Claim Missing Document
Check
Articles

Uji antkolesterol secara in-vito ekstrak metanol kulit bawang merah (Alium Cepa L.) dengan metode ekstraksi refluks dan sokletasi Oktarima, Mutiara; Tutik, Tutik; Primadiamanti, Annisa
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 4 No. 2 (2024): December Edition 2024
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v4i2.537

Abstract

Background: Cholesterol is an important molecule in humans, with excess and deficiency levels in the body can cause various diseases. One alternative treatment is to use shallot skin extract. Purpose: To determine whether there is activity to reduce cholesterol levels from the methanol extract of shallot skin (Allium cepa L.). Method: Research on the extraction method used by heating, namely soxhletation and reflux extraction. Phytochemical tests for the content of the methanol extract showed the presence of alkaloids, flavonoids, tannins and saponins. Result : The yield results from the soxhletation and reflux extraction methods that were carried out were 12.5% ​​and 14%. The UV-Vis spectrophotometer test using the Lieberman-Burchad method was used to determine the ability to reduce cholesterol levels. Conclusion: The methanol extract of shallot peel in this study can reduce cholesterol levels in vitro based on the results of the UV-Vis spectrophotometer of the methanol extract of shallot peel (Allium cepa L.) on cholesterol reduction which was shown to be 24.4% in the soxhletation method and 37.5%. % on reflux method. In this research, there was an obstacle, namely the error in using a standard cholesterol solution which resulted in a green complex reaction not being formed but instead a brown solution being formed. Keywords : Shallot Peel, Soxhletation, Reflux, UV-Vis Spectrophotometry, Anticholesterol Pendahuluan: Kolesterol merupakan suatu molekul penting pada manusia, dengan kelebihan dan kekurangan kadarnya dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai penyakit. Salah satu pengobatan alternatif yaitu dengan menggunakan ekstrak kulit bawang merah. Tujuan: Untuk mengetahui ada tidaknya aktivitas penurunan kadar kolesterol dari ekstrak metanol kulit bawang merah (Allium cepa L.). Metode: Penelitian metode ekstraksi yang digunakan dengan cara pemanasan yaitu ekstraksi secara sokletasi dan refluks. Uji fitokimia kandungan ekstrak metanol menunjukan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Hasil: Hasil rendemen dari metode ekstraksi sokletasi dan refluks yang telah dilakukan diperoleh 12,5% dan 14%. Uji spektrofotometer UV-Vis dengan metode Lieberman-burchad digunakan untuk menentukan kemampuan penurunan kadar kolesterol. Simpulan: Ekstrak metanol kulit bawang merah pada penelitian ini dapat menurunkan kadar kolesterol secara in vitro berdasarkan hasil spektrofometer UV-Vis ekstrak metanol kulit bawang merah (Allium cepa L.) terhadap penurunan kolesterol ditunjukan sebesar 24,4% pada metode sokletasi dan 37,5% pada metode refluks. Pada penelitian ini terdapat kendala yaitu kesalahan penggunaan larutan baku kolesterol yang mengakibatkan tidak terbentuk reaksi kompleks hijau melainkan terbentuk larutan coklat. Kata Kunci : Kulit Bawang Merah, Sokletasi, Refluks, Spektrofotometri UV-Vis, Antikolesterol
Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi Rawat Jalan di Puskesmas Banyumas Kabupten Pringsewu Rokhimah, Intan Ainur; Primadiamanti, Annisa; Angin, Martianus Perangin
Journal of Islamic Medicine Vol 6, No 2 (2022): JOURNAL OF ISLAMIC MEDICINE EDISI SEPTEMBER 2022
Publisher : Faculty of Medicine and Health Science, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jim.v6i2.17452

