p-Index From 2021 - 2026
8.932
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

BADOA NINIK MAMAK DALAM ADAT PERNIKAHAN DI KECAMATAN KUANTAN MUDIK KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Mairika Purnama; Yuliantoro Yuliantoro; Asyrul Fikri
JURNAL RANDAI Vol. 2 No. 2 (2022): January
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.478 KB) | DOI: 10.31258/randai.2.2.p.54-61

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Kuantan Mudik Kabupaten Kuantan Singingi pada Oktober 2021 sampai dengan selesai. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas dan untuk mengetahui lebih jauh apa itu Badoa Ninik Mamak dalam acara adat istiadat pernikahan di daerah tersebut. Dimana Ninik Mamak mempunyai tugas dan tanggung jawab atas anak kemenakannya yang memilik peran sebagai tempat berunding bagi anak kemenakannya, mengeluarkan surat izin pernikahan serta menduduki acara pesta. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pegumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara serta dokumentasi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Badoa Ninik Mamak merupakan salah satu acara yang dilakukan untuk Berdoa bersama sebagai berkat atau doa untuk kebaikan dalam hubungan pernikahan antara mempelai pria dan wanita dan acara ini dilakukan secara turun temurun, jika dalam pernikahan tidak ada Badoa Ninik Mamak, maka dapat dipertanyakan kondisi pernikahannya.
Penerapan Model Kooperatif Tipe Jigsaw Berbasis Nilai Multikultural untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Sejarah Siswa Kelas XI IPS 2 SMAN 1 Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan Dorasi Br Hutapea; Ahmal Ahmal; Yuliantoro Yuliantoro
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.266 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5926

Abstract

Keaktifan belajar siswa merupakan salah satu unsur dasar yang paling penting bagi keberhasilan proses pembelajaran, didalamnya berisi aktivitas peserta didik melalui berbagai interaksi dan pengalaman belajar di kelas, Guru dituntut agar memiliki kemampuan dalam mengelola pola pengajaran dengan menggunakan atau menerapkan model-model pembelajaran yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Untuk mengetahui aktivitas guru dengan penggunaan model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw berbasis nilai multikultural dalam pembelajaran sejarah di SMAN 1 Pangkalan Lesung Kabupaten pelalawan, (2) Untuk mengetahui aktivitas siswa dalam pembelajaran sejarah dengan diterapkannya model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw berbasis nilai multikultural di SMAN 1 Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan, (3) Untuk melihat perkembangan nilai multikultural siswa SMAN 1 Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan, (4) Untuk melihat keaktifan siswa pada mata pelajaran sejarah setelah diterapkannya model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw berbasis nilai multikultural di SMAN 1 Pangkalan Lesung Kabupaten Pelalawan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi kelas XI IPS 2 SMAN 1 Pangkalan Lesung. Teknik analisis data menggunakan lembar observasi guru, lembar observasi siswa, lembar observasi nilai multikultural siswa dan lembar observasi keaktifan belajar siswa. Prosedur penelitian ini terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keaktifan belajar siswa setelah di terapkannya model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw berbasis nilai multikultural, dengan jumlah skor aktivitas guru siklus I mencapai skor 29 dengan kategori Baik, aktivitas guru pada siklus 2 mencapai skor 36 dengan kategori Sangat Baik. aktivitas belajar siswa pada siklus 1 mencapai skor 687 dengan kategori Baik dan pada siklus 2 aktivitas belajar siswa mencapai skor 841dengan kategori Sangat Baik. Nilai multikultural siswa siklis I mencapai skor 616 dengan kategori Cukup Baik dan pada siklus II mencapai skor 756 dengan kategori Baik. Sedangkan keaktifan belajar siswa pada siklus 1 mencapai 37,78% dan siklus 2 mencapai 76,96% dan sudah memenuhi kategori tinggi dengan indikator keberhasilan 75%.
Kecintaan Batik Daerah Sebagai Tren Fashion Budaya Masyarakat Kuantan Singingi Yuliantoro; Iqbal Septama Yuda; Hafif Zulkhairi; Nabila; Alya Putri Meirinda; Tasya Amajirah; Zulpines Indira Putri; Wahyu Ningsih; Nadia Handayani; Walzumni; Azhari Resta Eriansa
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 6 (2022): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v2i6.377

