p-Index From 2021 - 2026
7.486
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Pendidikan Matematika Undiksha Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Paradikma: Jurnal Pendidikan Matematika Jurnal Infinity Kreano, Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Jurnal Pendidikan Matematika RAFA Mimbar Sekolah Dasar Al Ishlah Jurnal Pendidikan Journal of Honai Math Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia) Journal of Education and Instruction (JOEAI) Indiktika : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Jurnal Pendidikan Matematika (JUDIKA EDUCATION) Journal of Mathematics Science and Education JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat ANARGYA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Transformasi : Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika JURNAL PERSPEKTIF PENDIDIKAN Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Jurnal Anugerah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Bidang Keguruan dan Ilmu Pendidikan Eksponen Maslahah: Jurnal Pengabdian Masyarakat LOSARI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA FARABI: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Education and Counseling Journal Linggau Journal Science Education (LJSE) Bakti Nusa Linggau Circle: Jurnal Pendidikan Matematika PRIMARY EDUCATION JOURNAL SILAMPARI Global Education Journal Jurnal Infinity Jurnal Cakrawala Pendidikan Sekolah Dasar Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Proceeding of Silampari Conference of Life Science and Technolog Bina Gogik
Claim Missing Document
Check
Articles

Workshop Penggunaan Aplikasi Canva untuk Meningkatkan Kompetensi Para Guru Sekolah Dasar Purwasi, Lucy Asri; Refianti, Rani
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 3 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i3.1274

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan para guru dalam menyusun bahan ajar digital/elektronik menggunakan aplikasi canva. Subjek atau mitra dalam kegiatan ini adalah seluruh guru SD Negeri 14 Kota Lubuklinggau yang berjumlah 20 orang. Metode yang digunakan tediri dari ceramah, praktik, demonstrasi dan diskusi. Data terkumpul berdasarkan lembar angket repson yang akan diberikan kepada para peserta setelah mengikuti kegiatan workshop ini. Data angket respon guru terhadap penggunaan aplikasi canva, yakni berkaitan dengan isi materi, penyampaian materi dan kegiatan praktik. Data akan dianalisis melalui pendekatan deskriptif kuantitatif dengan persentase. Berdasarkan analisis data diperoleh pemahaman dan kompetensi peserta terhadap isi materi kegiatan dengan persentase sebesar 91,875% dengan kriteria sangat baik, cara penyampaian materi dengan persentase sebesar 93,75% dengan kriteria sangat baik dan kegiatan praktik persentase sebesar 93,125% dengan kriteria sangat baik. Pelaksanaan PKM juga mendapatkan tanggapan dan saran para peserta terhadap kegiatan workshop penyusunan bahan ajar digital atau elektronik menggunakan aplikasi canva, yang mana secara keseluruhan peserta memberikan respon positif dan baik. Serta para guru berharap kembali ada kegiatan workshop maupun pelatihan dengan tema berbeda dapat dilakukan di SD Negeri 14 Kota Lubuklinggau.
Workshop Teknik Berhitung Cepat Menggunakan Metode Tracternberg Pada Seluruh Siswa SMP IT Miftahul Jannah Kecamatan Selupu Rejang Purwasi, Lucy Asri; Alfian, Denny; S, As Elly; Fitriyana, Nur; Mulyono, Dodik; Refianti, Rani; Jayati, Ria Dwi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 3 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v4i3.3860

