p-Index From 2021 - 2026
8.932
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai dan Makna Sejarah Baju Kurung Labuh Sebagai Baju Adat Khas Riau Ari Prayoga; Bunari Bunari; Yuliantoro Yuliantoro
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.782 KB)

Abstract

Indonesia memiliki begitu banyak keberagaman, baik itu keberagaman pada suku, bahasa daerah juga kebudayaan dan adat istiadat tempatan, salah satu kebudayaan yang ada adalah budaya dalam berpakaian. Baju kurung labuh adalah baju kurung khas Riau yang dipakai kaum perempuan Melayu, memiliki arti mengurung yang memakainya, baik mengurung dalam Adat juga dalam Syariat, baju kurung ini biasanya dipakai pada upacara adat, acara resmi, juga pakaian harian. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu 1) Untuk mengetahui bentuk, warna, dan motif Baju Kurung Labuh Khas Riau, 2) Untuk mengetahui nilai, makna dan filosofi dalam bentuk, warna, dan motif Baju Kurung Labuh, 3) Untuk mengetahui peran pemerintah dalam melestarikan Baju Kurung Melayu khas Riau. Pada penelitian ini penulis menggunakan metode Kualitatif. Baju Kurung Labuh adalah pakaian Melayu yang khususnya dipakai oleh kaum perempuan, baju kurung labuh ini sudah ada pada zaman kerajaan-kerajaan yang ada di Riau, salah satunya adalah kerajaan Siak Sri Indrapura, pada masa kerajaan baju kurung labuh ini dikenakan oleh istri raja serta anggota keluarga kerajaan, bahkan bisa dipakai oleh masyarakat luas akan tetapi penggunaan warna dan aksesoris seperti tanjak dan kain pada pakaian disesuaikan dengan aturan adat yang ada. Baju kurung labuh ini juga terkandung makna dalam bentuk pakaiannya, yakni makna mengurung orang yang memakainya agar terhindar dari aib dan malu, juga dari fitnah dan malapetaka.
MODEL INTERAKSI FANGIRLING TERHADAP PERILAKU SIMULAKRA PESERTADIDIK MAN 2 KOTA SEMARANG Saka Mahardika Otav Nugraha; Yuliantoro; Auralita; Idzni
JURNAL RANDAI Vol. 3 No. 2 (2023): Juli
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/randai.3.2.p.40-49

Abstract

Model interaksi yang dilakukan oleh para pesertadidik atau biasa disebut Fangirling memiliki perilaku interaksi melalui media sosial. Perilaku akses media sosial membentuk konsep simulakra bahwa fangirling bisa bebas berimajinasi dengan simulasi lewat media sosial idola yang di idolakan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perilaku fangirling terhadap perilaku belajar di sekolah pesertadidik MAN 2 Kota semarang. Simulakra yang dilakukan pesertadidik sejauhmana mereka mengidolakan dengan imajinasi simulasi. Penelitian ini merupakan jenis kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan kajian referensi tentang model interaksi yang dilakukan pesertadidik MAN 2 Kota Semarang sebagai fangirling terhadap perilaku simulakra. Hasil data penulisan menunjukan model komunikasi fangirling terhadap pendidik memberikan stimulus terhadap pendidik yang menyisipkan pembelajaran dengan konten K-pop fangirling.
Enhance Historical Source Analysis with Muara Takus Temple's Local History E-Modules Asyrul Fikri; Bunari Bunari; Yuliantoro Yuliantoro
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 8, No 6: JUNE 2023
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v8i6.24689

