Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengaruh Promosi Kesehatan Pencegahan Kanker Serviks dan Vaksin Anti HPV terhadap Pengetahuan Pengetahuan, Sikap dan Efikasi Diri Natasha, Tania Zeta; Hanifah, Laily
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jik.v17i2.2578

Abstract

Kanker serviks merupakan keganasan yang tumbuh di sel-sel lahir rahim dan jenis kanker pada wanita yang merupakan salah satu penyumbang kematian terbesar dari semua jenis kanker. Kondisi ini harus dicegah dengan menghindari berhubungan seksual di usia dini dan melakukan vaksinasi anti HPV. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui adanya pengaruh promosi kesehatan kanker serviks dan vaksin anti HPV terhadap pengetahuan, sikap dan efikasi diri siswi di SMA Bakti Idhata. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-eksperimental menggunakan rancangan one group pre-test and post-test yang dilaksanakan di SMA Bakti Idhata pada bulan Mei 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah siswi kelas 10 dan 11, sampel penelitian ini didapatkan dengan teknik simple random sampling sebanyak 70 siswi. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan Uji Wilcoxon pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian didapatkan p-value = 0,000 pada variabel pengetahuan dan sikap, dan p-value = 0,001 pada variabel efikasi diri. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh promosi kesehatan terhadap pengetahuan, sikap dan efikasi diri. Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan, sikap dan efikasi diri, siswi dapat mencegah kanker serviks.
PENINGKATAN PENGETAHUAN MENGENAI KESEHATAN REPRODUKSI DI DEPOK Hanifah, Laily; Apriningsih, Apriningsih; Ardhiyanti, Lusyta Puri; Ismail, Rita; Purbasari, Ayu Anggraeni Dyah; Angraeni, Fitri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35623

Abstract

Abstrak: Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial, sehingga remaja membutuhkan pemahaman yang baik mengenai kesehatan reproduksi. Namun, masih banyak remaja dan ibu kader yang memiliki pengetahuan terbatas terkait isu kesehatan reproduksi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja dan ibu kader mengenai kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan pada kelompok remaja dan kader di Kecamatan Cilodong, dengan total 18 responden sebagai peserta. Metode edukasi yang digunakan adalah ceramah dengan penyampaian materi interaktif. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 soal, kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre-test adalah 5,72 dan meningkat menjadi 9,78 pada post-test dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 71% setelah diberikan edukasi. Dengan demikian, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja dan ibu kader mengenai kesehatan reproduksi.Abstract: Adolescence is a transitional period marked by physical, psychological, and social changes, during which adequate understanding of reproductive health is essential. However, many adolescents and community health cadres still have limited knowledge regarding reproductive health issues. Therefore, this community service activity aimed to improve the knowledge of adolescents and health cadres about reproductive health. This community service activity was carried out among youth groups and cadres in Cilodong Subdistrict, with a total of 18 respondents participating. The educational method applied was a lecture with interactive material delivery. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires consisting of 10 questions, and data were analyzed using the Wilcoxon test. The results showed that the average pre-test score was 5.72, which increased to 9.78 in the post-test with a p-value of 0.000 (p<0.05). There was a 71% improvement in knowledge after the educational intervention. Thus, this activity was effective in enhancing the knowledge of adolescents and health cadres regarding reproductive health.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN MENGENAI KESEHATAN REPRODUKSI, BAHAYA MEROKOK DAN PENCEGAHAN BULLYING PADA REMAJA Hanifah, Laily; Susanto, Agus Joko; Raharjo, Agung; Angraeni, Fitri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.31252

