Claim Missing Document
Check
Articles

Antibacterial Activity Test of the Combination of Methanol Extract of Arumanis Mango Leaves (Mangifera indica L) and Taro Leaves (Colocasia esculanta L) on Escherichia coli Bacteria Causes of Diarrhea Diseases Kumalasari, Siska; Fitriyati, Laeli; Rahayu, Titi Pudji; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Jurnal Pijar Mipa Vol. 19 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v19i1.5850

Abstract

Arumanis mango leaves (Mangifera indica L) and taro leaves (Colocasia esculanta L) are plants that have the potential to be antibacterial and can be used as an alternative to treat infectious diseases caused by bacteria. Arumanis mango leaves contain secondary metabolite compounds, including flavonoids, alkaloids, steroids, polyphenols, tannins, and saponins, and taro leaves contain secondary metabolite compounds in the form of saponins, tannins, flavonoids, formic acid, glucosides, citric acid, and several minerals. Secondary metabolite compounds that have potential as antibacterials are flavonoids and tannins. This study aims to determine the antibacterial activity of a combination of methanol extracts of arumanis mango leaves (Mangifera indica L) and taro leaves (Colocasia esculanta L) against Escherichia coli bacteria. The research was carried out starting from the plant determination and preparation of simplisia, extraction, phytochemical screening of extracts and KLT tests, and antibacterial testing using the disc paper method. The concentration series of extract combinations used are 6.25%, 12.5%, and 25%. The antibacterial test results of the combination of arumanis mango leaf extract (Mangifera indica L) and taro leaf (Colocasia esculanta L), which showed the highest inhibition zone diameter was at a concentration of 6.25% (1:1), a concentration of 12.5% (1:2). At a concentration of 25% (2:1). From the results of this study, a single extract of arumanis mango leaves and taro leaves with a concentration of 6.25%; 12.5%; 25% and a combination of extracts in a ratio of 1:1. 1:2, 2:1, which has potential antibacterial activity against Escherichia coli bacteria, so that further research can be carried out by utilizing a combination of arumanis mango leaf extracts and taro leaves and as a source of information and insight into the combination of arumanis mango leaves and taro leaves that have antibacterial properties.
Formulation and Physical Evaluation of Papaya Leaf (Carica papaya L.) Ethyl Acetate Fraction Cream Preparation as Anti Acne Against Propionibacterium acne Bacteria Farda, Zais; Rahayu, Titi Pudji; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Jurnal Pijar Mipa Vol. 19 No. 2 (2024): March 2024
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v19i2.6146

Abstract

Acne or acne vulgaris is a disease in the form of inflammation of multiple sebaceous glands caused by the bacteria Propionibacterium acne. Papaya leaves are a plant that can potentially be used as an acne treatment. To determine the antiacne activity of papaya leaf ethyl acetate fraction cream preparations caused by Propionibacterium acne bacteria. The ethyl acetate fraction of papaya leaves are made into a cream preparation with varying concentrations of ten, fifteen, and twenty percent. The results of the cream preparation test met the physical property standards. Still, the viscosity in formulation three did not meet the standards, and formulas two and three did not meet the cream stability test standards. Antibacterial tests show that all formulas have inhibitory power against bacteria. The average inhibition zone results in formula one, formula two, and formula three were 4.99 ± 0.48 mm, 6.85 ± 0.48 mm and 10.12 ± 1.42 mm. Formula One papaya leaf fraction cream fulfills all the physical characteristics of the preparation. All papaya leaf ethyl acetate fraction cream preparations are antibacterial against Propionibacterium acne. So, research can be developed using the ethyl acetate fraction of papaya leaves in various preparations, and activity tests against other bacteria can be carried out.
ANALISIS PENETAPAN KADAR FLAVONOID PADA EKSTRAK ETANOL DAUN MANGGA KIOJAY (Mangifera Indica Var. Kiojay) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis pratiwi, lia nur; Fitriyati, Laeli; Supriyanto, Sugeng; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v5i1.1579

Abstract

 Tanaman mangga adalah tanaman populer di Indonesia dan berasal dari Asia Tenggara, telah dibudidayakan selama ribuan tahun. Mangga kiojay (Mangifera indica Var. Kiojay), varietas dari Thailand, dikenal di Indonesia karena potensi obat herbalnya. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun mangga mengandung senyawa bioaktif, seperti flavonoid, yang berfungsi sebagai antimikroba, antiinflamasi, dan antioksidan. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui kadar flavonoid pada ekstrak etanol daun mangga Kiojay (Mangifera indica Var. Kiojay) dengan metode spektrofotometri UV-Vis.  Penelitian ini diawali dengan ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 96%, diikuti dengan uji organoleptis dan identifikasi metabolit sekunder dengan metode uji tabung dan standarisasi non spesifik pada ekstrak berupa uji kadar air, uji kadar abu total dan uji kadar abu tidak larut asam pada ekstrak.  Penetapan kadar flavonoid menggunakan spektrofotometri UV-Vis.Hasil penelitian  menunjukkan ekstrak mengandung flavonoid dengan kadar 12,280 mg QE/g, serta kandungan air 7,66%, abu total 5,00%, dan abu tidak larut asam 2,91%. Ekstrak etanol dari daun mangga Kiojay (Mangifera indica var. Kiojay) terstandarisasi dan mengandung flavonoid.
UJI AKTIVITAS ANALGETIK KITOSAN DARI CANGKANG YUTUK (Emerita sp.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI ASAM ASETAT 1% Churrohmah, Syifa; Fitriyati, Laeli; Khuluq, Muh Husnul; Wakhidatul Kiromah, Naelaz Zukhruf
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v4i1.1201

