Claim Missing Document
Check
Articles

Aplikasi Pembuatan POC Berbasis Limbah Organik Untuk Budidaya Sawi Hijau Di Kecamatan Pontianak Kota Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri; Hazriani, Rini
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan PKM ini bertujuan untuk pemberdayaan remaja atau anggota KU Dina Herbist dalam upaya pembuatan POC berbasis limbah organic untuk budidaya sawi hijau di pekarangan rumah, sehingga dapat mencukupi kebutuhan sayur keluarga di Pontianak Kota.. Kegiatan PKM ini berlangsung selama 4 bulan dimulai dari kegiatan persiapan, Pelatihan kegiatan inti PKM yaitu pembuatan POC dari limbah organik. Dan pada akhir kegiatan, dilakukan evaluasi terhadap program- program yang telah dilakukan oleh tim dosen. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui hambatan/kesulitan yang dihadapi selama proses kegiatan, dan kemudian didiskusikan untuk diselesaikan. Diharapkan setelah kegiatan PKM ini selesai, anggota KU Dina Herbist mampu membuat POC dari limbah organik atau bahan organik disekitar rumah, sehingga membantu menyuburkan tanah. Kata kunci : Alluvial, Limbah organik, POC, Sawi hijau
Identifikasi, Potensi Dan Pengelolaan Pertanian Di Kecamatan Jangkang Kurniati, Dewi; Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 4 No. 4 (2023): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Jangkang, merupakan wilayah bagian dari Kabupaten Sanggau yang memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, adapun hasil pertanian yang terdapat di Kecamatan Jangkang berasal dari hasil tanaman pangan, tanaman hortikultura dan tanaman perkebunan. Namun dari potensi sumber daya yang ada pengelolaan terhadap kegiatan pertanian sebagian besar masih dilakukan secara konvensional dan belum banyak mengadopsi teknologi pertanian dalam pengelolaan pertanian untuk peningkatan hasil. Melihat fenomena diatas, maka diperlukan adanya pendampingan melalui kegiatan PKM ini mencoba untuk membahas tentang beberapa langkah dan metode sederhana untuk menentukan dan menggali potensi-potensi yang dimiliki oleh daerah agar dapat dikembangkan dalam jangka menengah dan jangka Panjang, dan mentransfer bentuk teknologi yang tepat untuk peningkatan hasil pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya daerah Kabupaten Jangkang sehingga kemandirian daerah secara ekonomi dapat terwujud. Metodel pelaksanaan dilakukan dengan penyuluhan melalui tahap : orientasi, tatap muka, penyuluhan, pelatihan dan evaluasi. Hasil kegiatan PKM menunjukkan bahwa terdapat potensi yang di miliki Kecamatan Jangkang pada hasil-hasil pertanian, pengelolaan kegiatan pertanian sangat memerlukan dukungan dan upaya dari pemerintah setempat sebagai dinamistaor dan fasilitator bersama masyarakat petani dalam pembanguan pertanian daerah serta menjalin kemitraan dengan pihak swasta dan akademisi untuk terlibat dalam pembanguan pertanian daerah. Kata Kunci: Hortikultura, Konvensional,Perkebunan, Potensi daerah, Peningkatan hasil pertanian
Pelatihan Analisis Finansial Pada Usaha Pembuatan Biochar Dari Sekam Padi Sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Petani Di Kabupaten Kubu Raya Kurniati, Dewi; Suyatno, Adi; Permatasari, Nia; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3093

Abstract

Limbah sekam padi dari usahatani padi berpotensi untuk dikembangkan menjadi biochar. Biochar merupakan salah satu alternatif dalam meningkatkan produksi pertanian di lahan petani. Selain itu, produksi biochar dapat menjadi alternatif usaha untuk meningkatkan pendapatan petani. Kegiatan pelatihan dan penyuluhan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan wawasan pengertian biochar dan manfaat dari biochar bagi pertanian, memberikan pengetahuan tentang jenis biaya yang dihasilkan dari biochar, melatih petani untuk dapat melakukan analisis finansial. Metodenya adalah penyuluhan dan pelatihan. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman petani dalam kegiatan pelatihan dan penyuluhan. Respon yang sangat baik dan antusiasme peserta yang tinggi terlihat dari banyaknya peserta yang hadir, aktif mengikuti diskusi, dan minat yang cukup tinggi untuk tindak lanjut kegiatan dengan praktek terus menerus.
Pengolahan Limbah Ikan Menjadi Pupuk Organik Ramah Lingkungan Di Kecamatan Mempawah Hilir Kabupaten Mempawah Asnawati, Asnawati; Listiawati, Agustina; Warganda, Warganda; Maulidi, Maulidi; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN)
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i2.3096