Abstract

The purpose of this study is to determine how well high school students' reading comprehension and ability to analyse historical materials are improved by the Muara Takus Temple local history e-module. A quasi-experimental design with a pretest-post-test control group was the study methodology employed. Students from SMA Negeri 1 Bangkinang made up the 56-person sample for the study. The experimental group, which utilized the e-module, and the control group, which did not use the e-module, were the two groups formed from the research sample. Both a pre-test and a post-test were used to gather data. Data analysis using the t-test revealed that, in comparison to the control group, the experimental group significantly improved its capacity for evaluating historical materials (p-value = 0.001 <0.05). Thus, it was determined that the utilization of Candi Muara Takus' local history e-module had a substantial impact on students at SMA Negeri 1 Bangkinang's ability to read and analyse historical texts. The study's conclusion is that the local history e-module has the potential to help students become more proficient readers and analysts of historical materials. This demonstrates the necessity of integrating technology into history instruction to improve students' analytical abilities and get them ready to comprehend history more fully.
Persepsi Siswa Tentang Eksistensi Museum Sang Nila Utama Dalam Pembelajaran Sejarah Di Smk Negeri 2 Pekanbaru Bonita Padang; Isjoni Isjoni; Yuliantoro Yuliantoro
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 9 No 15 (2023): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.8200815

Abstract

This study aims (1) to determine the conditions of history learning at SMK Negeri 2 in terms of the sources used. (2) To find out the existence of the Sang Nila Utama Museum in supporting student history learning at SMK Negeri 2 Pekanbaru. (3) To find out students' perceptions about the existence of the Sang Nila Utama Museum in history learning at SMK Negeri 2 Pekanbaru. Data were collected through observation, interviews and documentation studies. In this study the authors used data analysis techniques provided by Miles and Huberman, namely 3 components of analysis, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions and verification. History learning at Vocational High School (SMK) Negeri 2 Pekanbaru is going well and effectively. The Sang Nila Utama Museum can be a very useful source of history learning for students at school. The results of this study concluded that the perceptions of students at SMK Negeri 2 Pekanbaru about the existence of the Sang Nila Utama Museum are known to mean that students have positive perceptions which means they are quite good. Students argue that the existence of the Sang Nila Utama museum makes learning history more interactive and not boring.
Pendidikan Wawasan Tradisi Melalui Peran Niniak Mamak Dalam Adat Masyarakat Yuliantoro Yuliantoro; Dewi Liesnoor Setyowati; Thriwaty Arsal; Apik Budi Santoso
Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berangkat dari sikap prihatin melihat semakin pudarnya nilai-nilai tradisi daerah disebabkan tergerusnya zaman yang semakin modern tetapi generasi yang ada tidak lagi berpijak dari nilai-nilai adat yang ada untuk mengatur kehidupannya. Dari alasan ini bagaimana peran unsur adat untuk dijadikan solitaladan masyarakat dalam berbuat dan bertindak. Metode mengunakan pendekatan kualitatif, dalam pengumpulan data melalui observasi dan wawancara serta kajian literasi referensi jurnal dan buku yang membahas peran niniak mamak dalam adat masyarakat. Tujuan adalah mengulas dan mengetahui lebih jauh apa itu peran niniak mamak dalam adat istiadat masyarakat. Hasilnya dimana niniak mamak mempunyai peran berdasarkan tugas dan tanggung jawab atas anak kemenakannya yang memilik peran sebagai tempat berunding bagi anak kemenakannya dan pemerintah kanogerian sehingga tradisi terus terjaga dan diwariskan secara baik. Tradisi peran niniak mamak, salah satunya merupakan tugas dalam acara pernikahan contoh doa kepada dua mempelai agar dapat nilai berkah dari doa niniak mamak untuk kebaikkan dalam hubungan pernikahan kedepannya, hal ini dilakukan secara turun temurun dalam tradisi masyarakat Kuantan Singingi.
The Baladang System Is Environmental Education Based on Local Wisdom Yuliantoro Yuliantoro; Dewi Liesnoor Setyowati; Thriwaty Arsal; Apik Budi Santoso
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 9 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

