Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENGENALAN PETA SEJAK DINI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI LINGKUNGAN Rochayati, Nurin; Sanisah, Siti; Urifah, Dewi; Iranawati, Baiq; Cahyani, Vivin Hardinan
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 8, No 4 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v8i4.34214

Abstract

Abstrak: Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi lingkungan anak usia dini melalui pengenalan peta sebagai media pembelajaran di PAUD/TK Kasih Bunda Desa Telagawaru. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan dosen, mahasiswa, guru, serta masyarakat setempat. Metode yang digunakan meliputi kegiatan menggambar dan mewarnai peta, penayangan video tentang bencana alam, serta pelatihan mitigasi bencana sederhana. Peserta didik berusia 4–6 tahun dipisahkan dalam kelompok sesuai tahap perkembangan, sehingga materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar mereka. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengenalan peta mampu menumbuhkan rasa ingin tahu, meningkatkan pemahaman anak tentang bentuk wilayah Indonesia, serta menanamkan kesadaran dasar tentang pentingnya menjaga lingkungan dan memahami risiko bencana. Selain itu, guru dan orang tua memperoleh pengalaman baru dalam menerapkan pembelajaran berbasis lingkungan. Program ini berhasil membangun sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam mendukung literasi lingkungan sejak dini. Dengan demikian, pengenalan peta dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk memperkuat pendidikan lingkungan dan kesiapsiagaan bencana di tingkat PAUD/TK. Kegiatan ini diharapkan dapat direplikasi di lembaga pendidikan serupa dengan penyesuaian konteks lokal.Abstract:  This community service program aimed to enhance environmental literacy among early childhood students through the introduction of maps as learning media at PAUD/TK Kasih Bunda in Telagawaru Village. The activities involved lecturers, university students, teachers, and local communities. The methods included drawing and coloring maps, showing educational videos about natural disasters, and providing basic disaster mitigation training. Children aged 4–6 years were grouped according to their developmental stages, allowing the materials to be tailored to their learning needs. The results indicate that introducing maps fostered curiosity, improved children’s understanding of Indonesia’s geographical forms, and instilled basic awareness of environmental care and disaster risks. Moreover, teachers and parents gained new experiences in implementing environmental-based learning. The program successfully built synergy among schools, families, and communities in supporting environmental literacy from an early age. Therefore, introducing maps can serve as an effective learning strategy to strengthen environmental education and disaster preparedness at the early childhood education level. This initiative is expected to be replicated in similar institutions with appropriate local adaptations.
ANALISIS PERILAKU PHUBBING PADA MAHASISWA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM Taufiqurrahman, Taufiqurrahman; Sanisah, Siti; Arif, Arif; Muharini, Muharini; Khosi’ah, Khosi’ah; Rochayati, Nurin
SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2024): SOSIO EDUKASI Jurnal Studi Masyarakat dan Pendidikan
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/sosedu.v7i2.24497

Abstract

The phenomenon of phubbing today is very obvious in everyday life, the impact of the progress of civilization is supported by the development of science and technology so that humans are increasingly dependent on technological products such as mobile phones. This quantitative research using the survey method with a cross-sectional study system aims to conduct an in-depth study of the phenomenon of phubbing in the student environment. A sample of 152 people was determined by purposive sampling. The research data were obtained from the response of the sample to the questionnaire supported by observation, interviews, and documentation and analyzed using descriptive methods. The results showed that the level of student phubbing was in the medium category. It is recommended that students can make self-regulation in the use of cell phones to minimize the level of phubbing, especially when studying and talking to others.
TRADISI MERANGKAT SEBAGAI SARANA PENGUATAN SOCIAL TRUST DALAM KOHESI SOSIAL KOMUNITAS SASAK Sanisah, Siti; Mas'ad, Mas'ad; Rochayati, Nurin; Darmurtika, Linda Ayu; Kariana, Astagini Putri; Mahfuzah, Linna
GEOGRAPHY : Jurnal Kajian, Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Vol 13, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/geography.v13i2.32472