Abstract

Desa Malikian memiliki potensi yang cukup besar dalam memproduksi limbah ikan, dimana selama ini hanya dibuang begitu saja, sehingga cenderung mencemari lingkungan. Sementara itu bagi sebagian masyarakat yang berprofesi sebagai petani khususnya kelompok Tani Desa Malikian yang membudidayakan tanaman hortikultura, pupuk merupakan hal yang sangat dibutuhkan. Selama ini para petani tergantung pada penggunaan pupuk kimia untuk menunjang hasil pertanian hortikultura mereka. Berdasarkan analisis situasi ini, maka Tim PKM Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura memberikan solusi dengan inseminasi teknologi pengolahan limbah ikan sebagai potensi yang ada di Desa Malikian, menjadi pupuk organik cair maupun padat, serta cara aplikasinya pada tanaman. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyuluhan, demonstrasi, pelatihan dan pendampingan pembuatan produk, serta monitoring dan evaluasi. Setelah  kegiatan PKM  ini diharapkan  kelompok tani desa Malikian sebagai mitra dapat memanfaatkan limbah ikan yang banyak tersedia disekitar daerah Malikian untuk membuat  pupuk organik. Hasil PKM ini yaitu pembuatan POC dan POP dapat digunakan sebagai alternatif untuk meningkatkan ketersediaan hara makro dan mikro, membuat tanaman lebih sehat, dan meningkatkan produksi lebih optimal.  
Pengaruh Kombinasi Biochar Sekam Padi dan Kompos Kotoran Ayam Terhadap Ketersediaan N, P, K Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum Mill.) di Tanah Aluvial Andini, Bella; Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri; Nuriman, Muhammad
Sustainability Nexus: Journal of Agriculture Vol 1, No 1 (2025): March
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/nexus.v1i1.90661

Abstract

Tanah Alluvial terbentuk di area yang sering mengalami banjir atau baru-baru ini terkena banjir, sehingga tanah Alluvial ini dikategorikan sebagai tanah muda yang belum mengalami diferensiasi horison. Umumnya, sifat tanah Alluvial bervariasi tergantung pada bahan-bahan yang diangkut dan diendapkan, dan penyebarannya tidak terpengaruh oleh ketinggian atau iklim (Fiantis, 2017). Luas dataran Alluvial di Kalimantan Barat kurang lebih 1.793.771 hektar (Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat 2019). Tanaman tomat (Solanum lycopersicum Mill.) adalah buah yang kaya akan vitamin dan senyawa likopen, yang memiliki manfaat kesehatan yang signifikan1. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kombinasi biochar sekam padi dan kompos kotoran ayam terhadap ketersediaan N,P,K tanah dan pertumbuhan tanaman tomat di tanah Alluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 dosis   perlakuan menggunakan kombinasi biochar dan kompos kandang ayam. Dengan perbandingan rasio 25:75%, berdasarkan penelitian sebelumnya Indrawati (2024) menyatakan bahwa kombinasi biochar dan kotoran ayam sebesar 60 ton/ha dapat meningkatkan produksi tanaman tomat. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali maka terdapat 25 polybag. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah N- Total, P-Tersedia, K-Tersedia, serta tinggi tanaman. A0 (Tanpa biochar dan kompos kotoran ayam), A1 (15 ton/ha   atau setara dengan 450g/polybag), A2 (30 ton/ha atau setara dengan 900 g/polybag), A3 (45 ton/ha atau setara dengan 1.350 g/polybag), A4 (60 ton/ha atau setara dengan 1.800 g/polybag). Pemberian kombinasi biochar sekam padi dan kompos kotoran ayam tidak memiliki pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi serta diameter batang tanaman tomat, namun berpengaruh sangat nyata terhadap ketersediaan yang meningkat seperti Karbon organic 39%, Nitrogen total 44 %,Fosfor tersedia 17,39 %, Kalium dapat ditukar 5%, dosis terbaik terdapat pada perlakuan A2 (30ton/ha) dengan peningkatan tinggi tanaman 18%, serta diameter batang 7%.
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI BIOCHAR TANKOS DAN PUKAN SAPI TERHADAP EFESIENSI SERAPAN N, P, K, DAN HASIL TANAMAN CABAI BESAR DI TANAH ALLUVIAL Borneo, Ginelar Noto; Vitri Indrawati, Urai Suci Yulies; Junaidi, Junaidi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4608

