Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN METODE BRAIN STORMING DENGAN METODE DISKUSI TERGHADAP PENGETAHUAN TENTANG BAHAYA MEROKOK PADA SISWA SMA NEGERI 1 KATIBUNG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN Rivani Gusvara Putri; Christin Angelina Febriani; Lolita sari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 4, No 3 (2015): Volume 4 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v4i3.439

Abstract

Pada zaman modern saat ini, rokok bukanlah benda asing lagi. Bagi mereka yang hidup dikota maupun didesa umumnya mereka sudah mengenal benda yang bernama rokok ini. Penggunaan Tembakau Secara Global, tingkat persentase perokok aktif di Indonesia 2011 adalah 46,8% perokok pria dan 3,1% perokok wanita dengan usia 10 tahun. Dilaporkan, hingga 2011 jumlah kematian akibat rokok di dunia telah mencapai 6 juta jiwa per tahun, diperkirakan semakin lama tingkat kematian akibat rokok akan semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan siswa tentang bahaya merokok menggunakan metode Brain Storming dan Diskusi di SMA Negeri 1 Katibung.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperiment dengan pendekatan Pretest and Posstest Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa laki-laki kelas X yang berjumlah 58 dengan Sampel 40 responden ditentukan dengan cara proportionate random sampling. Pengambilan data menggunakan angket, dan analisa data menggunakan distribusi frekuensi dan uji T Independent.Hasil penelitian berdasarkan uji univariat pretest Brain Storming menujukan rata-rata pengetahuan siswa 41.60, pretest diskusi menunjukan rata-rata pengetahuan siswa 41.00, posttest Brain Storming menunjukan rata-rata pengetahuan siswa 65.60, posttest diskusi 68.00. Uji bivariat didapatkan nilai rata-rata siswa sebelum penyuluhan dengan menggunakan metode Brain Storming dan diskusi adalah 24.00 sedangkan sesudah penyuluhan adalah 27.00. Hasil uji statistik didapatkan nilai ρ= 0.528 berarti pada α= 5% dapat disimpulkan tidak ada perbedaan pengetahuan responden antara metode Brain Storming dengan diskusi. Disarankan kepada institusi pendidikan memberikan informasi menggunakan metode lain yang sesuai dengan karakteristik siswa, seperti jumlah siswa, penggunaan bahasanya, dan lain-lain.Kata kunci : Metode Brain Storming, Diskusi, Pengetahuan Bahaya Merokok
Faktor Underweight Pada Balita 24-59 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Ambarawa Kabupaten Pringsewu Samino Samino; Christin Angelina Febriani; Sulistri Atmasari
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 1 (2020): Volume 9 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i1.3782

Abstract

ABSTRAKUnderweight merupakan permasalahan gobal, termasuk Indonesia. Underweight merupakan gabungan gizi kurang dan gizi buruk yang dapat mengakibatkan rendahnya kualitas sumber daya manusia. Kasus underweight di wialayah kerja Puskesmas Ambarawa Kabupaten Pringsewu masih cukup tinggi,  terbanyak menyerang usia 24-59 bulan. Tujuan penelitian diketahui faktor underweight pada balita 24-59 bulan.Desain penelitian case control dengan sampel 117 responden (39 kasus dan 78).  Pemilihan sampel kontrol dengan purposive sampling, analisis menggunakan uji chi square, dengan convident interval (CI) 95%.Hasil penelitian diketahui terdapat hubungan antara pola konsumsi (0,001, OR 6,46), penyakit infeksi (0,001, OR 6,03), pola asuh (0,002, OR 5,07), menimbang berat badan (0,029, OR 2,662) dengan underweight. Tidak ada hubungan antara sanitasi dengan underweight (0,332). Dapat disimpulkan bahwa variabel pola konsumsi makan, penyakit infeksi, pola asuh, dan perilaku menimbang berat badan menjadi faktor penyebab underweight, sedangkan variabel sanitasi bukan menjadi faktor underweight. Disarankan petugas kesehatan aktif memberikan informasi mengenai PMT pabrikan, edukasi gizi seimbang kepada ibu balita, serta pentingnya melakukan penimbangan berat badan sebagai langkah pencegahan dan pengendalian faktor risiko  underweight.Kata Kunci : faktor underweight
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GADING REJO 2015 Rieseva Fitria; Christin Angelina Febriani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 1 (2016): Volume 5 Nomor 1
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i1.453

