M. Choiroel Anwar
Jurusan Kesehatan Lingkungan Purwokerto Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

Published : 63 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

ANDROID-BASED RADIATION DOSE RISK EDUCATION MODEL Supriyani, Nyoman; Anwar, M. Choiroel; Katili, Irwan
Journal of Applied Health Management and Technology Vol. 2 No. 3 (2020): Juli 2020
Publisher : Postgraduate Program , Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jahmt.v2i3.5778

Abstract

Background: The risk of radiation doses for patients undergoing radiological examinations can have somatic and genetic effects. Somatic effects are effects that are directly felt by patients, while genetic effects arise due to damage to DNA molecules in the long run. Providing appropriate education is an effort to prevent the risk of radiation doses. If the education model is only verbal, the potential for misinformation is also very large. Submission of misinformation certainly has implications for the risk of repeat examinations and in turn provides even more radiation doses for patients. In response to this, the development of an android application based education model is very much needed.Method: This type of research is a Research and Development (R&D) research. The research design is quasy experiment pre post test control group design with a total sample of 45 patients. Data collection tools using the e-3Ramed application, questionnaires and questionnaires. Univariate analysis produces frequency distributions of respondents' characteristics. Bivariate analysis produces the effect of educational interventions on increasing the knowledge and attitudes of radiology patients about the risk of radiation doses by the McNemar and Kruskal Wallis tests.Results: All educational models were effective in increasing the knowledge and attitudes of radiology patients about the risk of radiation doses with a p-value <0.05. But the most effective educational model and has the highest ranking value is a combination of oral and android with a mean rank of 29.07.Conclusion: An Android-based educational model has been developed, the e-3Ramed application which is effective in increasing the knowledge and attitudes of radiology patients about the risk of radiation doses.Keywords: Education, Risk of Radiation Dose, e-3Ramed                                                        Latar Belakang: Risiko dosis radiasi bagi pasien yang melakukan pemeriksaan radiologi dapat menimbulkan efek somatik dan efek genetik. Efek somatik adalah efek yang langsung dirasakan pasien, sedangkan efek genetik timbul karena kerusakan molekul DNA dalam jangka panjang. Pemberian edukasi yang tepat merupakan upaya pencegahan risiko dosis radiasi tersebut. Bila model edukasinya hanya bersifat lisan saja maka potensi kesalahan penyampaian informasi juga sangat besar. Penyampaian informasi yang salah tentu berimplikasi pada risiko pengulangan pemeriksaan dan pada gilirannya memberi dosis radiasi yang lebih banyak lagi bagi pasien. Menyikapi hal itu, pengembangan model edukasi berbasis aplikasi android sangat diperlukan.Metode: Jenis penelitian ini merupakan penelitian Research and Development (R&D). Desain penelitiannya yaitu quasy experiment pre post test control group design dengan jumlah sampel sebanyak 45 pasien. Alat pengumpulan data menggunakan aplikasi e-3Ramed, kuesioner dan angket. Analisis univariat menghasilkan distribusi frekuensi karakteristik responden. Analisis bivariat menghasilkan pengaruh intervensi edukasi terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pasien radiologi tentang risiko dosis radiasi dengan uji McNemar dan Kruskal Wallis.Hasil: Semua model edukasi efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap pasien radiologi tentang risiko dosis radiasi dengan p-value <0,05. Namun model edukasi yang paling efektif dan memiliki nilai rangking tertinggi yaitu kombinasi lisan dan android dengan mean rank 29,07.Kesimpulan: Telah dikembangkan model edukasi berbasis android yaitu aplikasi e-3Ramed yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap pasien radiologi tentang risiko dosis radiasi.Kata Kunci: Edukasi, Risiko Dosis Radiasi, e-3Ramed
Efektivitas Sediaan Gel Ekstrak Daun Cincau Hijau (Cyclea Barbata Miers) terhadap Penyembuhan Luka Perineum pada Tikus Wistar Betina (Rattus Norvegicus) Rizki Lutfanida; Runjati Runjati; M. Choiroel Anwar
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v6i5.22589

