Claim Missing Document
Check
Articles

Kualitas Minyak Goreng dan Produk Gorengan Selama Penggorengan di Rumah Tangga Indonesia Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Ali Khomsan; Sri Anna Marliyati
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 4, No 2 (2015): Mei 2015
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.165 KB)

Abstract

Minyak goreng yang digunakan secara berulang-ulang berpotensi mengandung asam lemak trans. Konsumsi asam lemak trans berisiko memunculkan penyakit diabetes dan jantung koroner. Di Indonesia kebiasaan menggunakan minyak secara berulang lebih dari dua kali mencapai 24%. Penelitian ini bertujuan mengamati perubahan mutu minyak goreng dan produk setelah digoreng dengan menggunakan teknik rumah tangga. Penelitian ini merupakan eksperimental study dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Teknik menggoreng yang digunakan adalah deep fat frying dengan minyak sebanyak 2 liter. Produk yang digoreng adalah tahu seberat 900 gram dengan suhu 150-165oC selama 30 menit. Penggorengan dilakukan empat siklus pada jam 07.00 dan 11.30 selama dua hari. Analisis yang dilakukan meliputi analisis Free Fatty Acids (FFA), nilai peroksida, profil asam lemak di minyak goreng dan produk. Hasil penelitian menunjukkan kadar FFA dan peroksida minyak tidak berbeda nyata (α > 0.05) antara penggorengan pertama sampai keempat. Asam lemak terbanyak dalam minyak dan tahu adalah asam lemak oleat, linoleat dan palmitat. Rasio asam lemak linoleat dan palmitat tidak mengalami penurunan yang signifikan (α > 0.05) sampai penggunaan minyak keempat. Kadar asam lemak trans produk tahu sampai penggorengan keempat masih dalam batas aman.
Kerupuk Pasir Ikan Kembung (Rastrelliger Kanagurta L.) Sebagai Camilan Sehat Pencegah Hiperkolesterol Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Firlia Ayu Arini; Nur Intania Sofianita; Fira Firgicinia
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 6, No 3 (2017): Agustus 2017
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.925 KB) | DOI: 10.17728/jatp.237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membantu mencerdaskan dan mencegah kejadian hiperkolesterol pada masyarakat Indonesia mengingat prevalensi hiperkolesterol di Indonesia mencapai 35,9%. Apabila kejadian ini tidak dicegah akan berisiko meningkatkan angka kejadian penyakit degeneratif seperti aterosklerosis, penyakit jantung coroner, diabetes mellitus, hepar dan penyakit ginjal. Omega 3 dikenal mampu mencegah hiperkolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penambahan tepung ikan kembung agar meningkatkan kandungan omega 3 pada kerupuk pasir. Formulasi yang diberikan yaitu substitusi tepung tapioka dan tepung ikan kembung dengan perbandingan F1 (6,5:50,5), F2 (11,5:45,5), dan F3 (16,5:50,5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula terbaik hasil uji organoleptik adalah F2 yang mengandung 6,08% air, abu 3,83%, protein 21,69%, lemak 0,36%, karbohidrat 68,03%, energi total 363,16 kkal, omega 3 (EPA dan DHA) sebesar 19,7 g dan 39,1 g per 100 gramnya. Kandungan EPA dan DHA pada kerupuk pasir per 100 gram dapat menjadi sumber EPA dan DHA dengan menyumbang 5,66% dan 11,25% kecukupan omega 3 pada anak.This study aims to promote the brain activity and prevent the incidence of hypercholesterolemia in Indonesian society which was showed the prevalence of hypercholesterol reached 35.9%. This incident may increase the risk of degenerative diseases such as atherosclerosis, coronary heart disease, diabetes mellitus, liver and kidney disease. Omega 3 was known to prevent hypercholesterolemia. This research was done to analyze the addition of flour fish in the sand chips processing in order to increase the content of omega 3 in the chips. The formulation was substitution of tapioca flour and flour fish meal with the ratio of F1 (6,5: 50,5), F2 (11,5: 45,5), and F3 (16,5: 50,5). The best formula of organoleptic test result was F2 containing 6,08% water, ash 3,83%, protein 21,69%, fat 0,36%, carbohydrate 68,03%, total energy 363,16 kcal, omega 3 (EPA And DHA) of 19.7 g and 39.1 g per 100 g. EPA and DHA content in sand crackers per 100 gram could be used as source of EPA and DHA by contributing 5,66% and 11,25% sufficiency omega 3 in children.
Sosis Ikan Kembung (Rastrelliger Kanagurta L.) sebagai Pangan Sumber Omega 3 Iwenda Nalendrya; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Firlia Ayu Arini
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 5, No 3 (2016): Agustus 2016
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.078 KB) | DOI: 10.17728/jatp.178

