Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK AKAR PASAK BUMI (EURYCOMA LONGIFORA JACK) TERSTANDAR TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGIK TESTIS TIKUS WISTAR Condro Suro Miyarso; Tri Cahyani Widiastuti; Naelaz Zukhruf Wakhidatul Kiromah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 13, No 3 (2017): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v13i3.230

Abstract

The root of pasak bumi (Eurycoma longifolia, Jack) is one of plant from Indonesia known as aphrodisiac. The study about its standardized extract as aphrodisiac was show increasing libido, testosterone level, FSH and LH on male rats. This study was conducted to evaluate testosterone level and histopathological changes of the testes of male rats of standardized extract of pasak bumi root. There are 50 old male rats which ages 3-4 months old divided to five groups. Group I as negative control was administered aquadestilata. Group II as positive control was administered testosterone (Andriol®). Group III, IV and V ware given standardized extract of pasak bumi root at the dose 50, 100 and 200 mg/kg body weight Respectively. The extract was given orally twice a day for six days and forty nine days and then the testes was taken out on 7th and 50th day. The histopathological of the testes was evaluated using quantitative parameter by the presence of testes weight, number and diameter of Leydig cells. Testosterone level was taken on 7th and 50th day used ELISA method. The results were analyzed using parametric test, one way ANOVA (P<0,05), post hoc Dunnet (2-sided) (P < 0,05). The result of this study shows that the standardized extract of pasak bumi root was not effect on histopathological changes of the testes but it could increased the level of testosterone m at the dose 100 and 200 mg/kg body weight.  Key word : Eurycoma longifolia, Jack, aphrodisiac, histopathological testes testosteron
Tingkat Penggunaan dan Kesadaran Masyarakat dalam Konsumsi Obat Tradisional Di Wilayah Kerja Puskesmas Gombong Naelaz Zukhruf Wakhidatul Kiromah; Tri Cahyani Widiastuti; Yayu Krisdiyanti; Yusuf Kurniawan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan VOL 15, NO 1 (2019): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v15i1.331

Abstract

Bangsa Indonesia telah lama memanfaatkan tanaman sebagai sarana pengobatan. Obat tradisional merupakan suatu pengobatan yang memanfaatkan tanaman dimana tela digunakan dari secara turun menurun.Penggunaan obat tradisional secara umum dinilai lebih aman dibandingkan dengan obat modern. Akan tetapi hal tersebut tentu saja harus disertai dengan cara penggunaan obat tradisional yang tepat untuk menjamin manfaat dan keamanannya.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penggunaan dan kesadaran dalam konsumsi obat tradisional khusunya di wilayah kerja Puskesmas Gombong 2 yang terdiri dari 9 desa. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dan bersifat deskriptif yang menggunakan angket (kuisioner). Responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini sejumlah 242 orang. Karakteristik responden yang mengikuti penelitian ini adalah mayoritas perempuan  (59,50%), berpendidikan terakhir SD (33,47%), pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (33,06%). Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Gombong 2 yang memilih pengobatan dengan obat tradisional (42,97%), dasar pemilihan penggunaan obat tradisional bersumber dari teman, saudara dan tetangga sebesar 42,31%, dan semua responden merasakan manfaat serta khasiat dari obat tradisional. Dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat telah mengetahui keamanan obat tradisional (67,36%) akan tetapi sumber informasi didapatkan dari teman, saudara dan tetangga. Sehingga diperlukan kegiatan penyuluhan tentang manfaat dan keamanan serta penggunaan obat tradisional yang baik dan tepat.
MOUTHWASH FORMULATION OF ONION (ALLIUM CEPA L.) METHANOL EXTRACT FOR INHIBITING THE GROWTH OF STREPTOCCUS MUTANS BACTERIA Supriyanto, Sugeng; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul; Purwanti, Ery; Rahayu, Titi Pudji
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 10 No 1 (January-April 2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v10i1.5492

