Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : GEMA KESEHATAN LINGKUNGAN

PEMANFAATAN LIMBAH MARMER SEBAGAI BAHAN CAMPURAN UNTUK PEMBUATAN PAVING BLOCK Fadlillah FR; Demes Nurmayanti; Fitri Rokhmalia
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 16, No 2 (2018): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v16i2.834

Abstract

Sampai saat ini pemanfaatan limbah marmer kurang maksimal. Perminggu dapat menghasilkan limbah ± 1 sampai 10 ton. Paving block pada umumnya menggunakan campuran pasir dan semen dengan perbandingan 1 : 5. Tujuan penelitian ini mengetahui adanya pengaruh perbedaan kuat tekan dan serap air dengan komposisi berbeda dan pengujian hari dengan mengacu standart (SNI 03-0691-1996).Disini mencoba memanfaatkan limbah digunakan untuk Paving block dengan 4 variasi campuran 1 Pc : 5 Ps, 1 Pc : 5 Lm, 1 Pc : 3 Lm : 2 Ps, 1 Pc : 2 Lm : 3 Ps dengan uji kuat tekan dan serap air hari ke-7, 14, 21 dan 28 hari. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan rancangan Pottest Only Control Group Design dan data di analisis dengan uji One Way Anova.Hasil penelitian menunjukkan uji kuat tekan pada kontrol dan 4 variasi paling tinggi hari ke-28 sebesar 2,10 MPa dan variasi kode B 0,86, kode C 1,47 dan kode D 2,09 (MPa). Hasil uji serap air memenuhi standart maksimal penyerapan 10%. Berdasarkan uji statistik signifikan menunjukkan 0,001 0,05, yang berarti Ho ditolak ada perbedaan kuat tekan dan serap air Paving block dengan ketiga variasi kelompok.Kesimpulan kuat tekan Paving block kontrol dan 4 variasi paling tinggi hari ke-28 2,10 MPa dan komposisi D 2,09 MPa tetapi masih di bawah standart. Uji serap air Paving block memenuhi standart. Disarankan peneliti selanjutnya menambah campuran 2 Pc : 3 Lm : 5 Ps dan penambahan umur 35 hari. Kata Kunci : Limbah Marmer, Kuat Tekan, Serap Air, Paving Block
SANITASI KAPAL PADA KMP LEGUNDI DI WILAYAH KERJA KANTOR KESEHATAN PELABUHAN KELAS I SURABAYA Kelara Dyah Arintia Putri; Bambang Sunarko; Fitri Rokhmalia
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 19, No 2 (2021): GEMA Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v19i2.1542

Abstract

Penyehatan kapal penumpang perlu dilakukan dalam rangka mewujudkan sanitasi kapal yang baik. Pemenuhuan syarat sanitasi pada kapal agar terciptanya kenyamanan dan pencegahan penularan penyakit bagi penumpang dan ABK. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan sanitasi kapal penumpang di wilayah kerja KKP Kelas I Surabaya.Penelitian ini bersifat observasi deskriptif dengan pendekatan cross sectional, penentuan objek penelitian yaitu semua kapal penumpang yang berlabuh/sandar di pelabuhan selama waktu penelitian. Penilaian sub variabel yakni dapur, ruang rakit makanan, ruang tidur ABK, air minum, limbah cair, limbah medis/padat dan keberadaan vektor terdiri dari dua kategori yaitu memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat. Seluruh variabel akan disajikan dalam bentuk tabel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian terhadap variabel sanitasi dapur, ruang rakit makanan, ruang tidur ABK, air minum dan keberadaan vektor 2 ruangan (33%) terlihatnya tanda keberadaan vektor dan 4 ruangan (67%) tidak terlihat adanya keberadaan vektor pada KMP Legundi dikategorikan memenuhi syarat, sedangkan variabel limbah cair dan limbah medis/padat tidak memenuhi syarat.Disimpulkan dari sanitasi dapur, ruang rakit makanan, ruang tidur ABK, air minum dan keberadaan vektor pada KMP Legundi dikategorikan memenuhi syarat, sedangkan variabel limbah cair dan limbah medis/padat tidak memenuhi syarat. Disarankan perlu mempertahankan sistem pemeriksaan sanitasi kapal, serta diperlukannya pemantauan yang dilakukan secara berkala agar tidak menjadi tempat penyebaran penyakit. Serta memberi himbauan untuk melakukan pengolahan limbah cair yang dihasilkan dari kegiatan kapal sebelum dibuang, memberi himbauan kepada pemilik kapal maupun ABK untuk selalu menjaga kebersihan kapal dan meningkatkan kuantitas maupun kualitas fasilitas agar penumpang menjadi nyaman.
PENURUNAN KANDUNGAN BOD, COD, TSS, WARNA DAN PENGENDALIAN pH LIMBAH CAIR BATIK MENGGUNAKAN PROSES ELEKTROKOAGULASI TAHUN 2015 Novika Hildayanti; Sudjarwo .; Fitri Rokhmalia
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 14, No 1 (2016): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v14i1.125