Abstract

Background: WHO shows that approximately 1.13 billion people in the world suffer from hypertension. The percentage of non-adherence to taking medication for hypertension sufferers in Indonesia is estimated to be 32.3%. Objectif : This study aims to determine the level of patient compliance in the use of antihypertensive drugs in outpatient hypertension patients at the Banyumas Public Health Center, Pringsewu Regency. Methods : how the study was performed and statistical tests used. how the study was performed and statistical tests used how the study was performed and statistical tests used how the study was performed and statistical tests used how the study was performed and statistical tests used. Results: The results showed that the frequency of adherence to medication was categorized into 3 categories, namely compliance, moderate, and low. The level of adherence to taking medication for hypertension sufferers at the Banyumas Health Center is 9% with high adherence, 38% moderate adherence, 53% low adherence. Conclusion :       The level of adherence to the use of antihypertensive drugs in hypertensive patients who seek treatment at the Banyumas Public Health Center is mostly included in the low level of adherence. The results of Chi Square showed that there were no characteristics of the  research subjects  that affected the compliance of hypertension patients at the Banyumas Public Health Center, Pringsewu Regency (P 0.05).Keywords : Hypertension, Compliance, MMAS-8
PENYULUHAN TERKAIT PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS MALAHAYATI BANDAR LAMPUNG Primadiamanti, Annisa; Ardiela, Putri Agil; Kartini, Qhory Cahya Putri; Ummi, Eiga Auliya
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i1.19391

Abstract

 Resistensi antibiotik merupakan masalah kesehatan global yang semakin meningkat. Penyalahgunaan dan penggunaan antibiotik yang tidak tepat merupakan faktor utama penyebab masalah ini. Oleh karena itu, penyuluhan tentang penggunaan antibiotik yang rasional sangat penting dilakukan di kalangan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dalam penggunaan antibiotik yang diadakan di Lingkungan Universitas Malahayati Bandar Lampung dan menganalisis perubahan pengetahuan masyarakat mengenai antibiotik setelah mengikuti kegiatan tersebut. Metode penyuluhan yang digunakan adalah desain pre-test dan post-test. Sampel terdiri dari 15 cleaning service yang mengikuti sesi penyuluhan mengenai penggunaan antibiotik yang benar. Hasil sebelum dilakukan penyuluhan adalah 88%. Setelah dilakukan penyuluhan diperoleh rata-rata penilaian sebesar 99%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan yang signifikan mengenai antibiotik dan penggunaan yang tepat. Penyuluhan ini dapat menjadi langkah efektif dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya penggunaan antibiotik yang bijak guna mencegah resistensi antibiotik. Kata Kunci : Penyuluhan, penggunaan antibiotik, resistensi antibiotik, Universitas Malahayati Bandar Lampung
Variasi Formulasi Sediaan Topikal Ekstrak Batang Pepaya (Carica papaya L.) Terhadap Aktivitas Sebagai Penyembuh Luka Primadiamanti, Annisa; Winahyu, Diah Astika
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i6.19576

