Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : POSITRON

Penentuan Kejadian El-Nino dan La-Nina Berdasarkan Nilai Southern Oscilation Indeks Muh. Ishak Jumarang, Heni Maulidiya, Andi Ihwan,; Ihwan, Andi; Jumarang, Muh. Ishak
POSITRON Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.889 KB) | DOI: 10.26418/positron.v2i2.986

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai prediksi kejadian El-Nino dan La-Nina, berdasarkan  nilai tekanan udara di Tahiti dan Darwin (nilai SOI) menggunakan Metode ARIMA. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa data tekanan udara di Tahiti dan tekanan udara di Darwin selama 12 tahun mulai dari tahun 2000-2011. Hasil simulasi diperoleh, model yang paling cocok digunakan untuk prediksi tekanan udara Tahiti adalah (1,2,0)(0,2,2)12 dan Darwin adalah (1,2,2)(0,2,1)12. Model tekanan udara di Tahiti dan Darwin tersebut kemudian digunakan untuk memprediksi kejadian El-Nino dan La-Nina pada tahun 2012, yang dapat menunjukkan bahwa pada tahun 2012 terjadi El-Nino lemah sampai sedang, hal ini dapat mengakibatkan penurunan tingkat curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Penentuan Kejadian El-Nino dan La-Nina Berdasarkan Nilai Southern Oscilation Indeks Muh. Ishak Jumarang, Heni Maulidiya, Andi Ihwan,; Ihwan, Andi; Jumarang, Muh. Ishak
POSITRON Vol 2, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.889 KB) | DOI: 10.26418/positron.v2i2.986

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai prediksi kejadian El-Nino dan La-Nina, berdasarkan  nilai tekanan udara di Tahiti dan Darwin (nilai SOI) menggunakan Metode ARIMA. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa data tekanan udara di Tahiti dan tekanan udara di Darwin selama 12 tahun mulai dari tahun 2000-2011. Hasil simulasi diperoleh, model yang paling cocok digunakan untuk prediksi tekanan udara Tahiti adalah (1,2,0)(0,2,2)12 dan Darwin adalah (1,2,2)(0,2,1)12. Model tekanan udara di Tahiti dan Darwin tersebut kemudian digunakan untuk memprediksi kejadian El-Nino dan La-Nina pada tahun 2012, yang dapat menunjukkan bahwa pada tahun 2012 terjadi El-Nino lemah sampai sedang, hal ini dapat mengakibatkan penurunan tingkat curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.
Penentuan Distribusi Suhu pada Permukaan Geometri Tak Tentu Menggunakan Metode Random Walk Godja, Balduyanus Yosep; Ihwan, Andi; Apriansyah, .
POSITRON Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (791.913 KB) | DOI: 10.26418/positron.v6i1.15922

Abstract

Telah dilakukan penentuan distribusi suhu dalam keadaan tunak pada sebuah plat bergeometri tak tentu menggunakan metode Random Walk yang dilengkapi fungsi green. Setiap sisi plat dikondisikan bervariasi terhadap suhu dalam rentang 10°C sampai 100°C dengan 4 (empat) konfigurasi berkeadaan steady. Persamaan Laplace yang mendeskripsikan permasalahan ini dihampiri dengan mensimulasikan sejumlah walker pada setiap titik domain permasalahan untuk kemudian secara acak disebar menuju ke setiap sisi plat. Hasil yang diperoleh untuk setiap kondisi plat menunjukkan kesalahan relatif terhadap solusi numerik metode iterasi jacobi yang telah menghampiri solusi analitik, secara rata-rata adalah 0,85%. Nilai kesalahan tersebut diperoleh dengan menggunakan 5000 walker. Penelitian ini juga mendapatkan bahwa akurasi hampiran ditentukan oleh banyaknya walker yang digunakan. Secara umum, semakin banyak jumlah walker yang digunakan maka akurasi hampiran akan semakin baik.
Pengaruh Fenomena El Nino Southern Oscillation dan Dipole Mode Terhadap Curah Hujan di Kabupaten Ketapang Yuggotomo, Muhammad Elifant; Ihwan, Andi
POSITRON Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.06 KB) | DOI: 10.26418/positron.v4i2.7563