Abstract

Penggunaan bahan kimia pada jajanan anak di Indonesia semakin meningkat. Data BPOM menunjukan pada tahun 2010 pangan jajanan anak sekolah yang tidak memenuhi syarat sebanyak 35,46%. Penggunan formalin dan boraks pada makanan ringan berturut-turut sebesar 16,06% dan 9,11%. Perlu dikembangkan pangan sehat bagi anak yang dapat membantu perkembangan otak. Asam lemak esensial omega 3 dibutuhkan dalam pembentukan sel-sel otak untuk meningkatkan tingkat intelegensia. Omega 3 dapat ditemukan di produk perikanan. Namun, tingkat konsumsi ikan di Indonesia masih rendah bila dibandingkan dengan rekomendasi FAO. Ikan kembung (Rastrelliger kanagurta L.) merupakan ikan air laut yang banyak mengandung omega 3 yang baik bagi kecerdasan otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi sosis dari ikan kembung sebagai pangan sumber omega 3. Metode yang digunakan adalah eksperimental dengan menggunakan desain rancangan acak lengkap. Penambahan ikan segar yang digunakan sebanyak 30 gram (FS1), 45 gram (FS2), dan 60 gram (FS3), sedangkan tepung ikan yang digunakan 6,75 gram (FT1), 13 gram (FT2) dan 20 gram (FT3). Formula terbaik hasil uji organoleptik adalah FS2 yang mengandung 44,48% air, abu 2,65%, protein 9,4%, lemak 5,48%, karbohidrat 37,88%, energi 238,48 kkal dan omega 3 sebesar 0,18 gram / 100 gram. Kandungan omega 3 sosis ikan kembung per 100 gram dapat menjadi sumber omega 3 dengan menyumbang 20% kecukupan omega 3 anak.AbstractThe use of chemicals on children's snacks in Indonesia is increasing. Data from BPOM show in 2010 school children’s snacks which is not qualified as much as 35,46%. The use of formaline and borax on snacks are 16.06% and 9.11%. It is necessary to develop healthy food for children which can help brain development. Omega 3 is needed in the brain cells formation to increase level of intelligence. Omega 3 can be acquired from the fishery products. However, the level of fish consumption in Indonesia is still low when compared with FAO recommendations. Long jawed mackerel (Rastrelliger kanagurta L.) is a marine fish that contains omega 3 which is good for brain intelligence. The objective of this study was to develop formulations sausage of long jawed mackerel as a food source of omega 3. This study used experimental method and completely randomized design. The addition of fresh fish that is used as much as 30 gram (FS1), 45 gram (FS2), and 60 gram (FS3), fish flour 6.75 gram (FT1), 13 gram (FT2) and 20 gram (FT3). The best formula from organoleptic test was FS2 which is containing of 44.48% water, 2.65% ash, 9.4% protein, 5.48% fat, carbohydrates 37.88%, 238.48 kcal energy and omega 3 at 0,18 gram / 100 gram. The content of omega 3 from long jawed mackerel sausages in 100 gram can to be omega 3 source which contribute 20 % adequacy of omega 3 of children.
Pengaruh Edukasi dengan Media Sosial Instagram dan YouTube terhadap Pengetahuan Gizi Seimbang Dinda Latifa Rinarto; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Iin Fatmawati Imrar
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i03.1056

