Keswara, Umi Romayati
Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati

Published : 73 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan kesehatan tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh Keswara, Umi Romayati; Rahmawati, Reka Putri; Febrian, A’raaf Almaera
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i2.178

Abstract

Pendahuluan: Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal. .  Dapat dikatakan bahwa hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Hipertensi dapat diturunkan dengan terapi herbal dengan cara meminum rebusan daun belimbing wuluh. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang hipertensi dan terapi herbal rebusan daun belimbing wuluh Metode: Pelaksanaan metode      yang      digunakan      dalam pengabdian     masyarakat     ini     dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh dan ke dua setelah diberikan penyuluhan, responden diberikan Tanya jawab tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh Hasil: Responden mengetahui tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh Simpulan: responden dapat memahami tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh
Penyuluhan kesehatan tentang jajanan sehat dan jajanan tidak sehat Pribadi, Teguh; Keswara, Umi Romayati; Widodo, Slamet; Alparizi, Melki; Marlena, Leni; Pritasari, Laili; Wulandari, Hesti
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i4.249

Abstract

Introduction: School Children Snacks conducted by the Food and Drug Supervisory Agency of the Republic of Indonesia Directorate of Food Inspection and Certification together with 26 supervisory agency/ the Food and Drug Supervisory Centers throughout Indonesia show that 45% of School Children Snacks do not meet the requirements because they contain hazardous chemicals such as formaldehyde, borax, rhodamine, and containing Food Additives such as cyclamate andbenzoate exceeds the safelimit. Purpose: Respondents can know, understand about healthy snacks and unhealthy snacks.                                                                                                                           Method: Implementation of the method used in counseling at Public Elementary School 1 Way Gubak is done by 3 stages, namely the first, students of the Psychology profession asking the difference between healthy and unhealthy snacks at, secondly, the presenters of Psychological students explained about healthy and unhealthy snacks using a Power point back, and the third asked questions related to the difference between healthy and unhealthy snacks after being explained. Results: Respondents understand about healthy and unhealthy snacks. Conclusion: Respondents can understand about healthy snacks and unhealthy snacks.   Pendahuluan: Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Pangan bersama 26 Balai Besar / Balai POM di seluruh Indonesia menunjukkan bahwa 45% PJAS tidak memenuhi syarat karena mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin, dan mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti siklamat dan benzoat melebihi batas aman. Tujuan: Responden dapat mengetahui,Memahami tentang jajanan sehat dan jajanan tidak sehat. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam penyuluhan di Sdn 1 Way Gubak ini dilakukan dengan 3 tahap, yaitu yang pertama mahasiswa profesi Psik menanyakan perbedaan jajanan sehat dan tidak sehat, yang kedua penyaji mahasiswa menjelaskan tentang jajanan sehat dan tidak sehat menggunakan Power point balik, dan ketiga tanya jawab terkait perbedaan jajanan sehat dan tidak sehat setelah di jelaskan. Hasil: Responden memahami tentang jajanan sehat dan tidak sehat. Simpulan:  Responden dapat memahami tentang Jajanan Sehat dan Jajanan tidak sehat.
Penyuluhan kesehatan penyakit menular seksual (PMS) pada remaja Keswara, Umi Romayati; Mardani, Mardani; Nepiana, Nurul; Triyono, Taufiq Hidayat; Rita, Desi Risna; Palupi, Antika
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i2.400

