Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PEMBERIAN ASI DAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN ISPA PADA ANAK BADUTA(12-23 BULAN) DI PUSKESMAS DAYAMURNI KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT TAHUN 2013 Iqbal Fawaz; Christin Angelina Febriani; Fitri Ekasari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 4 (2013): Volume 2 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i4.377

Abstract

Penyakit ISPA merupakan salah satu penyebab kematian tersering di negaraberkembang. Kejadian ISPA dipengaruhi oleh banyak faktor terutama pemberian ASIEksklusif dan Status Gizi. Oleh karena itu Peneliti ingin meneliti tentang hubunganPemberian ASI dan Status Gizi dengan kejadian ISPA di Puskesmas DayamurniKabupaten Tulang Bawang Barat Tahun 2013.Desain penelitian Kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Tehniksampling menggunakan random sampling, yang berjumlah 231 orang. Analisa datamenggunakan uji statistik chi square.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan bermakna antara pemberian ASIdengan kejadian ISPA anak baduta(12-23 bulan) di Puskesmas Dayamurni KabupatenTulang Bawang Barat Tahun (p-value = 0.000), Ada hubungan bermakna antara statusgizi dengan kejadian ISPA anak baduta(12-23 bulan) di Puskesmas DayamurniKabupaten Tulang Bawang Barat Tahun (p-value = 0.000). Berdasarkan hal tersebutdisarankan untuk meningkatkan fungsi keberadaan posyandu, khususnya mengenaipenyuluhan gizi, ASI Eksklusif dan ISPA, memenafaatkan pekarangan rumah untukmenanam sayuran dan buah-buhan untuk perbaikan pangan.Kata Kunci : ASI Eksklusif, Status Gizi, ISPA
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Menggunakan Media Audio Visual dan Demonstrasi Terhadappengetahuan Tentang Senam Kaki Diabetik Christin Angelina Febriani; Nurul Aryastuti; Pefi Fatrisia
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 10, No 2 (2021): Volume 10 Nomor 2
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v10i2.3051

Abstract

ABSTRAKDiabetes mellitus adalah “silent killer disease” yang dapat menyebabkan komplikasi seperti ulkus kaki diabetik yang disebabkan sirkulasi darah yang buruk di area kaki. Latihan jasmani berupa senam kaki diabetik dapat menurunkan kadar gula darah dan dapat mencegah terjadinya ulkus kaki. Pendidikan kesehatan memiliki pengaruh terhadap perubahan pengetahuan penderita dalam meningkatkan kesehatan. Tujuan penelitian ini mengetahui efektivitas pendidikan kesehatan menggunakan media audio visual dan demonstrasi terhadap pengetahuan tentang senam kaki diabetik pada penderita diabetes mellitus. Jenis penelitian kuantitatif, dengan pendekatan intact group comparison dengan two group pretest posttest design. Sampel penelitian merupakan pasien diabetes mellitus yang berobat di Puskesmas Rawat Inap Satelit Bandar Lampung sebesar 36 orang. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Analisis yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan uji wilcoxon dan uji mann whitney. Hasil uji wilcoxon didapatkan nilai p<0,001 kelompok demonstrasi dan p<0,001 kelompok audio visual yang berarti ada perbedaan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan demonstrasi dan audio visual . Hasil uji mann whitney didapatkan nilai p-value=0.010 yang berarti terdapat perbedaan pengetahuan mengenai senam kaki diabetik menggunakan demonstrasi dan audio visual sebelum dan sesudah intervensi. Responden yang diberikan pendidikan kesehatan menggunakan demonstrasi, terdorong lebih inisiatif dan proaktif untuk bertanya secara langsung jika ada materi yang kurang dipahami dibandingkan dengan media audio visual.  Pengetahuan responden akan meningkat secara konsep dan materi yang berkorelasi dengan meningkatnya kemampuan responden dalam menjawab pertanyaan. Saran penelitian agar dapat meningkatkan pendidikan kesehatan terkait senam kaki diabetik dan diaplikasikan menggunakan metode demonstrasi karena senam kaki merupakan alternatif olahraga yang dapat dilakuan di rumah dan metode demonstrasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan.
FAKTOR RISIKO YANG BERHUBUNGAN DENGAN KANKER PAYUDARA DI RSUD PRINGSEWU TAHUN 2014 Metalia Agnessia; Christin Angelina Febriani; Dhini Easter Yanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 4 (2015): Volume 4 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i4.446