Abstract

Edukasi dengan media sosial Instagram dan YouTube merupakan cara preventif yang menarik bagi remaja, terutama dalam meningkatkan pengetahuan gizi. Peningkatan pengetahuan tentang gizi dapat mempengaruhi sikap dan perilaku dalam pemilihan bahan makanan yang bergizi seimbang, sehingga secara tidak langsung akan berpengaruh pada status gizi remaja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh media sosial Instagram dan YouTube terhadap pengetahuan gizi seimbang pada siswa SMA Negeri 1 Cikarang Utara. Jenis penelitian ini merupakan Quasi-experiment, rancangan one group pretest-posttest design. Jumlah responden sebanyak 52 siswa kelas 11 (26 siswa kelompok Instagram; 26 siswa kelompok YouTube) dan diberi intervensi melalui postingan Instagram dan video YouTube masing-masing sebanyak dua kali dalam satu minggu dan diulang selama empat minggu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh pemberian edukasi gizi dengan media sosial Instagram terhadap pengetahuan (Pv=0,000) dan ada pengaruh pemberian edukasi gizi dengan media sosial YouTube terhadap pengetahuan (Pv=0,010). Kemudian, pemberian edukasi gizi dengan Instagram dapat berpengaruh terhadap pengetahuan sebesar (41,9%) dan dengan YouTube sebesar (24,3%).
MINUMAN KEKINIAN DI KALANGAN MAHASISWA DEPOK DAN JAKARTA Mayrlnn Trifosa Veronica; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi
Indonesian Journal of Health Development Vol 2 No 2 (2020): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v2i2.48

Abstract

Minuman kekinian merupakan istilah yang digunakan untuk minuman – minuman inovatif dan populer, baik karena rasa maupun ciri khasnya yang unik. Saat ini berbagai merek dan jenis minuman kekinian terus bermunculan di tengah masyarakat Indonesia. Salah satu jenis minuman kekinian adalah minuman boba. Minuman boba merupakan minuman asal Taiwan yang saat ini telah menjadi minuman yang populer di seluruh dunia, termasuk di Indonesia dan terutama digemari oleh kaum remaja dan dewasa muda. Minuman boba megandung kadar gula dan kalori yang tinggi dan merupakan bagian dari kelompok minuman berpemanis atau sugar sweetened beverage (SSB). Gerai-gerai minuman boba pada umumnya menawarkan berbagai variasi rasa minuman, topping, ukuran minuman, pilihan kadar gula dan es batu yang dapat dipilih oleh konsumen. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif yang dilakukan untuk mengetahui perilaku konsumsi minuman kekinian mahasiswa Depok dan Jakarta, meliputi preferensi, jenis atau rasa, penggunaan dan jenis topping, serta ukuran minuman. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner secara daring melalui aplikasi media sosial. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebesar 89.4% dari total 540 orang responden mahasiswa Depok dan Jakarta dengan rentang usia 16-24 tahun suka mengkonsumsi minuman kekinian. Jenis minuman yang paling banyak dipilih oleh responden adalah minuman boba, yaitu teh susu rasa cokelat hazelnut dengan topping boba dan berukuran besar.
HUBUNGAN ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DAN IMT DENGAN SINDROM METABOLIK PADA PEGAWAI PERUSAHAAN TAMBANG Niken Meldy Puryanti; Taufik Maryusman; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi
Indonesian Journal of Health Development Vol 3 No 1 (2021): IJHD
Publisher : Fakultas Ilmu kesehatan UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52021/ijhd.v3i1.83

Abstract

Background: Most of the company's employees are administrative tasks. The work environment can affect the nutritional status and employee intake. Poor health conditions can affect employee productivity. One of the health problems is the metabolic syndrome in Jakarta executive employees is quite large to reach 21.58%. High nutrient intake and obesity are among the factors triggering the accumulation of the disease into metabolic syndrome. This study aims to analyse relationship macronutrient and nutritional status (BMI) with metabolic syndrome in employees of Mining Company. Method: Cross-sectional studi with a purposive sampling involving 62 employees. Data were collected from food recall 24 hours interview via chat and medical check-up. Result: The result is the incidence of metabolic syndrome criteria were 4 employees. There were not relationship between carbohydrate (p=0,404), protein (p=0,404), fat (p=285), and nutritional status (BMI) (p=0,426) with metabolic syndrome. Discussion: There were not relationship between macronutrient (carbohydrate, fat, and protein) and nutrition status (BMI) with metabolic syndrome.
Effect of Galohgor Cookies Intake by Postpartum Mother on Newborn’s Growth Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Rimbawan Rimbawan; Katrin Roosita; Zakiudin Munasir
Amerta Nutrition Vol. 4 No. 4 (2020): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v4i4.2020.307-312

