Claim Missing Document
Check
Articles

Krim Antioksidan Ekstrak Daun Pepaya Jepang (Cnidoscolus aconitifolius) Dengan Variasi Asam Stearat Sebagai Emulgator Fatimah, Ayu; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul; Rahayu, Titi Pudji
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan kulit dapat berdampak pada kesehatan maupun penampilan yang mendukung kepercayaan diri seseorang. Radikal bebas merupakan salah satu penyebab yang berperan dalam gangguan dermatologis kulit. Penggunaan antioksidan diperlukan untuk menangkal radikal bebas, namun antioksidan sintetik memberikan efek yang berbahaya apabila digunakan dalam jangka panjang. Daun pepaya jepang merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi sebagai antioksidan alami. Penggunaan ekstrak antioksidan dinilai kurang efektif sehingga perlu inovasi pembuatan kosmetik dalam bentuk krim. Tujuan penelitian ini untuk mendapatkan formula sediaan krim yang memiliki karakteristik fisik yang baik dan efektif sebagai antioksidan. Sediaan krim yang dibuat dengan memvariasikan konsentrasi asam stearat yaitu F1 (5%), F2 (10%), F3 (15%) dan F4 (20%). Formula yang menunjukkan karakteristik terbaik dari hasil uji organoleptik, pH, daya sebar, daya lekat, dan homogenitas selanjutnya dilakukan uji aktivitas antioksidan dengan metode FRAP. Hasil menunjukkan bahwa pengaruh variasi konsentrasi asam stearat tidak berpengaruh terhadap evaluasi fisik sediaan dengan nilai p > 0,05. Formula 2 (asam stearat 10%) memberikan karakteristik sediaan krim terbaik dengan hasil parameter pengujian memenuhi standar. Hasil uji aktivitas antioksidan formula 2 memiliki nilai IC50 sebesar 30,68 ppm dengan asam askorbat sebagai kontrol positif sebesar 21,41 ppm. Formula 2 sediaan krim ekstrak daun pepaya jepang dengan konsentrasi asam stearat 10% memiliki karakteristik fisik yang baik dan efektif sebagai antioksidan dengan kategori sangat kuat.
Formulasi Sediaan Tisu Basah Ekstrak Etanol Daun Pandan Wangi (Pandanus Amaryllifolius) Sebagai Antibakteri Rachmawati, Indah; Rahayu, Titi Pudji; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menjaga kebersihan kulit penting dilakukan untuk mengurangi agen infeksi serta mencegah penyebaran penyakit. Keterbatasan sarana cuci tangan dan alasan kepraktisan memunculkan produk tisu basah antibakteri. Membersihkan tangan dengan tisu basah dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun. Penggunaan bahan kimia dalam pembuatan tisu basah perlu diminimalisir karena kurang aman untuk kesehatan. Daun pandan wangi mengandung flavonoid yang berpotensi sebagai antibakteri alami. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sediaan tisu basah dengan baik dan efektif sebagai antibakteri. Metode penelitian ini adalah membuat sediaan tisu basah dalam 5 formula dengan memvariasikan zat aktif ekstrak etanol daun pandan wangi yaitu F1(6,25%), F2(12,5%), F3(25%), F4(50%) dan F5(100%). Pengujian dilakukan terhadap sediaan tisu basah yang meliputi uji fisik sediaan (uji organoleptik, uji kesukaan), uji daya antibakteri, dan uji iritasi kulit. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil ekstrak etanol daun pandan wangi mengandung senyawa flavonoid. Hasil uji statistik menunjukan adanya perbedaan yang signifikan antar formula ditandai dengan nilai p<0,05. Evaluasi fisik sediaan menunjukkan formula 1,2, dan 3 adalah formula terbaik. Uji antibakteri menunjukkan formula terbaik adalah F3. Uji iritasi menunjukkan formula terbaik adalah formula 1,2,3,dan 4. Dapat ditarik kesimpuan bahwa Formula sediaan tisu basah ekstrak etanol daun pandan wangi terbaik, berdasarkan hasil evaluasi stabilitas fisik, uji antibakteri serta uji iritasi adalah formula 3 dengan konsentrasi ekstrak etanol daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius) 25%.
