Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS CARA BERPIKIR SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENGKLASIFIKASIKAN BANGUN DATAR BERDASARKAN SIFAT-SIFAT GEOMETRI Siti Fadilah; Safrida Napitupulu; Dinda Yarshal; Abdul Mujib; Tiflatul Husna
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026: Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.540

Abstract

Bangun datar adalah bentuk geometri dua dimensi yang memiliki panjang dan lebar tetapi tidak memiliki tinggi atau ketebalan bangun datar hanya memiliki luas dan keliling serta terletak pada satu bidang datar. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis cara berpikir siswa sekolah dasar dalam mengklasifikasikan bangun datar berdasarkan sifat-sifat geometrisnya fokus penelitian diarahkan pada kemampuan siswa dalam mengenali dan membedakan ciri-ciri bangun datar seperti jumlah sisi panjang sisi besar sudut serta kesebangunan dan kesimetrian penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif subjek penelitian adalah siswa kelas 4 sekolah dasar teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara dan observasi terhadap siswa kelas 4 SD. temuan menunjukkan terlihat sebagian siswa masih mengklasifikasikan bangun datar berdasarkan bentuk tampak secara visual bukan berdasarkan sifat-sifat geometris seperti jumlah sisi besar sudut dan panjang sisi namun ada sebagian siswa sudah mampu menggunakan sifat-sifat tersebut secara tepat dalam proses pengelompokan menunjukkan bahwa Pemahaman konsep geometri mahasiswa masih perlu diperkuat Melalui pembelajaran yang lebih kontekstual dan penggunaan media konkret.
PENGARUH PENGGUNAAN GEOBOARD TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SUDUT PADA SISWA SD Cici Hayati Nasution; Safrida Napitupulu; Beta Rapita Silalahi; Sujarwo; Juliandi Siregar
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026: Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.544

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan geoboard terhadap pemahaman konsep sudut pada siswa sekolah dasar. Materi sudut kerap diajarkan secara prosedural sehingga siswa hanya mengenali jenis sudut tanpa memahami bagaimana sudut terbentuk dan apa maknanya. Geoboard dimanfaatkan sebagai media manipulatif agar siswa dapat mengeksplorasi garis dan titik secara langsung, sehingga konsep sudut dipahami melalui pengalaman konkret. Penelitian ini menggunakan desain kuasieksperimen dengan model pretest–posttest pada dua kelompok siswa kelas IV. Instrumen yang digunakan berupa tes pemahaman konsep dan lembar observasi aktivitas belajar. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa yang belajar menggunakan geoboard mengalami peningkatan pemahaman yang lebih signifikan dibandingkan dengan siswa yang belajar melalui metode konvensional. Selain itu, siswa tampak lebih aktif, terlibat dalam diskusi, dan berani mencoba berbagai kemungkinan bentuk sudut. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media konkret dapat membantu siswa membangun pemahaman yang lebih mendalam dan tidak sekadar menghafal konsep. 
ANALISIS KESULITAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MEMBACA WAKTU PADA JAM ANALOG DAN DIGITAL Refy Ristika; Safrida Napitupulu; Tiflatul Husna; Abdul Mujib; Isnan Nisa Nasution
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026: Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji berbagai hambatan yang dialami siswa sekolah dasar dalam memahami dan membaca jam, baik yang berbentuk analog maupun digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara tidak terstruktur. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa tingkat sekolah dasar. Dalam pembelajaran Matematika, materi tentang waktu meliputi satuan-satuan seperti detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, hingga tahun. Satuan waktu berfungsi untuk mengukur lamanya suatu peristiwa berlangsung. Materi ini mulai diperkenalkan sejak jenjang sekolah dasar, yang mencakup pemahaman jenis-jenis satuan waktu, cara mengonversinya, melakukan perhitungan waktu, serta keterampilan membaca jam analog dan digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca kedua jenis jam tersebut. Beberapa faktor penyebabnya antara lain keterbatasan media pembelajaran di sekolah, kurangnya ketertarikan siswa terhadap pelajaran Matematika, serta rendahnya dukungan dan bimbingan dari orang tua di rumah. Melalui penelitian ini diharapkan proses pembelajaran di kelas dapat diperbaiki dan ditingkatkan, khususnya dalam melatih kemampuan siswa membaca jam analog dan digital.
EKSPOLRASI ETNOMATEMATIKA PADA BANGUN DATAR DALAM BUDAYA LOKAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR GEOMETRI  SISWA SEKOLAH DASAR Wan Muthia Habiby; Safrida Napitupulu; Amanda Syahri; Isnan Nasution; M. Faisal Husna
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026: Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.563

