Keswara, Umi Romayati
Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Malahayati

Published : 70 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Penyuluhan kesehatan tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh Keswara, Umi Romayati; Rahmawati, Reka Putri; Febrian, A’raaf Almaera
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i2.178

Abstract

Pendahuluan: Tekanan Darah Tinggi (hipertensi) adalah suatu peningkatan tekanan darah di dalam arteri. Secara umum, hipertensi merupakan suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arteri menyebabkan meningkatnya resiko terhadap stroke, aneurisma, gagal jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal. .  Dapat dikatakan bahwa hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Hipertensi dapat diturunkan dengan terapi herbal dengan cara meminum rebusan daun belimbing wuluh. Tujuan: Responden dapat mengetahui dan memahami tentang hipertensi dan terapi herbal rebusan daun belimbing wuluh Metode: Pelaksanaan metode      yang      digunakan      dalam pengabdian     masyarakat     ini     dilakukan dengan 2 tahap, yaitu pertama mahasiswa profesi ners menjelaskan tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh dan ke dua setelah diberikan penyuluhan, responden diberikan Tanya jawab tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh Hasil: Responden mengetahui tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh Simpulan: responden dapat memahami tentang hipertensi dengan rebusan daun belimbing wuluh
Penyuluhan kesehatan tentang jajanan sehat dan jajanan tidak sehat Pribadi, Teguh; Keswara, Umi Romayati; Widodo, Slamet; Alparizi, Melki; Marlena, Leni; Pritasari, Laili; Wulandari, Hesti
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v2i4.249

Abstract

Introduction: School Children Snacks conducted by the Food and Drug Supervisory Agency of the Republic of Indonesia Directorate of Food Inspection and Certification together with 26 supervisory agency/ the Food and Drug Supervisory Centers throughout Indonesia show that 45% of School Children Snacks do not meet the requirements because they contain hazardous chemicals such as formaldehyde, borax, rhodamine, and containing Food Additives such as cyclamate andbenzoate exceeds the safelimit. Purpose: Respondents can know, understand about healthy snacks and unhealthy snacks.                                                                                                                           Method: Implementation of the method used in counseling at Public Elementary School 1 Way Gubak is done by 3 stages, namely the first, students of the Psychology profession asking the difference between healthy and unhealthy snacks at, secondly, the presenters of Psychological students explained about healthy and unhealthy snacks using a Power point back, and the third asked questions related to the difference between healthy and unhealthy snacks after being explained. Results: Respondents understand about healthy and unhealthy snacks. Conclusion: Respondents can understand about healthy snacks and unhealthy snacks.   Pendahuluan: Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi Pangan bersama 26 Balai Besar / Balai POM di seluruh Indonesia menunjukkan bahwa 45% PJAS tidak memenuhi syarat karena mengandung bahan kimia berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin, dan mengandung Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti siklamat dan benzoat melebihi batas aman. Tujuan: Responden dapat mengetahui,Memahami tentang jajanan sehat dan jajanan tidak sehat. Metode: Pelaksanaan metode yang digunakan dalam penyuluhan di Sdn 1 Way Gubak ini dilakukan dengan 3 tahap, yaitu yang pertama mahasiswa profesi Psik menanyakan perbedaan jajanan sehat dan tidak sehat, yang kedua penyaji mahasiswa menjelaskan tentang jajanan sehat dan tidak sehat menggunakan Power point balik, dan ketiga tanya jawab terkait perbedaan jajanan sehat dan tidak sehat setelah di jelaskan. Hasil: Responden memahami tentang jajanan sehat dan tidak sehat. Simpulan:  Responden dapat memahami tentang Jajanan Sehat dan Jajanan tidak sehat.
Penyuluhan kesehatan penyakit menular seksual (PMS) pada remaja Keswara, Umi Romayati; Mardani, Mardani; Nepiana, Nurul; Triyono, Taufiq Hidayat; Rita, Desi Risna; Palupi, Antika
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i2.400