Abstract

Background: Adolescence is a transition period from childhood to adulthood, where rapid growth occurs including reproductive function that affects changes in development, both physical, mental, and social roles. Today's youth association needs to be highlighted especially, because currently the association of adolescents is very worrying due to the development of the global modernization current and the depletion of one's morals and faith. The association of adolescents today is very worrying, namely the high rate of drug use among adolescents, and the existence of free sex among adolescents outside marriage. Purpose: To increase adolescents' knowledge and understanding of sexually transmitted disease behaviour. Method: The implementation of this activity goes through several stages, namely conducting field surveys, holding cadus meetings to explain about health extension activity technicians, providing media that will be used for counseling in the form of poster media. Results: Adolescents were asked to understand the importance of avoiding sexually transmitted diseases, and an assessment of the process in the form of questions and answers given by the speaker was carried out until all participants could understand the importance of avoiding sexually transmitted diseases. Conclusion: The participants in hamlet 06 sukajaya lempasing Bandar Lampung City knew about knowledge of sexually transmitted diseases. Keywords: Adolescence; Health Education; Sexually Transmitted Diseases. Pendahuluan: Masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa, di mana terjadi pertumbuhan yang cepat termasuk fungsi reproduksi yang mempengaruhi perubahan perkembangan, baik peran fisik, mental, maupun sosial. Pergaulan remaja saat ini perlu disoroti terutama, karena saat ini pergaulan remaja sangat mengkhawatirkan akibat perkembangan arus modernisasi yang mendunia dan menipisnya akhlak dan iman seseorang. Pergaulan remaja saat ini sangat mengkhawatirkan, yaitu tingginya angka penggunaan narkoba di kalangan remaja, dan adanya seks bebas di kalangan remaja di luar nikah. Tujuan: Untuk menambah pengetahuan dan pemahaman remaja tentang perilaku penyakit menular seksual. Metode: Pelaksanaan kegiatan ini melalui beberapa tahapan yaitu melakukan survey lapangan, mengadakan pertemuan pihak kadus untuk menjelaskan tentang teknisi kegiatan penyuluhan kesehatan, menyediakan media yang akan digunakan untuk penyuluhan berupa media poster. Hasil: Remaja diminta untuk memahami pentingnya menghindari penyakit menular seksual, serta dilakukan penilaian proses berupa tanya jawab yang diberikan pemateri tersebut sampai semua peserta bisa memahami pentingnya menghindari penyakit menular seksual. Simpulan: Para peserta di Dusun 06 Sukajaya Lempasing Kota Bandar Lampung mengetahui tentang pengetahuan penyakit menular seksual.
Efektivitas terapi slow deep breathing terhadap perawatan lansia dengan hipertensi Adha, Adinda Wulan; Keswara, Umi Romayati; Trismiyana, Eka
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 1 (2025): March Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i1.410

Abstract

Background: Hypertension is an abnormality in systolic blood pressure >140 and diastolic >90 mmHg in the arteries that continues to increase. Hypertension is usually not realized by sufferers. The prevalence rate of hypertension in Indonesia is getting higher, so it is necessary to treat it using Slow Deep Breathing therapy. Purpose: To determine the effectiveness of slow deep breathing therapy in the care of elderly with hypertension. Method: Qualitative descriptive research with a nursing case study approach discusses assessment, nursing diagnosis, planning, implementation and evaluation. This case study was carried out on two patients by exploring the application of slow deep breathing therapy by nurses to hypertensive elderly people to reduce the blood pressure of elderly people in Suka Jaya Lempasing Village, Teluk Pandan District, Pesawaran Regency, Lampung Province. Slow Deep Breathing therapy is done by inhaling for 3 seconds and exhaling for 3 seconds. This therapy is carried out 6 times/minute for 15 minutes with a total of 90 deep breaths, frequency 2 times a day (morning and evening), and is carried out for 3 days. Results: Giving Slow Deep Breathing therapy to Mrs. S, the blood pressure before therapy was 155/90 mmHg and after therapy was 130/80 mmHg, whereas for Mr. So that the level of fatigue in Mrs. S and pain in Mr. H decreased. Conclusion: Slow Deep Breathing therapy can effectively reduce the blood pressure of hypertension sufferers.   Keywords: Elderly; Hypertension; Slow Deep Breathing.   Pendahuluan: Hipertensi merupakan keabnormalan tekanan darah sistolik >140 dan diastolik >90 mmhg dalam pembuluh darah arteri yang terus menerus meningkat. Hipertensi biasanya tidak disadari penderita. Angka prevalensi hipertensi di Indonesia semakin tinggi maka perlu penanganan menggunakan terapi Slow Deep Breathing. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas terapi slow deep breathing terhadap perawatan lansia  dengan hipertensi. Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus keperawatan membahas tentang pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Studi kasus ini dilakukan kepada dua orang pasien dengan mengeksplorasi penerapan terapi slow deep breathing oleh perawat pada lansia hipertensi untuk menurunkan tekanan darah lansia di Desa Suka Jaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Terapi Slow Deep Breathing dilakukan dengan 3 detik menarik nafas dan 3 detik membuang nafas. Terapi ini dilakukan sebanyak 6 kali/menit selama 15 menit dengan jumlah total 90 kali tarik nafas dalam, frekuensi 2 kali sehari (pagi dan sore), dan dilakukan selama 3 hari. Hasil: Pemberian terapi Slow Deep Breathing Ny.S didapatkan tekanan darah sebelum terapi yaitu 155/90 mmhg dan setelah terapi yaitu 130/80 mmhg, sedangkan pada Tn.H didapatkan tekanan darah sebelum terapi yaitu 150/90 dan setelah terapi yaitu 140/90 mmhg. Sehingga tingkat kelelahan pada Ny.S dan nyeri Tn.H mengalami penurunan. Simpulan: Terapi Slow Deep Breathing efektif dapat menurunkan tekanan darah penderita hipertensi.   Kata Kunci: Hipertensi; Lansia; Slow Deep Breathing.
Factors Affecting The Incidence Of Maternal Preeclampsia Kusuma, Intania; Yuliasari, Dewi; Fitria, Fitria; Keswara, Umi Romayati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.11585

