Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

In House Training Desain Dan Produk Pembelajaran Yang Sesuai Dengan Perkembangan Abad 21 Untuk Guru Sekolah Dasar Di Wilayah Priangan Timur Provinsi Jawa Barat Kurniawan, Dede Trie; Abidin, Yunus; Halimah, Leli
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 19, No 1 (2022): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan pada abad ke 21 diarahkan untuk menyiapkan generasi pembelajar, pemecah masalah dan memiliki kemampuan berpikir kritis dan kreatif.  Pembelajaran di kelas dirancang untuk memfasilitasi peserta didik dalam  mencapai tujuan tersebut dengan memberikan latihan-latihan yang berorientasi  pada kemampuan kemandirian belajar siswa. Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar peserta didik di era saat ini. Pasca pandemi Covid – 19 guru membutuhkan pendampingan agar bisa memenuhi  tuntutan pembelajaran abad 21 dengan ketentuan kenormalan baru yang sedang di tetapkan. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan sebagai upaya peningkatan kemampuan guru sekolah dasar diwilayah Priangan Timur provinsi Jawa Barat dalam memanfaatkan produk pengembangan pembelajaran abad 21 hasil mahasiswa pascasarajana program studi S2 PGSD UPI Cibiru. Adapun produk pembelajaran SD abad 21 yang telah dikembangkan adalah media dan bahan ajar terkini, strategi desain pembelajaran untuk pemenuhan literasi bahasa, matematika dan IPA untuk siswa sekolah dasar, pengembangan desain pembelajaran untuk menanamkan nilai dan karakter pancasila untuk siwa sekolah dasar, hasil telaah kebijakan dan sosialisasi implementasi kurikulum terkini untuk sekolah dasar, dan manajemen pengeolaan sekolah yang baik dan efektif sesuai dengan perkembagan abad 21. Secara rinci, tujuan pengabdian ini dapat diuraikan sebagai berikut : pertama memberikan pengetahuan kepada guru guru SD mengenai perkembangan implementasi kurikulum terkini dan manajemen kepemimpinannya, kedua melatih keterampilan guru dalam mengelola pembelajaran untuk memenhi literasi kebangsaan, matematika, IPA dan Bahasa di sekolah dasar, ketiga  melatih dan membimbing guru–guru SD dalam memanfaatkan dan mengembangan media pembelajaran SD terkni dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian adalah workshop yang dilaksanakan selama bulan April  hingga November 2022. Evaluasi kegiatan menggunakan model CIPP yang dikembangkan oleh Daniel Stuffleabem. Kegiatan pengabdian ini menargetkan khalayak sasaran adalah guru sekolah dasar di wilayah priangan timur provinsi jawa barat. Pada program pengabdian ini akan diselenggrakan kegiatan dengan ketentuan di beberapa wilayah difasilitasi dengan tatap maya, namun di beberapa wilayah akan dijalankan secara tatap muka. Alasan pemilihan peserta adalah wilayah sekolah yang sebagian besar belum memiliki kerjasama dengan instansi program studi S2 PGSD UPI Kampus Cibiru yang merupakan program studi baru di lingkungan UPI Cibiru. Maka diharapkan dengan kegiatan pengabdian ini bisa menjadi inisasi awal program kerjasama program studi S2 PGSD UPI Kampus Cibiru dengan kelompok kerja guru di wilayah Priangan timur provinsi Jawa Barat secara berkelanjutan.
Sosialisasi Digital Marketing Bagi Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah di area Sumatera Bagian Selatan Rasmila; Ade Kemala Jaya; Merrieayu Puspita Hannah; Sulaiman Helmi; Leli Halimah; Muh Asriadi; Masayu Siti Fatimah; Ve Rinda Febrika Aulia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Information Technology Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat Information Technology - September 2025
Publisher : Universitas Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/0bbetb62