Abstract

ABSTRACT Perineal wounds are sensitive areas that can lead to infection if improperly treated. The incidence of perineal wound infection ranges from 0.1% to 23.6% in postpartum mothers. Green grass jelly (Cyclea barbata miers) leaves are known to contain active flavonoids and tannins that have the potential to accelerate wound healing. To analyze the effectiveness of green grass jelly leaf extract gel (EDCH) on perineal wound healing in Wistar rats and the length of the perineal wound. A true experiment with a posttest-only control group design. A total of 30 female Wistar rats were divided into five groups: group 1 (green grass jelly leaf extract gel/EDCH 5%), group 2 (EDCH gel 10%), group 3 (EDCH gel 15%), group 4 (clean and dry), and group 5 (povidone iodine). Perineal incisions were made 1 cm in size and ± 4 mm deep mediolaterally. The intervention group received EDCH gel, control group 1 received povidone iodine, and control group 2 received dry cleaning treatment. Treatment was carried out twice daily for 7 days. Data were analyzed using the Friedman test and Wilcoxon post hoc test. Based on the 5 groups, the 15% EDCH gel group was the most effective group in healing rat perineal wounds on day 5, with a reduction in wound length (0.00±0.000) p=0.00.green grass jelly leaf extract gel preparation was effective in reducing wound length in the healing of perineal wounds in female Wistar rats. Keywords: Green Grass Jelly Leaf Extract, Gel Preparation, Perineal Wound Healing.  ABSTRAK Luka perineum merupakan daerah luka yang sensitif, jika penanganannya kurang tepat dapat menyebabkan infeksi. Insiden infeksi luka perineum berkisar antara 0,1%-23,6% pada ibu pasca persalinan. Daun cincau hijau (Cyclea barbata miers) diketahui memiliki kandungan senyawa aktif flavonoid dan tanin yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka. Menganalisis efektfitas sediaan gel ekstrak daun cincau hijau (EDCH) terhadap penyembuhan luka perineum tikus wistar.  True eksperiment dengan posttest-only control group design. Total sampel 30 ekor tikus wistar betina yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok 1 (gel ekstrak daun cincau hijau/EDCH 5%), kelompok 2 (gel EDCH 10%), kelompok 3 (gel EDCH 15%), kelompok 4 (bersih kering), dan kelompok 5 (povidone Iodine). Luka sayatan perineum tikus dibuat berukuran 1 cm. Kelompok intervensi dengan pemberian gel EDCH, kelompok kontrol 1 diberikan povidone iodine dan kelompok kontrol 2 dilakukan perawatan bersih kering. Perlakuan dilakukan sehari 2 kali selama 7 hari. Analisis data dengan uji friedman dan uji post hoc wilcoxon. Berdasarkan dari 5 kelompok menunjukan bahwa kelompok gel EDCH 15% merupakan kelompok yang paling efektif dalam penyembuhan luka perineum tikus pada hari ke-5 (0,00±0,000) p=0,00.Sediaan gel ekstrak daun cincau hijau efektif mempercepat penyembuhan luka perineum tikus wistar betina. Kata Kunci: Ekstrak Daun Cincau Hijau, Sediaan Gel, Penyembuhan Luka Perineum.
Penguatan Kader Masyarakat Dalam Penemuan dan Pengobatan Tb Paru Di Desa Kemutug Lor M. Choiroel Anwar; Zaeni Budiono
Jurnal LINK Vol 21 No 1 (2025): MEI 2025
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v21i1.12866

