Claim Missing Document
Check
Articles

STATUS KESUBURAN TANAH GAMBUT PADA EMPAT TIPE PENGGUNAAN LAHAN DI DESA KUALA DUA KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Joko, Joko; Vitri Indrawati, Urai Suci Yulies; Suryadi, Urai Edi
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4614

Abstract

Raya Sub-district, Kubu Raya Regency on 4 lands namely Secondary Forest (HS), Shrubs (SB), Oil Palm (KS) and Pineapple (NS) which took place in April-June 2024. Research parameters: fill weight, peat maturity, peat depth, C-organic, CEC, KB, P-Total and K-Total. The data obtained was analyzed and then descriptive. The results showed that the depth of the peat was KS 5.05 m, HS 5.60 m, SB 6.25 and NS 6.10 m. The average pH (H2O) of the peat was highest in the soil. The average pH (H2O) of peat soil in the four land uses was 4.2 with very low criteria. The results of the peat maturity analysis with the average results on the four land uses have a hemic maturity category and have a P-total and K-total nutrient status of the soil classified as low, the CEC and C-organic status of the soil is very high and the base saturation level is very low so that the soil fertility status on the four lands is low. Keywords: soil physics, peat, fertility status
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS JERAMI PADI DAN MOL TERHADAP KETERSEDIAAN N, P, K, DAN PERTUMBUHAN JAGUNG DI TANAH ALLUVIAL Gans Silalahi, Gio Andi; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Manurung, Rinto
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4609

Abstract

Alluvial land in Indonesia, especially in West Kalimantan, has the potential as an agricultural area but has obstacles that can reduce productivity. Utilization of organic matter such as rice and mole straw compost is an alternative that can be used to overcome alluvial soil problems. This study aims to determine the effect of giving compost of rice straw and mole of banana tag on the availability of nutrients N, P, and K, and the growth of corn plants (Zea mays saccharata L.). The study was conducted on the land of Karya I Hamlet I Kuala Dua Village, Kubu Raya Regency. The study used the field experimental method with a complete random design pattern (RAL) with 1 factor, consisting of 5 treatment levels including J0 = 0 (control), J1 = 280 g/polybag (10 tons/ha), J2 = 560 g/ Polybag (20 tons/ha), J3 = 840 g/polybag (30 tons/ha), and J4 = 1120 g/polybag (40 tons/ha). Each treatment is repeated 5 times, and there are 25 polybags. The research parameters observed were soil pH, C-organic, N-total, P-available, K-Available, Plant Height, Stem Diameter, and Dry Root Weight. The results showed that the administration of rice straw compost and mole of banana tubes significantly affected soil pH, soil c-organic, soil phosphorus, plant height, stem diameter, and root dry weight. Keywords: corn, rice straw compost, and mol, alluvial land
UJI POTENSI BAKTERI PELARUT FOSFAT DARI ENTISOL TERHADAP KETERSEDIAAN FOSFOR TANAH Azzahra, Tia Tilana; Vitri Indrawati, Urai Suci Yulies; Nuriman, Muhammad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74397

Abstract

Mikroorganisme tanah yang mampu menyediakan unsur hara bagi tanaman adalah bakteri  pelarut fosfat. Bakteri pelarut fosfat merupakan kelompok mikroba yang dapat mengubah fosfat  tidak terlarut dalam tanah menjadi bentuk yang larut dengan mensekresi asam "“ asam organik  dan melarutkan P yang teradsorpsi oleh senyawa. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan  isolat yang memiliki kemampuan melarutkan fosfat dan adaptasi yang tinggi, sehingga dapat  dimanfaatkan pada berbagai agroekosistem lahan pertanian. Penelitian in dilaksanakan di lahan  pertanian Desa Semperiuk A Kecamatan Jawai Selatan Kabupaten Sambas Provinsi  Kalimantan Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada 23 Februari 2023 "“ 30 Mei 2023. Penelitian  ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan karakteristik makroskopis spesies bakteri  pelarut fosfat sebanyak 5 taraf perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. Semua perlakuan  dilarutkan sebanyak 5/100ml dan diaplikasikan ke media tanam. Pemberian bakteri pelarut  fosfat pada tanah memiliki hasil yang berbeda terhadap tiap parameternya. Hipotesis yang  diajukan dalam penelitian ini adalah pemberian bakteri pelarut fosfat diduga dapat  mempengaruhi kelarutan fosfat pada tanah Entisol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pemberian bakteri pelarut fosfat tidak berbeda nyata terhadap ketersediaan P tetapi memiliki  nilai rerata tertinggi pada parameter pH tanah, N-total tanah, dan P-total tanah.
KAJIAN KARAKTERISTIK KIMIA TANAH PADA LAHAN PASCA PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) DI DUSUN LAMAT PAYANG DESA TIRTA KENCANA KABUPATEN BENGKAYANG Hafsari, Afriani; Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri; Gafur, Sutarman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74475

