Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Analisis Keberlanjutan Usaha Peternakan Ayam Broiler yang Bermitra pada PT Indojaya Agrinusa di Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Sandra, Mentari Dewi; Cepriadi, Cepriadi; Herlon, Meki
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 11, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v11i2.19669

Abstract

Tapung Subdistrict is one of the subdistricts with the largest broiler population and the largest number of partnered broiler farmers in Kampar Regency. With the increasing market demand for broiler chickens, business opportunities in broiler farming are automatically getting better. The main problems of broiler farming are related to large capital, fluctuations in the prices of farm inputs and outputs, and risks during cultivation. This condition makes farmers have to cooperate with companies to ensure the sustainability of their broiler farming business. This study aims to analyze the level of sustainability of broiler farming and find out what sensitive attributes affect the sustainability of broiler farming in partnership patterns. The research method used is a survey method with a sample size of 5 respondents taken using the purposive sampling method. Data analysis was conducted using Multidimensional Scaling (MDS) through the RAPFISH approach and leverage analysis to determine the most influential attributes. The results showed that overall the broiler farming business partnering with PT Indojaya Agrinusa in Tapung District, Kampar Regency, has a fairly sustainable status. The results of the leverage analysis show that there are 16 sensitive attributes that can affect the sustainability of the 32 attributes used.
Local Potential-Based Rural Development in Aceh Besar District, Indonesia Mustaqim, Mustaqim; Herlon, Meki; Ridho, Zulhamid; Phonna, Ibnu; Yulianda, Riki
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Humaniora Vol. 14 No. 3 (2025): September: Education and Humanities
Publisher : Insan Akademika Publications

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jiph.v14i3.217

Abstract

This study explores local potential-based rural development in Saree Village, Aceh Besar District, Indonesia. Saree holds significant promise as an agrotourism destination rooted in conservation and education. The village is endowed with rich natural assets, including Pocut Meurah Intan Grand Forest Park, Mount Seulawah Agam and Seulawah Inong, and the Saree Elephant Training Center, all of which support the development of sustainable ecotourism. These advantages are complemented by the presence of an Agro Techno Park and an integrated farming system producing key commodities such as avocados, red chilies, and tomatoes. This qualitative descriptive research employed field observations, interviews with local stakeholders, and literature reviews to identify and analyze the village’s local potentials. The Business Model Canvas (BMC) was applied as an analytical framework to map out the integration of local resources into tourism-based economic development.  Economically, over 65% of Saree's population depends on the agricultural sector, supported by training institutions such as Agro Saree Aceh that promote sustainable and technology-based farming. Collaborative efforts among local communities, village-owned enterprises (BUMG), government agencies, and the private sector play a crucial role in shaping Saree as an educational tourism village. The findings indicate that local resources can be effectively transformed into community-based tourism products that generate income, enhance local capacity, and preserve environmental sustainability. Key success factors include digital marketing strategies, human resource development, and infrastructure improvement.
KARAKTERISTIK DAN PERAN PENYULUH TERHADAP DIGITALISASI PEMASARAN KARET MENURUT PERSEPSI PEKEBUN DALAM MENDUKUNG LEMBAGA APKARKUSI DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Rosnita, Rosnita; Yulida, Roza; Andriani, Yulia; Septya, Fanny; Herlon, Meki; Nurfitasari, Mimi
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Agribisnis Volume 12 No 2 Tahun 2023
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v12i2.2818