Abstract

Batik is a cultural heritage of Indonesian traditional artwork that has been recognized worldwide. Almost every region in Indonesia has regional batik that has its own characteristics, including Kuantan Singingi Regency. Batik Kuansing through the love of regional batik can be developed into a fashion trend that contains cultural values of the community. From this reason the author describes a little how efforts are made as a form of love for regional batik so that it can develop into a cultural fashion trend of the Kuantan Singingi community. the method used is a qualitative approach in collecting sources through observation, interviews, and literature related to the love of regional batik as a cultural fashion trend of the community. The purpose of this article is to review and find out more about how the form of love for regional batik as a cultural fashion trend of the Kuantan Singingi community will be published as general information to provide broad public knowledge. As a result, Batik Kuansing as a regional batik can develop into a cultural fashion trend of the community. This can be realized if all parties, namely, the community, the younger generation, the local government, and the batik KUB can work together by making efforts to increase the love of regional batik and cultivate the use of regional batik so that it develops into a cultural fashion trend of Kuantan Singingi society.
HUBUNGAN SEJARAH PERKEMBANGAN NAHDLATUL ULAMA DENGAN MASYARAKAT DAERAH TRANSMIGRASI DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI (1981-2019) Ahmad Faujiyanto; Isjoni Isjoni; Yuliantoro Yuliantoro; Bedriati Ibrahim
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 6 No. 2 (2021): Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v6i2.1895

Abstract

Nahdlatul Ulama merupakan salah satu Ormas Islam terbesar yang ada di Indonesia, berdiri pada 31 Januari 1926 M atau bertepatan dengan 16 Rajab 1344 H. Penelitian ini membahas hubungan antara perkembangan Nahdlatul Ulama dengan peran masyarakat transmigrasi di Kabupaten Kuantan Singingi, yang merupakan salah satu bagian dari Provinsi Riau di Pulau Sumatera.. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian sejarah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi pustaka. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian ini adalah awal mula masyarakat mengenal transmigrasi mengenal Nahdlatul Ulama adalah ketika masih di Pulau Jawa, hal ini ditandai dengan pelaksanaan amaliyah yang sesuai dengan kebiasaan warga Nahdliyin. Peran masyarakat terhadap perkembangan Nahdlatul Ulama adalah dalam proses pembentukkan Nahdlatul Ulama sebagai sebuah organisasi, peran lainnya yaitu dalam dakwah dan pendirian lembaga pendidikan. Perkembangan Nahdlatul Ulama dari tahun 1981 hingga 2019 cukup pesat, hal ini dapat dilihat dari kegiatan dan program yang ada. Tantangan dalam perkembangan Nahdlatul Ulama adalah dalam hal administrasi, dan pengaruh globalisasi. Dampak dengan adanya Nahdlatul Ulama di daerah transmigrasi terhadap masyarakat yaitu dalam bidang pendidikan, sosial budaya, dan kepemudaan.
LEVEL OF EFFECTIVENESS OF BLENDED LEARNING IN HISTORY LEARNING Yuliantoro Yuliantoro; Supentri Supentri
Pasundan International of Community Services Journal (PICS-J) Vol. 4 No. 2 (2022): Volume 04 Number 02 December 2022
Publisher : LPM Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/picsj.v4i2.6510