Abstract

Bagian dari tanaman pepaya (Carica papaya L.) seperti daun dan buahnya, diketahui memiliki efektifitas sebagai penyembuh luka. Akan tetapi, bagian batang tanaman pepaya belum banyak dimanfaatkan sebagai obat. Berdasarkan literatur, batang pepaya dapat digunakan sebagai penyembuh luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sediaan topikal ekstrak batang pepaya sebagai penyembuh luka dan apakah variasi formulasi sediaan topikal mempengaruhi aktivitasnya sebagai penyembuh luka. Ekstrak batang pepaya dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Sediaan topikal dibuat dari ekstrak etanol menggunakan dua formulasi. Kelompok hewan uji tikus jantan galur Wistar terdiri atas 6 kelompok; Kontrol positif, formulasi I tanpa ekstrak, formulasi I, formulasi II tanpa ekstrak, formulasi II, kontrol negatif. Salep dioleskan tiap hari pada luka eksisi. Pengukuran diameter luka (mm) dilakukan setiap dua hari pada semua kelompok perlakuan. Hasil menunjukkan bahwa kelompok formulasi II ekstrak berbasis hidrokarbon mengalami penutupan luka pada pengamatan hari ke-7, sedangkan kelompok formulasi I ekstrak berbasis hidrofilik mengalami penutupan luka pada pengamatan hari ke-9. Hal ini berarti formulasi II memiliki durasi yang lebih singkat dibanding formulasi I dalam menyembuhkan luka. Akan tetapi, pada formulasi I, belum bisa dinyatakan ekstrak memiliki efektivitas karena hasil serupa juga diperoleh pada kelompok II (formulasi I tanpa ekstrak) sehingga tidak dapat dipastikan efek penyembuhan luka adalah kerja dari ekstrak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa salep ekstrak batang pepaya memiliki aktivitas menyembuhkan luka dan salep dengan formula berbasis hidrokarbon efektif menyembuhkan luka dalam 7 hari, lebih cepat dibandingkan dengan basis hidrofilik.
Pola peresepan obat antidiabetes pada pasien rawat jalan Primadiamanti, Annisa; Malinda, Yun; Saputri, Gusti Ayu Rai
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): June Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v3i1.389

Abstract

Background: WHO (World Health Organization) predicts an increase in the number of people with diabetes mellitus in Indonesia in 2000, namely from 8.4 million to 21.3 million in 2030. Early combination therapy will achieve good glucose control and improve prognosis, especially microvascular complications. Purpose: To determine the pattern of diabetes medication prescribing for outpatients at A. Dadi Tjokrodipo General Hospital Bandar Lampung for the period January 2020 - December 2021. Method: A descriptive observational and retrospective using medical record data of hypertensive patients selected based on purposive sampling. Results: Showed that the patient characteristics were found to be mostly women 72%, aged 51-60 years 39%, drug characteristics, namely the biguanide drug class 36.1%, with OAD therapy 81%. The use of diabetes drugs in outpatients at A. Dadi Tjokrodipo Hospital Bandar Lampung for the period January 2020 – December 2021 is that the main drug of choice is the biguanide group with a percentage of 36.1%. The use of single OAD was 81%, the combination of OAD + long-acting insulin was 19%. Conclusion: The biguanide class of drugs is the first line for selecting long-acting insulin. Keywords: Antidiabetic; Diabetic; Prescribing Drugs. Pendahuluan: WHO (World Health Organization) memprediksikan kenaikan jumlah penyandang diabetes melitus di Indonesia pada tahun 2000 yaitu sebanyak 8,4 juta menjadi 21,3 juta pada tahun 2030. Terapi kombinasi dini akan mendapatkan kontrol glukosa yang baik dan memperbaiki prognostik terutama komplikasi mikrovaskuler. Tujuan: Untuk mengetahui pola peresepan obat diabetes pasien rawat jalan di RSUD A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung periode Januari 2020 – Desember 2021. Metode: Observasional deskriptif dengan retrospektif menggunakan data rekam medik pasien diabetes yang dipilih berdasarkan purposive sampling. Hasil: Menunjukan pada karakteristik pasien didapatkan paling banyak perempuan 72% dengan usia 51-60 tahun 39%, karakteristik obat yaitu golongan obat biguanide 36,1% dengan terapi OAD 81%. Penggunaan obat diabetes pada pasien rawat jalan di RSUD A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung periode Januari 2020 - Desember 2021 merupakan obat pilihan utama adalah golongan biguanid dengan presentase 36,1 %. Penggunaan OAD tunggal 81 %, kombinasi OAD +insulin long-acting 19%. Simpulan: Golongan obat biguanid menjadi lini pertama untuk pemilihan insuling long-acting.
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUAH DAN TANGKAI BUAH CABAI MERAH KERITING (CAPSICUM ANNUUM L.) PADA BAKTERI SHIGELLA DYSENTERIAE Susanti, Dwi; S, Septi Nurhaliza; Primadiamanti, Annisa
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v10i1.424