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seperti apa karakteristik dan peran penyuluh yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi dalam membantu lembaga Asosiasi Pekebun Karet Kuantan Singingi (APKARKUSI) dalam memasarkan hasil panen karet pekebun yang tergabung kedalam lembaga Apkarkusi. Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan survei melalui wawancara untuk mengetahui karakteristik penyuluh perkebunan karet dan peran penyuluh menurut persepsi pekebun. Metode pengambilan data dan informasi menggunakan teknik wawancara dan observasi langsung kepada pekebun karet dan penyuluh perkebunan di Kabupaten Kuantan Singingi. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder, data primer diambil dari data Badan Pusat Statistik Kabupaten Kuantan Singingi tahun 2022 dan data perkebuna Kabupaten Kuantan Singingi, data sekunder diambil berdasarkan hasil dilapangan. Analisis data menggunakan analisis skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh di Kabupaten Kuantan Singingi masih tergolong kurang baik, akubat kurangnya sumberdaya penyuluh dan peran yang diberikan kepada pekebun karet juga belum dilakukan secara maksimal. This research aims to find out what the characteristics and role of extension workers in Kuantan Singingi Regency are in assisting the Kuantan Singingi Rubber Growers Association (APKARKUSI) in marketing the rubber harvest of planters who are members of the Apkarkusi institution. The research method used is a survey approach through interviews to determine the characteristics of rubber plantation instructors and the role of instructors according to the planters' perceptions. The data and information collection method uses interview techniques and direct observation of rubber planters and plantation extension workers in Kuantan Singingi Regency. The data used are primary data and secondary data, primary data is taken from data from the Central Statistics Agency for Kuantan Singingi Regency in 2022 and plantation data for Kuantan Singingi Regency, secondary data is taken based on field results. Data analysis uses Likert scale analysis. The research results show that the role of extension workers in Kuantan Singingi Regency is still relatively poor, due to the lack of extension resources and the role given to rubber planters has not been carried out optimally.
Analisis Pertumbuhan dan Daya Saing Ekonomi Wilayah dan Sektor di Kabupaten Indragiri Hulu Khairunnas, Khairunnas; Yazid, Hamdan; Herlon, Meki; Ridho, Zulhamid
JURNAL AGRIBISNIS Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Agribisnis Volume 14 No 1 Tahun 2025
Publisher : Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/agribisnis.v14i1.3907

Abstract

Kabupaten Indragiri Hulu, yang terletak di Provinsi Riau, Indonesia, memiliki ekonomi yang didominasi oleh sektor pertanian dan perkebunan, terutama kelapa sawit dan karet. Jurnal ini bertujuan untuk menganalisis pertumbuhan ekonomi daerah serta daya saing sektor-sektor utama yang ada di Kabupaten Indragiri Hulu. Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), kontribusi sektor-sektor utama terhadap ekonomi daerah, serta faktor-faktor yang memengaruhi daya saing, diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang potensi dan tantangan yang dihadapi oleh daerah ini. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun sektor pertanian, terutama kelapa sawit, menjadi sektor unggulan, tantangan berupa ketergantungan pada komoditas tunggal dan keterbatasan infrastruktur perlu diatasi untuk meningkatkan daya saing dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Indragiri Hulu Regency, located in Riau Province, Indonesia, has an economy dominated by the agricultural and plantation sectors, especially oil palm and rubber. This paper aims to analyze the regional economic growth and competitiveness of the main sectors in Indragiri Hulu Regency. Based on Gross Regional Domestic Product (GRDP) data, the contribution of the main sectors to the regional economy, as well as the factors that influence competitiveness, are expected to provide a clearer picture of the potential and challenges faced by this region. The results of the analysis show that although the agricultural sector, especially oil palm, is a leading sector, challenges in the form of dependence on a single commodity and limited infrastructure need to be overcome to increase competitiveness and achieve sustainable economic growth.
PENGENALAN INDONESIAN SUSTAINABLE PALM OIL (ISPO) BAGI PEKEBUN KELAPA SAWIT DESA KOTO TIBUN UNTUK MENDUKUNG PENGEMBANGAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT BERKELANJUTAN Andriani, Yulia; Herlon, Meki; Septya, Fanny; cepriadi, Cepriadi; novian, Novian; Rifai, Ahmad; Kurnia, Deby; Yusri, Jum'atri; Restuhadi, Fajar; Hutabarat, Sakti; Pebrian, Sispa
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 1 No. 2 (2024): JP2N: Januari - April 2024
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/g8067v71

Abstract

Pengelolaan perkebunan kelapa sawit Indonesia menuai kritik karena praktik dan dampak lingkungan yang ditimbulkannya, terutama deforestasi dan konversi lahan gambut. Demi terciptanya pengelolaan perkebunan sawit yang berkelanjutan dan lestari serta melaksanakan komitmen untuk mencapai dan mendukung perkebunan dan pengelolaan kelapa sawit yang bertanggung jawab. Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementrian Pertanian membuat suatu kebijakan dengan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 44 tahun 2020 tentang Sistem Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia, sertifikasi ISPO untuk perkebunan besar mengandung tujuh prinsip, 41 kriteria dan 126 indikator sedangkan untuk perkebunan kelapa sawit swadaya diberlakukan 4 prinsip 7 kriteria dan 48 indikator. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi. Tahap pertama telah dilakukan, yaitu sosialisasi prinsip, indikator dan verifier ISPO. Petani antusias mengikuti kegiatan ini. Dari hasil pre test yang dilakukan, 100% petani belum mengetahui tentang ISPO, RSPO, prinsip, indikator dan verifiernya. Setelah dilakukan sosialisasi, pengetahuan petani meningkat. 100% petani peserta sosialisasi telah mengetahui apa yang dimaksud dengan ISPO, RSPO dan prinsip, indikator serta verifiernya.
Analisis Perkembangan Posisi Ekspor Biji Pinang Indonesia di Pasar Internasional Khairunnas; Herlon, Meki; Ridho, Zulhamid; Yomahanda, Gion; Hidayat, Imam
Jurnal Agribisnis Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Agribisnis
Publisher : UNIVERSITAS LANCANG KUNING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/agr.v25i2.16861

