Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN PENGETAHUAN TERHADAP KEYAKINAN DAN SIKAP PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA MASYARAKAT DI PUSKESMAS KEMILING KOTA BANDAR LAMPUNG Dalita, Rama; Primadiamanti, Annisa; Indah Safitri, Erika
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 4 (2023): Volume 7 Nomor 4
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i4.11806

Abstract

Abstrak: Hubungan Pengetahuan Terhadap Keyakinan dan Sikap Penggunaan Antibiotik Pada Masyarakat Di Puskesmas Kemiling Kota Bandar Lampung. Penggunaan antibiotik pada masyarakat perlu disertai dengan pengetahuan, keyakinan dan sikap yang baik tentang penggunaan antibiotik. Pemberian antibiotik tanpa resep dokter menimbulkan bahaya kesehatan cukup parah seperti menyebabkan pengurangan sumber daya dan memperparah penyakit. Resistensi merupakan kekuatan bakteri dengan tujuan menetralkan atau mengurangi efektivitas antibiotik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan pengetahuan terhadap keyakinan dan sikap penggunaan antibiotik pada masyarakat di Puskesmas Kemiling, Beringin Raya dan Pinang Jaya Kota Bandar Lampung. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif non-eksperimental dengan desain cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara cluster sampling dengan menggunakan kuesioner. Hasil hubungan pengetahuan terhadap keyakinan dan sikap penggunaan antibiotik dapat disimpulkan yaitu pengetahuan terhadap keyakinan diperoleh koefisien korelasi 0,085 menunjukkan bahwa nilai signifikansi > 0,05 yang artinya tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan keyakinan dan hasil hubungan antara pengetahuan terhadap sikap dapat disimpulkan yaitu pengetahuan terhadap sikap diperoleh koefisien korelasi 0,128 menunjukkan bahwa nilai signifikansi > 0,05 yang artinya tidak terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap penggunaan antibiotik.
EVALUASI PENGELOLAAN OBAT DI GUDANG FARMASI RUMAH SAKIT PENAWAR MEDIKA TULANG BAWANG Primadiamanti, Annisa; Hermawan, Dessy; Kumalasari, Fadila Isti
Jurnal Analis Farmasi Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v8i2.11779

Abstract

Pengelolaan obat adalah suatu manajemen instalasi farmasi yang sangat penting. Pengelolaan obat adalah salah satu kegiatan medis yang dimulai dengan pemilihan, perencanaan, pengadaan, penerimaan, penyimpanan, pendistribusian, pemusnahan, dan penarikan, serta pemantauan dan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian pengelolaan obat di gudang Instalasi Farmasi Rumah Sakit Penawar Medika Tulang Bawang terhadap pedoman atau standar dari Kementrian Kesehatan No. 72 Tahun 2016. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan analisis data secara kualitatatif. Pengumpulan data yang dilakukan berdasarkan wawancara mendalam, telaah dokumen dan observasi yang bersumber dari beberapa informan yakni Kepala IFRS, Kepala Gudang dan Tenaga Teknis Kefarmasian. Populasi dan sampel adalah seluruh data pengelolaan obat. Analisis data dilakukan dengan menghitung persentasi kesesuaian. Hasil penelitian menunjukkan pemilihan obat sebesar 100%, perencanaan 100% pengadaan 50%, penerimaan 100%, penyimpanan 100%, pendistribusian 85,7%. Faktor yang menyebabkan ketidak sesuaian pengadaan diantaranya pengadaan obat BPJS belum dilakukan dengan sistem e-purchasing dan pendistrubusian obat yang masih menggunakan sistem sentralisasi. Sistem pengelolaan obat di Rumah Sakit Penawar Medika Tulang Bawang berjalan dengan baik yang dilihat dari presentase urutan yang paling besar yaitu Pemilihan 100%, Penerimaan 100%, Penyimpanan 100%, Pendistribusian 85,7%. Sementara itu untuk Pengadaan 50% dalam katagori belum sesuai standar dari Kementrian Kesehatan No. 72 Tahun 2016.
Uji Efek Antiinflamasi Ekstrak Etanol Batang Pepaya (Carica papaya L.) Pada Tikus Jantan Putih (Rattus novergicus) Primadiamanti, Annisa; Hermawan, Dessy; Arja, Andria Dhesvia
Jurnal Medika Malahayati Vol 8, No 3 (2024): Volume 8 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v8i3.14392

