p-Index From 2021 - 2026
10.476
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Analysis of Knowledge Level, Consumption Habits, Sugar and Calories Content in Ice Cream on the Nutritional Status of Depok Students: Analisis Tingkat Pengetahuan, Kebiasaan Konsumsi, dan Kandungan Gula serta Kalori pada Es Krim terhadap Status Gizi Mahasiswa Depok Habieb, Salsabila Firdausiyah Nur; Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul; Nasrulloh, Nanang; Marjan, Avliya Quratul
Amerta Nutrition Vol. 8 No. 1 (2024): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v8i1.2024.82-88

Abstract

Background: Obesity is a nutritional problem in Indonesia. A factor that influences the incidence of obesity is a high-sugar diet (ex: ice cream products). The consumption rate of ice cream increases every year and is also accompanied by an increasing number of outlets providing ice cream products. Added sugar in ice cream contributes to an increased intake of high-calorie foods that leads to obesity. Objectives: To analyze level of knowledge, consumption habits, sugar and calorie content of ice cream on the nutritional status of Depok students. Methods: Observational research with cross-sectional design, analyzed with frequency distribution and chi-square test. Data were obtained using online questionnaire. The research was conducted in the city of Depok, involving 939 samples of Depok students selected with purposive sampling methods. Results: 667 (71.0%) students have a good level of nutritional knowledge and 578 (61.6%) students unusually eat ice cream. There is no relationship between the level of nutritional knowledge (p-value: 0.609) and ice cream consumption habits (p-value: 0.211) on the nutritional status of students. Vanilla ice cream cup with cookies and cream topping is the most preferred ice cream, containing 13.28 grams of sugar and 154.11 kcal calories. Conclusions: Depok students have good nutritional knowledge and unusually eat ice cream. The sugar and calorie content of the ice cream are high.
Pengembangan Menu Gizi Seimbang dan Status Gizi Santri Remaja Di Jakarta Selatan: Pengembangan Menu Gizi Seimbang dan Status Gizi Santri Remaja di Jakarta Selatan Camila, Faiza; Sofianita, Nur Intania; Fatmawati, Iin; Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2SP.2023.107-117

Abstract

Background: Nutritional intake problems are common among santries due to a lack of varied balanced nutritional menus, which impacts nutritional status. As a result, menu modifications are required to improve santries nutritional status. Objectives: Creating a balanced nutritional menu and understanding the relationship between daily intake and nutritional status of the santries. Methods: Using mixed methods quantitatively and experimentally. The research subjects used a quota sampling of 25 santries as well as untrained panelists and 15 semi-trained panelists, namely nutrition students who were experienced in organoleptic testing. Intake data from 2x24 hour food recall and nutritional status data from anthropometric measurements. The development of a balanced nutritional menu is adjusted to the results of monitoring and filling out questionnaires regarding preferences for food ingredients. Data analysis uses the Spearman test to determine the relationship between variables. Results: There is a relationship between energy intake (p-value = 0.050), protein intake (p-value = 0.005), and fat intake (p-value = 0.018) and student nutritional status; however, there is no relationship between carbohydrate intake (p-value = 0.188). The santries's fiber intake is still below the Nutritional Adequacy Rate, and the rainbow tofu hotpot is the result of developing a balanced nutritional menu that the santries enjoy the most. Conclusions: The nutritional status of santries's related to their energy, protein, and fat intake. There is no link between carbohydrate intake and student nutritional status. "Rainbow Tofu Hotpot” is a nutritionally balanced menu that santries prefer in terms of color, taste, aroma, and texture.
Hubungan Kepatuhan Konsumsi TTD, Asupan Zat Gizi, dan Status Gizi Terhadap Kejadian Anemia pada Remaja Putri Di SMPN 1 Gunungsari: Hubungan Kepatuhan Konsumsi TTD, Asupan Zat Gizi, dan Status Gizi terhadap Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMPN 1 Gunungsari Abby, Sekarmirah Octila; Arini, Firlia Ayu; Sufyan, Dian Luthfiana; Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul
Amerta Nutrition Vol. 7 No. 2SP (2023): AMERTA NUTRITION SUPPLEMENTARY EDITION Special 3rd Amerta Nutrition Conferenc
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v7i2SP.2023.213-223