Abstract

The large chili plant (Capsicum annum L.) is one type of important horticultural plant that is cultivated commercially. It has quite complete nutritional content and also has high economic value. This research was carried out for 6 months, in the experimental field of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Kota. Pontianak, West Kalimantan Province starting from preparing the planting media until the plants reach the maximum generative phase. Presentation of analytical data was obtained from the Chemistry Laboratory, Physics Laboratory, Tanjung Pura University. This research used a factorial Completely Randomized Design (CRD) method consisting of 2 factors, namely tankos biochar and cow manure. 3 levels of treatment. Each factor was repeated 3 times and in 3 pots without treatment, so that 30 polybags were obtained. Observation variables in this research included dry weight (g), N uptake (mg), P uptake (mg), K uptake ( mg), Fruit Weight (g), Fertilization Efficiency, The results of the research show that the real influence is Plant Dry Weight 17.306%, and fruit weight 798.64%, N, P, K uptake efficiency, the highest uptake value is K B3P3 31 .46%. Keywords : big chili, alluvial, biochar, NPK uptake, efficiency
PEMBERIAN PUPUK KOTORAN AYAM DAN CANGKANG TELUR UNTUK MENINGKATKAN KETERSEDIAAN HARA N, P, K DAN PERTUMBUHAN TANAMAN KEDELAI PADA ULTISOLS Juraidah, Juraidah; Hayati, Rita; Vitri Indrawati, Urai Suci Yulies
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 4 (2024): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i4.4785

Abstract

Cultivation of soybean plants in Ultisols is faced with problems of acidity and high Al content, as well as low fertility in both macro and micronutrients. This research aims to determine the effect of the interaction of chicken manure and egg shells on the availability of N, P, and K nutrients and the growth of soybean plants. The research was conducted from January to May 2022 at the Experimental Garden, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. A Randomized Block Design (RAK) with two factors, namely chicken manure (0, 50, 75, and 100 tons/ha) and egg shells (0, 1, 2, and 3 tons/ha) was used in this experiment. The research results showed that the interaction of providing chicken manure (100 tons/ha) and egg shells (3 tons/ha) could increase N nutrient availability by 86.66%. Providing 50 tons/ha of chicken manure can increase soil pH and P and K nutrient availability by 4.01%, 286.66%, and 95.29% respectively. The growth parameters of plant height, stem diameter, and number of leaves increased by 91.48%, 120.83%, and 221.27%, respectively. Providing 1 ton/ha of eggshells can increase soil pH by 2.48%. These results confirm that the application of chicken manure and egg shells can increase the availability of soil nutrients and increase the growth of soybean plants in Ultisols.
IDENTIFIKASI DAN KAJIAN PEMANFAATAN SUMBER AIR SEBAGAI SUMBER AIR BAKU DI KAWASAN FUNGSI LINDUNG TAMAN NASIONAL GUNUNG PALUNG, KABUPATEN KAYONG UTARA Riduansyah, Riduansyah; Junaidi, Junaidi; Vitri Indrawati, Urai Suci Yulies; Widiarso, Bambang
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3595