Abstract

Abstrak: Perubahan cepat selama masa pubertas sering kali memunculkan ketidaknyamanan pada remaja misalnya masalah kesehatan reproduksi dan kerap diiringi dengan munculnya perilaku yang kurang baik seperti merokok dan bully. Oleh karena itulah sangat penting untuk diberikan edukasi mengenai pubertas, bahaya merokok dan cara mencegah bully. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa/i mengenai kesehatan reproduksi, bahaya merokok dan pencegahan bullying. Pengabdian masyarakat ini dilakukan kepada 163 siswa/i di salah satu SMP di Depok menggunakan metode ceramah dan diskusi. Dalam melihat efektivitas pengabdian masyarakat ini menggunakan angket pre-test dan post-test dengan dilakukan analisis statistik uji Wilcoxon ..… Hasil uji pre-test dan post-test sebagai indikator penilaian pengetahuan menunjukkan p-value sebesar 0,000,Rata-rata skor pre-test adalah 51,23 dan setelah diberikan edukasi meningkat menjadi 65,83 artinya edukasi yang disampaikan dapat meningkatkan pengetahuan siswa sebesar 28,5%.Abstract: Rapid changes during puberty often give discomfort in adolescents due to reproductive health problems and sometimes accompanied by bad behavior such as smoking and bullying. Therefore, it is very important to provide education about puberty, the harmful aspect of smoking and how to prevent bullying. The aim of this community service is to increase students' knowledge about reproductive health, the harmful aspect of smoking and preventing bullying. This community service was conducted to 163 students in one of the junior high schools in Depok using lecture and discussion methods. In seeing the effectiveness of this community service using pre-test and post-test questionnaires with Wilcoxon test statistical analysis. The average pre-test score was 51.23 and after being given education it increased to 65.83, meaning that the education delivered can increase student knowledge by 28.5%.
EDUKASI KESEHATAN KEHAMILAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KESELAMATAN IBU HAMIL DI KOTA DEPOK Hanifah, Laily; Herawati, Netti; Ismail, Rita; Arini, Firlia Ayu; Oktarina, Mona
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33920

Abstract

Abstrak: Pengetahuan tentang kesehatan kehamilan memiliki peranan yang penting untuk mendukung keselamatan ibu, penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), dan pengoptimalan seribu hari pertama kehidupan bagi anak. Ibu hamil yang memiliki pengetahuan baik mampu mengenali tanda bahaya secara dini, mengambil keputusan tepat, menjalani pemeriksaan rutin, serta merencanakan persalinan dan kehamilan berikutnya dengan lebih matang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan hard skill berupa pengetahuan kesehatan kehamilan melalui edukasi. Metode kegiatan mencakup pengerjaan pre-test, pemaparan materi, praktik dan tanya jawab, serta pengerjaan post-test. Soal pre-test dan post-test berjumlah 10 soal. Kegiatan berlangsung di posyandu yang menjadi wilayah kerja dari Puskesmas Kecamatan Limo, Kota Depok, terdiri dari Kelurahan Grogol, Limo, Meruyung, dan Krukut pada bulan Mei sampai Juli 2025 dengan jumlah peserta sebanyak 38 ibu hamil. Hasil yang dicapai yaitu peningkatan pengetahuan antara sebelum dan sesudah edukasi berdasarkan nilai rata-rata sebesar 69,27%. Pemberian edukasi bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai kesehatan kehamilan sehingga program ini perlu dilaksanakan secara berkala serta mengembangkan media edukasi agar informasi semakin mudah diterima dan diingat oleh ibu hamil.Abstract: Knowledge about antenatal care plays an important role in supporting maternal health, reducing the maternal mortality ratio (MMR), and optimizing the first thousand days of life for children. Pregnant women with good knowledge can conduct early detection of dangerous signs, make informed decisions, complete antenatal care, carefully plan for childbirth and further pregnancies. This activity aims to improve knowledge of pregnancy health through education. The activitiesy includes a pre-testing, a presentation of material presentation, practice, a question-and-answer session, and a post-testing. The pre-test and post-test each contain 10 questions. The activity took place in the working area of Limo Health Center in Depok City, consisted of 4 sub-districts: Grogol, Limo, Meruyung, and Krukut. A total of 38 pregnant women participated in the activity from May to July 2025. The results showed a significant improve in knowledge, with an average increase of 69.27% from before to after the educational intervention. These educational programs should be implemented regularly to improve pregnant women's knowledge of antenatal care, and educational media should be developed to make information more easily received and memorized.
MENINGKATKAN KESADARAN REMAJA: EDUKASI TOXIC RELATIONSHIP DAN BODY IMAGE UNTUK KESEHATAN REPRODUKSI Hanifah, Laily; Riyanti, Febilla Dwinanda; Amanda, Siska; Lestari, Mugi Rahayu; Andriana, Bunga
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21275