Abstract

Tuberkulosis Paru (Tb Paru) adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Tuberkulosis (Mycobacterium Tuberculosis), dapat menyerang siapa saja serta menyebabkan kematian, apabila tidak diobati. Kepatuhan terhadap anjuran minum obat anti tuberkulosis (OAT) adalah faktor penting yang berperan dalam proses penyembuhan Tb Paru dengan strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-course). Angka Konversi kasus terendah ketiga se-Kabupaten Pringsewu berada di Puskesmas Gading Rejo sebesar 75%. Angka keberhasilan pengobatan kasus Tb Paru BTA (+) terendah berada di Gadingrejo (79%), dimana berdasarkan survey pada 10 orang pasien didapatkan hasil 40% pasien patuh terhadap pengobatan Tb Paru.Tujuan penelitian ini diketahuinya hubungan dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat, jenis penelitian menggunakan kuantitatif dengan desain cross sectional dan objek penelitian berjumlah 85 orang penderita Tb Paru di Puskesmas Gading Rejo yang terdata di tahun 2014. Penelitian dilakukan selama 4 bulan dari bulan Februari-Juni 2015 berlokasi di 15 Pekon wilayah kerja Puskesmas Gading Rejo, analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square.Hasil analisis secara univariat menunjukkan bahwa (75,3%) responden patuh minum OAT, (57,6%) responden mendapat dukungan emosional kategori tinggi, (64,7%) responden mendapat dukungan penghargaan kategori tinggi, (56,5%) responden mendapat dukungan instrumental kategori tinggi, (75,3%) responden mendapat dukungan informasional kategori tinggi. Secara bivariat menunjukkan ada hubungan dukungan emosional (p value = 0,004 ; OR= 5,1), ada dukungan penghargaan (p value= 0,031; OR= 3,4), ada dukungan instrumental (p value = 0,007; OR= 4,7), ada dukungan informasional (p value= 0,001; OR= 16,2) dengan kepatuhan minum OAT di wilayah kerja Puskesmas Gading Rejo 2015.Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka peneliti menyarankan kepada keluarga untuk meningkatkan atau paling tidak mempertahankan dukungannya terhadap penderita untuk selalu patuh minum OAT dengan cara selalu mengingatkan jadwal pengambilan OAT di Puskesmas, selalu mengingatkan jadwal harian minum OAT, selalu memastikan bahwa OAT telah diminum dengan benar, selalu mengingatkan jadwal pemeriksaan hasil pengobatan dan selalu memberi dukungan emosional bahwa penyakit Tb Paru dapat disembuh.Kata Kunci : Kepatuhan Minum OAT, Dukungan Keluarga, Tb Paru
PERBEDAAN ANTARA METODE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DENGAN METODE BUZZ GROUP TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG SEKS BERISIKO DI SMA YAYASAN BAKTI KOTA PRABUMULIH 2016 Desta Tri Yani; Christin Angelina Febriani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 5, No 3 (2016): Volume 5 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v5i3.1093