Abstract

Dental and oral problems experienced a significant increase from 2007 to 2018. Based on the results of basic health research, dental and oral problems increased from 23.2% to 57.6%. Dental caries is ranked sixth with a prevalence of 60% to 80%. The main cause of dental caries is Streptococcus mutans. The use of mouthwash with synthetic active ingredients can cause side effects. In addition, only a few mouthwashes were able to inhibit the growth of Streptococcus mutans bacteria. The purpose of this study was to make a mouthwash formulation from onion methanol extract and to determine its ability to inhibit the growth of Streptococcus mutans bacteria. Three mouthwash formulas were made with 10%, 20% and 30% extract concentrations respectively, then physical evaluation was carried out for 14 days on days 0, 7 and 14. Physical evaluation included stability tests (odor, taste, turbidity and precipitate), pH and diameter of inhibition. The results of the formula stability evaluation on day 14 there was a change in formulas 2 and 3 color, but not in formula 1. This was due to differences in the concentration of extracts and the sappans color stability in the formulas. The pH test results for each formula are in the range of 6.0-6.3. A good mouthwash has a pH close to neutral like the pH of the mouth, which is 6-7. The results of the diameter inhibition test ranged from 6-8 mm. A significant difference was seen between the positive controls with formulas 1 and 3, but there was no significant difference between formulas 1 and 3. The conclusion of this study was that the mouthwash of onion methanol extract had the ability to inhibit the growth of Streptococcus mutans bacteria with moderate strength and the best formula was mouthwash with 10% extract concentration.
FORMULASI SEDIAAN KRIM ANTI JERAWAT EKSTRAK METANOL 70% DAUN MANGGA ARUMANIS (Mangifera indica L.) DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus Utomo, Hijan Dzulfadhli; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul; Rahayu, Titi Pudji
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v2i2.796

Abstract

Daun mangga arumanis merupakan salah satu jenis tanaman yang memiliki potensi sebagai pengobatan jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri penyebab jerawat sediaan krim ekstrak metanol 70% daun mangga arumanis (Mangifera indica L var Arumanis) terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimental. Ekstraksi menggunakan metode Maserasi. Sediaan dibuat menjadi 3 formulasi dengan memvariasikan konsentrasi ekstrak sebesar 4%, 5%, dan 6%. Pengujian Antibakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode sumuran. Kontrol positif menggunakan Tretinoin 0,025%, kontrol negatif menggunakan sediaan tanpa ekstrak. Data yang didapatkan dilakukan uji statistika menggunakan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan memenuhi persyaratan sifat fisik tetapi daya sebar yang dihasilkan tidak memenuhi standar. Formula 1 dan 2 tidak memenuhi standar uji daya lekat. Hasil uji antibakteri menunjukan bahwa pengukuran rata-rata zona hambat pada tiap formula sebesar adalah 6,75 mm, 8,75 mm  dan 10,62 mm. Pada uji statistik data normal tetapi data tidak homogen. Pada uji post hoc menggunakan gomes-howell dan setiap kelompok memiliki perbedaan yang signifikan. Dapat disimpulkan bahwa formula krim ekstrak daun mangga arumanis memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Zona hambat terbaik yaitu formulasi 3 dengan nilai rata-rata sebesar 10,62 mm.
UJI SITOTOKSIK EKSTRAK ETANOL DAN AKUADES DAUN GANITRI (Elaeocarpus Ganitrus Roxb.) TERHADAP LARVA Artemia salina Leach Nafarina, Eka Rezki Tri; Miyarso, Chondrosuro; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v3i2.1180

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia yang belum ditemukan obatnya hingga sekarang. Ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) merupakan salah satu tanaman yang berpotensi sebagai senyawa sitotoksik karena mengandung flavonoid dan tannin di bagian daun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek sitotoksik dari ekstrak etanol dan akuades daun ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) dengan metode Brine Shrimp Lethality Test dan Nilai LC50. Penelitian ini menggunakan 10 Larva Artemia salina Leach pada konsentrasi 500, 250, 125, 50, 25, dan 12,5 ppm serta kontrol negatif. Larva yang mati pada masing-masing konsentrasi kemudian dihitung nilai LC50. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) didapatkan nilai LC50 sebesar 186,2173 μg/ml sedangkan ekstrak akuades didapatkan dengan nilai LC50 sebesar 195,053 μg/ml. Hasil kedua ekstrak daun ganitri termasuk kategori moderat. Ekstrak etanol dan akuades daun ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) memiliki potensi antikanker dengan kategori moderat
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KITOSAN CANGKANG YUTUK (Emerita sp.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Mulyana, Satria Eta; Fitriyati, Laeli; Rahayu, Titi Pudji; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 3, No 2 (2023): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v3i2.1196

