Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN POC KOTORAN AYAM TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K SERTA PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN DI LAHAN GAMBUT Pratama, Dafib Brilian; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Widiarso, Bambang
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4253

Abstract

One effort to increase cucumber productivity is to increase fertilizer input. One of the fertilizer products on the market is Organic Liquid Compost (OLC). This research aims to determine the effect of giving chicken manure OLC on the availability of N, P, K nutrients as well as the growth and yield of cucumber plants in peat soil. The research consisted of 5 treatments and 4 replications, so there were 20 experimental units. The parameters used in this research include: soil pH, soil C-Organic, soil N-total, soil available P, soil K-DD, fruit length per plant, number of fruit per plant, fruit weight per plant, plant height, and number of leaves per plant. From the research results it is known that the OLC treatment of 300 ml/l chicken manure gave the best results in P-available, namely 2077 ppm, in fruit length per plant, namely 23.66 cm, in the number of fruit per plant, namely 2.25 fruit, in fruit weight per plant, namely 366.6 grams, as well as plant height, namely 101.35 cm. Keywords: cucumber plant, olc chicken manure, pead soil INTISARISalah satu upaya meningkatkan produktivitas mentimun adalah dengan meningkatkan input pupuk. Salah satu produk pupuk yang beredar di pasaran adalah Pupuk Organik Cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian POC kotoran ayam terhadap ketersediaan hara N, P, K serta pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun di tanah gambut. Penelitian terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan, sehingga terdapat 20 unit percobaan. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini meliputi: pH tanah, C-Organik tanah, N-total tanah, P-tersedia tanah, K-dd tanah, panjang buah per tanaman, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanaman, tinggi tanaman, dan jumlah daun per tanaman. Dari hasil penelitian diketahui bahwa perlakuan POC kotoran ayam 300 ml/l memberikan hasil terbaik pada P-tersedia, yaitu 2077 ppm, pada panjang buah per tanaman, yaitu 23,66 cm, pada jumlah buah per tanaman, yaitu 2,25 buah, pada berat buah per tanaman, yaitu 366,6 gram, serta pada tinggi tanaman, yaitu 101,35 cm. Kata kunci: poc  kotoran ayam, tanaman mentimun, tanah gambut
Effect of Rice Husk Bioactive Compost Charcoal Application on the Agronomic Characteristics of Peanut (Arachis hypogaea L.) on Alluvial Soil Agus Suyanto; Urai Suci Yulies Vitri Indrawati; Shinta Rosalina; Edi Kurniadi
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol 14, No 2 (2025): April 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i2.372-379

Abstract

Peanut production on alluvial soil faced challenges due to low soil fertility. The application of soil amendments such as bioactive compost charcoal (BCC) was necessary to improve alluvial soil fertility. The aim of the study was to assess the effect of rice husk BCC application on the agronomic characteristics of peanut in alluvial soil. The research was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) and analyzed using the F-test and Tukey's test at 5% significance level. The study design included 4 samples and 6 treatment levels: d1 (20 g/polybag), d2 (40 g/polybag), d3 (60 g/polybag), d4 (80 g/polybag), d5 (100 g/polybag), and d6 (120 g/polybag). The observation variables included plant height, number of branches, number of pods, pod wet weight per plant, and pod dry weight per plant. The data analysis results showed that the application of BCC had a significant effect on the agronomic characteristics of the peanut plants. The application of BCC at a dose of 120 g/polybag showed the best results and was recommended for use on alluvial soil with crop yield of of 31.72 g fresh pod or 24.86 g dry pod weight. Keywords: Agronomic characteristics, Alluvial soil, Bioactive compost charcoal, Peanut, Rice husk.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT NELAYAN BERPENGHASILAN RENDAH DI KECAMATAN SEI KAKAP DALAM PENERAPAN PERTANIAN VERTIKULTUR MENUJU KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI Alhaddad, Abdulmujid; Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2018): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 4 NO. 1 OKTOBER 2018
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v4i1.5278

