Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Integrasi Pendidikan Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal Suku Sasak dalam Teks Prosedur pada Pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XI SMA Bukhori Muslim; Sukran Makmun
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 5 No 2 (2020): Edisi November 2020
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v5i2.436

Abstract

Pendidikan mitigasi bencana dipandang penting untuk diterapkan dalam pembelajaran bahasa Indonesia melalui pembelajaran teks. Oleh sebab itu, tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan bentuk kearifan lokal Suku Sasak yang dapat diintegrasikan sebagai pendidikan mitigasi bencana berbasis kearifan lokal Suku Sasak dan untuk menjelaskan bentuk pengintegrasian pendidikan mitigasi bencana dalam pembelajaran teks prosedur pada pembelajaran bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan telaah pustaka mengenai budaya dan tradisi orang Sasak. Adapun hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu terdapat 10 bentuk kearifan lokal suku Sasak yang dapat dijadikan mitigasi bencana dan memiliki unsur pembentukan teks prosedur. Selanjutnya, bentuk pengintegrasian pendidikan mitigasi bencana berbasis kearifan Lokal Suku Sasak dalam pembelajaran bahasa Indonesia kelas XI SMA dengan cara menjadikannya sebagai bahan literasi. Adapun kriteria pendukung kearifan lokal Suku Sasak dapat dijadikan literasi mitigasi bencana yaitu 1) Kearifan lokal suku Sasak diwariskan secara turun temurun dari lisan ke lisan. 2) Pengembangan literasi baca tulis mitigasi bencana berbasis kearifan lokal Suku Sasak memiliki prinsip responsif dan adaftif. 3) Struktur kearifan lokal Suku Sasak berbasis mitigasi bencana memiliki relevansi dengan struktur dalam teks prosedur, dan 4) Kearifan lokal suku Sasak mengandung nilai-nilai pendidikan mitigasi bencana. Masyarakat Suku Sasak di Lombok memiliki kearifan lokal yang mampu menciptakan harmonisasi antara satu makhluk dengan makhluk yang lain.
Pola Komunikasi Publik dalam Mengedukasi Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19 pada Simulasi Pembelajaran Tatap Muka di MAN 1 Lombok Timur Isnaini Yulianita Hafi; Bukhori Muslim; Muhhamad Zainul Pahmi
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 6 No 1 (2021): Edisi April 2021
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v6i1.685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola komunikasi publik dalam mengedukasi penerapan protokol kesehatan Covid-19 pada simulasi pembelajaran tatap muka di MAN 1 Lombok Timur. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yakni pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian yakni kepala madrasah, stekholder terkait dan guru MAN 1 Lombok Timur yang melakukan edukasi penerapan protokol kesehatan Covid-19 selama masa simulasi pembelajaran tatap muka. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yakni sebagai berikut: 1) Dalam melakukan komunikasi publik kepala MAN 1 Lombok Timur menggunakan surat edaran dan pembuatan poster yang disebarkan kepada siswa dan dipasang di setiap sudut bangunan madrasah. 2) Komunikator yang terlibat dalam pengedukasian Penerapan Protokol kesehatan Covid-19 yakni kepala madrasah, dinas kesehatan, Sat Polpp, dan guru guna memberikan informasi yang konsisten dan jelas. 3) Komunikasi publik juga dilakukan dengan memanfaatkan media sosial seperti gurp whatsapp siswa dan facebook. 4) Hambatan yang ditemukan dalam komunikasi publik di MAN 1 Lombok Timur selama simulasi pembelajaran tatap muka yakni banyak siswa tidak membaca informasi yang diinfokan melalui surat edaran. Komunikasi interpersonal siswa dengan siswa yang lain dapat menganggu informasi yang diberikan secara publik oleh kepala madrasah, dinas kesehatan, dan satpolpp. 5) Pengetahuan siswa MAN 1 Lombok Timur tentang protokol kesehatan Covid-19 lebih banyak didapatkan dari masyarakat sekitar sehingga sosialisasi yang diberikan di madrasah hanya berfungsi sebagai penguat dan penegas namun memberikan efek kognitif, afektif, dan konatif sehingga membantu siswa untuk memiliki sikap patuh terhadap protokol kesehatan Covid-19.
LITERASI WISATA PENDIDIKAN: UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN SERTA PEMERTAHANAN BAHASA DAERAH DAN KEARIFAN LOKAL Muhammad Thohri; Marham Jupri Hadi; Bukhori Muslim
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 6 No 2 (2021): Edisi November 2021
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v6i2.898