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu penyebab mortalitas dan morbiditas ibu dan janin. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya preeklampsia adalah usia, paritas, riwayat hipertensi, diabetes mellitus, obesitas, molahidatidosa dan kehamilan ganda. Hasil presurvey didapat data pada tahun 2018 angka kejadian preeklampsia ibu bersalin di RSUD HM Ryacudu Kotabumi sebanyak 68 orang.Tujuan penelitian diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian preeklampsia ibu bersalin di RSUD HM Ryacudu Kotabumi.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan data sekunder.Populasi dalam penelitian ini semua ibu bersalin dengan diagnosa preeklampsia yang di rawat di ruang kebidanan dalam masa rentang waktu Januari 2020 – Desember 2022 sebanyak 86 orang ibu bersalin. Sampel yang digunakan adalah total population sebanyak 86 orang ibu bersalin.Analisis data univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan (chi-square).Hasil penelitian didapatkan hasil Usia ibu bersalin yang beresiko usia <20 atau >35 tahun sebesar 45 responden (52,3%), riwayat hipertensi ibu yang beresiko sebesar 46 responden (53,5%), paritas ibu yang mengalami resiko 44 responden (51,2%).Kesimpulan Ada hubungan usia dengan kejadian preeklampsia dengan ρ-value sebesar 0,010 dan OR 3.717, ada hubungan riwayat hipertensi dengan kejadian preeklampsia dengan ρ-value sebesar 0,001 dan OR 5.612, dan ada hubungan paritas dengan kejadian preeklampsia dengan ρ-value sebesar 0,006 dan OR 4.016.Peneliti menyarankan ibu untuk menigkatkan kunjungan ANC lebih awal, dan mengajakibu untuk sering mengontrol kehamilan nya agar tidak mengalami resiko pada kehamilan yaitu salah satunya adalah preeklampsia. Kata kunci : Usia, Riwayat hipertensi, Paritas, Preeklampsia ABSTRACT Preeclampsia is one of the causes of maternal and fetal mortality and morbidity. Factors that influence the occurrence of preeclampsia include age, parity, history of hypertension, diabetes mellitus, obesity, hydatidiform mole, and multiple pregnancies. Pre-survey data from 2018 revealed that there were 68 cases of preeclampsia among delivering mothers at HM Ryacudu General Hospital, Kotabumi, North Lampung. The research objective was to identify the factors affecting the occurrence of preeclampsia among delivering mothers at HM Ryacudu General Hospital of Kotabumi.This study was a quantitative research with a cross-sectional approach, using secondary data. The population of this study consists of all delivering mothers diagnosed with preeclampsia who were treated in the obstetrics ward from January 2020 to December 2022, totaling 86 delivering mothers. The sample used is the entire population of 86 delivering mothers. Data analysis included univariate analysis using frequency distribution and bivariate analysis using the chi-square test.The results showed that among the delivering mothers, 45 respondents (52.3%) were at risk due to their age being <20 or >35 years, 46 respondents (53.5%) had a history of hypertension which put them at risk, and 44 respondents (51.2%) who experienced risk had parity.In conclusion, there is a relationship between age and the occurrence of preeclampsia with a ρ-value of 0.010 and an odds ratio (OR) of 3.717. There is a relationship between a history of hypertension and the occurrence of preeclampsia with a ρ-value of 0.001 and an OR of 5.612. There is also a relationship between parity and the occurrence of preeclampsia with a ρ-value of 0.006 and an OR of 4.016.Researchers recommend that mothers increase their early Antenatal Care (ANC) visits and encourage them to frequently monitor their pregnancies to avoid risks, one of which is preeclampsia. Keyword : age, hypertensive history, parity, preeclampsia
Penerapan Diaphragmatic Breathing Exercise terhadap Pernapasan SPO2 Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dengan Masalah Keperawatan Pola Nafas Tidak Efektif di Rumah Sakit Bintang Amin Juana, Rika; Andoko, Andoko; Keswara, Umi Romayati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.21902

