Claim Missing Document
Check
Articles

Arsitektur Strategi Pengembangan Bisnis Pelabuhan Darat Michael Jourdan; Lukman M. Baga; Harianto Harianto
Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik (JMTRANSLOG) Vol 5, No 3 (2018): NOVEMBER
Publisher : Institut Transportasi dan Logistik Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54324/j.mtl.v5i3.262

Abstract

The purpose of this study is to identify internal and external factors that influence CDP business development, formulate business development strategies, and design CDP strategic architecture. Cikarang Dry Port (CDP) is a land port designed to support export and import activities and supply chains in the Jabodetabek and Cikarang regions. The precise business development strategy to optimize resources and opportunities for the CDP business environment is important to develop. The method of this research is descriptive analysis and purposive sampling. The analytical tools used include internal and external analysis and SWOT. The results show that the IFE and EFE values obtained are 3.03 and 3.07. Its main strength is the availability of land port’s capacity with a score of 0.56. The external factors that provide significance relative to the success of dry port development are internet usage and applications on smartphones that scored 0.32. The regulation on expansion and business development of the Kalibaru Port (Newport Priok Container Terminal) is the biggest threat of 0.06 and 0.04.
ANALISIS KERAGAAN EKONOMI RUMAHTANGGA: STUDI KASUS PENGELOLAAN HUTAN BERSAMA MASYARAKAT DI PANGALENGAN BANDUNG SELATAN Tjipta Purwita; Harianto Harianto; Bonar M. Sinaga; Hariadi Kartodiharjo
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 6, No 1 (2009): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2009.6.1.53-68

Abstract

Pulau Jawa dihuni oleh lebih dari 60 persen penduduk Indonesia. Redistribusi penduduk dan penguasaan lahan yang tidak seimbang menyebabkan meningkatnya tekanan terhadap lingkungan yang menimbulkan banjir, tanah longsor, dan bencana kekeringan. Salah satu solusi untuk mengatasi tekanan lingkungan tersebut adalah program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). Penelitian ini menganalisis : (1) karakteristik ekonomi rumahtangga petani PHBM, (2) aspek institusi terkait dengan kontrak kerjasama kemitraan PHBM, (3) faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengambilan keputusan rumahtangga petani terkait produksi, alokasi waktu tenaga kerja, pendapatan dan pengeluaran, serta (4) simulasi dampak perubahan faktor eksternal maupun internal terhadap perilaku ekonomi rumatangga. Hasil penelitian ekonomi rumahtangga di Pangalengan dengan pendekatan ekonometrik menunjukkan bahwa program PHBM belum sepenuhnya mampu mengatasi masalah kemiskinan, khususnya pada kasus PHBM Kopi, tetapi berhasil mengatasi masalah perambahan areal pada hutan-lindung. Kebijakan ekonomi dan penguatan kelembagaan diperlukan untuk mendukung implementasi program PHBM di hutan-lindung.
Analisis Penawaran dan Permintaan Kayu Bulat untuk Pemenuhan Kebutuhan Industri Kayu Lapis, Kayu Gergaji dan Pulp di Indonesia Erwinsyah Erwinsyah; Harianto Harianto; Bonar M. Sinaga; Bintang C.H. Simangunsong
Sosio e-Kons Vol 9, No 2 (2017): Sosio e-Kons
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.48 KB) | DOI: 10.30998/sosioekons.v9i2.1942