Abstract

ABSTRAK Masa remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak menuju dewasa, remaja perempuan yang mengetahui tentang seks berisiko sebesar 65% sedangkan remaja laki-laki yang mengetahui tentang seks berisiko sebesar 62%. Kejadian sek beresiko di Sumatera Selatan 56%, Kota Palembang 50% dan Prabumulih 45%. Tujuan penelitian ini diketahui perbedaan antara metode Numbered Heads Together (NHT) dengan metode Buzz Group terhadap pengetahuan remaja tentang seks berisiko di SMA Yayasan Bakti Kota Prabumulih 2016. Jenis penelitian kuantitatif, dengan sampel 30 responden. Analisa data dengan uji T-Dependent dan T-Independent dengan derajat kerpercayaan (CI) 95% dan α=5%. Hasil penelitian menunjukan ada perbedaan signifikan pengetahuan remaja tentang seks berisiko sebelum (46,93) dan sesudah (82,67), dilakukan metode NHT dengan t-value (<0,001), ada perbedaan yang signifikan pengetahuan remaja tentang seks berisiko sebelum (55,73) dan sesudah (82,13%) dilakukan metode buzz group dengan t-value (<0,001). Tidak ada perbedaan antara metode NHT (35,73) dengan Buzz Group (26,40) dengan t-value (0,128). Kesimpulan hasil penelitian ini bahwa terdapat perbedaan signifikan pengetahuan setelah diberi penyuluhan dengan metode NHT dan metode Buzz Group. Tetapi tidak ada perbedaan yang signifikan antara metode NHT dan metode Buzz Group. Disaranka untuk SMA Yayasan Bakti Kota Prabumulih, diharapkan agar memberikan informasi melalui penyuluhan dengan menggunakan metode NHT atau Buzz Group kepada peserta didik, keduanya sama baiknya.
Faktor Penyebab Kejadian Stunting di Kampung Tawang Negri Wilayah Kerja Payung Rejo Lampung Tengah Tahun 2019 Ricky Dwi Satria; Samino Samino; Christine Angelina Febriani
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 9, No 3 (2020): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v9i3.3017

Abstract

Kejadian stunting atau balita pedek merupakan salah satu masalah gizi yang di alami oleh balita. Kabupaten Lampung Tengah memiliki angka stunting cukup tinggi pada pada Provinsi Lampung. Salah satunya yaitu Kampung Tawang Negri yang memiliki angka stunitng 44,16%. Angka ini terbilang cukup tinggi karena kategori masalah gizi baik jika balita pendek kurang dari 20%.  Data pemberian ASI ekskusif selama 6 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Rejo pada tahun 2018 yaitu 42,70%. Data tersebut menunjukkan angka dibawah Standar Pelayanan Minimum. Tujuan dari penelitian ini untuk diketahui penyebab kejadian stunting berdasarkan intervensi spesifik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif pada bulan September – Desember tahun 2019. Informan dibagi menjadi informan utama yaitu ibu dengan anak stunting yang berjumlah empat orang, informan kunci yaitu koordinator gizi Puskesmas dan Dinas Kesehatan, dan Kader sebagai triangulasi. Pengambilan data menggunakan wawancara yang mendalam (Deep Interview). Analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan dari analisis data. Sebagian besar informan belum memahami Stunting baik dari pengertian, penyebab, pencegahan dan dampak. Semua informan mengaku sudah memberikan ASI Eksklusif selama enam bulan. MPASI rutin diberikan 2-3 kali sehari namun untuk jenis makanan yang diberikan tidak bervariasi. Pengetahuan informan yang sebatas “tahu” berdampak pada ketidak mampuan dalam memahami maupun mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki dalam melakukan upaya pencegahan stunting, sehingga dapat meningkatkan angka kejadian stunting. Maka dari itu perlu dilakukan grup diskusi yang rutin saat melakukan pendekatan keluarga, untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat secara menyeluruh sehingga mampu melakukan upaya pencegahan secara mandiri.
IDENTIFIKASI FASILITAS SEKOLAH DASAR BERSIH SEHAT: STUDI PADA MADRASAH IBTIDAIYAH KOTA BANDAR LAMPUNG Samino Samino; Christin Angelina Febriani; Eva Finarika
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i4.2333

