Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH TENAGA KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG HIV/AIDS DI SMAN 2 KECAMATAN TBT Rini Budiarti; Christin Angelina Febriani; Wayan Aryawati
Jurnal Kesehatan : Jurnal Ilmiah Multi Sciences Vol 12 No 01 (2022): JURNAL KESEHATAN : JURNAL ILMIAH MULTI SCIENCES
Publisher : STIK SITI KHADIJAH PALEMBANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52395/jkjims.v12i01.342

Abstract

Satu dari pandemi paling mematikan adalah HIV/AIDS. Pada tahun 2020, sebanyak 680.000 orang meninggal karena terkait penyakit AIDS dan 1,5 juta orang baru terinfeksi HIV. (UNAIDS, 2021). Presentase kasus HIV/AIDS menurut kelompok umur kelompok umur produktif (15-49 tahun) sebesar 2,9 % mendominasi sebaran kasus baik HIV maupun AIDS.(KEMENKES RI, 2021). Kasus HIV/AIDS terus meningkat pada remaja sehingga pentingnya pengetahuan remaja dalam pencegahan HIV/AIDS.Nakes memiliki tupoksi memberikan edukasi ke sekolah. Bertitik tolak hal tersebut pendekatan penyuluhan sehingga dapat merubah proses pikir, perasaan dan perilaku sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV/AIDS sebelum dan sesudah dilakukan edukasi nakes dan kontrol di SMAN2 Kecamatan TBT. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan “Quasi eksperiment” melakukan pengukuran sebelum dan sesudah dilakukan edukasi nakes, kontrol. Populasi sejumlah 314 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling 60 siswa dibagi 2 kelompok yaitu kelompok nakes, kontrol. Instrument penelitian kuesioner dari SDKI tahun 2017. Analisis dilakukan dengan univariat dan bivariat. Ada pengaruh peningkatan pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV/AIDS dengan nilai p-value = 0,001 (<0,05). Ada perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap remaja dengan nilai p-value = 0,001 (<0,05). dilakukan penyuluhan secara berkala, monitoring dan evaluasi oleh petugas Puskesmas.
PENYULUHAN KESEHATAN STUNTING DI POSYANDU FLAMBOYAN I KECAMATAN WAY HALIM KOTA BANDAR LAMPUNG PROVINSI LAMPUNG Fitri Eka Sari; Dhiny Easter Yanti; Christin Angelina Febriani; Rr. Salwa Zasya; Siti Mariam
Jurnal Perak Malahayati Vol 4, No 2 (2022): Vol 4 No 2 November 2022
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v4i2.8453

Abstract

Berdasarkan hasil dari Pemantauan Status Gizi (PSG) balita di Provinsi Lampung, telah diperoleh hasil presentase balita Stunting di Provinsi Lampung yang terus mengalami peningkatan. Pada hasil Riskesdas Tahun 2018, telah menunjukkan prevalensi stunting Provinsi Lampung yang memiliki perbedaan signifikan yaitu menjadi 27,3% atau terjadi penurunan 15,3% bila dibandingkan dengan prevalensi pada tahun 2013, yaitu sebesar 42,6 %. Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini melibatkan masyarakat, khususnya ibu yang memiliki balita di wilayah kerja kecamatan Gunung Sulah yang tepatnya berada di Posyandu Flamboyan I. Tujuan umum dari kegiatan PKM untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan pemahaman ibu yang memiliki balita tentang stunting serta perkembangan tumbuh kembang anak. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini adalah menggunakan metode ceramah dan diskusi disertai dengan pemutaran video tentang stunting dan tumbuh kembang anak. Manfaat dari PKM ini adalah diharapkan dapat memberikan edukasi kepada ibu yang memliki balita tentang masalah stunting dan tumbuh kembang anak sehingga dapat memberikan kesadaran kepada ibu yang memiliki balita untuk lebih meningkatkan  tumbuh kembang anak dan mencegah terjadinya stunting di Posyandu Flamboyan 1 di wilayah kecamatan Way Halim, Kota Bandar Lampung. Kata Kunci : Penyuluhan, Stunting, Tumbuh Kembang Anak. 
Faktor Determinan yang Berhubungan dengan Partisipasi Masyarakat Usia ≥ 12 Tahun dalam Melakukan Vaksin COVID-19 Syafrizal AR; Christin Angelina Febriani; Dessy Hermawan
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 8 No 3 (2022): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol8.Iss3.1317