Abstract

Aktivitas penambangan emas menimbulkan dampak buruk berupa turunnya kualitas tanah seperti sifat fisik, sifat kimia dan biologi tanah. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji karakteristik kimia tanah pada lahan pasca penambangan emas tanpa izin dan untuk menentukan saran pemupukan pada lahan sawah dan lahan jagung. Penentuan titik pengamatan dilakukan dengan metode purposive sampling. Sampel diambil secara diagonal kedalaman 0-30 cm. Setiap lahan terdiri dari 5 titik pengamatan masing-masing dikompositkan menjadi 1 sampel, sehingga diperoleh total sampel sebanyak 4 sampel. Pengambilan sampel tanah utuh dilakukan pada lahan jagung dan sawah dengan jumlah sampel sebanyak 2 sampel. Analisis sifat kimia tanah dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah dan analisis sifat fiska tanah dilakukan di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah Fakultas Pertanian. Parameter sifat kimia tanah terdiri dari Reaksi Tanah (pH ), Karbon Organik, N-total, P-tersedia, K-dd, Kapasita Tukar Kation, Kejenuhan Basa dan parameter pendukung terdiri dari tekstur dan bobot isi. Hasil analisis data berdasarkan kriteria penilaian sifat kimia tanah sebagai berikut: pH kriteria (masam, agak masam, netral), Karbon (C) Organik (sangat rendah, rendah, tinggi), Nitrogen (N) total (sangat rendah, rendah, sedang), Fosfor (P) tersedia (sangat rendah, sedang), Kalium (K)-dd (sangat rendah), Kapasitas Tukar Kation (rendah, sedang, tinggi), Kejenuhan Basa (sangat rendah, rendah).Kata Kunci : Lahan Pasca PETI, Penggunaan Lahan, Sifat Kimia Tanah
UJI STATUS HARA NPK TANAH ALUVIAL PADA KEBUN JAMBU KRISTAL (Psidium Guajava) DI DESA RASAU JAYA TIGA KABUPATEN KUBURAYA Amaro, Fahman Fikri; Vitri Indrawati, Urai Suci Yulies; Agustine, Leony
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74249

Abstract

Tanah Aluvial merupakan tanah yang berasal dari endapan Aluvial atau koluvial muda dengan perkembangan profil tanah lemah sampai tidak ada. Permasalahan utama yang dihadapi yaitu perbedaan produktivitas tanaman jambu kristal antara kebun satu dan yang lainnya sehingga dapat dilihat dari hasil produksi nya yang berbeda pada masing-masing kebun. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji status unsur hara N, P, K pada tanah Aluvial, Memberikan saran pemupukan N, P, K tanah dan kebutuhan kapur di kebun jambu kristal di Desa Rasau Jaya Tiga Kabupaten Kuburaya. Penelitian ini akan dilaksanakan di kebun  jambu kristal milik petani di Desa Rasau Jaya Tiga Kabupaten kuburaya. Lokasi penelitian merupakan kebun jambu kristal yang luas nya 0,5 Ha dengan usia tanaman 2 tahun. Berdasarkan hasil dari analisis status hara pada keempat lahan di dapatkan bahwa status unsur Nitrogen Fosfor termasuk dalam kriteria sangat tinggi, Status unsur fosfor pada lokasi penelitian termasuk dalam kriteria sangat tinggi dan status unsur Kalium pada lokasi penelitian termasuk dalam kriteria rendah. Saran pemupukan untuk N dan P pada lahan memiliki hasil yang sama yaitu tidak perlu dilakukan pemupukan dikarenakan N dan P pada lokasi penelitian memiliki kriteria yang sangat tinggi. Saran pemupukan K pada lahan memiliki hasil yang berbeda yaitu pada lokasi lokasi A 0,45 kg/tanaman dan Lokasi B 0,5 kg/tanaman.
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR TANKOS DAN BIOCHAR KOTORAN AYAM TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR HARA NPK DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccharata Sturt) DI TANAH ALUVIAL Pramesti, Febi Regita Ardia; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Sulakhudin, Sulakhudin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70234