Abstract

El Niño Southern Oscillation (ENSO) merupakan fenomena cuaca yang terjadi di Samudra Pasifik, sedangkan Dipole Mode (DM) adalah fenomena cuaca yang terjadi di Samudra Hindia. Kedua fenomena tersebut berpengaruh terhadap curah hujan pada beberapa wilayah di Indonesia. Pada penelitian ini telah dianalisis pengaruh fenomena ENSO dan DM terhadap curah hujan di Kabupaten Ketapang Provinsi Kalimantan Barat periode tahun 1984 sampai dengan tahun 2012 menggunakan metode Fast Fourier Transform (FFT) dan wavelet. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh pola ENSO dan DM rendah terhadap curah hujan di Kabupaten Ketapang ditunjukkan dengan nilai korelasi sebesar -0,18 dan -0,12. Pada saat terjadi El Niño curah hujan di Kabupaten Ketapang cenderung rendah. Namun saat terjadi DM Positif curah hujan di Kabupaten Ketapang cenderung tidak rendah. Sedangkan saat terjadi La Nina dan atau DM Negatif curah hujan di Kabupaten Ketapang cenderung tinggi.
Pemodelan Curah Hujan Bulanan Di Wilayah Pontianak Menggunakan Algoritma Genetika Kornellius, .; Ihwan, Andi; Arman, Yudha
POSITRON Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (90.346 KB) | DOI: 10.26418/positron.v5i1.9223

Abstract

Telah dibangun sebuah model data curah hujan bulanan menggunakan metode Algoritma Genetika. Data yang digunakan adalah data curah hujan bulanan Kota Pontianak dari tahun 1999 hingga 2011. Deret penjumlahan fungsi sinus hingga orde 8 digunakan sebagai model dengan 24 buah parameter model. Ditambahkan beberapa konstrain pada model untuk mendapatkan kecocokan optimum antara data dengan model. Pemodelan ini menggunakan 300 individu pada setiap generasi dan diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,7 dengan nilai kesalahan kuadrat rata-rata sebesar 89,94. Hasil validasi model dengan data dari tahun 2012 hingga 2013 menunjukkan korelasi yang baik dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,7. Berdasarkan model yang dihasilkan diperkirakan pada tahun 2014 puncak curah hujan terjadi pada bulan April dan November dengan nilai berkisar 345 mm dan 450 mm sementara curah hujan minimum sebesar 50 mm diprediksi terjadi pada bulan Februari.
Estimasi Keadaan Cuaca di Kota Pontianak Menggunakan Aplikasi Jaringan Syaraf Tiruan (JST) Algoritma Hopfield Retnawati, .; ihwan, andi; Jumarang, Muh. Ishak
POSITRON Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.224 KB) | DOI: 10.26418/positron.v3i2.5136

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang estimasi keadaan cuaca, menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan Algoritma Hopfield. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini adalah suhu udara, kelembaban udara, tekanan udara, dan arah angin jam-jaman pada bulan Mei, Juni, dan November 2012. Berdasarkan simulasi model yang dilakukan, diperoleh nilai estimasi keadaan cuaca pada bulan Mei sangat baik (82%), dan pada bulan Juni dan November masing-masing pada tingkat ketepatan baik (79% dan 75%).
Estimasi Curah Hujan Bulanan Kota Pontianak Dengan Suhu Permukaan Laut Sebagai Estimator Berdasarkan Jaringan Syaraf Tiruan Backpropagation Herkulana Ferdianti Aprianti; Andi Ihwan; Muh. Ishak Jumarang
POSITRON Vol 3, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (920.989 KB) | DOI: 10.26418/positron.v3i1.5121

