Claim Missing Document
Check
Articles

TRANSFER TEKNOLOGI GREEN FERTILIZER UNTUK MENINGKATKAN KESUBURAN TANAH MARGINAL Urai Suci Yulies Vitri Indrawati; Rini Hazriani; Manurung, Rinto; Leony Agustine
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 1 (2024): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i1.286

Abstract

PKM ini bertujuan untuk transfer teknologi pembuatan pupuk organic Green Fertilizer berbasis biochar sekam padi dan kompos kotoran sapi untuk meningkatkan kesuburan tanah Ultisol, untuk budidaya tanaman semusim sehingga dapat meningkatkan ekonomi petani di Desa Sei Jaga A, Kabupaten Bengkayang. Kegiatan PKM ini berlangsung selama 4 bulan dimulai dari kegiatan persiapan, Pelatihan kegiatan inti PKM yaitu pembuatan biochar dari sekam padi dan kompos dari kotoran sapi. Pada akhir kegiatan, dilakukan evaluasi terhadap program- program yang telah dilakukan oleh tim dosen. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hambatan/kesulitan yang dihadapi selama proses kegiatan, dan kemudian didiskusikan untuk diselesaikan. Diharapkan setelah kegiatan PKM ini selesai, petani padi mampu membuat biochar dari sekam padi yang mempunyai kualitas yang baik dan membantu menyuburkan tanah sawah.
TRANSFER TEKNOLOGI PEMBUATAN PUPUK ORGANIK BIOSAKA UNTUK BUDIDAYA SAYUR PEKARANGAN DI DESA PAL IX, KABUPATEN KUBU RAYA Rini Hazriani; Urai Suci Yulies Vitri Indrawati; Manurung, Rinto; Leony Agustine
Jurnal Abditani Vol. 7 No. 1 (2024): April
Publisher : FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS ALKHAIRAAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/abditani.v7i1.323

Abstract

Penerapan PKM ini bertujuan untuk  pemberdayaan petani  dalam upaya pembuatan biosaka dari rerumputan segar   di sekitar lahan pertanian, bertujuan   untuk meningkatkan kesuburan tanah Alluvial untuk budidaya sayuran buah, sehingga dapat meningkatkan produksi pertanian di Desa Pal 9, Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan PKM ini berlangsung selama 4 bulan dimulai dari kegiatan persiapan, Pelatihan kegiatan inti PKM yaitu pembuatan biosaka dari . pada akhir kegiatan, dilakukan evaluasi terhadap program- program yang telah dilakukan oleh tim dosen. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hambatan/kesulitan yang dihadapi selama proses kegiatan, dan kemudian didiskusikan untuk diselesaikan. Diharapkan setelah kegiatan PKM ini selesai, petani sayur   mampu membuat pupuk organic Biosaka dari bahan organic disekitar lahan pertanian, sehingga membantu menyuburkan tanah pertanian.    
Studi Bakteri Pendegradasi Fenol pada Lapisan Acrotelm dan Catotelm Di Hutan Rawa Gambut Handayani, Wiji Pamungkas; Anshari, Gusti Zakaria; Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol 9, No 2 (2023): Agustus
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v9i2.63974

Abstract

Peat soils are formed from woody materials which generally contain a lot of lignocellulosic organic  compounds such as lignin which in the degradation process produces reactive carboxyl groups and  phenolic  compounds.  Degradation  of  phenolic  compounds  can  be  carried  out  enzymatically  by  phenol-  degrading bacteria. The purpose  of this study was to compare the number  of  bacterial colonies  degrading phenolic compounds in the acrotelic and catotelm layers in the upstream and downstream  locations of the peat swamp forest in Permata Village, Terentang District, Kubu Raya Regency. Soil  samples were taken in 2 plots (upstream and downstream from the canal blocking) at a distance of 500  meters using a peat drill. Each plot was then taken 3 drill points to form a triangular pattern with a  distance of 30 meters with a peat depth level (Acrotelm) 0-10 cm, 10-20 cm and peat depth (Catotelm)  300-310 cm, 310-320 cm. Bacterial colonies were counted using the Total Plate Count method on  Mineral Salt Medium and pure phenol selective media. Total phenolic compounds in peatlands were  tested using 10% Folin-Ciocalteu solution and 2% Na2CO3. The number of bacterial colonies at  locations  upstream  from  the  canal  blocking  in  the  acrotelmic  layer  is  0-10  cm  deep  (7,5x104  cfu/gr)  and  10-20 cm deep (8,8x104  cfu/g), while bacteria in the catotelm layer are 300-310 cm deep (2,1x104  cfu/gr)  and  a  depth  of  310-320  cm  (2,2x104  cfu/gr).  The  number  of  bacterial  colonies  downstream  from  the canal blocking in the acrotelm layer at a depth of 0-10 cm (2,3x104  cfu/gr) and at a depth of 10-20  cm (3,1x104  cfu/gr), while bacteria in the catotelm layer at a depth of 300-310 (1,7x104  cfu/g) and a  depth  of  310-320 cm  (1,6x104  cfu/g).
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) PADA TANAH GAMBUT Mikola, Nada; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Arief, Feira Budiarsyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.87654