Abstract

ABSTRACT  The prevalence of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) in Southeast Asia reaches 6.3% with sufferers aged over 30 years. The number of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) in Indonesia reaches 9.2 million people or around 3.7%. While the prevalence of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) in Lampung reaches 3.4%. COPD sufferers usually complain of symptoms of shortness of breath, coughing, and fatigue in daily activities. Therefore, the need for proper management is very necessary to reduce dyspnea in COPD patients, which can be done with breathing exercises, one of which is doing breathing exercises by applying Diaphragmatic Breathing Exercise. To provide geriatric nursing care for COPD clients with ineffective breathing pattern nursing problems by applying diaphragmatic breathing exercise. In writing this final project report, a descriptive research design with a case study design was used. The subjects used were 3 people who experienced nursing problems of ineffective breathing patterns. The application of Diaphragmatic Breathing Exercise for the intervention group was 2 times a day for 5-10 minutes per day for 3 days. The application of diaphragmatic breathing exercise therapy can reduce the frequency of breathing in COPD patients. Nursing management of ineffective breathing patterns with the application of diaphragmatic breathing exercise therapy nursing actions that the author did for 3 days in COPD patients where the problem of ineffective breathing patterns in clients is more effective in Mr. M and Mr. A compared to Mr. S. This proves that there is an effect of the application of diaphragmatic breathing exercise therapy to reduce the frequency of breathing in COPD patients compared to not doing diaphragmatic breathing exercise therapy. Keywords: COPD, Diaphragmatic Breathing Exercise, Ineffective Breathing Pattern. ABSTRAK Prevalensi Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Asia Tenggara mencapai 6,3% dengan usia penderita lebih dari 30 tahun. Angka Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Indonesia menjangkau 9,2 juta orang atau kisaran 3,7%. Sedangkan prevalensi Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Lampung mencapai 3,4%. Penderita PPOK biasanya mengeluhkan gejala sesak napas, batuk, serta kelelahan dalam beraktivitas sehari-hari. Diperlukannya tatalaksana pada pasien PPOK untuk menurunkan dyspneau yaitu dengan penerapan latihan napas diafragma. Metodologi penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. intervensi ini dilakukan 2 kali selama 5-10 menit selama 3 hari. Penerapan terapi latihan pernapasan diafragma dapat mengurangi frekuensi pernapasan pada pasien PPOK.  Pengelolaan pembasmian pola pernapasan tidak efektif dengan penerapan tindakan pemeliharaan terapi pernafasan diafragma yang penulis lakukan selama 3 hari pada pasien PPOK dimana masalah pola pernafasan tidak efektif pada klien lebih efektif pada Tn. M dan Tn. A dibandingkan dengan Tn. Hal tersebut membuktikan terdapat pengaruh penerapan terapi latihan pernapasan diafragma untuk mengurangi frekuensi pernapasan pada pasien PPOK dibandingkan tidak dilakukannya tindakan terapi latihan pernapasan diafragma. Kata Kunci: PPOK, Latihan Pernapasan Diafragma, Pola Nafas Tidak Efektif
Genting (Gerakan Terpadu Peduli Stunting) Program Paud dalam Pengasuhan dan Stimulasi Pencegahan Stunting di Pekon Wonosobo, Tanggamus Cahyani, Annida Arrum; Keswara, Umi Romayati; Arozan, Dimas; Budi, Wahyu Setianing; Pragumansyah, Juanda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22077