Abstract

ABSTRAKKesehatan sekolah dalam lingkungan sekolah dasar menjadi hal yang penting, usia anak sekolah dasar menjadi usia yang rentan terhadap masalah kesehatan dan tumbuh kembang anak sangat signifikan. Menjaga kesehatan lingkungan sekolah harus memperhatikan sarana prasarananya di sekolah. Program Madrasah Ibtidaiyah Bersih Sehat (MIBS), oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan belum mampu meningkatkan mutu kesehatan sekolah/madrasah. Tujuan diketahui kualitas kelengkapan fasilitas UKS, CTPS dan Jamban di lima Madrasah Ibtidaiyah Kota Bandar Lampung 2019.Penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data primer dengan melakukan observasi, wawancara mendalam dan data sekunder dengan melakukan kajian dokumen madrasah.Hasil penelitian menunjukkan kualitas kelengkapan fasilitas di lima Madrasah Ibtidaiyah, UKS sebesar 20,21 (50,54%) peringkat C kategori cukup, CTPS sebesar 7,41 (37,07%) peringkat D kategori kurang, jamban sebesar 24,60 (61,50%) peringkat C kategori cukup. Sedangkan kualitas kelengkapan fasilitas dari ketiga fasilitas UKS, CTPS, dan jamban sebesar 52,23 dengan peringkat C kategori “Cukup”. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pencapaian kualitas kelengkapan fasilitas UKS, CTPS, dan jamban di madrasah masih rendah. Disarankan, kepala madrasah dapat melakukan kerja sama dengan pihak ketiga. Kata kunci    : Kelengkapan fasilitas, UKS, CTPS, Jamban
Merubah Sikap Terhadap Buang Air Besar Sembarangan Melalui Program Pemicuan : Kebijakan Nasional Vera Yulyani; Christin Angelina Febriani; Lolita Sary; Desna Damayanti
JURNAL DUNIA KESMAS Vol 8, No 4 (2019): Volume 8 Nomor 4
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v8i4.2334

Abstract

Perilaku buang air besar terbuka (BABS) masih menjadi masalah besar di Indonesia. Di daerah pedesaan perilaku ini masih umum, salah satunya di Desa Bumiharjo, Lampung Timur pada tahun 2016, perilaku BABS masih dilakukan oleh 561 kepala keluarga. Kementerian Kesehatan telah meluncurkan program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan pendekatan pemicu yang pilar pertamanya adalah Open Defecation Free (ODF). Program ini belum sepenuhnya dilaksanakan di desa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan program pemicu STBM terhadap perubahan sikap masyarakat tentang buang air besar sembarangan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian eksperimen semu. Hasil penelitian menunjukkan program pemicu memiliki pengaruh pada perubahan sikap masyarakat terhadap BABS (p = 0,002). Berdasarkan hasil penelitian ini, kebijakan STBM nasional dengan konsep pemicu harus terus dilaksanakan sampai ODF Village tercapai di seluruh Indonesia.Kata Kunci : perubahan sikap, buang air besar sembarangan, kebijakan nasional
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS IRINGMULYO KOTA METRO TAHUN 2016 Christin Angelina Febriani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.964 KB) | DOI: 10.33024/.v3i2.743

Abstract

Penyakit hipertensi sebagai salah satu penyakit tidak menular dewasa ini menjadi masalah yang besar dan serius, karena prevalensi penyakit hipertensi yang tinggi dan cenderung meningkat. Kota Metro menempati urutan kedua sebagai kabupaten tertinggi penderita hipertensinya yaitu sebesar 47,55%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Iringmulyo Kota Metro 2016.Jenis penelitian ini kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Sampel ditentukan menggunakan estimasi mutlak yaitu sebesar 94 orang, dengan teknnik sampling accidental sampling. Analisa data menggunakan somers’d dan regresi logistik ganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat korelasi yang bermakna antara jenis kelamin (nilai p 0,129) dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Iringmulyo. Terdapat korelasi yang bermakna antara riwayat keluarga (nilai p 0,000; OR 7,841), stress (nilai p 0,002; OR 3,810), obesitas (nilai p 0,001; OR 5,438), merokok (nilai p 0,000; OR 8,873), pekerjaan (nilai p 0,001; OR 4,718) dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Iringmulyo. Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Iringmulyo adalah merokok dengan p value 0,017 dan OR 8,029. Disarankan bagi tenaga kesehatan untuk gencar dalam upaya preventif, bekerjasama lintas sektoral, kader dan tokoh masyarakat, berupa penyuluhan berkala dengan menggunakan metode-metode atraktif, misal metode grup diskusi dan lain sebagainya, menggiatkan perubahan sosial melalui economical approach.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular Christin Angelina Febriani; Agung Aji Perdana; Tati Diana sari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 3 No 1 (2021): Februari 2021, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v3i1.367