Abstract

Water is very necessary for development in almost all sectors, from the agriculture and fisheries sector, facilities and infrastructure, the environment to tourism. Water can be used as raw water for drinking water, irrigation, daily needs such as bathing and washing, industrial needs and for other purposes such as fishing and swimming pools. The sustainability of water resources needs to be maintained considering its very important benefits in life and development. The government and KKU community must of course make every effort to utilize all the potential of natural resources and human resources and technology to meet the main living needs of the community by examining all existing potential. Research methods (1) field observation, (2) interviews, and (3) Focus Group Discussion (FGD). Government Regulation (PP) Number 82 of 2001 concerning Water Quality Management and Control of Water Pollution that can be used as a drinking water source is a water source located within the Sukadana District area.The results of the study show that water that can be used as a source of drinking water is a water source located within the Sukadana District area Government Regulation (PP) Number 82 of 2001 concerning Water Quality Management and Control of Water Pollution that can be used as a drinking water source is a water source located within the Sukadana District area. The results of the study show that water that can be used as a source of drinking water is a water source located within the Sukadana District area water sources: Lubuk Tapah/Mentubang (elevation 73 meters above sea level), Air Padan/Air Berguruh (elevation 30 meters above sea level), Water Panjang/Sembutak (18 meters above sea level) Water Turturh (19 meters above sea level), Batu Gamal (35 meters above sea level), Ceremai (78 meters above sea level) , Lubuk Baji(314 masl), Air Genteng/Air Genderia/Mt. Peramas (elevation 43 meters above sea level) Air Mt. Mask (elevation 58 meters above sea level) Madi Bintang/Air Pauh (elevation 85 meters above sea level), Air Pematang/Pangkalan Taib (elevation 18 meters above sea level), Ne' Utong (elevation 27 meters above sea level). Keywords: raw water, clean water, clean water recommendations, water resources INTISARI  Air sangat diperlukan untuk pembangunan hampir di semua sektor, mulai dari sektor pertanian dan perikanan, sarana dan prasarana, lingkungan hidup hingga pariwisata. Air dapat dimanfaatkan sebagai air baku untuk air minum, irigasi, kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci, kebutuhan industri dan untuk keperluan lain seperti pemancingan dan kolam renang. Keberlanjutan sumber daya air perlu dijaga mengingat manfaatnya yang sangat penting dalam kehidupan dan pembangunan. Pemerintah dan masyarakat KKU tentunya harus berupaya semaksimal mungkin untuk memanfaatkan seluruh potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia serta teknologi untuk memenuhi kebutuhan hidup utama masyarakat dengan menelaah seluruh potensi yang ada. Metode penelitian (1) observasi lapangan, (2) wawancara, dan (3) Focus Group Discussion (FGD). Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air minum adalah sumber air yang terletak di wilayah Kecamatan Sukadana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air minum adalah sumber air yang berada dalam wilayah Kecamatan Sukadana Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air minum adalah sumber air yang terletak di dalam wilayah Kecamatan Sukadana. Daerah Kecamatan Sukadana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa air yang dapat digunakan sebagai sumber air minum adalah sumber air yang terletak di wilayah Kecamatan Sukadana Sumber air : Lubuk Tapah/Mentubang (ketinggian 73 meter diatas permukaan laut), Air Padan/Air Berguruh ( ketinggian 30 meter diatas permukaan laut), Perairan Panjang/Sembutak (18 meter diatas permukaan laut), Perairan Turturh (19 meter diatas permukaan laut), Batu Gamal (35 meter diatas permukaan laut), Ceremai (78 meter diatas permukaan laut), Lubuk Baji (314 mdpl), Air Genteng/Air Genderia/Mt. Peramas (ketinggian 43 meter di atas permukaan laut) Air Gunung Masker (ketinggian 58 meter di atas permukaan laut) Madi Bintang/Air Pauh (ketinggian 85 meter di atas permukaan laut), Air Pematang/Pangkalan Taib (ketinggian 18 meter di atas permukaan laut), Ne ' Utong (ketinggian 27 meter di atas permukaan laut). Kata Kunci: air baku, air bersih, rekomendasi air bersih, sumber daya air
PENGARUH DOSIS KOMBINASI BIOCHAR TANKOS DAN BIOCHAR KOTORAN AYAM TERHADAP EFISIENSI PUPUK NPK MAJEMUK PADA TANAMAN TERUNG PUTIH DI TANAH ALLUVIAL Alhaddad, Abdul Mujib; Vitri Indrawati, Urai Suci Yulies
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3596