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola pemasaran produk secara signifikan, namun sebagian besar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar Universitas Bina Darma Palembang masih belum mampu memanfaatkan pemasaran digital secara optimal. Kondisi ini disebabkan oleh rendahnya literasi digital, keterbatasan keterampilan dalam mengelola media sosial, serta minimnya pemahaman terhadap strategi branding digital, sehingga menghambat perluasan pasar dan daya saing usaha. Padahal, UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional dan perlu didorong untuk beradaptasi dengan transformasi digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam menerapkan strategi digital marketing, khususnya melalui pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi dan penguatan branding usaha. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui beberapa tahapan, yaitu sosialisasi mengenai konsep dan manfaat digital marketing, pelatihan praktik pembuatan dan pengelolaan akun bisnis di media sosial, pendampingan pembuatan konten pemasaran, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pemasaran digital, di mana sebagian besar pelaku UMKM mampu membuat dan mengelola akun bisnis secara mandiri serta menghasilkan konten promosi yang lebih menarik. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat membantu UMKM meningkatkan jangkauan pasar dan daya saing usaha secara berkelanjutan di era digital.
A teacher wellbeing TEACHER WELL-BEING AS THE KEY TO SOLVING LEARNING PROBLEMS IN ELEMENTARY SCHOOLS: Analisis mendalam tentang faktor-faktor apa saja yang mendukung kesejahteraan guru di sekolah dasar Dede Ginanjar; Fitri Sholihah; Elsha Nurmaida Putri; Leli Halimah
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.7240

Abstract

Teacher well-being is a fundamental aspect that directly influences the quality of learning and the resolution of various educational problems in elementary schools. Teachers who have good emotional, psychological, social, and professional well-being tend to be able to manage classrooms effectively, build positive interactions with students, and create a conducive learning climate. This study aims to examine the role of teacher well-being as a key in overcoming learning problems in elementary schools, particularly at SDIT Mutiara Cendekia. The study uses a qualitative approach with a case study design. Data were collected through learning observations, in-depth interviews with teachers and principals, and documentation studies. The results show that low teacher well-being, which is influenced by administrative burdens, work pressure, limited preparation time, and minimal institutional support, has an impact on the decline in the quality of classroom management, variation in learning methods, and student engagement. Conversely, teachers with better well-being showed positive emotional regulation, higher pedagogical creativity, and constructive learning interactions. These findings confirm that improving teacher well-being is not only a personal issue but also an important strategy in improving learning effectiveness. Therefore, schools need to develop policies and programs that support teacher well-being in a sustainable manner as the foundation for improving the quality of basic education.
Evaluasi Kebijakan Sekolah Inklusi Berbasis Permendiknas No 70 Tahun 2009: Tantangan dan Rekomendasi Strategis: Evaluation of Inclusive School Policy Based on Regulation of the Minister of National Education No. 70 of 2009: Challenges and Strategic Recommendations Delis Rahayu Suciani; Lisda Citra Dewi; Radin Radin; Leli Halimah
Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 6 No. 02 (2026): Research Articles, August 2026
Publisher : ITScience (Information Technology and Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/educendikia.v6i02.8653

Abstract

Regulation of the Minister of National Education No. 70 of 2009 serves as the legal foundation for inclusive education in Indonesia, mandating that every regency and city provide inclusive schools at all educational levels. However, more than a decade after its enactment, a significant gap persists between policy and actual practice. This study aims to evaluate the implementation of inclusive education policy in primary schools and identify the systemic barriers hindering its execution. A mixed-methods approach was employed, utilising in-depth interviews, participatory observation, and document analysis across 12 inclusive primary schools in three provinces. The findings reveal four major challenges: limited teacher competence in handling students with special needs, a shortage of certified Special Support Teachers (GPK), school facilities that are not yet disability-friendly, and weak coordination among central and regional governments and educational institutions. Based on these findings, the study recommends three strategies: strengthening competency-based training for inclusive education teachers, revising budget allocation mechanisms for inclusive schools, and establishing an integrated, data-driven monitoring system. Although Regulation No. 70 of 2009 paved the way for inclusive education in Indonesia, the divide between regulation and practice remains wide. Teachers lack sufficient inclusive education competencies, certified support teachers are scarce, school facilities do not accommodate students with disabilities, and inter-governmental coordination remains fragmented. The three resulting recommendations are intended to serve as a guide for policymakers in strengthening an inclusive education ecosystem that is equitable and sustainable. True inclusive education is not merely a matter of written regulations but a shared commitment that must be realised even in the most remote classrooms.
Peran Kurikulum Merdeka PAUD dalam Menanamkan Karakter Toleransi Anak Usia Dini: Studi Literatur: The Role of the Kurikulum Merdeka (Independent Curriculum) in Early Childhood Education in Instilling Tolerance: A Literature Review Sulastri Lestari; Leli Halimah; Ayu Hopiani
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v8i1.4825

