Claim Missing Document
Check
Articles

Studi Kasus Wanprestasi: Implikasi terhadap Perancangan Kontrak di Sektor Bisnis Victor Karna Junior; Ghefari Albir Fachri Suherman; Lucky Dafira Nugroho
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrish.v4i1.5155

Abstract

Default, or breach of contract, is a common problem in business transactions and can have significant impacts, both financially and non-financially. This article analyzes the various forms of default, such as failure to fulfill obligations, delays, or non-performance in accordance with the agreement. The impact of default is not only directly related to financial losses—for example through fines or damages—but can also damage business relationships and the company's reputation. Therefore, good contract design is very important in reducing this risk. Effective contract design should include clear clauses regarding obligations, deadlines, and sanctions that apply in the event of a breach. Penalty clauses are often used to provide incentives for the parties involved to fulfill their obligations. Furthermore, in the context of globalization and international transactions, it is important for contracts to include clear dispute resolution mechanisms, such as mediation or arbitration, to avoid escalation of problems. This article aims to provide practical guidance for companies in designing contracts that not only reduce the risk of default, but also ensure the sustainability of mutually beneficial business relationships. With a thorough understanding of legal risks and the implementation of appropriate mitigation measures, companies can maintain smooth operations and prevent major losses due to default. Keywords : Default, Breach Of Contract, Contract Drafting, ,, , Mediation, Arbitration, Corporate Reputation, Risk Management.
Konflik Hukum Perdata Internasional dalam Kepemilikan Tanah oleh WNA di Indonesia: Studi atas Lex Rei Sitae dan Public Order Septy Amelia Handayani; Desak Andini Parameswari; Lucky Dafira Nugroho
Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Riset Rumpun Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrish.v4i2.5311

Abstract

Indonesia is a unitary state comprised of thousands of islands and vast seas. Land is a vital asset for both the people and the state; therefore, its control, use, and preservation must be regulated fairly to prevent misuse, particularly by foreign parties. This study focuses on the extent to which the limitations on land ownership by foreign nationals (FNs), as established by national law, can be effectively applied in cases occurring beyond Indonesia's jurisdiction.The aim of this research is to examine how the principle of lex rei sitae, the doctrine of cross-border inheritance law, and the concept of ordre public in Indonesian law interact with one another in order to formulate legal policies that uphold agrarian justice and national sovereignty, while also adapting to global changes. The findings of this study reveal that the principles of lex rei sitae and ordre public serve not merely as grounds for legal rejection, but as fundamental pillars in shaping land ownership policies for foreign nationals based on fairness, proportionality, and sustainability. By implementing a legal system that is firm, consistent, yet flexible, Indonesia is able to safeguard its national sovereignty while also fostering international trust as a rule-of-law state capable of facing global challenges without losing its national identity.
STRATEGI PERANCANGAN KONTRAK YANG BAIK SEBAGAI INSTRUMEN PENCEGAHAN SENGKETA Moh. Widadun Ni’am; Muhammad Azmi Robbani Jakfar; Lucky Dafira Nugroho
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 6 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Juni
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v3i6.1991

Abstract

Artikel ini menganalisis optimalisasi perancangan kontrak sebagai alat preventif untuk mencegah sengketa hukum privat melalui pendekatan normatif-yuridis dan kajian literatur. Penelitian mengacu pada KUHPerdata Pasal 1320–1339, sumber sekunder, dan studi kasus di sektor properti, konstruksi, serta UMKM. Hasil menunjukkan bahwa kontrak yang disusun secara komprehensif—meliputi identitas pihak, objek, hak dan kewajiban, klausul wanprestasi, force majeure, dan penyelesaian sengketa—efektif meminimalisir konflik. Prinsip kehati-hatian dan itikad baik menjadi dasar etis dan hukum yang penting. Temuan utama menekankan pendekatan *contract-based dispute prevention*, di mana kontrak berfungsi sebagai alat manajemen risiko hukum, bukan hanya alat pemaksa. Artikel ini menawarkan model kontrak adaptif yang menekankan kesetaraan, kejelasan redaksional, dan mekanisme antisipatif. Rekomendasi meliputi peningkatan literasi kontraktual, penggunaan jasa hukum profesional, dan standar kontrak sektoral untuk mewujudkan kepastian hukum dan hubungan bisnis berkelanjutan.
PEMBELAAN HUKUM TERGUGAT DALAM MEDIASI GUGATAN PERBUATAN MELAWAN HUKUM (PMH) ATAS TANAH WAKAF Bintang Priyantika Putri; Robiatul Adawiyah; Lucky Dafira Nugroho
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 11 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi November
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/bawj7236