Abstract

ABSTRAK Stunting pada anak merupakan masalah kesehatan serius di Indonesia, khususnya di pedesaan, yang menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor risiko stunting dan mengevaluasi efektivitas intervensi kesehatan masyarakat. Program pengabdian masyarakat GENTING (Gerakan Terpadu Peduli Stunting) dilaksanakan di Posyandu Pekon Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, pada 6 Agustus 2025, dengan melibatkan 30 ibu balita. Metode yang digunakan adalah pendekatan holistik melalui tiga kegiatan utama: 1) edukasi interaktif tentang gizi seimbang dan 1.000 Hari Pertama Kehidupan, 2) penyediaan permainan edukatif untuk stimulasi anak, dan 3) pemeriksaan tumbuh kembang berkala. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu, partisipasi aktif peserta, serta keberhasilan dalam deteksi dini masalah pertumbuhan. Pendekatan terintegrasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran, memberikan stimulasi, dan memantau pertumbuhan anak, sehingga dapat menjadi strategi berkelanjutan untuk pencegahan stunting di tingkat komunitas. Kata Kunci: Stunting, Gizi Anak, Perkembangan Anak, Posyandu, Pekon Wonosobo.  ABSTRACT Childhood stunting is a serious health problem in Indonesia, particularly in rural areas, hampering physical growth and cognitive development. This study aims to identify risk factors for stunting and evaluate the effectiveness of public health interventions. The GENTING (Gerakan Terpadu Peduli Stunting) community service program was implemented at the Integrated Health Post (Posyandu) in Wonosobo Village, Tanggamus Regency, on August 6, 2025, involving 30 mothers of toddlers. The method used was a holistic approach through three main activities: 1) interactive education on balanced nutrition and the First 1,000 Days of Life, 2) providing educational games for child stimulation, and 3) regular growth and development checks. The results showed an increase in maternal understanding, active participation of participants, and success in early detection of growth problems. This integrated approach has proven effective in raising awareness, providing stimulation, and monitoring child growth, thus becoming a sustainable strategy for stunting prevention at the community level. Keywords: Stunting, Child Nutrition, Child Development, Integrated Health Post, Wonosobo Village.
Hubungan waiting time dengan kepuasan pasien KHADAFI, AHMADMUAMAR; Triyoso, Triyoso; Keswara, Umi Romayati
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 2 No. 1 (2024): December Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v2i1.117