Abstract

One of the government's efforts in dealing with COVID-19 is with a self-limited disease-healing method. The way to do that is by implementing health protocols and carrying out special protection efforts, that as vaccination. This study aims to determine the determinant factors related to community participation aged 12 years old in carrying out the COVID-19 vaccine at Trimulyo Primary Health Center Work Area, Pesawaran Regency in 2022. This research is quantitative with a cross-sectional approach. The population in this study was people aged 12 years old in the Trimulyo Public Health Center, Pesawaran Regency, with 23,390 people. The sample was chosen with cluster random sampling, consisting of 394 people The data analysis used was univariate, bivariate (chi-square, and multivariate (multiple logistic regression). The results show that there was a relationship between knowledge (p = 0.033), history of non-communicable diseases (p = 0.004), history of COVID-19 (p = 0.005), and public perception (p = 0.000) with community participation in the COVID-19 vaccine. 19. The dominant factor related to community participation is the community perception variable. Suggested primary health care can intensify education to the community about the importance of carrying out the COVID-19 vaccine by using media which attracts more public attention.
Analisis Determinan yang Berhubungan dengan Partisipasi Pria Menjadi Akseptor Program Keluarga Berencana di Indonesia (Analisis Data SDKI Tahun 2017) Puspa Sari; Christin Angelina Febriani; Achmad Farich
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Komunitas (Inpress)
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol9.Iss1.1306

Abstract

Family planning programs have a role in reducing the risk of maternal death through the prevention of pregnancy, delaying gestational age, and determining the spacing of their pregnancies. Men can share roles by participating in family planning and reproductive health issues. The coverage of the use of family planning methods/methods among married men includes MOM (0.2%), condoms (3.1%), and traditional methods such as interrupted intercourse (2.9%) and periodic abstinence (1.1%). This study aims to determine the determinant factors of male participation as family planning acceptors in Indonesia (2017 IDHS Data Analysis). This research was quantitative with an analytic design and cross-sectional approach. The population of this study was all married men aged 15-54 years old in Indonesia in 2017. The sampling technique used was purposive sampling. Data analysis in this study used univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (multiple logistic regression). The results of this study showed that there was no relationship between employment status (p = 0.197), there was no relationship between age (p = 0.0167), and there was a relationship between education (p = 0.001), economic status (p = 0.001), and area of ​​residence (p=0.001; OR=3,7) with men's participation as family planning acceptors. The factor that is most related to the men's participation as family planning acceptors was the economic variable. Suggestions for the government to make regulations and socialization, in order that community no longer considered that being a family planning acceptor was the women's duty.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kelengkapan Imunisasi Dasar Pada Bayi Usia 12 Bulan di Masa Pandemi Covid-19 Siti Lis Jarsiyah; Christin Angelina Febriani; Wayan Aryawati
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 9 No 1 (2023): Jurnal Kesehatan Komunitas (Inpress)
Publisher : LPPM Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol9.Iss1.1316

Abstract

Complete basic immunization consists of 1 dose of hepatitis B, 1 dose of BCG, 3 doses of DPT-HB-Hib, 4 doses of polio drop, and 1 dose of measles. The target for complete basic immunization in 2019 is 93% with a complete basic immunization achievement of 57.9%. The impact of not getting complete immunization is the incidence of morbidity and mortality due to tuberculosis, poliomyelitis, measles, hepatitis B, diphtheria pertussis, and tetanus neonatorum. This study aims to find out factors that affect the completeness of basic immunization for infants aged 12 months old during the COVID-19 pandemic in the Gunung Sari Health Center Work Area, Way Khilau District in 2022. This research is quantitative with a cross-sectional design. The population in this study were all mothers who had infants aged 12 months old in the working area of ​​the Gunung Sari Health Center. The sample in this study were 81 peoples. The sampling technique was purposive sampling. Data analysis was analyzed using univariate, bivariate, and multivariate analysis. The results of this study indicate that there was a relationship between maternal age (p = 0.000), education (p = 0.000), knowledge (p = 0.001), family support (p = 0.003), and support from health workers (p = 0.042) with the completeness of basic immunization for infants aged 12 months old during the Covid-19 pandemic. The most dominant factor in influencing the completeness of basic immunization in infants aged 12 months old was the knowledge variable. Suggested for mothers can be more active in seeking information about basic immunizations that should be given to children so that no more children have incomplete immunization status.
PENYULUHAN CARA MENJAGA KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI SD NEGERI 1 HARAPAN JAYA SUKARAME KOTA BANDAR LAMPUNG PADA TAHUN 2022 Christin Angelina Febriani; Dhiny Easter Yanti; Nurul Aryastuti; Audrey Adelita; Chanita Sari Manulang; Ghina Gabrilla Yusuf; Hafiratul Fitri Usfa; Nurkhasanah Nurkhasanah; Zelda Nora Afriza
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.508-514