Uji Efektivitas Antibakteri Ekstrak Kombinasi Etanol-Akuades Daun Ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) terhadap Bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus Hasanah, Uswatun; Miyarso, Chondrosuro; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan konsentrasi yang paling efektif dari ekstrak kombinasi etanol-akuades daun ganitri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini menggunakan metode difusi sumuran untuk uji antibakteri. Hasil diameter zona hambat dianalisis secara statistik menggunakan One Way Anova dan uji Pos Hoc. Semakin tinggi konsentrasi ekstrak kombinasi etanol-akuades daun ganitri, semakin besar aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Hasil uji statistik antibakteri terhadap Escherichia coli, konsentrasi 125 ug/ml berbeda signifikan terhadap konsentrasi 250, 500, dan 1000 ug/ml serta kontrol positif, konsentrasi 250 ug/ml tidak berbeda signifikan terhadap konsentrasi 500 ug/ml yang ditunjukkan nilai p=0,079, konsentrasi 500 ug/ml tidak berbeda signifikan terhadap konsentrasi 1000 ug/ml ditunjukkan nilai p=0,158, sedangkan pada bakteri Staphylococcus aureus memiliki perbedaan yang signifikan antar konsentrasi yang ditunjukkan nilai p<0,05. Ekstrak kombinasi etanol-akuades daun ganitri (Elaeocarpus ganitrus Roxb.) memiliki efektivitas sebagai antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Konsentrasi yang paling efektif dari ekstrak kombinasi etanol-akuades daun ganitri dalam menghambat bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus pada konsentrasi 1000 ug/ml.
Efektivitas Kombinasi Ekstrak Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) Dan Lidah Buaya (Aloe vera L.) Terhadap Candida Albicans Melisa, Leni; Rahayu, Titi Pudji; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kandidiasis oral merupakan salah satu penyakit infeksi pada rongga mulut karena adanya pertumbuhan berlebih dari jamur Candida albicans. Daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) dan daun lidah buaya (Aloe vera L.) merupakan tanaman yang memiliki potensi sebagai antijamur dan dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif kandidiasis oral. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas kombinasi ekstrak daun sirih merah dan daun lidah buaya dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans. Penelitian ini menggunakan metode difusi paper disk dengan seri konsentrasi kombinasi ekstrak yang digunakan adalah 5%:5%, 10%:10%, 10%:20% dan 20%:10%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun sirih merah dan daun lidah buaya seri konsentrasi 10%:10% menunjukkan aktivitas antijamur berbeda signifikan dengan seri konsentrasi lain dengan nilai p<0.05. Hal tersebut membuktikan bahwa konsentrasi 10%:10% memiliki daya hambat terbaik namun hasilnya tidak lebih baik dari kontrol positif dengan diameter daya hambat 8,1 mm kategori sedang.
Kombinasi Ekstrak Etanol Daun Jambu Mete (Anacardium occidentale. L) Dan Daun Mangga Arumanis (Mangifera indica. L. var. arumanis) Sebagai Antibakteri Staphylococcus aureus Sholihah, Rizka Hidayatus; Fitriyati, Laeli; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun jambu mete dan daun mangga arumanis merupakan tanaman yang berpotensi sebagai antibakteri dan dapat digunakan sebagai suatu alternatif untuk mengobati penyakit infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus. Daun jambu mete mengandung senyawa flavonoid, fenol, steroid, triterpen, asam anakardat, saponin, tanin, alkaloid dan minyak atsiri. Senyawa yang memiliki potensi sebagai antibakteri yaitu flavonoid dan tanin. Daun mangga arumanis mengandung senyawa mangiferin, flavonoid, alkaloid, steroid, polifenol, saponin dan tanin. Senyawa yang memiliki potensi sebagai antibakteri yaitu flavonoid. Flavonoid sebagai antibakteri dengan cara merusak membrane sel bakteri dan tanin sebagai antibakteri dengan cara memprepitasi protein sehingga sel bakteri tidak dapat terbentuk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri kombinasi ekstrak daun jambu mete dan daun mangga arumanis. Metode yang digunakan untuk uji aktivitas antibakteri yaitu dengan metode difusi sumuran. Zona hambat tertinggi terdapat pada perbandingan 2:1 Baik konsentrasi 6,25% maupun 12,5% dengan zona hambat 14,7 dan 15,6mm. hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak etanol daun jambu mete dan daun mangga arumanis memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, dengan hasil uji statistik nilai p=0.00<0.05.
Antibacterial Activity Test of the Combination of Methanol Extract of Arumanis Mango Leaves (Mangifera indica L) and Taro Leaves (Colocasia esculanta L) on Escherichia coli Bacteria Causes of Diarrhea Diseases Kumalasari, Siska; Fitriyati, Laeli; Rahayu, Titi Pudji; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Jurnal Pijar Mipa Vol. 19 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v19i1.5850