Abstract

Disentri adalah penyakit yang umum di Indonesia dan mungkin merupakan penyakit Kejadian Luar Biasa (KLB) yang sering menyebabkan kematian. Cabai merah keriting memiliki senyawa metabolit sekunder sebagai aktivitas antibakteri yang dapat dijadikan alternatif pengobatan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan senyawa metabolit sekunder, perbedaan aktivitas antibakteri, dan konsentrasi ekstrak buah dan tangkai buah cabai merah keriting (Capsicum annuum L.) yang paling efektif dalam menghambat bakteri Shigella dysentriae. Ekstrak buah dan tangkai cabai merah keriting dibuat dengan konsentrasi 20, 40, 60, 80, dan 100%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode Kirby Bauer. Media yang digunakan sebagai uji antibakteri pada penelitian ini adalah Mueller Hinton Agar (MHA). Hasil Ekstrak buah dan tangkai cabai merah keriting memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Shigella dysentriae zona bening pada buah hanya terdapat di konsentrasi 100% sedangkan zona bening tangkai terdapat pada konsentrasi 40% sampai 100%. Disimpulkan bahwa Konsentrasi yang paling efektif digunakan dalam menghambat bakteri Shigella dysentriae pada buah dan tangkai adalah dengan konsentrasi 100% dengan rata rata zona hambat 4,16 mm dan 0,7 mm.
Analisis Potensi Interaksi Obat Pasien Tuberkulosis Paru Di Poli Anak Rumah Sakit Imanuel Wayhalim Bandar Lampung Periode Oktober - Desember 2022 Oktavia, Maria Maya Eka; Peranginangin, Martinus; Primadiamanti, Annisa
Jurnal Medika Malahayati Vol 9, No 3 (2025): Volume 9 Nomor 3
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v9i3.20123

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis (M.TB). Pengobatan yang diberikan kepada pasien tuberkulosis biasanya terdiri dari Rifampisin, Pirazinamid, Etambutol, dan Streptomisin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi obat dalam pengobatan pasien anak tuberkulosis yang dirawat di Poli Anak RS Imanuel Wayhalim Bandar Lampung pada periode Oktober hingga Desember 2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif non-eksperimental (observasional), dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Data dikumpulkan secara retrospektif diambil dari rekam medik pasien tuberkulosis di poli anak RS Imanuel Wayhalim Bandar Lampung periode Oktober – Desember 2022. Hasil penelitian didapatkan karakteristik pasien TB usia tertinggi adalah usia balita (0-5 tahun) sebanyak 35 pasien (83,3%), jenis kelamin tertinggi adalah laki- laki sebanyak 27 kasus (64%). Potensi interaksi obat dalam terapi pasien anak dengan TBC menunjukkan adanya interaksi farmakokinetik antara obat anti tuberkulosis (OAT) yang terjadi dalam dua kasus (50%) serta interaksi farmakodinamik OAT juga dalam dua kasus (50%). Selain itu, terdapat 10 kasus (45,5%) interaksi farmakokinetik antara OAT dan obat lain yang terjadi pada fase metabolism, serta 12 kasus (54,5%) interaksi farmakodinamik OAT dengan obat lain. Dari segi tingkat keparahan interaksi obat, interaksi antara OAT menunjukkan bahwa terdapat dua kasus (100%) dengan kategori major. Sementara itu, untuk interaksi obat OAT dengan obat lain, ditemukan enam kasus (43%) dengan tingkat keparahan major dan delapan kasus (57%) dengan kategori moderate. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa rifampisin berinteraksi secara signifikan dengan isoniazid dan triamcinolon. Farmakokinetika pada fase metabolisme sering terjadi pada interaksi obat, dan sebagian besar tingkat keparahan interaksi obat berada pada kategori moderat.
Uji anti kolesterol secara in-vitro ekstrak metanol kulit bawang merah (Allium cepa l.) dengan metode ekstraksi refluks dan sokletasi Mutiara, Mutiara Oktarima; Tutik, Tutik; Primadiamanti, Annisa
JOURNAL OF Pharmacy and Tropical Issues Vol. 2 No. 2 (2022): December Edition 2022
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/pti.v2i02.332