Abstract

Abstrak: Merangkat adalah tradisi masyarakat Sasak di Desa Perina yang sampai saat ini masih dilestarikan. Penelitian bertujuan untuk menganalisis eksistensi tradisi Merangkat dalam memperkuat social trust sebagai bagian dari kohesi sosial masyarakat Sasak di Desa Perina, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Menggunakan pendekatan kualitatif yang mengeksplorasi tiga aspek utama social trust yaitu interaksi sosial yang intens, transparansi dalam institusi sosial, dan integritas dalam kepemimpinan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi dengan responden yang ditentukan dengan teknik purposive sampling, serta dianalisis melalui tahapan reduksi data, display data, verifikasi dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Merangkat tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga mekanisme sosial yang aktif membangun solidaritas, keterbukaan, dan kepercayaan dalam masyarakat. Dengan demikian, tradisi ini memainkan peran penting dalam memperkuat struktur sosial dan mencegah disintegrasi komunitas. Disarankan agar pemerintah desa, tokoh, dan masyarakat Desa Perina tetap menjaga kelestarian tradisi Merangkat di tengah perkembangan peradaban yang semakin modern.   Abstract:  Merangkat is a tradition of the Sasak community in Perina Village which is still being preserved. The study aims to analyze the existence of the Merangkat tradition in strengthening social trust as part of the social cohesion of the Sasak community in Perina Village, Jonggat District, Central Lombok Regency. Using a qualitative approach that explores three main aspects of social trust, namely intense social interaction, transparency in social institutions, and integrity in leadership. Data were collected through in-depth interviews and observations with respondents selected using a purposive sampling technique and analyzed through the stages of data reduction, data display, verification, and conclusion. The results showed that Merangkat is not only a cultural symbol, but also a social mechanism that actively builds solidarity, openness, and trust in the community. Thus, this tradition plays an important role in strengthening social structures and preventing community disintegration. It is recommended that the village government, leaders, and the people of Perina Village continue to preserve the Merangkat tradition amid the development of an increasingly modern civilization.
Pengaruh Experiential Learning terhadap Critical Thinking Skill Siswa SMA pada Mata Pelajaran Geografi Baiq Irnawati; Syafril Syafril; Nurin Rochayati; Mas'ad Mas'ad; Siti Sanisah
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 11 No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v11i3.31581

Abstract

This study aims to explore the influence of the Experiential Learning model on critical thinking among high school students in Geography lessons. Essentially, this study focuses on the urgent need to develop higher-level critical thinking among students, which has not been optimized due to traditional teaching methods. This study employs a quantitative approach with a quasi-experimental design, involving two classes: one as the experimental class following experiential learning-based instruction, and the other as the control class using conventional teaching methods. The research was conducted at SMAN 1 Pujut High School, with a sample of two classes: IPS 1 and IPS 2. Data collection techniques included observation, documentation, and evaluation tests. For data analysis, descriptive statistics (mean, standard deviation) and inferential statistics, including t-tests and simple linear regression, were used. The research findings indicate a significant difference between the critical thinking abilities of students in the experimental class and the control class. The average posttest scores of students in the experimental class were higher (M = 73.426; SD = 7.873) than those in the control class (M = 77.191; SD = 9.329). The t-test showed a significant p-value of p < 0.05. Therefore, it can be concluded that the use of experiential learning is effective in improving students' critical thinking in geography learning at the high school level. Students develop critical thinking skills through learning experiences. In addition to improving critical thinking skills, students are also motivated to learn. Variations in learning models such as this will improve the quality of education.
PENDAMPINGAN SISWA SLOW LEARNER UNTUK MENINGKATKAN LITERASI NUMERASI BERBASIS KONTEKS GEOGRAFI LOKAL Rochayati, Nurin; Urifah, Dewi; Rabbani, Akram; Tastama, Andita; Fitriani, Ana; Jannah, Anggun Liatun; Rofinalia, Rofinalia; Nuramina, Rizkia; Sugiarto, Sugiarto
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36160