Abstract

Arumanis mango leaves (Mangifera indica L) and taro leaves (Colocasia esculanta L) are plants that have the potential to be antibacterial and can be used as an alternative to treat infectious diseases caused by bacteria. Arumanis mango leaves contain secondary metabolite compounds, including flavonoids, alkaloids, steroids, polyphenols, tannins, and saponins, and taro leaves contain secondary metabolite compounds in the form of saponins, tannins, flavonoids, formic acid, glucosides, citric acid, and several minerals. Secondary metabolite compounds that have potential as antibacterials are flavonoids and tannins. This study aims to determine the antibacterial activity of a combination of methanol extracts of arumanis mango leaves (Mangifera indica L) and taro leaves (Colocasia esculanta L) against Escherichia coli bacteria. The research was carried out starting from the plant determination and preparation of simplisia, extraction, phytochemical screening of extracts and KLT tests, and antibacterial testing using the disc paper method. The concentration series of extract combinations used are 6.25%, 12.5%, and 25%. The antibacterial test results of the combination of arumanis mango leaf extract (Mangifera indica L) and taro leaf (Colocasia esculanta L), which showed the highest inhibition zone diameter was at a concentration of 6.25% (1:1), a concentration of 12.5% (1:2). At a concentration of 25% (2:1). From the results of this study, a single extract of arumanis mango leaves and taro leaves with a concentration of 6.25%; 12.5%; 25% and a combination of extracts in a ratio of 1:1. 1:2, 2:1, which has potential antibacterial activity against Escherichia coli bacteria, so that further research can be carried out by utilizing a combination of arumanis mango leaf extracts and taro leaves and as a source of information and insight into the combination of arumanis mango leaves and taro leaves that have antibacterial properties.
Formulation and Physical Evaluation of Papaya Leaf (Carica papaya L.) Ethyl Acetate Fraction Cream Preparation as Anti Acne Against Propionibacterium acne Bacteria Farda, Zais; Rahayu, Titi Pudji; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Jurnal Pijar Mipa Vol. 19 No. 2 (2024): March 2024
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v19i2.6146

Abstract

Acne or acne vulgaris is a disease in the form of inflammation of multiple sebaceous glands caused by the bacteria Propionibacterium acne. Papaya leaves are a plant that can potentially be used as an acne treatment. To determine the antiacne activity of papaya leaf ethyl acetate fraction cream preparations caused by Propionibacterium acne bacteria. The ethyl acetate fraction of papaya leaves are made into a cream preparation with varying concentrations of ten, fifteen, and twenty percent. The results of the cream preparation test met the physical property standards. Still, the viscosity in formulation three did not meet the standards, and formulas two and three did not meet the cream stability test standards. Antibacterial tests show that all formulas have inhibitory power against bacteria. The average inhibition zone results in formula one, formula two, and formula three were 4.99 ± 0.48 mm, 6.85 ± 0.48 mm and 10.12 ± 1.42 mm. Formula One papaya leaf fraction cream fulfills all the physical characteristics of the preparation. All papaya leaf ethyl acetate fraction cream preparations are antibacterial against Propionibacterium acne. So, research can be developed using the ethyl acetate fraction of papaya leaves in various preparations, and activity tests against other bacteria can be carried out.
ANALISIS PENETAPAN KADAR FLAVONOID PADA EKSTRAK ETANOL DAUN MANGGA KIOJAY (Mangifera Indica Var. Kiojay) MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis pratiwi, lia nur; Fitriyati, Laeli; Supriyanto, Sugeng; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v5i1.1579