Abstract

Background: Cholesterol is an important molecule in humans, with excess and deficiency of its levels in the body can cause various diseases. One alternative treatment is to use shallot skin extract. Purpose: To determine whether there is cholesterol lowering activity from the methanol extract of shallot skin (Allium cepa l.). Method: The extraction used is by heating, namely extraction by soxhletation and reflux. Results: The phytochemical test for the content of methanol extract showed the presence of alkaloids, flavonoids, tannins and saponins. The yield results from the soxhletation and reflux extraction methods that have been carried out are 12.5% and 14%. UV-Vis spectrophotometer test with the Lieberman-Burchad method was used to determine the ability to reduce cholesterol levels. Conclusion: Methanol extract of shallot skin in this study can reduce cholesterol levels in vitro based on the UV-Vis spectrophotometer results of methanol extract of shallot skin (Allium cepa L.) for cholesterol reduction which was shown to be 24.4% in the soxhletation method and 37.5 % on the reflux method. In this study there were obstacles, namely the wrong use of cholesterol standard solution which resulted in the formation of a brown solution instead of a green complex reaction. Keywords: Shallot Skin; Soxhletation; Reflux; UV-Vis Spectrophotometry; Anticholesterol. Pendahuluan: Kolesterol merupakan suatu molekul penting pada manusia, dengan kelebihan dan kekurangan kadarnya dalam tubuh dapat menyebabkan berbagai penyakit. Salah satu pengobatan alternative yaitu dengan menggunakan ekstrak kulit bawang merah. Tujuan: Untuk mengetahui ada tidaknya aktivitas penurunan kadar kolesterol dari ekstrak methanol kulit bawang merah (AlliumcepaL.). Metode: Ekstraksi yang digunakan dengan cara pemanasan yaitu ekstraksi secara sokletasi dan refluks. Hasil: Uji fitokimia kandungan ekstrak metanol menunjukan adanya senyawa alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin. Hasil rendemen dari metode ekstraksi sokletasi dan refluks yang telah dilakukan diperoleh 12,5% dan 14%. Uji spektrofotometer UV-Vis dengan metode Lieberman-burchad digunakan untuk menentukan kemampuan penurunan kadar kolesterol. Simpulan: Ekstrak metanol kulit bawang merah pada penelitian ini dapat menurunkan kadar kolesterol secara in vitro berdasarkan hasil spektrofometer UV-Vis ekstrak metanol kulit bawang merah (Allium cepa L.) terhadap penurunan kolesterol ditunjukan sebesar 24,4% pada metode sokletasi dan 37,5% pada metode refluks. Pada penelitian ini terdapat kendala yaitu kesalahan penggunaan larutan baku kolesterol yang mengakibatkan tidak terbentuk reaksi kompleks hijau melainkan terbentuk larutan coklat.
The Relationship of Risk Factors for Medication Error in the Electronic Prescription Prescribing Phase in the Outpatient Pharmacy Installationof Hospital X Sekar Pratiwi, Arum; Endah Lestari, Yovita; Annisa Primadiamanti
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/80vdkc63

