Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Aksioma

PERBANDINGAN KEMAMPUAN SISWA DALAM PEMECAHAN MASALAH SEGIEMPAT DENGAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN PEMBELAJARAN KONVENSIONAL DI KELAS VII SMPN 7 PALU Ibnu Hadjar
Aksioma Vol. 3 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v3i1.5

Abstract

Abstrak: Fokus masalah pada penelitian ini adalah “apakah kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan CTL lebih baik dibanding dengan pembelajaran konvensional pada materi segiempat di kelas VII SMP Negeri 7 Palu?“. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dengan CTL dan pembelajaran konvensional.Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 7 Palu tahun ajaran 2011/2012 terdiri dari empat kelas. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling. Hasil random sampling tersebut terpilih kelas VII B sebagai kelas eksperimen dengan CTL dan kelas VII C sebagai kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Berdasarkan analisis hasil uji perbedaan rata-rata dengan menggunakan uji Mann-Whitney atau uji U diperoleh bahwa secara signifikan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui CTL sama dengan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa melalui pembelajaran konvensional pada pokok bahasan segiempat di kelas VII SMP Negeri 7 Palu. Kata kunci: kontekstual, CTL, konvensional, pemecahan masalah, segiempat.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 6 TOJO PADA MATERI OPERASI BILANGAN BULAT Fitriani Samsudin; Ibnu Hadjar; Muh Hasbi
Aksioma Vol. 4 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v4i1.55

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tojo pada materi operasi bilangan bulat. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan desain penelitian yang mengacu pada Kemmis dan Mc. Taggart. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 6 Tojo. Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif dan data kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, tes, observasi dan catatan lapangan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukan peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I ke siklus II pada materi operasi bilangan bulat dengan menerapkan fase-fase sebagai berikut: (1) menyampaian tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa, (2) menyajikan materi, (3) mengorganisasikan siswa kedalam kelompok-kelompok belajar, (4) membimbing kelompok bekerja dan belajar, (5) evaluasi, (6) memberikan penghargaan. Kata Kunci: model pembelajaran kooperatif tipe STAD, hasil belajar, operasi bilangan bulat
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN DAN VOLUME LIMAS DI KELAS VIII SMP NEGERI 5 PALU Wisnu Aam Abimanyu; Bakri Mallo; Ibnu Hadjar
Aksioma Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v4i2.77

Abstract

Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume limas di Kelas VIII SMP Negeri 5 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Rancangan penelitian yang dilakukan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Data yang dikumpulkan pada penenlitian ini adalah lembar observasi, wawancara, catatan lapangan, dan data hasil belajar siswa. Dari penelitian ini diperoleh bahwa persentase ketuntasan belajar klasikal mengalami peningkatan dari sebesar 72,2% pada siklus I menjadi sebesar 94,1% pada siklus II. Nilai rata-rata kelas siswa juga mengalami peningkatan dari sebesar 73,9 pada siklus I menjadi sebesar 83,5 pada siklus II. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume limas di Kelas VIII SMP Negeri 5 Palu dengan mengikuti fase-fase sebagai berikut: (1) fase penyajian kelas, (2) fase belajar kelompok, (3) fase team study monitoring, (4) fase evaluasi, (5) fase memberikan penghargaan. Kata kunci: Stad, hasil belajar, luas permukaan dan volume limas
PROFIL KEMAMPUAN PENALARAN SISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH SOAL CERITA BARISAN DAN DERET ARITMATIKA DI KELAS X SMA NEGERI 2 PALU Komang Melin; Ibnu Hadjar; Sukayasa
Aksioma Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v4i2.112