Abstract

Home industry batik is among the largest producers of liquid  waste originating from the dyeing process. Those home industries discharge liquid waste to the surrounding water determine the capability of electrocoagulation to reduce the contents of BOD, COD, TSS, color and pH of liquid water from batik home industry.Electrocoagulation was used in the study with a stainless steel anode and an aluminium cathode.Result showed a decrease in BOD content from 855,85mg/l at minute 30 to 54,42 mg/l at minute 180. There was decrease in COD content from 1685,9mg/l at minute 30 to 98,30 mg/l at minute 180. There was decrease in TSS content from 720 mg/l at minute 30 to 50 mg/l at minute 180. There was decrease in color content from 242 TCU at minute 30 to 10,66 TCU at minute 180. An increase in pH of 6,9 occurred from minute 30 and remained stable for next minutes.They goverment is recommended to use electrocoagulation equipment since it fairly effective to reduce the contents of BOD, COD, TSS, color and pH in order for the liquid batik waste to meet the quality standards of Eat Java Governor Regulation No. 72 of 2013. Electrocoagulation equipment is quite easy to make and it can be designed according to local people conditions.
PEMANFAATAN LIMBAH IKAN DAN SISA MAKANAN UNTUK PELET PAKAN IKAN DI WISATA DELTA FISHING SIDOARJO Siska Desti Rahayu; Demes Nurmayanti; Fitri Rokhmalia
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 14, No 3 (2016): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v14i3.256

Abstract

Delta Fishing is a fishing ponds and family recreation areas located in Sidoarjo Regency. Activities at Delta Fishing generate untreated fish wastes and food leftovers, leading to problems such as odor around the site. The purpose of this study was to utilize fish wastes and leftovers* for fish feed pellets in Delta Fishing of Sidoarjo Regency. This study was a pre-experiment using the posttest-only design. Objects were subjected to several treatments and pretests by utilizing the fish wastes and leftovers as raw materials for the manufacture of fish feed pellets for gouramis of 5-15 cm in size. Each sample treatment was replicated 5 times and subjected to laboratory tests to determine the contents of protein in the fish pellets. Results showed that the fish pellets made from fish wastes had an average protein content of 59.2% and those made from leftovers had 32%. There was a difference in the average protein content of pellets made from fish wastes and those made from leftovers with a p-value of (0.000 0.05). Conclusion of this study, fish pellets with good protein contents derived from leftovers with a protein content of 32%, in contrast to those made from fish wastes with a protein content of 59.2%. The management of Delta Fishing is recommended to use the findings of the present study to evaluate and solve waste generation that may lead to the inconvenience of visitors and residents around Delta Fishing.   Keywords :  Fish wastes and leftovers, fish pellets.
FITOREMEDIASI TANAMAN KANGKUNG AIR (Ipomoea aquatica) DALAM MENURUNKAN KADAR TIMBAL (Pb) PADA AIR SUMUR Rahmadiah Ayu Vidyanti; Rachmaniyah .; Fitri Rokhmalia
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 18, No 1 (2020): GEMA Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v18i1.1084