Abstract

Data International Agency for Research on Cancer (IARC) 2002 didapatkan insidensi kanker payudara di Indonesia 26 per 10000 wanita. Kasus kanker pada wanita di RSUD Pringsewu pada tahun 2012 sebanyak 43 dan pada tahun 2013 mengalami peningkatan sebanyak 52 kasus.Tujuan penelitian diketahui faktor risiko yang berhubungan dengan kanker payudara di RSUD Pringsewu 2014.Jenis penelitian kuantitatif dengan desain survey analitik dengan pendekatan case control. Penelitian dilakukan di RSUD Pringsewu selama 4 bulan mulai dari bulan Mei sampai dengan September 2014. Sampel 84 orang. Uji yang digunakan Chi square dan regresi logistik, dengan derajat kepercayaan 95%.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan usia (p=0,000; OR=5,63), hubungan riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal (p=0,008; OR=3,75), hubungan riwayat pemberian ASI (p=0,001; OR=,6), hubungan usia menarche dini (p=0,000; OR=6,22), hubungan riwayat keluarga (p= 0,000; OR=11,15), hubungan obesitas (p=0,004; OR=4,2), hubungan usia melahirkan anak (p=0,000; OR=7,13). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian kanker payudara adalah usia menarche (p=0,000 dengan OR=13,8). Kesimpulan terdapat hubungan usia, riwayat pemakaian kontrasepsi hormonal, riwayat pemberian ASI, usia menarche dini, riwayat keluarga, obesitas, usia melahirkan anak dengan kanker payudara. Usia menarche merupakan variabel dominan. Saran setiap ibu beresiko untuk melakukan pemeriksaan secara dini dan berkala.Kata Kunci: Faktor-faktor Risiko, Kanker Payudara
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI IBU, SERTA DUKUNGAN SUAMI DENGAN SIKAP TENTANG PEMERIKSAAN PAP SMEAR DI POLI KEBIDANAN RSD MAYJEND HM Yeni Eka Firdaus; Christin Angelina Febriani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 3 (2014): Volume 3 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i3.405

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyakit penyebab kematian yang cukuptinggi di dunia termasuk Indonesia. Oleh karena itu perlu adanya penanggulangankhusus serta upaya pencegahannya, salah satunya adalah dengan pap smear. Datapemeriksaan berkala pap smear pada PNS/istri di Lingkungan Kabupaten Lampung Utaratelah dilakukan, namun sepenuhnya belum dapat terlaksana dengan baik.Tujuanpenelitian diketahui Hubungan Pengetahuan, Persepsi ibu, serta Dukungan Suami denganSikap terhadap Pemeriksaan Pap Smear di poli Kebidanan RSD Mayjend HM. RyacuduKotabumi Lampung Utara Tahun 2014.Jenis penelitian ini adalah jenis kuantitatif dengan rancangan cross sectional.Populasi adalah pasien wanita dipoli kebidanan RSD Mayjend HM. Ryacudu KotabumiLampung Utara selama bulan Mei 2014 yaitu 49 orang dengan diagnosa penyakit selainantenatal care, yang selanjutnya dijadikan sampel. Data diperoleh menggunakankuesioner. Analisis data menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan chi square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif dan signifikanantara pengetahuan ibu dengan sikap tentang pemeriksaan pap smear (Pvalue=0,011).Ada hubungan yang positif dan signifikan antara persepsi ibu dengan sikap tentangpemeriksaan pap smear (Pvalue=0,001). Ada hubungan yang positif dan signifikan antaradukungan suami dengan sikap tentang pemeriksaan pap smear (Pvalue=0,000).Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan tambahan informasi mengenai faktorfaktordalam pemeriksaan pap smear.Kata Kunci : Pengetahuan, Persepsi Ibu, Dukungan Suami, Sikap dan Pemeriksaan Papsmear
FAKTOR PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS PADA PENDERITA HIV/AIDS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH dr. H. ABDUL MOELOEK Lolita Sary; Christin Angelina Febriani; Winarsih Winarsih
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 3 (2019): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i3.1751

