Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pelatihan Penyusunan Soal Matematika Berbasis Etnomatematika untuk Menanamkan Pemahaman Konseptual Siswa Ikram, Muhammad; Nurhajarurahmah, ST Zulaiha; Basri, Muhammad Yusran
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal PkM PATIKALA
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/patikala.v5i1.3759

Abstract

Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembelajaran matematika yang kontekstual dan relevan dengan lingkungan budaya peserta didik. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun soal matematika berbasis budaya lokal melalui pendekatan etnomatematika, serta membangun komunitas profesional guru sebagai sarana berbagi praktik baik dan pengembangan berkelanjutan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi lima tahapan, yaitu sosialisasi dan identifikasi kebutuhan guru, pelatihan intensif penyusunan soal berbasis budaya lokal, penerapan teknologi pembelajaran, pendampingan implementasi di kelas, dan strategi keberlanjutan melalui komunitas guru dan penyusunan modul lanjutan. Kegiatan ini melibatkan 34 guru mitra dari Musyawarah Guru Mata Pelajaran Matematika Kabupaten Maros. Dari jumlah tersebut, 10 guru terlibat aktif dalam proses evaluasi penyusunan soal dan implementasi di kelas. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh guru mampu menyusun 2–3 soal berbasis etnomatematika, dengan aspek kesesuaian budaya dan integrasi materi matematika memperoleh skor tertinggi. Sementara itu, siswa menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap soal yang berbasis budaya lokal, yang berdampak positif terhadap motivasi dan pemahaman mereka dalam pembelajaran. Komunitas guru etnomatematika terbentuk dengan partisipasi penuh, dan modul digital telah dibagikan kepada seluruh peserta untuk mendukung pembelajaran mandiri. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil memperkuat keterlibatan guru dalam membangun pembelajaran matematika yang lebih kontekstual dan bermakna, serta memperluas partisipasi masyarakat pendidikan melalui kolaborasi budaya dalam proses pembelajaran.
Strategi Manajemen Stres sebagai Upaya Peningkatan Kesiapan Mental Atlet Muda Sulawesi Selatan Juhanis, Juhanis; Fatoni, Fatoni; Nurhajarurahmah, St. Zulaiha; Syafir, Muhammad Isnawan; Badaru, Benny
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i3.2645

Abstract

Kesiapan mental merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung performa atlet, khususnya atlet muda yang rentan terhadap stres dan kecemasan kompetitif. Tekanan dari pelatih, orang tua, maupun tuntutan pertandingan seringkali berdampak pada penurunan konsentrasi, motivasi, bahkan prestasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan manajemen stres pada atlet muda Sulawesi Selatan melalui edukasi, workshop, dan simulasi. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi mengenai konsep stres, praktik teknik manajemen stres (pernapasan diafragma, relaksasi otot progresif, self-talk positif, dan visualisasi), serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan diikuti oleh 45 atlet muda dari berbagai cabang olahraga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan keterampilan manajemen stres, dengan 85 persen peserta mampu mempraktikkan minimal dua teknik secara tepat. Atlet melaporkan perasaan lebih tenang, percaya diri, serta mampu mengendalikan emosi saat simulasi kompetisi. Program ini juga mendapat dukungan positif dari pelatih dan orang tua yang menyadari pentingnya penguatan aspek psikologis dalam pembinaan atlet. Dengan demikian, penerapan strategi manajemen stres terbukti efektif meningkatkan kesiapan mental atlet muda. Ke depan, program serupa disarankan untuk dikembangkan secara berkelanjutan dan diperluas ke berbagai cabang olahraga di Sulawesi Selatan.
Enhancing Learning Autonomy through Heutagogical Flipped Learning: A Three-Semester Longitudinal Study in Indonesian Higher Education Nurhajarurahmah, St. Zulaiha
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i4.2807

Abstract

This study aims to analyze the effect of implementing Heutagogical Flipped Learning (HFL) on students’ learning autonomy in Indonesian higher education. The research employed a quasi-experimental longitudinal approach with a one-group pretest–posttest design, conducted over three consecutive semesters in the same course within a postgraduate mathematics education program. A total of 93 students as participated in the study. The research instruments consisted of the HFL Implementation Scale and the Learning Autonomy Scale, each comprising 20 items with content validity (Aiken’s V) ranging from 0.84 to 0.94 and reliability coefficients (α) above 0.88. Data were analyzed using descriptive statistics, paired-sample t-tests, simple linear regression, and thematic analysis of reflective interview data. The findings revealed that the implementation of HFL had a positive and significant effect on improving students’ learning autonomy, with an R² value of 0.46 (p < 0.001). The learning effect increased from a medium to a large level across semesters (Cohen’s d = 0.49 → 0.91). The longitudinal trend analysis showed an average increase of 0.22 points in learning autonomy per semester. The interview results supported the quantitative findings, showing that 83% of students expressed satisfaction with the learning process, particularly regarding learning flexibility, responsibility, and peer collaboration, although some faced technical and time-management challenges. Overall, this study confirms that HFL is effective in enhancing students’ learning autonomy and satisfaction in higher education. Its sustained implementation has the potential to foster a culture of self-directed and reflective learning aligned with Indonesia’s digital education transformation agenda.
Implementasi Nilai Kepemimpinan dan Kewirausahaan dalam Pendidikan Sekolah Menengah: Upaya Mempersiapkan Generasi Emas 2045 Nurhajarurahmah, St Zulaiha; Sa’diyah, Jamilatus; Musawira, Musawira; Haris, Nurul Afdal; Ainun, Nur Aisyah
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/bajpm.v5i1.1457

