Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PENETAPAN KADAR FLAVONOID PADA EKSTRAK ETANOL DAUN MANGGA KIOJAY (Mangifera Indica Var. Kiojay) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis pratiwi, lia nur; Fitriyati, Laeli; Supriyanto, Sugeng; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v5i1.1579

Abstract

 Tanaman mangga adalah tanaman populer di Indonesia dan berasal dari Asia Tenggara, telah dibudidayakan selama ribuan tahun. Mangga kiojay (Mangifera indica Var. Kiojay), varietas dari Thailand, dikenal di Indonesia karena potensi obat herbalnya. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun mangga mengandung senyawa bioaktif, seperti flavonoid, yang berfungsi sebagai antimikroba, antiinflamasi, dan antioksidan. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui kadar flavonoid pada ekstrak etanol daun mangga Kiojay (Mangifera indica Var. Kiojay) dengan metode spektrofotometri UV-Vis.  Penelitian ini diawali dengan ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 96%, diikuti dengan uji organoleptis dan identifikasi metabolit sekunder dengan metode uji tabung dan standarisasi non spesifik pada ekstrak berupa uji kadar air, uji kadar abu total dan uji kadar abu tidak larut asam pada ekstrak.  Penetapan kadar flavonoid menggunakan spektrofotometri UV-Vis.Hasil penelitian  menunjukkan ekstrak mengandung flavonoid dengan kadar 12,280 mg QE/g, serta kandungan air 7,66%, abu total 5,00%, dan abu tidak larut asam 2,91%. Ekstrak etanol dari daun mangga Kiojay (Mangifera indica var. Kiojay) terstandarisasi dan mengandung flavonoid.
UJI AKTIVITAS ANALGETIK KITOSAN DARI CANGKANG YUTUK (Emerita sp.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI ASAM ASETAT 1% Churrohmah, Syifa; Fitriyati, Laeli; Khuluq, Muh Husnul; Wakhidatul Kiromah, Naelaz Zukhruf
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v4i1.1201

Abstract

Nyeri adalah perasaan dan pengalaman emosional yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan jaringan. Cangkang yutuk (Emerita sp.) mengandung senyawa kitosan yang memiliki manfaat dalam pengobatan salah satunya adalah nyeri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan subjek penelitian berupa 35 ekor mencit putih jantan. Hewan uji dibagi menjadi 7 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif dan kelompok kitosan 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB, 150 mg/kgBB, 200 mg/kgBB dan 250 mg/kgBB. Penginduksi nyeri yang diberikan adalah asam asetat 1%. Pengamatan dilakukan dengan mengamati geliat mencit yang merupakan respon rasa nyeri. Geliat mencit diamati dan dihitung persen proteksi nyerinya. Data yang diperoleh kemudian diuji statistik One Way ANOVA dan Post Hoc Games-Howell. Kitosan dari cangkang yutuk (Emerita sp.) pada dosis 50, 100, 150, 200 dan 250 mg/kgBB memiliki efek analgetik pada mencit putih jantan dengan hasil persen proteksi berturut-turut sebesar 56,20%, 58,85%, 79,42%, 86,78% dan 88,85% serta memberikan efek yang signifikan (p<0,05) pada mencit yang diinduksi asam asetat. Dosis kitosan dari cangkang yutuk (Emerita sp.) 250 mg/kgBB memiliki efek analgetik terbaik dengan persen proteksi sebesar 88,85% pada mencit putih jantan dan dinyatakan signifikan dengan nilai p<0,05.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KITOSAN DARI CANGKANG YUTUK (Emerita sp) MENGGUNAKAN METODE ABTS (2,2 AZINOBIS (3-ETILBENZOTIAZOLIN)-6-ASAM SULFONAT) Billa, Zalsa; Fitriyati, Laeli; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 4 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i4.168