Abstract

Tujuan kegiatan ini adalah memfasilitasi siswa dalam melatih numerasi melalui workshop teknik berhitung cepat metode tracterberg. Kegiatan ini dilaksanakan pada seluruh siswa SMP IT Miftahul Jannah Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong. Metode pelaksanaan workshop ini melalui ceramah, demonstrasi, diskusi dan tanyajawab. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan angket respon peserta. Tahapan pelaksanaan dimulai dari persiapan, pelatihan dan evaluasi. Berdasarkan analisis data diperoleh N- Gain sebesar 0,85 menunjukkan peningkatan bahwa pemahaman peserta termasuk dalam kategori tinggi. Nilai rata-rata pretest sebesar 45,5 dan nilai rata-rata postest sebesar 89,5. Selisih cukup signifikan sebesar 44, sehinga nilai postest lebih unggul dibandingkan nilai postest. Selanjutnya nilai tafsiran efektivitas N-Gain menunjukan nilai persentase sebesar 81% dengan kategori efektif. Kegiatan workshop berhitung cepat dengan metode trachternberg ini ini efektif dan memberikan dampak positif dalam melatih kemampuan dasar berhitung cepat para siswa dan menumbuhkan minat belajar matematika siswa.
Profiling Junior High School Students’ Spatial Ability in Geometry Transformations Based on Five Spatial Indicators Fitriyana, Nur; Luthfiana, Maria; Purwasi, Lucy Asri
Mimbar Sekolah Dasar Vol 12, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53400/mimbar-sd.v12i4.95235

Abstract

Spatial ability plays an essential role in students’ cognitive development, particularly in learning mathematics and science. This study aims to map the initial profile of junior high school students’ visual–spatial ability by emphasizing five cognitive indicators: spatial perception, spatial visualization, mental rotation, spatial relations, and spatial orientation. The research employed a mixed-methods approach, combining a quantitative descriptive design with qualitative data from interviews. The quantitative instrument consisted of five validated essay test items with acceptable reliability (α = 0.78). The research subjects were 23 ninth-grade students from a junior high school in Rejang Lebong Regency, Bengkulu. The analysis revealed that 43.48% of students were in the low category, 47.83% in the medium category, and only 8.69% reached the high category. The highest achievement was found in the spatial perception indicator (91.30%), while the lowest was in mental rotation (34.78%). Interview data supported the quantitative findings, showing that students still experienced difficulties in mentally manipulating objects. These findings highlight the importance of spatial skills in supporting the understanding of geometric concepts and indicate the need for instructional strategies that place greater emphasis on visualization and rotation aspects. This study is expected to serve as a foundation for developing effective, adaptive, and contextual spatial-based mathematics learning.
ETHNOMATHEMATIC EXPLORATION OF THE GEDHE KAUMAN MOSQUE YOGYAKARTA FROM A GEOMETRIC PERSPECTIVE Bellinda Bellinda; Dian Meri Afrina; Ratmi Anjani; Lucy Asri Purwasi
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Vol 4, No 2 (2024): JIPPMA: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
Publisher : Prodi Tadris Matematika Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jippma.v4i2.2248

Abstract

Ethnomathematics is learning culture-based math learning. The purpose of this research is to explore and find out the mathematical concepts contained in the Gedhe Kauman Mosque Yogyakarta in terms of Geometry. This research uses a qualitative method with an ethnograpic approach. Data collection techniques using observation and documentation techniques. The results of the study show that the Gedhe Kauman Mosque building has ethnomathematics related to mathematical concepts in terms of geometry such as square, rectangle, semiricle, quadrilateral pyramid, and hexagon. The mathematical concepts found in the Gedhe Kauman Mosquecan be utilized to introduce and understand the concept of Geometry through local culture.   Keywords: Exploration, Ethnomathematics, Geometry, Gedhe Kauman Mosque of Yogyakarta   
Penerapan Metode Penemuan Terbimbing pada Pembelajaran Matematika Siswa SMP Riyadi, Agusman; Mulyono, Dodik; Purwasi, Lucy Asri
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 1 No. 1 (2018): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v1i1.240