Abstract

Biji pinang merupakan komoditas pertanian yang mampu menjadi pengekspor terbesar di dunia. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2022 - Februari 2023. Data yang digunakan adalah data time series selama 10 tahun (2012-2021). Data sekunder yang dikumpulkan, meliputi: nilai ekspor impor biji pinang Indonesia, Myanmar, India, Sri lanka dan negara sisa. Sumber data BPS RI, Kementerian Perdagangan RI, Food and Agriculture Organization dan United Nations Commodity Trade Statistics Database (UN Comtrade). Analisis menggunakan analisis Indeks Spesialisasi Perdagangan. Hasil analisis memperlihatkan Indeks Spesialisasi perdagangan (ISP), Indonesia pada periode 2012-2021 stabil pada tahap kematangan dengan nilai 0,99. Thailand pada periode tahun 2012-2021 cenderung menurun, Tahun 2012-2014 Thailand berada pada tahap kematangan dengan nilai 0,99 namun turun pada tahap pertumbuhan ekspor tahun 2015 menjadi 0,47 kemudian naik pada tahun 2016-2019 nilai nya 0,90 pada tahap kematangan dan turun kembali tahun 2020-2021 menjadi 0,16 pada tahap pertumbuhan ekspor. Myanmar dengan perkembangan yang cenderung naik dari tahun 2012 dengan nilai 0,57 berada pada tahap perkembangan ekspor dan pada tahun 2021 berada di tahap kematangan ekspor dengan nilai 1. Sri Lanka dengan perkembangan berfluktuatif. Pada tahun 2012-2013 berada pada tahap kematangan dengan nilai 0,99 kemudian turun pada tahun 2014-2015 di tahap pertumbuhan ekspor dan naik kembali pada tahun 2016-2017 pada tahap kematangan lalu turun kembali tahun 2018 pada tahap pertumbuhan ekspor dan pada tahun 2019-2021 naik pada tahap kematangan ekspor.
Perancangan Digital Humanities dalam Menarik Minat Generasi Muda pada Sektor Pertanian di Kota Pekanbaru Herlon, Meki; Ridho, Zulhamid; Angraini, Elisya; Khairunnas; Mustaqim
Jurnal Penyuluhan Vol. 21 No. 02 (2025): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/21202559678

Abstract

Generasi muda merupakan generasi terbesar di angkatan kerja yang berpengaruh pada perkembangan sektor pertanian kedepannya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis profil generasi muda sektor pertanian dan merancangan digital humanities dalam menarik minat generasi muda di sektor pertanian. Kriteria sampel yang digunakan adalah pemuda berumur 15-35 tahun yang terkait dengan sektor pertanian. Total sampel berjumlah 120 sampel (masing-masing diambil 40 orang pemuda yang telah bekerja di sektor pertanian, pemuda yang belajar di sektor pertanian ataupun belum pernah bekerja di sektor pertanian). Pengambilan sampel dilakukan simple random sampling. Tujuan pertama dianalisis deskriptif dan tujuan kedua dianalisis dengan design thinking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden didominasi laki-laki, berusia >14-28 tahun, pendidikan terakhir SMA/SMK, jumlah anggota keluarga 4-5 jiwa, pekerjaan orang tua petani, dan pendapatan orang tua ≥ Rp.5.000.000/bulan. Generasi muda memiliki persepsi negatif terhadap sektor pertanian, karena dianggap membutuhkan biaya dan risiko kegagalan yang tinggi. Penelitian ini merancang aplikasi AgriNext, yang bertujuan memberikan edukasi, inovasi, dan akses informasi pertanian melalui teknologi digital. Implementasi digitalisasi diharapkan mampu menarik minat generasi muda berkontribusi dalam pertanian yang berkelanjutan.
PELATIHAN PEMBUATAN MEDIA SIBER UNTUK PENINGKATAN LITERASI PEKEBUN DALAM MENDUKUNG PROGRAM SAWIT RAKYAT DAN ISPO Meki Herlon; Zulhamid Ridho; Fajar Restuhadi; Rosnita Rosnita; Arifudin Arifudin; Mustaqim Mustaqim; Roza Yulida; Yulia Andriani; Kausar Kausar; Didi Muwardi; M. Rasyid Hamidi; Imam Hidayat; Fanny Septya; Hanifaturrahmi Hanifaturrahmi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26522

