Claim Missing Document
Check
Articles

PENDAMPINGAN SISWA SLOW LEARNER UNTUK MENINGKATKAN LITERASI NUMERASI BERBASIS KONTEKS GEOGRAFI LOKAL Nurin Rochayati; Dewi Urifah; Akram Rabbani; Andita Tastama; Ana Fitriani; Anggun Liatun Jannah; Rofinalia Rofinalia; Rizkia Nuramina; Sugiarto Sugiarto
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36160

Abstract

ABSTRAK                                                                        Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk memberikan bimbingan kepada siswa yang memiliki kesulitan belajar di SDN 1 Danger dengan tujuan 1) meningkatkan keterampilan literasi numerasi, 2) Siswa peka terhadap lingkungan dan 3) mendorong siswa untuk berprestas. Masalah utama yang dihadapi oleh siswa slow learner adalah sulitnya mereka dalam memahami konsep angka, operasi matematika dasar, serta penggunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang mengaitkan dengan lingkungan sekitar siswa dianggap relevan dan efektif. Metode yang diterapkan adalah bimbingan langsung melalui aktivitas belajar yang kontekstual yang difokuskan pada kegeografian dengan memanfaatkan media lingkungan, seperti peta desa, situasi alam, cuaca, serta kegiatan sehari-hari di sekolah dan rumah. Kegiatan ini diikuti oleh siswa yang sulit belajar khususnya kelas rendah yang berjumlah 10 siswa. Selain itu, melibatkan partisipasi guru kelas dan orang tua untuk memperkuat proses transfer pengetahuan. Hasil dari bimbingan ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan numerasi siswa, yang terlihat dari keberhasilan mereka dalam menyelesaikan soal penjumlahan, pengurangan, serta pemahaman dasar tentang ukuran, jarak, dan perbandingan. Selain itu, siswa juga menjadi lebih percaya diri, termotivasi, dan aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, program ini membuktikan bahwa pendekatan numerasi yang berfokus pada konteks geografi dapat menjadi solusi alternatif dalam mendukung perkembangan akademik siswa slow learner di tingkat sekolah dasar. Kata kunci: slow learner; literasi numerasi; geografi ABSTRACTThis community service program was implemented to provide guidance to students with learning difficulties at SDN 1 Danger with the objectives of 1) improving numeracy literacy skills, 2) making students more sensitive to the environment, and 3) encouraging students to excel. The main problem faced by slow learners is their difficulty in understanding numerical concepts, basic mathematical operations, and the use of mathematics in everyday life. Therefore, learning strategies that relate to the students' surrounding environment are considered relevant and effective. The method applied is direct guidance through contextual learning activities focused on geography by utilizing environmental media, such as village maps, natural situations, weather, and daily activities at school and at home. This activity was attended by 10 students who had learning difficulties, particularly those in the lower grades. In addition, classroom teachers and parents were involved to strengthen the knowledge transfer process. The results of this guidance showed an increase in students' numeracy skills, as seen in their success in solving addition and subtraction problems and their basic understanding of size, distance, and comparison. In addition, students also became more confident, motivated, and active in participating in learning activities. Thus, this program proves that a numeracy approach focused on the geographical context can be effective. Keywords: slow learners, numeracy literacy, geography
TRADISI MERANGKAT SEBAGAI SARANA PENGUATAN SOCIAL TRUST DALAM KOHESI SOSIAL KOMUNITAS SASAK Siti Sanisah; Mas'ad Mas'ad; Nurin Rochayati; Linda Ayu Darmurtika; Astagini Putri Kariana; Linna Mahfuzah
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.32472

Abstract

Abstrak: Merangkat adalah tradisi masyarakat Sasak di Desa Perina yang sampai saat ini masih dilestarikan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis eksistensi tradisi Merangkat dalam memperkuat social trust sebagai bagian dari kohesi sosial masyarakat Sasak di Desa Perina, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Menggunakan pendekatan kualitatif yang mengeksplorasi tiga aspek utama social trust yaitu interaksi sosial yang intens, transparansi dalam institusi sosial, dan integritas dalam kepemimpinan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi dengan responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling, serta dianalisis melalui tahapan reduksi data, display data, verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Merangkat tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga mekanisme sosial yang aktif membangun solidaritas, keterbukaan, dan kepercayaan dalam masyarakat. Dengan demikian, tradisi ini memainkan peran penting dalam memperkuat struktur sosial dan mencegah disintegrasi komunitas. Disarankan agar pemerintah desa, tokoh, dan masyarakat Desa Perina tetap menjaga kelestarian tradisi Merangkat di tengah perkembangan peradaban yang semakin modern.   Abstract:  Merangkat is a tradition of the Sasak community in Perina Village which is still being preserved. The study aims to analyze the existence of the Merangkat tradition in strengthening social trust as part of the social cohesion of the Sasak community in Perina Village, Jonggat District, Central Lombok Regency. Using a qualitative approach that explores three main aspects of social trust, namely intense social interaction, transparency in social institutions, and integrity in leadership. Data were collected through in-depth interviews and observations with respondents selected using a purposive sampling technique and analyzed through the stages of data reduction, data display, verification, and conclusion. The results showed that Merangkat is not only a cultural symbol, but also a social mechanism that actively builds solidarity, openness, and trust in the community. Thus, this tradition plays an important role in strengthening social structures and preventing community disintegration. It is recommended that the village government, leaders, and the people of Perina Village continue to preserve the Merangkat tradition amid the development of an increasingly modern civilization.
Peningkatan Aktivitas Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Geomorfologi Melalui Metode Kolaboratif - Kontekstual Dalam Kegiatan Lesson Study Nurin Rochayati; Mas`ad Mas`ad; Agung Pramunarti; Ahmad Affandi; Arif Arif
Journal Prakarsa Paedagogia Vol. 1 No. 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/jpp.v1i1.2615