Abstract

Air bersih digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, mencuci. Sumur gali juga dipilih sebagai sumber air baku untuk pemenuhan sehari-hari oleh masyarakat. Logam berat Pb yang ada di perairan dapat membahayakan bagi biota yang ada di dalam perairan tersebut, tumbuh-tumbuhan dan manusia yang bergantung pada sumber air tersebut. Pada manusia dapat menghambat pertumbuhan, mual, pusing, kerusakan ginjal. Upaya mengurangi kadar timbal dapat menggunakan metode fitoremediasi dengan memanfaatkan tanaman kangkung air (Ipomoeaaquatica). Tanaman kangkung air mampu menyerap kandungan logam beratyang ada di air. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan tanaman kangkung air menurunkan kadar timbal dalam air sumur. Berdasarkan pemeriksaan laboratorium pada air sumur gali yang digunakan penelitian, positif mengandung timbal (Pb) 2,24 ppm standart maksimal sebesar 0,05 ppm. Kandungan timbal pada tanaman kangkung air sebelum digunakan untuk fitoremediasi yaitu sebesar 0,13 ppm. Hasil yang diperoleh dalam penelitian penurunan kadar timbal terbesar terjadi pada perlakuan 1000 gr yaitu sebesar 2,08 ppm, sedangkan penurunan terkecil pada perlakuan dengan berat 250 gr yaitu sebesar 1,02 ppm. Terdapat pengaruh setelah dilakukan perlakuan fitoremediasi terhadap terjadinya penurunan kadar timbal (Pb) pada air sumur gali yang mengandung Pb. Disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk penyerapan kadar timbal (Pb) dengan menggunakan tanaman air lainnya dan variasi yang berbeda. 
PEMANFAATAN AMPAS TEBU SEBAGAI KARBON AKTIF TERHADAP PENURUNAN KADAR COD DAN AMONIA (NH3) (Studi Pada Limbah Cair Industri Tahu Dinoyo Kota Surabaya) Abibatus Solichah; Rachmaniyah .; Fitri Rokhmalia
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 16, No 3 (2018): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v16i3.894

Abstract

harus dilakukan pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. Penurunan COD dan Amonia dilakukan dengan adsorpsi karbon aktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas karbon aktif ampas tebu dalam menurunkan kadar COD dan Amonia. Metode penelitian ini yaitu One Group Pre-Post Test Design pada perbedaan variasi dosis 2,3, dan 4 gram. Karbon aktif dibuat dengan karbonisasi suhu 320oC selama 30 menit, ayakan 100 mesh, aktivasi dengan HCl 0,1 M selama 24 jam, pembilasan dengan aquades hingga pH 7 dan pengeringan suhu 150 oC selama 2 jam, pengolahan limbah cair dengan karbon aktif ampas tebu sistem batch. Hasil penelitian yaitu karbon aktif dengan dosis 2 gram menurunkan kadar COD sebesar 44,87% dan penurunan kadar Amonia sebesar 51,8%. Dosis 3 gram menurunkan kadar COD sebesar 69,86% dan Amonia sebesar 71%. Dosis 4 gram menurunkan kadar COD dan Amonia sebesar 540,97 mg/L atau 84,72% dan pada parameter Amonia sebesar 84,6%. Hal ini terjadi karena dosis atau Jumlah adsorben yang makin banyak akan memberikan luas permukaan yang makin besar bagi adsorbat untuk terdesorpsi. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dosis yang mampu menurunkan kadar COD dan Amonia paling besar hingga memenuhi persyaratan baku mutu adalah 4 gram. Saran bagi penelitian selanjutnya agar melakukan penambahan dosis untuk menemukan dosis optimum.Kunci: Ampas Tebu, COD, Amonia
EVALUASI PENGELOLAAN SAMPAH DI TERMINAL PURABAYA KOTA SURABAYA TAHUN 2017 Khairil Anam; Sri Mardoyo; Fitri Rokhmalia
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 15, No 3 (2017): Gema Kesehatan Lingkungan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v15i3.693