Abstract

Antibiotik umumnya digunakan dalam mengatasi infeksi oleh bakteri, namun penggunaan antibiotik dapat menimbulkan efek samping seperti menyebabkan bakteri menjadi resisten sehingga penggunaan antibiotik akan menjadi tidak efektif. Pengobatan alternatif terus dicari dan dikembangkan untuk menghadapi bakteri yang resisten. Cangkang yutuk (Emerita sp.) mengandung senyawa kitosan. Kitosan dapat memberikan aktivitas antibakteri. Pengujian aktivitas antibakteri dapat menggunakan metode paper disk. Tujuan Penelitian untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari cangkang yutuk (Emerita sp.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Metode pembuatan kitosan dilakukan melalui tahap demineralisasi, deproteinasi, dan deasetilasi. Uji aktivitas antibakteri dilakukan menggunakan metode paper disk. Pembuatan kitosan didapatkan hasil nilai derajat deasetilasi sebesar 57,62%. Hasil diameter zona hambat kitosan dari cangkang yutuk (Emerita sp.) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan konsentrasi kitosan 50 ppm, 100 ppm, 150 ppm, 200 ppm, 250 ppm yaitu 0,34 mm; 2,31 mm; 4,08 mm; 6,08 mm; 8,46 mm. Kitosan dari cangkang yutuk (Emerita sp.) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan diameter zona hambat terkecil pada konsentrasi 50 ppm yaitu 0,34 mm dan zona hambat terbesar pada konsentrasi 250 ppm yaitu 8,46 mm.
KOMBINASI EKSTRAK ETANOL RIMPANG KUNIR PUTIH (Curcuma Mangga Val.) DAN DAUN MANGGA ARUMANIS (Mangifera Indica. L. Var. Arumanis) DALAM MENGHAMBAT BAKTERI Staphylococcus Aureus Febrialfiyan, Sukma Edhie; Fitriyati, Laeli; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v2i2.938

Abstract

Penyakit infeksi masih menjadi masalah utama di negara berkembang karena udara yang berdebu dan temperatur yang lembab merupakan penyebab penyakit infeksi. Penyakit infeksi dapat disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Bakteri penyebab penyakit infeksi salah satunya yaitu Staphylococcus aureus. Rimpang kunir putih dan daun mangga arumanis merupakan tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri Staphylococcus aureus penyebab infeksi. Kombinasi dari ekstrak kunir putih dan daun mangga diharapkan dapat bersinergi sehingga akan meningkatkan efek antibakteri terhadap Staphylococcus aureus.   Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak etanol rimpang kunir putih (Curcuma mangga. Val) dan daun mangga arumanis (Mangifera indica. L. var. arumanis) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dengan mengamati zona hambat yang terbentuk. Ekstrak dibuat dengan konsentrasi masing-masing 6,25 dan 12,5% dan variasi kombinasi ekstrak kunir putih dan daun mangga arumanis dengan perbandingan 1:1, 2:1, dan 1:2. Uji anti bakteri dilakukan dengan menggunakan metode difusi sumuran.   Hasil uji antibakteri didapatkan bahwa kombinasi ekstrak etanol rimpang kunir putih (Curcuma mangga. Val) dan daun mangga arumanis (Mangifera indica. L. var. arumanis) memiliki efek sinergis yang dibuktikan dengan meningkatnya daya hambat jika dibandingkan dengan ekstrak tunggal. Hasil terbaik didapatkan pada kombinasi ekstrak 1:2 dengan diameter daya hambat sebesar 14,7mm. Hasil uji statistik didapatkan nilai p=0.00<0.05 yang artinya bahwa setiap kelompok perlakuan memiliki perbedaan daya hambat yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kombinasi ekstrak kunir putih dan daun mangga memiliki aktivitas antibakteri dengan kategori kuat dan memiliki efek sinergis yang dibuktikan dengan diameter daya hambat yang lebih baik jika dibandingkan dengan ekstrak tunggal.
UJI ANGKA LEMPENG TOTAL (ALT) DAN ANGKA KAPANG KHAMIR (AKK) PADA JAMU GENDONG KUNIR ASAM DAN BERAS KENCUR DI PASAR TRADISIONAL KECAMATAN KUWARASAN KABUPATEN KEBUMEN Zubaidah, Siti Nur; Widiastuti, Tri Cahyani; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 2, No 2 (2022): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v2i2.937