Abstract

Nyeri adalah perasaan dan pengalaman emosional yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan jaringan. Cangkang yutuk (Emerita sp.) mengandung senyawa kitosan yang memiliki manfaat dalam pengobatan salah satunya adalah nyeri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan subjek penelitian berupa 35 ekor mencit putih jantan. Hewan uji dibagi menjadi 7 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif dan kelompok kitosan 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB, 150 mg/kgBB, 200 mg/kgBB dan 250 mg/kgBB. Penginduksi nyeri yang diberikan adalah asam asetat 1%. Pengamatan dilakukan dengan mengamati geliat mencit yang merupakan respon rasa nyeri. Geliat mencit diamati dan dihitung persen proteksi nyerinya. Data yang diperoleh kemudian diuji statistik One Way ANOVA dan Post Hoc Games-Howell. Kitosan dari cangkang yutuk (Emerita sp.) pada dosis 50, 100, 150, 200 dan 250 mg/kgBB memiliki efek analgetik pada mencit putih jantan dengan hasil persen proteksi berturut-turut sebesar 56,20%, 58,85%, 79,42%, 86,78% dan 88,85% serta memberikan efek yang signifikan (p<0,05) pada mencit yang diinduksi asam asetat. Dosis kitosan dari cangkang yutuk (Emerita sp.) 250 mg/kgBB memiliki efek analgetik terbaik dengan persen proteksi sebesar 88,85% pada mencit putih jantan dan dinyatakan signifikan dengan nilai p<0,05.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KITOSAN DARI CANGKANG YUTUK (Emerita sp) MENGGUNAKAN METODE ABTS (2,2 AZINOBIS (3-ETILBENZOTIAZOLIN)-6-ASAM SULFONAT) Billa, Zalsa; Fitriyati, Laeli; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 4 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i4.168

Abstract

Radikal bebas merupakan salah satu penyebab penyakit degeneratif. Oleh karena itu, radikal bebas dapat dicegah dengan penggunaan antioksidan. Yutuk merupakan salah satu sumber alam dari laut yang mengandung kitosan sebagai antiokidan. Pengujian antioksidan dapat menggunakan metode ABTS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan kitosan dari cangkang yutuk menggunakan metode ABTS. Metode penelitian yang digunakan antara lain uji fisika kitosan dilakukan dengan uji organoleptik, uji air dan uji tabung, serta dilakukan uji analisis FTIR. Data yang dihasilkan adalah nilai IC50. Hasil uji fisika kitosan dilakukan dengan uji organoleptik warna putih kecoklatan, berbentuk serpihan atau bubuk halus, uji air menunjukkan hasil 1,4188% dan uji kadar abu menunjukkan 3,4332 %. Hasil uji analisis FTIR kitosan dari cangkang yutuk ditandai dengan adanya gugus amida dan hidroksil dengan nilai derajat deasetilasi sebesar 57,62%. Hasil uji aktivitas antioksidan kitosan dari cangkang yutuk dengan metode ABTS nilai IC50 190,48 ppm. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kitosan cangkang yutuk memiliki aktivitas antioksidan yang lemah pada metode ABTS.  
Co-Authors Afif Hussein Kholid Bahrisy Agung Setiawan agung setiawan Ainni, Ayu Nissa Arnika Dwi Asti Asriani Tagawuningsih Astri Ayu Febri Yuliani Awalia, Luluk Azhari, Tasya Khairunisa Azizah, Rizki Nur Bahrisy, Afif Hussein Kholid Billa, Zalsa Chondrosuro Miyarso Chondrosuro Miyarso Churrohmah, Syifa Condro Suro Miyarso Dwiki Fitri EkaWuri Handayani Eko Prasetyo Ery purwanti Ery Purwanti Evi Marlina Farda, Zais Fatimah, Ayu Febrialfiyan, Sukma Edhie Fiana, Fuan Maharani Fitriyati, Laeli Fuan Maharani Fiana Hamzah, Hasyrul Hasanah, Saniati Herniyatun Herniyatun, H Inayah, Siti Khobiratul Majidah Khuluk, Khusnul Khuluq, Muh Husnul Khusnul Khuluk Krisdiyanti, Yayu Kumalasari, Siska Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih L Ledianasari L Ledianasari Laeli Fitriyati Laeli Fitriyati Laeli Fitriyati Ledianasari, L Majidah, Khobiratul Melisa, Leni Miyarso, Chondrosuro Miyarso, Condro Suro Muchromin Muchromin Muhammad Luthfi Mulyana, Satria Eta Nafarina, Eka Rezki Tri Ningsih, Eka Ratna Pamungkas, Anindya Arya Pratama, Dimas Aji pratiwi, lia nur Pratiwi, Noviani Pravitasari, Rokhania Eka Rachman Aziz, Dwinuari Rachmawati, Indah Raharjo, Rahmat Budhi Rahayu, Titi Pudji Rahayu, Venny Septiana Rahmat Ismail Rahmawati Rahmawati Sadam Husein Sadam Husein Sadam Husein Saputra, Aditya Mahe Septiani, Sinta Wahyu Sholihah, Rizka Hidayatus Sinta Wahyu Septiani Sinta Wahyu Septiani Sugeng Supriyanto Supriyanto, Sugeng Tagawuningsih, Asriani Tangawuningsih, Asriani Titi Pudji Rahayu TITI PUDJI RAHAYU Titi Pudji Rahayu Tri Cahyani Widiastuti Tri Cahyani Widiastuti Tri Cahyani Widiastuti Tri Cahyani Widiastuti Uswatun Hasanah Utomo, Hijan Dzulfadhli Wahyu Rahmatulloh Wahyuni, Septi Widiastuti, Tri Cahyani Yayu Krisdiyanti Yayu Krisdiyanti Yusuf Kurniawan Yusuf Kurniawan Zubaidah, Siti Nur