Abstract

Terminal Purabaya adalah tempat-tempat umum yang terdiri dari kegiatan pelayanan penumpang atau barang dengan kendaraan bus atau angkutan umum, Terminal Purabaya terbesar di Jawa Timur, jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya rata-rata 14m3 dengan rata-rata jumlah penumpang kedatangan 29.000 dan keberangkatan 28.300 orang setiap harinya, maka perlu mendapatkan pengawasan pengelolaan yang baik untuk mengantisipasi timbulnya dampak negatif terhadap lingkungan, dari hasil survei pendahuluan yang dilakukan di Terminal Purabaya dari aktifitas pengunjung, penumpang maupun pengelola dapat mempengaruhi jumlah sampah di Terminal Purabaya, penelitian ini bertujuan untuk mengukur jumlah sampah, melakukan observasi mengenai pengelolaan sampah, dan mengevaluasi pengelolaan sampah di Terminal Purabaya menggunakan analisis SWOT.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggambarkan fakta yang ada terkait pengelolaan sampah di Terminal Purabaya. Sampel dalam penelitian ini mengambil orang yang dianggap mengetahui permasalahan yang diteliti yaitu pengelola, petugas kebersihan, pengawas petugas kebersihan, dan Kepala Terminal Purabaya. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis SWOT.Dari hasil penelitian, maka didapat hasil timbulan sampah perhari di Terminal Purabaya 4.870,28 Kg/hari, dan penilaian pengelolaan sampah di Terminal Purabaya pada tahap penimbulan 88%, pengumpulan 77%, penyimpanan sampah sementara 95%, dan pengangkutan ke TPA 100%, dari semua tahap pengelolaan sampah dapat dikategorikan baik.Pada analisis SWOT didapat beberapa strategi, antara lain: (1) Terminal Purabaya merupakan Terminal terbesar, yang mana terkait pengelolaan sampah telah bekerja sama dengan DKP atau dinas terkait. Sumber daya manusia (SDM) petugas kebersihan di Terminal Purabaya sudah cukup; (2) Meningkatkan wawasan petugas kebersihan dalam melaksanakan tugasnya; (3) Perlu adanya koordinasi antara pihak Terminal dengan tokoh masyarakat; (4) Perbaikan dan peningkatan sarana prasarana; (5) Meningkatkan wawasan masyarakat / pengunjung Terminal dalam hal pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Kata kunci : SWOT, Analisis pengelolaan sampah
PENGELOLAAN SAMPAH DI TPI LEKOK KABUPATEN PASURUAN TAHUN 2020 Rizka Firdayanti; Darjati .; Fitri Rokhmalia
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 19, No 1 (2021): GEMA Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v19i1.1263

Abstract

Aktivitas pengolahan dan perdagangan ikan di TPI menghasilkan banyak limbah dan sampah. Belum adanya fasilitas pengelolaan sampah khusus TPI menyebabkan masyarakat terbiasa membakar serta membuang sampah sembarangan. Sampah yang menumpuk dan berserakan di wilayah TPI menimbulkan bau tidak sedap dan pencemaran lingkungan. Dampak buruk terhadap lingkungan juga menyebabkan penurunan hasil produksi ikan di TPI Lekok pada tahun 2018-2019 dari 540.283 ton menjadi 158.130 ton. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengelolaan sampah di TPI Lekok Kabupaten Pasuruan.          Jenis penelitian ini adalah deksriptif kualitatif dengan teknik analisis matriks SWOT untuk menentukan strategi dalam perencanaan pengelolaan sampah di TPI Lekok Kabupaten Pasuruan. Data primer diperoleh melalui observasi, pengukuran dan wawancara. Data sekunder meliputi data umum TPI, jumlah pegawai dan jumlah pedagang sebanyak 277 orang. Variabel yang diteliti yaitu volume dan komposisi sampah, faktor internal dan eksternal pengelolaan sampah serta pengelolaan sampah di TPI Lekoksesuai fungsi manajemen.          Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume sampah yang dihasilkan  TPI Lekok Kabupaten Pasuruan adalah 388,49 L/hari atau 0,39 m3/hari, dengan komposisi sampah organik lebih dominan yaitu 59,08% dan anorganik sebesar  40,92%. Analisis SWOT pengelolaan sampah di TPI Lekok berada di kuadran III (Turn Around) dan strategi yang diterapkan Weakness-Opportunity melalui perbaikan internal serta memanfaatkan pengelolaan sampah terpadu TPST 3R yang ada di Kecamatan Lekok.          Pengelolaan sampah di TPI Lekok akan dilakukan melalui pemilahan sampah, pengomposan, kerjasama dengan pihak ketiga untuk sampah anorganik plastik dan perbaikan pada beberapa aspek pengelolaan sampah lainnya. Disarankan perlu ada penambahan sarana wadah sampah serta pengolahan sampah dengan metode 3R di TPI Lekok.
PEMANFAATAN SUMUR BOR PADA SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG rudi sutijopramono; Nurhaidah .; Fitri Rokhmalia
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 18, No 2 (2020): GEMA Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v18i2.1448