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Dunia terutama di Indonesia. Penderita tuberkulosis dapat menghasilkan 3000 percikan droplet yang dapat menularkan kepada 10 – 15 orang, Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menangani permasalah TB adalah adalah dengan memberdayakan kader TB. Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat, khususnya kader TB, diaharapkan agar kader TB mampu mendampingi serta mengidentifikasi masyarakat suspek dan menjalani pengobatan hingga sembuh. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini dihasilkan luaran pada kader yang diberikan materi dan dilatih melalui simulasi agar dapat memberikan pendampingan dengan baik. Pemberian materi diharapkan mampu memberi penyegaran dan menambah pengetahuan kader mengenai TB. Selain memberikan pendampingan pada penderita TB yang sudah terkonfirmasi kondisinya, kader juga berperan penting dalam mengidentifikasi mayarakat yang dicurigai menderita TB. Setelah berhasil mengidentifiaksi suspek TB, kader perlu untuk mendorong agar mereka mau memeriksakan diri dan menjalani pengobatan. Simpulan kegiatan pelatihan kader kesehatan dilengkapi dengan Simulasi dilakukan agar kader dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam melakukan pendampingan. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat mendukung program pemerintah dalam upaya memberantas penyakit TB di Indonesia.
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Adi Septian Agung Nugroho Setiawan Agus Subagiyo Amaliah, Nurul Anak Agung Aris Diartama Ari Suwondo Ari Suwondo Ari Suwondo Ariawan Soejoenoes Ariawan Soejoenoes Arif Widyanto Aris Santjaka Aris Santjaka Bedjo Santoso Bedjo Santoso Kadri Belliya Yulis Rahmadani Budi Triyantoro Budi Utomo Chatarina Umbul Wahyuni Darmini Darmini Darmini Devi Farah Ghina Devi Ratna Yuliani Devi Ratna Yuliani Dewi Rahayu Dewi, Putri Sitronela Dian Apri Nelyanti Diartama, Anak Agung Aris Djamaluddin Ramlan, Djamaluddin Donny Kristanto Mulyantoro Donny Kristanto Mulyantoro Donny Kristanto Mulyantoro Fachry Abda El Rahman Faisal Amri Faisal Amri Faisal Amri Fatimah Fauzan Ma’aruf Fitria, Candra Tyas Nur Frisian Lutfi Intan Risqita Gatot Murti Wibowo Gatot Murti Wibowo, Gatot Murti Ghina, Devi Farah Hamdiah Hamdiah Hani, Umu Hari Rudijanto I.W Hari Rudijanto Indro Wardono Hari Santoso Hermawan Pamot, Hermawan Husnul Yusmianti, Siti Nur Intan Risqita, Frisian Lufti Irma Nadziroh Irwan Katili Irwan Katili, Irwan Jannah, Marichatul Jannah, Marichatul Krisdiana Wijayanti Kun Aristiati Susiloretni Leny Latifah Leny Latifah Leny Latifah Luthfiyah, Ummu M.Pd S.T. S.Pd. I Gde Wawan Sudatha . Ma'ruf, Fauzan Mardiyono Mardiyono Mardiyono, Mardiyono Marsum Marsum Mayu Sanlia Samadani Mela Firdaust Melyana Nurul Widyawati Mohamad Ilham Maulana Latif Mohammad Alif Nur Fathoni Muliadi Muliadi Muliadi Nela Maghfirotul Ilmi Nilam Safitri Ariani Nisa, Alfiana Ainun Nor Istiqomah Nur Fathoni, Mohammad Alif Nyoman Supriyani Oktari, Ida Ayu Pranandya, Brian Ilham Priantoro, Win Priantoro, Win Prima Selvia Megawati Priyo Sulistiyono Pujiastuti, Rr. Sri Endang Puteri Inandin Nabiha Putri Intan Pertiwi Rahayu, Umi Margi Rahma Widiantari Reni Nuraeni Rihardini Okvitasari Rintan Rizkiya Mufidah Rizki Lutfanida Rr. Sri Endang Pujiastuti Rr.Sri Endang Pujiastuti Runjati Saifudin Sari, Tatsa Putri Kumala Selasih Putri Isnawati Hadi Septiani, Ainishfi Laili Sri Sumarni Sri Widiyati Sri Widiyati, Sri Sudirman Sudirman Sudiyono Sudiyono Sudiyono Sudiyono Sudiyono SUGIYANTO Sugiyanto - Sugiyanto Sugiyanto Sugiyanto Sugiyanto Sunarto Sunarto Sunarto Sunarto Sunaryo Sunaryo Supriyani, Nyoman Susy Suswaty Susy Suswaty Susy Suswaty Sutopo Patria Jati Tauleka, Abdul Rohim Ta’adi Ta’adi Titha Yuda Pratiwi Tjahjono Kuntjoro Tri Cahyono Tri Cahyono Triana Sri Hardjanti Triana Sri Hardjanti, Triana Sri Utomo, Nur Wahyu Putriyantari Widayani, Gandi Ari Savitri Win Priantoro Win Priantoro Wiwit Estuti Yudastuti, Ririh Yuni Sulistiawati Zaeni Budiono Zaeni Budiono, Zaeni