Abstract

Background: Adolescence is a transition period from childhood to adulthood, where rapid growth occurs including reproductive function that affects changes in development, both physical, mental, and social roles. Today's youth association needs to be highlighted especially, because currently the association of adolescents is very worrying due to the development of the global modernization current and the depletion of one's morals and faith. The association of adolescents today is very worrying, namely the high rate of drug use among adolescents, and the existence of free sex among adolescents outside marriage. Purpose: To increase adolescents' knowledge and understanding of sexually transmitted disease behaviour. Method: The implementation of this activity goes through several stages, namely conducting field surveys, holding cadus meetings to explain about health extension activity technicians, providing media that will be used for counseling in the form of poster media. Results: Adolescents were asked to understand the importance of avoiding sexually transmitted diseases, and an assessment of the process in the form of questions and answers given by the speaker was carried out until all participants could understand the importance of avoiding sexually transmitted diseases. Conclusion: The participants in hamlet 06 sukajaya lempasing Bandar Lampung City knew about knowledge of sexually transmitted diseases. Keywords: Adolescence; Health Education; Sexually Transmitted Diseases. Pendahuluan: Masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa, di mana terjadi pertumbuhan yang cepat termasuk fungsi reproduksi yang mempengaruhi perubahan perkembangan, baik peran fisik, mental, maupun sosial. Pergaulan remaja saat ini perlu disoroti terutama, karena saat ini pergaulan remaja sangat mengkhawatirkan akibat perkembangan arus modernisasi yang mendunia dan menipisnya akhlak dan iman seseorang. Pergaulan remaja saat ini sangat mengkhawatirkan, yaitu tingginya angka penggunaan narkoba di kalangan remaja, dan adanya seks bebas di kalangan remaja di luar nikah. Tujuan: Untuk menambah pengetahuan dan pemahaman remaja tentang perilaku penyakit menular seksual. Metode: Pelaksanaan kegiatan ini melalui beberapa tahapan yaitu melakukan survey lapangan, mengadakan pertemuan pihak kadus untuk menjelaskan tentang teknisi kegiatan penyuluhan kesehatan, menyediakan media yang akan digunakan untuk penyuluhan berupa media poster. Hasil: Remaja diminta untuk memahami pentingnya menghindari penyakit menular seksual, serta dilakukan penilaian proses berupa tanya jawab yang diberikan pemateri tersebut sampai semua peserta bisa memahami pentingnya menghindari penyakit menular seksual. Simpulan: Para peserta di Dusun 06 Sukajaya Lempasing Kota Bandar Lampung mengetahui tentang pengetahuan penyakit menular seksual.
Efektivitas terapi slow deep breathing terhadap perawatan lansia dengan hipertensi Adha, Adinda Wulan; Keswara, Umi Romayati; Trismiyana, Eka
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 1 (2025): March Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i1.410

Abstract

Background: Hypertension is an abnormality in systolic blood pressure >140 and diastolic >90 mmHg in the arteries that continues to increase. Hypertension is usually not realized by sufferers. The prevalence rate of hypertension in Indonesia is getting higher, so it is necessary to treat it using Slow Deep Breathing therapy. Purpose: To determine the effectiveness of slow deep breathing therapy in the care of elderly with hypertension. Method: Qualitative descriptive research with a nursing case study approach discusses assessment, nursing diagnosis, planning, implementation and evaluation. This case study was carried out on two patients by exploring the application of slow deep breathing therapy by nurses to hypertensive elderly people to reduce the blood pressure of elderly people in Suka Jaya Lempasing Village, Teluk Pandan District, Pesawaran Regency, Lampung Province. Slow Deep Breathing therapy is done by inhaling for 3 seconds and exhaling for 3 seconds. This therapy is carried out 6 times/minute for 15 minutes with a total of 90 deep breaths, frequency 2 times a day (morning and evening), and is carried out for 3 days. Results: Giving Slow Deep Breathing therapy to Mrs. S, the blood pressure before therapy was 155/90 mmHg and after therapy was 130/80 mmHg, whereas for Mr. So that the level of fatigue in Mrs. S and pain in Mr. H decreased. Conclusion: Slow Deep Breathing therapy can effectively reduce the blood pressure of hypertension sufferers.   Keywords: Elderly; Hypertension; Slow Deep Breathing.   Pendahuluan: Hipertensi merupakan keabnormalan tekanan darah sistolik >140 dan diastolik >90 mmhg dalam pembuluh darah arteri yang terus menerus meningkat. Hipertensi biasanya tidak disadari penderita. Angka prevalensi hipertensi di Indonesia semakin tinggi maka perlu penanganan menggunakan terapi Slow Deep Breathing. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas terapi slow deep breathing terhadap perawatan lansia  dengan hipertensi. Metode: Penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus keperawatan membahas tentang pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Studi kasus ini dilakukan kepada dua orang pasien dengan mengeksplorasi penerapan terapi slow deep breathing oleh perawat pada lansia hipertensi untuk menurunkan tekanan darah lansia di Desa Suka Jaya Lempasing Kecamatan Teluk Pandan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. Terapi Slow Deep Breathing dilakukan dengan 3 detik menarik nafas dan 3 detik membuang nafas. Terapi ini dilakukan sebanyak 6 kali/menit selama 15 menit dengan jumlah total 90 kali tarik nafas dalam, frekuensi 2 kali sehari (pagi dan sore), dan dilakukan selama 3 hari. Hasil: Pemberian terapi Slow Deep Breathing Ny.S didapatkan tekanan darah sebelum terapi yaitu 155/90 mmhg dan setelah terapi yaitu 130/80 mmhg, sedangkan pada Tn.H didapatkan tekanan darah sebelum terapi yaitu 150/90 dan setelah terapi yaitu 140/90 mmhg. Sehingga tingkat kelelahan pada Ny.S dan nyeri Tn.H mengalami penurunan. Simpulan: Terapi Slow Deep Breathing efektif dapat menurunkan tekanan darah penderita hipertensi.   Kata Kunci: Hipertensi; Lansia; Slow Deep Breathing.
Asuhan keperawatan keluarga pada ibu hamil dengan anemia menggunakan madu Mardiani, Wiwin; Keswara, Umi Romayati; Andoko, Andoko
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 3 No. 2 (2023): December Edition 2023
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v3i2.428