Abstract

Penerapan pertanian vertikultur di Kelompok Usaha Gulame dan Puput bertujuan untuk membentuk suatu Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang dapat menunjang Program Ketahanan Pangan dan secara langsung dapat meningkatkan perekonomian masyarakat nelayan di daerah pesisir. Kehidupan masyarakat nelayan yang sebagian besar sebagai nelayan tangkap dan mempunyai lahan pekarangan sempit dan selalu terkena intrusi air laut, sehingga tidak subur. Pentingnya sayuran organik untuk kehidupan keluarga masyarakat nelayan menyebabkan transfer teknologi vertikultur yang murah dan mudah ditiru penting dilakukan. Untuk mengatasi permasalahan mitra beberapa solusi teknologi yang ditawarkan adalah transfer teknologi melalui pendampingan, pendidikan, aplikasi dan model demplot serta perbanyakan pupuk organik cair. Metode sosialisasi dan diskusi dan aplikasi langsung melalui penerapan model budidaya sayuran organik dengan metode vertikultur dilakukan sebagai media alih informasi yang bersifat interaktif dan berlangsung dua arah serta pembuatan pupuk organik cair dengan pemanfaatan limbah ikan. Metode ini merupakan inisiasi program dengan harapan kelompok mitra mempunyai pengetahuan dasar yang baik tentang pengetahuan budidaya tanaman sayuran secara organik. Penerapan program dilanjutkan dengan peningkatan ketrampilan wanita nelayan melalui kegiatan aplikasi langsung yang dilengkapi dengan demplot serta model vertikultur. Dengan memanfaatkan limbah ikan menjadi POC, maka kelompok wanita tani dari penjualan sayur organiknya dapat keuntungan sebesar Rp.5.575.000 pertahun. Katakunci: intrusi air laut, peningkatan pendapatan, KRPL, sayuran organik, vertikultur.
PENDAMPINGAN PROGRAM USAHA MIKRO KECIL MENENGAH BERBASIS PUSAT KEGIATAN BELAJAR MASYARAKAT (PKBM) MELALUI KKN-PPM DAERAH PEMEKARAN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT Asriati, Nuraini; Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 5 No. 1 (2019): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 5 NO. 1 OKTOBER 2019
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v5i1.9040

Abstract

Program Pembinaan Usaha Mikro Kecil Menengah merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial lingkungan yang bertujuan untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat melalui pembinaan dan pendampingan kepada pengusaha-pengusaha lokal yang berpotensi untuk menggerakkan perekonomian daerah serta membuka peluang bagi masyarakat sekitar dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan termasuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). PKBM berbasis kewirausahaan memang bukan wacana baru yang dicanangkan, wacana ini sudah lama di gulirkan dan disosialisasikan, tapi sebagian PKBM belum menuju ke arah sana Sekitar 90% penduduk buta aksara berusia produktif dan berada di kalangan ekonomi lemah. Upaya untuk mengatasi salah satunya dengan menerjunkan mahasiswa ke lapangan melalui kegiatan KKN-PPM. Kegiatan diikuti sebanyak total 15 orang yang tersebar pada lima lokasi PKBM, yaitu PKBM Marga Jaya, PKBM Aprilla, PKBM Surya Kencana, PKBM Siratul Jannah dan PKBM Melati dengan tiga orang mahasiswa di setiap kelompok PKBM. Pelaksanaan kegiatan program KKN-PPM berjalan lancar karena sebelum pelaksanaan kegiatan terlebih dahulu dilaksanakan survey lokasi, pendekatan dengan beberapa kelompok PKBM dan melakukan sosialisasi program ini pada usaha-usaha industri yang termasuk dalam kelompok PKBM. Selain itu, mahasiswapun dibekali pengetahuan, sikap, dan keterampilan usaha-usaha industri yang dilakukan oleh kelompok warga belajar di PKBM sebagai mata pencaharian. Rekomendasi kegiatan KKN-PPM yang akan datang dapat dilanjutkan dengan menambah unit-unit usaha lainnya yang dapat mendukung perekonomian masyarakat setempat. Dengan demikian, peran mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat dapat terlihat nyata diberbagai sektor di pedesaan. Kata Kunci: UMKM, PKBM, Program KKN-PPM.
ANEKA PRODUK OLAHAN BUAH NENAS SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN NILAI TAMBAH PRODUK DI DESA GALANG, KABUPATEN MEMPAWAH Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri; Hazriani, Rini
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 1 OKTOBER 2020
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i1.11520