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran siswa dalam memecahkan masalah soal cerita barisan dan deret aritmatika berdasarkan langkah Polya ditinjau dari tingkat kemampuan matematika. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini dipilih berdasarkan hasil ujian matematika semester ganjil. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak tiga siswa yang diambil dari 31 siswa yaitu masing-masing satu siswa berkemampuan matematika tinggi, sedang dan rendah. Hasil penelitian ini adalah (1) subjek berkemampuan matematika tinggi dalam memecahkan masalah soal cerita barisan dan deret aritmatika mencapai enam indikator kemampuan penalaran yaitu menyajikan pernyataan matematika secara lisan dan tertulis, mengajukan dugaan, melakukan manipulasi matematika, memberikan alasan terhadap kebenaran solusi, memeriksa kesahihan suatu argumen dan menarik kesimpulan atau membuat generalisasi (2) subjek berkemampuan matematika sedang dalam memecahkan masalah soal cerita barisan dan deret aritmatika mencapai lima indikator kemampuan penalaran yaitu menyajikan pernyataan matematika secara lisan dan tertulis, mengajukan dugaan, melakukan manipulasi matematika, memberikan alasan terhadap kebenaran solusi, dan menarik kesimpulan atau membuat generalisasi (3) subjek berkemampuan matematika rendah dalam memecahkan masalah soal cerita barisan dan deret aritmatika mencapai satu indikator kemampuan penalaran yaitu menyajikan pernyataan matematika secara lisan dan tertulis. Kata Kunci: Kemampuan Penalaran, Penyelesaian Masalah, Kemampuan Matematika.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PERSAMAAN LINEAR SATU VARIABEL DI KELAS VII SMP NEGERI 2 PALU Evi Febriani R. Palunsu; Anggraini; Ibnu Hadjar
Aksioma Vol. 4 No. 2 (2015)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v4i2.115

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita persamaan linear satu variabel di kelas VII SMP Negeri 2 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Subjek penelitian diambil tiga siswa dari 36 siswa di kelas VII, yang terdiri dari satu siswa berkemampuan tinggi, satu siswa berkemampuan sedang dan satu siswa berkemampuan rendah. Hasil penelitian ini adalah (1) jenis kesalahan yang di-lakukan oleh siswa berkemampuan tinggi berupa kesalahan fakta yaitu siswa tidak menuliskan satuan dalam penyelesaian atau jawaban akhir pekerjaannya, kesalahan konsep yaitu salah dalam memahami soal, kesalahan prinsip yaitu tidak dapat mengubah soal cerita ke dalam model matematika, kesalahan keterampilan berupa salah dalam operasi pembagian bilangan bulat dan prosedur pekerjaan tidak lengkap. (2) jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa ber-kemampuan sedang berupa kesalahan fakta yaitu siswa tidak menuliskan satuan dalam penyelesaian atau jawaban akhir pekerjaannya dan salah dalam menggunakan satuan luas, kesalahan konsep yaitu salah dalam memahami soal, kesalahan prinsip yaitu tidak dapat meng-ubah soal cerita ke dalam model matematika dan kesalahan keterampilan yaitu prosedur pekerjaan tidak lengkap. (3) jenis kesalahan yang dilakukan oleh siswa berkemampuan rendah berupa kesalahan konsep yaitu salah dalam memahami soal, kesalahan prinsip yaitu tidak dapat mengubah soal cerita ke dalam model matematika dan kesalahan keterampilan yaitu prosedur pekerjaan tidak lengkap. Kata kunci: analisis kesalahan, persamaan linear satu variabel.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MURDER UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PANJANG GARIS SINGGUNG PERSEKUTUAN DUA LINGKARAN DI KELAS VIII SMP NEGERI 6 PALU Widya Santi Warouw; Ibni Hadjar; Abd. Hamid
Aksioma Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v5i2.133

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi mengenai penerapan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi panjang garis singgung persekutuan dua lingkaran di kelas VIII SMP Negeri 6 Palu. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas. Desain penelitian mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart, yang terdiri atas empat komponen yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan 4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penelitian ini berlokasi di SMP Negeri 6 Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII yang berjumlah 29 siswa. Data yang dikumpulkan berupa aktivitas guru dan siswa melalui lembar observasi, hasil wawancara dan hasil catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe MURDER dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dengan langkah-langkah, yaitu: 1) mood, 2) understand, 3) recall, 4) detect, 5) elaborate dan 6) review. Kata kunci: pembelajaran kooperatif, MURDER, hasil belajar, panjang garis singgung persekutuan dua lingkaran. Abstract: The aim of this reseacrh is to describe the application of cooperative learning of MURDER type to improve students learning outcomes in length of tangent line segment of two circles in grade VIII SMP Negeri 6 Palu. This research was a classroom action research which design refered to Kemmis and Mc. Taggart Model. Which consists of four components, namely: 1) planning, 2) action, 3) observation and 4) reflection. This research was conducted in two cycles. This research was located at SMP Negeri 6 Palu. The research subyek were students of grade VIII which the number of Twenty nine students were. Data was collected by teacher and student activity sheets through observation, interviews and field notes. The result showed that the application of cooperative learning of MURDER type can improve student learning outcomes, by following steps, that was: 1) mood, 2) understand, 3) recal, 4) detect, 5) elaborate and 6) review. Keywords: cooperative learning, MURDER, learning outcame, length of tangent line segment of two circles.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 19 PALU DALAM MATERI HUBUNGAN ANTAR GARIS DAN SUDUT Ufi; Muh Rizal; Ibnu Hadjar
Aksioma Vol. 6 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v6i1.144