Abstract

Abstrak: Pembangunan pertanian dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya di perkebunan kelapa sawit adalah dengan membuat Program Sawit Rakyat (PSR). Dalam pelaksanaan dan penerapan PSR akan mengutamakan ketentuan ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil). Tuntutan pencapaian PSR perlu diimbangi dengan perkembangan sumberdaya pekebun melalui pendekatan kemampuan literasi media. Tuntutan ini sejalan dengan upaya dilakukan oleh Desa Lubuk Bendahara Timur dalam mendapatkan dana PSR. Tujuan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan keterampilan pekebun tentang pembuatan media siber. Metode yang digunakan berupa pelatihan, diskusi, dan pendampingan monitoring maupun kontroling. Mitra pengabdian ini adalah pemerintah desa dan 13 kelompok tani dengan partisipasi 50 peserta di Desa Lubuk Bendahara Timur. Sistem evaluasi dilakukan dua bentuk, yaitu melalui pre dan posttest selama kegiatan pengabdian. Hasil dari kegiatan ini, terbentuknya website Desa Lubuk Bendahara Timur dengan nama luben.id, kemudian mayoritas 90% pekebun tahu teknis, pengetahuan penggunaan website dan 10% paham mengelola website.Abstract: The government carries out agricultural development to improve community welfare, especially in oil palm plantations, by creating the People's Palm Oil Program (PSR). In the implementation and application of PSR, the provisions of ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) will be prioritized. The demand for achieving PSR needs to be balanced with the development of planter resources through a media literacy skills approach. This demand is in line with the efforts made by Lubuk Bendahara Timur Village to obtain PSR funds. The aim of this service is to increase the knowledge and skills of planters regarding creating cyber media. The methods used are training, discussion, and monitoring and controlling assistance. The service partners are the village government and 13 farmer groups with the participation of 50 participants in Lubuk Bendahara Timur Village. The evaluation system is carried out in two forms, namely through pre and posttests during service activities. As a result of this activity, the Lubuk Bendahara Timur Village website was formed with the name luben.id, then the majority of 90% of the planters had technical knowledge, knowledge of using websites and 10% understood managing websites.
SOCIAL STRUCTURE, ACTOR RELATIONS, AND CHALLENGES IN THE DEVELOPMENT OF THE COCONUT COIR INDUSTRY IN INDRAGIRI HILIR REGENCY Mustaqim, Mustaqim; Herlon, Meki; Rifa’i, Ahmad; Rosnita, Rosnita; Yulida, Roza; Muwardi, Didi; Ridho, Zulhamid
Agripreneur : Jurnal Pertanian Agribisnis Vol. 14 No. 2 (2025): December: Ilmu Pertanian dan Bidang Terkait
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/agripreneur.v14i2.6906

Abstract

This study investigated the social structure, actor relations, and challenges in the development of the coconut coir industry in Indragiri Hilir Regency, one of Indonesia’s largest coconut-producing regions. Despite abundant raw materials, the downstream coconut coir sector remains underdeveloped and characterized by structural inequalities. A qualitative descriptive approach was applied, utilizing in-depth interviews, participatory observations, and document analysis involving key actors, including farmers, collectors, small and medium enterprises (SMEs), and government institutions. The findings revealed a hierarchical social structure and pronounced power asymmetries within the production chain. Farmers occupy subordinate positions due to limited capital, technology, and market information, functioning as price takers with minimal access to added value. Large collectors dominate pricing, distribution, and access to markets, creating a local oligopsonistic structure. Patron–client relations further reinforce economic dependency, limiting farmers’ autonomy to engage with alternative markets. Additionally, institutional weaknesses, fragmented government policies, rudimentary processing technologies, and insufficient logistics infrastructure hinder the development of a more inclusive and competitive value chain. The study highlights that social, economic, and institutional factors jointly shape structural barriers, underscoring the need for coordinated interventions to strengthen farmer agency, institutional capacity, and equitable value distribution.
Strategi Pengembangan Usaha Sabut Kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir Herlon, Meki; Rifa’i, Ahmad; Rosnita, Rosnita; Yulida, Roza; Muwardi, Didi; Ridho, Zulhamid; Mustaqim, Mustaqim
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.21924