Abstract

Background: Malnutrition is one of serious public health problems that still need treatment priority. Besides the problem of over-nutrition continues to increase, the problem of under-nutrition has not been resolved properly. Utilization of local food such as galohgor can be an alternative to meet the nutritional needs. Objectives: The present study was aimed to analyze the effect of galohgor cookies intake by postpartum mothers on the newborn’s growth. Methods: The design was quasi-experimental design. There were two groups including the control group (CG) (n = 9) and the intervention group (GG) (n = 9). Postpartum mothers aged 20-35 years (parity between 2 and 5) with normal delivery and had no medical indication were involved in this study. A total of four pieces of cookie (~ 4 g of galohgor powder) were consumed daily from the 1st day until the 40th day after delivery. Anthropometric data (height, body weight, and head circumference) were obtained on day 0, 14 and 40 after delivery. Meanwhile, human milk samples were taken on day 14 and 40 to analyze the levels of human milk insulin-like growth factor-I (IGF-I). Results: The newborns in the GG had significantly heavier weight and larger head circumference than CG on day 14 and 40 after delivery (p <0.05). IGF-I could be maintained by consuming galohgor during postpartum period. However, this study found no differences in body length of both control and intervention group (p> 0.05). Conclusions: Intake of galohgor cookies by postpartum mothers might support the newborn’s growth.
Substitusi Tepung Tempe Sebagai Sumber Zat Besi Terhadap Karakteristik Organoleptik Sosis Ikan Teri Siti Sania Bilqis; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Muhammad Nur Hasan Syah; Nanang Nasrullah
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 6, No 1 (2022): .
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v6i1.12473

Abstract

Anemia is a global health problem that affects a third of the world's population, one of which is the lack of iron-containing food sources. The aim of this study was to analyze the nutritional content, iron content, and organoleptic properties of the selected formulation of anchovy sausage substituted with tempeh flour as an iron-rich snack. This study used a one-factor Completely Randomized Design (CRD) method with three different treatments and two repetitions. The proportions of tempeh flour with anchovy are F1 (35:45), F2 (40:40), and F3 (45:35). The results of the ANOVA test showed that there was no significant effect (P>0.05) on water content, ash content, protein content, fat content, carbohydrate content, and iron content. The results of the Kruskal-Wallis test showed that there was no significant effect (p>0.05) on the panelists' preference for color, aroma, taste, and texture characteristics. The sausage formula was selected through the exponential comparison method (MPE), namely the F3 formula. The serving dose of the selected formula sausage has an energy content of 228 kcal; protein 16.4 g; fat 11.3 g; carbohydrates 15 g; 2.4 mg of iron in one serving, which is 100 grams.
EDUKASI DAN KONSULTASI MP-ASI UNTUK PENCEGAHAN DIARE ANAK DI LINGKUNGAN PUSKESMAS KEMIRI MUKA DEPOK Muhammad Rizki Purnama; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Nur Intania Sofianita
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.20350