Abstract

Jamu gendong merupakan salah satu obat tradisional yang berasal dari bahan baku tanaman obat yang berkhasiat yang diminati oleh masyarakat karena manfaatnya yang dapat menjaga kesehatan serta mengobati penyakit. ALT  dan AKK merupakan  salah satu metode untuk mengetahui mutu jamu secara mikrobiologi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui ada tidaknya cemaran mikroba dan khapang kahmir pada jamu gendong kunir asam dan beras kencur. Sampel jamu diambil dari 6 penjual. Tahap penelitian meliputi pengambilan sampel, homogenisasi sampel, uji angka kapang khamir dan uji angka lempeng total. Data kemudian dianalisis menggunakan uji statistic One Way ANOVA. Hasil uji ALT pada jamu kunir asam dan beras kencur di Pasar Kuwarasan dan Purwogondo memenuhi persyaratan nilai ALT yaitu tidak lebih dari 105. Uji AKK menunjukan jamu beras kencur tidak memenuhi persyaratan nilai AKK yaitu lebih dari 103, sedangkanan jamu kunir asam memenuhi. Hasil uji statistik menunjukan data tidak berbeda signifikan. Kesimpulan hasil penelitian ini yaitu pada uji ALT memenuhi persyaratan mutu, sedangkan uji AKK sampel jamu beras kencur tidak memenuhi syarat AKK
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN METODE DPPH DAN NILAI SPF EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) Ningsih, Eka Ratna; Fitriyati, Laeli; Rahayu, Titi Pudji; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v4i2.1263

Abstract

Radikal bebas adalah senyawa tidak stabil yang merusak sel tubuh, terutama akibat paparan radiasi UV yang menyebabkan hiperpigmentasi, penuaan dini, hingga kanker kulit. Antioksidan dapat menetralkan radikal bebas, tetapi antioksidan sintetik sering memiliki efek samping, sehingga diperlukan alternatif alami yang lebih aman. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang kaya, termasuk belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.), yang diketahui mengandung senyawa flavonoid dan fenolik dengan potensi antioksidan tinggi. Namun, penelitian tentang aktivitas antioksidan, nilai SPF, serta kandungan fenolik dan flavonoid total dari ekstrak etanol 70% daun belimbing wuluh dengan metode DPPH belum dilakukan secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antioksidan, nilai SPF, serta kadar fenolik dan flavonoid total dari ekstrak etanol 70% daun belimbing wuluh. Metode penelitian meliputi pembuatan simplisia, ekstraksi menggunakan etanol 70%, dan pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Kadar fenolik total diukur menggunakan pereaksi Folin-Cioceltaeu, flavonoid total menggunakan AlCl3, dan nilai SPF diuji secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan kadar fenolik total ekstrak etanol daun belimbing wuluh sebesar 95.37 mg GAE/g dan flavonoid total sebesar 6.91 mg QE/g. Aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 21.53 ppm, sedangkan nilai SPF mencapai 30.63, yang memberikan proteksi selama 5.11 jam terhadap radiasi UV. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak etanol daun belimbing wuluh terbukti sebagai antioksidan sangat kuat dengan kemampuan memberikan perlindungan kulit yang efektif terhadap sinar matahari
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN KRIM EKSTRAK N HEKSAN DAUN PEPAYA (Carica papaya L) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Pamungkas, Anindya Arya; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul; Rahayu, Titi Pudji
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v4i2.1445