Abstract

ABSTRAK                                                                        Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk memberikan bimbingan kepada siswa yang memiliki kesulitan belajar di SDN 1 Danger dengan tujuan 1) meningkatkan keterampilan literasi numerasi, 2) Siswa peka terhadap lingkungan dan 3) mendorong siswa untuk berprestas. Masalah utama yang dihadapi oleh siswa slow learner adalah sulitnya mereka dalam memahami konsep angka, operasi matematika dasar, serta penggunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, strategi pembelajaran yang mengaitkan dengan lingkungan sekitar siswa dianggap relevan dan efektif. Metode yang diterapkan adalah bimbingan langsung melalui aktivitas belajar yang kontekstual yang difokuskan pada kegeografian dengan memanfaatkan media lingkungan, seperti peta desa, situasi alam, cuaca, serta kegiatan sehari-hari di sekolah dan rumah. Kegiatan ini diikuti oleh siswa yang sulit belajar khususnya kelas rendah yang berjumlah 10 siswa. Selain itu, melibatkan partisipasi guru kelas dan orang tua untuk memperkuat proses transfer pengetahuan. Hasil dari bimbingan ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan numerasi siswa, yang terlihat dari keberhasilan mereka dalam menyelesaikan soal penjumlahan, pengurangan, serta pemahaman dasar tentang ukuran, jarak, dan perbandingan. Selain itu, siswa juga menjadi lebih percaya diri, termotivasi, dan aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, program ini membuktikan bahwa pendekatan numerasi yang berfokus pada konteks geografi dapat menjadi solusi alternatif dalam mendukung perkembangan akademik siswa slow learner di tingkat sekolah dasar. Kata kunci: slow learner; literasi numerasi; geografi ABSTRACTThis community service program was implemented to provide guidance to students with learning difficulties at SDN 1 Danger with the objectives of 1) improving numeracy literacy skills, 2) making students more sensitive to the environment, and 3) encouraging students to excel. The main problem faced by slow learners is their difficulty in understanding numerical concepts, basic mathematical operations, and the use of mathematics in everyday life. Therefore, learning strategies that relate to the students' surrounding environment are considered relevant and effective. The method applied is direct guidance through contextual learning activities focused on geography by utilizing environmental media, such as village maps, natural situations, weather, and daily activities at school and at home. This activity was attended by 10 students who had learning difficulties, particularly those in the lower grades. In addition, classroom teachers and parents were involved to strengthen the knowledge transfer process. The results of this guidance showed an increase in students' numeracy skills, as seen in their success in solving addition and subtraction problems and their basic understanding of size, distance, and comparison. In addition, students also became more confident, motivated, and active in participating in learning activities. Thus, this program proves that a numeracy approach focused on the geographical context can be effective. Keywords: slow learners, numeracy literacy, geography
Perspectives of Lesson Study Implementation in Deep Learning: A Systematic Literature Review Rejeki, Sri Rejeki; Nurin Rochayati; Siti Sanisah; Noel Jimbai Balang; Wahyu Azwar; Rihal Jayadi
Journal of Learning Improvement and Lesson Study Vol. 5 No. 2 (2025): JLILS (December Edition)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jlils.v5i2.168

Abstract

The research aims to describe and synthesize previous research findings, analyze the relevance of lesson study to the achievement of deep learning, identify the benefits and challenges of its implementation and provide evidence-based recommendations for the development of lesson study that is more effective in supporting the 21st century learning paradigm. The researcher used the SLR (System Literature Rivew) method to review previous studies from the last 10 (2015-2025) years. Journal searches were conducted by researchers through journal provider databases such as Google Scholar (scholar.google.com) and Scopus. The focus of research data is journals with lesson study implementation in deep learning as many as 40 journals indexed SINTA (National) and Scopus (International) from various publishers or journal publishers. The result of this research is that lesson study is an effective collaborative framework in encouraging active and reflective engagement of learners while improving teacher professionalism in improving deep learning.
PELATIHAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS NILAI ISLAMI DAN KARAKTER Urifah, Dewi; Rochayati, Nurin; Sahman, Sahman; Rosida, Rosida; Sa’diah, Khalimatul
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 9, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v9i1.37400

