Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Teknik Pemijahan Semi-Buatan Ikan Barbonymus gonionotus (BLEEKER 1849) di Instalasi Riset Plasma Nutfah Perikanan Air Tawar Cijeruk Fadhil Naufal Tamirrino; Muhammad Rizki Maulana; Riski Awalia; Rafi Maulana Rasyad; Sutisna; Muh Herjayanto
AquaMarine (Jurnal FPIK UNIDAYAN ) Vol. 10 No. 1 (2023): AquaMarine (Jurnal FPIK UNIDAYAN)
Publisher : FPIK UNIDAYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55340/aqmj.v10i1.1091

Abstract

Barbonymus gonionotus, or in Indonesian, it is called 'tawes' is one of the native freshwater fish commodities from Indonesia which lives and spreads naturally in the waters of West Java. This fish has high economic value and is relatively easy to cultivate. Cultivation activities require seeds obtained through hatchery activities. One of the critical things in hatchery activities is knowledge of fish spawning techniques. Based on this, semi-artificial spawning techniques were observed for tawes at the Freshwater Fisheries Germplasm Research Installation, Cijeruk, Bogor, West Java. Observations were made in January-February 2023. The results showed that tawes spawning used hormonal induction and then spawned naturally with a ratio of 3 males and one female. Semi-natural spawning produced a total of 113,669 eggs, hatching rate of 87.4%. The total length of newly hatched tawes larvae ranges from 3.0-3.5 mm.
Teknik Produksi Naupli Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di PT. Tri Karta Pratama, Carita, Pandeglang, Banten Novitasari Irianingrum; Badia Raja Parlinggoman; Muh. Herjayanto
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 3, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v3i3.309

Abstract

Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu produk ekspor unggulan perikanan budidaya di Indonesia. Keunggulan udang vaname antara lain pertumbuhannya cepat, dapat dibudidayakan dengan kepadatan tinggi, memiliki sintasan yang tinggi, dan mempunyai harga pasar yang cukup tinggi. Salah satu indikator keberhasilan pembenihan udang vaname adalah ketersediaan benur yang berkualitas dan berkesinambungan. Keberhasilan dalam kegiatan pembenihan perlu didukung dengan pengetahuan tentang teknik produksi naupli udang vaname. Karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengkaji teknik produksi naupli udang vaname di PT. Tri Karta Pratama. Metode yang digunakan untuk memperoleh data primer dalam kegiatan ini adalah mengikuti secara langsung, mengamati dan melakukan wawancara terkait produksi naupli. Data sekunder diperoleh melalui penelusuran literatur terkait produksi naupli vaname. Teknik produksi naupli vaname meliputi persiapan media pemeliharaan induk, pemeliharaan dan pematangan induk, seleksi induk matang gonad, pemijahan induk, dan penetasan telur. Secara umum kegiatan produksi naupli udang vaname di PT. Tri Karta Pratama sesuai dengan prosedur standar operasional yang ditetapkan.
Optimization of reproduction of ricefish endemic to Southeast Sulawesi Oryzias woworae Parenti & Hadiaty, 2010 through different sex ratios in spawning Mohamad Ayip Firmansyah; Mustahal Mustahal; Mas Bayu Syamsunarno; Muh Herjayanto
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 21 No 3 (2021): October 2021
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v21i3.589