Abstract

ABSTRACT In the last three decades the forestry sector has been given an important contribution to the economy of Indonesia, and during the period year 1993-2005, it contributed from 1.7 to 3.1 percent. To maintain this contribution, it is needed to have a continuation raw material input, Roundwood. Some studies showed that the supply of raw material for wood-based primary industries such as plywood, sawn timber, and pulp in Indonesia are still continuing. Therefore it needs to know the characteristic supply and demand of the wood-based industry by predicting the elasticity. This paper will discuss elasticity supply and demand of the input market of Roundwood from natural and plantation forests and output market of plywood, sawn timber and pulp. Data used for this study is time series, from the year 1995 until the year 2009. The estimation of the econometric model used in this study was simultaneous (2SLS) equation or ordinary least squares (OLS) if the 2SLS model is not working. Data processed by the Rats processing program. All predicted parameter then evaluated and checked in accordance with the economic theory. However, not all predicted elasticity resulted from this study were used. For those could not use that data taken from references. Demand elasticity of Roundwood from natural forests and plantation forests are mostly priced inelastic.Keywords: wood-based industry, supply, demand, estimation of econometric models, elasticity.  ABSTRAK Dalam tiga dekade terakhir sektor kehutanan telah memberikan kontribusi penting bagi perekonomian Indonesia, dan selama rentang waktu tahun 1993-2005, memberikan kontribusi 1.7 sampai 3.1 persen. Untuk mempertahankan nilai ini, diperlukan keberlanjutan penyediaan kebutuhan bahan baku, kayu bulat. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan bahan baku bagi industri primer berbasis kayu seperti kayu lapis, kayu gergaji dan pulp di Indonesia masih berjalan. Oleh karena itu perlu untuk diketahui kharakteristik penawaran dan permintaan industri primer berbasis kayu melalui nilai penduga elastisitasnya. Penelitian ini akan membahas mengenai elastisitas penawaran dan elastisitas permintaan pasar input kayu bulat yang berasal dari hutan alam dan hutan tanaman, dan pasar output kayu lapis, kayu gergaji dan pulp. Data yang digunakan dalam rentang tahun 1995 sampai dengan tahun 2009. Model dugaan ekonometrik yang digunakan dalam penelitian ini adalah persamaan simultan (2SLS) atau ordinary least squares (OLS) apabila 2SLS tidak dapat digunakan. Pengolahan data menggunakan program RATS. Keseluruhan nilai parameter dugaan selanjutnya dievaluasi dan diperiksa berdasarkan teori ekonomi. Namun demikian, tidak semua nilai dugaan elastisitas yang dihasilkan dalam penelitian ini digunakan. Nilai yang tidak dapat digunakan kemudian dicari nilai penggantinya yang diperoleh dari berbagai referensi. Elastisitas permintaan permintaaan kayu bulat yang berasal dari hutan alam dan hutan tanaman adalah inelastis.Kata kunci: industri berbasis kayu, penawaran, permintaan, model dugaan ekonometrik, elastisitas
Posisi Daya Saing dan Kinerja Ekspor Kopi Indonesia Di Pasar Global Doni Sahat Tua Manalu; Harianto Harianto; Suharno Suharno; Sri Hartoyo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.885 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.04.18

Abstract

Satu komoditas unggulan perkebunan Indonesia adalah kopi, sebagian besar produksi kopi Indonesia ditujukan untuk ekspor. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis posisi daya saing dan kinerja ekspor kopi Indonesia di pasar global. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data time series ekspor kopi dalam kurun waktu sepuluh tahun yaitu mulai tahun 2007-2017 dengan menganalisis negara tujuan ekspor terbesar yaitu USA, Jerman, Jepang. Metode Revealed Comparative Advantage (RCA) dan Export Product Dynamis (EPD) digunakan masing-masing untuk menganalisis keunggulan komparatif dan kinerja ekspor kopi Indonesia di pasar global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan komparatif di pasar global berdasarkan metode RCA, kemudian berdasarkan metode EPD diperoleh bahwa produk kopi Indonesia tergolong pada posisi rising star di negara tujuan ekspor USA sedangkan di negara Jerman dan Jepang diperoleh bahwa posisi pasar kopi Indonesia pada posisi lost opportunity.
Dampak Kebijakan Tarif Terhadap Perdagangan MInyak Sawit Dunia Yosephine Vincensia Sinaga; Bonar M Sinaga; Harianto Harianto
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.18