Abstract

Tumbuhan pepaya (Carica papaya L.) telah diidentifikasi sebagai bahan alami potensial untuk pengembangan obat antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek ekstrak etanol batang pepaya (Carica papaya L.) sebagai antiinflamasi terhadap tikus putih (Rattus novergicus) yang diinduksi dengan karagenan 1% . Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan kontrol negatif. Tikus jantan putih (Rattus novergicus) sebanyak 25 ekor digunakan dalam penelitian ini, yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan sebagai berikut: Kelompok I sebagai kontrol negatif dengan pemberian Na-CMC, Kelompok II dengan pemberian suspensi natrium diklofenak, Kelompok III dengan pemberian ekstrak etanol batang pepaya (Carica papaya L.) pada dosis 40 mg/kgBB, Kelompok IV dengan pemberian ekstrak etanol batang pepaya (Carica papaya L.) pada dosis 60 mg/kgBB , dan Kelompok V dengan pemberian ekstrak etanol batang pepaya) pada dosis 80 (Carica papaya L.) mg/kgBB. Pengamatan yang dilakukan setiap 1 jam selama 6 jam. Hasil analisis menunjukan bahwa semua konsetrasi ekstrak etanol batang pepaya(Carica papaya L) pada dosis 40 mg/kgBB, 60 mg/kgBB, 80 mg/kgBB memiliki aktivitas antiinflamasi, Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan dengan dosis ekstrak etanol batang pepaya (Carica papaya L.) sebesar 80 mg/kgBB dan natrium diklofenak mengalami penurunan diameter udema yang signifikan pada jam ke 1 hingga jam ke 6 setelah pengobatan. Hal ini menandakan bahwa batang pepaya berpotensi efektivitas sebagai antiinflamasi.
UJI EFEKTIVITAS PEMBERIAN SALEP EKSTRAK DAUN SAWO (Manilkara zapota L) UNTUK PROSES PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA KELINCI JANTAN Nopiyansyah, Nopiyansyah; Utami, Yolanda Putri; Primadiamanti, Annisa
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 2 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i2.12111

Abstract

Luka sayat merupakan sebagian luka yang disebabkan oleh benda tajam seperti pisau, silet, pecahan kaca, dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas ekstrak daun sawo dalam bentuk salep, penyembuhan luka sayat pada kelinci, dan untuk menentukan dosis tercepat pada penyembuhan luka sayat. Penelitian ini menggunakan metode maserasi untuk ekstraksi daun sawo dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh diformulasikan sediaan salep untuk penyembuhan luka sayat. Hewan uji yang digunakan kelinci jantan dibagi menjadi 5 kelompok yang diberikan secara topikal. Hasil menunjukan bahwa salep ekstrak daun sawo (Manilkara zapota L) memiliki efektivitas pada penyembuhan luka sayat karena memiliki kandungan flavonoid, saponin dan tanin, salep ekstrak daun sawo menunjukan dosis terbaik yaitu pada konsentrasi ekstrak etanol daun sawo 10% memiliki efek penyembuhan 100% pada hari ke-7 dibandingkan dengan konsentrasi 8%, dan 12%. Pada konsentrasi 8% menunjukan penyembuhan 100% pada hari ke-10, pada konsentrasi ke 12% menunjukan penyembuhan 100% pada hari ke-9.
UJI EFEKTIVITAS PEMBERIAN SALEP EKSTRAK DAUN SAWO (Manilkara zapota L) UNTUK PROSES PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA KELINCI JANTAN Nopiyansyah, Nopiyansyah; Utami, Yolanda Putri; Primadiamanti, Annisa
Jurnal Analis Farmasi Vol 9, No 2 (2024): JURNAL ANALIS FARMASI
Publisher : Program Studi Analisis Farmasi dan Makanan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jaf.v9i2.12111

Abstract

Luka sayat merupakan sebagian luka yang disebabkan oleh benda tajam seperti pisau, silet, pecahan kaca, dan lain-lain. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan efektivitas ekstrak daun sawo dalam bentuk salep, penyembuhan luka sayat pada kelinci, dan untuk menentukan dosis tercepat pada penyembuhan luka sayat. Penelitian ini menggunakan metode maserasi untuk ekstraksi daun sawo dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh diformulasikan sediaan salep untuk penyembuhan luka sayat. Hewan uji yang digunakan kelinci jantan dibagi menjadi 5 kelompok yang diberikan secara topikal. Hasil menunjukan bahwa salep ekstrak daun sawo (Manilkara zapota L) memiliki efektivitas pada penyembuhan luka sayat karena memiliki kandungan flavonoid, saponin dan tanin, salep ekstrak daun sawo menunjukan dosis terbaik yaitu pada konsentrasi ekstrak etanol daun sawo 10% memiliki efek penyembuhan 100% pada hari ke-7 dibandingkan dengan konsentrasi 8%, dan 12%. Pada konsentrasi 8% menunjukan penyembuhan 100% pada hari ke-10, pada konsentrasi ke 12% menunjukan penyembuhan 100% pada hari ke-9.
Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Kesadaran Resistensi Antibiotik Di Masyarakat Kelurahan Kemiling Permai Bandar Lampung Atmaja, Yorano; Samor, Vania Amanda; Primadiamanti, Annisa
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 10 No 23 (2024): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14586300