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing pada materi hubungan antar garis dan sudut untuk meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VII SMP Negeri 19 Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII yang terdaftar pada tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 20 orang siswa, dan dipilih beberapa informan dengan kualifikasi kemampuan yang berbeda (berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa dengan mengikuti an sebagai berikut: 1) perumusan masalah, 2) pemrosesan data dan penyusunan konjektur, 3) pemeriksaan konjektur, 4) verbalisasi konjektur, 5) umpan balik. Kata kunci: penemuan terbimbing, hasil belajar, hubungan garis dan sudut. Abstract: The purpose of this study was to obtain a description of the application of guided discovery learning model in the material relationships between the lines and angles to improve student learning outcomes in class VII SMP Negeri 19 Palu. This research is a class act that refers to the study design Kemmis and Mc. Taggart, namely planning, action, observation and reflection. This study was conducted in two cycles. The subjects were seventh grade students enrolled in the academic year 2015/2016 as many as 20 students, and selected several informants with different abilities qualifications (capable of high, medium and low). The results showed that the application of learning models guided discovery can improve student learning outcomes by following the phases as follows: 1) formulation of the problem, 2) data processing and preparation of conjecture, 3) examination of conjecture, 4) verbalization conjecture, 5) feedback. Keywords: guided discovery, learning outcomes, the relationship lines and angles
PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERBANDINGAN DI KELAS VII SMP NEGERI 22 PALU Nurfidiya Nurfidiya; Dasa Ismaimuza; Ibnu Hadjar
Aksioma Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v8i1.206

Abstract

Contextual Teaching and Learning yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan di kelas VII SMP Negeri 22 Palu. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yakni perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 22 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018. Jumlah subjek penelitian ini adalah 27 siswa dan terpilih 3 siswa sebagai informan. Pada penelitian yang telah dilaksanakan, diperoleh bahwa dari hasil observasi guru dan siswa pada siklus I pada kategori baik dengan persentase aktivitas guru 79,41 % dan aktivitas siswa 73,53 % sedangkan hasil observasi guru dan siswa pada siklus II pada kategori sangat baik dengan persentase aktivitas guru 94,12 % dan aktivitas siswa 85,29 % sehingga hasil belajar siswa Kelas VII SMP Negeri 22 Palu mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan Pendekatan CTL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perbandingan di SMP Negeri 22 Palu dengan melibatkan 7 komponen utama, yaitu : (1) constructivism (konstruktivisme), (2) questioning (bertanya), (3) inquiry (menemukan), (4) learning community (masyarakat belajar), (5) modelling (pemodelan), (6) reflection (refleksi), dan (7) authentic assessment (penilaian autentik). Kata kunci: contextual teaching and learning, hasil belajar, perbandingan Abstract:This research was aimed to describe about the application of Contextual Teaching and Learning in order to improve Learning outcomesin proportion of grade VII students’ at SMP Negeri 22 Palu. It was a class action research referred from Kemmis and Mc.Taggart’s design of research which explained to do actions of planning, observation, and reflection. It applied into two cycles. Subject of this research was grade VII students’ at SMP Negeri 22 Palu registered in 2017/2018 years. Total subjects in the class were 27 students and 3 of them were chosen as informants.In the research that has been carried out, it was found that from the results of teacher and student observations in the first cycle in the good category with the percentage of teacher activity 79,41 % and student activities 73.53 % while the results of teacher and student observations in the second cycle in the excellent category with a percentage Teacher activity 94.12% and student activity 85.29 % so that the learning outcomes of Class VII students of SMP Negeri 22 Palu have increased.Based on these results, it can be concluded that the application of the CTL Approach can improve student learning outcomes in comparison material in SMP Negeri 22 Palu involving 7 main components, namely: (1) constructivism (constructivism), (2) questioning (asking), (3) inquiry (inquiry), (4) learning community (learning community), (5) modeling (modeling), (6) reflection (reflection), and (7) authentic assessment. Keywords: contextual teaching and learning, learning outcomes, proportion.
PERBEDAAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN MODEL PEMBELAJARAN INQUIRY Petra C. M. Sumampou; Dasa Ismaimuza; Ibnu Hadjar
Aksioma Vol. 8 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v8i2.211