Abstract

RSUD Dr. Saiful Anwar Malang menggunakan sumber air dari PDAM dan sumur. SAB yang bersumber pada sumur bor di IRNA I menyebabkan timbulnya pengendapan kotoran pada perpipaan. Penelitian ini bertujuan menggambarkan sistem penyediaan air bersih dari pemanfaatan sumur bor di IRNA I.Penelitian ini bersifat deskritif. Objek, sasaran pada penelitian ini adalah sistem penyediaan dan kualitas air bersih dari pemanfaatan sumur bor di IRNA I,              Hasil penelitian pada perubahan tekanan aliran air bersih dari pola pengoperasian pompa rerata 8,78 jam/hari, 16 responden (80%) dari 20 yang diwawancarai tentang kondisi air bersih di ruang pelayanan pernah mengetahui langsung terjadinya kekeruhan/endapan hitam yang keluar sesaat dari dalam kran, ke enam parameter fisik air yang diperiksa antara lain kekeruhan, warna, zat padat terlarut (TDS), suhu, rasa, dan bau memenuhi syarat untuk air bersih sesuai Permenkes RI No. 32 Tahun 2017, walupun angka hasil pemeriksaan TDS yaitu 1000 mg/l. Disimpulkan bahwa pemanfaatan sumur bor pada sistem penyediaan air bersih mengandung kadar kekeruhan dan zat padat terlarut tidak memenuhi syarat, penggunaan pompa yang tidak efektif menyebabkan terbentuknya pengendapan kotoran di dalam perpipaan. Disarankan perlunya perbaikan sistem untuk menghilangkan pengendapan kotoran, penyaringan yang mampu mengurangi kandungan TDS dan kekeruhan.Kata Kunci:Sistem penyediaan air bersih, frekuensi  perubahan  tekanan  aliran air, air keruh/endapan hitam
HUBUNGAN ANTARA PERILAKU 3M PLUS DENGAN KEJADIAN DBD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEMEMI TAHUN 2021 Dwi Erlina Fristianti; Fitri Rokhmalia; Hadi Suryono
GEMA LINGKUNGAN KESEHATAN Vol 20, No 1 (2022): GEMA Lingkungan Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36568/kesling.v20i1.1666