Abstract

Excessive and inappropriate use of antibiotics can cause the body more susceptible to disease, which complicates treatment as pathogens develop resistance to antibiotics. The aim of this research is to see and describe how much knowledge and awareness the people of Kemiling Permai Village, Bandar Lampung have regarding the use of antibiotics Methods: The research was conducted cross-sectionally using a questionnaire adapted from the WHO multicountry survey with analytical descriptive analysis with the Statistical Product and Service Solutions (SPSS 22) instrument. Based on 100 respondents, ot the respondent were men (54%) with ages between 30 – 50 (49%), high school education (65%), ASN/Private employment (70%) and income of 2 – 4 million (54%) It was found that the community Kemiling Permai Subdistrict has a low level of knowledge of antibiotic use, (39%) and a good level of awareness of antibiotic use, (81%), which indicates a lack of knowledge of the good use of antibiotics and the need for dissemination of knowledge about antibiotic use. The results of the Chi-square analysis did not show a significant relationship between knowledge and awareness of the factors gender, age, education, employment, but there was a significant relationship between the income factor and knowledge and awareness with a p-value of P = 0.036 < 0,05 and P = 0.016 < 0,05 due to the economic level. low and medium will tend to buy antibiotics without prescription to save medical costs, so it can be concluded 39% of the people of Kemiling Permai Subdistrict, Bandar Lampung, own it high level of knowledge regarding antibiotic use and 61% have a low level of knowledge. 81% of the Village community Kemiling Permai Bandar Lampung has a high level of awareness related to antibiotic use and 19% had a high level of awareness low.
Hubungan Kadar Hemoglobin dan Gangguan Fungsi Ginjal Pada Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Menggala Tahun 2021 Putri, Vivit Millani; Nofita, Nofita; Primadiamanti, Annisa
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 2.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Today, there are many genetic diseases that cause chronic complications. The 2018 Riskesdas report states that there was an increase in prevalence in DM patients by 2.0% in 2013 and to 3.4% in 2018 of the total number of DM patients in Indonesia (Riskesdas, 2018). The purpose of this study was to see the relationship between hemoglobin levels and impaired kidney function in type 2 diabetes mellitus at Menggala Hospital in 2021. This study used recorded data obtained from Menggala Hospital. The results of this study indicate that CKD patients with a history of Type 2 DM at the Menggala Hospital with the most gender characteristics are women as many as 63 people (56.8 %). The most age is 51-55 as many as 48 people (43.6%). The highest duration of illness characteristic was 5 years as many as 25 people (22.7%). Then it can be concluded that the relationship between Hb levels, GFR, and frequency of hemodialysis with patient characteristics all have a significant relationship / there is a relationship, except for the relationship between hemodialysis frequency and gender characteristics
Evaluasi Efek Samping Obat Anti Tuberkulosis (Oat) Pasien Tuberkolusis Paru Dewasa Di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung Putri, Tiara Aprilia; Primadiamanti, Annisa; Angin, Martianus Perangin
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 5.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on data from the Lampung Provincial Health Office in 2019, the highest TB case finding was in Bandar Lampung City (2,050 male cases, 1,435 female cases, and 361 cases in children aged 0-14 years). Based on the condition of TB treatment which has a long duration of drug administration and many types of drugs, there will be a high risk of side effects or toxicity. This study is a quantitative study using an analytical survey design. The study and data collection were conducted at the Imanuel Hospital, Bandar Lampung in April 2024. The population in this study were all adult TB patients at the Imanuel Hospital, Bandar Lampung, in the period January - March 2024, totaling 31 pasients. The instrument used was a direct observation sheet. Analysis of ESO events using presented in a peer review. Based on the results of monitoring pulmonary TB patients at the Imanuel Hospital, Bandar Lampung City, it can be concluded that the proportion of patients who experience the most side effects of OAT is joint pain. Other side effects that are often experienced by TB patients are nausea, loss of appetite, dizziness and tingling
Uji antkolesterol secara in-vito ekstrak metanol kulit bawang merah (Alium Cepa L.) dengan metode ekstraksi refluks dan sokletasi Oktarima, Mutiara; Tutik, Tutik; Primadiamanti, Annisa
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v4i2.537