Abstract

Oryzias woworae has a beautiful color and has been traded as ornamental fish. This species is an endemic ricefish from Muna Island, Southeast Sulawesi, and is threatened with endangered status. Information on the optimal spawning sex ratio in O. woworae is unknown. This study aimed was to examine the optimization of reproduction based on the sex ratio of male: female broodstock O. woworae involved in spawning. The sex ratio of male: female spawning broodstock used were 1:1, 1:2, 1:3, and 1:4. The male and female brooders used had a total length of 3,1 ± 0,5 cm and 2,5 ± 0,5 cm. After adaptation, the broodstock of O. woworae was put into aquariums according to the treatment, and each container contained three spawning substrates. The harvesting of eggs on the substrate is carried out two times a day. The results showed that spawning O. woworae with a ratio of 1♂: 4♀ produced the lowest number of eggs and was significantly different with ratios of 1♂: 1♀ and 1♂: 2♀ (P<0,05). The ratio of 1♂ : 3♀ gave the highest egg hatching of 55% but was not significantly different from other treatments (P>0,05). The difference in male and female ratios did not affect the survival rate of O. woworae larvae (P>0,05), with values from 91,9-100%. The highest larvae produced was found in the spawning ratio of 1♂ : 3♀ with 37 larvae but not significantly different from other treatments (P>0,05). The water quality values during the study were temperature 26,5-310C, pH 5,5-8,8, and dissolved oxygen 5,3-6,0 mg L-1. O. woworae broodstock spawning can be optimized with a male to female ratio of 1:3. Abstrak Oryzias woworae memiliki warna indah dan telah diperjualbelikan sebagai ikan hias. Spesies ini merupakan jenis ikan padi endemik dari Pulau Muna, Sulawesi Tenggara yang statusnya terancam punah. Informasi mengenai nisbah kelamin pemijahan optimal pada ikan O. woworae belum diketahui. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji optimasi reproduksi berdasarkan nisbah kelamin induk jantan : betina O. woworae yang terlibat dalam pemijahan. Perlakuan nisbah kelamin pemijahan induk jantan ♂ : betina ♀ yang digunakan yaitu 1:1, 1:2, 1:3, dan 1:4. Induk jantan dan betina yang digunakan mempunyai panjang total yaitu 3,1 ± 0,5 cm dan 2,5 ± 0,5 cm. Setelah diadaptasikan, induk O. woworae dimasukkan ke dalam akuarium sesuai dengan perlakuan dan setiap wadahnya telah berisi tiga substrat pemijahan. Pemanenan telur pada substrat dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari. Hasil penelitian menunjukkan pemijahan ikan O. woworae dengan nisbah 1♂ : 4♀ menghasilkan jumlah telur yang terendah dan berbeda nyata dengan nisbah 1♂ : 1♀ dan 1♂ : 2♀ (P<0,05). Penetasan tertinggi terdapat pada nisbah 1♂ : 3♀ yaitu 55% namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya (P>0,05). Perbedaan nisbah kelamin jantan dan betina tidak memengaruhi sintasan larva O. woworae (P>0,05), dengan nilai berkisar antara 91,9-100%. Jumlah larva dihasilkan tertinggi terdapat pada nisbah pemijahan 1♂ : 3♀ dengan 37 ekor larva namun tidak berbeda nyata dengan perlakuan lainnya (P>0,05). Nilai kualitas air selama penelitian yaitu suhu 26,5-310C, pH 5,5-8,8, dan oksigen terlarut 5,3-6,0 mg L-1. Pemijahan ikan O. woworae dapat dioptimalkan dengan perbandingan jantan dan betina sebesar 1:3.
Antibakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dari Kombucha Rumput Laut Merah (Eucheuma spinosum) Karangantu Banten dan Antifungi Curvularia pseudorobusta Pada Ikan Mas Koki Rezaldi, Firman; Herjayanto, Muh.; Kolo, Yuliana; Mubarok, Syariful; Jubaedah, Dedeh
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 4 No 2 (2024): Mei
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v4i2.542

Abstract

Rumput laut merah (Eucheuma spinosum)dari kawasan Karangantu Provinsi Banten menjadi objek pada penelitian ini. Tujuan riset ini untuk memberikan informasi secara ilmiah kemampuan E. spinosum setelah difermentasi oleh kombucha untuk menghambat pertumbuhan bakteri gram positif Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, serta fungi penyebab penyakit ikan mas koki Curvularia pseudorobusta. Hasil penelitian membuktikan kombucha yang berbahan dasar rumput laut merah (E. spinosum)secara signifikan dapat menghambat pertumbuhan ketiga mikroba uji. Hasil uji ANOVA satu arah tiap nilai menunjukkan P <0,05 dengan hasil analisis pos hoc kombucha rumput laut merah konsentrasi gula 40% berbeda nyata dengan konsentrasi gula 20% dan 30%. Konsentrasi gula 40% menghasilkan diameter zona hambat sebesar 13,30 mm pada S. aureus dan E. coli sebesar 10,35 mm dengan kategori kuat. Pertumbuhan C. pseudorobusta menghasilkan zona hambat pada konsentrasi gula 40% sebesar 10,02 mm. Kesimpulannya bahwa kombucha berbahan dasar rumput laut merah (E. spinosum) berasal dari Karangantu mempunyai daya lebih peka terhadp S. aureus dibandingkan E. coli dan fungi patogen C. pseudorobusta.Kata kunci: antimikroba, karangantu, rumput laut
PRELIMINARY STUDY ON THE CONTENTS OF THE DIGESTIVE TRACT OF THE FISH Sicyopus zosterophorus (Bleeker, 1856) FROM THE BOHI RIVER, BANGGAI DISTRICT, CENTRAL SULAWESI Gani, Abdul; Nurjirana, Nurjirana; Bakri, Achmad Afif; Adriany, Devita Tetra; Khartiono, Lady Diana; Herjayanto, Muh.; Burhanuddin, Andi Iqbal; Serdiati, Novalina; Ndobe, Samliok
Jurnal Ilmu Kelautan SPERMONDE VOLUME 10 NUMBER 2, 2024
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20956/jiks.v10i2.35541