Abstract

Melakukan upaya perawatan gigi dan mulut merupakan salah satu bentuk perawatan diri pada anak-anak yang harus dilakukan sejak dini. Anak-anak sangat menyukai makanan dan minuman manis seperti permen, cokelat, minuman manis. Makanan dan minuman tersebut memudahkan gigi menjadi rusak karena akan menempel di gigi sehingga dapat menimbulkan masalah pada gigi. Masalah kesehatan gigi dan mulut jika tidak dilakukan perawatan akan menimbulkan rasa sakit pada gigi yang berakibat anak malas melakukan aktivitas sehari-hari, anak malas hadir ke sekolah dan nafsu makan menurun sehingga mengakibatkan gangguan tumbuh kembang pada anak-anak. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatan pengetahuan dan merubah sikap siswa/siswi menjadi lebih baik mengenai cara menjaga kesehatan gigi serta dapat menerapkan informasi-informasi yang sudah diberikan di kehidupan sehari-hari. Metode pelaksanaan kegiatan ini dengan desain Quasi Eksperimen kepada anak kelas V dan VI SD Negeri 1 Harapan Jaya Sukarame Bandar Lampung yang diberikan intervensi penyuluhan, dengan pendekatan One Group Pre Test dan Post Test. Kegiatan ini di lakukan SD Negeri 1 Harapan Jaya Sukarame Bandar Lampung. Hasil kegiatan yang di dapatkan adalah setelah mengisi Pre Test dan Post Test menunjukkan tingkat pengetahuan siswa/siswi mengalami peningkatan dari 60.00% menjadi 68.57%, tetapi untuk tingkat sikap menurun dari 42.41% menjadi 42.01 % dengan total populasi 56 siswa/siswi kelas V dan VI. Kesimpulan yang didapatkan dari penyuluhan ini yaitu hasil analisis t dependen berdampak pada peningkatan pengetahuan siswa/siswi tetapi tidak berdampak pada perubahan sikap siswa/siswi.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemanfaatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular Christin Angelina Febriani; Agung Aji Perdana; Tati Diana sari
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol 3 No 1 (2021): Februari 2021, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v3i1.367

Abstract

Hampir tiga perempat dari semua kematian penyakit tidak menular dan 82% dari 16 juta orang yang meninggal sebelum mencapai usia 70 tahun, terjadi pada penduduk berpenghasilan rendah dan menengah. Munculnya PTM disebabkan empat faktor risiko utama: penggunaan tembakau, aktivitas fisik, konsumsi alkohol dan diet yang tidak sehat. Tujuan penelitian diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi sumber penelitian ini masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Tegineneng Kabupaten Pesawaran sebanyak 27.208 Jiwa, sampel sebanyak 385 pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang sudah diuji validitas dan realibilitas pada penelitian sebelumnya, analisis data secara univariat untuk mendapatkan gambaran umum tentang tiap variabel, bivariat dengan uji chi square dan multivariat menggunakan analisis regresi linier logistik berganda. Hasil penelitian di dapatkan bahwa tidak ada hubungan ekonomi, tingkat pendidikan dengan pemanfaatan posbindu dan ada hubungan persepsi, sikap, peran petugas kesehatan, dukungan keluarga dan akses dengan pemanfaatan posbindu. Sikap merupakan faktor yang paling dominan dalam pemanfaatan posbindu jika dibandingkan faktor yang lainnya karena Exp (B) paling besar yaitu nilai OR 4,060.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG JAJANAN SEHAT SISWA KELAS 5 DI SDN 3 PERUMNAS WAY HALIM BANDAR LAMPUNG Karunia Viandra Yoanisa; Azzahra Kania Fatihah; Christin Angelina Febriani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.198-203