Abstract

Background: Female adolescents are a group that is prone to having anemia because they are in the second growth spurt phase and experience menstruation monthly. Anemia in young women causes a detrimental effect. The increase in prevalence of anemia can be prevented and reduced by iron supplementation in women of reproductive age, including female adolescents. Objectives: This study aims to determine the relationship between the compliance of iron supplement consumption, nutrient intake, and nutritional status with the incidence of anemia in female adolescents at SMPN 1 Gunungsari. Methods: This study used a cross-sectional design. The research population was female students at SMPN 1 Gunungsari, totaling 290 female students. The sample in this study was selected using a stratified random sampling method, totaling 61 respondents. The data collection used Hb examination, SQ-FFQ form, and anthropometric examination. Analysis of the relationship used the Chi-Square test and Fisher's Exact. Results: The results of this study showed that there was a relationship between the compliance of iron tablets consumption (p=0.002), protein intake (p=0.034), and iron (p=0.046) with the incidence of anemia, and there was no relationship between intake of vitamin C (p=0.139), iron inhibitors (p=0.183), and nutritional status (p=1.000) with the incidence of anemia in female adolescents at SMPN 1 Gunungsari. Conclusions: This study concludes that there is a relationship between compliance to iron supplement consumption, protein, and iron intake with the incidence of anemia, and there is no relationship between intake of vitamin C, iron inhibitors, and nutritional status with the incidence of anemia.
Hilirisasi usaha mandiri Pondok Pesantren Sirajussa’adah Depok Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul; Sofianita, Nur Intania; Octaria, Yessi Crosita; Wiryanto, Fadhli Suko; Priyatno, Prima Dwi
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i2.217

Abstract

Pondok Pesantren Sirajussa’adah merupakan salah satu pondok pesantren di Kota Depok yang bergerak secara mandiri. Kemandirian dibuktikan dengan seluruh pembiayaan pondok pesantren berasal dari pendapat usaha yang dijalankannya. Usaha yang dikembangkan yaitu Tempe Santri, Madu Murni, dan Air RO. Masalah yang dihadapi Pondok Pesantren salah satunya adalah pemasaran yang masih terbatas serta produk tempe menghadapi harga kedelai yang naik turun dan masih terdapat tempe yang tidak terjual. Sehingga pendapatan Pondok Pesantren menurun. Pada pengabdian masyarakat ini, solusi yang diberikan yaitu  pengembangan produk tempe baru serta peningkatan pemasaran produk melalui media digital. Kegiatan pengabdian dilakukan dari bulan Agustus 2023 sampai Agustus 2024. Langkah-langkah pengabdian masyarakat ini yaitu pelatihan pembuatan keripik tempe, pengembangan kemasan keripik tempe, pendampingan pengajuan sertifikat halal produk madu dan keripik tempe serta pemasaran melalui sosial media. Hasil dari kegiatan ini yaitu pondok pesantren memiliki produk baru yaitu keripik tempe, pondok pesantren memiliki sertifikat halal produk madu sholawat sirajus’saadah dan keripik tempe santri. Santri dan santriwati mampu membuat konten pemasaran dan edukasi menggunakan canva untuk untuk branding dan meningkatkan penjualan.
Pengolahan sampah rumah tangga melalui pemanfaatan maggot berbasis komunitas di Kecamatan Sawangan Depok Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul; Marjan, Avliya Quratul; Anwar, Khoirul
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v5i2.218