Abstract

This study aims to determine the completeness of mathematics learning outcomes for Class VIII students of SMP Negeri 8 Lubuklinggau after the guided discovery method is applied. The research method used was quasi-experimental with a population of class VIII as many as 191 students and as a sample was class VIII F as many as 32 students taken randomly. Data collection was carried out using test techniques in the form of essay questions. The collected data were analyzed using t-test. Based on the results of data analysis on confidence level α = 0.05, it was found that t-count > t-table with a value of 5.18> 1.69 The average value of students before applying the guided discovery method was 21.83 and after giving the guided discovery method is 81.27 with the percentage of students who complete reaches 83.3%. Conclusion, the application of the guided discovery method in mathematics learning is significantly proven to be able to improve the average grades of Grade VIII students of SMP Negeri 8 Lubuklinggau. Keywords: Guided Discovery, Learning Outcomes, Mathematics
Penerapan Metode Penemuan Terbimbing pada Pembelajaran Matematika Nasution, Melda; Mulyono, Dodik; Purwasi, Lucy Asri
JOEAI (Journal of Education and Instruction) Vol. 1 No. 2 (2018): JOEAI (Journal of Education and Instruction)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (717.778 KB) | DOI: 10.31539/joeai.v1i2.394

Abstract

The purpose of this study was to apply the guided discovery method in mathematics learning for eighth grade students of SMP Muhammadiyah 2 Tugumulyo. The research method used was the quasi-experimental method (Quasi experiment) which was carried out in one experimental class without a comparison group (control group). The population is all students of class VIII SMP totaling 127 students, and as a sample is class VIII.b which is taken randomly by means of the draw. Data analysis using t test, obtained thit = 2.92> ttab = 1.69, so that students' mathematics learning outcomes after the implementation of the guided discovery method is complete. The average score of students' mathematics learning using the guided discovery method is 80.80. Conclusion, the application of guided learning methods is very appropriate in mathematics learning. Keywords: Learning Outcomes, Mathematics, Discovery Learning Methods.
Workshop pemanfaatan google sites sebagai platform media pembelajaran berbasis teknologi bagi guru sekolah dasar Lucy Asri Purwasi; As Elly; Denny Alfian
Jurnal Anugerah Vol 8 No 1 (2026): Jurnal Anugerah: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bidang Keguruan dan Ilmu Pen
Publisher : Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/anugerah.v8i1.7941

Abstract

Pendidikan di era digital memerlukan integrasi TIK agar optimalisasi kualitas pembelajaran tercapai. Di SD Negeri 85 Kota Lubuklinggau, penggunaan TIK dalam pembelajaran masih terbatas, khususnya dalam pemanfaatan media pembelajaran berbasis web. Demikian, tujuan program ini ialah memfasilitasi pemahaman dan keterampilan peserta dalam pengaplikasian Google Sites bagian dari media pembelajaran berbasis website. Metode PKM ini ialah ceramah, praktik, demonstrasi dan diskusi. Kegiatan diikuti oleh 20 guru, dengan teknik pengumpulan data ialah kuesioner pemahaman dan pengamatan keterampilan. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa 87,50% peserta memahami penggunaan Google Sites sebagai media pembelajaran, dengan keterampilan praktis mencapai 86,46%. Penerapan dalam pembelajaran juga memperoleh nilai 87,50%. Selain itu, keterampilan peserta dalam membuat dan mengelola situs pembelajaran menunjukkan rata-rata persentase 85,5%, kategori sangat baik. Kegiatan PKM ini menunjukkan pemahaman dan keterampilan yang tinggi, dan dapat dilanjutkan dengan pendampingan berkelanjutan dan perluasan pelatihan ke sekolah lain untuk memperluas dampaknya.
Implementasi Pendekatan Pembelajaran Kontekstual Menggunakan Konteks Kuliner Lokal Berbantuan Kahoot Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Lucy Asri Purwasi; As Elly; Auliyah; Evanni Daniswara Haryono; Okta Selvia; Silvia Putri; Efin Vanalepi; Vivi Sakta Tri Rahmadona
Eksponen Vol. 16 No. 1 (2026): Eksponen: Volume 16 Nomor 1 April 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kotabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47637/eksponen.v16i1.2367