Abstract

Background: Cholesterol is an important molecule in humans, with excess and deficiency levels in the body can cause various diseases. One alternative treatment is to use shallot skin extract. Purpose: To determine whether there is activity to reduce cholesterol levels from the methanol extract of shallot skin (Allium cepa L.). Method: Research on the extraction method used by heating, namely soxhletation and reflux extraction. Phytochemical tests for the content of the methanol extract showed the presence of alkaloids, flavonoids, tannins and saponins. Result : The yield results from the soxhletation and reflux extraction methods that were carried out were 12.5% ​​and 14%. The UV-Vis spectrophotometer test using the Lieberman-Burchad method was used to determine the ability to reduce cholesterol levels. Conclusion: The methanol extract of shallot peel in this study can reduce cholesterol levels in vitro based on the results of the UV-Vis spectrophotometer of the methanol extract of shallot peel (Allium cepa L.) on cholesterol reduction which was shown to be 24.4% in the soxhletation method and 37.5%. % on reflux method. In this research, there was an obstacle, namely the error in using a standard cholesterol solution which resulted in a green complex reaction not being formed but instead a brown solution being formed. Keywords : Shallot Peel, Soxhletation, Reflux, UV-Vis Spectrophotometry, Anticholesterol Pendahuluan: Kolesterol merupakan suatu molekul penting pada manusia, dengan kelebihan dan kekurangan kadarnya dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai penyakit. Salah satu pengobatan alternatif yaitu dengan menggunakan ekstrak kulit bawang merah. Tujuan: Untuk mengetahui ada tidaknya aktivitas penurunan kadar kolesterol dari ekstrak metanol kulit bawang merah (Allium cepa L.). Metode: Penelitian metode ekstraksi yang digunakan dengan cara pemanasan yaitu ekstraksi secara sokletasi dan refluks. Uji fitokimia kandungan ekstrak metanol menunjukan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Hasil: Hasil rendemen dari metode ekstraksi sokletasi dan refluks yang telah dilakukan diperoleh 12,5% dan 14%. Uji spektrofotometer UV-Vis dengan metode Lieberman-burchad digunakan untuk menentukan kemampuan penurunan kadar kolesterol. Simpulan: Ekstrak metanol kulit bawang merah pada penelitian ini dapat menurunkan kadar kolesterol secara in vitro berdasarkan hasil spektrofometer UV-Vis ekstrak metanol kulit bawang merah (Allium cepa L.) terhadap penurunan kolesterol ditunjukan sebesar 24,4% pada metode sokletasi dan 37,5% pada metode refluks. Pada penelitian ini terdapat kendala yaitu kesalahan penggunaan larutan baku kolesterol yang mengakibatkan tidak terbentuk reaksi kompleks hijau melainkan terbentuk larutan coklat. Kata Kunci : Kulit Bawang Merah, Sokletasi, Refluks, Spektrofotometri UV-Vis, Antikolesterol
Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan di Puskesmas Banyumas Kabupten Pringsewu Rokhimah, Intan Ainur; Primadiamanti, Annisa; Angin, Martianus Perangin
Journal of Islamic Medicine Vol 6, No 2 (2022): JOURNAL OF ISLAMIC MEDICINE EDISI SEPTEMBER 2022
Publisher : Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jim.v6i2.17452