Abstract

ABSTRAKPenyakit menular Acquired immunodeficiency synDrome (AIDS) yang di sebabkan oleh Human immunodeficiency virus (HIV) jumlah penderita HIV/AIDS terus bertambah,hal ini perlu diimbangi dengan usaha pencegahan penularan HIV/AIDS.Klinik VCT Rumah Sakit Umum Daerah dr.H.Abdul Moeloek sebagei pintu masuk penting untuk pengobatan dan pencegahan penularan HIV/AIDS  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS pada penderita HIV/AIDS di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek Tahun 2019. Jenis penelitian kuantitatif, dengan rancangan cross sectional. populasi penelitian adalah pengunjung di klinik VCT Rumah Sakit Umum Daerah Dr.H.Abdul Moeloek.dengan jumlah sample 87 responden. Teknik  sampling menggunakan accidental sampling. Penelitian akan dilakukan bulan  Maret- Agustus 2019 Analisa data secara univariat (rata-rata) dan bivariat (chi-square).Hasil univariat menunjukan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS tidak baik  78,2% , usia dewasa >25,-49(57,5%), pendidikan menengah 50,5%, pekerjaan berisiko 69,05%, pengetahuan baik 57,4% , motivasi negatif 62,1% ,sikap positif 69,0% , dukungan keluarga negatif 63,2 % . Hasil bivariat menunjukan ada hubungan pendidikan (p=0,024),  Kpekerjaan (p=0,002),OR=6,057 motivasi (p=0,001) OR=7,221,dukungan keluarga (p=0,00)OR=7,778 dengan prilaku pencegahan penularan HIV/AIDS di  Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Abdul Moeloek tahun 2019.Kepada klinik VCT supaya lebih meningkatkan layanan konseling , bagi keluarga ODHA agar lebih memberikan dukungan dan pendampingan ,bagi masyarakat agar tidak mendiskriminasi terhadap ODHA karena penyakit HIV/AIDS yang mereka derita.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN TEN AGA PENOLONG PERSALINAN DI DESA SIDOWALUYO KECAMATAN S IDOMULYO LAMPUNG SELATAN 2013 Christin Angelina Febriani; Samino Samino; Rilyani Rilyani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 2, No 3 (2013): Volume 2 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v2i3.365

Abstract

Tenaga penolong persalinan adalah orang-orang yangbiasa memeriksa wanitahamil atau memberikan pertolongan selama persalinandan nifas. Pertolongan persalinanoleh tenaga kesehatan di Desa Sidowaluyo sebesar 62,28% masih di bawah SPM, danpertolongan persalinan oleh dukun bayi cukup tinggiyaitu sebesar 37,72%. Penelitian inibertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemilihan tenagapenolong persalinan di Desa Sidowaluyo Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan.Penelitian ini merupakan penelitian survey denganmenggunakan metodecrosssectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu-ibu paskabersalin yang ada di DesaSidowaluyo Kecamatan Sidomulyo Lampung Selatan (Januari-Desember 2012) sebanyak104 responden. Analisa bivariat yang digunakan adalah ujichi square, dan analisamultivariat menggunakan regresi logistik ganda.Hasil univariat didapatkan bahwa ibu yang memilihtenaga kesehatan sebagaipenolong persalinan sebanyak 54,8%, ibu dengan pengetahuan baik 40,4%, ibu dengansikap baik 48,1%, ibu dengan persepsi baik 50%, ibudengan penghasilan keluarga tinggi51%, dan ibu yang mendapat dukungan suami 63,5%. Hasil bivariat didapatkan adahubungan pengetahuan dengan pemilihan tenaga penolong persalinan (P value0,000)dan OR 117,875, ada hubungan sikap dengan pemilihantenaga penolong persalinan (Pvalue0,016) dan OR 2,864, tidak ada hubungan persepsidengan pemilihan tenagapenolong persalinan (P value0,431) dan OR 0,677, ada hubungan penghasilan denganpemilihan tenaga penolong persalinan (P value0,011) dan OR 3,025, ada hubungandukungan suami dengan pemilihan tenaga penolong persalinan (P value0,029) dan OR2,683. Sedangkan dari hasil multivariat faktor yangpaling dominan terhadap pemilihantenaga penolong persalinan adalah pengetahuan (P value0,000) dan OR 154,048.Disarankan kepada instansi dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan,dan dukungan suami, serta menjalin kerjasama denganstakeholderyang ada dimasyarakat, sehingga terbentukrole modelguna mendorong perilaku pemanfaatantenaga kesehatan sebagai penolong persalinan.Kata kunci : Faktor-faktor, Penolong Persalinan.
LAMA PERAWATAN IBU PASKA OPERASI SEKSIO SESAREA DI RUANG BERSALIN RSUD JEND. AHMAD YANI METRO 2014 (ANALISIS SURVIVAL) Sri Yuniati; Christin Angelina Febriani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 1 (2015): Volume 4 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i1.420