Abstract

Luasan lahan Gambut di Kalimantan Barat mencapai 1.729.653 ha sehingga memiliki potensi cukup besar untuk dimanfaatkan sebagai lahan budidaya pertanian. Tanah Gambut memiliki beberapa kendala diantaranya permeabilitas tinggi, pH rendah, ketersediaan unsur N dan K rendah, sehingga kurang optimal bagi budidaya tanaman bawang merah. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman di lahan Gambut adalah dengan penggunaan pupuk kandang ayam. Penelitian merupakan percobaan yang disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Percobaan terdiri dari satu faktor yaitu Pukan Ayam (P). Percobaan P0 (kontrol), P1 (600 g/polybag), P2 (1200 g/polybag), P3 (1800 g/polybag), P4 (2400 g/polybag), masing-masing dari perlakuan tersebut diulang sebanyak 5 kali. Setiap unit perlakuan terdiri dari 5 polybag sehingga total 25 polybag. Pengaruh perlakuan terhadap parameter pengamatan dianalisis dengan ragam (ANOVA) uji F. Berdasarkan penelitian hasil terbaik P4 (2400 g) pupuk kandang ayam berpengaruh nyata dalam meningkatkan pH 45,01%,   C-organik 3,27%, nitrogen-total tanah 4,28%, fosfor tanah 22,24 %, K-dd tanah 3,4 %, tinggi tanaman 47,7 % dan berat umbi/polybag 2,98% tanaman bawang merah di tanah gambut.
OPTIMALISASI PEMBUATAN KOMPOS DARI ENCENG GONDOK UNTUK PENINGKATAN KESUBURAN TANAH ALLUVIAL DI DESA PAL IX KUBU RAYA Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri; Hazriani, Rini; Manurung, Rinto; Agustine, Leony
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v5i4.4518

Abstract

Desa Pal IX Kubu Raya memiliki lahan pertanian yang didominasi oleh tanah Alluvial dengan tingkat kesuburan yang rendah. Tanah tersebut mengalami kekurangan unsur hara makro, pH masam, serta memiliki kapasitas tukar kation (KTK) dan kapasitas basa (KB) yang rendah. Kondisi ini menyebabkan produktivitas pertanian, khususnya untuk budidaya sayuran buah, menjadi terbatas. Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kesuburan tanah adalah dengan memanfaatkan enceng gondok sebagai bahan baku kompos. Tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini adalah untuk memberdayakan petani di Desa Pal IX dalam upaya pembuatan kompos dari enceng gondok, yang diharapkan dapat meningkatkan kesuburan tanah Alluvial dan mendukung keberhasilan budidaya sayuran buah. Program ini dilaksanakan di Poktan Bersatu Karya Tani yang beranggotakan 10 orang petani. Kegiatan PKM ini terdiri dari beberapa tahapan, yakni sosialisasi, penyuluhan mengenai manfaat dan teknik pembuatan kompos, praktek langsung pembuatan kompos, serta evaluasi kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar peserta PKM merasakan manfaat yang signifikan dari program ini, terutama dalam meningkatkan pengetahuan mereka mengenai teknik pembuatan kompos yang efektif. Selain itu, peserta juga setuju bahwa program ini sangat relevan dengan permasalahan yang dihadapi, yaitu kesuburan tanah yang rendah. Sebagian besar petani menyatakan akan melanjutkan pembuatan kompos ini setelah program selesai, yang menunjukkan adanya keberlanjutan dan potensi peningkatan produktivitas pertanian di Desa Pal IX. Dengan adanya transfer teknologi ini, diharapkan petani dapat lebih mandiri dalam mengelola kesuburan tanah mereka secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan hasil pertanian.
Production of Bokashi and Liquid Organic Fertilizer (LOF) with Trichoderma Sp. Decomposer Based on Agricultural Waste and Its Application to Horticultural Plants Maulidi, Maulidi; Warganda, Warganda; Listiawati, Agustina; Asnawati, Asnawati; Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i4.11340