Abstract

Abstrak: Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendorong kemajuan dan penerapan kerangka pembelajaran yang berakar pada nilai-nilai Islam dan pengembangan karakter dalam lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di TK ABA 3 Ampenan. Metodologi yang dipilih menggunakan strategi kolaboratif, secara aktif melibatkan guru dan administrator sekolah sebagai kolaborator penting di setiap tahap proyek. Ini mencakup penilaian kebutuhan, pembuatan model pembelajaran, pelatihan guru, implementasi di kelas, dan evaluasi serta refleksi yang menyeluruh. Hasil pelatihan ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan guru untuk menyusun rencana pembelajaran (RPPM dan RPPH) yang tertanam dengan nilai-nilai Islam dan komponen pembentukan karakter. Lebih lanjut, terdapat peningkatan yang terlihat dalam kreativitas guru ketika merancang materi pembelajaran bertema Islam, bersamaan dengan perubahan positif dalam perilaku anak-anak. Hal ini mencakup peningkatan keteraturan dalam praktik memberi salam, peningkatan disiplin, tata krama yang lebih baik, dan kepekaan sosial yang lebih besar. Selain itu, lingkungan belajar di TK ABA 3 Ampenan telah berkembang menjadi lebih kondusif untuk asimilasi nilai-nilai Islam melalui pembentukan pojok etika, pojok literasi Islam, dan rutinitas pembelajaran yang bermakna. Program penjangkauan ini secara kesesuaian membantu meningkatkan keunggulan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berpusat pada nilai-nilai Islam dan pembentukan karakter.Abstract: This community service aims to encourage progress and the application of a learning framework rooted in Islamic values and character development in the Early Childhood Education (PAUD) environment at ABA 3 Ampenan Kindergarten. The chosen methodology uses a collaborative strategy, actively involving teachers and school administrators as important collaborators at every stage of the project. This includes needs assessment, learning model development, teacher training, classroom implementation, and comprehensive evaluation and reflection. The results of this training show a significant improvement in teachers' ability to develop lesson plans (RPPM and RPPH) that are embedded with Islamic values and character-building components. Furthermore, there was a noticeable increase in teachers' creativity when designing Islamic-themed learning materials, along with positive changes in children's behavior. This included an increase in the regularity of greeting practices, improved discipline, better manners, and greater social sensitivity. In addition, the learning environment at ABA 3 Ampenan Kindergarten has developed to be more conducive to the assimilation of Islamic values through the establishment of ethics corners, Islamic literacy corners, and meaningful learning routines. This outreach program has helped to improve the excellence of Early Childhood Education (PAUD) centered on Islamic values and character building.
Penyuluhan manajemen pembiayaan pendidikan yang berkelanjutan bagi pengelola pendidikan anak usia dini Sanisah, Siti; Rochayati, Nurin; Tarmizi, Muhammad Alfin; Banmalei, Irmawati M.; Azali, Lia; Wathoni, Nurul; Rauhun, Baiq; Ipayati, Ipayati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 3 (2024): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i3.25278

Abstract

Abstrak Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberi penguatan tentang manajemen pembiayaan pendidikan yang berkelanjutan kepada pengelola PAUD. Pengabdian dilakukan secara langsung dengan memberikan penyuluhan melalui tahapan koordinasi awal, perencanaan, pelaksanaan penyuluhan, kontrol dan evaluasi, serta penyusunan laporan. Mitra strategis selama pelaksanaan pengabdian adalah IGTKI Kecamatan Jonggat dengan melibatkan 26 orang pengelola PAUD di Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah sebagai sasaran penyuluhan. Pengabdian berproses dengan baik, pelaksanaan kegiatan sesuai dengan hasil koordinasi awal dan perencanaan yang sudah disusun sebelumnya, terdapat peningkatan pengetahuan peserta dari 55 (pre-test) menjadi 94 (post-test), dan terpenuhinya indikator keberhasilan proses penyuluhan. Untuk memaksimalkan capaian, disarankan agar pemerintah atau stakeholder lebih memperhatikan penyelenggaraan PAUD dengan cara memberikan dampingan dan pembinaan secara intens, termasuk dalam hal pengelolaan pembiayaan pendidikan yang berkelanjutan agar pengelolaan pendidikan menjadi lebih terarah, efektif, dan efisien menuju pendidikan bermutu untuk semua. Kata kunci: penyuluhan; manajemen; pembiayaan pendidikan berkelanjutan; pendidikan anak usia dini AbstractThis community service aims to reinforce sustainable education financing management to PAUD managers. The service is carried out directly by providing counseling through initial coordination, planning, implementation of counseling, control and evaluation, and preparation of reports. The strategic partner during the implementation of the service was IGTKI Jonggat Subdistrict involving 26 PAUD managers in Jonggat Subdistrict, Central Lombok Regency as the counseling target. The service process went well, the implementation of activities resulted from the initial coordination and planning that had been prepared previously, there was an increase in participant knowledge from 55 (pre-test) to 94 (post-test), and the fulfillment of the success indicators of the extension process. To maximize achievements, it is recommended that the government or stakeholders pay more attention to the implementation of PAUD by providing intense assistance and guidance, including in terms of sustainable education financing management so that education management becomes more directed, effective, and efficient towards quality education for all. Keywords: extension; management; financing continuing education; early childhood education
The Methodology of Developing the Urban Heat Island E-module on the Achievements and Collaboration Skills of High School Students in Surakarta Siti Azizah Susilawati; Mohd Hairy Ibrahim; Nor Kalsum binti Mohd Isa; Norwaliza Abdul Wahab; Muhammad Musiyam; Agus Herianto; Nurin Rochayati
Indonesian Journal on Learning and Advanced Education (IJOLAE) Vol. 4, No. 2, May 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ijolae.v4i2.16930