Abstract

The application of PKM aims to empower organic pineapple farmers (Galang UKM) in an effort to innovate pineapple-based product diversification, so that people can get to know a variety of pineapple products (pineapple syrup) and know the benefits of consuming pineapple syrup in which marketing is still quite extensive, especially for the region outside Mempawah Regency. In addition, participants were given attractive labeling and packaging design technology, good and correct bookkeeping training in recording the benefits of marketing this syrup. In its activities, the lecturer team was assisted by 3 students. Activities in this service include the manufacture of hygienic pineapple syrup. Designing more hygienic and attractive packaging typical of Galang UKM, Financial bookkeeping training for UKM and at the end of the activity, an evaluation of the programs carried out by the lecturer team, which aims to find out the obstacles / difficulties encountered during the activity process, and then discussed to be completed followed by an exhibition of finished product businesses. It is expected that after this activity is completed, UKM Galang is able to produce pineapple processed products (pineapple syrup) that have good quality and help the Food Security Program in West Kalimantan Province.   Keywords: Various processed, label design, pineapple, empowerment, pineapple syrup.   ABSTRAK Penerapan PKM ini bertujuan untuk  pemberdayaan masyarakat tani nenas organik (UKM Galang)  dalam upaya melakukan inovasi diversifikasi produk berbasis nenas , sehingga masyarakat dapat mengenal beraneka produk nenas (sirup nenas) dan mengetahui manfaat apabila mengkonsumsi sirup nenas yang mana pemasarannya masih cukup luas terutama untuk wilayah di luar Kabupaten Mempawah. Selain itu kepada peserta di berikan teknologi mendesign label dan kemasan yang menarik, pelatihan pembukuan yang baik dan benar dalam mencatat keuntungan dari pemasaran sirup ini. Dalam kegiatannya, tim dosen dibantu oleh 3 orang mahasiswa. Kegiatan dalam pengabdian ini  yaitu pembuatan sirup nenas yang hygienis,. Mendesign  kemasan yang lebih hygienis dan menarik khas UKM Galang, Pelatihan pembukuan finansial kepada UKM dan pada akhir kegiatan, dilakukan evaluasi terhadap program-program yang telah dilakukan oleh tim dosen, yang bertujuan untuk mengetahui hambatan/kesulitan yang dihadapi selama proses kegiatan, dan kemudian didiskusikan untuk diselesaikan dilanjutkan dengan pameran usaha produk yang telah jadi. Diharapkan setelah kegiatan ini selesai, UKM Galang  mampu menghasilkan produk olahan nenas (sirup nenas) yang mempunyai kualitas yang baik dan membantu Program Ketahanan Pangan di Provinsi Kalimantan Barat.   Kata kunci: Aneka olahan, disain label, nenas, pemberdayaan, sirup nenas.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA PARIT KELADI II DENGAN PEMBUATAN BIOCHAR BERBASIS SUMBERDAYA LOKAL Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Hazriani, Rini; Manurung, Rinto
Jurnal Dinamika Pengabdian Vol. 6 No. 2 (2021): JURNAL DINAMIKA PENGABDIAN VOL. 6 NO. 2 MEI 2021
Publisher : Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jdp.v6i2.13497