Abstract

Horticulture farmers in Rasau Jaya 2 Village, Kubu Raya Regency, cultivate plants on peatlands using large amounts of inorganic fertilizers. Continuous use degrades the peat soil and drastically reduces its organic matter content. This reduction leads to soil hardening, poor water flow, and impaired root development, causing decreased horticultural production. Using liquid organic fertilizer (LOF) and organic matter applications is recommended to address these issues. The PKM (Community Service Program) was implemented through lectures, discussions, training, and demonstrations on making bokashi and LOF with Trichoderma sp. decomposer and their application to horticultural plants. Additionally, monitoring and evaluation of PKM activities were conducted in Rasau Jaya 2 Village. This activity's achieved targets and outcomes include farmers' independence in utilizing agricultural waste as raw materials to produce bokashi and LOF, reducing inorganic fertilizer use. Horticulture farmers were highly enthusiastic about the materials for making bokashi and LOF.
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR TANKOS DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP SERAPAN UNSUR HARA N,P,K CABAI MERAH BESAR (CAPSICUM ANNUUM L.) DI TANAH ULTISOL Sari, Fitria Nopita; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Arief, H. Feira Budiarsyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.90568

Abstract

Tanah Ultisol mencakup 25% daratan Indonesia, namun kesuburannya rendah dengan pH masam dan kandungan kation dapat tukar yang rendah. Penambahan biochar dan pupuk kandang ayam dapat meningkatkan kualitas tanah serta mendukung produktivitas cabai merah besar (Capsicum annuum L.), yang merupakan komoditas penting dengan produksi nasional mencapai 1,21 juta ton pada 2017. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian biochar tankos dan pupuk kandang ayam terhadap serapan unsur hara tanaman cabai merah besar (Capsicum annuum L.) di tanah ultisol. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan (27 plot). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian perlakuan tunggal biochar tankos dengan dosis B3 (30 ton/Ha) memberikan pengaruh positif terhadap serapan P tanaman sebesar 85,71 %. Perlakuan A1B3 memberikan hasil rata-rata tertinggi pada parameter berat kering bagian atas tanaman sebesar 6,54 g dan serapan N tanaman sebesar 0,30 g, sementara itu perlakuan A3B3 memberikan hasil tertinggi pada parameter serapan K tanaman dengan nilai sebesar 0,71 g.  
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR TANKOS DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP KETERSEDIAAN HARA N, P, K DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG (Zea mays L.) DI TANAH ULTISOL Yuniasih, Indah Maulida; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Nuriman, Muhammad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i2.90569

Abstract

Tanah Ultisol memiliki potensi besar untuk pertanian, namun karakteristiknya yang kurang subur membatasi produktivitas tanpa pengelolaan yang tepat. Biochar mampu meningkatkan kandungan karbon tanah, retensi air, dan efisiensi hara, sementara pupuk kandang ayam memperbaiki kesuburan tanah dengan menyediakan hara makro dan mikro, meningkatkan KTK, serta mengurangi toksisitas logam berat seperti aluminium, besi, dan mangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara biochar tankos dan pupuk kandang ayam terhadap ketersediaan hara N, P, K dan pertumbuhan tanaman jagung di tanah Ultisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga terdapat 27 polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biochar tankos meningkatkan diameter batang jagung sebesar 14,53%. Pupuk kandang ayam meningkatkan pH tanah (6,12%), K-dd (7,87%), dan P-tersedia (119,45%). Kombinasi 900 g biochar tankos dan 900 g pupuk kandang ayam (B3C3) secara signifikan meningkatkan N-total, tinggi tanaman (119,45%), dan diameter batang (23,53%). C-organik tidak menunjukkan pengaruh nyata. Hasil ini menunjukkan bahwa interaksi biochar tankos dan pupuk kandang ayam efektif meningkatkan kesuburan Ultisol dan pertumbuhan jagung.
PENINGKATAN PRODUKSI JERUK MELALUI PENERAPAN BIOCHAR SEKAM PADI DI KECAMATAN TEBAS Suryadi, Urai Edi; Indrawati , Urai Suci Yulies Vitri; Hazriani, Rini
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i1.4552