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang untuk membekali siswa sekolah menengah pertama dengan keterampilan dan karakter yang diperlukan untuk menghadapi tantangan masa depan, serta berkontribusi pada pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Tujuan utama dari program ini adalah membangun karakter kepemimpinan dan jiwa kewirausahaan sejak dini. Metode yang diterapkan adalah pendekatan interaktif yang meliputi penyajian materi diikuti dengan diskusi terarah, serta kegiatan praktik yang mengintegrasikan teori dan pengalaman nyata untuk meningkatkan pemahaman siswa. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan ini termasuk peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa terhadap kepemimpinan yang efektif dan inovasi kewirausahaan, sebagaimana dibuktikan oleh hasil evaluasi post tes yang menunjukkan peningkatan skor dalam semua indikator nilai kepemimpinan dan kewirausahaan. Siswa juga diajarkan pentingnya kolaborasi dalam mencapai tujuan bersama, sesuai dengan penelitian yang menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan yang mendukung dapat memfasilitasi minat dan sikap kewirausahaan. Dengan membekali siswa dengan keterampilan abad ke-21 seperti literasi digital serta kemampuan berpikir kritis dan kreatif, diharapkan mereka dapat menjadi generasi yang kompeten dan berdaya saing tinggi. Pendidikan yang efektif berfungsi sebagai dasar untuk menyiapkan generasi penerus yang unggul dalam berbagai bidang. Subjek dari kegiatan ini adalah siswa sekolah menengah pertama yang terlibat aktif dalam proses belajar mengajar. Pada akhirnya, kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada pengembangan kompetensi individu siswa, tetapi juga berperan penting dalam membentuk karakter dan jiwa kewirausahaan yang sangat penting bagi pembangunan bangsa di masa depan. Program ini menegaskan peran pendidikan sebagai fondasi utama dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang unggul dan berdaya saing tinggi sebagai bentuk dukungan terhadap misi kejayaan Indonesia Emas 2045.
Dampak Kesehatan Kardiovaskular terhadap Fungsi Kognitif Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika berdasarkan Model Polya Fatoni, Fatoni; Nurhajarurahmah, St Zulaiha
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 4 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i4.944

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi hubungan antara kesehatan kardiovaskular dan fungsi kognitif dalam konteks pemecahan masalah matematika, dengan fokus khusus pada tahapan pemecahan masalah menurut Polya. Tujuan utama penelitian ini adalah memahami bagaimana faktor kardiovaskular dan denyut jantung dapat memengaruhi kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas matematika kompleks, yang dikategorikan ke dalam empat tahapan berpikir Polya: (1) memahami masalah, (2) merencanakan, (3) melaksanakan, dan (4) meninjau solusi. Penelitian dilakukan di SMAN 16 Makassar dengan melibatkan 30 siswa laki-laki yang dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan status kesehatan kardiovaskular mereka: kelompok dengan kesehatan kardiovaskular optimal dan kelompok dengan risiko kardiovaskular tinggi. Partisipan dari kedua kelompok menjalani serangkaian tes kognitif yang dirancang untuk menilai kemampuan mereka pada setiap tahap pemecahan masalah matematika berdasarkan model Polya, termasuk tes aritmatika, aljabar, dan logika matematika. Hasil analisis menunjukkan bahwa siswa dengan kesehatan kardiovaskular optimal secara signifikan memiliki performa lebih baik di semua tahapan berpikir Polya dibandingkan dengan siswa dengan risiko kardiovaskular tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa kesehatan kardiovaskular memainkan peran penting dalam mendukung fungsi kognitif yang diperlukan untuk pemecahan masalah secara efisien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa menjaga kesehatan kardiovaskular yang baik memberikan dampak positif terhadap kemampuan kognitif siswa, khususnya pada tahapan pemecahan masalah matematika menurut Polya. Implikasi dari temuan ini menekankan pentingnya intervensi kesehatan kardiovaskular sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan kinerja kognitif dan akademik di tingkat sekolah menengah atas.
Mengapa Mahasiswa Masih Keliru Memahami Konsep Pecahan? Suatu Analisis melalui Pendekatan Certainty of Response Index Termodifikasi (CRI-Modif) Nurhajarurahmah, St Zulaiha; Mulbar, Usman
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 2 (2025): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v5i2.1599