It is undeniable that the challenges of the development of science and technology in agriculture also have a negative effect on humans. Agricultural problems in farming systems instead of increasing agricultural production, people tend to use chemical pesticides, which affect environmental damage and decrease soil quality and even disrupt human health. This study uses a descriptive qualitative approach to answer the research objectives; The problem of environmental damage due to the community's farming system, and the value of baladang local wisdom in maintaining soil fertility in agricultural patterns. Description of research results; 1). Problems in the pattern and system of rice farming in the Kuantan Singingi community, the majority of people use pesticides, so that the level of soil fertility is maintained, it is necessary to have rules approved by members of the national adat community. The effects of the use of pesticides disrupt soil fertility, the environment is polluted when pesticides are used in large quantities even for a long period of time, and the level of human health, especially farmers, when spraying rice plants is even harmful to the health of all living things. 2). Baladang's local artistic value is a pattern of community agriculture that seeks to balance the natural environment with humans by stopping for a moment in cultivating rice with interludes of buffalo grazing in the fields when the rice harvest is finished. This tradition has long been agreed upon in the agricultural system of the national society. The process of raising buffalo is also in groups so that when the buffalo are released together there are indeed a lot of buffalo so that the buffalo dung and urine are also one of the media to enrich the soil again after the harvest season is over. The traditions of this community are also maintained and preserved in the midst of today's developments. This is in line with the fact that the environmental problems faced by humans are actually human life itself, namely a life that is full of simplicity and actions that do not prioritize greed, so that nature will be protected by humans. The real behavior carried out by the community is local wisdom as a view of life in protecting the environment. The view of life that has been carried out by the community if carried out widely will become environmental education for the entire wider community.
DEVELOPMENT OF MULTICULTURALISM ON ETHNIC AND RELEGION IN INDONESIA: PERKEMBANGAN MULTIKULTURALISME PADA ETNIS DAN AGAMA DI INDONESIA Suroyo; Bima Maulana Putra; Yuliantoro; Bedriati Ibrahim
Santhet: (Jurnal Sejarah, Pendidikan Dan Humaniora) Vol 7 No 1 (2023): Santhet : Jurnal Sejarah, Pendidikan, dan Humaniora
Publisher : Proram studi pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/santhet.v7i1.2716

Abstract

Multiculturalism is a phrase that refers to people's viewpoints on the world's diversity, as well as cultural policies that promote acceptance of difference. Diversity in life is an unavoidable condition, as proven by the facts mentioned above Indonesia. Hostilities had arisen across almost the whole territory of the Unitary State of the Republic of Indonesia at this time, signifying a range of differences. To attain true peace, a modern-day paradigm of ethnic and religious diversity, with a focus on religious pluralism in Indonesia, must be constructed. Using a descriptive qualitative approach and library research methodology with data collection technique, this study will collect information about books important to core intercultural education principles. Indonesian society has existed from the dawn of time. During this multicultural nation's life, our nation is engaged in a large and long-term undertaking to reestablish the spirit of oneness in diversity. Bhinneka Tunggal Ika isn't just an abstract principle here; it's also a shared respect of togetherness and pluralism. Nationality is more than a combination of bloodshed and residence. The goal of this document format, which is a documentation research technique, is to collect numerous references in the form of books, articles, documents, and other materials related to the fundamental principles of ethnic and religious multiculturalism in Indonesia. Gaining cultural understanding and ethnic literacy does not always imply that attitudes of racism, prejudice, and discrimination are abolished, and this approach undervalues the huge significance of racism. Individuality and group diversity will be stressed in educational practices, which will be vulnerable and culturally sensitive, and will consider all points of view and values to be equal. The popular belief is that the saying "Bhinneka Tunggal Ika" is only a slogan, but variety is a reality.
Destinasi Wisata Air Terjun Pongkar Terhadap Eksistensi Pariwisata Tanjung Balai Karimun Susan Fakhirah; Yuliantoro Yuliantoro; Asyrul Fikri
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v2i1.285