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran inquiry di kelas X SMA Negeri 2 Palu, baik secara keseluruhan, antara siswa berkemampuan tinggi, antara siswa berkemampuan sedang dan antara siswa berkemampuan rendah. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini yaitu terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran inquiry di kelas X SMA Negeri 2 Palu, baik secara keseluruhan, antara siswa berkemampuan tinggi, antara siswa berkemampuan sedang dan antara siswa berkemampuan rendah. Subjek penelitian berjumlah 72 siswa yang terdiri dari 36 siswa kelas X MIA 3 sebagai kelas yang belajar menggunakan model pembelajaran inquiry dan 36 siswa kelas X MIA 5 yang belajar menggunakan model pembelajaran discovery learning. Materi yang dipelajari oleh siswa yaitu Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel, Relasi dan Fungsi. Berdasarkan hasil perhitungan uji hipotesis untuk α = 0,05 diperoleh p > α untuk semua hipotesis, sehingga H1 ditolak dan H0 diterima untuk semua hipotesis. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan hasil belajar matematika antara siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran discovery learning dengan siswa yang belajar menggunakan model pembelajaran inquiry di kelas X SMA Negeri 2 Palu, baik secara keseluruhan, antara siswa berkemampuan tinggi, antara siswa berkemampuan sedang dan antara siswa berkemampuan rendah. Kata Kunci : perbedaan, hasil belajar, discovery learning, inquiry, sistem persamaan linear tiga variabel, relasi dan fungsi.
PROFIL KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL TURUNAN SISWA MADRASAH ALIYAH DI KOTA PALU BERDASARKAN GAYA KOGNITIF Bakri M.; Evie Awuy; Ishariyadi Ishariyadi; Ibnu Hadjar
Aksioma Vol. 11 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/aksioma.v11i1.1958