Abstract

Diarrhea is a health problem due to infection in the gastrointestinal tract, which is characterized by changes in the consistency of feces to liquid and an increase in the frequency of stool disposal more than three times a day. Breast milk positively impacts the baby's immune system so that it can reduce the possibility of infection and the incidence of diarrhea. Giving complementary feeding (MP-ASI) at an early age (< 6 months) can cause infection in the baby's digestive system and lead to diarrhea. The prevalence of diarrhea in RW 09 mothers reached 76%, the application of maternal hygiene was 76.2%, the coverage of exclusive breastfeeding was 85.7%, and early complementary feeding was 52.4%. The activity was carried out on 4 – 30 September 2021. The material provided in the education includes understanding MP-ASI, the benefits of giving MP-ASI, the principle of giving MP-ASI, the impact of giving MP-ASI early, texture, frequency, and amount of MP-ASI. Community service that has been carried out is MP-ASI education using booklets and nutrition consultations. Univariate analysis was conducted to describe the incidence of diarrhea, hygiene behavior, exclusive breastfeeding, early complementary feeding, and the characteristics of mothers and babies. Bivariate analysis to determine changes in knowledge before being given education with after being given education. Bivariate analysis was processed using the Wilcoxon test. The results of the data analysis showed that the mother's level of knowledge regarding complementary feeding increased (p=0.000). The results of the nutrition consultation were obtained; namely, the lack of variety in the provision of complementary foods, babies were only given fruit puree and instant baby porridge, lack of knowledge of complementary foods recipes, and babies' difficulty accepting new foods ABSTRAK Diare merupakan masalah kesehatan akibat infeksi pada saluran cerna yang ditandai dengan perubahan konsistensi feses menjadi cair serta peningkatan frekuensi pembuangan feses lebih dari tiga kali dalam satu hari. ASI memberikan dampak positif terhadap sistem imun bayi, sehingga dapat menurunkan kemungkinan infeksi dan kejadian diare. Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) pada usia dini (< 6 bulan) dapat menyebabkan infeksi pada sistem pencernaan bayi dan berujung pada kejadian diare. Prevalensi diare ibu RW 09 mencapai 76%, penerapan hygiene Ibu sebesar 76.2%, cakupan ASI eksklusif sebesar 85.7% dan pemberian MP-ASI dini sebesar 52.4%. Kegiatan dilaksanakan pada 4 – 30 September 2021. Materi yang diberikan dalam edukasi meliputi pengertian MP-ASI, Manfaat pemberian MP-ASI, Prinsip pemberian MP-ASI, Dampak pemberian MP-ASI dini, Tekstur, frekuensi dan jumlah MP-ASI. Pengabdian masyarakat yang telah dilakukan yaitu edukasi MP-ASI menggunakan booklet dan konsultasi gizi. Analisis univariat dilakukan untuk melihat gambaran kejadian diare, perilaku hygiene, pemberian ASI Eksklusif, pemberian MP-ASI dini serta karakteristik Ibu dan Bayi. Analisis bivariat untuk mengetahui perubahan pengetahuan sebelum diberikan edukasi dengan setelah diberikan edukasi. Analisis bivariat diolah dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis data menunjukkan tingkat pengetahuan Ibu mengenai pemberian MP-ASI meningkat (p=0,000). Hasil konsultasi gizi diperoleh yaitu kurangnya variasi pemberian MP-ASI, bayi hanya diberi puree buah dan bubur bayi instan, kurangnya pengetahuan resep MP-ASI, bayi sulit menerima makanan baru.
Hubungan Emotional Eating, Citra Tubuh, dan Tingkat Stres dengan IMT/U Remaja Putri di SMK Negeri 41 Jakarta Tahun 2022 Jihan Juzailah; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 14 No 2 (2022): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Overweight problems in female adolescents can be caused by inappropriate eating behavior, one of which is emotional eating. Overweight can also be caused by stress or negative body perceptions. This can encourage adolescents to increase their food intake, so that if it’s done continuously it’ll have an impact on overweight. This study aims to determine the relationship between emotional eating, body image, and stress level with the BMI-for-age in female adolescents at SMK Negeri 41 Jakarta. This study used a cross-sectional design among 62 respondents determined by stratified random sampling technique. This study was conducted in May 2022. Data collected using The Dutch Eating Behavior Questionnaire-13 items (DEBQ-13), Figure Rating Scale (FRS), and Perceived Stress Scale-10 items (PSS-10). Relationship analysis performed using Chi Square test