Abstract

Sampah masih menjadi masalah utama di Kota Depok. Sampah yang diproduksi di Kota Depok setiap harinya mencapai 1.300 ton. Sedangkan kapasitas TPA Cipayung depok hanya 800 ton per hari. Pemerintah Kota Depok mengeluarkan Program Kampung Caraka (Kampung Cerdas Ramah Keluarga). Kampung Caraka bertujuan untuk menyelesaikan masalahan yang terjadi pada bidang kesehatan, ketahanan pangan, sampah dan lingkungan sampai dengan masalah terkait ketahanan keluarga dan pemberdayaan lansia. Salah satu program utamanya yaitu Pengolahan Sampah. Maggot (Black Soldire Fly) mampu mengolah sampah organik dengan cepat. Ketika dewasa maggot dapat diolah menjadi pakan ikan. Hasil olahan maggot berupa residu dapat menjadi media tanam. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan dari bulan Juli 2023 sampai September 2024. Tahapan kegiatan yaitu pelatihan kader maggot, pembangunan rumah maggot, pelatihan maggot oleh tim kader maggot kepada perwakilan setiap kelurahan di Kecamatang Sawanga, pendampingan pengolahan sampah oleh kader maggot. Alat yang digunakan yaitu box pengolahan sampah, dan wadah penetasan maggot. Hasil dari kegiatan ini, 6 dari 7 kelurahan aktif melakukan pengolahan sampah. Total sampah yang berhasil diolah oleh tim kader maggot pada tahun pertama mencapai 747 kg, untuk perwakilan kelurahan mencapai 58 kg.
Socio-Cultural Nutrition Analysis in Jatisura Village, Indramayu Regency, West Java, Indonesia Sofianita, Nur Intania; Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul; Wahyuningsih, Utami; Fatmawati, Iin; Wahyuningtyas, Widayani
Journal of Global Nutrition Vol 5 No 1 (2025)
Publisher : Ikatan Sarjana Gizi Indonesia (ISAGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53823/jgn.v5i1.128

Abstract

Jatisura Village is located in Cikedung District, Indramayu Regency. Most of the residents earn a living as agricultural workers. The village boasts various tourism opportunities, such as Situ Bolang Agrotourism, which serves to retain water for irrigating the fields of local farmers and can also yield freshwater fish that can be consumed or transformed into products for Micro, Small, and Medium Enterprises. The aim of the research is to assess the socio-cultural nutrition aspects, including economic conditions, educational levels, knowledge, and the nutritional status of school-aged children and adolescents in Jatisura Village. Method: mixed method approach. incorporating both qualitative explorative and quantitative techniques. A total of 12 participants were involved, including village officials, integrated health post cadres, adolescents, community leaders, traditional leaders, village midwives, and representatives from Islamic elementary and high schools. For the quantitative portion, purposive sampling was applied, comprising 18 health cadres, 32 adolescents from high schools, and 60 children from elementary schools. This study was carried out between September 2022 and March 2023. Results: The majority (90.1%) of residents in the village earn incomes below the Minimum Wage set by Indramayu Regency. Jatisura Village is home to Micro, Small, and Medium Enterprises that have the capacity to export their products internationally, such as Rolisa Food, which produces mango crackers, mango seed coffee, mango preserves, mango juice, orange leaf nuts, and cow skin crackers. The understanding of nutrition among less than 33% of community leaders, 28.1% of teenagers, and 88.7% of school-age children is limited. In terms of nutritional status, 28.2% of teenagers are classified as underweight, and 16.7% of elementary school children show signs of stunting. Conclusion: The tourism opportunities in Jatisura Village can be enhanced by utilizing local food resources to create distinctive souvenirs, thereby boosting the income of the villagers. There are still adolescents experiencing inadequate nutritional levels and elementary school children facing stunting issues related to nutrition. It is essential to offer nutrition education and healthy food management training to the villagers to elevate their purchasing power for nutritious food and enhance education and health for the entire community.
Peningkatan Kesehatan Santri melalui Pengukuran Status Gizi dan Edukasi Pencegahan Diabetes di Pondok Pesantren Sirajussa'adah Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul; Sofianita, Nur Intania; Octaria, Yessi Crosita; Razi, Muhamad Alif; Majida, Lia Awwalia; Pamungkas, Rizqy Amanatul Husna
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.22999