Abstract

ABSTRACT Sicyopus zosterophorus (Gobiidae) has a habitat in clear and fast-flowing rivers. This fish species is found in several rivers in Banggai Regency, Central Sulawesi, one of which is the Bohi River. Studies on the type of food S. zosterophorus in the Bohi River have never been carried out. Therefore, it is necessary to conduct research that aims to determine the type of food S. zosterophorus in nature as important information for life history and feeding in controlled habitats. This research was carried out from December 2019 to January 2020. The fishing was done using a scoop net by snorkeling to get fish at the bottom of the river. The fish obtained were then preserved using 5% formalin and then taken to the laboratory for identification of digestive tract contents. Data on the composition and percentage of types of food in the digestive tract were processed using Microsoft Excel 2010 and analyzed descriptively. The results showed that the contents of the digestive tract of S. zosterophorus were dominated by insects (74%), crustaceans (7%), plants (5%), and phytoplankton (3%). The contents of the digestive tract were not identified as much as 11%. Based on this, S. zosterophorus in the Bohi River is categorized as stenophagic and is a carnivorous fish, especially insectivorous and phytobenthic eaters. This research can be used as a basis for providing natural food for S. zosterophorus in aquaculture. Keywords: Goby fish, insectivorous, phytobenthic, stenophagic
Kajian Biji Melon (Cucumis Melo) Sebagai Kandidat Bahan Baku Pakan Ikan Herjayanto, Muh.; Roidelindho, Kiki; Faisal, Ibnu; Hermawan, Dodi; Syamsunarno, Mas Bayu
Jurnal Intek Akuakultur Vol. 7 No. 2 (2023): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/intek.v7i2.6322

Abstract

Suatu kajian dengan tujuan untuk mengevaluasi profil nutrien biji melon (Cucumis melo) sebagai kandidat bahan bahan baku pakan ikan telah dilakukan. Biji buah melon diambil dari pembuatan jus atau pengolahan buah melon yang terdapat di Kota Serang, Provinsi Banten. Biji melon dibuat tepung. Sebagian tepung biji melon diambil untuk penurunan kandungan lemaknya melalui metode hydraulic pressing pada suhu 30oC selama 120 menit. Sampel tepung biji melon yang tidak diolah dan diolah diambil untuk analisis kandungan proksimat dan profil asam amino. Hasil kajian menunjukkan buah melon memiliki rata 332,80±16,30 biji melon dengan berat rata-rata 8,52 ± 0,16 g biji melon. Tepung biji melon mengandung 24,37% protein kasar, 30,48% lemak kasar, 15,03% serat kasar dan 3,94% abu. Bila kandungan lemak dikurangi menjadi 4,26%, kandungan protein meningkat hingga 40,89%. Biji melon memiliki kandungan asam amino esensial yang lengkap, namun kekurangan metionin dan triptofan. Hal ini menunjukkan bahwa biji melon berpotensi digunakan sumber protein dan minyak nabati untuk bahan baku pakan.
Identifikasi Awal Bakteri Kandidat Probiotik Asal Usus ikan Nila dengan Metode Uji Gram Menggunakan KOH 3% Agung, S.Pi, M.Si, Lukman Anugrah; Hermawan, Dodi; Herjayanto, Muh.
Leuit (Journal of Local Food Security) Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Pusat Unggulan Iptek Ketahanan Pangan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37818/leuit.v5i1.24851