Abstract

Background: Anemia is a blood disorder which generally occurs when the red blood cells in the tubum become too low where the hemoglobin level is less than normal, namely 11g% in pregnant women. Prevalence, anemia in the world is classified as a serious problem as well in Indonesia, including Lampung, anemia is a public health problem, especially for pregnant women, at 92.6%. In pregnancy, it is usually due to a lack of nutritional intake during pregnancy where the need for iron increases. One non-pharmacological therapy effort is to consume natural ingredients such as honey. Honey has many ingredients that are beneficial for the body, especially for pregnant women, where 100 grams of honey contains 0.42 mg of fe/iron and 2 micrograms of folate, 0.5 mg of vitamin C. Purpose: To make a report on nursing care for families with anemia using honey in Purbolinggo sub-district, East Lampung in 2024. Method: This writing uses case study research with a Family Nursing Care approach with 2 respondents who are in the Purbolingo District work area. The instruments used are the SOP for Hb examination using the NESCO Multi Check measuring instrument to obtain data on the results of pre-test and post-test Hb examinations, observation sheets, namely by administering honey therapy. Results:  The results of the study showed that the Hb level before mother D underwent therapy was 9.8 gr/dl while mother R was 9.2. After both of them underwent honey therapy, the Hb level for mother D was 11.4 gr/dl and mother R was 11.4 gr/dl. 11.5 gr/dl. Conclusion: It can be concluded that there was an effect of giving honey therapy to two clients who suffered from anemia during pregnancy. Keywords: Hemoglobin Levels; Honey; Pregnant Women. Pendahuluan: Anemia adalah salah satu kelainan darah yang umumnya terjadi ketika sel darah merah dalam tubuh menjadi terlalu rendah, dimana kadar hemoglobin kurang dari normal yakni < 11gr% pada ibu hamil. Prevalensi anemia di dunia tergolong masalah berat, begitu juga di Indonesia termasuk Lampung, anemia merupakan masalah kesehatan Masyarakat khususnya bagi ibu hamil sebesar 92,6%. Pada kehamilan biasanya dikarenakan kurangnya asupan gizi saat hamil dimana kebutuhan zat besi semakin meningkat. Salah satu Upaya terapi non farmakologi adalah dengan mengkonsumsi bahan alami seperti madu. Madu memiliki banyak kandungan yang bermanfaat bagi tubuh, khususnya wanita hamil dimana dalam madu 100-gram mengandung Fe/ zat besi 0,42 mg dan folat 2 microgram, vitamin C 0,5 mg Tujuan: Untuk membuat laporan asuhan keperawatan keluarga dengan anemia menggunakan madu di Kecamatan Purbolinggo Lampung Timur tahun 2024 Metode: Penulisan ini menggunakan penelitian studi kasus dengan pendekatan Asuhan Keperawatan Keluarga dengan 2 responden yang berada diwilayah kerja Kecamatan Purbolingo. Instrumen yang digunakan yakni SOP pemeriksaan Hb dengan menggunakan alat ukur NESCO Multi Check dalam mendapatkan data hasil  pemeriksaan  Hb  pretest  dan  posttest  ,  lembar observasi  yaitu  dengan pemberian terapi madu. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan kadar Hb sebelum dilakukan terapi ibu D adalah 9,8 gr/dl sedangkan ibu R adalah 9,2, setelah keduanya melakukan terapi madu didapatkan hasil kadar Hb untuk ibu D sebanyak 11,4 gr/dl dan ibu R sebanyak 11,5 gr/dl. Simpulan: Dapat disimpulkan ada pengaruh pemberian terapi madu pada ke dua klien yang mengidap anemia pada saat kehamilan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Multi Drug Resistant Tuberculosis (Mdr-Tb) di RSUD Dr.H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Cahyani, Restiana; Keswara, Umi Romayati; Winarno, Rudi
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 4 (2025): Volume 7 Nomor 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i4.12139