Abstract

Abstrak: Pada masa remaja timbul persepsi dan gambaran mengenai fisik atau bentuk tubuh yang ideal yang harus dimiliki. Emosi dan perasaan pada remaja pun belum optimal, sehingga muncul rasa keragu-raguan, kecemasan, serta ketakutan. Kedua hal tersebut merupakan masalah karena dapat menimbulkan kepribadian yang negatif pada diri remaja yang akan berdampak jangka panjang apabila tidak segera diatasi. Tujuan diadakannya kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa salah satu SMA di Depok mengenai perilaku toxic relationship dan body image. Pengabdian kepada masyarakat dilakukan kepada 86 siswa menggunakan metode Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), serta dilaksanakan secara luring. Hasil uji pretest dan post-test menggambarkan p-value sebesar 0,000 yang artinya edukasi yang disampaikan bermanfaat untuk menambah wawasan siswa mengenai perilaku toxic relationship dan body image. Sebagai saran, diharapkan ada program lanjutan bagi siswa untuk memperkuat implementasi dari edukasi mengenai toxic relationship dan body image yang diberikan.Abstract: During adolescence, appear perceptions and images of the ideal physic or body shape that should be possessed. Emotions and feelings in adolescents are not optimal, so there is a sense of indecision, anxiety, and fear. Both of these things are problems because they can cause a negative personality in adolescents which will have a long-term impact if not overcome immediately. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge among students in one high school in Depok regarding toxic relationship and body image. Community service was carried out to 86 students using the Communication, Information, and Education (IEC) method directly to the students. The results of the pretest and post-test tests illustrate a p-value of 0.000, which means that the education is useful for increasing students' insight into toxic relationship behavior and body images. As a suggestion, it is hoped that there will be a follow-up program for students to strengthen the implementation of education about toxic relationships and body images.
Hubungan Pemberian Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Ibu dan Anak Dengan Pengetahuan Kader Kesehatan di Kelurahan Tugu Hanifah, Laily; Izzah, Raudina; Maryusman, Taufik; Amar, M. Ikhsan
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 12 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : Universitas Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/keskom.Vol12.Iss1.2488

Abstract

Maternal and Child Health is one of the indicators that determines the level of public health in a country. Discussions surrounding reproductive health and maternal and child health are closely related to the daily lives of community health cadres, who often interact with mothers and families. This study conducted in 2022 aims to determine differences in cadres’ knowledge of reproductive health and maternal and child health before and after counseling was conducted in Depok. There were respondents in this study, using a one-group pre-test–post-test design, with univariate analysis and bivariate analysis using the Wilcoxon test. The majority of respondents (86.60%) were adults, and 76.64% of them had a secondary level of education. After the intervention, there was an increase in knowledge of 69.37%. The results of the Wilcoxon test showed a p-value of 0.000 (< 0.05) and a difference between pre-test and post-test scores, indicating that the provision of reproductive health and maternal and child health education had an effect on cadres’ knowledge of reproductive health and MCH in Tugu Subdistrict. With the increase in cadres’ knowledge of reproductive health and MCH, it is expected that they can disseminate this educational information to the community in their respective areas.    
Dinamika pelaksanaan work from anywhere (WFA) Basri, Nismawaty; Hanifah, Laily
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 20 No. 2 (2026): Volume 20 Nomor 2
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v20i2.2273