Abstract

Indragiri Hilir Regency, one of Indonesia’s major coconut-producing regions, faces a structural paradox in which high production volumes have not translated into improved farmer welfare. Dependence on the sale of whole coconuts with low added value, coupled with significant price fluctuations, has led to inefficiencies in the commodity’s economic supply chain. Coconut husk, which has long been neglected and treated as waste, in fact holds substantial economic potential through the development of derivative products. This study aims to analyze the feasibility and formulate effective strategies for developing the coconut husk processing industry in Indragiri Hilir Regency. A qualitative approach was employed using SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) analysis, focusing on the BUMDes Sungai Piyat enterprise group as a case study. The analysis reveals that the coconut husk processing enterprise in Kuala Indragiri District possesses strong and promising internal conditions, with an IFAS score of 2.73 and a strength–weakness differential of 1.91. The main strengths include the abundance of derivative products (coco peat and cocobristle), ease of production processes, and the use of semi-modern technology that enhances efficiency. Meanwhile, the EFAS score of 2.32, with an opportunity–threat differential of 1.48, indicates substantial external support, particularly due to limited competition, sustainable raw material supply, a growing regional economy, and institutional backing. The combination of these scores places the enterprise in Quadrant V (Grow and Build Strategy) of the Internal–External (IE) Matrix, recommending the adoption of an aggressive growth strategy. Key strategic directions include increasing production capacity, expanding market networks, strengthening institutional partnerships, and diversifying value-added products to promote sustainability and enhance contributions to the local economy and the empowerment of coastal communities in Indragiri Hilir.
Co-Authors Ahmad Rifai Aisyah Aisyah Amrul Khoiri Andriani, Yulia Andrina, Hanifaturrahmi Angraini, Elisya Arifuddin Arifuddin Arifudin Arifudin Arifudin Cepriadi Dery Alafghani Alim Didi Muwardi Diva Gusti Wira Asmara Early Aprilisa Fajar Restuhadi Fazur Rahman Harahap Fitria Ningsih Gabriella Tiurma Powatu Gian Juliano Gusviani, Annisa Azzahra Hamidi, Rasyid Hanifaturrahmi Andrina Hanifaturrahmi Hanifaturrahmi Ibnu Phonna Ibnu Phonna Nurdin, Ibnu Phonna Icelsea Maderlinau Icin Imam Hidayat Imelda Yunita Indradewa, Rhian Jali, , M. Ridho Jayawarsa, A.A. Ketut Joni Irawan, Joni Kausar Kausar Kausar, Kausar Khairiyansyah Salman Khairunnas Khairunnas Khairunnas Khairunnas Khairunnas Khairunnas, Khairunnas Kurnia, Deby M Andry Kurniawan M. Bayu Fathar Hayatullah M. Rasyid Hamidi Masruri, Niskan Walid Metananda, Arya A. Mitha Aprilia Muhammad Ilham Mustaqim Mustaqim Mustaqim Mustaqim Mustaqim Mustaqim Mustaqim Mustaqim Mustaqim Mustaqim Mustaqim, Mustaqim Nailah Salsabila Rahmadianti NB, Mudzakkar Nofri Sandria Novian Novian, Novian Nur Hasnah Nur Suhada, Nur Nur Wulan Fitriani Nurfitasari, Mimi Pebriandi, Pebriandi Phreti Phreti Puan Maharani Antika Raihanny Fayyaza Shaira Rifa’I, Ahmad Riki Yulianda Riska Dian Oktari, Riska Dian Rosnita Rosnita Rosnita Rosnita Roza Yulida Roza Yulida Sakti Hutabarat Salsabila Sandra, Mentari Dewi Sapitri Sapitri, Sapitri Septya, Fanny Shorea Khaswarina SISPA PEBRIAN Sofita Maierlin Putri Sulistiowati, Siti Intan Tia Sofiani Napitupulu Tua, Diah Uli Wani Angelia Purba Wulan Sri Rahayu Yazid, Hamdan Yomahanda, Gion Yulia Andriani Yulia Andriani Yulia Andriani, Yulia Yulianda, Riki Yusri, Jum'atri zahra zakia muharomah Zulhamid Ridho Zulhamid Ridho Zulhamid Ridho Zulhamid Ridho Zulhamid Ridho Zulhamid Ridho Zulhamid Ridho