Abstract

ABSTRACT Multidrug-resistant tuberculosis (MDR TB) is the resistance of Mycobacterium tuberculosis to several anti-tuberculosis drugs (OAT). Based on the data obtained during the initial data collection in the medical record sectionat the Regional General Hospital dr. H. Abdul Moeloek the number of inpatient visits to patients in 2022 (January-December) was recorded as many as 486 TB patients undergoing OAT sensitivity testing during the period stated. It is known that there is a relationship between these factors and the incidence of multidrug resistant tuberculosis (MDR-TB) at RSUD Abdul Moeloek Hospital, Lampung Province in 2023. Using a quantitative analytic design with a case control approach. The sample of this research is 140 cases and 140 controls. The sampling technique used purposivesampling technique. Data analysis used the chi-square statistical test. Based on the frequency distribution of respondents, in the case group a history of co-morbidities was 101 respondents (72.1%). It was known that thenutritional status in the case group was mostly in the thin category of 108 respondents (77.1%). the majority of caseswere in the category of repeat treatment cases, 96 respondents (68.6%). Shows that history of co-morbidities (p value 0.000. OR 7.209), nutritional status (p value 0.000. OR 4.772), history of previous treatment (p value 0.000. OR5.650). There is a relationship between a history of co-morbidities, nutritional status, and history of previoustreatment with the incidence of multidrug resistant tuberculosis (MDR-TB) at Abdul Moeloek Hospital, LampungProvince in 2023. Research advice is given to related parties to participate in prevention and transmission efforts MDRTB in Lampung Province. Keywords: MDR-TB Incidence, History of Co-Morbidities, Nutritional Status, History of Previous Treatment  ABSTRAK Multidrug-resistant tuberculosis (MDR TB) adalah resistensi Mycobacterium tuberculosis terhadap beberapa obat anti-tuberkulosis (OAT). Berdasarkan data yang didapatkan pada saat pengambilan data awal di bagian rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Abdul Moeloek jumlah kunjungan rawat inap pada pasien tahun 2022 (Januari-Desember) tercatat sebanyak 486 pasien tb menjalani pemeriksaan uji sensitivitas OAT pada periode yang telah disebutkan.Diketahui faktor- fator yang berhubungan dengan kejadian multidrug resistant tuberkulosis ( M D R - T B ) di RSUD Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2023. Menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan casecontrol. Sampel penelitian ini adalah 140 kasus dan 140 kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknikpurposive sampling. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square. Berdasarkan distribusi frekuensi responden Pada kelompok kasus riwayat penyakit penyerta sebanyak 101 responden (72,1%),Diketahui status gizi pada kelompok kasus sebagian besar dengan kategori kurus sebanyak 108 responden (77,1%), Diketahui bahwa riwayat pengobatansebelumnya pasien TB pada kelompok kasus sebagian besar dengan kategori kasus pengobatan ulang sebanyak 96 responden (68,6%). Menunjukan bahwa riwayat penyakit penyerta (p value 0,000. OR 7,209), status gizi (p value 0,000. OR 4,772), riwayat pengobatan sebelumnya (p value 0,000. OR 5,650). Ada hubungan antara riwayat penyakitpenyerta, status gizi, dan riwayat pengobatan sebelumnya dengan kejadian dengan kejadian multidrug resistant tuberkulosis ( M D R - T B ) di Rsud Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2023. Saran penelitian diberikan kepadapihak-pihak terkait agar berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan penularan TB MDR di Provinsi Lmpung. Kata Kunci : Kejadian MDR-TB, Riwayat Penyakit Penyerta, Status Gizi, Riwayat Pengobatan Sebelumnya Kata Kunci: Penyakit penyerta- Status Gizi- Riwayat Pengobatan-MDR-TB
Factors Affecting The Incidence Of Maternal Preeclampsia Kusuma, Intania; Yuliasari, Dewi; Fitria, Fitria; Keswara, Umi Romayati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.11585