Abstract

Background: The Industrial Revolution 4.0 and the post-COVID-19 pandemic are driving bureaucratic transformation through flexible work models such as Work from Anywhere (WFA). In Indonesia, this policy was adopted for the civil servants to modernize the bureaucracy and achieve budget efficiency. The Jakarta Health Training Center is a pioneer in implementing WFA within the Ministry of Health in 2025. Purpose: To identify the perceptions and experiences of civil servants, analyze the challenges, explore the benefits, and formulate policy recommendations related to WFA implementation. Method: This research used a qualitative case study approach. Data were collected through in-depth interviews with nine purposively selected informants, observation, and documentation. Data analysis was conducted using thematic analysis. Results: Findings indicate that civil servants have a positive perception of WFA because it increases flexibility and work-life balance. However, key challenges include internet network instability, obstacles to online coordination, and disruptions from the home environment. Trust-based leadership support is a key factor in successful implementation. Conclusion: Implementing WFA is a strategic step in digital transformation that effectively increases job satisfaction. However, this requires strengthening digital infrastructure, implementing an output-based performance evaluation system, and improving technological literacy for all civil servants.   Keywords: Civil Servants; Digital Transformation; Flexibility; Work Efficiency; Work from Anywhere (WFA).   Pendahuluan: Revolusi industri 4.0 dan pasca-pandemi COVID-19 mendorong transformasi birokrasi melalui model kerja fleksibel seperti Work from Anywhere (WFA). Di Indonesia, kebijakan ini diadopsi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk modernisasi birokrasi dan efisiensi anggaran. Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Jakarta menjadi pionir implementasi WFA di lingkungan Kementerian Kesehatan pada tahun 2025. Tujuan: Untuk mengidentifikasi persepsi dan pengalaman ASN, menganalisis tantangan, menggali manfaat, serta merumuskan rekomendasi kebijakan terkait pelaksanaan WFA. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 9 informan yang dipilih secara purposive, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode analisis tematik (thematic analysis). Hasil: Temuan menunjukkan, bahwa ASN memiliki persepsi positif terhadap WFA karena meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan kehidupan kerja. Namun, tantangan utama yang dihadapi meliputi ketidakstabilan jaringan internet, hambatan koordinasi daring, dan gangguan lingkungan rumah. Dukungan kepemimpinan yang berbasis kepercayaan menjadi faktor kunci keberhasilan implementasi. Simpulan: Pelaksanaan WFA merupakan langkah strategis transformasi digital yang efektif meningkatkan kepuasan kerja. Namun, memerlukan penguatan infrastruktur digital, sistem evaluasi kinerja berbasis hasil (output-based), dan peningkatan literasi teknologi bagi seluruh ASN. Kata Kunci: Aparatur Sipil Negara (ASN); Efisiensi Kerja; Fleksibilitas; Transformasi Digital; Work from Anywhere (WFA).
PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT MELALUI EDUKASI KESEHATAN TERKAIT PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE DAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT Febriyana, Febriyana; Aguilera, Solita Claudya; Hanifah, Laily
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37697