Abstract

Background: WHO shows that approximately 1.13 billion people in the world suffer from hypertension. The percentage of non-adherence to taking medication for hypertension sufferers in Indonesia is estimated to be 32.3%. Objectif : This study aims to determine the level of patient compliance in the use of antihypertensive drugs in outpatient hypertension patients at the Banyumas Public Health Center, Pringsewu Regency. Methods : how the study was performed and statistical tests used. how the study was performed and statistical tests used how the study was performed and statistical tests used how the study was performed and statistical tests used how the study was performed and statistical tests used. Results: The results showed that the frequency of adherence to medication was categorized into 3 categories, namely compliance, moderate, and low. The level of adherence to taking medication for hypertension sufferers at the Banyumas Health Center is 9% with high adherence, 38% moderate adherence, 53% low adherence. Conclusion :       The level of adherence to the use of antihypertensive drugs in hypertensive patients who seek treatment at the Banyumas Public Health Center is mostly included in the low level of adherence. The results of Chi Square showed that there were no characteristics of the  research subjects  that affected the compliance of hypertension patients at the Banyumas Public Health Center, Pringsewu Regency (P 0.05).Keywords : Hypertension, Compliance, MMAS-8
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Aziz Abdul Hamid Alfikri Ade Maria Ulfa Adilio Sangfirgus Triananda Afifa, Syifa Nurul Afri Asia Nata Nyaman Aini, Fadhilah Aji Putra Rosmiawan Amabel, Deby Andrianti, Windi ANGIN, MARTIANUS PERANGIN Anisah Febrianti Anjar Jaulin Apriliana, Sukma Ardiela, Putri Agil Ariza Setya Ningrum Ariza, Angga Dwi Arja, Andria Dhesvia Atmaja, Yorano Auliya Nurrahmah Cahya Media Kusuma Chalista Azzahra Ciecilia Dewi, Mentari Cucu Ria Savita Dalita, Rama Dananta Tri Hani Umpuan davit muhamad muslim Desi Nurjanah Destri Lina Sari Dewa Ayu Ketut Devi Dia Kurnia Anggraini Diandini, Alvina Trisna Dwi Difa Aryan Maulana Dila Yuni Antika Dimas Rizki Oktavian Dwi Mentari Dwi Susanti Dwiyanti, Made Eka Safitri Endah Lestari, Yovita Entin Rositasari Erdina Erdina Erika Indah Safitri Erisandy, Fika Eustacia Evelline Oktaviani Fadilla, Aliza Nur Farra Hayka Salsabila Faskal Nadi Alim Fegy Seftia Ferry Pratama Fitri Amalia Fitri Yanti Gusti Ayu Putri Mei Restuti Gusti Ayu Rai Saputri Gusti Ayu Rai Saputri Habib Abdul Muiz Hasanah, Liina Shonaatul Haska, Anjhellika Hermawan, Dessy Hersa Novitasari Hidayaturahmah, Rizky Hillari, Gladys Iga Jelita Budiono Indah Safitri, Erika Intan Marisa Joko Sunowo, Joko Kartini, Qhory Cahya Putri Kh, Miftakhul Kumalasari, Fadila Isti Lia Amura Lidia Dwi Oktarianti Linda Safitri Malinda, Yun Maria Ulfa, Ade Marina, Cici Marleni Irama Juita Martianus Perangin Angin Martianus Perangin Angin Meithia, Artha Mutiara, Mutiara Oktarima Niken Feladita Niken Feladita Niken Feladita Niken Feladita Santoso Nikhita Anindya Salsabilla Ninuk Tri Meilina Nirwan Fachrozi, Muhammad Nofita Nofita Nofita, Nofita Nopiyansyah, Nopiyansyah Noviyanti, Fadhila Nur Alfi Mufida Hasni Nurul Huda Oktarima, Mutiara Oktavia, Maria Maya Eka Peranginangin, Martinus Purnama, Robby Candra Putri Amalia Putri Anggraini Putri, Tiara Aprilia Putri, Vivit Millani Rahayu Septia Ayuni Rahmat Agung Rai Saputri, Gusti Ayu Rama Cahya Pranayudha Ramadhani, Muhammad Rani Juliana Ranti Mailinda Sari Ratih Dwi Pramana Saraswati Ratna Silvi Sundari Reni Erlisa Renna Oktavia Rudi Retnaningsih, Agustina Riza Aulia Rizky, M. Ali Robby Chandra Purnama Rokhimah, Intan Ainur Rr Salwa Zasya Aura Kharisma Rusmini, Hetti S, Septi Nurhaliza Samino Samino Samor, Vania Amanda Saputri, Gusti Ayu Rai Saputri, Sella Saputri, Tarisa Sari, Septi Widya Sekar Pratiwi, Arum Selli Marselena M Selvi Marcellia Septi Susanti Shelina, Shelina Shinta Wulandari Shinta Wulandari, Shinta Sigit Sukmawan Sitepu, Debora Egyita Siti Khamidaturrohmah Siti Khamidhaturrohmah Suri, Nurma Syahrul, Fadhila Hasana Tenisia Artianti Tiarani, Putri Nanda Tri Murti Andayani Triananda, Adilio Sangfirgus Trisia Dira Yuniar Tutik Tutik Ummi, Eiga Auliya Utami, Yolanda Putri Uvit Sarimanah Vani Wahyudiningrum Vida Elsyana Vika Imroatul Qoni&#039;ah Visca Nabella Wahid Datul Awalliyyah Winahyu, Diah Astika Yunda Taqqiyah Ramadhana