Abstract

Pemanfatan tanah Aluvial yang digunakan sebagai lahan pertanian memerlukan sejumlah perbaikan yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi biochar tankos dan biochar kotoran ayam terhadap ketersedian unsur hara N, P, K dan pertumbuhan tinggi tanaman jagung manis di tanah Aluvial. Penelitian ini di lakukan dari bulan Desember hingga Maret, dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dosis biochar tankos 25% dan biochar kotoran ayam 75% : B0 0 ton/ha, B1 20 ton/ha, B2 40 ton/ha, B3 60 ton/ha, B4 80 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar tankos dan biochar kotoran ayam pada perlakuan B4 (80 ton/ha) berpengaruh nyata terhadap parameter pH, C-organik, N-total, P-tersedia, K-tersedia, tinggi tanaman dan diameter batang. Perlakuan biochar tankos dan biochar kotoran ayam pada dosis 628,8 g/polybag dapat meningkatkan pH, C-organik, N-total, dan P-tersedia, K-tersedia, Tinggi tanaman dan diameter batang dibandingkan dengan kontrol (tanpa biochar tankos dan biochar kotoran ayam).Kata Kunci : Tanah Aluvial, Jagung Manis, Biochar Tankos, Biochar Kotoran Ayam
Pelatihan Kewirausahaan Kelompok Wanita Tani Ujung Tanah Desa Padanglampe melalui Diversifikasi Produk dan Pemasaran Hanafie, Hadriana; Haris, Abdul; Mahyuddin, Masriani; Kusuma Dewi, Yohana Sutiknyawati; Vitri Indrawati, Urai Suci Yulies; Komariyati, Komariyati
Celebes Journal of Community Services Vol. 4 No. 2 (2025): June - November
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Padanglampe, Kab. Pangkajene dan Kepulauan. Mitra pada kegiatan ini adalah Kelompok Wanita Tani Ujung Tanah memiliki potensi besar dalam mendorong pembangunan ekonomi lokal, namun sering kali menghadapi keterbatasan akses terhadap pelatihan, modal, teknologi dan pendampingan usaha. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan model pengelolaan usaha tani ubi jalar yang terintegrasi antara produksi dan pemasaran untuk meningkatkan kesiapan petani menghadapi bencana, diversifikasi olahan pangan serta daya saing di pasar, guna mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi keluarga petani. Kegiatan ini dirancang dalam beberapa tahapan yaitu identifikasi potensi lokal, pelatihan dasar kewirausahaan dan pasca panen, serta simulasi dan pendampingan ide bisnis. Metode evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi dan wawancara partisipasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai konsep kewirausahaan dan pasca panen serta munculnya beberapa beberapa ide usaha berbasis potensi lokal seperti produk olahan pertanian. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap motivasi dan kesiapan kelompok wanita tani untuk memulai usaha mandiri serta membuka peluang pembentukan ekosistem wirausaha Wanita yang berkelanjutan di Desa Padanglampe.
Edukasi Inovasi Pertanian: Produksi Cabai Katokkon Berbasis Slow Release Organik dan Pengembangan Olahannya di Lembang Rantedada Kabupaten Tana Toraja Karuru, Perdy; Asdar, Muh.; Pakanan, Janny Jovita; Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri; Kusuma Dewi, Yohana Sutiknyawati; Komaryati, Komaryati
Celebes Journal of Community Services Vol. 4 No. 2 (2025): June - November
Publisher : STIE Amkop Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak terdiri dari 150-200 kata, memuat uraian singkat mengenai masalah dan tujuan penelitian, metode yang digunakan, dan hasil penelitian. Tekanan penulisan abstrak terutama pada hasil penelitian. Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Pengetikan abstrak dilakukan dengan spasi tunggal dengan margin yang lebih sempit dari margin kanan dan kiri teks utama. Kata kunci perlu dicantumkan untuk menggambarkan ranah masalah yang diteliti dan istilah-istilah pokok yang mendasari pelaksanaan penelitian. Kata-kata kunci dapat berupa kata tunggal atau gabungan kata. Jumlah kata-kata kunci 3-5 kata. Kata-kata kunci ini diperlukan untuk komputerisasi. Pencarian judul penelitian dan abstraknya dipermudah dengan kata-kata kunci tersebut. Lembang Rantedada merupakan wilayah dengan potensi pertanian cabai Katokkon yang tinggi, namun produktivitasnya masih rendah akibat ketergantungan pada pupuk kimia dan belum berkembangnya pengolahan hasil. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan nilai tambah cabai Katokkon melalui penerapan pupuk organik berbasis teknologi slow release berbasis biochar dan kotoran kambing serta pelatihan pengolahan produk olahan cabai katokkon. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif melalui pelatihan, praktik lapangan, dan evaluasi berbasis pre-test dan post-test, observasi, serta uji pasar produk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan pupuk organik slow release meningkatkan produktivitas tanaman hingga 25,4% dan efisiensi biaya pupuk sebesar 18%. Produk olahan berupa bubuk katokkon, hard candy, dan pikel katokkon dan buah memberikan peningkatan pendapatan petani hingga 45% dan mendapat respons positif dari pasar lokal. Pengetahuan dan sikap petani terhadap inovasi pertanian juga meningkat secara signifikan. Kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun perubahan perilaku menuju pertanian berkelanjutan. Kesimpulannya, inovasi pertanian berbasis teknologi pupuk organik dan hilirisasi hasil mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan layak untuk direplikasi di wilayah dengan kondisi serupa.
TRANSFER TEKNOLOGI PENGOLAHAN KOMPOS PELEPAH SAWIT UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANAMAN MENGHASILKAN (TM) DI SINGKAWANG TIMUR Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri; Hazriani, Rini; Manurung, Rinto; Agustine, Leony
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i4.5850