Abstract

Background: Patient satisfiction is one of indicators to measure health service quality. A prolonged waiting time influences the satisfiction of a patient toward health service quality. According to the data from health agency of pesisir barat regency in 2016, the utilization of health center was low, it is 26.7%. The utilization was lower than the Lampung Province utilization, 32.6%. Purpose: The study was to identifi the correlation between waiting time and patient satisfaction. Method: The study was conducted through quantitative method with cross sectional approach. The population involved 134 patients registred at Bengkunat Belimbing Healty Center. The data collection was through questionnaires. The data analysis was through chi squer. Results: There were 81 respondents (60.4%) experinced good waiting time. 88 respondents (68.7%) felt satisfied with the health center service. There was a correlation between waiting time and patient satisfaction at Bengkunat Belimbing Health Center of Pesisir Barat in 2019 with p value = 0.048, in such a way that p value < α (0.048 < 0.05). Conclusion: There is a significant relationship between waiting time and patient satisfaction with the service. Suggestion: The service, which complies with the SOP, meets patient expectations and needs to be maintained and improved to achieve service and waiting times above 90%.   Keywords: Patient; Satisfaction; Waiting time.   Pendahuluan: Kepuasan pasien merupakan salah satu indikator untuk mengukur kualitas layanan kesehatan. Waktu tunggu pasien lama akan mempengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan. Berdasarkan Data Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2016, pemanfaatan fasilitas kesehatan di Puskesmas masih rendah, yaitu 26.7% masih rendah dibandingkan pemanfaatan fasilitas kesehatan puskesmas  di Provinsi Lampung yaitu 32.6%. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan waiting time dengan kepuasan pasien. Metode: Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan secara cross sectional, dengan populasi seluruh pasien yang berkunjung di Puskesmas Belimbing Kabupaten Pesisir Barat  yang berjumlah 421 responden. Tekhnik pengambilan sampel dengan accidental sampling dengan jumlah sampel 134 responden. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Pada penelitian menunjukkan sebagian besar responden merasa waiting time yang sudah sesuai (baik) yaitu sebanyak 81 (60.4%) responden. Sebagian besar responden puas dengan pelayanan puskesmas, yaitu sebanyak 88 (68.7%) responden. Terdapat hubungan waiting time dengan kepuasan pasien di Puskesmas Bengkunat Belimbing Kabupaten Pesisir Barat Tahun 2019 p-value = 0.048, sehingga  p-value < α (0.048< 0.05). Simpulan: Adanya hubungan yang signifikan antara waiting time dengan kepuasan pasien dalam mendapatkan pelayanan. Saran: Pelayanan sesuai SOP sudah sesuai yang diharapkan pasien, dan perlu dipertahankan serta ditingkatkan pelayanan dan waiting time sehingga bisa mencapai lebih dari 90%.   Kata Kunci: Kepuasan; Pasien; Waiting Time.
Pengaruh booklet pertolongan pertama cedera olahraga terhadap pengetahuan tentang perawatan cedera olahraga pada siswa Nurlita, Ela; Trismiyana, Eka; Rianty, Dian Asih; Keswara, Umi Romayati
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 5 (2025): October Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i5.1391

Abstract

Background: Sports injuries are injuries usually limited to sudden tissue damage that occurs during exercise, such as sprains and tears of the soft tissue in the musculoskeletal system. These injuries can be caused by many things, one of which is overuse syndrome. In children aged 7-14, injuries are the leading cause of death, with rates ranging from 20% to 60%, with the highest rate of sports injuries in Mesuji Regency (14.98%) and the lowest in Tulang Bawang (2.61%). However, in South Lampung Regency, the rate is 9.23%. Students' knowledge of first aid for sports injuries is lacking. Purpose: To determine the effect of the sports injury first aid booklet on students' knowledge of sports injury care. Method: Quantitative research with an experimental design. The population in this study were 30 students who are members of the PMR SMP N 2 Katibung, with a sample of 20 respondents drawn using random sampling. Data analysis used the t-dependent statistical test. Results: The average knowledge before the booklet counseling was 45.25. After the booklet counseling, the mean was 74.75, with a statistical test result of p-value = 0.000 <α. Conclusion: There is an effect of health counseling on the influence of the sports injury first aid booklet on knowledge about sports injury treatment in students.   Keywords: Booklet; Knowledge; Sports Injury.   Pendahuluan: Cedera olahraga adalah cedera biasanya terbatas pada kerusakan jaringan secara tiba-tiba yang terjadi selama berolahraga seperti terkilir dan robeknya jaringan lunak pada sistem muskuloskeletal dapat disebabkan oleh banyak hal, salah satunya adalah overuse syndrome. Anak berusia 7-14 tahun, cedera menjadi penyebab utama kematian dengan angka berkisar antara 20% hingga 60% dengan angka tertinggi cedera olahraga berada di kabupaten Mesuji 14.98% dan angka terendah berada di Tulang Bawang 2.61%. Namun di kabupaten Lampung Selatan terdapat 9.23%. Kurangnya pengetahuan siswa siswi tentang pertolongan pertama cedera olahraga. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh booklet pertolongan pertama cedera olahraga terhadap pengetahuan tentang perawatan cedera olahraga pada siswa. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa siswi anggota PMR SMP N 2 Katibung sejumlah 30 orang dengan jumlah sampel sebanyak 20 responden yang diambil secara sample random sampling. Analisa data menggunakan uji statistik t-dependen. Hasil: Rata-rata pengetahuan sebelum dilakukan penyuluhan dengan booklet dengan mean 45.25. Sesudah dilakukan penyuluhan dengan media booklet mean 74.75 dengan hasil uji statistik didapatkan p-value = 0.000< α. Simpulan: Adanya pengaruh penyuluhan kesehatan tentang Pengaruh booklet pertolongan pertama cedera olahraga terhadap pengetahuan tentang perawatan cedera olahraga pada siswa siswi.   Kata Kunci: Booklet; Cedera Olahraga; Pengetahuan.
The Effect Of Fenugreek Plant On Improving Breastmilk Production In Mothers Nursing Infants Aged 0-6 Riadini, Irma; Utami, VIda Wira; Nurliyani, Nurliyani; Keswara, Umi Romayati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i6.12429

