Claim Missing Document
Check
Articles

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN METODE DPPH DAN NILAI SPF EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) Ningsih, Eka Ratna; Fitriyati, Laeli; Rahayu, Titi Pudji; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v4i2.1263

Abstract

Radikal bebas adalah senyawa tidak stabil yang merusak sel tubuh, terutama akibat paparan radiasi UV yang menyebabkan hiperpigmentasi, penuaan dini, hingga kanker kulit. Antioksidan dapat menetralkan radikal bebas, tetapi antioksidan sintetik sering memiliki efek samping, sehingga diperlukan alternatif alami yang lebih aman. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang kaya, termasuk belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.), yang diketahui mengandung senyawa flavonoid dan fenolik dengan potensi antioksidan tinggi. Namun, penelitian tentang aktivitas antioksidan, nilai SPF, serta kandungan fenolik dan flavonoid total dari ekstrak etanol 70% daun belimbing wuluh dengan metode DPPH belum dilakukan secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antioksidan, nilai SPF, serta kadar fenolik dan flavonoid total dari ekstrak etanol 70% daun belimbing wuluh. Metode penelitian meliputi pembuatan simplisia, ekstraksi menggunakan etanol 70%, dan pengujian aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Kadar fenolik total diukur menggunakan pereaksi Folin-Cioceltaeu, flavonoid total menggunakan AlCl3, dan nilai SPF diuji secara in vitro menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Data dianalisis secara deskriptif menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan kadar fenolik total ekstrak etanol daun belimbing wuluh sebesar 95.37 mg GAE/g dan flavonoid total sebesar 6.91 mg QE/g. Aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 21.53 ppm, sedangkan nilai SPF mencapai 30.63, yang memberikan proteksi selama 5.11 jam terhadap radiasi UV. Berdasarkan hasil tersebut, ekstrak etanol daun belimbing wuluh terbukti sebagai antioksidan sangat kuat dengan kemampuan memberikan perlindungan kulit yang efektif terhadap sinar matahari
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SEDIAAN KRIM EKSTRAK N HEKSAN DAUN PEPAYA (Carica papaya L) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Pamungkas, Anindya Arya; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul; Rahayu, Titi Pudji
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v4i2.1445

Abstract

Jerawat adalah penyakit yang dikenal secara luas yang sering timbul di wajah. Salah satu bakteri penyebab jerawat yaitu Propionibacterium acnes. Daun pepaya memiliki senyawa aktif yang berpotensi dapat berperan sebagai antijerawat.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sediaan krim antibakteri ekstrak n heksan Daun Pepaya (Carica papaya L) dapat digunakan untuk menghambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Penelitian ini menggunakan daun pepaya yang dilakukan maserasi menggunakan n heksan. Ekstrak n heksan daun pepaya dibuat sediaan krim dengan variasi konsentrasi 5%, 7,5% dan 10%. Uji evaluasi krim meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas, uji tipe krim, dan uji stabilitas. Krim dilakukan uji antibakteri metode sumuran. Data yang diperoleh diuji menggunakan One Way ANOVA. Hasil uji sediaan krim memenuhi persyaratan mutu fisik sediaan meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji viskositas, uji tipe krim, dan uji stabilitas. Uji antibakteri menunjukkan ketiga formulasi memiliki daya hambat sedang terhadap Propionibacterium acnes. Pengukuran rata-rata zona hambat pada formula 1, formula 2, formula 3 yaitu masing - masing sebesar 7,95±0,68  mm, 7,8±0,64 mm, dan 8±0,76 mm. Aktivitas antibakteri dari ketiga formulasi tidak memiliki perbedaan yang signifikan karena p>0,05.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KOMBINASI EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam.) DAN BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP BAKTERI Escherichia coli Raharjo, Rahmat Budhi; Rahayu, Titi Pudji; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/farmasains.v11i2.14146

Abstract

Penyakit infeksi  disebabkan oleh beberapa mikroorganisme seperti bakteri, virus, parasit, dan kapang. Daun kelor (Moringa oleifera Lam.) dan biji pepaya (Carica papaya L.) dapat digunakan sebagai obat alami karena mengandung zat aktif yang berperan sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun kelor dan biji pepaya terhadap bakteri Escherichia coli. Penelitian ini menggunakan ekstrak etanol 96% dengan metode maserasi. Uji antibakteri dilakukan menggunakan metode difusi dengan konsentrasi ekstrak 10% dan 20%. Hasil menunjukan bahwa kombinasi ekstrak daun kelor dan biji pepaya memiliki aktivitas lebih baik dibandingkan dengan ekstrak tunggal baik daun kelor maupun biji pepaya. Diameter zona hambat paling besar ditemukan pada konsentrasi 10% dan 20 % dengan perbandingan 2:1. Namun aktivitas yang paling baik terhadap bakteri E. coli adalah kombinasi 20% dengan perbandingan 2:1 dengan hasil diameter zona hambat 13,92±0,65 mm dan memiliki aktivitas paling baik dalam menghambat bakteri E. coli pada kategori kuat.
FORMULASI SEDIAAN ANTIOKSIDAN FACIAL WASH EKSTRAK METANOL DAUN GANITRI (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) DENGAN VARIASI SODIUM LAURIL SULFAT SEBAGAI SURFAKTAN Evi Marlina; Naelaz Zukhruf Wakhidatul Kiromah; Titi Pudji Rahayu
Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51352/jim.v8i1.599