Abstract

Mitra pada kegiatan ini adalah para petani sawit di Kelurahan Maya Sopa, Kecamatan Singkawang Timur, yang menghadapi permasalahan rendahnya produktivitas Tanaman Menghasilkan (TM) akibat penurunan kesuburan tanah Ultisol dan belum adanya keterampilan dalam mengolah limbah pelepah sawit menjadi kompos. Kegiatan ini bertujuan untuk mentransfer teknologi pengolahan kompos pelepah sawit guna meningkatkan kapasitas petani, sekaligus membantu memperbaiki kesuburan tanah sebagai upaya peningkatan produktivitas tanaman sawit. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelatihan pembuatan kompos, pendampingan praktik lapangan, dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan pelepah sawit sebagai bahan kompos, serta tersusunnya prototipe kompos yang siap diaplikasikan pada lahan Ultisol. Disimpulkan bahwa kegiatan ini efektif dalam memberdayakan petani melalui peningkatan keterampilan pengolahan limbah organik, sehingga mendukung perbaikan kualitas tanah dan berpotensi meningkatkan produktivitas TM.
TRANSFER TEKNOLOGI PERTANIAN BERBASIS ORGANIK DI DESA PARIT KELADI II, KECAMATAN SEI KAKAP Romiyanto, Romiyanto; Fitrianti, Wanti; Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i4.6228

Abstract

Poktan Bersatu Karya Tani di Desa Parit Keladi II, Kecamatan Sei Kakap, merupakan kelompok tani yang membudidayakan sayuran buah dan padi pada lahan sulfat masam. Kelompok ini terdiri dari 10 orang petani yang selama ini menghadapi berbagai kendala kesuburan tanah, seperti kahat unsur hara makro dan mikro, tingginya bahan organik, keberadaan pirit, serta tingginya unsur Fe dan Al yang bersifat toksik bagi tanaman. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan produktivitas sayuran buah dan padi dari tahun ke tahun. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mentransfer teknologi pembuatan pupuk organik berbasis biochar sekam padi dan kompos enceng gondok yang diperkaya dengan pukan ayam. Enceng gondok yang melimpah di sepanjang sungai dan parit di Kecamatan Sei Kakap selama ini menjadi gulma dan menyebabkan pendangkalan perairan, sehingga pemanfaatannya sebagai kompos menjadi solusi inovatif dan ramah lingkungan. Kegiatan PKM ini mencakup penyuluhan mengenai pentingnya biochar sekam padi sebagai amelioran tanah serta metode pembuatannya dengan kontiki sederhana. Pelatihan diberikan dalam bentuk praktik langsung, meliputi persiapan bahan baku sekam padi, proses pembakaran menjadi biochar, penyiraman biochar, panen dan penyimpanan, serta pembuatan kompos enceng gondok diperkaya pukan ayam menggunakan bak komposter berbahan terpal. Sebelum kegiatan berlangsung, sebagian besar peserta belum memahami konsep biochar, kompos enceng gondok diperkaya pukan ayam, serta manfaatnya bagi lahan pertanian. Setelah kegiatan selesai, 90% peserta mampu membuat biochar dengan benar dan mengaplikasikannya di lahan pertanian untuk budidaya sayuran buah dan padi.