Abstract

Abstrak: Masalah kesehatan yang timbul akibat dari kualitas lingkungan yang buruk menjadi ancaman kesehatan masyarakat di berbagai belahan dunia. Rendahnya kualitas lingkungan dan sanitasi yang buruk dapat menjadi pelopor timbulnya penyakit menular. Dalam hal ini demam berdarah dengue (DBD) dan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kegiatan ini bertujuan untuk penyuluhan dilakukan guna meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait pencegahan DBD dan ISPA. Metode kegiatan mencakup pengerjaan pre-test, pemaparan materi terkait pengelolaan sampah yang baik serta Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai bentuk pencegahan DBD dan ISPA. Setelah itu dilanjutkan dengan pengerjaan post-test sebanyak 22 soal. Selain itu, terdapat kegiatan pemantauan jentik (Jumantik) di rumah dan lingkungan sekitar masyarakat sebagai evaluasi tambahan kegiatan. Penyuluhan Edukasi dilakukan kepada warga di salah satu RW di Kelurahan Pengasinan, Sawangan, Depok. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat yang dilihat dari nilai rata-rata pre-test dan post-test meningkat sebesar 22,02. Pemberian edukasi bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan DBD dan ISPA.Abstract: Health problems that arise as a result of poor environmental quality pose a threat to public health in various parts of the world. Low environmental quality and inadequate sanitation can be precursors to the emergence of infectious diseases. In this case, dengue haemorrhagic fever (DHF) and Acute Respiratory Infections (ARI). Outreach This activities are implemented aims to increase public knowledge regarding preventing dengue haemorrhagic fever and ARI. The method used is pre-test, material presentation related to good waste management and Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) to prevent dengue fever and ARI, a question-and-answer session, and a post-test consisted of 22 questions. Besides, larva monitoring activities in homes and the environment around the community are also conducted as additional evaluation activitygood waste management and Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) to prevent dengue fever and ARI. Education was implemented at one community unit in PengasinanVillage, Sawangan, Depok. The results show an increase in public knowledge from the average score of the pre-test and post-test increased by 22.02. This education is useful to increase community knowledge on DHF and ARI.
Co-Authors A. Heri Iswanto Abe, Takeru Aguilera, Solita Claudya Agung Raharjo Agus Joko Susanto, Agus Joko Agustina Agustina Agustina Agustina Agustina Agustina, Frisca Ajeng Alifia Maharani Setyoputri Alkaff, Raihana Alya Zahra Hamidah Amanda, Aisyah Putri Amanda, Siska Andriana, Bunga Angraeni, Fitri Apriningsih, Apriningsih Apriningsih Arga Buntara Arimurti, Jazzy Dwi Asy Syifa Anwari Zahra Aulia Annisafitri AULIA RAHMA, FADILAH Ayu Magdalena Natalia Situmeang Azzahra, Kesya Fadhilah Badriah, Fase Basri, Nismawaty Batrisyia, Dayini Bernadin Dwi M Bintang Nurrahman Ali Chandrayani Simanjorang Dela Aristi Diani Sadiawati Dwi Dini Krisdayani Dwi Suratmini Fase Badriah Febriany, Sekar Elok Febriyana, Febriyana Firlia Ayu Arini Fitri , Asti Elysia Rahmatul Frisca Ajeng Agustina Gumilar, Egi Rivaldi Hafidah, Farwah Hamid , Endah Nurhalimah Hanifah, Fahma Fadila Herbawani, Chahya Kharin Heri Budianto Ikhsan Ammar Istanti, Novita Dwi Izzah, Raudina Izzati , Mutiara Nur Izzati, Mutiara Nur Jazzy Dwi Arimurti Jessica Naomi Sahmauli Kareena Sari Fatimah Kemal N. Siregar Kusumastuti, Istyarahma Kansya Kusumastuti, Tiara Larasati Fina Arisandi Lestari, Mugi Rahayu Lina Berliana Togatorop Lusyta Puri Ardhiyanti Maharani, Fandita Tonyka Minsarnawati Tahangnacca Monica Juliana Mugi Rahayu Lestari Nahda Fini Shabriyyah Narila Mutia Nasir Natasha, Tania Zeta Naufal, Muhamad Netti Herawati Nida Sabila Novita Dwi Istanti Nur Asniati Djaali Nurdiantami, Yuri Nurhalizah, Aisyah Oktarina, Mona Pritha Maya Savitri Purbasari, Ayu Anggraeni Dyah Putri, Fridya Syavina Rahmayanti , Verina Lutfiah Raihana Alkaff Ramadhanti , Ismaya Rana Zahra Raniyah Wangsawinangun Rianda Dirkareshza Riswandy Wasir Rita Ismail Riyanti, Febilla Dwinanda Salsabila, Afifah Salwa, Puteri Sekar Elok Febriany Sintha Fransiske Simanungkalit Takeru Abe Taufik Maryusman Ulya Qoulan Karima Ulya Qoulan Karima Yuri Nurdiantami Yuri Nurdiantami Zaifa, Gilang Abi Zebua, Eleonara Solomasi