Abstract

Persalinan sesarea merupakan upaya menolong agar bayi lahir sehat dan ibu selamat. Komplikasi dari tindakan pembedahan dapat memperpanjang lama perawatan dan masa pemulihan. Permasalahan dalam penelitian ini bahwa terdapat lama perawatan yang lebih dari standar pada umumnya (>5 hari). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan factor-faktor yang berhubungan dengan lama perawatan ibu paska sesarea di RSUD Jend. A.Yani Metro tahun 2014.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Cross Sectinal menggunakan data sekunder. Tehnik pengambilan sampel secara proporsional sampel, berjumlah 90 responden. Data dianalisis dengan survival analisis (univariat, bivariat dan multivariat).Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa proporsi umur tidak berisiko (53,3%), paritas berisiko (55,6%), jarak ke fasilitas rujukan dekat/dalam kota (52,2%), jarak kehamilan tidak berisiko (51,1%), indikasi darurat (63,3%), Hb tidak anemia (51,1%) dan gula darah normal (55,6%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan umur (p=0,009), jarak ke fasilitas rujukan (p=0,002), pekerjaan (p=0,003), interval kehamilan (p=0,002), Hb (p=0,005) dan gula darah (p=0,000) dengan lama perawatan paska operasi seksio sesarea; tidak ada hubungan indikasi sesarea (0.72) dengan lama perawatan paska operasi seksio sesarea. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang paling dominan berhubungan dengan lama perawatan sesarea adalah jarak ke fasilitas rujukan (p=0,038 dan HR 0,565). Berdasarkan hasil tersebut disarankan kepada ibu untuk meningkatkan pemeriksaan kehamilan secara berkala ke petugas kesehatan agar dapat di deteksi secara dini kemungkinan penyulit atau risiko tinggi pada kehamilan, persalinan dan nifas.Kata kunci : Lama Perawatan Sesarea, Karakteristik Ibu
PERILAKU SEKSUAL BERESIKO PADA KELOMPOK HOMOSEKSUAL DI KOTA BANDAR LAMPUNG Nurul Aryastuti; Christin Angelina Febriani; Agung Aji Perdana
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i4.2105

Abstract

Jumlah penderita baru HIV/AIDS di Indonesia sebanyak 90.915 orang pada tahun 2016, dan persentase tertinggi penderita HIV pada laki-laki (63,3%). Persentase infeksi HIV tertinggi adalah melalui hubungan seks berisiko pada homoseksual (28%). Berdasarkan data kota Bandar Lampung jumlah kumulatif infeksi HIV yang dilaporkan dari tahun 2008 - 2016 sebanyak 294 orang dan jumlah kumulatif kasus AIDS sebanyak 609 orang. Berdasarkan data jumlah tes HIV dan HIV positif per kelompok risiko pada tahun 2017 kelompok risiko homoseksual merupakan penularan infeksi HIV yang lebih banyak setelah dibandingkan dengan kelompok risiko lainnya, dari 82 kasus kelompok risiko homoseksual 10 kasus diantaranya dinyatakan positif HIV. Tujuan penelitian diketahui perilaku seksual berisiko pada kelompok homoseksual di Kota Bandar Lampung.Penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi seluruh laki-laki homoseksual di Kota Bandar Lampung sejumlah 82 orang. Sampel diperoleh dengan metode pengambilan sampel snowballing sampling. Analisis univariat dengan deskriptif untuk menggambarkan perilaku seks berisiko pada kelompok homoseksual.Hasil penelitian menunjukkan, usia pertama melakukan hubungan seksual pada kelompok homoseksual adalah 76,7% pada kelompok usia remaja akhir (17-25 tahun) dengan pasangan seks pertama sesame pria (69,8%). Perilaku seksual kelompok homoseksual dengan persentase tertinggi adalah seks oral anal/rimming (67,7%). Perilaku penggunaan kondom pada kelompok homoseksual selalu menggunakan kondom (59,4%) dengan sesama jenis, dengan pasangan tetap tidak pernah menggunakan kondom (30%), jenis kelamin lainnya tidak pernah menggunakan kondom (47,6%). Diharapkan kepada Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung untuk meningkatkan kegiatan sosialisasi tentang penggunaan kondom dan pemeriksaan infeksi menular seksual sebagai upaya pencegahan penyakit HIV/AIDS, khususnya kepada kelompok homoseksual.
Kesadaran Berhenti Merokok Masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Penawar Jaya Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2020 Puspa Sari; Lolita Sary; Christin Angelina Febriani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 10, No 1 (2021): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v10i1.3363