Abstract

Preeklampsia merupakan salah satu penyebab mortalitas dan morbiditas ibu dan janin. Faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya preeklampsia adalah usia, paritas, riwayat hipertensi, diabetes mellitus, obesitas, molahidatidosa dan kehamilan ganda. Hasil presurvey didapat data pada tahun 2018 angka kejadian preeklampsia ibu bersalin di RSUD HM Ryacudu Kotabumi sebanyak 68 orang.Tujuan penelitian diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian preeklampsia ibu bersalin di RSUD HM Ryacudu Kotabumi.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Menggunakan data sekunder.Populasi dalam penelitian ini semua ibu bersalin dengan diagnosa preeklampsia yang di rawat di ruang kebidanan dalam masa rentang waktu Januari 2020 – Desember 2022 sebanyak 86 orang ibu bersalin. Sampel yang digunakan adalah total population sebanyak 86 orang ibu bersalin.Analisis data univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat dengan menggunakan (chi-square).Hasil penelitian didapatkan hasil Usia ibu bersalin yang beresiko usia <20 atau >35 tahun sebesar 45 responden (52,3%), riwayat hipertensi ibu yang beresiko sebesar 46 responden (53,5%), paritas ibu yang mengalami resiko 44 responden (51,2%).Kesimpulan Ada hubungan usia dengan kejadian preeklampsia dengan ρ-value sebesar 0,010 dan OR 3.717, ada hubungan riwayat hipertensi dengan kejadian preeklampsia dengan ρ-value sebesar 0,001 dan OR 5.612, dan ada hubungan paritas dengan kejadian preeklampsia dengan ρ-value sebesar 0,006 dan OR 4.016.Peneliti menyarankan ibu untuk menigkatkan kunjungan ANC lebih awal, dan mengajakibu untuk sering mengontrol kehamilan nya agar tidak mengalami resiko pada kehamilan yaitu salah satunya adalah preeklampsia. Kata kunci : Usia, Riwayat hipertensi, Paritas, Preeklampsia ABSTRACT Preeclampsia is one of the causes of maternal and fetal mortality and morbidity. Factors that influence the occurrence of preeclampsia include age, parity, history of hypertension, diabetes mellitus, obesity, hydatidiform mole, and multiple pregnancies. Pre-survey data from 2018 revealed that there were 68 cases of preeclampsia among delivering mothers at HM Ryacudu General Hospital, Kotabumi, North Lampung. The research objective was to identify the factors affecting the occurrence of preeclampsia among delivering mothers at HM Ryacudu General Hospital of Kotabumi.This study was a quantitative research with a cross-sectional approach, using secondary data. The population of this study consists of all delivering mothers diagnosed with preeclampsia who were treated in the obstetrics ward from January 2020 to December 2022, totaling 86 delivering mothers. The sample used is the entire population of 86 delivering mothers. Data analysis included univariate analysis using frequency distribution and bivariate analysis using the chi-square test.The results showed that among the delivering mothers, 45 respondents (52.3%) were at risk due to their age being <20 or >35 years, 46 respondents (53.5%) had a history of hypertension which put them at risk, and 44 respondents (51.2%) who experienced risk had parity.In conclusion, there is a relationship between age and the occurrence of preeclampsia with a ρ-value of 0.010 and an odds ratio (OR) of 3.717. There is a relationship between a history of hypertension and the occurrence of preeclampsia with a ρ-value of 0.001 and an OR of 5.612. There is also a relationship between parity and the occurrence of preeclampsia with a ρ-value of 0.006 and an OR of 4.016.Researchers recommend that mothers increase their early Antenatal Care (ANC) visits and encourage them to frequently monitor their pregnancies to avoid risks, one of which is preeclampsia. Keyword : age, hypertensive history, parity, preeclampsia
Hubungan Pengetahuan dengan Kepatuhan Konsumsi Obat pada Lansia Penderita Hipertensi di Puskesmas Way Bungur Lampung Timur Dhitya, Ray Krisna; Keswara, Umi Romayati; Winarno, Rudi; Trismiyana, Eka
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 9 (2025): Volume 7 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i9.17892