Abstract

Kelompok Tani Tanjung Pandan di Kecamatan Tebas merupakan salah satu kelompok tani yang membudidayakan jeruk manis dan padi di lahan Alluvial. Lahan ini memiliki kendala kesuburan akibat rendahnya kadar unsur hara makro dan mikro, tingginya bahan organik, serta kandungan pirit dan logam berat seperti Fe dan Al yang bersifat toksik bagi tanaman. Akibatnya, produksi jeruk manis terus menurun setiap tahunnya. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mentransfer teknologi pembuatan pupuk organik berbasis biochar sekam padi sebagai amelioran tanah guna meningkatkan kesuburan lahan dan produktivitas pertanian. Kegiatan ini melibatkan 20 petani dari Kelompok Tani Tanjung Pandan dan dilaksanakan melalui metode penyuluhan dan pelatihan. Penyuluhan diberikan mengenai manfaat biochar sekam padi dalam meningkatkan kesuburan tanah, sedangkan pelatihan mencakup tahapan pembuatan biochar, mulai dari persiapan bahan baku, proses pembakaran menggunakan alat pirolisis sederhana, hingga pencampuran dengan kompos dan penyimpanan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebelum pelatihan, sebagian besar peserta belum memahami konsep biochar dan cara pembuatannya. Setelah program selesai, 90% peserta mampu memproduksi biochar dengan benar dan menerapkannya pada lahan pertanian mereka. Penerapan teknologi biochar ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman jeruk manis dan padi secara berkelanjutan serta menjadi model yang dapat diadopsi oleh kelompok tani lainnya.
KEMAMPUAN BEBERAPA JENIS ISOLAT TRICHODERMA PADA TANAH ULTISOL DAN TANAH GAMBUT TERHADAP SERAPAN P DAN PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI (Glycine max L.) Savira, Veny; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Sulakhudin, Sulakhudin
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4237

Abstract

Trichoderma spp. can act as a biofactor to accelerate decomposition, as a phosphate solvent and to control pests and diseases. This research aims to determine the effect of Trichoderma species and soil type on P uptake and growth of soybean plants (Glycine max.L). The research was carried out at the experimental field of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. The experiment was carried out using the field experimental method with a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 2 factors. Factor A is the type of soil and factor B is the type of Trichoderma. Factor A consists of 2 treatment levels and factor B consists of 3 treatment levels with 5 replications so that there are a total of 30 polybags. Factor A consists of 2 levels, namely peat soil and Ultisol and factor B consists of 3 levels, namely Trichoderma harzianum, Tricoderma koningii, and Trichoderma viride. The effect of treatment on observation parameters was analyzed using Analysis of Variance / Two way ANOVA. If there is a real effect of treatment on diameter, continue with the Tukey's Honestly Significant Difference Test (HSD-Tukey's). The results show that soil type and Trichoderma type have a significant effect on soil pH. Soil type treatment has a significant effect on plant height, plant dry weight, soil pH, soil organic carbon and soil available phosphorus. Treatment of Trichoderma types has a real influence on soil pH. The interaction between soil type and Trichoderma treatment had a significant effect on soil pH. Keywords: peat, P uptake, soybean,, Trichoderma, Ultisol. INTISARITrichoderma spp. dapat berperan sebagai biofaktor untuk percepatan dekomposisi, sebagai pelarut fosfat dan pengendalian hama penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis Trichoderma dan jenis tanah terhadap serapan P dan pertumbuhan tanaman kedelai (Glycine max.L). Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Percobaan dilakukan menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri 2 faktor. Factor A adalah jenis tanah dan factor B adalah jenis Trichoderma. Faktor A terdiri 2 taraf perlakuan dan faktor B terdiri 3 taraf perlakuan dengan 5 ulangan sehingga total ada 30 polybag. Faktor A terdiri dari 2 taraf yaitu tanah gambut dan Ultisol dan factor B terdiri dari 3 taraf, yaitu Trichoderma harzianum, Tricoderma koningii, dan Trichoderma viride. Pengaruh perlakuan terhadap parameter pengamatan dianalisis dengan Analysis of Variance / ANOVA Two way. Apabila terdapat pengaruh nyata perlakuan terhadap diameter, dilanjutkan dengan uji Uji Beda Nyata Jujur Tukey’s (HSD-Tukey’s). Hasil menunjukkan bahwa jenis tanah dan jenis Trichoderma berpengaruh nyata terhadap pH tanah. Perlakuan jenis tanah berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, berat kering tanaman, pH tanah, karbon organik tanah, dan fosfor tersedia tanah. Perlakuan jenis Trichoderma memberikan pengaruh nyata terhadap pH tanah. Interaksi perlakuan jenis tanah dan jenis Trichoderma berpengaruh nyata terhadap pH tanah. Kata kunci : gambut, kedelai, serapan P, Trichoderma, ultisol.