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia. Hampir 6 juta kematian per tahun disebabkan karena menghisap tembakau. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui mengetahui kesadaran berhenti merokok masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Penawar Jaya Kabupaten Tulang Bawang. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subyek dalam penelitian ini adalah masyarakat yang sudah berhenti merokok di wilayah kerja UPTD Puskesmas Penawar Jaya Kabupaten Tulang Bawang. informan ini terdiri dari 4 orang yaitu 1 orang sebagai informan kunci dan 3 orang sebagai informan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua informan mengatakan kesadaran berhenti merokok diawali karena menderita penyakit beresiko. Manfaat berhenti merokok adalah badan terasa sehat dan mengurangi pengeluaran. Sebagian kecil informan mengatakan bahwa hambatan berhenti merokok yaitu badan terasa lemas. Cara mengatasi hambatan masyarakat dalam berhenti merokok dengan memberikan konseling. Diharapkan pihak puskesmas dapat terus melakukan dukungan kepada masyarakat yang berupaya berhenti merokok.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN TUBERKULOSIS PADA ANAK DI BAWAH USIA 15 TAHUN DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Firamita Yusticia; Christin Angelina Febriani; Umi Romayati Keswara
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 3, No 1 (2014): Volume 3 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v3i1.384

Abstract

Di Indonesia, Tuberkulosis (TB) merupakan masalah utama kesehatan masyarakat.Jumlah pasien TB di Indonesia merupakan ke 5 terbanyak di dunia dengan jumlah pasiensekitar 10% dari jumlah pasien TB di dunia. Data Dinas Kesehatan Kabupaten LampungTengah jumlah penderita TB pada anak usia < 15 tahun pada tahun 2010-2012 dengancakupan vaksinasi BCG berturut-turut sebesar 95,8% ; 96,2% dan 98,4% jumlahpenderita TB pada anak berturut-turut sebesar 4,87 per 100.000 penduduk, 4,39 per100.000 penduduk dan 2,98 per 100.000 penduduk. Tujuan penelitian adalahdiketahuinya hubungan faktor risiko tingkat pendapatan, kontak dengan penderita TBdan kepadatan hunian dengan kejadian TB pada anak usia < 15 tahun di KabupatenLampung Tengah tahun 2013.Jenis penelitian adalah kuantitatif, rancangan penelitian analitik dengan pendekatancase control. Populasi penelitian sebanyak 359 anak usia < 15 tahun dengan gejala TByang pernah berobat di seluruh puskesmas di Kabupaten Lampung Tengah tahun 2012.Sampel penelitian adalah 72 anak yang terdiri dari 36 anak sebagai kasus dan 36 anaksebagai kontrol. Pada seluruh sampel penelitian dilakukan wawancara dan observasi.Analisis data dengan menggunakan uji chi-square.Hasil analisis univariat diketahui paling banyak responden yang tingkat pendapatanorang tuanya kurang dari UMK (Upah Minimum Kabupaten) yaitu 43 (59,7%), palingbanyak anak yang pernah kontak dengan penderita TB yaitu 38 (52,8%) dan palingbanyak anak yang menempati hunian padat yaitu 35 (48,6%). Hasil analisis bivariattidak ada hubungan antara tingkat pendapatan (p-value = 1,000 > 0,05), ada hubunganantara kontak dengan penderita TB (p-value = 0,000 < 0,05 OR = 40,00) dan adahubungan kepadatan hunian (p-value = 0,018 < 0,05 OR = 3,538) dengan kejadian TBpada anak usia < 15 tahun. Saran bagi Dinas Kesehatan Lampung Tengah untukmenganjurkan masyarakatnya memperluas ventilasi udara, memberi penyuluhanmengenai menjaga kelembaban udara serta membagikan masker secara gratis.Kata Kunci : Tuberkulosis, Anak, Faktor Resiko