Abstract

Masyarakat masih kurang peduli terhadap apa yang mereka makan,terlebih lagi pada anak-anak,yang penting adalah porsi yang banyak serta harga yang pas dikantong. Anak-anak cenderung membeli makanan tanpa memperhatikan kebersihannya,sehingga seringkali mereka menjadi korban dari jajanan yang tidak sehat yang berakibat pada sakit perut, diare, muntah,dll. Survei menunjukkan bahwa 80% anak sekolah tidak membawa bekal dan mengkonsumsi Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang dijual di sekitar sekolah. Pangan Jajanan Anak Sekolah memegang peranan strategis karena merupakan salah satu sumber asupan gizi penting bagi anak sekolah. Oleh sebab itu, perlu upaya untuk menjamin PJAS yang tersedia di kantin sekolah merupakan Pangan Jajanan Anak Sekolah yang aman, bermutu dan bergizi seimbang serta perlu dilakukan pemberian informasi dan edukasi. Hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan sebab  makanan bukan hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada tubuh, namun kandungan gizi yang baik dari segi kualitas diperlukan agar tumbuh kembang anak optimal. Metode yang digunakan adalah edukasi yang diadakan di SDN 3 Perumnas Way Halim. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi.Hasil pengabdian ini diharapkan agar siswa-siswi memiliki pengetahuan tentang jajanan yang sehat
PENYULUHAN PENINGKATAN AKTIFITAS FISIK MAHASISWA MELALUI INISIATIF KAMPUS SEHAT Happy Aprilia Belkis; Hanifah Astri Aulia; Christin Angelina Febriani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.294-299

Abstract

Aktivitas fisik pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor yang signifikan terhadap kesejahteraan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait aktivitas fisik di kampus dengan kesehatan mental dan fisik mahasiswa. Metode penelitian melibatkan survei dan wawancara terhadap sampel mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang aktif secara fisik di kampus cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah, kesehatan mental yang lebih baik, dan kebugaran fisik yang lebih tinggi. Temuan ini menekankan pentingnya mempromosikan aktivitas fisik di lingkungan kampus untuk meningkatkan kesejahteraan mahasiswa. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya dukungan dan fasilitas yang memadai dari pihak kampus untuk mendorong mahasiswa aktif secara fisik. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi efektif dalam meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam aktivitas fisik di kampus. Hasil penelitian ini dapat menjadi pedoman bagi institusi pendidikan tinggi dalam mengembangkan program kesehatan dan kebugaran yang dapat meningkatkan kesejahteraan mahasiswa secara keseluruhan. Dengan memperhatikan pentingnya aktivitas fisik dalam kesejahteraan mahasiswa, diharapkan pihak kampus memberikan perhatian lebih besar terhadap fasilitas dan program yang mendukung aktivitas fisik di lingkungan kampus. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan intervensi atau program promosi kesehatan yang berfokus pada aktivitas fisik di lingkungan kampus. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami pentingnya aktivitas fisik di kampus terhadap kesejahteraan mahasiswa. Tentu saja, hal ini memprihatinkan karena aktivitas fisik memiliki tujuan lebih dari sekadar memenuhi kesehatan. Metode yang digunakan dalam edukasi di Universitas Malahayati Bandar Lampung adalah pre-test, presentasi, diskusi, tanya jawab, serta post-test. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan rata-rata nilai pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan edukasi. Harapannya adalah agar mahasiswa memperoleh pengetahuan tentang aktivitas fisik dari kegiatan ini.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PEKERJAAN IBU DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS KRUI KABUPATEN PESISIR BARAT TAHUN 2023 Rahmat Agung; Samino Samino; Christin Angelina Febriani Febriani; Agung Aji Perdana
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol. 9 No. 11 (2023): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i11.3790