Abstract

Nowadays, Urban Heat Island (UHI) occurs in big cities worldwide. The UHI phenomenon needs to be introduced in school because this phenomenon occurs around the students. Surakarta, one of the big cities in Indonesia, has been threatened by the UHI phenomenon, so enrichment materials related to the UHI phenomenon are needed for students in schools. This research will develop the UHI e-module as an enrichment teaching material on the impact of global climate change and research on climate and its utilization. This paper aims to present an e-module development research methodology on UHI based on the phenomenon of UHI threats in Surakarta City and its effect on student achievement and collaboration skills. Design and Development Research (DDR) uses the Borg and Gall model. The methodology of the research development is divided into three phases: the needs analysis phase, the design and development phase, and the implementation and evaluation phases. The difference in this research is the geographical space-based study approach in the development of material based on the UHI phenomenon in Surakarta City and urban and rural spatial sampling techniques.
Edukasi peningkatan pendapatan masyarakat melalui ecobricks menjadi produk komersial di RT 07 dusun Mavilla Rengganis desa Bujur kec. Labuapi kab. Lombok Barat Mas&#039;ad Mas&#039;ad; Anas Munandar; Nurin Rochayati; Soalihin Soalihin; Izzul Islam
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.24601

Abstract

Abstrak Kota-kota besar di Indonesia menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah, dengan sebagian besar akhirnya diolah melalui pengurugan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Kabupaten Lombok Barat juga mengalami masalah serupa, yang mengakibatkan kerugian lingkungan yang signifikan. Sampah plastik, dengan komponen zat-zat petrokimia yang berpotensi beracun, menimbulkan dampak negatif yang luas terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Dalam konteks ini, pendekatan pengelolaan sampah berbasis 4R (reduce, reuse, recycle, replace) menjadi penting untuk diterapkan.Penelitian ini bertujuan untuk mengenalkan dan mengedukasi masyarakat di RT 07 Dusun Mavilla Rengganis Desa Bujur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat tentang penggunaan Ecobricks sebagai solusi pengelolaan sampah plastik yang berkelanjutan. Metode pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui workshop yang melibatkan peserta, khususnya ibu rumah tangga, untuk mempelajari dan mempraktikkan pembuatan Ecobricks dari botol plastik bekas dan sampah plastik lainnya. Hasil kegiatanya menunjukkan tingginya antusiasme dan keterlibatan peserta dalam memahami dan menerapkan teknik Ecobricks. Ecobricks yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan untuk membuat berbagai produk seperti kursi taman, meja, dan pot bunga, memberikan nilai tambah ekonomis dan ekologis bagi masyarakat setempat. Pelaksanaan program ini diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah plastik yang mencemari lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya praktik berkelanjutan dalam pengelolaan sampah. Kesimpulannya, penggunaan Ecobricks sebagai pendekatan lokal dalam mengelola sampah plastik menunjukkan potensi besar dalam mengatasi masalah lingkungan di Kabupaten Lombok Barat. Dengan edukasi yang tepat dan keterlibatan aktif masyarakat, program ini dapat menjadi model inspiratif bagi daerah lain dalam mengurangi dampak negatif dari sampah plastik dan mendukung keberlanjutan lingkungan. Kata kunci: edukasi; pendapatan masyarakat; ecobricks; produk komersial Abstract Large cities in Indonesia face serious challenges in waste management, with much of it ultimately processed through landfilling at Final Disposal Sites (TPA). West Lombok Regency also experiences similar issues, resulting