Abstract

Perubahan kebijakan tarif dapat mempengaruhi kinerja ekspor dan impor minyak sawit di pasar dunia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan tarif terhadap perdagangan minyak sawit Indonesia. Analisis menggunakan model ekonometrika dalam bentuk persamaan simultan yang terdiri dari 17 persamaan struktural dan 8 persamaan identitas. Estimasi menggunakan metode Two Stage Least Squares (2SLS) dengan data time series tahun 1991-2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan negara India, Uni Eropa, dan China membatasi volume impor dengan menaikkan tarif impor, sedangkan Malaysia menurunkan tarif ekspor untuk  meningkatkan  volume ekspor dan Indonesia mengantisipasi dengan menurunkan tarif ekspor minyak sawit yang akan berdampak terhadap peningkatan devisa ekspor  dan penurunan penerimaan pemerintah dari tarif ekspor minyak sawit Indonesia
Tarif atau Kuota, Kebijakan Perdagangan Manakah yang Efektif Mengurangi Impor Raw Sugar di Indonesia? Meily Andriani; Harianto Harianto; Ratna Winandi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 4 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.04.21

Abstract

Gula adalah salah satu bahan makanan utama yang berasal dari tebu yang diproduksi oleh petani di Indonesia. Permintaan gula di Indonesia cenderung lebih tinggi daripada produksi gula. Untuk memenuhi permintaan gula yang tinggi, pemerintah Indonesia melakukan impor gula. Impor gula Indonesia dibatasi oleh kebijakan tarif dan kuota. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengevaluasi dampak dari tarif dan kuota impor raw sugar terhadap industri gula di Indonesia. Penelitian ini dianalisis menggunakan model ekonometrika dalam bentuk sistem persamaan simultan. Spesifikasi model perdagangan gula Indonesia terdiri dari 12 persamaan (8 persamaan struktural dan 4 persamaan identitas). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kenaikan tarif impor gula mentah sebesar 20% dan penghapusan kuota impor berdampak pada penurunan produksi gula (GKP dan GKR) dalam jangka pendek.
Dampak Risiko Produksi Terhadap Kesejahteraan Rumahtangga Petani Bawang Merah di Kabupaten Sigi Sherley Siseraf Pamusu; Harianto Harianto; Kuntjoro Kuntjoro; Ratna Winandi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 3, No 2 (2019)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.987 KB) | DOI: 10.21776/ub.jepa.2019.003.02.18

Abstract

Salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya fluktuasi produksi dan menurunnya produktivitas lahan usahtani bawang merah adalah risiko produksi.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui dampak risiko produksi terhadap kesejahteraan rumahtangga petani bawang merah di Kabupaten Sigi. Sampel petani yang digunakan sebanyak 210 responden dan pengumpulan data menggunakan teknik random sampling method. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko produksi berbanding lurus dengan luas lahan garapan usahatani bawang merah. Semakin tinggi luas lahan garapan, semakin tinggi risiko produksi. Variabel luas lahan, total penggunaan tenaga kerja usahatani bawang merah, penggunaan pupuk Urea,  KCl, TSP dan penggunaan pestisida berpengaruh positif terhadap fungsi risiko produksi, sebaliknya penggunaan pupuk SP berpengaruh  negatif. Peningkatan risiko produksi berdampak menurunkan pendapatan usahatani bawang merah, usahatani non bawang merah, dan pendapatan non pertanian sehingga pendapatan rumahtangga petani menurun.  Peningkatan risiko tersebut berdampak menurunkan kesejahteraan rumahtangga petani.
Karakteristik Rumahtangga Petani Usaha Padi Penerima PKH di Kabupaten Karawang, Jawa Barat Arham Rivai; Bonar M Sinaga; Hermanto Siregar; Harianto Harianto
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2020.004.01.12

Abstract

Informasi mengenai karakteristik petani usaha padi yang menjadi penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sangat diperlukan terutama bagi pengambil kebijakan agar mendapat gambaran awal sebagai langkah untuk menganalisis lebih lanjut perihal kebijakan pengentasan kemiskinan di pedesaan yang menjadi isu sentral saat ini. Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik petani usaha padi penerima PKH di Kabupaten Karawang. Hasil analisis diskripsi menghasilkan gambaran spesifik tentang penguasaan lahan petani penggarap, karakteristik rumahtangga, struktur pendapatan, struktur input usahatani, dan pola konsumsi rumahtangga dari rumahtangga usaha padi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
INTEGRASI HARGA DAGING SAPI DI PASAR DOMESTIK DAN INTERNASIONAL Ahmad Zainuddin; Ratna Winandi Asmarantaka; Harianto Harianto
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.024 KB) | DOI: 10.30908/bilp.v9i2.4