Abstract

World Health Organitasion ( WHO) merekomendasikan minimal pemberian ASI yaitu 50% (WHO, 2019).Kementrian Kesehatan menargetkan pemberian Asi ekslusif hingga 80%, Menurut data Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) tahun 2021, tahun 2019 yang pada saat itu telah mencapai sebanyak 74,5% dari target capaian 80%.Data cakupan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara sebanyak 55%, dari 65%, hasil dari data Pendekatan Keluarga Sehat (PIS-PK) pada tingkat Kecamatan Bunga Mayang sebanyak 67,74%, dan pada wilayah kerja Puskesmas Mulyorejo terdapat cakupan Asi esklusif sebanyak 45, 10%, dan cakupan Desa Mulyorejo 1 sebanyak 49,4%. Salah satu metode memperlancar ASI pada ibu dapat dilakukan melalui metode non farmakologi. Tujuan penelitian ini diketahui pengaruh kelabet dalam mamperlancar pengeluaran asi di Desa Mulyorejo 1 Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten Lampung Utara Tahun 2023.Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitan pra experimental dengan pendekatan one grouppretest-postest. Populasi penelitian ini adalah rata-rata ibu menyusui 0-6 bulan sebanyak 30 orang dengan sampel sebanyak 30 responden menggunakan teknik total sampling,analisis univariat dan bivariat ( uji wilcoxon).Hasil univariat didapatkan hasil rerata kelancaran pengeluaran asi pada berat badan mean 5364, standar deviasi 568,pada panjang badan mean 56,2 standar deviasi 4,5, lingkar kepala mean 38,8 standar deviasi 3,0.Analisis bivariat menunjukkan hasil pada berat badan mean 6538,3 standar deviasi 565,1, panjang badan mean 56,9 standar deviasi 4,5 lingkar kepala mean 39,4 standar deviasi 4,0 yang menunjukkan adanya pengaruh kelabet dalam mamperlancar pengeluaran ASI di Desa Mulyorejo 1 Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten Lampung Utara Tahun 2023 (p-value = 0,000).Saran bagi ibu menyusi kelabet dapat dikonsumsi dalam Upaya menigkatkan produksi ASI. Kata Kunci : Produksi ASI, biji klebet, ibu menyusui ABSTRACT The World Health Organization (WHO) recommends a minimum of 50% breastfeeding (WHO, 2019). The Ministry of Health targets exclusive breastfeeding up to 80%. According to the Basic Health Research (RISKESDAS) data for the year 2021, in 2019, the rate reached 74.5% of the 80% target. The coverage data from the North Lampung Regency Health Office is 55%, from 65%. The results from the Family Approach to Healthy Living (PIS-PK) at the Bunga Mayang sub-district level are 67.74%, and in the working area of the Mulyorejo Public Health Center, exclusive breastfeeding coverage is 45.10%, with a coverage rate in Mulyorejo 1 village of 49.4%. One non-pharmacological method to facilitate breastfeeding is the use of fenugreek plant. The purpose of this study is to determine the influence of fenugreek Plant on improving breastmilk production in Mulyorejo 1 village, Bunga Mayang sub-district, North Lampung Regency, in the year 2023.This was a quantitative study with a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest approach. The study population consisted of an average of 30 mothers breastfeeding infants aged 0-6 months, with a sample of 30 respondents using total sampling. Univariate and bivariate analysis (Wilcoxon test) was used for data