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melaksanakan screening kesehatan (status gizi dan risiko diabetes) dan meningkatkan pengetahuan kesehatan pada santri di Pondok Pesantren Sirajussa'adah Limo, Kota Depok. Metode yang digunakan meliputi pengukuran antropometri untuk menentukan status gizi dan pemeriksaan kadar Glukosa Darah Sewaktu (GDS). Setelah screening, dilaksanakan edukasi interaktif mengenai Diabetes Melitus (DM). Edukasi diberikan melalui teknik ceramah dan pemberian buku saku. Hasil screening memberikan data awal profil kesehatan santri. Intervensi edukasi, yang diukur menggunakan pre-test dan post-test, menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan (p<.001), dengan rata-rata nilai naik dari 44,67 menjadi 75,46. Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan donasi alat ukur tinggi dan berat badan untuk mendukung pemantauan kesehatan mandiri dan berkelanjutan di lingkungan pesantren. Kata Kunci: Diabetes, Edukasi, Pondok Pesantren, Santri, Status Gizi ABSTRACT This community service activity aimed to conduct health screenings (nutritional status and diabetes risk) and enhance health knowledge among santri (students) at Sirajussa'adah Islamic Boarding School in Limo, Depok City. The methodology included anthropometric measurements to determine nutritional status and random blood glucose (RBG) level checks. Following the screening, an interactive education session was provided, focusing on Diabetes Mellitus (DM). Education is provided through lecture techniques and the provision of pocket books. The screening results provided initial data on the health profile of the santri. The education intervention, measured using pre- and post-tests, demonstrated a significant increase in knowledge (p<.001), with the average score rising from 44.67 to 75.46. The activity concluded with the donation of height and weight measurement tools to support sustainable and independent health monitoring within the boarding school. Keywords: Diabetes, Education, Islamic Boarding School, Students, Nutritional Status
Anthropometric knowledge and measurement evaluation among female volunteer community health workers in Depok Sufyan, Dian Luthfiana; Arini, Firlia Ayu; Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul; Marjan, Avliya Quratul; Fatmawati, Iin
Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics) VOLUME 12 ISSUE 2, 2024
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijnd.2024.12(2).159-164

Abstract

Background: At the community level, assessment for children nutritional status is measured by female volunteer community health workers (FVCHW) through integrated health post (Posyandu). Based  on  initial  observation,  volunteers  have  sufficient  knowledge  of  anthropometric measurement however, to put it into practice, common pitfalls remain found.Refreshment on basic knowledge and practical training on anthropometric assessment is needed.Objectives:  As  part  of  Kampung  Caraka  Project  that  attempts  to  empower  locals  to  be deliberately  aware  of  community  health  and  well-being,  this  particular  study  aims  to  evaluate knowledge of FVCHW as well as their accuracy and precision on anthropometric assessment.Methods: This study is a quasi-experimental study with pre-posttest with control group design. The sample was purposively selected and 54 overweight adolescents were divided into a control group and two intervention groups. Education using healthy snacks quartet was conducted for 21 days  from  September  to  October  2023  in  Makassar  City.  Data  analysis  was  performed  using Wilcoxon singed ranks test.Results:  Results  showed  women  with  good  precision  for  MUAC,  height,  head  circumferences and length measurement were 23.1%, 23.1%, 53.8% and 33.3%, respectively. In contrast, only 7.7% of women had good accuracy on MUAC measurement. There is a significant difference of knowledge score before and after the education given (p-value 0.02, CI 95%).Conclusions:  The  cadre  had  good  precision  yet  poor  accuracy,  implying  the  necessity  of standardized procedure and regular equipment calibration prior to anthropometric measurement. There is a difference in mean scores before and after the education given, yet still denoted as low capacity. Further comprehensive education is highly required.  
PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK SECARA BERKELANJUTAN MELALUI PEMANFAATAN MAGGOT (BLACK SOLDIER FLY) Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul; Marjan, Avliya Quratul; Utami, Kery; Anwar, Khoirul
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35833