Abstract

Telah dilakukan estimasi untuk mengetahui pengaruh Suhu Permukaan Laut (SPL) terhadap curah hujan bulanan wilayah kota Pontianak tahun 2001 s.d 2012 menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) algoritma Backpropagation. Pada penelitian ini Backpropagation dibangkitkan dengan arsitektur            [15 10 5 1]. Terdapat 16 titik SPL dari 24 titik pengamatan yang dijadikan sebagai fokus pengamatan. Dari hasil simulasi diperoleh bahwa pada proses training koefisien korelasi antara output dan target berkisar dari 0,99 s.d 1,00 sedangkan pada proses testing diperoleh 3 koefisien korelasi tertinggi yaitu 0,70; 0,71 dan 0,75, yang masing-masing berada disekitar garis equator. 2 wilayah di perairan Samudera Hindia dan 1 di wilayah Samudera Pasifik. Koefisien Korelasi ini menunjukkan bahwa pola SPL mendekati pola curah hujan di Pontianak (pola equatorial).
Modifikasi Estimasi Curah Hujan Satelit TRMM Dengan Metode Jaringan Syaraf Tiruan Propagasi Balik Studi Kasus Stasiun Klimatologi Siantan Fanni Aditya; Joko Sampurno; Andi Ihwan
POSITRON Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.372 KB) | DOI: 10.26418/positron.v4i2.7581

Abstract

Telah dilakukan modifikasi estimasi curah hujan TRMM (Tropical Rainfall Measuring Mission) menggunakan data curah hujan observasi bulanan di Stasiun Klimatologi Siantan tahun 2002 s.d 2013. Estimasi ini menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan (JST) Propagasi Balik dengan arsitektur [45 40 35 30 25 20 15 10 5 1]. Hasil simulasi diperoleh bahwa pada proses pelatihan antara output dan target menghasilkan koefisien korelasi 0.80 untuk pola data 6 bulanan dan 0.77 untuk pola data tahunan. Hasil pengujian menghasilkan koefisien korelasi 0,73 untuk pola data 6 bulanan dan 0.57 untuk pola data tahunan. Koefisien Korelasi ini menunjukkan pola data 6 bulanan lebih memiliki pola yang mirip dengan data observasi di Stasiun Klimatologi Siantan dibandingkan pola data tahunan. Perbandingan nilai korelasi sebelum dan setelah dimodifikasi menghasilkan nilai korelasi yang lebih tinggi setelah dilakukan modifikasi. Dengan demikian pola data 6 bulanan kedepan bisa digunakan sebagai data pembanding atau pelengkap untuk daerah penelitian.
Penyesuaian Fungsi Deret Fourier untuk Karakteristik Pola Curah Hujan di Kota Pontianak Andi Ihwan
POSITRON Vol 2, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.699 KB) | DOI: 10.26418/positron.v2i1.2003

Abstract

Secara umum karakteristik curah hujan bulanan di Indonesia menunjukkan adanya pola hubungan dengan frekuensi revolusi bumi yang menyebabkan spektrum gelombang tidak bisa dianggap berdiri sendiri. Hal ini membuat fluktuasi curah hujan terhadap waktu merupakan fungsi gelombang priodik tak-harmonik dimana fungsi gelombang tersebut adalah superposisi gelombang yang harmonik. Karakteristik curah hujan yang merupakan superposisi gelombang tersebut dapat didekati dengan analisis deret Fourier. Hasil simulasi menggunakan metode least-square non linier menunjukkan bahwa pola curah hujan bulanan di Kota Pontianak dapat didekati dengan analisis deret Fourier pada orde ke-8 dengan tingkat kesesuaian di atas 70%.
Analisis Fluktuasi Suhu Udara Bulanan Kota Pontianak Dengan Metode Jaringan Syaraf Tiruan Propagasi Balik Andi Ihwan; Yudha Arman; Iis Solehati
POSITRON Vol 1, No 1 (2011)
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Univetsitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.773 KB) | DOI: 10.26418/positron.v1i1.594

