation and tolerance. To achieve this goal, 5 integrated programs were implemented, namely the intensive and weekend class corner, Pancasila corner, religious literacy corner, Bhinneka Tunggal Ika corner, and cultural creativity corner. The five programs were implemented by involving various stakeholders in a synergistic manner, including village government figures, security figures, university academics, the Religious Harmony Forum (FKUB) of Malang City, religious and community leaders, youth organizations, and local campus organizations. This activity was able to improve the tolerant attitude among them. One of the indications is seen from the change in the attitude of children who have become more polite, as well as the establishment of cooperation between youth organizations and regional organizations.
Peran Media Digital dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia: Dimensi Kognitif, Emosional, dan Perilaku Yuliarti, Yuliarti; Riansi, Erwin Salpa; Sultoni, Achmad
GERAM Vol. 12 No. 2 (2024): GERAM (Gerakan Aktif Menulis)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2024.21000

Abstract

This study investigates the role of digital media in enhancing student engagement and learning in Indonesian language education. The research aims to analyze the impact of digital media on three dimensions of engagement: cognitive, emotional, and behavioral. A mixed-method approach was employed, involving surveys of 300 high school students and in-depth interviews as well as classroom observations with 10 Indonesian language teachers from various institutions. Quantitative data revealed a significant increase in student engagement, with average scores of 85% for cognitive, 78% for emotional, and 82% for behavioral engagement after the implementation of digital media. Qualitative analysis supports these findings, highlighting interactive features such as gamification, multimedia resources, and collaborative platforms as key factors driving student engagement. Digital media not only enhances deeper cognitive processing and emotional connections but also facilitates active participation in learning activities. This study underscores the importance of teacher training and institutional support to optimize the use of digital media, thereby creating more dynamic and effective learning experiences in Indonesian language education.
DISKURSUS KEARIFAN LOKAL UNTUK PENGEMBANGAN CITY BRANDING MAGELANG KOTA SEJUTA BUNGA Pamungkas, Galih Putra; Sultoni, Achmad
Jurnal Bahasa Rupa Vol. 4 No. 1 (2020): Jurnal Bahasa Rupa Oktober 2020
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/bahasarupa.v4i1.625

Abstract

This research is a discourse to streamline the development of the city branding concept of Magelang City of One Million Flowers by exploring the potential of local wisdom owned by the City of Magelang. Currently, the City of Magelang has the slogan "Magelang City of a Million Flowers". This idea is based on the history of the colonial era which at that time was the City of Magelang better known as Tuin Van Java (Garden City / Park of Java). However, on the one hand, the application of the concept has not yet run optimally. The contributing factor is the incompatibility of the concept with the fact that there is potential and the formation of an image that is not running optimally. According to the potential and the facts of the existing situation, the City of Magelang has great potential by developing the concept as a Heritage City (a city of cultural heritage) which is then followed by the concept of sustainable communication strategies that lead to heritage matters and of course according to aesthetic rules. The Magelang City Government has another choice, which is to continue the Magelang City One Million Flower program, but with the support of visual concepts that utilize all parts of the city to create a communication process by providing direct experience to consumers, namely by utilizing artifacts in the City of Magelang. Artifacts that are part of the culture of the community and have been imprinted in the memory of the community are enhanced with original flower decorations, especially the types of flowers typical of the City of Magelang and its surroundings.