Abstract

Sengketa pada objek tanah yang telah diwakafkan dan diajukan melalui gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) di Pengadilan Negeri menunjukkan meningkatnya kompleksitas permasalahan hukum terkait status, pengelolaan, dan kepemilikan tanah wakaf. Padahal, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 secara tegas menyatakan bahwa harta benda wakaf bersifat kekal dan tidak dapat dialihkan atau dijadikan objek sengketa kepemilikan pribadi. Dalam konteks tersebut, tergugat yang posisinya sebagai nazhir, merupakan pihak yang menerima amanah wakaf seringkali berada pada posisi sulit ketika digugat atas dasar PMH, meskipun ia tidak terlibat dalam proses sebelum wakaf atau dugaan perbuatan melawan hukum yang terjadi sebelumnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif-empiris dengan spesifikasi deskriptif-kualitatif untuk mengkaji strategi pembelaan hukum nadzir dalam mediasi sengketa perbuatan melawan hukum atas tanah wakaf. Pendekatan normatif dilakukan melalui analisis peraturan perundang-undangan, doktrin, dan putusan, sedangkan pendekatan empiris diperoleh dari wawancara dan observasi praktik mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan nadzir sebagai pengelola wakaf memiliki perlindungan hukum kuat melalui akta ikrar wakaf, sertifikat tanah wakaf, serta ketentuan Pasal 3 dan 40 Undang-Undang Wakaf. Pembelaan hukum yang dilakukan tergugat (nazhir) pada tahap mediasi berperan penting dalam menegaskan tidak terpenuhinya unsur-unsur perbuatan melawan hukum, sekaligus memperkuat posisi hukum wakaf sebagai aset sosial-keagamaan yang tidak dapat diganggu gugat.
Co-Authors Abdul Hamid Safar Abdur Rahman Jainur Dani Adillah, Ishmah Izzati Arianti Amiliya, Amiliya Amini, Aisyah Ananda Aimmatul Aminin Ananta Fitri Handayani Anggraini, Sherlyna Resti Angraini, Nur Mulia Isnai Aprilina Pawestri Azzahra Dita Pratiwi Bayu Deni Harensyah Bintang Priyantika Putri Bona Tua Tampubolon Dani Lailatul Magviro Desak Andini Parameswari Dewi Tri Lusiyana Agustin Dina Atika Oktafiana Elyviatino, Elsha Putri Emalia Fahad, Muhammad Faninazila Azzahra Amnurdiant Farchan Hamdani Ferdy Arliyanda Putra Feriska, Mifta Nur Firdiyansyah, Erik Edwar Firman Rahmat Hidayat FIRMANSYAH, RHEZA Ghefari Albir Fachri Suherman Gilang Octa Pasca Resta Aswitok Handayani, Asri Lilik Handayani, Imelda Fertikel Putri Hapsari, Diani Zahra Helmy Boemiya Hudama Leo Putra Perkasa Ida Wahyuliana Indra Bayu Nugroho, Indra Bayu Infitahatun Nimah Iqbalur Rohman Ismiati, Ifa Iva Yuli Hanifah Khoirotunnisa Kholis, Kholis Latif, Moch Gufron Latifahtul Maulida Maldi Omar Muhammad Maltufah, Siti Masyunah Masyunah, Masyunah Melinda Aji Nilamsari Moh. Widadun Ni’am Moh.Alfan Baetoni Muhammad Azmi Robbani Jakfar Muhammad Haikal Muhammad Hanif Aliyyuddin Mulyani, Dwi Irwana Murbarani, Tanissa Diva Siti Nasira Arijasakinah Nazila, Laila Nuril Norul Jihan Novita Alfa Ramadhan Nur Amaliyah Purwitasari Nurrahmah, Sabrina Mina Oktaviani, Riekya Puspitasari, Berlian Febyana Putra, Moh Rafli Awalul Putri Maharani Putri, Meila Maulidina Eka Rahayu, Ervina Dwi Ramadhani, Fariza Rizqi Rahma Adinda Robiatul Adawiyah Salman Taufiq samsul arifin Santi Rima Melati Sari, Hani Puspita Sari, Ratih Amalia Septy Amelia Handayani Sepul Paruq Setianingsih, Riska Sinta Trijanatun Kasanah Sirait, Togar Polmanto Winfernando Siregar, Indriyani Siti Nurul Jannah Siti Rohmah Tia, Indah Surya Ning Tijan Wira Saputra Victor Karna Junior Wahyuliana, Ida Wardhani, Indah Setyo Winarno, Dian Putri Windiawati Yasid Amali