Abstract

Bakteri probiotik adalah bakteri potensial yang dapat meningkatkan pertumbuhan serta imunitas ikan melalui berbagai mekanisme seperti sekresi enzim pencernaan serta peningkatan aktivitas fagositik. Bakteri probiotik dapat diisolasi dari usus ikan. Namun, banyaknya mikroorganisme dari usus ikan membuat sulit untuk mengetahui bakteri mana yang paling potensial sebagai probiotik pada ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode uji KOH 3% gram dalam mengidentifikasi bakteri asal usus ikan nila sebagai kandidat probiotik pada ikan. 
Uji Daya Hambat Sabun Mandi Kombucha Bunga Telang Sebagai Produk Bioteknologi Farmasi Terhadap Bakteri Shigella dysentriae dan Vibrio cholera Dari Tiga Lokasi Budidaya Bunga Telang (Pekuncen, Ciwedus, Cigeblak) Hussein, Ahmad Saddam; Rezaldi, Firman; Herjayanto, Muh.; Yenny, Ratna Fitry; Rusmana; Humaidi, Agus
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 5 No 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v5i1.683

Abstract

The use of herbal cosmetics is one of the lifestyles that need to be improved in order to implement back to nature. One of the pharmaceutical biotechnology products that can be developed as an antibacterial for Shigella dysentriae and Vibrio cholera made from butterfly pea flower kombucha is bath soap. The use of natural cosmetics is influenced by several factors of the cultivation location used as a sample in the scope of this study. The locations for taking samples of butterfly pea flowers in this study were Pekuncen, Ciwedus, and Cigeblak villages in Cilegon City, Banten. The three locations for cultivating the plant were used to provide information on its potential as an antibacterial in inhibiting the growth of both test bacteria. The study showed that bath soap containing the active ingredient of butterfly pea flower kombucha in each formula and three cultivation locations showed a positive correlation as a pharmaceutical biotechnology product and antibacterial against Shigella dysentriae and Vibrio cholera organisms. The optimal formula to inhibit the growth of both test microorganisms, especially those from butterfly pea flowers cultivated in Pekuncen Village, was a concentration of 40%. This is due to differences in plant cultivation locations, especially the altitude of the place producing different metabolite compound content, especially in this study as antibacterial in inhibiting the growth of both test bacteria.
The ontogenic study of early life stages of culture-bred Nomorhamphus sp. (Zenarchopteridae) from Lindu, Central Sulawesi Herjayanto, Muh; Carman, Odang; Tri Soelistyowati, Dinar; Alimuddin; Wicaksono, Aryo Wenang; Arfah, Harton
Jurnal Akuakultur Indonesia Vol. 22 No. 2 (2023): Jurnal Akuakultur Indonesia
Publisher : Indonesian Society of Scientific Aquaculture (ISSA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19027/jai.22.2.179-186

Abstract

Nomorhamphus sp. is a freshwater fish that has been traded as an ornamental fish. This fish is unique as an endemic species with a halfbeak-like jaw and orange color on the caudal fin. However, this fish culture information needs a further information. Based on this condition, it is necessary to conduct a study as a basis for ornamental fish breeding and growing-out activities through domestication. A crucial problem in this fish is larval rearing, which can be observed through ontogeny studies. The study was conducted on the newly-born larval behavior, morphological development, andropodium development, growth, and survival rate at the early stages, namely larvae to juvenile. The results showed that the newly-born larvae of Nomorhamphus sp. Lindu had a total length of 1.6-1.8 cm. Larvae could swim four hours 22 minutes after birth and feed artemia nauplii with surface feeding type. The initial juvenile stage occurred 25 days of post-birth period with a total length of 2.0-2.2 cm. The water condition of the rearing during the study could support the larval transformation to juvenile. This study is the first report related to the aquaculture success of the early life stage of Nomorhamphus sp. Lindu at the domestication stage. Keywords: andropodium, domestication, endemic halfbeak, larva development, surface feeding ABSTRAK Nomorhamphus sp. adalah ikan air tawar yang telah diperdagangkan sebagai ikan hias. Ikan ini memiliki keunikan pada statusnya sebagai spesies endemik, bentuk mulut menyerupai paruh setengah (halfbeak), dan warna oranye pada sirip ekor. Namun informasi budidayanya belum diketahui dengan baik. Karena itu perlu dilakukan kajian sebagai dasar dalam kegiatan pengembangbiakan dan pembesaran sebagai ikan hias melalui domestikasi. Salah satu kegiatan penting dalam budidaya yaitu pemeliharaan larva yang dapat diamati melalui studi ontogeni. Kajian pada studi awal ini dilakukan pada stadia awal hidup yaitu larva sampai juvenil. Pengamatan dilakukan pada tingkah laku larva pascalahir, perkembangan morfologi, perkembangan andropodium, pertumbuhan dan sintasan pada lingkungan budidaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larva Nomorhamphus sp. Lindu yang baru dilahirkan memiliki panjang total 1,6-1,8 cm. Larva telah dapat berenang pada umur empat jam 22 menit pascalahir (pcl) dan bisa makan naupli artemia dengan tipe surface feeding. Stadia awal juvenil terlihat pada umur 25 hari pcl dengan ukuran panjang total 2,0-2,2 cm. Kondisi media pemeliharaan selama penelitian dapat mendukung kehidupan larva sampai juvenil. Penelitian ini merupakan catatan pertama terkait keberhasilan budidaya stadia awal hidup Nomorhamphus sp. Lindu pada tahap domestikasi. Kata kunci: andropodium, domestikasi, ikan endemik, tipe makan permukaan, perkembangan larva
Perkembangan Habitat Populasi Banggai Cardinalfish (Pterapogon kauderni) Yang Terintroduksi Di Teluk Palu, Sulawesi Tengah Rasul; Padyawan, Andhy Rahmat; Wandi; Kusmadi; Ndobe, Samliok; Herjayanto, Muh.; Alapi, Rahmat; Salman, Abrar Mujahidin; Suryatama, Yahya Rizkiandra; Suadi; Halik, Moh. Nur; Zidan, Muh.; Yuliana; Hartina; Sababuli, Jeklin M.
JAGO TOLIS : Jurnal Agrokompleks Tolis Vol 5 No 3 (2025): September
Publisher : Universitas Madako Tolitoli