Abstract

Pembelajaran geometri di sekolah dasar masih menghadapi tantangan berupa rendahnya pemahaman konsep akibat sifat materi yang abstrak dan kurang kontekstual. Etnomatematika merupakan pendekatan yang mengintegrasikan konsep matematika dengan budaya lokal sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil eksplorasi konsep bangun datar dalam budaya lokal Indonesia serta menganalisis potensinya sebagai sumber belajar geometri di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode literature review dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari artikel jurnal nasional yang relevan dengan topik etnomatematika dan pembelajaran geometri. Analisis dilakukan melalui tahap identifikasi, reduksi, klasifikasi, dan sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa berbagai unsur budaya lokal seperti motif batik, rumah adat, permainan tradisional, dan kerajinan anyaman mengandung konsep bangun datar seperti persegi, persegi panjang, segitiga, lingkaran, trapesium, dan belah ketupat. Integrasi etnomatematika dalam pembelajaran geometri terbukti meningkatkan pemahaman konsep, motivasi belajar, dan kemampuan representasi matematis siswa sekolah dasar. Dengan demikian, eksplorasi etnomatematika pada bangun datar dapat dijadikan alternatif sumber belajar kontekstual dalam pembelajaran geometri.
Integrasi Etnomatematika dalam Arsitektur Rumah Bolon Simalungun untuk Penguatan Pembelajaran Geometri di Sekolah Dasar Andika Aditiya; Safrida Napitupulu; Sutarini; Putri Juwita; Zamalludin Sembiring
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 1 (2026): Februari 2026: Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i1.569

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan konsep etnomatematika dalam arsitektur Rumah Bolon Simalungun ke dalam pembelajaran geometri di sekolah dasar. Permasalahan penelitian terletak pada masih terbatasnya pemanfaatan budaya lokal sebagai sumber belajar kontekstual dalam pendidikan matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi pustaka dan analisis struktur bangunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rumah Bolon Simalungun memuat konsep geometri seperti persegi panjang, segitiga, prisma, tabung, simetri, proporsi, serta kemiringan atap yang dapat dijelaskan melalui trigonometri. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyajian arsitektur budaya sebagai media integratif untuk penguatan pembelajaran geometri. Simpulan menunjukkan bahwa integrasi etnomatematika dalam pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman konsep dan apresiasi budaya siswa.
ANALISIS KONSEPTUAL MATERI JARING JARING KUBUS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI MAHASISWA PGSD Tarimoi; Safrida Napitupulu; Sutarini; Sujarwo; Putri Juwita
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026 : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.572

Abstract

Pembelajaran jaring-jaring kubus di sekolah dasar sering berfokus pada hafalan bentuk tanpa pendalaman konsep dan keterkaitannya dengan konteks kehidupan sehari-hari. Kesenjangan (gap) ini menyebabkan peserta didik kurang memahami hubungan antara bentuk dua dimensi dan bangun ruang kubus secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara konseptual materi jaring-jaring kubus serta mengidentifikasi relevansinya dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui telaah buku ajar, jurnal ilmiah, dan sumber teoretis yang relevan tanpa melakukan penelitian lapangan atau observasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara matematis terdapat 11 bentuk jaring-jaring kubus yang berbeda, masing-masing memiliki enam sisi berbentuk persegi yang saling terhubung dan dapat dilipat membentuk kubus sempurna. Secara kontekstual, konsep ini ditemukan pada kemasan berbentuk kubus seperti kotak kado, dadu, dan kotak penyimpanan. Pemahaman konseptual yang menekankan visualisasi, proses melipat, dan keterkaitan dengan benda nyata terbukti memperkuat kemampuan spasial dan berpikir logis siswa. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa analisis konseptual jaring-jaring kubus yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari dapat meningkatkan pemahaman bermakna tanpa harus melalui penelitian empiris langsung.
ANALISIS KESULITAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MEMBACA WAKTU PADA JAM ANALOG DAN DIGITAL Aznisya Ajeng Putri; Safrida Napitupulu; Isnan Nisa Nasution; Abdul Mujib; Dinda Yarshal
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026 : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.573