Abstract

Ganitri leaves (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) contain flavonoid compounds that function as antioxidants. Antioxidants in cosmetics are used to prevent skin damage due to exposure to free radicals. Facial Wash is a cosmetic preparation to help remove dead skin cells, rejuvenate the skin, remove dirt, oil and provide moisture. This study aims to obtain a facial wash formula that has good characteristics and is effective as an antioxidant by varying the concentration of sodium lauryl sulfate, namely F1 (0.25%), F2 (0.5%) and F3 (1%) as surfactant. The results showed that variations in SLS concentration had a significant effect on the physical evaluation of the preparation with a p value of <0.05. Formula 3 (SLS 1%) provides the best facial wash characteristics with the results of the test parameters meeting the standards. The results of the antioxidant activity test showed that formula 3 had an IC50 value of 17.36 ppm which was categorized as very strong with ascorbic acid as a comparison of 10.70 ppm and a negative control of 54.11 ppm.
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Sirih Hijau(Piper betle L.) Bakteri Klebsiella Pneumonia Penyebab Ulkus Diabetik Wahyuni, Septi; Rahayu, Titi Pudji; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i2.19173

Abstract

Daun sirih hijau (Piper betle L ) merupakan tanaman obat yang memiliki khasiat sebagai pengobatan salah satunya antibakteri dan dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan ulkus diabetik. Ulkus diabetik merupakan salah satu komplikasi penyakit diabetes melitus dengan adanya luka terbuka pada kulit. Senyawa yang memiliki aktivitas antibakteri pada daun yaitu senyawa fenol. Bakteri Klebsiella pneumonia penyebab ulkus diabetik. Tujuan Penelitian, Untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan mengetahui konsentrasi ekstrak daun sirih hijau  dengan menggunakan pelarut etanol 96% terhadap bakteri Klebsiella pneumonia penyebab ulkus diabetik. Penelitian ini menggunakan metode difusi (paper disc) untuk uji antibakteri. Media yang digunakan NA. Kontrol positif yang digunakan ciprofloxacin, seri konsentrasi ekstrak yang digunakan 3%, 5% dan 7,5%. Diameter zona hambat diamati kemudian dianalisis menggunakan uji statistik One Way Anova. Hasil Penelitian, Uji aktivitas antibakteri ekstrak etanol 96% daun sirih hijau   terhadap bakteri Klebsiella pneumonia penyebab ulkus diabetik yaitu 9,37 pada konsentrasi 7,5%. Kesimpulan, Ekstrak etanol daun sirih hijau mempunyai daya hambat terhadap bakteri Klebsiella pneumonia   penyebab ulkus diabetik.Kata kunci:Daun sirih hijauUlkus diabeticCiprofloxacinPaper disc
Uji Aktivitas Ekstrak Etanol dan Akuades Umbi Rumput Teki (Cyperus rotundus L.) Sebagai Repellent Terhadap Nyamuk Aedes aegypti Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul; Inayah, Siti; Mulyana, Satria Eta; Billa, Zalsa; Churrohmah, Syifa; Azizah, Rizki Nur
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 5, No 2 (2024): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v5i2.19174

Abstract

The dengue virus is one of the causes of Dengue Fever (DF) and is transmitted through the bite of Aedes aegypti mosquitoes. The tuber of the nutgrass plant contains flavonoid compounds known to have insect-repellent activity. This research aims to determine the repellent activity and % protection value of 96% ethanol and water extracts of nutgrass tubers (Cyperus rotundus L.). The research was conducted using male white rats with a repellent test method, and the data generated is the percentage of protection. The concentrations of 1.5%, 3%, and 6% of nutgrass tuber 96% ethanol extract exhibited repellent activity with percentage protection values of 42.7%, 54.02%, and 73.84%, respectively. The aqueous extract of nutgrass tubers showed percentage protection values of 46.34%, 58.66%, and 72.94%, respectively. These results were statistically significant (p<0.05). The research findings indicate that a concentration of 6% provides the highest protection against mosquito bites for both extracts.
In Silico Study of the Potential of Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi) for the Treatment of Type 2 Diabetes Mellitus Rachman Aziz, Dwinuari; Supriyanto, Sugeng; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul; Herniyatun; Saputra, Aditya Mahe; Pratama, Dimas Aji
Chempublish Journal Vol. 8 No. 2 (2024): Chempublish Journal
Publisher : Department of Chemistry, Faculty of Science and Technology Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/chp.v8i2.36624