Abstract

One of the serious public health problems is dengue fever which is influenced by environmental factors. One that can affect the increase in the larva free rate with a percentage of 85%. This is due to a lack of public awareness in 3M plus activities on a regular basis. The purpose of this study was to study the relationship between 3M plus behavior and the incidence of dengue fever in the working area of the Sememi Health Center.This type of research is an analytic study which was carried out by case control. The object of the study was 12 samples of DHF patients. Community behavior data obtained from this study is the level of knowledge, attitudes, and actions. Analysis of the data in this study presented a chi-square test to analyze the relationship between 3M plus behavior and the incidence of DHF.Based on observations made on 24 respondents' houses, the respondents' knowledge level met the criteria of sufficient 42%, the attitude of the respondents met the criteria of less than 42%, and the actions of the respondents met the criteria of less than 46%. The results of the Chi square analysis test that there is a relationship between the incidence of DHF and the behavior of respondents with p value 0.05It is necessary to conduct counseling regarding 3M plus efforts, as well as hold community service activities to carry out 3M plus activities directed at cleaning homes and the surrounding environment so that the spread of dengue disease can be reduced.
Co-Authors Abibatus Solichah Ahmad Daudsyah Imami Ambarwati Ambarwati Ani Intiyati Asvinatin Choiriyah Bambang Sunarko Binti Yunariyah, Binti Budi Yulianto Cecep Dani Sucipto Darjati darjati darjati Darjati Darjati Darjati, Darjati Demes Nurmayanti Dessy Arna, Yessy Dwi Ayu Lestari Putri Dwi Ayu Lestari Putri Dwi Erlina Fristianti Edi, Imam Sarwo Edy Haryanto Ekawati, Fifi Afidah Endro Yulianto Ervi Husni, Ervi Evi Pratami Fadlillah FR Fauziyah, Nada Febrianna, Fatima Intan Ferry Kriswandana Ginarsih, Yuni Ginarsih, Yuni Hadi Suryono Halimah Halimah Halimah Hermiyanti, Pratiwi Hilmi Yumni Hindaryani, Nurul I Dewa Gede Hari Wisana Imam Sarwo Imam Thohari Imami, Ahmad Daudsyah Ira Puspitasari Irwan Sulistio Islaha, Maria Isnanto Istanto, Wisnu Iva Rustanti Eri Wardojo Jessika Juan Pramudita Juliana Christyaningsih Juwita Esthi Utami Kasiati, Klanting Kelara Dyah Arintia Putri Khairil Anam Khambali, Khambali Kurniawaty, Yenni Dwi Lailatur Rahmah Maulidah Lembunai Tat Alberta Liliek Soetjiatie Lilis Sulistyorini Lintang Lailattul Fadillah Luluk Widarti, Luluk Luthfi Rusyadi Mamik Marlik MINARTI Muhammad Gilang Ramadhan Muhammad Gilang Ramadhan Muhammad Ibrahim Al Aqib Mujayanto Nada Fauziyah Narwati Narwati Narwati Ngadino Ngadino, Ngadino Ngadino, Ngadino Novika Hildayanti Nurhaidah Nurhaidah Pebianti, Melania Rizerda Pengge, Nuning Marina Putra, Farhan Kusuma Putri Arida Ipmawati, Putri Arida Rachmaniyah Rahmadiah Ayu Vidyanti Retno Sasongko Wati Rijanto Rizka Firdayanti rudi sutijopramono Rusadi, Muhammad Alfatih Dimas Rusmiati Rusmiati Rusmiati Sari, Ernita Sari, Ira Rahayu Tiyar Sekar Maharani, Zulfa Setiawan Setiawan Setiawan Setiawan Shafa Aulia Hasnaningrum Sholikah, Mar'atus Siska Desti Rahayu Siti Mar'atus Slamet Wardoyo Soedjajadi - Sri Anggraeni Sri Mardoyo Sri Poerwati1, Ari Probandari2, Joko Sutrisno3, Ari Handono Ramelan4 SRI UTAMI Sudjarwo . Sukesi . Sulistio, Irwan Sulistyowati, Dwi Wahyu Wulan Sumaningsih, Rahayu Sumasto, Hery Supriyatin, Endah Susanti, Amy Risqina Taufik Anwar Taufiqurrahman Titi Maharrani Triana, Wahyuningsih Tyas, Suci Aminning Waella Septamari Budi Widyastuti, Dwi Utari winarko, winarko Winarko, Winarko Windi, Yohanes Kambaru Wisnu Istanto Wisnu, Nurwening Tyas Yeti Kurniatiningsih Zulfa Sekar Maharani