Abstract

 Tanaman mangga adalah tanaman populer di Indonesia dan berasal dari Asia Tenggara, telah dibudidayakan selama ribuan tahun. Mangga kiojay (Mangifera indica Var. Kiojay), varietas dari Thailand, dikenal di Indonesia karena potensi obat herbalnya. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun mangga mengandung senyawa bioaktif, seperti flavonoid, yang berfungsi sebagai antimikroba, antiinflamasi, dan antioksidan. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui kadar flavonoid pada ekstrak etanol daun mangga Kiojay (Mangifera indica Var. Kiojay) dengan metode spektrofotometri UV-Vis.  Penelitian ini diawali dengan ekstraksi dilakukan dengan maserasi menggunakan etanol 96%, diikuti dengan uji organoleptis dan identifikasi metabolit sekunder dengan metode uji tabung dan standarisasi non spesifik pada ekstrak berupa uji kadar air, uji kadar abu total dan uji kadar abu tidak larut asam pada ekstrak.  Penetapan kadar flavonoid menggunakan spektrofotometri UV-Vis.Hasil penelitian  menunjukkan ekstrak mengandung flavonoid dengan kadar 12,280 mg QE/g, serta kandungan air 7,66%, abu total 5,00%, dan abu tidak larut asam 2,91%. Ekstrak etanol dari daun mangga Kiojay (Mangifera indica var. Kiojay) terstandarisasi dan mengandung flavonoid.
UJI AKTIVITAS ANALGETIK KITOSAN DARI CANGKANG YUTUK (Emerita sp.) PADA MENCIT PUTIH JANTAN (Mus musculus) YANG DIINDUKSI ASAM ASETAT 1% Churrohmah, Syifa; Fitriyati, Laeli; Khuluq, Muh Husnul; Wakhidatul Kiromah, Naelaz Zukhruf
Jurnal Farmasi Klinik dan Sains Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Farmasi Klinik dan Sains
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gombong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jfks.v4i1.1201

Abstract

Nyeri adalah perasaan dan pengalaman emosional yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan jaringan. Cangkang yutuk (Emerita sp.) mengandung senyawa kitosan yang memiliki manfaat dalam pengobatan salah satunya adalah nyeri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan subjek penelitian berupa 35 ekor mencit putih jantan. Hewan uji dibagi menjadi 7 kelompok perlakuan, yaitu kontrol negatif, kontrol positif dan kelompok kitosan 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB, 150 mg/kgBB, 200 mg/kgBB dan 250 mg/kgBB. Penginduksi nyeri yang diberikan adalah asam asetat 1%. Pengamatan dilakukan dengan mengamati geliat mencit yang merupakan respon rasa nyeri. Geliat mencit diamati dan dihitung persen proteksi nyerinya. Data yang diperoleh kemudian diuji statistik One Way ANOVA dan Post Hoc Games-Howell. Kitosan dari cangkang yutuk (Emerita sp.) pada dosis 50, 100, 150, 200 dan 250 mg/kgBB memiliki efek analgetik pada mencit putih jantan dengan hasil persen proteksi berturut-turut sebesar 56,20%, 58,85%, 79,42%, 86,78% dan 88,85% serta memberikan efek yang signifikan (p<0,05) pada mencit yang diinduksi asam asetat. Dosis kitosan dari cangkang yutuk (Emerita sp.) 250 mg/kgBB memiliki efek analgetik terbaik dengan persen proteksi sebesar 88,85% pada mencit putih jantan dan dinyatakan signifikan dengan nilai p<0,05.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN KITOSAN DARI CANGKANG YUTUK (Emerita sp) MENGGUNAKAN METODE ABTS (2,2 AZINOBIS (3-ETILBENZOTIAZOLIN)-6-ASAM SULFONAT) Billa, Zalsa; Fitriyati, Laeli; Kiromah, Naelaz Zukhruf Wakhidatul
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 4 (2023): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i4.168