showed that there was no relationship between emotional eating (p value = 0, 642; p value > 0,05), body image (p value = 0,578; p value > 0,05), and stress level (p value = 1,000; p value > 0,05) with the BMI-for-age in female adolescents at SMK Negeri 41 Jakarta. It’s necessary to conduct further studies related to factors that can influence the BMI-for-age, especially in female adolescents. ABSTRAK Permasalahan gizi lebih pada remaja perempuan dapat disebabkan akibat perilaku makan yang tidak tepat, salah satunya emotional eating. Gizi lebih juga dapat disebabkan akibat stres maupun persepsi negatif terhadap tubuh. Hal tersebut dapat mendorong remaja untuk melakukan peningkatan asupan makanan, sehingga jika dilakukan secara terus menerus akan berdampak pada gizi lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan emotional eating, citra tubuh, dan tingkat stres dengan IMT/U remaja putri di SMK Negeri 41 Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 62 responden yang diambil dengan teknik stratified random sampling. Penelitian dilakukan pada Mei 2022. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner The Dutch Eating Behaviour Questionnaire-13 items (DEBQ-13), Figure Rating Scale (FRS), dan Perceived Stress Scale-10 items (PSS-10). Analisis hubungan dilakukan menggunakan uji Chi Square menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara emotional eating (p value = 0, 642; p value > 0,05), citra tubuh (p value = 0,578; p value > 0,05), dan tingkat stres (p value = 1,000; p value > 0,05) dengan IMT/U remaja putri di SMK Negeri 41 Jakarta. Perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut terkait faktor yang lebih mempengaruhi IMT/U terutama pada remaja putri.
Co-Authors A'immatul Fauziyah Abby, Sekarmirah Octila Adrianto, Bayu Agung Kurniawan Aisyah, Yonita Laty Alfida Aziz Ali Khomsan Alvia, Ovie Rifdha Amanda, Defita Andini, Shafa Angestya Verani Fahriza Aprilian Tri Wbowo Ardian, Ikhwan Luthfi Arga Buntara Arief Wahyudi Jadmiko Arini, Firlia Ayu Arrahman, Risma Fitri Ayu Asriadi Masnar Aulia Adha Arzaqina Avliya Quratul Marjan Avliya Quratul Marjan Avliya Quratul Marjan Avliya Quratul Marjan Avrilian, Putri Aria Azmi, Haikal Rizky Bintang Fachri Elnady Bunga, Bunga Camila, Faiza Daniel Happy Putra Darmadi, Ruri Firliani Darmuin, Darmuin Dewi, Elisa Aprilia Dian Luthfiana Sufyan Dina Sugiyanti, Dina Dinda Latifa Rinarto Dora Samaria Dwi Wahyuningtyas Elthon Gabriel Erna Harfiani Ezra Luga Fadhli Suko Wiryanto Fathiya Andara Fatmawati, Iin Fira Firgicinia Firlia Ayu Arini Gendis Fathia Fajarina Habieb, Salsabila Firdausiyah Nur Handini, Kania Noviyanti Hannanti, Herdara Hardiansyah, Angga Herbawani, Chahya Kharin Inayatul Fajriyah Intania Sofianita, Nur Iwenda Nalendrya Jasmine Ramadina Djumantara Jevon, Ariel Bintang Jihan Juzailah Karamoy, Fernando Gabriel Katrin Roosita Kencanaputri, Salma Aulia Kery Utami Khairunnisa, Najwa Kharisma Wati Gusti Kharisma Wiati Gusti Khodijah Khodijah Khoirul Anwar Khoirul Anwar Kineisha, Phoebe Krisanti Nurbaiti Krisdiani, Ade Fatma Laila, Indah Mutiara Sab'a Luailiya, Nikmatul Majida, Lia Awwalia Marjan, Avliya Quratul Mayrlnn Trifosa Veronica Mayrlnn Trifosa Veronica Mohammad Syarrafah Muhammad Rizki Purnama Mulyadewi, Amelia Luthfiyah Nadine Nadine Nanang Nasrullah Nasrulloh, Nanang Naufal, Fandra Raditya Niken Meldy Puryanti Nilamwati Adelia Noviana, Virnanda Rahma Nuchar, Regina Ekidika Nur Hayati Nur Intania Sofianita Octaria, Yessi Crosita Olla Wilda Nasyiba Pamungkas, Rizqy Amanatul Husna Prasetyo Hadi Priyatno, Prima Dwi Purnama, Muhammad Rizki Puspareni, Luh Desi Putri Ramadhani, Syafhara Putri, Devia Amanda Quratul Marjan, Avliya Radiansyah Badrani Nursalam Rahayu, Sri Rahma, Farah Fitri Ramzy Arif Satriyo Bima Anggara Razi, Muhamad Alif Reza Mehdi Fauzi Rimbawan , Ririn Puspita Tutiasri Riskika, Febiani Ruri Firliani Rustiarini, Fabiola Shania Alicia Salsabila Firdausiyah Nur Habieb Serli Marlina Simajorang, Chandrayani Sintha Fransiske Sintha Fransiske Simanungkalit Sintha Fransiske Simanungkalit Siska Fransiske Simanungkalit Siti Sania Bilqis Sony, Aurelia Gracia Chiquita Sri Anna Marliyati Sri Sulaminingsih Sufyan, Dian Luthfiana Sufyan, Dian Luthfiana Sufyan, Dian Luthfiana Sulistiadi, Wahyu Syah, Muh Nur Hasan Taufik Maryusman Utami Wahyuningsih Utami Wahyuningsih Utami, Kery Wahyudi, Chandra Tri Wibowo, Aprilian Tri Wibowo Widayani Wahyuningtyas Widisantosa, Andrian Maulana Sungsang Wilis, Sekar Woro Wirayudha, Gibran Woro Nimas Gusti Nugraheni Yanda Bara Kusuma Yasmin, Salwa Yessi Crosita Octaria Yonita Laty Aisyah Zahra, Raisa Siti Zakiudin Munasir Zakiudin Munasir