Abstract

Uji Angka Lempeng Total (ALT) Dan Angka Kapang Khamir (AKK) Pada Jamu Gendong Di Pasar Tradisional Wonokriyo Kecamatan Gombong Kabupaten Kebumen Hasanah, Saniati; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul; Fitriyati, Laeli
Jurnal Farmasi Sains dan Terapan (Journal of Pharmacy Science and Practice) Vol. 10 No. 1 (2023): February
Publisher : Faculty of Pharmacy, Widya Mandala Surabaya Catholic University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jfst.v10i1.4195

Abstract

Latar Belakang: Jamu gendong merupakan salah satu obat tradisional yang sangat diminati oleh masyarakat dikarenakan manfaatnya yang dapat menjaga kesehatan serta mengobati penyakit. Jamu gendong tidak memerlukan izin edar, tetapi kualitas jamu harus tetap diperhatikan sehingga sediaan jamu aman dikonsumsi. Tujuan: Mengetahui ada tidaknya cemaran mikroba berupa bakteri dan kapang khamir pada sediaan jamu gendong beras kencur, kunyit asam, temulawak dan pahitan yang dijual di pasar tradisional Wonokriyo, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen. Metode: Sampel jamu diambil dari empat penjual yaitu penjual A, B, C dan D. Tahapan penelitian meliputi pengambilan sampel, homogenisasi sampel, uji angka lempeng total (ALT) dan uji angka kapang khamir (AKK). Data kemudian dianalisis menggunakan uji statistic One Way ANOVA.  Hasil: Jamu gendong beras kencur, kunyit asam, temulawak dan pahitan yang dijual oleh penjual A, B, C dan D diperoleh nilai ALT yang memenuhi persyaratan yaitu tidak lebih dari >105 koloni/ml. Sedangkan jamu beras kencur yang dijual oleh penjual D diperoleh nilai ALT >105 koloni/ml sehingga tidak memenuhi persyaratan. Jamu gendong beras kencur, kunyit asam, temulawak dan pahitan diperoleh nilai AKK tidak lebih dari 103 koloni/ml sehingga memenuhi persyaratan. Tidak ada perbedaan yang signifikan (P>0,05) pada nilai ALT dan AKK dari semua jenis sampel jamu gendong yang berasal dari keempat penjual. Kesimpulan: Semua jamu memenuhi persyaratan mutu dilihat dari nilai AKK dan ALT, namun 1 sampel jamu beras kencur yang tidak memenuhi syarat ALT.
Edukasi dan Pemberian Informasi Obat Penyakit Asam Urat di Kampung Biru Banjarmasin: Education and Provision of Information on Gout Medication in Kampung Biru Banjarmasin Rahmawati, Rahmawati; Azhari, Tasya Khairunisa; Hamzah, Hasyrul; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul; Ismail, Rahmat
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 10 (2025): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v10i10.10231