Abstract

Hampir tiga perempat dari semua kematian penyakit tidak menular dan 82% dari 16 juta orang yang meninggal sebelum mencapai usia 70 tahun, terjadi pada penduduk berpenghasilan rendah dan menengah. Munculnya PTM disebabkan empat faktor risiko utama: penggunaan tembakau, aktivitas fisik, konsumsi alkohol dan diet yang tidak sehat. Tujuan penelitian diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi sumber penelitian ini masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Tegineneng Kabupaten Pesawaran sebanyak 27.208 Jiwa, sampel sebanyak 385 pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan realibilitas pada penelitian sebelumnya, analisis data secara univariat untuk mendapatkan gambaran umum tentang tiap variabel, bivariat dengan uji chi square dan multivariat menggunakan analisis regresi linier logistik berganda. Hasil penelitian di dapatkan bahwa tidak ada hubungan ekonomi, tingkat pendidikan dengan pemanfaatan posbindu dan ada hubungan persepsi, sikap, peran petugas kesehatan, dukungan keluarga dan akses dengan pemanfaatan posbindu. Sikap merupakan faktor yang paling dominan dalam pemanfaatan posbindu jika dibandingkan faktor yang lainnya karena Exp (B) paling besar yaitu nilai OR 4,060.
Faktor – faktor yang memengaruhi tingkat stress pada perawat saat pandemi Covid 19 Anggraheni Widyaningrum; Christin Angelina Febriani; Dhiny Easter Yanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol 16, No 5 (2022)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v16i5.7293