Abstract

Backrgound: Medication errors are avoidable drug misuse incidents that occur during the drug administration process. Medication errors occur at various stages, such as writing a prescription (prescribing), translating a prescription (transcribing), providing and compounding medication (dispensing) and administering medication (administration. Prescribing errors are the most common type of error found in prescription services. Objective: This study was conducted to determine the percentage of medication errors in the prescribing phase of electronic prescriptions and the relationship between prescription characteristics, including the clinic where the prescription was issued, the type of drug, and the number of drugs, with the occurrence of medication errors. Methods: The study was conducted as a retrospective, non-experimental, observational cross-sectional study. The study used electronic prescription data from outpatient pharmacy installations from January to February 2025, with a total of 400 samples. A description of medication error events and an analysis of the relationship between variables were performed using the Chi-Square test. Results: The results showed that medication errors in administrative requirements were 100%, pharmaceutical requirements were 69.5%, and clinical requirements were 80%. There was a significant association between polyclinic origin of prescription and medication error in pharmaceutical and clinical requirements (p-value < 0.05). There was a significant relationship between drug type and medication error in pharmaceutical and clinical requirements (p-value < 0.05). There was a significant relationship between the number of drugs and medication errors in pharmaceutical and clinical requirements (p-value < 0.05). Conclusion: This study reveals a relationship between risk factors, including the polyclinic origin of the prescription, type of drug, and number of drugs, and the occurrence of medication errors in the prescribing phase.
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PENYULUHAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) DI DINAS SOSIAL UPTD REHABILITASI SOSIAL PENYANDANG DISABILITAS BANDAR LAMPUNG Ayu Rai Saputri, Gusti; Primadiamanti, Annisa; Samino, Samino; Zasya Aura Kharisma, Rr Salwa; Hayka Salsabila, Farra; Dira Yuniar, Trisia; Agung, Rahmat; Oktavia Rudi, Renna
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): martabe : jurnal pengabdian kepada masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i2.597-600