Abstract

Permintaan daging sapi di Indonesia yang terus meningkat menyebabkan kesenjangan antara produksi dan konsumsi semakin melebar. Kelebihan permintaan tersebut dipenuhi oleh daging sapi impor yang menyebabkan harga daging sapi domestik mengikuti pergerakan harga daging sapi impor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi pasar daging sapi Indonesia dan dunia (respon harga daging sapi domestik terhadap perubahan harga internasional/dunia). Data yang digunakan adalah data sekunder berupa data bulanan harga retail daging sapi di Indonesia dan harga daging sapi internasional (periode 2009-2013). Analisis data menggunakan model Vector Error Correction Model (VECM). Hasil penelitian menunjukkan terjadi integrasi antara harga daging sapi di pasar domestik dan dunia dalam jangka panjang dan jangka pendek. Hal ini berimplikasi terhadap stabilitas harga daging sapi Indonesia tergantung pada harga daging sapi di pasar dunia. Oleh karena itu, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan perlu menerapkan kebijakan stabilitas harga daging sapi agar konsumen dapat menjangkau harga daging sapi yang terus meningkat serta produsen juga tidak dirugikan. The increasing demand of beef in Indonesia has broadened the gaps between production and consumption. This excess demand is solved by importing beef which consequently makes the price of domestic beef follows the imported ones. This research aims to analyze the integration of beef market in Indonesia compared to the world market (as a response of domestic beef prices against the international/world price changes). The study used secondary data including the monthly retail price of beef in Indonesia and international beef prices during 2009-2013. Data analysis used was Vector Error Correction Model (VECM). The result shows that there is price integration between domestic beef market and the world market in the long and short run. It gives an implication to the stability of Indonesian beef price which depends heavily on the world market’s price. It is necessary that the government through the Ministry of Trade implement a policy of beef price stability so that the consumers will be able to purchase beef even the price keeps increasing and the producers will not lose the market.
DAYA SAING DAN PERAN PEMERINTAH DALAM MENINGKATKAN DAYA SAING KOMODITI KAKAO DI SULAWESI TENGAH Siti Yuliaty Chansa Arfah; Harianto .; Suharno .
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 11 No 1 (2017)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.593 KB) | DOI: 10.30908/bilp.v11i1.79