Abstract

Traveling is a human need and travel activities will continue to be done throughout our lives. But the existence of pandemic covid 19 has a tremendous impact on the country's tourism industry which triggers the emergence of unemployment. One alternative to recovery is to generate Rural Tourism, namely by the implementation of the Education Tourism model, or WIKAN. Wikan is one of the rural tourism development strategies that are expected to be able to become a medium of tourism education, especially to people who are in tourist destinations. This article will introduce about the concept of educational tourism, the urgency of its implementation, some examples of good practices for the application of educational tourism at the international, national and local levels. In addition, some recommendations to develop educational tourism destinations to maintain regional languages and local wisdom are also the focus of this article.
Maksim Kesantunan Bahasa dalam Wasiat Renungan Masa Karya Maulanasyekh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid Bukhori Muslim; LL Abd Muhyi Abidin; Marham Jupri Hadi
Jurnalistrendi : Jurnal Linguistik, Sastra dan Pendidikan Vol 7 No 1 (2022): Edisi April 2022
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v7i1.1149

Abstract

Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru merupakan salah satu karya fenomenal dari pahlawan nasional asal NTB yakni TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Kajian tentang wasiat tersebut telah banyak dilakukan, namun eksplorasi tentang kesantunan maksim bahasa pada wasiat tersebut belum tersentuh. Penelitian ini mengkaji bentuk-bentuk maksim yang terdapat pada karya sang ulama’. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif terhadap dokumen wasiat renungan masa pengalaman Baru, terungkap enam bentuk masksim kesantunan berbahasa yang digunakan oleh penyusun wasiat tersebut yakni: dari 1) maksim kebijaksanaan, 2) maksim penerimaan, 3) maksim kemurahan, 4) maksim kerendahan hati, 5) maksim kecocokan, dan 6) maksim keempatian. Maksim kesantunan berbahasa yang dipakai oleh Maulanasyeikh TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid sangatlah tepat menjadi rujukan dalam komunikasi antara jama’ah warga Nahdlatul Wathan kepada lawan tutur terutama di media sosial untuk memperat persatuan dan kesatuan bangsa dan agama.
Peran LAZISNU Dalam Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Umat Melalui Program Gerakan Koin NU di Kabupaten Wonosobo Muslim, Bukhori
At-Ta’awun: Jurnal Mu’amalah dan Hukum Islam Vol 1 No 2 (2022): At-Ta’awun: Jurnal Mu’amalah dan Hukum Islam
Publisher : Program Studi Hukum Ekonomi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59579/atw.v1i2.3763

Abstract

This article discusses the role of LAZISNU in increasing the economic independence of the people in Wonosobo Regency and the strategies used by LAZISNU in increasing the economic independence of the people in Wonosobo Regency. This field research uses qualitative methods. The results of this study indicate that the role of LAZISNU in increasing the independence of the people through the NU coin program can advance the economy. This program is also the government's contribution to poverty alleviation. There are obstacles in the implementation of the coin program; Inadequate human resources, lack of management, large distribution of funds, no socialization with the community, nothing, then limited space for movement due to the Covid 19 pandemic. For LAZISNU's strategy in increasing the independence of the people through the NU coin program is to determine the target, namely the community Nahdlatul Ulama as the main target, increasing the branding of the NU coin program among the community, distributing NU coin cans, increasing human resources by forming an NU coin driving committee.
Regenerasi Karang Taruna : Membentuk Generasi Muda Sebagai Ujung Tombak Kepemudaan dan Penghubung Antar Generasi Izzati, Nabila Rahma; Januarti, Catur Ifda; Puspitasari, Dian; Muslim, Bukhori; Choiron, Dita Salsabila; Zaneta, Dinayu Putri Wyanet; Meyyanti, Henny Putrie; Ramadhani, Halimah Shafira; Puspikawati, Septa Indra; Wirayudha, Yosia Dimas
Jurnal Pengabdian Sosial Vol. 1 No. 9 (2024): Juli
Publisher : PT. Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/scgg2d13

Abstract

Penulisan ini bertujuan untuk menjelaskan kegiatan pengabdian masyarakat terkait regenerasi karang taruna di Desa Mojorayung. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan kegiatan adalah ceramah interaktif, pendampingan teknis, dan permainan. Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi berbeda. Hasil kegiatan ini adalah terpilihnya ketua umum, wakil ketua umum, sekretaris, bendahara, dan ketua setiap dusun. Selain itu, remaja di Desa Mojorayung juga saling mengenal satu sama lain. Karang taruna yang telah terbentuk diharapkan dapat terus berjalan, memiliki pembina, memiliki struktur organisasi yang jelas, dan memiliki identitas organisasi.
Berbagi di Masa Pandemi (Membentuk Taman Baca di Dusun Selelos, Kecamatan Gangga, KLU Sebagai Wadah Belajar dan Bermain Anak-Anak Selama Sekolah Tatap Muka Belum Aktif) Raden Didi Kuswara; Bukhori Muslim
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 1 No 3 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v1i3.452