Abstract

This study employs a literature review method to summarize, examine, and analyze in depth how the Merdeka Curriculum for Early Childhood Education (PAUD) contributes to the development of tolerance attitudes among young children. This approach involves a systematic review of various research findings and academic publications that discuss the relationship between the implementation of the Merdeka Curriculum in PAUD and the process of fostering tolerant behavior in early childhood. A qualitative approach based on a literature review was used, with sources retrieved through Google Scholar and limited to publications from 2015 to 2025. The reviewed articles include studies on the implementation of the Merdeka Curriculum in PAUD, character education for young children, and various strategies applied to cultivate tolerance values from an early age. The synthesis of the literature indicates that the Merdeka Curriculum for PAUD plays a crucial role in developing tolerance character through child- centered learning, teachers’ autonomy in designing learning plans, and the reinforcement of the Pancasila Student Profile, particularly the dimension of global diversity. The cultivation of tolerance attitudes is reflected in various learning activities, such as daily routines, teachers’ role modeling, cooperative play, project-based learning, and inclusive social interactions that respect diversity. Research findings also reveal that early childhood educators play an important role as facilitators and role models of tolerant behavior for children. This role is supported by a comfortable and supportive learning environment, enabling children to develop tolerance naturally. However, most of the reviewed studies still discuss the Merdeka Curriculum for PAUD and character education separately, indicating that research specifically integrating both aspects in the context of fostering tolerance in early childhood remains limited.   ABSTRAK Penelitian ini menerapkan metode kajian pustaka untuk meringkas, mengkaji, dan menganalisis lebih dalam bagaimana Kurikulum Merdeka PAUD berperan dalam membangun sikap toleransi pada anak-anak kecil. Pendekatan ini melibatkan penelitian sistematis terhadap berbagai temuan riset dan tulisan akademis yang membahas hubungan antara penerapan Kurikulum Merdeka PAUD dengan proses membentuk perilaku toleran di kalangan anak usia dini. Kami menggunakan metode kualitatif berbasis literature review, dengan pencarian sumber melalui Google Scholar, terbatas pada publikasi dari tahun 2015 sampai 2025. Artikel yang kami telaah meliputi studi tentang penerapan Kurikulum Merdeka PAUD, pendidikan karakter untuk anak kecil, serta berbagai taktik yang diterapkan untuk menumbuhkan nilai toleransi sejak dini. Sintesis dari literatur menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka PAUD memainkan peran krusial dalam mengembangkan karakter toleransi lewat pembelajaran yang fokus pada anak, kebebasan guru untuk merancang rencana belajar, serta penguatan Profil Pelajar Pancasila, terutama aspek keberagaman global. Penanaman sikap toleransi ini tercermin dalam berbagai aktivitas belajar, seperti rutinitas harian, contoh perilaku dari guru, permainan bersama, proyek pembelajaran, serta interaksi sosial yang inklusif dan menghormati perbedaan. Temuan riset juga mengungkap bahwa pendidik PAUD berperan penting sebagai pendamping sekaligus panutan perilaku toleran untuk anak-anak. Peran ini didorong oleh suasana belajar yang nyaman dan mendukung, sehingga anak bisa menumbuhkan sikap toleran secara wajar. Meski begitu, sebagian besar studi yang kami tinjau masih membahas Kurikulum Merdeka PAUD dan pendidikan karakter secara terpisah, sehingga penelitian yang khusus menggabungkan keduanya dalam konteks menanamkan toleransi pada anak kecil masih belum banyak.
Pelatihan Terintegrasi Bagi Kader PKK dan Posyandu Terkait Pencegahan Stunting pada Anak di Kabupaten Bandung Tuti Istianti; Ayu Hopiani; Mirawati; Leli Halimah; Muh Arisandi AM
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Special Issue
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v5i1.8677