Abstract

Abstrak: Pengelolaan sampah organik masih menjadi tantangan lingkungan yang signifikan, terutama di tengah kondisi Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang telah melampaui kapasitas seperti TPA Cipayung Depok. Kegiatan ini bertujuan mendampingi komunitas dalam mengolah sampah sisa makanan dari rumah tangga dan dapur makanan bergizi gratis (MBG) secara berkelanjutan melalui pemanfaatan maggot (Black Soldier Fly/BSF). Pendampingan dilakukan melalui pelatihan langsung (ceramah dan praktik) budidaya maggot dan penyediaan fasilitas penunjang. Program ini merupakan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, akademisi, dan pengurus program lingkungan di tingkat komunitas (mitra sasaran) yang beranggotakan 25 warga. Evaluasi dilakukan dengan penimbangan sampah harian dan maggot hasil panen, serta observasi secara langsung dan laporan grup whatsapp (daring), dengan analisis data deskriptif yang berfokus pada volume sampah dan dampak sosial ekonomi. Hasilnya, tim mitra sasaran mampu mengolah 200-300 kg sampah makanan per hari dan menjual minimal 75 kg maggot per bulan. Program ini juga mencakup hilirisasi maggot menjadi pakan pelet ikan secara mandiri. Program ini membuktikan efektivitas metode biokonversi maggot dalam mengurangi volume sampah dan memberikan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan bagi komunitas.Abstract: Organic waste management remains a significant environmental challenge, particularly with Final Processing Sites (TPA) exceeding capacity, such as the Cipayung Depok Landfill. This activity aims to assist communities in processing food waste from households and nutrition meals program kitchen sustainably through the use of maggots (Black Soldier Fly/BSF). The assistance is provided through direct training (lectures and practice) on maggot cultivation and the provision of supporting facilities. This program is a cross-sector collaboration involving local government, academics, and environmental program administrators at the community level (target partners) with 25 members. Evaluation is carried out through daily weighing of waste and harvested maggots, as well as direct observation and online WhatsApp group reports, with descriptive data analysis focusing on waste volume and socio-economic impacts. As a result, the target partner team is able to process 200-300 kg of food waste per day and sell a minimum of 75 kg of maggots per month. This program also includes independent downstream processing of maggots into fish pellet feed. This program demonstrates the effectiveness of the maggot bioconversion method in reducing waste volume and providing sustainable economic added value to the community.
Uji Indeks Glikemik Pangan Fungsional Kefir Susu Kambing dengan Penambahan Madu Randu ( Ceiba Pentandra ) Serli Marlina; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Utami Wahyuningsih; Erna Harfiani; Angga Hardiansyah
Jurnal Ners Vol. 9 No. 2 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i2.43816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai indeks glikemik dan beban glikemik dari produk kefir susu kambing dengan penambahan madu randu ( Ceiba Pentandra ). Desain penelitian yang digunakan adalah true experimental dengan desain crossover ( non-randomized ) dengan dua perlakuan. Perlakuan pertama yaitu pemberian makanan standar ( glukosa murni ) sementara untuk perlakuan kedua yaitu pemberian makanan uji ( kefir susu kambing dengan penambahan madu randu ( Ceiba Pentandra ) ) yang dilakukan pada waktu yang berbeda. Pengujian produk ini melibatkan 8 orang panelis tidak terlatih.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kefir madu randu  memiliki indeks glikemik kategori  rendah 53,98 ± 42,26   dengan beban glikemik kategori rendah pula ( 1,27 ) dalam sajian 100 ml. Terdapat perbedaan yang signifikan antara kefir madu dengan makanan standar ( p=0,018 ). Kefir madu randu ini cenderung dapat mengontrol kestabilan dan mengurangi lonjakan pada glukosa darah sehingga cukup aman dikonsumsi untuk penderita diabetes.