Abstract

Production of white eggplant plants continues to increase from year to year, but this year (2023) production has decreased, this is because quite a few farmers have experienced crop failure. The occurrence of crop failure was caused by several obstacles, especially the decreasing fertility level of alluvial soil. To increase the production of white eggplant, farmers are trying to overcome this obstacle by fertilizing. For this reason, in cultivating white eggplant plants, alluvial land needs ameliorant which is easy to obtain and cheap, in addition to providing N, P and K fertilizer, namely by providing tankos biochar. and chicken droppings. This research will conduct an experiment on the effect of providing organic fertilizer Biochar tankos + Chicken Manure biochar on the growth and yield of white eggplant plants in Alluvial soil. The design used in this research was a Completely Randomized Design (CRD) with a treatment dose of organic fertilizer. Biochar tankos + Chicken Manure. Each treatment was repeated 3 times so that 27 experimental units were obtained. The experimental parameters taken were uptake of N, P, K from leaves and weight of white eggplant in harvest 1 and harvest 2. The conclusion drawn was that Biochar Tankos + chicken manure enriched with 75% NPK can help increase the uptake of N, P and K in plants, which increases the supply. The dose of organic fertilizer means that the availability of N, P and K in the soil will also increase. Apart from that, Biochar Tankos + chicken manure enriched with 75% NPK can help increase white eggplant production, where as the dose of organic fertilizer increases, white eggplant production will also increase. Optimum results in the second harvest were obtained in treatment B2 = Chicken Manure Biochar 40 t.ha-1 + NPK 75%, in accordance with the white eggplant yield per ha of the variety. Yasinta. B3M1 treatment with a dose of 1360 g/polyb and compound NPK fertilizer 75% of the recommended 500 g, gave white eggplant production in the first harvest of 194% and the second harvest of 27.45%. Key words: Alluvial, tankos biochar, white eggplant, chicken manure, NPK uptake INTISARIProduksi tanaman terung putih  dari tahun ke tahun terus meningkat namun pada tahun ini (2023) produksinya menurun, hal ini dikarenakan tidak sedikit petani yang mengalami gagal panen. Terjadinya gagal panen diakibatkan karena adanya beberapa kendala, terutama tingkat kesuburan tanah Alluvial  yang menurun. Untuk meningkatkan hasil produksi terung putihnya, para petani berusaha mengatasi kendala tersebut dengan melakukan pemupukan, untuk itu dalam budidaya tanaman terung putih,  lahan Aluvial perlu amelioran yang mudah didapat dan murah harganya, selain pemberian pupuk N,P dan K, yaitu dengan pemberian biochar tankos dan kotoran ayam. Penelitian ini akan melakukan percobaan tentang pengaruh pemberian pupuk organik Biochar tankos + biochar Kotoran Ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung putih  di tanah Alluvial.  Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan dosis .pupuk organik.  Biochar tankos + Kotoran Ayam. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga akan diperoleh 27 unit percobaan. Parameter percobaan yang diambil adalah SerapanN,P,K daun dan Berat terung putih  pada panen 1 dan panen 2. Kesimpulan yang diambil adalah Biochar Tankos + kotoran ayam diperkaya NPK 75%  dapat membantu meningkatkan Serapan N, P dan K tanaman, dimana semakin meningkat pemberian dosis pupuk organiknya maka ketersediaan N,P dan K tanah juga semakin meningkat, selain itu Biochar Tankos + kotoran ayam diperkaya NPK 75%  dapat membantu meningkatkan produksi terung putih, dimana semakin meningkat pemberian dosis pupuk organiknya maka produksi terung putih  juga semakin meningkat. Hasil optimum pada panen kedua didapat pada perlakuan B2 =  Biochar Kotoran Ayam  40  t.ha-1   + NPK 75 %, sesuai dengan hasil terung putih per ha pada varietas. Yasinta. Perlakuan B3M1 dengan dosis 1360 g/polyb dan pupuk NPK Majemuk 75% dari anjuran yaitu 500 g, memberikan produksi terung putih pada panen I sebesar 194% dan panen II sebesar  27.45 %. Kata kunci : Alluvial,  biochar tankos, terung putih, kotoran ayam, Serapan NPK
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS JERAMI PADI DIPERKAYA MOL BONGGOL PISANG TERHADAP SERAPAN NPK DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS ( Zea mays saccharata L) DI TANAH ALUVIAL Sitinjak, Syilvia Bornok Damayanti; Vitri Indrawati, Urai Suci Yulies; Alhaddad, Abdul Mujib
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4613

Abstract

Alluvial land in Indonesia, especially in West Kalimantan, has potential as an agricultural area, but has obstacles that can reduce productivity. The use of organic matter such as rice straw compost and Local Microorganisms is an alternative that can be used to overcome the problem of alluvial soil. This study aims to determine the effect of rice straw compost and banana hump Local Microorganisms on the availability of N, P, K, and corn plant growth. The research was carried out on the land of Dusun Karya I, Desa Kuala Dua, Kabupaten Kubu Raya. The study used the Complete Random Design (CRD) method which consisted of 5 treatment levels including: J0 = 0 (control), J1 = 280 g/polybag (10 tons/ha), J2 = 560 g/polybag (20 tons/ha), J3 = 840 g/polybag (30 tons/ha), and J4 = 1120 g/polybag (40 tons/ha). Each treatment is repeated 5 times there are 25 polybags. The results showed that the application of rice straw compost and banana hump Local Microorganisms had a real effect on soil pH, C-organic soil, P-available soil, plant height, stem diameter, and dry weight of roots.