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji daya saing komoditi kakao di Sulawesi Tengah dan melihat peran pemerintah dalam meningkatkan daya saing komoditi kakao. Data primer berasal dari observasi, wawancara dan kuesioner, sementara data sekunder berasal dari instansi terkait. Metode analisis menggunakan Policy Analysis Matrix (PAM) dan analisis sensitivitas. Penelitian ini menemukan bahwa nilai PCR Kabupaten Parigi Moutong 0,589 dan Kabupaten Sigi 0,396. Sedangkan nilai DRC Kabupaten Parigi Moutong 0,387 dan Kabupaten Sigi 0,319. Hal tersebut mengindikasikan bahwa usahatani komoditi kakao di Sulawesi Tengah memiliki daya saing, namun tidak menguntungkan secara ekonomi karena Sulawesi Tengah menghasilkan biji kakao yang tidak difermentasi akibatnya petani menerima harga rendah. Berdasarkan hasil analisis, pemerintah belum memberikan proteksi terhadap harga biji kakao dalam negeri melalui harga referensi biji kakao sehingga harga biji kakao didaerah penelitian masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan harga di pasar internasional. Sementara terhadap input, pemerintah telah memberikan kebijakan subsidi kepada petani, namun implementasinya masih perlu perbaikan terutama terkait penyaluran dan pengelolaan bantuan agar merata. Kajian ini merekomendasikan masih diperlukan kebijakan pemerintah baik terhadap input maupun output untuk meningkatkan produktivitas, menurunkan biaya produksi dan menaikkan harga jual biji kakao, sehingga dapat meningkatkan daya saing biji kakao. The purpose of this study is to assess the competitiveness of cocoa in Central Sulawesi and to investigate the role of government in improving the competitiveness of cocoa. The primary data were generated through observation, interviews and some questionnaires. The secondary data were obtained from the agency or the institution related to the research. This study uses the Policy Analysis Matrix (PAM) and sensitivity analysis. The study found that the PCR value for Parigi Moutong district was 0.589 and Sigi district was 0.396. While, the DRC value for Parigi Moutong district was 0.387 and Sigi district was 0.319. This indicates that cocoa beans farming in Central Sulawesi has competitiveness, but not economically beneficial because Central Sulawesi produces unfermented cocoa beans consequently farmers receive low prices. Based on the results of the government's impact on output analysis, the government did not provide protection for domestic cocoa seed prices through the reference price of cocoa beans, consequently the price of domestic cocoa beans, particularly in the research area, was relatively low compared to the price of cocoa beans at the international market. Seen from the government policy on inputs, the government have provided subsidies to farmers but they need to improve the distribution and management of aid to be evenly distributed. It is necessary to set up good government policy on inputs and outputs in order to increase cocoa seed productivity, decrease production cost and increase the price which simultaneously can improve its competitiveness in the research location.
Co-Authors A. Faroby Falatehan Abd. Rasyid Syamsuri Achmad Suryana Ahmad Zainuddin Alghif Aruni Nur Rukman Amzul Rifin Anisa Dwi Utami Annisa Fitri Antik Suprihanti Aprilia Bella R. Rifaini Arham Rivai Arief Daryanto Arief Daryanto Astari Miranti Bintang C. H. Simangunsong Bonar M Sinaga Bonar M. Sinaga Bonar M. Sinaga Bonar M. Sinaga Bonar M. Sinaga Bonar Marulitua Sinaga Bonar Marulitua Sinaga Bonar Marulitua Sinaga Bungaran Saragih Dahlia Nauly Dedi Budiman Hakim Devi Agustia Dian Hafizah, Dian Dominicus Savio Priyarsono Dudi Septiadi Dwi Ajeng Kartini Apriliyanti Dwi Rachmina Edy Siswanto Eka Dewi Satriana Eka Monika Manihuruk Erliza Noor Erwinsyah Erwinsyah Erwinsyah, Erwinsyah Fitria Virgantari Freshty Yulia Arthatiani Gita Vinanda Gita Vinanda Hariadi Kartodiharjo Hartoyo Hartoyo Heny Kuswanti Suwarsinah Hermanto Siregar Hutagaol, Manuntun Paruliah I Ketut Kariyasa Iman Widhiyanto Joko Adrianto Kuntjoro Kuntjoro Kusmaria Lukman M. Baga Lukytawati Anggraeni M. Parulian Hutagaol Maharani Tristi Manalu, Doni Sahat Tua Maria Trisanti Saragih Meily Andriani Meylani Lestari Michael Jourdan Moeljopawiro, Sugiono Muh Saiful Djafri Muhamad Emil Rachman Muhamad Yunus Muhammad Akbar Muhammad Fadil Hidayat Muhammad Fathul Anwar Muhammad Firdaus Mutiara Budi Amalia Nahrowi Nahrowi Nandika Aisya Pratiwi Novia Fitri Yanti Saragih Nuni Anggraini Nunung Kusnadi Nunung Nuryartono Nurul Iski Prasmita Dian Wijayati Ratna Winandi Ratna Winandi Asmarantaka Ratna Winandi Asmarantaka Ratna Winandi Asmarantaka Reni Kustiari Risnayanti Ulfa Aulia Risnayanti Ulfa Aulia Rita Nurmalina Rita Yuliana Rizki Amalia Rizki Puspita Dewanti Rizma Aldillah Santun R.P. Sitorus Saragih, Edwin S Sebayang, Veralianta Br Sevi Oktafiana Fortunika Sherley Siseraf Pamusu Sinaga, Bonar M. Siti Yuliaty Chansa Arfah Sonitia Verawati Sinaga Sri Hartoyo Sri Hery Susilowati Sri Utami Kuntjoro Stevana Astra Jaya Suharno Sumaryanto Sumaryanto Suprehatin Suprehatin Surya Abadi Sembiring Susilowati, Sri Hery Tanti Novianti Tjipta Purwita Wahyu Budi Priatna Yahdi Zaky Yosephine Vincensia Sinaga Yundari, Yundari Yusman Syaukat