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep dan miskonsepsi mahasiswa terhadap subkonsep pecahan. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan mixed methods dan desain sequential explanatory. Populasi penelitian adalah mahasiswa Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Makassar, dengan sampel sebanyak 36 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan melalui tes diagnostik yang mencakup tujuh subkonsep pecahan, dilengkapi dengan skala Certainty of Response Index (CRI) untuk mengukur keyakinan terhadap jawaban. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemahaman tertinggi ada pada subkonsep Part-Whole Congruent Part dan Part-Group Noncongruent Part (100%), sedangkan pemahaman terendah pada Part-Whole Noncongruent Part (28%). Tingkat miskonsepsi tertinggi juga ditemukan pada subkonsep tersebut (72%). Selanjutnya, responden dengan miskonsepsi dianalisis secara kualitatif melalui wawancara mendalam dan analisis terbuka terhadap jawaban mahasiswa. Data kualitatif dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengklasifikasikan miskonsepsi. Temuan menunjukkan bahwa representasi visual yang tidak kongruen pada pecahan menjadi tantangan bagi mahasiswa. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya pendekatan pembelajaran yang menekankan variasi representasi dan makna konseptual pecahan untuk meminimalkan miskonsepsi.
Analisis Jenis Soal Pemecahan Masalah Buku Teks Matematika SMP di Indonesia dan Amerika Serikat Nurdin, Nurdin; Nurhajarurahmah, St. Zulaiha; Assagaf, Said Fachry
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 4
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Kemampuan pemecahan masalah merupakan aspek penting dalam pembelajaran matematika yang berperan dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa. Buku teks menjadi sarana utama yang menentukan bagaimana kemampuan tersebut difasilitasi melalui penyajian soal-soal yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis soal pemecahan masalah dalam buku teks matematika tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Indonesia dan Amerika Serikat. Pendekatan penelitian menggunakan analisis isi kualitatif-komparatif terhadap dua buku teks, yaitu Matematika untuk SMP/MTs Kelas VIII (Kurikulum Merdeka, Indonesia) dan Illustrative Mathematics Grade 8 IM® v.360 (Amerika Serikat). Analisis difokuskan pada klasifikasi jenis soal berdasarkan empat kategori: soal matematis murni, verbal, visual, dan kombinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks Indonesia lebih banyak menampilkan soal verbal dan visual yang berorientasi pada konteks kehidupan sehari-hari untuk mendukung literasi matematika, sedangkan buku teks Amerika Serikat didominasi oleh soal matematis murni yang menekankan prosedur dan simbolisasi. Kedua buku menunjukkan upaya dalam menyeimbangkan antara soal konseptual dan aplikatif, namun dengan perbedaan penekanan sesuai karakter kurikulum masing-masing. Temuan ini memberikan masukan bagi pengembang buku teks dan kurikulum agar mampu menyusun soal yang tidak hanya mengukur keterampilan prosedural, tetapi juga mendorong penalaran konseptual dan reflektif siswa. Kata Kunci: pemecahan masalah, buku teks matematika, jenis soal, analisis komparatif, Kurikulum Merdeka. 
Pelatihan Daring Penulisan Proposal Tesis Mahasiswa Program Magister Program Pascasarjana Wahid, Areski; Basri, Muhammad; Arham, Muhammad; Tawe, Amiruddin; Nurhajarurahmah, St. Zulaiha
Jurnal Akademik Pengabdian Masyarakat Ichsan Sidrap Vol 2 No 1 (2025): Hal
Publisher : Universitas Ichsan Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This online training on writing thesis proposals is intended for students of Universitas Negeri Makassar, Postgraduate Masters Program to overcome academic challenges in preparing proposals, such as difficulties in formulating research problems, managing references, and meeting methodological standards. Through a structured online training method including needs analysis, distribution of interactive materials, scheduled training, formative evaluation, and individual mentoring, this activity succeeded in significantly improving participants' competencies. The results showed an increase in understanding of proposal components by 35% (average quiz score rose from 55 to 82), mastery of methodology (78% of participants were more confident), as well as increased motivation (45% to 78%) and successful submission of draft proposals (>70% approved with minor revisions). The flexibility of online learning and the scaffolding approach are key to its effectiveness, although technical challenges such as internet connectivity need to be anticipated. This training proves that technology integration in academic mentoring can be a strategic model for the quality of postgraduate research.