Abstract

Melakukan pencucian tangan menggunakan sabun tergolong ke dalam salah satu perilaku hidup sehat dan bersih (PHBS) yang sekarang sedang menjadi perhatian dunia disebabkan praktik mencuci tangan yang kurang baik menjadi suatu permasalahan  khususnya di negara berkembang karena kebanyakan dari masyarakatnya masih lupa untuk melakukan tangan. Berdasar pada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2011, Penyandang disabilitas atau penyandang cacat adalah orang dengan keterbatasan baik mental, intelektual, fisik maupun sensorik yang bersifat jangka panjang yang dapat menjadi penyebab dalam menghambat mereka untuk melakukan interaksi dengan lingkungan dan sikap masyarakatnya sebagai bentuk partisipasi penuh dan efektif yang didasarkan pada kesetaraan hak. Program dilakukan dengan cara memberikan informasi dan edukasi menggunakan media teknologi berupa laptop dengan media power point. Power point berisi tentang definisi, tujuan, manfaat, dampak, kapan waktu cuci tangan dan langkah-langkah mencuci tangan. Setelah itu dibagikan kuesioner untuk mengetahui pengetahuan teman-teman. Hasil yang didapat dari kegiatan penyuluhan kepada penyandang disabilitas sebelum dilakukan penyuluhan, terdapat sekitar 60% dari total peserta masih banyak yang belum tau apa itu pentingnya cuci tangan pakai sabun (CTPS). Setelah dilakukan penyuluhan, persentase berubah cukup signifikan, terdapat 90% yang sudah memahami apa pentingnya dan manfaat cuci tangan memakai sabun. Hasil persentase ini didapat dari kuesioner pre-test dan post-test. Kesimpulannya sebelum diberikan materi, masih banyak yang belum mengerti dan paham terkait pentingnya cuci tangan pakai sabun. Lalu setelah dilakukan penyuluhan, dapat dilihat bahwa sudah cukup banyak hampir semua peserta memahami apa itu pentingnya dan manfaat cuci tangan pakai sabun (CTPS).
Co-Authors A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Aziz Abdul Hamid Alfikri Ade Maria Ulfa Adilio Sangfirgus Triananda Afri Asia Nata Nyaman Agung, Rahmat Aini, Fadhilah Aji Putra Rosmiawan Amabel, Deby Andrianti, Windi ANGIN, MARTIANUS PERANGIN Anisah Febrianti Anjar Jaulin Apriliana, Sukma Ardiela, Putri Agil Ariza Setya Ningrum Ariza, Angga Dwi Arja, Andria Dhesvia Atmaja, Yorano Auliya Nurrahmah Ayu Rai Saputri, Gusti Ciecilia Dewi, Mentari Cucu Ria Savita Dalita, Rama Dananta Tri Hani Umpuan davit muhamad muslim Destri Lina Sari Dewa Ayu Ketut Devi Diandini, Alvina Trisna Dwi Difa Aryan Maulana Dila Yuni Antika Dimas Rizki Oktavian Dira Yuniar, Trisia Dwi Mentari Dwi Susanti Dwiyanti, Made Endah Lestari, Yovita Entin Rositasari Erdina Erdina Erika Indah Safitri Erisandy, Fika Eustacia Evelline Oktaviani Fadilla, Aliza Nur Farra Hayka Salsabila Faskal Nadi Alim Fegy Seftia Ferry Pratama Fitri Amalia Fitri Yanti Gusti Ayu Putri Mei Restuti Gusti Ayu Rai Saputri Gusti Ayu Rai Saputri Habib Abdul Muiz Hayka Salsabila, Farra Hermawan, Dessy Hersa Novitasari Hetti Rusmini Hidayaturahmah, Rizky Iga Jelita Budiono Indah Safitri, Erika Intan Marisa Joko Sunowo, Joko Kartini, Qhory Cahya Putri Kh, Miftakhul Kumalasari, Fadila Isti Lia Amura Lidia Dwi Oktarianti Linda Safitri Malinda, Yun Maria Ulfa, Ade Marina, Cici Marleni Irama Juita Martianus Perangin Angin Martianus Perangin Angin Meithia, Artha Mutiara, Mutiara Oktarima Niken Feladita Niken Feladita Niken Feladita Niken Feladita Santoso Nikhita Anindya Salsabilla Ninuk Tri Meilina Nirwan Fachrozi, Muhammad Nofita Nofita Nofita, Nofita Nopiyansyah, Nopiyansyah Noviyanti, Fadhila Nur Alfi Mufida Hasni Nurul Huda Oktarima, Mutiara Oktavia Rudi, Renna Oktavia, Maria Maya Eka Peranginangin, Martinus Purnama, Robby Candra Putri Amalia Putri Anggraini Putri, Tiara Aprilia Putri, Vivit Millani Rahayu Septia Ayuni Rahmat Agung Rai Saputri, Gusti Ayu Rama Cahya Pranayudha Ramadhani, Muhammad Rani Juliana Ranti Mailinda Sari Ratih Dwi Pramana Saraswati Ratna Silvi Sundari Reni Erlisa Renna Oktavia Rudi Retnaningsih, Agustina Riza Aulia Rizky Hidayaturahmah Rizky, M. Ali Robby Chandra Purnama Rokhimah, Intan Ainur Rr Salwa Zasya Aura Kharisma S, Septi Nurhaliza Samino Samino Samino Samino Samor, Vania Amanda Saputri, Gusti Ayu Rai Sari, Septi Widya Sekar Pratiwi, Arum Selvi Marcellia Septi Susanti Shelina, Shelina Shinta Wulandari Shinta Wulandari, Shinta Sigit Sukmawan Sitepu, Debora Egyita Siti Khamidaturrohmah Siti Khamidhaturrohmah Suri, Nurma Syahrul, Fadhila Hasana Tenisia Artianti Tri Murti Andayani Triananda, Adilio Sangfirgus Trisia Dira Yuniar Tutik Tutik Ummi, Eiga Auliya Utami, Yolanda Putri Uvit Sarimanah Vani Wahyudiningrum Vida Elsyana Vika Imroatul Qoni&#039;ah Visca Nabella Wahid Datul Awalliyyah Winahyu, Diah Astika Yunda Taqqiyah Ramadhana Zasya Aura Kharisma, Rr Salwa