Co-Authors A'immatul Fauziyah Abby, Sekarmirah Octila Adrianto, Bayu Agung Kurniawan Aisyah, Yonita Laty Alfida Aziz Ali Khomsan Alvia, Ovie Rifdha Amanda, Defita Andini, Shafa Andrian Maulana Sungsang Widisantosa Angestya Verani Fahriza Angga Hardiansyah Aprilian Tri Wbowo Ardian, Ikhwan Luthfi Arga Buntara Arief Wahyudi Jadmiko Arini, Firlia Ayu Arrahman, Risma Fitri Ayu Asriadi Masnar Aulia Adha Arzaqina Avliya Quratul Marjan Avliya Quratul Marjan Avliya Quratul Marjan Avliya Quratul Marjan Avrilian, Putri Aria Azmi, Haikal Rizky Bintang Fachri Elnady Bunga, Bunga Camila, Faiza Daniel Happy Putra Darmadi, Ruri Firliani Darmuin, Darmuin Dewi, Elisa Aprilia Dian Luthfiana Sufyan Dina Sugiyanti, Dina Dinda Latifa Rinarto Dora Samaria Dwi Wahyuningtyas Elthon Gabriel Erna Harfiani Ezra Luga Fadhli Suko Wiryanto Fathiya Andara Fatmawati, Iin Fikriana, Chika Nur Fira Firgicinia Firlia Ayu Arini Gendis Fathia Fajarina Habieb, Salsabila Firdausiyah Nur Handini, Kania Noviyanti Hannanti, Herdara Hardiansyah, Angga Hartanti, Puspaningrum Dwi Herbawani, Chahya Kharin Inayatul Fajriyah Indra Kusuma Intania Sofianita, Nur Iwenda Nalendrya Jasmine Ramadina Djumantara Jevon, Ariel Bintang Jihan Juzailah Karamoy, Fernando Gabriel Katrin Roosita Kencanaputri, Salma Aulia Khairunnisa, Najwa Kharisma Wati Gusti Kharisma Wiati Gusti Khodijah Khodijah Khoirul Anwar Khoirul Anwar Khoirul Anwar Kineisha, Phoebe Krisanti Nurbaiti Krisdiani, Ade Fatma Laila, Indah Mutiara Sab'a Lia Awalia Majida Luailiya, Nikmatul Marjan, Avliya Quratul Mayrlnn Trifosa Veronica Mayrlnn Trifosa Veronica Mohammad Syarrafah Muhammad Rizki Purnama Mulyadewi, Amelia Luthfiyah Mumtaz, Hilmy Nadine Nadine Nanang Nasrulah Nanang Nasrullah Nasrulloh, Nanang Naufal, Fandra Raditya Niken Meldy Puryanti Nilamwati Adelia Noviana, Virnanda Rahma Nuchar, Regina Ekidika Nur Hayati Nur Intania Sofianita Octaria, Yessi Crosita Olivia, Monica Viorafanti Olla Wilda Nasyiba Pamungkas, Rizqy Amanatul Husna Prasetyo Hadi Priyatno, Prima Dwi Purnama, Muhammad Rizki Puspareni, Luh Desi Putri Mardiyah Putri Ramadhani, Syafhara Putri, Devia Amanda Quratul Marjan, Avliya Radiansyah Badrani Nursalam Rahayu, Sri Rahma, Farah Fitri Ramzy Arif Satriyo Bima Anggara Razi, Muhamad Alif Reza Mehdi Fauzi Rimbawan , Ririn Puspita Tutiasri Riskika, Febiani Ruri Firliani Rustiarini, Fabiola Shania Alicia Salsabila Firdausiyah Nur Habieb Serli Marlina Shofeea Aqeela Hoeda Simajorang, Chandrayani Sintha Fransiske Sintha Fransiske Simanungkalit Sintha Fransiske Simanungkalit Siska Fransiske Simanungkalit Siti Sania Bilqis Sony, Aurelia Gracia Chiquita Sri Anna Marliyati Sri Sulaminingsih Sufyan, Dian Luthfiana Sufyan, Dian Luthfiana Sufyan, Dian Luthfiana Sulistiadi, Wahyu Syah, Muh Nur Hasan Taufik Maryusman Utami Wahyuningsih Utami Wahyuningsih Utami, Kery Wahyudi, Chandra Tri Wibowo, Aprilian Tri Wibowo Widayani Wahyuningtyas Widisantosa, Andrian Maulana Sungsang Wilis, Sekar Woro Wirayudha, Gibran Woro Nimas Gusti Nugraheni Yanda Bara Kusuma Yasmin, Salwa Yessi Crosita Octaria Yessi Crosita Octaria Yonita Laty Aisyah Zahra, Raisa Siti Zakiudin Munasir Zakiudin Munasir