Abstract

Radikal bebas merupakan salah satu penyebab penyakit degeneratif. Oleh karena itu, radikal bebas dapat dicegah dengan penggunaan antioksidan. Yutuk merupakan salah satu sumber alam dari laut yang mengandung kitosan sebagai antiokidan. Pengujian antioksidan dapat menggunakan metode ABTS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan kitosan dari cangkang yutuk menggunakan metode ABTS. Metode penelitian yang digunakan antara lain uji fisika kitosan dilakukan dengan uji organoleptik, uji air dan uji tabung, serta dilakukan uji analisis FTIR. Data yang dihasilkan adalah nilai IC50. Hasil uji fisika kitosan dilakukan dengan uji organoleptik warna putih kecoklatan, berbentuk serpihan atau bubuk halus, uji air menunjukkan hasil 1,4188% dan uji kadar abu menunjukkan 3,4332 %. Hasil uji analisis FTIR kitosan dari cangkang yutuk ditandai dengan adanya gugus amida dan hidroksil dengan nilai derajat deasetilasi sebesar 57,62%. Hasil uji aktivitas antioksidan kitosan dari cangkang yutuk dengan metode ABTS nilai IC50 190,48 ppm. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kitosan cangkang yutuk memiliki aktivitas antioksidan yang lemah pada metode ABTS.  
Co-Authors Afif Hussein Kholid Bahrisy agung setiawan Agung Setiawan Ainni, Ayu Nissa Arnika Dwi Asti Asriani Tagawuningsih Astri Ayu Febri Yuliani Awalia, Luluk Azhari, Tasya Khairunisa Bahrisy, Afif Hussein Kholid Billa, Zalsa Chondrosuro Miyarso Chondrosuro Miyarso Churrohmah, Syifa Condro Suro Miyarso Dwiki Fitri EkaWuri Handayani Eko Prasetyo Ery purwanti Ery Purwanti Evi Marlina Farda, Zais Fatimah, Ayu Febrialfiyan, Sukma Edhie Fiana, Fuan Maharani Fitriyati, Laeli Fuan Maharani Fiana Hamzah, Hasyrul Handayani, Eka Wuri Hasanah, Saniati Herniyatun Herniyatun, H Khobiratul Majidah Khuluk, Khusnul Khuluq, Muh Husnul Khusnul Khuluk Krisdiyanti, Yayu Kumalasari, Siska Kurniasih Kurniasih Kurniasih Kurniasih L Ledianasari L Ledianasari Laeli Fitriyati Laeli Fitriyati Laeli Fitriyati Ledianasari, L Majidah, Khobiratul Melisa, Leni Miyarso, Chondrosuro Miyarso, Condro Suro Muchromin Muchromin Muhammad Luthfi Mulyana, Satria Eta Nafarina, Eka Rezki Tri Ningsih, Eka Ratna Pamungkas, Anindya Arya Pratama, Dimas Aji pratiwi, lia nur Pratiwi, Noviani Pravitasari, Rokhania Eka Rachman Aziz, Dwinuari Rachmawati, Indah Rahayu, Titi Pudji Rahayu, Venny Septiana Rahmat Ismail Rahmawati Rahmawati Sadam Husein Sadam Husein Sadam Husein Sahro, Intan Fatimah Saputra, Aditya Mahe Sholihah, Rizka Hidayatus Sinta Wahyu Septiani Sugeng Supriyanto Supriyanto, Sugeng Tagawuningsih, Asriani Tangawuningsih, Asriani TITI PUDJI RAHAYU Titi Pudji Rahayu Titi Pudji Rahayu Tri Cahyani Widiastuti Tri Cahyani Widiastuti Tri Cahyani Widiastuti Tri Cahyani Widiastuti Uswatun Hasanah Utomo, Hijan Dzulfadhli Wahyu Rahmatulloh Widiastuti, Tri Cahyani Yayu Krisdiyanti Yayu Krisdiyanti Yusuf Kurniawan Yusuf Kurniawan Zubaidah, Siti Nur