Abstract

Radikal bebas merupakan salah satu penyebab penyakit degeneratif. Oleh karena itu, radikal bebas dapat dicegah dengan penggunaan antioksidan. Yutuk merupakan salah satu sumber alam dari laut yang mengandung kitosan sebagai antiokidan. Pengujian antioksidan dapat menggunakan metode ABTS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan kitosan dari cangkang yutuk menggunakan metode ABTS. Metode penelitian yang digunakan antara lain uji fisika kitosan dilakukan dengan uji organoleptik, uji air dan uji tabung, serta dilakukan uji analisis FTIR. Data yang dihasilkan adalah nilai IC50. Hasil uji fisika kitosan dilakukan dengan uji organoleptik warna putih kecoklatan, berbentuk serpihan atau bubuk halus, uji air menunjukkan hasil 1,4188% dan uji kadar abu menunjukkan 3,4332 %. Hasil uji analisis FTIR kitosan dari cangkang yutuk ditandai dengan adanya gugus amida dan hidroksil dengan nilai derajat deasetilasi sebesar 57,62%. Hasil uji aktivitas antioksidan kitosan dari cangkang yutuk dengan metode ABTS nilai IC50 190,48 ppm. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kitosan cangkang yutuk memiliki aktivitas antioksidan yang lemah pada metode ABTS.  
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DI UPTD PUSKESMAS KUWARASAN TENTANG PRODUK OBAT HALAL Sahro, Intan Fatimah; Handayani, Eka Wuri; Widiastuti, Tri Cahyani; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 5, No 2 (2025): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v5i2.1845

Abstract

Kehalalan produk obat menjadi perhatian penting bagi masyarakat Muslim di Indonesia, namun dari 19.483 produk farmasi yang terdaftar di BPOM tahun 2022, hanya 13,27% yang telah bersertifikat halal. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran tingkat pengetahuan pasien terhadap produk obat halal dan menganalisis hubungan antara karakteristik pasien dengan tingkat pengetahuan. Metode penelitian adalah deskriptif-analitik dengan pendekatan potong lintang pada 331 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner yang telah diuji validitas (r > 0,361) dan reliabilitas (α = 0,912), kemudian dianalisis secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah perempuan (82,77%), berusia 26–40 tahun (28,7%), berpendidikan SMA (58,6%), dengan tingkat pengetahuan baik (94,56%), cukup (4,53%), dan kurang (0,91%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan (p=0,021) dan pernah mendapat informasi (p=0,001) dengan tingkat pengetahuan. Kesimpulannya, mayoritas pasien memiliki pengetahuan baik tentang produk obat halal. Diperlukan program edukasi berkelanjutan khususnya untuk kelompok dengan pendidikan rendah dan yang belum pernah mendapat informasi tentang obat halal.
Uji Aktivitas Antioksidan Menggunakan Metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) Terhadap Ekstrak Etanol Kulit Buah Durian (Durio zibethinnus L.) dari Desa Alasmalang Kabupaten Banyumas Eko Prasetyo; Naelaz Zukhruf Wakhidatul Kiromah; Titi Pudji Rahayu
Journal of Pharmascience Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v8i1.9200

Abstract

Kulit durian merupakan bagian tanaman yang pernah diteliti sebelumnya dan mempunyai aktivitas farmakologi sebagai antioksidan. Kulit durian mengandung metabolit sekunder yaitu flavonoid, tanin dan alkaloid. Kulit durian diekstrak menggunakan pelarut etanol 70% dengan metode sokletasi.  Pengujian aktivitas antioksidan menggunakan metode pengukuran penangkapan radikal bebas oleh 1,1-difenil-2-pikrilhidrazil (DPPH). Vitamin C digunakan sebagai kontrol positif dengan nilai IC50 5,63 ppm dan ekstrak etanol sebesar 204,33 ppm. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit durian tidak memiliki aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Kata Kunci: Durian, Sokletasi, DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil), antioksidan, IC50  Durian fruit peels (Durion zibethinus Murr.) have  been studied previously and reported to have phramacological activity that has the potential to be antioxidant. The durian fruits peels, contained secondary metabolite, namely flavonoids, tannin and alkaloid. Durian fruit peels (Durion zibethinus Murr.) were extracted with ethanol 70% with soxletation method. The antioxidant activity of extracts were evaluated by 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) free radical scavenging activity assay. Vitamin C was used as standard with IC50 5,63 ppm and the ethanol eztracts showed IC50 204,33 ppm. This study provided that Durian fruit peels (Durion zibethinus Murr.) cannot inhibit free radical usimg the DPPH method. 
Uji Aktivitas Antidiabetes Ekstrak Etanol Daun Ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) Pada Tikus Wistar Jantan (Rattus norvegicus) Yang Diinduksi Streptozotocin Kinanti, Ayu Pratama; Lestari, Apriani; Nabilah, Zukhrufina Muthiah; Maulida, Rizqina; Widiastuti, Tri Cahyani; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
JPSCR: Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research Vol 8, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jpscr.v8i1.64771