Abstract

Gout disease, also known as gouty arthritis, is a condition characterized by elevated blood uric acid levels, typically above 7.5 mg/dL. This occurs due to a disruption in purine metabolism that triggers an increase in uric acid. This disease is a degenerative condition that affects the joints and is most commonly found in the community, particularly among the elderly. The implementation of community service was carried out in Kampung Biru, Kampung Melayu sub-district. The number of community service members was 24. The purpose of this community service was to provide education and drug information services, as well as guidance on how to take medication correctly, to increase public awareness about gout and its management. The stages carried out were providing a pre-test, followed by an educational presentation using media in the form of leaflets, health checks, and drug information services provided by the community service team. General practitioners issued prescriptions, and a post-test was subsequently administered. The average results obtained during the pre-test were 3.75, and the post-test results were 4.05. These results indicate an increase in knowledge before and after receiving education, with a positive impact on participants regarding the importance of health awareness.
Peningkatan Pengetahuan tentang Obat melalui Kegiatan Apoteker Kecil untuk Siswa Sekolah Dasar di Desa Selogiri Kecamatan Karanggayam Kabupaten Kebumen Widiastuti, Tri Cahyani; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul; Ledianasari, L
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan masyarakat mengenai dunia kesehatan, terutama obatmasih sangat terbatas, padahal obat merupakan bahan yang mudah kitatemukan di sekitar kita. Obat harus selalu digunakan secara benar agarmemberikan manfaat klinik yang optimal. Salah satu elemen yangmemiliki keahlian dan dapat menjadi sumber informasi mengenai obatadalah apoteker atau farmasis. Peran Apoteker dalam bidang kesehatanyaitu memberikan Konsultasi, Informasi dan Edukasi (KIE),mengarahkan pasien untuk melakukan pola hidup sehat, dan melakukanmonitoring. Target atau sasaran pendidikan kesehatan dan pelayanankesehatan yang ditujukan kepada kelompok atau populasi umur tertentusangat menentukan keberhasilan suatu program kesehatan, salahsatunya adalah anak usia sekolah. Pelaksanaan program Apoteker Kecilpada siswa SD Negeri 4 Selogiri kelas 5 dan 6. SD Negeri 4 Selogirimerupakan salah satu SD Negeri yang terletak di Dukuh SipanjangDesa Selogiri, Kecamatan Karanggaram, Kabupaten Kebumen. Tujuandari kegiatan tersebut adalah meningkatkan eksistensi Apoteker dantugasnya sehingga pelaksanaan program Apoteker kecil dapat sebagaiperwujudan kader sadar obat sejak dini. Selain itu, Pengetahuan anaktentang obat semakin baik sehingga anak dapat ikut andil dalammenyampaikan informasi obat dan kepatuhan penggunaan obat secaraumum kepada keluarga dan lingkungannya sejak dini. Pelaksanaankegiatan meliputi, pengenalan apoteker, penyampaian materi mengenaipenggolongan obat, jenis obat, informasi pada kemasan dan brosurobat, cara penggunaan obat, efek samping obat, cara penyimpananobat, obat rusak dan kadaluwarsa serta praktek meracik obat. Hasil darikegiatan tersebut adalah adanya perbedaan nilai antara pre test danpost test, dimana hasil nilai rata-rata post test lebih tinggi daripada pretest. Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh hasil penyampaianmateri terhadap tingkat pemahaman dan pengetahuan tentang obat danapoteker.
Co-Authors Afif Hussein Kholid Bahrisy Agung Setiawan agung setiawan Ainni, Ayu Nissa Arnika Dwi Asti Asriani Tagawuningsih Astri Ayu Febri Yuliani Awalia, Luluk Azhari, Tasya Khairunisa Azizah, Rizki Nur Bahrisy, Afif Hussein Kholid Billa, Zalsa Chondrosuro Miyarso Chondrosuro Miyarso Churrohmah, Syifa Condro Suro Miyarso Dwiki Fitri EkaWuri Handayani Eko Prasetyo Ery Purwanti Ery purwanti Evi Marlina Farda, Zais Fatimah, Ayu Febrialfiyan, Sukma Edhie Fiana, Fuan Maharani Fitriyati, Laeli Fuan Maharani Fiana Hamzah, Hasyrul Hasanah, Saniati Herniyatun Herniyatun, H Inayah, Siti Khobiratul Majidah Khuluk, Khusnul Khuluq, Muh Husnul Khusnul Khuluk Krisdiyanti, Yayu Kumalasari, Siska Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih L Ledianasari L Ledianasari Laeli Fitriyati Laeli Fitriyati Laeli Fitriyati Ledianasari, L Majidah, Khobiratul Melisa, Leni Miyarso, Chondrosuro Miyarso, Condro Suro Muchromin Muchromin Muhammad Luthfi Mulyana, Satria Eta Nafarina, Eka Rezki Tri Ningsih, Eka Ratna Pamungkas, Anindya Arya Pratama, Dimas Aji pratiwi, lia nur Pratiwi, Noviani Pravitasari, Rokhania Eka Rachman Aziz, Dwinuari Rachmawati, Indah Raharjo, Rahmat Budhi Rahayu, Titi Pudji Rahayu, Venny Septiana Rahmat Ismail Rahmawati Rahmawati Sadam Husein Sadam Husein Sadam Husein Saputra, Aditya Mahe Septiani, Sinta Wahyu Sholihah, Rizka Hidayatus Sinta Wahyu Septiani Sinta Wahyu Septiani Sugeng Supriyanto Supriyanto, Sugeng Tagawuningsih, Asriani Tangawuningsih, Asriani Titi Pudji Rahayu TITI PUDJI RAHAYU Titi Pudji Rahayu Tri Cahyani Widiastuti Tri Cahyani Widiastuti Tri Cahyani Widiastuti Tri Cahyani Widiastuti Uswatun Hasanah Utomo, Hijan Dzulfadhli Wahyu Rahmatulloh Wahyuni, Septi Widiastuti, Tri Cahyani Yayu Krisdiyanti Yayu Krisdiyanti Yusuf Kurniawan Yusuf Kurniawan Zubaidah, Siti Nur