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh profil kemampuan menyelesaikan soal turunan siswa Madrasah Aliyah di Kota Palu berdasarkan gaya kognitif. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian 4 orang siswa Madrasah Aliyah Negeri 1 Palu yaitu 2 orang siswa bergaya kognitif FI dan 2 orang siswa bergaya kognitif FD yang berkemampuan matematika berbeda. Instrumen yang digunakan adalah Tes GEFT untuk mengumpulkan data gaya kognitif siswa dan Tes untuk data kemampuan menyelesaikan soal materi turunan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Subjek yang bergaya kognitif FI dan FD serta berkemampuan matematika tinggi menyelesaikan soal turunan menggunakan rumus turunan fungsi pangkat berkoefisien a, rumus turunan fungsi konstan, rumus turunan penjumlahan dan pengurangan fungsi. Subjek bergaya kognitif FI dapat menggunakan rumus turunan pembagian fungsi dengan baik dan teliti sementara subjek bergaya kognitif FD juga menggunakan rumus turunan pembagian fungsi tetapi tidak teratur dan lengkap. Subjek bergaya kognitif FI menggunakan titik stasioner dan membuat ilustrasi fungsi naik dan turun dalam bentuk grafik sedangkan subjek FD hanya menyatakan dalam bentuk pertidaksamaan. 2). Subjek yang bergaya kognitif FI dan FD serta berkemampuan matematika rendah menyelesaikan soal turunan menggunakan rumus dengan tidak teratur dan tidak jelas proses penentuan suku-suku yang diturunkan. Kedua subjek menggunakan rumus turunan fungsi pangkat berkoefisien a, rumus turunan fungsi konstan dan rumus turunan penjumlahan dan pengurangan fungsi. Subjek bergaya kognitif FI dapat menggunakan konsep titik stasioner sementara subjek bergaya Kognitif FD tidak dapat menggunakan konsep titik stasioner.
Co-Authors Abd. Hamid Abd. Hamid Abdurahman, Algyfahri S. Abimanyu, Wisnu Aam Afriana, Sinta Afriani Maso Ahdar Akhyar M Tawil Alfisyahra, Alfisyahra Andika Buntu Andini, Desi Putri Anggraini Anggraini Anggraini Anggriani Azza Masnawati Baharuddin Paloloang Baharuddin Paloloang Bakri M Bakri M. Bakri Mallo Baso Amri Baso Amri Chalid, Ziyad Cindy Angeli Que Puspita Dahlan, Rahmawati Darius, Cumarlin Dasa Ismaimuza Desy Katrinatalin Topile Dhini Syafitri Erma Nurhijjah Rakasiwi Evi Febriani R. Palunsu Evie Awuy Evie Awuy Evie Awuy Fadila Rizky, Fadila Fajriani Fajriani Fasya Ardhinda Anatasya Fatimah fatimah Fatimah Fini Widyawati Hi. Hafid Fitriani Samsudin Galu Parwati Gandung Sugita Gayatri, Refma Hanifa Hanifa, Hanifa Hasnita I Labangsa Hasriadi, Hasriadi Hastiti Gita Hatin, Murni A. I Gede Darma Wisilayasa I Nyoman Murdiana I Nyoman Murdiana Idaini, Moh. Wifaqul Ika WAHYUNI Ishariyadi Ishariyadi, Ishariyadi Karniman, Tegoeh S Karniman, Tegoeh S. Kasim, Sitti Ruqaiyyah Komang Melin Linawati Linawati Lowo, Lilis Kartina M, Bakri M. Nur Yadil M., Bakri Mang Megayanti Mansur, Meliani Marinus B. Tandiayuk Marinus B. Tandiayuk Maskur Maskur MASKUR Maskur Maskur Masnawati, Azza Mega Kristina Stevi R. Melin, Komang Mu’min, Vemy Asirudin Mubarik Mubarik Mubarik Mubarik Muh Hasbi Muh. Hasbi Muh. Rizal Muh. Rizal Muhammad Fachri B. Paloloang MUSTAMIN IDRIS Mustamin Idris Mustika Sari Mustika Sari, Mustika Nadya, Fitra Nasir, Rahma Nggariwo, Febryanti Nur Padila Susanti Nur Una Nuraisyah, Patta Rani Nurfidiya Nurfidiya Nurfidiya, Nurfidiya Nurhalizah Nurhalizah Nurhalizah, Nurhalizah Nurhayadi Nurkaenah , Nurkaenah Nurul Hikmah Oktaviani, Andi Rini Padang, Sery Londong Palunsu, Evi Febriani R. Pampi, Desriyana Pathuddin Petra C. M. Sumampou Putri Rezkia Rahmawati Dahlan Ridwan, Ridwan Riska Riska Riska Rita Lefrida Rizal, Muh Safirah Safirah Samsudin, Fitriani Sinta Afriana SITI NURJANAH Sitti Ruqaiyyah Kasim Sobirin, Moh. Sriani, Niluh Stevi R., Mega Kristina Suci Muqaddimatul Jannah Sudarman Bennu Sukayasa Sumampou, Petra C. M. Sumampou, Petra C.M Sutji Rochaminah Syamsul Falah Tegoeh S. Karniman Topile, Desy Katrinatalin Tumongka, Wiwik Andriani Ufi Ufi, Ufi Ulfiani Ummu Salamah Vassita Ratani Atthacariya Vemy Asirudin Mu’min Verawati Verawati Verawati Wardhani, Ardyah Zahra Warouw, Widya Santi Welli Meinarni Welli Meinarni Widya Santi Warouw Widyawati, Fini Wisnu Aam Abimanyu Yadil, Muh. Nur Zhabriani, Khalifa Zulvita Lestari Abdullah