Abstract

Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah tubuh atau hiperglikemia. Pemberian obat antidiabetes oral merupakan salah satu terapi farmakologi penyakit diabetes, namun penggunaan obat antidiabetes jangka panjang dapat menimbulkan efek samping dan membutuhkan biaya yang cukup mahal. Tanaman ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) merupakan salah satu bahan alam yang dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengobatan diabetes melitus dengan efek samping minimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas dan dosis efektif ekstrak etanol daun ganitri sebagai antidiabetes pada tikus yang diinduksi streptozotocin. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium menggunakan tanaman ekstrak etanol daun ganitri dengan subjek penelitian tikus putih jantan galur wistar (Rattus norvegicus). Hewan uji dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif (Na-CMC 0,5%), kontrol positif (Amaryl 0,036 mg/kgBB), kelompok ekstrak etanol daun ganitri dosis 50, 100 dan 200 mg/kgBB. Penelitian ini menggunakan model tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin 40 mg/kgBB secara intra peritoneal. Perlakuan diberikan secara peroral selama 21 hari dan dilakukan pengukuran kadar gula darah tiap 7 hari menggunakan alat glukometer. Hasil pengukuran kadar glukosa darah dihitung % penurunan dan dianalisis menggunakan program statistik SPSS 16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun ganitri dosis 200 mg/kgBB secara signifikan mampu menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes dibandingkan dengan kelompok kontrol positif dengan nilai Sig. 0,017 (r < 0,05). Ekstrak etanol daun ganitri secara signifikan memiliki efek antidiabetes terhadap tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin dengan dosis efektif 200 mg/kgBB (r < 0,05).
Co-Authors Afif Hussein Kholid Bahrisy Agung Setiawan agung setiawan Ainni, Ayu Nissa Arnika Dwi Asti Asriani Tagawuningsih Astri Ayu Febri Yuliani Awalia, Luluk Azhari, Tasya Khairunisa Azizah, Rizki Nur Bahrisy, Afif Hussein Kholid Billa, Zalsa Chondrosuro Miyarso Chondrosuro Miyarso Churrohmah, Syifa Condro Suro Miyarso Dwiki Fitri EkaWuri Handayani Eko Prasetyo Ery Purwanti Ery purwanti Evi Marlina Farda, Zais Fatimah, Ayu Febrialfiyan, Sukma Edhie Fiana, Fuan Maharani Fitriyati, Laeli Fuan Maharani Fiana Hamzah, Hasyrul Handayani, Eka Wuri Hasanah, Saniati Herniyatun Herniyatun, H Inayah, Siti Khobiratul Majidah Khuluk, Khusnul Khuluq, Muh Husnul Khusnul Khuluk Kinanti, Ayu Pratama Krisdiyanti, Yayu Kumalasari, Siska Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih L Ledianasari L Ledianasari Laeli Fitriyati Laeli Fitriyati Laeli Fitriyati Ledianasari, L Lestari, Apriani Majidah, Khobiratul Maulida, Rizqina Melisa, Leni Miyarso, Chondrosuro Miyarso, Condro Suro Muchromin Muchromin Muhammad Luthfi Mulyana, Satria Eta Nabilah, Zukhrufina Muthiah Nafarina, Eka Rezki Tri Ningsih, Eka Ratna Pamungkas, Anindya Arya Pratama, Dimas Aji pratiwi, lia nur Pratiwi, Noviani Pravitasari, Rokhania Eka Rachman Aziz, Dwinuari Rachmawati, Indah Raharjo, Rahmat Budhi Rahayu, Titi Pudji Rahayu, Venny Septiana Rahmat Ismail Rahmawati Rahmawati Sadam Husein Sadam Husein Sadam Husein Sahro, Intan Fatimah Saputra, Aditya Mahe Septiani, Sinta Wahyu Sholihah, Rizka Hidayatus Sinta Wahyu Septiani Sinta Wahyu Septiani Sugeng Supriyanto Supriyanto, Sugeng Tagawuningsih, Asriani Tangawuningsih, Asriani Titi Pudji Rahayu TITI PUDJI RAHAYU Titi Pudji Rahayu Tri Cahyani Widiastuti Tri Cahyani Widiastuti Tri Cahyani Widiastuti Tri Cahyani Widiastuti Uswatun Hasanah Utomo, Hijan Dzulfadhli Wahyu Rahmatulloh Wahyuni, Septi Widiastuti, Tri Cahyani Yayu Krisdiyanti Yayu Krisdiyanti Yusuf Kurniawan Yusuf Kurniawan Zubaidah, Siti Nur