Abstract

Continuity of the learning process important for Keep going going on in order what to be destination education in a country this could achieved according to the statutory mandate that is educate life nation. So our all attempted look for proper formulation in usage method teaching Up like this. One of the learning models that can applied through based media use technology is a blended learning model. Learning blended learning is a environment designed learning with unite learning stare advance (face to face) with purposeful online learning for increase results study participant educate. Method use Approach use method quantitative description, in collection data source through questionnaires and interviews as well as study literacy reference journals and books that discuss implementation learning blended learning. Destination from results study this is a analysis simple to level effectiveness blended learning in learning history. Based on results according to criteria evaluation that results this can taken conclusion that implementation learning history in a manner blended learning can walk good so that combined implementation learning conventional and modern with technology present need cultivated because give challenges and skills students and lecturers in the learning process in the lectures. Blended learning is one approach to be one solutive solution because it really helps in continuity learning in institutions education . This also happens _ in learning campuses that apply blended learning. The role of digital based materials at first only used as crutch, will but now already changed Becomes Theory always important involved in learning good in a manner stare advance or online. With so that blended learning already run in learning on campus is solution best moment this, so past learning very giving positive impact in continuity learning on campus.
Sejarah Islamisasi Di Kabupaten Rokan Hulu Provinsi RiauSejarah Islamisasi Di Kabupaten Rokan Hulu Provinsi RiauSejarah Islamisasi Di Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau Yuliantoro Yuliantoro; Asyrul Fikri; Putri Syafira
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 6 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i6.9083

Abstract

Kabupaten Rokan Hulu merupakan salah satu wilayah tempat proses islamisai di masa lampau hingga kini menjadi sebutan negeri seribu suluk . Tujuan penelitian ini mengetahui awal perkembangan islam serta penyebaran Islam di Rokan Hulu. Metode dalam penelitian ini adalah Penelitian Kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data melalui kajian pustaka yaitu hasil analisa berbagai informasi konseptual serta data-data kualitatif maupun kuantitatif dari berbagai artikel ilmiah yang terpublikasi sebelumnya. Hasil dan pembahasan dari penelitian ini adalah. Rokan Hulu di masa lampau masih zaman kerajaan berdekatan Sumatera Utara yaitu Barus, kedekatan menjadi faktor masuknya pedagang Islam, menggunakan transportasi air merupakan transport utama yang menyusuri hulu Sungai Rokan sampai ke daerah Tapanuli Selatan. Maka ada teori Islamisasi Riau dari jalur Barus ini sebuah teori dapat dibuktikan melalui penelusuran jaringan ulama Barus dan Riau yaitu teori barus terjadi interaksi dan proses dakwah Islam di daerah Rokan Hulu. Pada masa ini Islam berkembang pesat di sepanjang Sungai Rokan, disiarkan oleh muballigh-muballigh Islam yang diperkirakan datang dari Aceh yakni Kerajaan Samudera Pasai. Akibat pergolakan kolonial menyebabkan banyak ulama dan keluarga kerajaan hijrah meninggalkan Pasai menuju Rokan. Pada masa inilah kemungkinan negeri-negeri di Rokan di Riau pada umumnya banyak menganut Islam. Pengembangan Islam khususnya di kerajaan-kerajaan telah dikembangkan oleh penguasa-penguasa kerajaan dan muballigh-muballigh atau tokoh agama, kadi yang ada di kerajaan tersebut. Proses masuknya Islam ke Rokan Hulu juga melalui perdagangan jalur yang digunakan ketika itu melalui Bukit Barisan. Hal ini diprediksi bahwa Riau dikenal sebagai penghasil lada dan rempah-rempah . Berkaitan dengan Islamisasi Riau, maka akan muncul berbagai dampak bagi masyarakat Rokan Hulu kedatangan agama Islam membawa perubahan bagi kehidupan masyarakat Rokan Hulu karena terjadi penyatuan dua budaya yakni budaya yang datang dan budaya yang menyambut.
Tradisi Pernikahan Adat Masyarakat Desa Tanjung, Kecamatan Koto Kampar Hulu Kabupaten Kampar, Riau Lili Rahma Yuni; Yuliantoro Yuliantoro; Asyrul Fiqri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.684 KB) | DOI: 10.31004/innovative.v1i2.68