analysis.Univariate results showed the average smoothness of breastmilk production in terms of weight, with a mean of 5364 and a standard deviation of 568; in terms of length, with a mean of 56.2 and a standard deviation of 4.5; and in terms of head circumference, with a mean of 38.8 and a standard deviation of 3.0. Bivariate analysis showed results for weight with a mean of 6538.3 and a standard deviation of 565.1, length with a mean of 56.9 and a standard deviation of 4.5, and head circumference with a mean of 39.4 and a standard deviation of 4.0, indicating the influence of fenugreek Plant on improving breastmilk production in Mulyorejo 1 village, Bunga Mayang sub-district, North Lampung Regency, in the year 2023 (p-value = 0.000). The recommendation for breastfeeding mothers is to consume fenugreek Plant to increase breastmilk production. Keywords: Breastmilk Production, Fenugreek Plant Seeds, Breastfeeding Mothers 
Co-Authors A&#039;raaf Almaera Febrian Ade Gunawati Sandi Adelta, Yosi Adha, Adinda Wulan Adinda Wulan Adha Ahmad Muammar Khoddafi Akbar Cholidin Alparizi, Melki Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Andriyanto Andriyanto Anita Bustami Ari Yunita Arozan, Dimas Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah, Aryanti Asep Rahmad Hidayat Athaya Hafizhah Aulia Cyntia Gumas A’raaf Almaera Febrian Bagus Pranata Budi, Wahyu Setianing Cahyani, Annida Arrum Chrisanto, Eka Yudha Christin Angelina Febriani Dewi Kusumaningsih Dian Arif Wahyudi Dimas Ning Pangesti Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Dwiky Dermawan Santari Easter Yanti, Dhiny Edison, Shandi Setiawan Eka Trismiana Eka Trismiyana Eka Trismiyana Eka Yudha Chrisanto Elliya, Rahma Eriyani Eriyani Erna Yulianti Fadila, Enggar Febrian, A’raaf Almaera Firamita Yusticia Fitria Fitria Gunawan, M. Ricko Gustiani, Dwi Heni Kartika Sari Hermawan , Dessy Hermawan, Dessy Hesti Wulandari Hesti Wulandari Ibnu Hasyim Ibnu Samsul Bahri Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Juana, Rika KHADAFI, AHMADMUAMAR Kusuma, Intania Laili Pritasari Leni Marlena Lidya Ariyanti Lodry Yano Ludiana Ludiana M. Arifki Zainaro M. Ricko Gunawan Made Novita Sari Mahdi Antoni Mardani Mardani Marlena, Leni Maya Maya Melki Alparizi Muhamad Arifki Zaenaro Neli Elvania, Dewa Ayu Nepiana, Nurul Novikasari, Linawati Novrita Syuhada Nurlita, Ela Nurliyani Nurliyani Palupi, Antika Pragumansyah, Juanda Prima Dian Furqoni Pritasari, Laili Putri Indaman Rafli, Muhammad Rahma Elliya Rahmat Hidayat Rahmawati, Reka Putri Ramadhani, Gita Ray Krisna Dhitya Reka Putri Rahmawati Resna Mahdewi Puteri Ria Aryani Riadini, Irma Rianty, Dian Asih Rika Yulendasari Rilyani Rilyani Rilyani Simahaya Rilyani, Rilyani Riska Wandini, Riska Rita, Desi Risna Rudi Winarno Rudi Winarno Safutri, Apriyanti Selvianti, Utari Aditia Setiawati Setiawati Siska Mutiara Slamet Widodo Slamet Widodo Slivia, Andi Bunga Slivia, Eka Solbari Solbari Sri Haryani Stevian Ahmad Yuliansyah Super Adinata Teguh Pribadi Teguh Pribadi Tomi Saputra Trismiyana, Eka Triyono, Taufiq Hidayat Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Utami, Vida Wira Wahid Tri Wahyudi Wahyu Karhiwikarta Wiwik Erni Puspita Sari Wiwin Mardiani Yeni Novita Yopita Sari Yuliasari, Dewi Yuni Hastuti