Abstract

ABSTRACT One of the problems faced by the elderly due to decreased cardiovascular function is hypertension. The percentage increase in hypertension in Lampung Province reached 29.94%. Way Bungur Health Center itself has the highest number of patients suffering from hypertension compared to other sub-district health centers in East Lampung, namely 1126 patients. data from pre-survey results provided from the Community Health Center where 22 out of 25 patients stated that they lacked knowledge about the dangers of hypertension, so that quite a few of them ignored instructions on taking antihypertensive drugs routinely and regularly. It is known that there is a relationship between knowledge and compliance with medication consumption in elderly people with hypertension at the Way Bungur Community Health Center, East Lampung.This study uses a quantitative descriptive correlative analytical design with a cross-sectional approach. The population in this study were elderly hypertensive patients at the Way Bungur Health Center, East Lampung, totaling 312 people with a sample size of 175 respondents. Sampling used a random sampling technique. Data analysis used the Chi-Square statistical test. Based on the frequency distribution of high knowledge respondents there were 53 respondents (30.29%), while low knowledge there were 122 respondents (69.71%). while low compliance with drug consumption there were 126 respondents (72%). The p-value was obtained 0.036 and the odd ratio value was 3.436. There is a relationship between knowledge and compliance with drug consumption in elderly people with hypertension (p-value 0.036, OR 3.436) in the Way Bungur Health Center area, East Lampung in 2024. The Health Center is advised to increase counseling regarding hypertension and improve healthy living behavior, take medication regularly so that the risk of recurrence of hypertension can be avoided and the incidence of the disease can be minimized. Keywords: Knowledge , Compliance with Medication Consumption, Elderly People with Hypertension  ABSTRAK Lansia dengan penyakit hipertensi memiliki masalah besar pada kepatuhan minum obat, pengetahuan pasien dan dukungan keluarga juga mempunyai peranan penting agar hipertensi pada lansia dapat di kendalikan. Hipertensi juga menjadi salah satu penyakit tidak menular dan paling banyak diderita masyarakat Indonesia (57,6%). Persentasepeningkatan hipertensi di Provinsi Lampung mencapai 29,94%. Puskesmas Way bungur sendiri mempunyai jumlah pasien penderita hipertensi terbanyak dibandingkan dengan Puskesmas kecamatan lainnya yanga da di Lampung Timur yaitu 1126 pasien. data hasil pre survey yang diberikan dari Puskesmas dimana 22 dari 25 pasien dinyatakan kurang pengetahuan mengenai bahaya penyakit hipertensi, sehingga tidak sedikit dari mereka mengabaikan instruksi konsumsi obat antihipertensi secara rutin dan teratur. Diketahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi obat pada lansia penderita hipertensi di Puskesmas Way Bungur Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan  design analitik kuantitatif deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien lansia hipertensi di Puskesmas Way Bungur Lampung Timur sebanyak 312 orang dengan jumlah sampel 175 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square.Berdasarkan distribusi frekuensi pengetahuan responden tinggi ada 53 responden (30,29%), sedangkan pengetahuan rendah ada 122 responden (69,71%). sedangkan kepatuhan konsumsi obat rendah ada 126 responden (72%). Didapatkan p-value 0,036 dan nilai odd ratio 3,436. Ada hubungan antara pengetahuan dengan kepatuhan konsumsi obat pada lansia penderita hipertensi (p-value 0,036, OR 3,436) di wilayah Puskesmas Way Bungur Lampung Timur Tahun 2024. Bagi pihak Puskesmas disarankan untuk lebih meningkatkan penyuluhan mengenai penyakit hipertensi dan meningkatkan perilaku hidup sehat, minum obat secara teratur agar resiko kekambuhan .penyakit hipertensi dapat dihindari dan dapat meminimalisir angka kejadian penyakit tersebut. Kata Kunci: Pengetahuan, Kepatuhan Konsumsi Obat, Lansia Hipertensi
Penerapan Diaphragmatic Breathing Exercise terhadap Pernapasan SPO2 Pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dengan Masalah Keperawatan Pola Nafas Tidak Efektif di Rumah Sakit Bintang Amin Juana, Rika; Andoko, Andoko; Keswara, Umi Romayati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.21902