Abstract

ABSTRAK Program PKM ini bertujuan untuk mentransfer teknologi pembuatan biochar berbasis limbah pertanian dengan alat pirolisis sederhana, sebagai solusi bagi para petani di Desa Parit Keladi II, Kecamatan Sei Kakap yang mengalami permasalahan berkurangnya produksi hasil pertanian dan pemanfaatan limbah pertanian.  PKM dilaksanakan selama 6 (enam) bulan dimulai dari kegiatan persiapan, sosialisasi ke Kelompok Tani (Poktan) Bersatu Karya Tani dan dilanjutkan dengan pelaksanaan program inti yaitu penyampaian materi dan praktek pembuatan biochar  dan  diakhiri dengan evaluasi dan pelaporan. Khalayak yang dituju adalah petani padi dan hortikultura yang bergabung dalam Poktan Bersatu Karya Tani. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, ceramah, diskusi, tanya jawab dan evaluasi. Pada prinsipnya bentuk kegiatan ini meliputi penyuluhan tentang manfaat biochar untuk budidaya di lahan Alluvial.  Pelaksanaan kegiatan berupa penyampaian materi dan praktek pembuatan biochar dari sekam padi, dan diakhiri dengan evaluasi dan pelaporan. Pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan biochar dari sekam merupakan kunci agar masyarakat tani dapat melaksanakannya dengan hasil yang baik. Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah masyarakat sangat antusias terhadap materi yang disampaikan karena mereka belum mengetahui hal ini sebelumnya. Pasca kegiatan ini disarankan agar pembinaan kegiatan ini terus dilakukan di bawah naungan PPL dari Kelurahan. Kata kunci: Alluvial, biochar, limbah pertanian, pirolisis sederhana, sekam padi.   ABSTRACT This Community Service Program aims to transfer the technology of making biochar based on agricultural waste with simple pyrolysis tools, as a solution for farmers in Parit Keladi II Village, Sei Kakap District who experience problems with reduced agricultural production and utilization of agricultural waste. The service was carried out for 6 (six) months starting from preparation activities, socialization to the Bersatu Karya Tani  Farmers Group and continued with the implementation of the core program, namely the delivery of materials and practice of making biochar and ending with evaluation and reporting. The target audience is rice and horticultural farmers who join the Bersatu Karya Tani Farmers Group. The methods used are counseling, lectures, discussions, questions and answers, practice and evaluation. In principle, this form of activity includes counseling on the benefits of biochar for cultivation in Alluvial land. Implementation of activities in the form of delivering material and practice of making biochar from rice husks, and ending with evaluation and reporting. Knowledge and skills in making biochar from husks are the key so that the farming community can carry it out with good results. The conclusion that can be drawn from this activity is that the community is very enthusiastic about the material presented as the technology is a new knowledge. After this activity, it is suggested that the coaching of this activity be carried out under the supervision of the agricultural extension officer (PPL) from the local government at sub-district level. Keywords: Alluvial, biochar, agricultural waste, simple pyrolysis, rice husk.
ANALISIS STATUS HARA N, P, K TANAH ENTISOL PADA TANAMAN KELAPA SAWIT DI DESA RASAU JAYA TIGA KABUPATEN KUBU RAYA Vera, Vera Ardelia; Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri; Chandra, Tino Orciny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i3.92079

Abstract

Kubu Raya merupakan salah satu kecamatan yang menyumbang produksi kelapa sawit di Kalimantan Barat. Lokasi penelitian berada pada jenis tanah Entisol. Kekurangan tanah Entisol yaitu penyerapan unsur hara oleh tanaman tidak optimal. Alternatifnya adalah pemberian pupuk NPK. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis status unsur hara N, P, K serta memberikan rekomendasi pemupukan kelapa sawit berumur 7"“11 tahun. Pengamatan karakteristik tanah dilakukan dengan boring. Parameter yang diamati yaitu horizon, warna, tekstur, struktur, dan kedalaman muka air tanah. Pengambilan sampel tanah utuh dilakukan pada 4 titik pengamatan 4 lahan menggunakan ring sampler untuk analisis bobot isi. Pengambilan tanah terganggu pada kedalaman 0 "“ 30 cm dengan metode diagonal diambil di 4 titik pengamatan menggunakan bor tanah kemudian dimasukkan dalam plastik sampel sebanyak ±1 kg untuk analisis pH, C-Organik, nitrogen total, fosfor tersedia, kalium (K-dd), KTK, dan KBHasil penelitian menunjukkan nitrogen total berkriteria tinggi, fosfor sangat tinggi, kalium rendah, dan pH masam. Rekomendasi pemupukan NPK Phonska berdasarkan hasil analisis adalah A1: 2,66 kg/pohon, A2: 2,69 kg/pohon, A3: 2,43 kg/pohon, dan A4: 2,71 kg/pohon, dilakukan dua kali dalam setahun.
PENINGKATAN PRODUKSI JERUK DAN PENDAPATAN PETANI BERBASIS BIOCHAR DAN PEMASARAN DIGITAL DI DESA SEGARAU, TEBAS Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri; Rini Hazriani; Suryadi, Urai Edi; Wanti Fitrianti; Dwi Raharjo
Jurnal Abditani Vol. 8 No. 1 (2025): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v8i1.364