Abstract

Background: Coronavirus can infect the respiratory system. SARS-CoV-2 virus or better known as Covid-19 has become a worldwide pandemic, this outbreak in addition to providing physical impact, also has a serious effect on a person's mental health, one of which is stress. One of  them  is a nurse, experiencing various kinds of pressure due to Covid-19. The nurses said they were often  anxious, fearful, stressed, panicked, confused, worried, sad, and emotional when receiving patients suspected of Covid.Purpose: To known factors that affect the level of stress in nurses during the Covid-19 pandemic at Pertamina Bintang Amin Hospital.Method: Quantitative research with cross sectional design.  The population was nurses and Sampling techniques took by  total sampling. Analysis of data univariate, bivariate and multivariate.Results: Finding are relationship between stress levels with age (p-  value  0.880); gender (p-value 0.017); marital status (p-value 0.003). There was no relationship with length of work (p - value  0.963); workload  and  stress level  (p-value 0.000); work demands (p-value 0.000). The  most dominant variable associated with workload (OR = 30,910 Koef. B = 3,431).Conclusion: Most variabel such as age, gender, marital status, length of work and work demands had relationship with stress levels, except workload.Keywords: Stress Level; Nurses; Covid-19; Hospital.Pendahuluan: Coronavirus bisa menginfeksi sistem pernapasan. Virus SARS-CoV-2 atau lebih dikenal dengan istilah Covid-19 telah menjadi pandemik di seluruh dunia, wabah ini selain memberikan dampak fisik, juga memiliki efek serius pada kesehatan mental seseorang salah satunya stress. Tenaga kesehatan salah satu diantaranya yaitu perawat, mengalami berbagai macam tekanan akibat Covid-19. Para perawat pelaksanaan mengatakan sering cemas, takut, stress, panik, bingung, khawatir, sedih, dan emosi saat menerima pasien yang dicurigai covid.Tujuan: Mengetahui faktor–faktor yang mempengaruhi tingkat stress pada perawat saat pandemic Covid-19 di RS Pertamina Bintang Amin.Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasinya seluruh perawat pelaksanaan yang bekerja di Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin Kota Bandar Lampung Tahun 2021. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis data secara univariat, bivariat dan multivariate.Hasil: Mayoritas variabel diketahui tidak terdapat hubungan dengan tingkat stress perawat seperti usia (p – value 0,880); jenis kelamin (p-value 0,017); status pernikahan (p-value 0,003); lama kerja (p – value 0,963). Diketahui terdapat hubungan signifikan tingkat stress dengan beban kerja (p-value 0,000) dan variabel tuntutan kerja (p-value 0,000). Diketahui variabel yang paling dominan yang berhubungan dengan tingkat stress adalah beban kerja (OR = 30.910 Koef. B = 3.431).Simpulan: Beberapa variabel tidak terdapat hubungan seperti usia, jenis kelamin, status pernikahan, lama kerja dan tuntutan kerja dengan tingkat stress, dengan nilai p-value > 0.05 dan terdapat hubungan yang signifikan pada variabel beban kerja.
Co-Authors Achmad Farich Adelita, Audrey Agung Aji Perdana Agung Aji Perdana Agung Aji Perdana Amir, Sabrina Amperaningsih, Yuliati Anggraheni Widyaningrum Angkas Mandala Putra Angkas Mandala Putra Aprilia Belkis, Happy Aprilia Susanti, Fitri Aprina Aprina Aprina, Aprina Arisandi, Syafik Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Astri Aulia, Hanifah Astri, Hanifah Audrey Adelita Aulyya Rahmah Aumeya, Dhea Azzahra Kania Fatihah Azzahra, Dhika Bakti Herwanti Chanita Sari Manulang Citra Wahyu Citra Citra, Citra Wahyu Dayasih, Nia Derius Ixroni Desna Damayanti Dessy Elviyanti Desta Tri Yani Dhini Easter Yanti Dina Dwi Nuryani Dwi Nuryani, Dina Dwiyana, M Rizal Easter Yanti, Dhiny Easter Yanti, Dhiny Echa Rafika Eka Kartika Ekasari, Fitri Eva Finarika Fadhilah Amanda Sari Fatmasari, Yeni Fidel Rama Nugraha Fidel Rama Nugraha Fikri, Rahmat Firamita Yusticia Fitri Eka Sari Fitri Ekasari Fitri Usfa, Hafiratul Gabrilla Yusuf, Ghina Ghina Gabrilla Yusuf Ghina Gabrilla Yusuf Hadinata, Andri Hafiratul Fitri Usfa Handayani, Fina Hanifah Astri Aulia Happy Aprilia Belkis Hayati, Amelia Hermawan, Dessy Iqbal Fawaz Istiqomah, Anisa Cahyanti Januartha, Herzandho Jaya, Satrya Kania Fatihah, Azzahra Karunia Viandra Yoanisa Keswara, Umi Romayati Khoidar Amirus Khoirur Rizqi, Afifah Kundayani, Tri Kurniati, Mala Lestari, Juwita Lintang Safitri, Nafisa Lolita Sari Lolita Sary Manggeskar, Riska Maryam, Riyanti Metalia Agnessia MS, Shaharuddin Muhani, Nova Nora Afriza, Zelda Nova Muhani Noviansyah Noviansyah, Noviansyah Nur Maya Sari Nurhalina Sari Nurkhasanah Nurkhasanah Nurkhasanah Nurkhasanah Nurzana, Desi Oktavia, Mutiara Pefi Fatrisia Pratiwi, Yolandha Adinda Puspa Sari Puspa Sari Putri Puspita sari Rafika, Echa Rahmah, Aulyya Rahmat Agung Renna Oktavia Rudi Ricky Dwi Satria Rieseva Fitria Rilyani Rilyani Rini Budiarti Rivani Gusvara Putri Riyanti Riyanti Rr. Salwa Zasya Rudi, Renna Oktavia Saireda, Elistya Mercha Samino Samino Samino Samino Samino Samino Sari Manulang, Chanita Sari, Fadhilah Amanda Sari, Fitri Eka Sari, Yunila Shabrina, Hanifah Shaharuddin MS Shintani, Clara Silaen, Rahel Gusnita Siti Fadilah Siti Fadilah Siti Lis Jarsiyah Siti Mariam Sri Yuniati Sudjarwo Sudjarwo Sulistri Atmasari Susanti, Fitri Aprilia Syafrizal AR Tamara, Yayang Suci Tati Diana sari Trikundayani, Trikundayani Usfa, Hafiratul Veronica, Ervi Viandra Yoanisa, Karunia Wati, Putri Vega Wayan Aryawati Wayan Aryawati Winarsih Winarsih Yanti, Dhiny Easter Yeni Eka Firdaus Yohanes, Efriza Yolandha Adinda Pratiwi Yulyani, Vera Yusuf, Ghina Gabrilla Zain, Bagus Perdana Kusuma Zelda Nora Afriza