Abstract

Collaborative-contextual learning strongly emphasizes group activities, learning interactions, and collaboration between students in carrying out tasks. In learning with collaborative-contextual methods directed so that students can be actively involved, by conducting learning activities such as presenting assignments, paying attention to explanations from lecturers or colleagues, discussing, asking questions, expressing opinions, and answering questions. The aim of collaborative-contextual learning to be achieved is to improve learning activities and student participation in geomorphology learning. The method used in this study is a qualitative method with a descriptive approach and action. The target in this study as the research subjects were 21 students in the third semester who took geomorphology courses. Data collection method using observation (observation sheet), test (question / case study), and documentation (photo, video). Data analysis using interactive analysis. Based on the data obtained from the research results it can be concluded that, the stages of collaborative-contextual learning that have been applied have successfully involved students actively during the learning process. This is because, all stages of learning activities emphasize the involvement of students from the beginning to the end of learning. Students become more active, the learning atmosphere becomes more conducive, group discussion becomes more lively because all group members prepare the discussion material well. They also became more enthusiastic and active in every lesson. With better quality learning, students' understanding of the learning process becomes good and understanding of the lecture material also becomes better
Co-Authors -, Ibrahim - -, Mintasrihardi - Ade Irawan Agung Pramunarti Agung Pramunarti Agung Pramunarti Agus Herianto Ahmad Affandi Ahmad Kutbi Rais Akram Rabbani Alfian Pujian Hadi Ana Fitriani Anas Munandar Andita Tastama Anggun Liatun Jannah AR, Jaini Bidaya Ardiyanto S.Rasang Arieta Maetasari Arif Arif Arif Arif Arif Arif Arsyad Abd. Gani Astagini Putri Kariana Azali, Lia Baiq Irnawati Banmalei, Irmawati M. Bilal, Arpan Islami Cahaya Indrianti Cahyani, Vivin Hardinan Darmurtika, Linda Ayu Deviana Mayasari Dewi Putri Lestari, Dewi Putri Dewi Urifah Dini Aminarti Djunadi AM Djunadi AM Edi Edi edi edi Eny Rahmawati Ernawati Ernawati Fathul Rakhman Fatu Nurul Yanti Fauzan . Fauzan Fauzan Fifiarna Fifiarna Firman Ali Rahman Hafiza, Bella Hamdi Hakim Harry Irawan Johari Haslita Rahmawati Hasan Hj. Mas'ad Hj. Mas’ad Ian Rozaki Ibrahim Ibrahim Inggit Putri Ipayati, Ipayati Iranawati, Baiq Izzul Islam Joni Safaat Adiansyah Junaidin, Junaidin Kamaluddin Kamaluddin Kamaluddin Kamaluddin Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah, Khosiah Khosi’ah Khosi’ah Lalan Rojulan Lelisari, Lelisari Linda Ayu Darmurtika Linda Sekar Utami Linna Mahfuzah M. Zainurrahman Mahsup Mahsup Mahsup, Mahsup Mardiana, Ana Mardiyah Hayati Mas'ad Mas'ad Mas'ad, Mas'ad Mas,ad, Mas,ad masad, Masad Mas`ad Mas`ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Maulana Ahsan Miftahur Rohmah Milandari, Baiq Desi Mira Cantika Moh. Rezky Rajab Anugrah Mohd Hairy Ibrahim Muh Zainur Rahman Muh Zainur Rahman Muh. Zainur Rahman Muhamad Mukhlis Sudrajad Muhamad Ramadoan Muhammad Ali Muhammad Arifin Muhammad Musiyam Muharini Muharini Nesa Nestita Nita Sulmayana Noel Jimbai Balang Nor Kalsum binti Mohd Isa Norwaliza Abdul Wahab Nur Kumala Dewi Nurhayati, Nurhayati Ratnah Ratnah Rauhun, Baiq Rejeki, Sri Rejeki Rihal Jayadi Riska R Rizkia Nuramina Rofinalia Rofinalia Rosada Rosada Rosida Rosida Sahman, Sahman Sar'i, Muhammad Sa’diah, Khalimatul Sirajuddin Sirajuddin Sirajuddin Sirajuddin Siti Azizah Susilawati Siti Azizah Susilawati Siti Hasanah Siti Sanisah Soalihin Soalihin Sri Rejeki Sri Rejeki Sugiarto Sugiarto Sujudin Sujudin Sukuryadi Suryani Suryani Syafril Syafril Tarmizi, Muhammad Alfin Taufiqurrahman Taufiqurrahman Triwinarsih Triwinarsih Tuning Ridha Addhiny Urifah, Dewi Wahyu Azwar Wathoni, Nurul Zahratul Aini Zainuddin Zainuddin Zalfa Zahya Aini Zedi Muttaqin Zulkarnain, Lalu Muhammad Iskandar