Abstract

Jerawat adalah penyakit yang dikenal secara luas yang sering timbul di wajah. Salah satu bakteri penyebab jerawat yaitu Propionibacterium acnes. Daun pepaya memiliki senyawa aktif yang berpotensi dapat berperan sebagai antijerawat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sediaan krim antibakteri ekstrak n heksan Daun Pepaya (Carica papaya L) dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini menggunakan daun pepaya yang dilakukan maserasi menggunakan n heksan. Ekstrak n heksan daun pepaya dibuat sediaan krim dengan variasi konsentrasi 5%, 7,5% dan 10%. Uji evaluasi krim meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas, uji tipe krim, dan uji stabilitas. Krim dilakukan uji antibakteri metode sumuran. Data yang diperoleh diuji menggunakan One Way ANOVA. Hasil uji sediaan krim memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas, uji tipe krim, dan uji stabilitas. Uji antibakteri menunjukkan ketiga formulasi memiliki daya hambat sedang terhadap Propionibacterium acnes. Pengukuran rata-rata zona hambat pada formula 1, formula 2, formula 3 yaitu masing - masing sebesar 7,95±0,68  mm, 7,8±0,64 mm, dan 8±0,76 mm. Aktivitas antibakteri dari ketiga formulasi tidak memiliki perbedaan yang signifikan karena p>0,05.
Co-Authors Afif Hussein Kholid Bahrisy Agung Setiawan agung setiawan Ainni, Ayu Nissa Arnika Dwi Asti Asriani Tagawuningsih Astri Ayu Febri Yuliani Awalia, Luluk Azhari, Tasya Khairunisa Azizah, Rizki Nur Bahrisy, Afif Hussein Kholid Billa, Zalsa Chondrosuro Miyarso Chondrosuro Miyarso Churrohmah, Syifa Condro Suro Miyarso Dwiki Fitri EkaWuri Handayani Eko Prasetyo Ery purwanti Ery Purwanti Evi Marlina Farda, Zais Fatimah, Ayu Febrialfiyan, Sukma Edhie Fiana, Fuan Maharani Fitriyati, Laeli Fuan Maharani Fiana Hamzah, Hasyrul Handayani, Eka Wuri Hasanah, Saniati Herniyatun Herniyatun, H Inayah, Siti Khobiratul Majidah Khuluk, Khusnul Khuluq, Muh Husnul Khusnul Khuluk Kinanti, Ayu Pratama Krisdiyanti, Yayu Kumalasari, Siska Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih L Ledianasari L Ledianasari Laeli Fitriyati Laeli Fitriyati Laeli Fitriyati Ledianasari, L Lestari, Apriani Majidah, Khobiratul Maulida, Rizqina Melisa, Leni Miyarso, Chondrosuro Miyarso, Condro Suro Muchromin Muchromin Muhammad Luthfi Mulyana, Satria Eta Nabilah, Zukhrufina Muthiah Nafarina, Eka Rezki Tri Ningsih, Eka Ratna Pamungkas, Anindya Arya Pratama, Dimas Aji pratiwi, lia nur Pratiwi, Noviani Pravitasari, Rokhania Eka Rachman Aziz, Dwinuari Rachmawati, Indah Raharjo, Rahmat Budhi Rahayu, Titi Pudji Rahayu, Venny Septiana Rahmat Ismail Rahmawati Rahmawati Sadam Husein Sadam Husein Sadam Husein Sahro, Intan Fatimah Saputra, Aditya Mahe Septiani, Sinta Wahyu Sholihah, Rizka Hidayatus Sinta Wahyu Septiani Sinta Wahyu Septiani Sugeng Supriyanto Supriyanto, Sugeng Tagawuningsih, Asriani Tangawuningsih, Asriani Titi Pudji Rahayu TITI PUDJI RAHAYU Titi Pudji Rahayu Tri Cahyani Widiastuti Tri Cahyani Widiastuti Tri Cahyani Widiastuti Tri Cahyani Widiastuti Uswatun Hasanah Utomo, Hijan Dzulfadhli Wahyu Rahmatulloh Wahyuni, Septi Widiastuti, Tri Cahyani Yayu Krisdiyanti Yayu Krisdiyanti Yusuf Kurniawan Yusuf Kurniawan Zubaidah, Siti Nur