Abstract

ABSTRACT  The prevalence of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) in Southeast Asia reaches 6.3% with sufferers aged over 30 years. The number of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) in Indonesia reaches 9.2 million people or around 3.7%. While the prevalence of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) in Lampung reaches 3.4%. COPD sufferers usually complain of symptoms of shortness of breath, coughing, and fatigue in daily activities. Therefore, the need for proper management is very necessary to reduce dyspnea in COPD patients, which can be done with breathing exercises, one of which is doing breathing exercises by applying Diaphragmatic Breathing Exercise. To provide geriatric nursing care for COPD clients with ineffective breathing pattern nursing problems by applying diaphragmatic breathing exercise. In writing this final project report, a descriptive research design with a case study design was used. The subjects used were 3 people who experienced nursing problems of ineffective breathing patterns. The application of Diaphragmatic Breathing Exercise for the intervention group was 2 times a day for 5-10 minutes per day for 3 days. The application of diaphragmatic breathing exercise therapy can reduce the frequency of breathing in COPD patients. Nursing management of ineffective breathing patterns with the application of diaphragmatic breathing exercise therapy nursing actions that the author did for 3 days in COPD patients where the problem of ineffective breathing patterns in clients is more effective in Mr. M and Mr. A compared to Mr. S. This proves that there is an effect of the application of diaphragmatic breathing exercise therapy to reduce the frequency of breathing in COPD patients compared to not doing diaphragmatic breathing exercise therapy. Keywords: COPD, Diaphragmatic Breathing Exercise, Ineffective Breathing Pattern. ABSTRAK Prevalensi Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Asia Tenggara mencapai 6,3% dengan usia penderita lebih dari 30 tahun. Angka Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Indonesia menjangkau 9,2 juta orang atau kisaran 3,7%. Sedangkan prevalensi Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di Lampung mencapai 3,4%. Penderita PPOK biasanya mengeluhkan gejala sesak napas, batuk, serta kelelahan dalam beraktivitas sehari-hari. Diperlukannya tatalaksana pada pasien PPOK untuk menurunkan dyspneau yaitu dengan penerapan latihan napas diafragma. Metodologi penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif. intervensi ini dilakukan 2 kali selama 5-10 menit selama 3 hari. Penerapan terapi latihan pernapasan diafragma dapat mengurangi frekuensi pernapasan pada pasien PPOK.  Pengelolaan pembasmian pola pernapasan tidak efektif dengan penerapan tindakan pemeliharaan terapi pernafasan diafragma yang penulis lakukan selama 3 hari pada pasien PPOK dimana masalah pola pernafasan tidak efektif pada klien lebih efektif pada Tn. M dan Tn. A dibandingkan dengan Tn. Hal tersebut membuktikan terdapat pengaruh penerapan terapi latihan pernapasan diafragma untuk mengurangi frekuensi pernapasan pada pasien PPOK dibandingkan tidak dilakukannya tindakan terapi latihan pernapasan diafragma. Kata Kunci: PPOK, Latihan Pernapasan Diafragma, Pola Nafas Tidak Efektif
Genting (Gerakan Terpadu Peduli Stunting) Program Paud dalam Pengasuhan dan Stimulasi Pencegahan Stunting di Pekon Wonosobo, Tanggamus Cahyani, Annida Arrum; Keswara, Umi Romayati; Arozan, Dimas; Budi, Wahyu Setianing; Pragumansyah, Juanda
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i10.22077