Abstract

Fluktuasi suhu udara berdasarkan deret waktu dapat didekati dengan menggunakan model Jaringan Saraf Tiruan (JST), dalam penelitian ini dilakukan estimasi suhu udara bulanan dengan studi kasus di Kota Pontianak menggunakan JST Propagasi Balik. Fungsi aktifasi yang digunakan adalah fungsi linear, sigmoid bipolar, dan sigmoid biner. Hasil simulasi pada tahap training dengan data bulanan sebanyak 216 data (1990 – 2008) diperoleh bahwa data model mampu mengikuti pola suhu udara observasi pada iterasi 6936 dengan nilai MSE 9,98.10-7 dan koefisien korelasi 1. Sedangkan pada tahap pengujian menggunakan sebanyak 12 data diperoleh bahwa hasil model masih dapat mengenali pola suhu udara bulanan dengan nilai koefisien korelasinya 0,97.
Co-Authors . Apriansyah . Kornellius . Nurfarahin . Renitania . Retnawati Achmadi Achmadi Ade Elbani Ade Mirza Adlina, Zora Ulva Afrizal - Agustina Listiawati Aktris Nuryanti, Aktris Alhadiansyah Aprilina, Aprilina Ardianto, Randy Arnida Lailatul Latifah Asep Nursangaji Asifa Asri Aswandi - Atang Rahma Agusta Bistari Boni Pahlanop Lapanporo Budiman Budiman Christy, Maria Citra Puella Dwi Zulfita Dwiria Wahyuni Edy Suasono Elly Suharlina Erni Djun Astuti Eva Dolorosa Fadhilah, Raudhatul Fanni Aditya Fernanda, Anastasia Gracia Firmansyah Sirait, Firmansyah Fita Kurniasari Fitri Imansyah Fitriyawita, Mega Fronika, Yohana Gibran, Muhammad Godja, Balduyanus Yosep Hadary, Ferry Hamdani - Herkulana Ferdianti Aprianti Herniawati Herniawati Herniawati, Herniawati Herry Sujaini Hidayat Pawitan Hutabarat, Victor Ibrahim Sota Ibrahim Sota Iis Solehati Imam Ghozali Iman Hakiki, Iman Irfan Maftuh Irfana Diah Faryuni Ismawartati - Joko Sampurno Joko Sampurno Jumarang, Ishak Jumarang, Muh Ishak Kurnia, Ayu Mabriyah, Minuk Hidayatul Maftuh, Irfan Masriani . Massuro, Lusyndatul Meiran Panggabean Memet Agustiar Miftahuddin, . Mochammad Meddy Danial Muanuddin - Muh. Ishak Jumarang Muh. Ishak Jumarang Muh. Taufik Muhammad Elifant Yuggotomo Muhammad Gibran Muhammad Luthfi Muhammad Yusuf Muhardi Muhsin Muhsin Muliadi Muliadi Muliadi Muliadi Nia Daniati Niken Ayu Oktaviani Ningsih, Kurnia Norsiah, Norsiah Novi Suryanti Novia Anggraini Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurmainah - Nurul Kusuma Wardhani Oktavia, Vivi Perdana, Radhitya Perdhana, Radhitya Priyo Saptomo Purba Santoso, Purba Purwaningsih - Purwoko, Agus Putri Yuli Utami Rachmawati Rahmat Hidayat Rahmidiyani - Ratna Herawatiningsih Riduansyah - Rika Katulistiyani Riza Adriat Rommy Patra Sari, Deby Kartika Satria Putra, Yoga Satyawardhana, Haries Serafi Yana Setia Budi Sholva, Yus Silvia Uslianti Siti Hadijah Siti Halidjah Stepanus Sahala Sitompul Sultra Tari Surachman - Susi Susanti Sy. Hasyim Azizurrahman Syaifurrahman Syaifurrahman Syamswisna , Tari, Sultra Tia Nuraya Tiara Tiara Tiara, Tiara Tsabita, Tyas Khansa Tyas Khansa Tsabita Utami, Putri Yuli Uti Asikin Vivi Bachtiar Wendy Windhu Putra Witarsa - Yani, Elyda Yoga Satria Putra Yohanes Gatot Sutapa Yudha Arman Yuline - Yulis Jamiah Yuris Sutanto Zubaidah R Zulfian Zulfian