Abstract

Indonesia sangat terkenal dengan keanekaragaman budaya, Salah satunya pada tradisi atau adat pernikahan. Pernikahan merupakan sebuah kegiatan yang melangsungkan perjanjian yang sakral sebagai pengikat supaya menjadikan hubungan yang sah antara laki-laki dan perempuan. Pernikahan juga sebagai pembentuk keluarga baru yang penuh cinta dan kasih sayang serta aman dan damai sesuai ketentuan yang diridhoi allah SWT. Pernikahan adat pada setiap daerah Indonesia pasti berbeda-beda, contohnya adat pernikahan pada masyarakat desa Tanjung. Masyarakat desa Tanjung memiliki tradisi pernikahan yang sangat sakral yaitu tradisi tersebut merupakan warisan nenek moyang mereka. Tujuan penulisan artikel ini supaya mampu mendeskripsikan bagaimana tahap-tahap tradisi pernikahan masyarakat desa Tanjung. Metode yang digunakan kualitatif dengan melakukan analisis sederhana secara observasi dan wawancara. Hasil dari penulisan artikel ini adalah mengetahui tahap-tahap tradisi pernikahan masyarakat desa Tanjung. Masyarakat desa Tanjung melakukan beberapa tahapan yaitu tahap yang pertama, sebelum acara pernikahan diantaranya (1) Perkenalan, (2) Bertunangan (Meminang), (3) Menengok cincin (Memperlihatkan cincin), (4) Memanggil niniok mamak (Kepala suku). Tahap yang kedua, sesudah acara pernikahan diantaranya (1)Akad nikah, (2) Baralek, (3) Berarak.
Eksistensi Kelenteng Hoo Ann Kiong sebagai Objek Wisata Budaya di Kabupaten Meranti Cindy Ratnasari; Yuliantoro Yuliantoro; Asyrul Fikri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.151 KB) | DOI: 10.31004/innovative.v1i2.88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Eksistensi Kelenteng Hoo Ann Kiong Sebagai Objek wisata Budaya di Kabupaten Meranti. Sejalan dengan tujuan penelitian tersebut maka dalam metode penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan didukung sumber informasi dari buku dan jurnal. Subjek dalam penelitian ini adalah pengurus kelenteng dan beberapa tokoh masyarakat. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelenteng Hoo Ann Kiong atau dikenal sebagai Vihara Sejahtera Sakti merupakan bangunan bersejarah sekaligus sebagai Cagar Budaya yang ada di kota Selatpanjang Kabupaten Meranti. Keberadaan bangunan ini membawa pengaruh besar bagi Kabupaten Meranti khususnya sebagai Objek wisata. Dilihat dari puncak perayaan Tahun Baru Imlek, Klenteng Hoo Ann Kiong menjadi sasaran bagi wisatawan maupun warga Tionghoa untuk melakukan peribadatan serta kegiatan keagamaan, baik yang berasal dari daerah lokal maupun mancanegara. Sehubungan dengan itu Kelenteng Hoo Ann Kiong juga memiliki suatu keunikan serta keindahan dari segi arsitekstur dan kontruksinya. Kemudian juga didukung oleh potensi tradisi kebudayaan lainnya. Serta mempunyai nilai-nilai histori yang terkandung di dalamnya.
Eksistensi Museum Sultan Syarif Qasim sebagai Objek Wisata Sejarah Budaya Melayu di Kabupaten Bengkalis Sri Oktavia; Yuliantoro Yuliantoro; Asyrul Fikri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.94 KB) | DOI: 10.31004/innovative.v1i2.90

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi Museum Sultan Syarif Qasim sebagai objek wisata sejarah budaya melayu di Kabupaten Bengkalis. Penghimpunan data diperoleh dari teknik observasi, wawancara, kegiatan dokumentasi isi museum, dan didukung sumber informasi dari buku dan jurnal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan analisis sederhana. Subjek dalam penelitian ini adalah pengelola museum dan masyarakat sebagai pengunjung. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa koleksi yang ada didalam museum Sultan Syarif Qasim ini sangat beragam dan terjaga. Koleksi – koleksi isi museum berisi benda – benda peninggalan sejarah Sultan Siak yang kental dengan budaya melayu. Namun, keberadaan Museum Sultan Syarif Qasim sebagai tempat objek wisata budaya dan sejarah masih belum diperhatikan dan mendapat antusiasme masyarakat luas, terlihat dari jumlah pengunjung yang sangat minim.
Pulau Galang Sebagai Pulau Kemanusiaan Elisa Elisa; Yuliantoro Yuliantoro; Asyrul Fikri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 1 No. 2 (2021): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.816 KB) | DOI: 10.31004/innovative.v1i2.91