in significant environmental damage. Plastic waste, containing potentially toxic petrochemical components, poses broad negative impacts on the environment and human health. In this context, a waste management approach based on the 4R principles (reduce, reuse, recycle, replace) becomes crucial for implementation. This study aims to introduce and educate the community in RT 07, Mavilla Rengganis Hamlet, Bujur Village, Labuapi Subdistrict, West Lombok Regency about the use of Ecobricks as a sustainable solution for plastic waste management. The community engagement method involves workshops engaging participants, especially housewives, to learn and practice making Ecobricks from used plastic bottles and other plastic waste. The results show high enthusiasm and participation among participants in understanding and applying Ecobricks techniques. The Ecobricks produced are then utilized to create various products such as garden chairs, tables, and flower pots, providing economic and ecological value to the local community. Implementation of this program is expected to reduce plastic waste pollution while increasing awareness of the importance of sustainable waste management practices. In conclusion, the use of Ecobricks as a local approach to managing plastic waste demonstrates significant potential in addressing environmental issues in West Lombok Regency. With appropriate education and active community involvement, this program can serve as an inspirational model for other regions to reduce the negative impacts of plastic waste and support environmental sustainability. Keywords: education; community income; ecobricks; commercial products.
Co-Authors -, Ibrahim - -, Mintasrihardi - Agung Pramunarti Agung Pramunarti Agung Pramunarti Agus Herianto Ahmad Affandi Ahmad Kutbi Rais Alfian Pujian Hadi Anas Munandar AR, Jaini Bidaya Ardiyanto S.Rasang Arieta Maetasari Arif Arif Arif Arif Arif Arif Arsyad Abd. Gani Azali, Lia Baiq Irnawati Banmalei, Irmawati M. Bilal, Arpan Islami Cahyani, Vivin Hardinan Darmurtika, Linda Ayu Deviana Mayasari Dewi Putri Lestari, Dewi Putri Djunadi AM Djunadi AM edi edi Edi Edi Eny Rahmawati Ernawati Ernawati Fathul Rakhman Fatu Nurul Yanti Fauzan . Fifiarna Fifiarna Firman Ali Rahman Fitriani, Ana Hafiza, Bella Harry Irawan Johari Haslita Rahmawati Hasan Hj. Mas&#039;ad Hj. Mas’ad Ian Rozaki Ibrahim Ibrahim Inggit Putri Ipayati, Ipayati Iranawati, Baiq Izzul Islam Jannah, Anggun Liatun Joni Safaat Adiansyah Junaidin Junaidin Kamaluddin Kamaluddin Kamaluddin Kamaluddin Kariana, Astagini Putri Khosiah Khosiah Khosiah Khosiah, Khosiah Khosi’ah, Khosi’ah Lelisari, Lelisari Linda Sekar Utami M. Zainurrahman Mahfuzah, Linna Mahsup Mahsup Mahsup, Mahsup Mardiana, Ana Mardiyah Hayati Mas&#039;ad Mas&#039;ad Mas'ad, Mas'ad Mas,ad, Mas,ad masad, Masad Mas`ad Mas`ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Mas’ad Maulana Ahsan Miftahur Rohmah Milandari, Baiq Desi Moh. Rezky Rajab Anugrah Mohd Hairy Ibrahim Muh Zainur Rahman Muh Zainur Rahman Muh. Zainur Rahman Muhamad Mukhlis Sudrajad Muhammad Ali Muhammad Arifin Muhammad Musiyam, Muhammad Muharini, Muharini Nita Sulmayana Noel Jimbai Balang Nor Kalsum binti Mohd Isa Norwaliza Abdul Wahab Nur Kumala Dewi Nuramina, Rizkia Nurhayati, Nurhayati Rabbani, Akram Ratnah Ratnah Rauhun, Baiq Rejeki, Sri Rejeki Rihal Jayadi Riska R Rofinalia, Rofinalia Rosada Rosada Rosida Rosida Sahman, Sahman Sar'i, Muhammad Sa’diah, Khalimatul Sirajuddin Sirajuddin Siti Azizah Susilawati Siti Azizah Susilawati Siti Hasanah Siti Sanisah Soalihin Soalihin Sri Rejeki Sri Rejeki Sugiarto S Sukuryadi, Sukuryadi Suryani Suryani Syafril Syafril Tarmizi, Muhammad Alfin Tastama, Andita Taufiqurrahman Taufiqurrahman Tuning Ridha Addhiny Urifah, Dewi Wahyu Azwar Wathoni, Nurul Zedi Muttaqin Zulkarnain, Lalu Muhammad Iskandar