Abstract

Latar belakang: Tanjung Balai Karimun merupakan suatu pulau kecil yang terdapat di provinsi Kepulauan Riau Indonesia. Tanjung Balai Karimun memiliki berbagai macam kebudayaan dan juga destinasi wisata yang sangat menarik perhatian wisatawan. Salah satu destinasi wisata tersebut adalah Air Terjun Pongkar. Tentu saja di setiap destinasi wisata memiliki sejarahnya tersendiri. Pada jurnal kali ini penulis akan menjelaskan mengenai Sejarah Destinasi Wisata Air Terjun Pongkar Tanjung Balai Karimun Terhadap Eksistensi Pariwisata. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk memberi informasi kepada pembaca mengenai sejarah dari salah satu destinasi wisata Tanjung Balai Karimun yaitu Air Terjun Pongkar dan eksistensi dari destinasi wisata tersebut, mengupas sejarah dari Air Terjun Pongkar dan menganalisis eksistensi dari destinasi wisata Air Terjun Pongkar. Metode penelitian: Adapun metode atau pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Hasil penelitian: Air Terjun Pongkar merupakan satu-satunya Air Terjun yang ada di Kabupaten Karimun. Air Terjun Pongkar sudah ada sebelum tahun 1960. Air Terjun Pongkar ini pertama kali digunakan oleh orang-orang Belanda yang singgah ke pulau Karimun saat itu untuk tempat pemandian mereka. Konon katanya bangunan-bangunan yang berada di Air Terjun Pongkar merupakan buatan orang-orang Belanda. Oleh karena itu, bangunan-bangunan tersebut sangat kokoh. Bangunan-bangunan tersebut merupakan tempat para Datuk yang dipuja oleh beberapa masyarakat Tanjung Balai Karimun dan para wisatwan dari Singapura dan Malaysia. Kesimpulan: Air terjun ini sudah banyak kali dilakukan pemugaran untuk memperindahnya menjadi destinasi wisata yang menarik perhatian wisatawan yang berdatangan. Aliran air terjun ini berasal dari Gunung Jantan. Air Terjun Pongkar ini berbeda dengan air terjun pada umumnya. Biasanya air terjun memiliki debit air yang besar mengalir dari tebing yang cukup tinggi. Berbeda dengan air terjun pongkar yang memiliki debit air yang kecil dan mengalir dari tebing yang tidak terlalu tinggi. Namun para wisatawan tetap dapat merasakan keasrian serta keindahan dari air terjun ini karena letaknya di dalam hutan yang masih asri.
Studi Tentang Kompleks Makam Raja Rambah, Desa Kumu, Kabupaten Rokan Hulu Yulian Toro; Intan Almadina
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v2i1.288

Abstract

Latar belakang: Makam Raja Rambah ini berada di Desa Kumu. Berdasarkan jalan provinsi kita akan masuk ke dalam area makam dengan jarak sekitar 100 dengan melewati jalan semenisasi. Dahulu daerah makam Raja-Raja Rambah ini adalah tempat tinggal para petinggi kerajaan rambah. Makanya di daerah ini, terdapat makam Raja-Raja Rambah. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk penyelesaian tugas mata kuliah praktikum sejarah yang mengangkat tentang situs sejarah lokal. Metode penelitian: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif-kualitatif yang dilakukan pada situs makam kuno raja-raja rambah Desa Kumu Kabupaten Rokan Hulu. Hasil penelitian: Pemakaman ini merupakan kompleks pemakaman raja-raja Rambah yang kedua. Lokasi pertama berada di Kampung Rambahan Tanjung Beling. Mulai pindah diperkiraakan awal tahun 1800-an. Kompleks pemakaman ini dulunya berada dalam kompleks istana Kerajaan Rambah yang berada di pinggir sungai Rokan Kanan dengan jarak sekitar 250 meter dari jalan raya Pasir Pangarayan - Dalu-Dalu dengan jalan menuju lokasi pemakaman sudah di tembok. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan makam raja raja rambah dapat ditempuh dari ibukota Kabupaten Rokan Hulu dengan jarak 9 kilometer. Makam ini berada di Desa Kumu.
Sejarah dan Kemistisan Batu Besar di Tanjung Balai Karimun Fera Andini; Yuliantoro Yuliantoro; Asyrul Fikri
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v2i1.290