Abstract

Kegiatan PkM ini betujuan untuk memberikan wadah kepada siswa-siswi SD Dusun Selelos kecamtan gangga, KLU untuk belajar dan bermain selama masa pandemi bahkan bisa tetep bermanfaat setelah pandemi berakhir sebagai tempa penunjang belajar selain di sekolah. Kegiatan dilakukan dengan berdiskusi dan implementasi. Diskusi dilakukan degan pemuda khususnya remaja masjid terkait program pembuatan taman baca tersebut dan mencari lokasi kemudian implementasi dengan membentuk taman baca dengan nama “Taman Baca Ceria” dan langsung memulai aktivitas belajar anak-anak seperti berolahraga, membaca, berhitung, menggambar, bernyanyi, dan bermain dibimbing oleh tim PkM dan remaja masjid setempat. Di akhir kegiatan tim PkM dan pemuda setempat menyusun jadwal kegiatan untuk keberlangsungan taman baca, sehingga tidak hanya bermanfaat saat pendemi tetapi terus sampai setelah pandemipun masih tetap sebagai wadah anak-anak dan masyarakat Selelos pada umumnya untuk belajar.
The Training and assistance of the Awik-Awik Teluk Jor (LPATJ) Enforcement Institution in the Management of Water Areas in Jerowaru District East Lombok Regency Alfian Pujian Hadi; Dewi Putri Lestari; Firman Ali Rahman; Bukhori Muslim
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 1 No 3 (2020): Edisi Desember 2020
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v1i3.459

Abstract

Abstract: This activity aims to increase the knowledge of community who are members of the Teluk Jor Awik-awik Institute (LPATJ/ Lembaga Penegak Awik-Awik Teluk Jor) through training and assistance in the management of marine areas. The training and mentoring activities consist of discussion of awik-awik Teluk Jor material, discussion of the implementation of awik-awik during 2013-2020 and the challenges faced, as well as follow-up for the effectiveness of the implementation of awik-awik. The method used is focus group discussion (FGD). Activities produce 1). The material contained in the awik-awik Teluk Jor needs to be refined according to the current conditions so that it will facilitate the implementation of awik-awik. 2) The implementation of awik-awik is quite effective in suppressing the rate of decline in the quality of marine resources in Jor Bay, however, efforts are needed to increase socialization and awareness to the parties, especially people who do not understand awik-awik, which is a collective agreement in protecting and preserving regional resources of Teluk Jor. 3) The follow-up of the training and assistance is in the form of socialization, assistance to stakeholders, and regular monitoring and evaluation of the implementation of awik-awik at least two times a year so that if there is a violation of awik-awik, decisions can be taken as soon as possible involving the government and the community to stop the occurrence of violations or damage. Key words: Awik-awik, Assistance, Socialization, Coastal, Teluk Jor
FOREST GREENING IN THE MENCERIT FOREST AREA WEST PENGADANGAN VILLAGE PRINGGASELA EAST LOMBOK Purnawarman Purnawarman; Syukrina Rahmawati; Isnaini Yulianita Hafi; Bukhori Muslim; Sukran Makmun
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 1 No 2 (2020): Edisi Agustus 2020
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Greening is an effort to plant trees and plants in a place that is considered to be the growth and development of these plants. Afforestation / reforestation is carried out as an effort to create a beautiful area with various environmental benefits such as maintaining the balance of the water system in nature, preventing erosion and soil erosion. These community service activities are aimed at 1. Preserving the forest environment as a source of clean water 2. Reducing air pollution, and 3. Conducting outreach to residents to care about their environment. In its implementation, this activity involves lecturers, students and the community of the Mencerit people area. Its implementation includes: (1) Socialization of reforestation and forest benefits, (2) Activities of planting tree seeds, the types of trees planted include Mahoni, Sonokeling, Terembesi, and so on.
SOSIALISASI COVID 19 PADA IBU RUMAH TANGGA (IRT) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN COVID-19 DI DESA SELAT KECAMATAN NARMADA KABUPATEN LOMBOK BARAT Ria Harmayani; Ni Made Andry Kartika; Bukhori Muslim; Sukran Makmun
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 1 No 2 (2020): Edisi Agustus 2020
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the visions and missions of national public health development is to improve the quality of human health. One way to achieve this is the implementation of the Covid-19 socialization program. The target of the Covid-19 socialization program is housewives who are given further understanding and assistance regarding Covid-19 so that they are able to independently improve the quality of their personal, family and environmental health in social life and change mindsets in maintaining health. The problem that the service team wants to solve in this service activity is the realization of increased awareness of personal and family health as well as the environment from Covid-19, namely management of maintaining health that is interrelated with the role of housewives as the spearhead of family health. Methods or implementation steps carried out in the service activities of lecturers from Nahdlatul Wathan University (UNW) Mataram, namely conducting socialization with the service team. The result of this service is the provision of Covid-19 material and management of maintaining health in service activities or programs to housewives as the target of activities. From this activity, it is able to increase passion and change in a broader mindset about the understanding of Covid-19, increase awareness of maintaining health and motivate the application of new normal adaptations and clean living habits of housewives so as to maximize the implementation of the responsibility of maintaining family health. In addition, housewives are provided with knowledge, direct practice and are involved in practicing the material that has been described.