Abstract

Pecahan merupakan salah satu materi matematika yang kerap menimbulkan miskonsepsi pada siswa, baik dalam memahami konsep, menerapkan prosedur operasi, maupun melakukan perhitungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan hasil belajar matematika siswa melalui penerapan pendekatan pembelajaran kontekstual dengan memanfaatkan konteks kuliner lokal Kota Lubuklinggau berbantuan media Kahoot. Pemilihan topik ini didasarkan pada temuan awal yang menunjukkan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami pecahan senilai, membandingkan pecahan, dan menyederhanakan pecahan karena pembelajaran belum sepenuhnya dikaitkan dengan representasi konkret dan pengalaman sehari-hari siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada 23 siswa kelas IV melalui tahapan pra siklus, Siklus I, dan Siklus II, yang mencakup perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data diperoleh melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas guru dan siswa, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan belajar dari 13% pada pra siklus menjadi 61% pada Siklus I, kemudian meningkat menjadi 87% pada Siklus II. Nilai rata-rata kelas juga meningkat dari 60,21 menjadi 71,96 dan mencapai 80,43. Aktivitas siswa mengalami peningkatan dari 47% pada pra siklus menjadi 66% pada Siklus I dan 93% pada Siklus II. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran kontekstual berbantuan Kahoot dengan konteks kuliner lokal dapat membantu siswa memahami konsep pecahan secara lebih rill, interaktif, dan bermakna. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan strategi pembelajaran kontekstual berbasis budaya lokal serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran di sekolah dasar.
Pelatihan Media Ajar Inovatif: Integrasi Video Animasi dan Permainan bagi Guru Sekolah Dasar Lucy Asri Purwasi; Denny Alfian; Nur Fitriyana; As Elly; Dodik Mulyono
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 7 No 2 (2025): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v7i2.3418

Abstract

This training program aimed to enhance elementary school teachers' competencies in designing and utilizing instructional media that integrate technology and educational games. The program was conducted at SD Negeri 1 Embacang Baru and SD Negeri 2 Embacang Lama, Karang Jaya District, involving 25 participating teachers. The training was structured into five stages: needs assessment, conceptual training, media design practice, reflection and evaluation, and remote mentoring. The training content included the development of animated learning videos using Powtoon and the implementation of educational games such as LEGO and snakes and ladders. The results demonstrated high levels of engagement and enthusiasm among participants throughout all sessions. Based on self-assessment and satisfaction surveys, 80–90% of participants agreed or strongly agreed with all satisfaction indicators. Skill evaluations showed that most participant groups achieved ratings in the “Good” to “Very Good” categories. The training significantly improved teachers’ understanding, creativity, and confidence in developing effective, engaging, and curriculum-relevant instructional media.
Workshop Optimalisasi Pembelajaran Matematika melalui Aplikasi Scratch menggunakan Konteks Kuliner Lokal Lucy Asri Purwasi; Nyimas Aisyah; Yusuf Hartono; Budi Mulyono
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat Vol 8 No 2 (2026): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v8i2.4139

Abstract

This activity aims to facilitate the understanding and skills of teachers and prospective teachers in using the Scratch application for mathematics learning based on the local culinary context. This activity involved 76 participants who attended an online workshop on March 10, 2026. The workshop consisted of five stages: coordination and needs analysis, material development, workshop implementation, evaluation and reflection, and data analysis and reporting. The methods used included lectures, practice and demonstrations, discussions, and questions and answers. The instruments used in this activity were test questions and questionnaires. Data analysis was conducted using quantitative and qualitative descriptive approaches. The results of the pretest and posttest analysis showed a significant increase in the average score of participants, from 52 in the pretest to 80.5 in the posttest. The evaluation questionnaire showed that most participants felt the material presented was relevant and useful, despite challenges in using Scratch. The use of the local culinary context proved effective in improving participants' understanding and motivation in teaching mathematics. Overall, this activity successfully improved participants' skills in designing mathematics learning that is more creative, relevant, and in accordance with the needs of 21st-century digital literacy.