Co-Authors Achmad Farich Adelita, Audrey Agung Aji Perdana Agung Aji Perdana Agung Aji Perdana Amir, Sabrina Amperaningsih, Yuliati Anggraheni Widyaningrum Angkas Mandala Putra Angkas Mandala Putra Aprilia Belkis, Happy Aprilia Susanti, Fitri Aprina Aprina Aprina, Aprina Arisandi, Syafik Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Astri Aulia, Hanifah Astri, Hanifah Audrey Adelita Aulyya Rahmah Aumeya, Dhea Azzahra Kania Fatihah Azzahra, Dhika Bakti Herwanti Chanita Sari Manulang Citra Wahyu Citra Citra, Citra Wahyu Dayasih, Nia Derius Ixroni Desna Damayanti Dessy Elviyanti Desta Tri Yani Dhini Easter Yanti Dina Dwi Nuryani Dwi Nuryani, Dina Dwiyana, M Rizal Easter Yanti, Dhiny Easter Yanti, Dhiny Echa Rafika Eka Kartika Ekasari, Fitri Eva Finarika Fadhilah Amanda Sari Fatmasari, Yeni Fidel Rama Nugraha Fidel Rama Nugraha Fikri, Rahmat Firamita Yusticia Fitri Eka Sari Fitri Ekasari Fitri Usfa, Hafiratul Gabrilla Yusuf, Ghina Ghina Gabrilla Yusuf Ghina Gabrilla Yusuf Hadinata, Andri Hafiratul Fitri Usfa Handayani, Fina Hanifah Astri Aulia Happy Aprilia Belkis Hayati, Amelia Hermawan, Dessy Iqbal Fawaz Istiqomah, Anisa Cahyanti Januartha, Herzandho Jaya, Satrya Kania Fatihah, Azzahra Karunia Viandra Yoanisa Keswara, Umi Romayati Khoidar Amirus Khoirur Rizqi, Afifah Kundayani, Tri Kurniati, Mala Lestari, Juwita Lintang Safitri, Nafisa Lolita Sari Lolita Sary Manggeskar, Riska Maryam, Riyanti Metalia Agnessia MS, Shaharuddin Muhani, Nova Nora Afriza, Zelda Nova Muhani Noviansyah Noviansyah, Noviansyah Nur Maya Sari Nurhalina Sari Nurkhasanah Nurkhasanah Nurkhasanah Nurkhasanah Nurzana, Desi Oktavia, Mutiara Pefi Fatrisia Pratiwi, Yolandha Adinda Puspa Sari Puspa Sari Putri Puspita sari Rafika, Echa Rahmah, Aulyya Rahmat Agung Renna Oktavia Rudi Ricky Dwi Satria Rieseva Fitria Rilyani Rilyani Rini Budiarti Rivani Gusvara Putri Riyanti Riyanti Rr. Salwa Zasya Rudi, Renna Oktavia Saireda, Elistya Mercha Samino Samino Samino Samino Samino Samino Sari Manulang, Chanita Sari, Fadhilah Amanda Sari, Fitri Eka Sari, Yunila Shabrina, Hanifah Shaharuddin MS Shintani, Clara Silaen, Rahel Gusnita Siti Fadilah Siti Fadilah Siti Lis Jarsiyah Siti Mariam Sri Yuniati Sudjarwo Sudjarwo Sulistri Atmasari Susanti, Fitri Aprilia Syafrizal AR Tamara, Yayang Suci Tati Diana sari Trikundayani, Trikundayani Usfa, Hafiratul Veronica, Ervi Viandra Yoanisa, Karunia Wati, Putri Vega Wayan Aryawati Wayan Aryawati Winarsih Winarsih Yanti, Dhiny Easter Yeni Eka Firdaus Yohanes, Efriza Yolandha Adinda Pratiwi Yulyani, Vera Yusuf, Ghina Gabrilla Zain, Bagus Perdana Kusuma Zelda Nora Afriza