Abstract

Latar belakang: Kabupaten Karimun adalah salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Tepatnya letak ibu kotanya adalah di Tanjung Balai Karimun. Di Tanjung Balai Karimun banyak sekali tempat-tempat bersejarah yang salah satunya adalah Batu Besar. Batu Besar bukan hanya sekedar tempat bersejarah, melainkan tempat sejarah yang ada mistisnya. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengupas dan mengetahui sejarah Batu Besar di Tanjung Balai Karimun dan untuk mengetahui kemistisan yang ada di Batu Besar. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode deskriptif, metode penelitian sejarah, data primer, wawancara, teknik observasi, dan teknik dokumentasi. Hasil penelitian: Hasil dari penelitian ini adalah orang pertama kali yang menginjakkan kakinya di Tanjung Balai Karimun, tepatnya di Batu Besar adalah H. Ibrahim. Selain itu juga banyak kejadian-kejadian mistis di Batu Besar tersebut. Kesimpulan: Batu Besar yang ada di Tanjung Balai Karimun tepatnya di Kecamatan Tebing memiliki sejarah tersendiri, yaitu sekitar 160 tahun yang lalu orang yang pertama kali menjejakkan kaki di daerah Batu Besar adalah H. Ibrahim berasal dari keturunan Sultan Abdul Hamid Khan dari India. Asal nama Karimun berasal dari Batu Besar yang diberikan oleh Sultan Abdul Hamid Khan.
Co-Authors adiva septiara Agusti Yuni Yanti Ahmad Faujiyanto Ahmal Ahmal Ahmal Ahmal Ahmal, Ahmal ahmal, ahmal Alkis Saputra Alya Putri Meirinda Andini Salina Apik Budi Santoso Apik Budi Santoso Ari Prayoga Asyrul Fiqri Athira Agustin Auralita Ayub Dt, Arbaaz Azhari Resta Eriansa Azru Raihani Satifa Damanik Bedriati Ibrahim Bedriati Ibrahim Bima Maulana Putra Bonita Padang Bonita Padang Bunari Bunari Bunari, Bunari Bunari, Bunari Cindy Ratnasari Dea Nanda Sartika Delka Yuni Zahra Desi Asmarianti Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Liesnoor Setyowati Dewi Mutiara Sari Dian Andriani Dorasi Br Hutapea Elisa Elisa Elta Andea Fera Andini Fikri, Asyrul Hafif Zulkhairi Hari Darmansyah Hartini, Hafshah Hendriadi Saputra Idzni Indah Puspa Sari Intan Almadina Iqbal Septama Yuda Ishak, Isjoni Isjoni Isjoni Isjoni Isjoni Jumili Arianto Kamaruddin Kamaruddin Lia Anggraini Lili Rahma Yuni M. Yogi Riantama Mahdatul Hilda Mairika Purnama Misrulina Misrulina Musni Hidayah Putri Mutia Hafizah Nabila Nadia Handayani Nadira Nurul Atika Nadya Wulan Dhari Negara, Chandra Perwira Nur Rahmawati Busyro Nuraina, Nuraina Patricia Endah Septiana Perwira Negara, Chandra Prayoga, Ari Putri Syafira Refli Surya Barkara Riantama, M. Yogi Ridho M. Salam Rini Selvia Rosita Manalu Roza Puspita Sari Saidina, Alvita Mayu Saka Mahardika Otav Nugraha Salsabila, Unik Hanifah Santa Yunita Br. Lubis Sari, Syindi Puspita Satria Bulkis Selfi Husvina Separen, Separen Shakila Mayval Siti Khairiyah Sri Oktavia Sri Supitri Romdania Sukmana, Meila Dita Supentri Suroyo Suroyo Suroyo Susan Fakhirah Tambun, Frengki Krisyonalvin Halomoan Tasya Amajirah Thriwaty Arsal Thriwaty Arsal Vinni Septri Wahdini Viora Salsa Puja Wahyu Ningsih Wahyuni, Nuriyah Walzumni Warsani, Henki Yanuar Al Fiqri Zahirman, Zahirman Zulpines Indira Putri