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kesulitan yang dialami siswa sekolah dasar dalam membaca waktu pada jam analog dan digital, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas III atau IV sekolah dasar yang telah mempelajari materi tentang waktu. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa cenderung mengalami kesulitan yang lebih besar dalam membaca jam analog dibandingkan jam digital. Pada jam analog, kesulitan yang muncul antara lain ketidakmampuan membedakan fungsi jarum jam, kesulitan dalam menentukan menit, serta belum memahami konsep “lebih” dan “kurang”. Sementara itu, pada jam digital, kesulitan relatif lebih ringan, namun siswa masih mengalami kendala dalam memahami format 24 jam serta mengaitkan waktu dengan aktivitas sehari-hari. Faktor penyebab kesulitan tersebut meliputi kurangnya penggunaan media pembelajaran yang bersifat konkret, proses pembelajaran yang masih berorientasi pada hafalan, serta terbatasnya latihan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan pembelajaran yang lebih konkret, kontekstual, dan bertahap agar siswa dapat memahami konsep waktu secara lebih mendalam.
OPTIMALISASI PEMAHAMAN KONSEP BILANGAN GENAP MELALUI PEMANFAATAN MEDIA MANIPULATIF BERBASIS BENDA KONKRET PADA SISWA KELAS RENDAH SEKOLAH DASAR Dwi Zahra Pratiwi; Safrida Napitupulu; Dra Nurjannah; Ramadhani; Sutarini
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026 : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.583

Abstract

Pembelajaran matematika di kelas rendah sekolah dasar sering kali masih menghadapi kendala dalam hal pemahaman konsep, khususnya pada materi bilangan genap. Siswa cenderung menghafal tanpa memahami makna konsep secara mendalam karena pembelajaran yang masih bersifat abstrak. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji optimalisasi pemahaman konsep bilangan genap melalui pemanfaatan media manipulatif berbasis benda konkret pada siswa kelas rendah sekolah dasar. Penulisan ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan mengkaji berbagai teori dan literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan media manipulatif, seperti kancing, stik es krim, dan benda konkret lainnya, mampu membantu siswa memahami konsep bilangan genap secara lebih nyata dan bermakna. Selain itu, penggunaan media ini juga dapat meningkatkan keaktifan dan minat belajar siswa. Dengan demikian, pemanfaatan media manipulatif berbasis benda konkret sangat efektif digunakan dalam pembelajaran matematika di kelas rendah sekolah dasar.
KAJIAN GEOMETRI DUA DIMENSI: STRUKTUR, SIFAT, DAN FUNGSI BANGUN DATAR Dara Juliyanti; Safrida Napitupulu; Nurjannah; Ramadhani; Sutarini
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026 : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.588