Abstract

Pulau Galang merupakan suatu wilayah yang berada di kota Batam. Dahulu Pulau Galang digunakan sebagai tempat penampungan tentara Jepang sebelum dipulangkan kenegaranya 1945. Kemudian, pulau ini digunakan sebagai tempat pengungsi warga Vietnam yang terdampar akibat perang saudara di negaranya. Kemudian, pemerintah kota Batam menjadikan tempat ini sebagai tempat wisata. Namun, sejak adanya pendemi Corona, wilayah ini digunakan sebagai rumah sakit penanganan pandemi. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode sejarah yang dapat diartikan sebagai metode penelitian dan penulisan sejarah dengan menggunakan metode, prosedur atau teknik yang sistematis sesuai dengan kaidah dan kaidah ilmu sejarah. Kemudian, diharapkan dengan penelitian ini memperoleh informasi tentang Pulau Galang yang memiliki banyak peran dalam sejarahnya
Co-Authors adiva septiara Agusti Yuni Yanti Ahmad Faujiyanto Ahmal Ahmal Ahmal Ahmal Ahmal, Ahmal ahmal, ahmal Alkis Saputra Alya Putri Meirinda Andini Salina Apik Budi Santoso Apik Budi Santoso Ari Prayoga Asyrul Fiqri Athira Agustin Auralita Ayub Dt, Arbaaz Azhari Resta Eriansa Azru Raihani Satifa Damanik Bedriati Ibrahim Bedriati Ibrahim Bima Maulana Putra Bonita Padang Bonita Padang Bunari Bunari Bunari, Bunari Bunari, Bunari Cindy Ratnasari Dea Nanda Sartika Delka Yuni Zahra Desi Asmarianti Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Mutiara Sari Dian Andriani Dorasi Br Hutapea Elisa Elisa Elta Andea Fera Andini Fikri, Asyrul Hafif Zulkhairi Hari Darmansyah Hartini, Hafshah Hendriadi Saputra Idzni Indah Puspa Sari Intan Almadina Iqbal Septama Yuda Ishak, Isjoni Isjoni Isjoni Isjoni Isjoni Jumili Arianto Kamaruddin Kamaruddin Lia Anggraini Lili Rahma Yuni M. Yogi Riantama Mahdatul Hilda Mairika Purnama Misrulina Misrulina Musni Hidayah Putri Mutia Hafizah Nabila Nadia Handayani Nadira Nurul Atika Nadya Wulan Dhari Negara, Chandra Perwira Nur Rahmawati Busyro Nuraina, Nuraina Patricia Endah Septiana Perwira Negara, Chandra Prayoga, Ari Putri Syafira Refli Surya Barkara Riantama, M. Yogi Ridho M. Salam Rini Selvia Rosita Manalu Roza Puspita Sari Saidina, Alvita Mayu Saka Mahardika Otav Nugraha Salsabila, Unik Hanifah Santa Yunita Br. Lubis Sari, Syindi Puspita Satria Bulkis Selfi Husvina Separen, Separen Shakila Mayval Siti Khairiyah Sri Oktavia Sri Supitri Romdania Sukmana, Meila Dita Supentri Suroyo Suroyo Suroyo Susan Fakhirah Tambun, Frengki Krisyonalvin Halomoan Tasya Amajirah Thriwaty Arsal Thriwaty Arsal Vinni Septri Wahdini Viora Salsa Puja Wahyu Ningsih Wahyuni, Nuriyah Walzumni Warsani, Henki Yanuar Al Fiqri Zahirman, Zahirman Zulpines Indira Putri