Abstract

PKM ini bertujuan untuk transfer teknologi pembuatan pupuk organic berbasis biochar sekam padi dan kompos kotoran ayam untuk meningkatkan kesuburan tanah Spodosol, untuk budidaya tanaman jeruk dan padi sehingga dapat meningkatkan ekonomi petani di Desa Segarau Parit, Tebas.   Kegiatan PKM   ini berlangsung selama 8 bulan dimulai dari kegiatan persiapan, Pelatihan kegiatan inti PKM yaitu pembuatan biochar  sekam padi dan kompos kotoran  ayam, serta pembuatan sirup dan permen jelly dari jeruk. Pada akhir kegiatan, dilakukan evaluasi terhadap program- program yang telah dilakukan oleh tim dosen. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hambatan/kesulitan yang dihadapi selama proses kegiatan, dan kemudian didiskusikan untuk diselesaikan. Diharapkan setelah kegiatan PKM ini selesai, petani Poktan Harapan Baru mampu membuat pupuk organik yaitu biochar  sekam padi diperkaya kotoran ayam yang mempunyai kualitas yang baik sehingga membantu menyuburkan tanah Spodosol. Selain itu Poktan Harapan Baru juga mempunyai produk unggulan yaitu sirup dan permen jelly dari jeruk yang tidak terasa pahit.
PENGARUH PEMBERIAN TEPUNG CANGKANG TELUR DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N,P,K SERTA PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI RAWIT PADA TANAH ALLUVIAL Yesi, Akwilna; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Riduansyah, Riduansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.89044

Abstract

Tanah Alluvial merupakan tanah yang cenderung tergolong sebagai tanah muda, dicirikan dari kenampakan profil dengan sedikit horison. Tanah Alluvial memiliki beberapa kendala diantaranya tingkat kesuburan tanah yang rendah, satu diantara upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi tanaman cabai rawit dengan pemberian pupuk organik seperti tepung cangkang telur bertujuan untuk menetralkan pH tanah dan pupuk kandang ayam bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan hara N,P,K dalam tanah. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial, yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama tepung cangkang telur yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah pupuk kandang ayam terdiri dari 3 taraf sehingga terdapat 27 polybag. C0 ( tanpa tepung cangkang telur) ,C1 (80 g Tepung cangkang telur), C2 (160 g Tepung cangkang telur), K0 (Tanpa pupuk kandang ayam), K1 (500 g pupuk kandang ayam), K2 (1000 g pupuk kandang ayam). Hasil penelitian diperoleh pemberian tepung cangkang telur dan pupuk kandang ayam dapat meningkatkan ketersediaan hara yaitu N,P,K tanah serta pertumbuhan tanaman cabai rawit pada tanah Alluvial dan meningkatkan tinggi tanaman cabai rawit pada perlakuan C2K2 (160 g tepung cangkang telur dan 1000 g pupuk kandang ayam) tinggi mencapai 51 cm dan dapat meningkatkan parameter seperti pH H2O tanah sebesar 60 %, C-organik tanah sebesar 18 %, ketersediaan hara tanah seperti Nitrogen total tanah sebesar 11 %, Fospor sebesar 275 %, Kalium sebesar 573 %.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI BIOCHAR TKKS DAN KOMPOS PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K TANAH SERTA PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI RAWIT PADA TANAH ENTISOL Sutaemi, Wawa; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Arief, Feira Budiarsyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i1.88311

Abstract

Tanah Entisol adalah tanah yang berasal dari endapan Alluvial atau kolovial muda dengan perkembangan profil lemah. Tanah Entisol di Kalimantan Barat tersebar cukup luas sehingga berpotensi cukup baik untuk mengembangkan tanaman cabai rawit, akan tetapi dalam pemanfaatannya memiliki kendala kesuburan tanah. Upaya perbaikan dapat dilakukan dengan pemberian pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi biochar TKKS dan kompos pupuk kandang ayam terhadap ketersediaan hara N, P, K serta pertumbuhan tanaman cabai rawit pada tanah Entisol. Rancangan yang digunakan adalah metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 kombinasi perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 24 polybag (tanaman). Kombinasi perlakuan terdiri dari B0(Tanpa Perlakuan), B1(250 gram biochar TKKS+250 gram kompos pukan ayam), B2(500 gram biochar TKKS+500 gram kompos pukan ayam), B3(750 gram biochar TKKS+750 gram kompos pukan ayam), B4(1000 gram biochar TKKS+1000 gram kompos pukan ayam), B5(1250 gram biochar TKKS+1250 gram kompos pukan ayam). Hasil penelitian diperoleh kombinasi perlakuan biochar TKKS dan kompos pukan ayam berpengaruh nyata terhadap hampir semua parameter penelitian kecuali pH tanah. Perlakuan B4 merupakan kombinasi perlakuan yang dapat meningkatkan pH tanah sebesar 0,30%, C-organik tanah sebesar 21%, P-tersedia tanah sebesar 349%, K-dd tanah sebesar 85%, dan tinggi tanaman sebesar 62%.