Abstract

Kajian geometri dua dimensi adalah cabang matematika yang mempelajari bangun datar berdasarkan struktur, sifat, dan fungsinya dalam berbagai konteks teoretis dan praktis. Struktur bangun datar mengacu pada susunan elemen-elemen penyusunnya, seperti titik, garis, sisi, sudut, diagonal, dan hubungan antar elemen tersebut. Dalam geometri Euklides, yang dirumuskan oleh Euklides, struktur ini disusun secara aksiomatik untuk membentuk sistem yang logis dan konsisten. Sifat-sifat bangun datar meliputi karakteristik spesifik yang membedakan satu bangun dari bangun lainnya, seperti jumlah sisi dan sudut dalam segitiga, kesamaan dan kekongruenan, garis simetri dan simetri rotasional, dan hubungan antara panjang sisi dan sudut dalam persegi, persegi panjang, jajar genjang, trapesium, dan lingkaran. Pemahaman tentang sifat-sifat ini memungkinkan proses klasifikasi dan pembuktian matematika deduktif. Fungsi bangun datar berkaitan dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan bidang ilmu lainnya, seperti arsitektur, teknik, desain grafis, dan pemetaan. Konsep luas, keliling, dan transformasi geometris digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah praktis. Dengan demikian, studi geometri dua dimensi tidak hanya bersifat teoretis tetapi juga memiliki relevansi fungsional yang luas dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
ANALISIS KESULITAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MEMBACA WAKTU PADA JAM ANALOG DAN DIGITAL Dira Salsabila Bilbina; Safrida Napitupulu; Isnan Nisa Nasution; Sutarini; Abdul Mujib
Journal of Golden Generation Education Vol. 2 No. 2 (2026): In Progress 2026 : Journal of Golden Generation Education
Publisher : PT. LEMBAGA PENERBIT PENELITIAN NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jgge.v2i2.589

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan faktor penyebab kesulitan siswa sekolah dasar dalam membaca waktu pada jam analog dan digital. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei diagnostik. Subjek penelitian berjumlah 87 siswa kelas III dan IV dari tiga sekolah dasar negeri di Kota Medan. Instrumen yang digunakan adalah tes diagnostik membaca waktu, lembar observasi, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa (72,3%) mengalami kesulitan dalam membaca posisi jarum menit pada jam analog, dan 78,6% mengalami kesulitan dalam mengkonversi format waktu 24 jam pada jam digital. Faktor utama penyebab kesulitan meliputi: (1) pemahaman konsep waktu yang masih abstrak, (2) minimnya paparan terhadap jam analog di lingkungan sehari-hari, dan (3) metode pembelajaran yang belum optimal. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan media konkret berbasis manipulatif serta pendekatan kontekstual dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan kemampuan membaca waktu siswa sekolah dasar.
Co-Authors ABDUL MUJIB Ade Irma Yani Putri Alifah Ashilah Andika Aditiya Apriliyanti, Nova Arrini Shabrina Anshor Aznisya Ajeng Putri Beta Rapita Silalahi Cici Hayati Nasution Dalimawaty Kadir Dara Fitrah Dwi Dara Juliyanti Dedy Kiswanto Devi Catur Winata Dewi Maya Sari DewiYani Marselina Dilla Silvani Dinda Yarshal Dira Salsabila Bilbina Dra Nurjannah Dwi Andini Dwi Zahra Pratiwi Elia Putri Elianora Butar Butar Elisah Sah Putri Endang Pratiwi Fili Azandi Fina Triana Fitri Yulia Friska Hartati Br Lumban Gaol Friska, Diva Hidayat Hilwa Salsabila Daulay Hizmi Wardani Husna, Tiflatul Isnan Nasution Isnan Nisa Nasution Julaika Syifa Anindya Juliandi Siregar Lia Afriyanti Lia Afriyanti Nasution Linda Febriani M. Faisal Husna M. Rivanda Mardan Nasution Mawardinur Mei Elisa Zahra Siregar Meili, Maya Melly Br Bangun Meta Irensia Br Barus Muhammad Noer Fadlan Nabila Cinta Pradana Tanjung Nabila Fauzani Naila Syahira Simatupang Najwa Dwi Putri Nasution, Amanda Syahri Nayla Nur Faiza Nazriani Lubis Niken Andini Nirma Yunita Siregar Nisa Azkiah Simatupang NUR AINI Nur Aini Syafitri Nurjannah Nurmah Dalizah Nurmairina Nursila , Nursila Nursini Lase, Nursini Lase Putri Hajarusy Syar'i Putri Juwita Rahmadani Rahmayanti Rahmayanti Ramadhani Refy Ristika Riska Aprillia Rizki Fadhilah, Rizki Fadhilah Rosari Br Sianturi Sella Safitri Siti Fadilah Sri Widya Utami Sujarwo Sukmawarti Sutarini Syamsinar Harahap Syarianda Syafitri Tarimoi Vimi Argia Siahaan Wan Muthia Habiby Wanoto Zamalludin Sembiring Zamaluddin Sembiring