Abstract

Immunization is very important for a person's body to be immune from disease. The benefit of immunization is to provide immunity to babies in order to prevent disease and infant death. The immunization achievement based on data from the West Pesisir District Health Service is 2203 (75.7%) in 2022. Meanwhile, based on data from the Krui Health Center, West Pesisir Regency, the immunization achievement of Complete Immunization in 2022 is 266 (75.1%). There are still mothers who do not bring their toddlers for immunization due to several factors including knowledge and work. The aim of this research is to determine the relationship between maternal knowledge and work and the completeness of immunizations for toddlers in the UPTD Work Area of the Krui Health Center, Pesisir Barat Regency in 2023. The research method used by researchers in this study is a correlation study using a cross sectional approach. The number of samples in this study was 175 respondents. The sampling technique used was total sampling. The instrument used was a questionnaire sheet. The statistical test used is the chi-square test. The results of the analysis using the Chi-square test showed a p-value = 0.001 (<0.05) for knowledge and 0.112 for work. The conclusion is that there is a relationship between knowledge and completeness of immunization in the Krui Health Center Work Area in 2023 and there is no relationship between employment and completeness of immunization in the Krui Health Center Work Area in 2023.
Co-Authors Achmad Farich Adelita, Audrey Agung Aji Perdana Agung Aji Perdana Agung Aji Perdana Amir, Sabrina Amperaningsih, Yuliati Anggraheni Widyaningrum Angkas Mandala Putra Angkas Mandala Putra Aprilia Belkis, Happy Aprilia Susanti, Fitri Aprina Aprina Aprina, Aprina Arisandi, Syafik Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Astri Aulia, Hanifah Astri, Hanifah Audrey Adelita Aulyya Rahmah Aumeya, Dhea Azzahra Kania Fatihah Azzahra, Dhika Bakti Herwanti Chanita Sari Manulang Citra Wahyu Citra Citra, Citra Wahyu Dayasih, Nia Derius Ixroni Desna Damayanti Dessy Elviyanti Desta Tri Yani Dhini Easter Yanti Dina Dwi Nuryani Dwi Nuryani, Dina Dwiyana, M Rizal Easter Yanti, Dhiny Easter Yanti, Dhiny Echa Rafika Eka Kartika Ekasari, Fitri Eva Finarika Fadhilah Amanda Sari Fatmasari, Yeni Fidel Rama Nugraha Fidel Rama Nugraha Fikri, Rahmat Firamita Yusticia Fitri Eka Sari Fitri Ekasari Fitri Usfa, Hafiratul Gabrilla Yusuf, Ghina Ghina Gabrilla Yusuf Ghina Gabrilla Yusuf Hadinata, Andri Hafiratul Fitri Usfa Handayani, Fina Hanifah Astri Aulia Happy Aprilia Belkis Hayati, Amelia Hermawan, Dessy Iqbal Fawaz Istiqomah, Anisa Cahyanti Januartha, Herzandho Jaya, Satrya Kania Fatihah, Azzahra Karunia Viandra Yoanisa Keswara, Umi Romayati Khoidar Amirus Khoirur Rizqi, Afifah Kundayani, Tri Kurniati, Mala Lestari, Juwita Lintang Safitri, Nafisa Lolita Sari Lolita Sary Manggeskar, Riska Maryam, Riyanti Metalia Agnessia MS, Shaharuddin Muhani, Nova Nora Afriza, Zelda Nova Muhani Noviansyah Noviansyah, Noviansyah Nur Maya Sari Nurhalina Sari Nurkhasanah Nurkhasanah Nurkhasanah Nurkhasanah Nurzana, Desi Oktavia, Mutiara Pefi Fatrisia Pratiwi, Yolandha Adinda Puspa Sari Puspa Sari Putri Puspita sari Rafika, Echa Rahmah, Aulyya Rahmat Agung Renna Oktavia Rudi Ricky Dwi Satria Rieseva Fitria Rilyani Rilyani Rini Budiarti Rivani Gusvara Putri Riyanti Riyanti Rr. Salwa Zasya Rudi, Renna Oktavia Saireda, Elistya Mercha Samino Samino Samino Samino Samino Samino Sari Manulang, Chanita Sari, Fadhilah Amanda Sari, Fitri Eka Sari, Yunila Shabrina, Hanifah Shaharuddin MS Shintani, Clara Silaen, Rahel Gusnita Siti Fadilah Siti Fadilah Siti Lis Jarsiyah Siti Mariam Sri Yuniati Sudjarwo Sudjarwo Sulistri Atmasari Susanti, Fitri Aprilia Syafrizal AR Tamara, Yayang Suci Tati Diana sari Trikundayani, Trikundayani Usfa, Hafiratul Veronica, Ervi Viandra Yoanisa, Karunia Wati, Putri Vega Wayan Aryawati Wayan Aryawati Winarsih Winarsih Yanti, Dhiny Easter Yeni Eka Firdaus Yohanes, Efriza Yolandha Adinda Pratiwi Yulyani, Vera Yusuf, Ghina Gabrilla Zain, Bagus Perdana Kusuma Zelda Nora Afriza