Abstract

ABSTRAK Stunting pada anak merupakan masalah kesehatan serius di Indonesia, khususnya di pedesaan, yang menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor risiko stunting dan mengevaluasi efektivitas intervensi kesehatan masyarakat. Program pengabdian masyarakat GENTING (Gerakan Terpadu Peduli Stunting) dilaksanakan di Posyandu Pekon Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, pada 6 Agustus 2025, dengan melibatkan 30 ibu balita. Metode yang digunakan adalah pendekatan holistik melalui tiga kegiatan utama: 1) edukasi interaktif tentang gizi seimbang dan 1.000 Hari Pertama Kehidupan, 2) penyediaan permainan edukatif untuk stimulasi anak, dan 3) pemeriksaan tumbuh kembang berkala. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu, partisipasi aktif peserta, serta keberhasilan dalam deteksi dini masalah pertumbuhan. Pendekatan terintegrasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran, memberikan stimulasi, dan memantau pertumbuhan anak, sehingga dapat menjadi strategi berkelanjutan untuk pencegahan stunting di tingkat komunitas. Kata Kunci: Stunting, Gizi Anak, Perkembangan Anak, Posyandu, Pekon Wonosobo.  ABSTRACT Childhood stunting is a serious health problem in Indonesia, particularly in rural areas, hampering physical growth and cognitive development. This study aims to identify risk factors for stunting and evaluate the effectiveness of public health interventions. The GENTING (Gerakan Terpadu Peduli Stunting) community service program was implemented at the Integrated Health Post (Posyandu) in Wonosobo Village, Tanggamus Regency, on August 6, 2025, involving 30 mothers of toddlers. The method used was a holistic approach through three main activities: 1) interactive education on balanced nutrition and the First 1,000 Days of Life, 2) providing educational games for child stimulation, and 3) regular growth and development checks. The results showed an increase in maternal understanding, active participation of participants, and success in early detection of growth problems. This integrated approach has proven effective in raising awareness, providing stimulation, and monitoring child growth, thus becoming a sustainable strategy for stunting prevention at the community level. Keywords: Stunting, Child Nutrition, Child Development, Integrated Health Post, Wonosobo Village.
Co-Authors A&#039;raaf Almaera Febrian Ade Gunawati Sandi Adelta, Yosi Adha, Adinda Wulan Ahmad Muammar Khoddafi Akbar Cholidin Alparizi, Melki Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko Andoko, Andoko Andriyanto Andriyanto Anita Bustami Ari Yunita Arozan, Dimas Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah Aryanti Wardiyah, Aryanti Athaya Hafizhah Aulia Cyntia Gumas A’raaf Almaera Febrian Bagus Pranata Budi, Wahyu Setianing Cahyani, Annida Arrum Cahyani, Restiana Chrisanto, Eka Yudha Christin Angelina Febriani Dewi Kusumaningsih Dhitya, Ray Krisna Dian Arif Wahyudi Dimas Ning Pangesti Djamaludin, Djunizar Djunizar Djamaludin Dwiky Dermawan Santari Easter Yanti, Dhiny Eka Trismiana Eka Trismiyana Eka Trismiyana Eka Yudha Chrisanto Elliya, Rahma Eriyani Eriyani Erna Yulianti Fadila, Enggar Febrian, A’raaf Almaera Firamita Yusticia Fitria Fitria Gunawan, M. Ricko Gustiani, Dwi Heni Kartika Sari Hermawan , Dessy Hermawan, Dessy Hesti Wulandari Hesti Wulandari Hidayat, Asep Rahmad Ibnu Hasyim Ibnu Samsul Bahri Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Juana, Rika KHADAFI, AHMADMUAMAR Kusuma, Intania Laili Pritasari Leni Marlena Lidya Ariyanti Lodry Yano Ludiana Ludiana M. Arifki Zainaro M. Ricko Gunawan Made Novita Sari Mahdi Antoni Mardani Mardani Mardiani, Wiwin Marlena, Leni Maya Maya Melki Alparizi Muhamad Arifki Zaenaro Nepiana, Nurul Novikasari, Linawati Novrita Syuhada Nurlita, Ela Nurliyani Nurliyani Palupi, Antika Pragumansyah, Juanda Prima Dian Furqoni Pritasari, Laili Rafli, Muhammad Rahma Elliya Rahmat Hidayat Rahmawati, Reka Putri Ramadhani, Gita Reka Putri Rahmawati Resna Mahdewi Puteri Ria Aryani Riadini, Irma Rianty, Dian Asih Rilyani Rilyani Rilyani, Rilyani Riska Wandini, Riska Rita, Desi Risna Rudi Winarno Safutri, Apriyanti Selvianti, Utari Aditia Setiawati Setiawati Siska Mutiara Slamet Widodo Slamet Widodo Slivia, Andi Bunga Slivia, Eka Solbari Solbari Sri Haryani Stevian Ahmad Yuliansyah Super Adinata Teguh Pribadi Teguh Pribadi Tomi Saputra Trismiyana, Eka Triyono, Taufiq Hidayat Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso Triyoso, Triyoso Utami, Vida Wira Wahid Tri Wahyudi Wahyu Karhiwikarta Winarno, Rudi Wiwik Erni Puspita Sari Yeni Novita Yopita Sari Yulendasari, Rika Yuliasari, Dewi Yuni Hastuti