Abstract

Kemajuan suatu bangsa di masa depan sangat bergantung pada kualitas generasi muda yang saat ini berada dalam kelompok anak usia dini. Namun, prevalensi stunting yang tinggi di Indonesia, termasuk Kabupaten Bandung, mengancam potensi masa depan tersebut. Stunting, akibat kekurangan gizi kronis, berdampak pada pertumbuhan fisik, kognitif, dan sosial-emosional anak, serta menurunkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk memperkuat peran kader PKK dan Posyandu dalam pencegahan stunting melalui pelatihan terintegrasi di Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Menggunakan metode Participatory Action Research (PAR), penelitian ini melibatkan 50 kader PKK dan Posyandu. Data dikumpulkan melalui Focus Group Discussion (FGD), wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Pelatihan yang dilakukan mencakup materi tentang pengertian stunting, dampaknya, pola makan sehat, dan perawatan anak yang baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader PKK dan Posyandu dalam pencegahan stunting. Evaluasi dan refleksi menunjukkan kepuasan peserta terhadap materi dan metode pelatihan, serta pentingnya pendampingan dan monitoring berkala. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas kader PKK dan Posyandu melalui pelatihan terintegrasi merupakan langkah strategis untuk menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Bandung.
Analisis Penerapan Model Work-based Learning pada Mahasiswa Calon Guru PAUD Mirawati; Winti Ananthia; M Ridwan Sutisna; Leli Halimah; Ayu Hopiani
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Special Issue
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v5i1.8682

Abstract

endidikan yang diberikan pada anak sejak dini dapat mempengaruhi berbagai aspek perkembangan anak. Sebagai upaya mengembangkan aspek perkembangan anak yang optimal, maka dibutuhkan pendidikan yang berkualitas. Dalam hal ini, pendidikan yang berkualitas berkaitan erat dengan kompetensi guru. Pengembangan kompetensi guru dapat dilakukan sejak mereka masih dalam masa pendidikan di Universitas. Upaya dalam mengembangkan kompetensi dan kesiapan calon guru PAUD telah dilakukan oleh Program Studi PGPAUD Kampus UPI di Cibiru melalui penerapan salah satu model yaitu Work-Based Learning (WBL). Penelitian sebelumnya menunjukkan keefektifan WBL untuk mempersiapkan seseorang sebelum memasuki dunia kerja. Namun, penerapan WBL pada calon guru PAUD perlu dikaji lebih lanjut, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penerapan, manfaat, dan tantangan model WBL pada mahasiswa calon guru PAUD Kampus UPI di Cibiru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi WBL telah dilaksanakan dalam beberapa bentuk dan telah memberikan manfaat berupa keterampilan praktis, kesadaran karir, dan jaringan profesional. Meski efektif, koordinasi dengan mitra dan kesiapan mahasiswa adalah tantangan utama yang perlu diatasi. Komunikasi dengan mitra dan dukungan kepada mahasiswa penting untuk mendorong kesuksesan implementasi WBL
PERSPEKTIF GURU DAN ORANG TUA MENGENAI EDUKASI SEKS (SEX EDUCATION) UNTUK ANAK USIA DINI KHANSA AZ ZAHRA; Leli Halimah; Muh. Asriadi AM
KREATIF: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 1 No. 2 (2023): November
Publisher : Universitas Terbuka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33830/kreatif_jpaud.v1i2.6713

Abstract

Early childhood children aged 0-6 years have the right to receive sex education according to their developmental stages. Sex education for young children can be taught through familiarization with shame, the differences between men and women, the function of body parts, and how to protect themselves from other people. This qualitative case study research aims to analyze social issues from teachers' and parents' perspectives regarding sex education descriptively. The research respondents were teachers and parents in Bandung Regency. This research uses a descriptive qualitative approach with qualitative data analysis techniques Miles and Huberman. The results of the research discussion show that teachers and parents already know the importance of sex education for young children. However, a simple understanding still starts from instilling shame in children. The solution for teaching sex education in early childhood is to provide sufficient knowledge and credible information so that children receive sex education experiences according to their developmental stages. The usefulness of this research is aimed at educators, parents, education experts, and other researchers who are interested in sex education for early childhood. Keywords: Teacher and parents’s perspective, sex education, early childhood