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56630/jago.v5i3.933

Abstract

Ikan capungan Banggai (Pterapogon kauderni), merupakan ikan terumbu karang endemik dari Kepulauan Banggai, yang telah diintroduksi ke perairan Teluk Palu sejak awal tahun 2000-an. Sejak introduksinya, populasi dan habitat ikan ini mengalami fluktuasi yang signifikan akibat aktivitas manusia dan bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami tahun 2018. Penelitian ini bertujuan untuk memantau kondisi habitat dan keberadaan populasi P. kauderni terkini di Pantai Mamboro, Teluk Palu, Sulawesi Tengah pada April 2024. Observasi lapangan dilakukan menggunakan metode Underwater Visual Census (UVC) yang dikombinasikan dengan belt transect untuk mengamati populasi ikan dan mikrohabitat terkait. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa Stasiun 1 didominasi oleh karang mati yang ditumbuhi alga (37,25%) dan pasir yang tertutup sedimen (49,02%) tanpa ditemukan individu ikan. Di Stasiun 2 ditemukan dua individu dewasa pada habitat lamun (penutupan 28,87%), sedangkan di Stasiun 3 ditemukan satu individu yang berasosiasi dengan anemon, bulu babi, dan karang. Mikrohabitat dominan di seluruh lokasi adalah substrat pasir dengan lamun yang tersebar, sementara keberadaan tempat berlindung penting seperti anemon dan bulu babi masih terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa habitat masih mengalami degradasi dan kepadatan populasi rendah, meskipun mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan sejak tahun 2021. Upaya konservasi harus difokuskan pada restorasi mikrohabitat dan penyediaan struktur buatan. Teluk Palu memiliki potensi sebagai lokasi konservasi ex-situ, namun membutuhkan pemantauan ekologis berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat lokal.
Co-Authors Abd Waris Abd. Rasyid Syamsuri Abd. Waris Abdillah Abdillah ABDUL GANI Abdul Gani Abdul Gani Abdul Gani Abdul Gani Abdul Gani Abdul Gani Abdul Rahem Faqih Achmad Afif Bakri Achmad Noer Faqih Achmad Noerkhaerin Putra Adi Susanto Adi Susanto Adriany, Devita Tetra Agung Pramana Warih Marhendra, Agung Pramana Warih Ahmad Fahrul Syarif Ahmad Luthfi Nur Fauzi Akhsan Fikrillah Paricahya Alapi, Rahmat ali, wildayanti Alimuddin Andi Iqbal Burhanuddin Annisa Misykah Mauliddina Annisa Misykah Mauliddina Aris Munandar Aris Munandar Aulia Yuaninda Badia Raja Parlinggoman Bakri, Achmad Afif Betutu Senggagau, Betutu Budiaji, Weksi Bungalim, Monicha Indrasari Cahyani, Regita Christian Julianto Opi Dawam Heksa Satria Dedeh Jubaedah Devita Tetra Adriany Dewa Gede Raka Wiadnya Dinar Tri Soelistyowati Dinda Trie Suci Dodi Hermawan Edo Ahmad Solahuddin Edo Ahmad Solahudin Edo Ahmad Solahudin Eltis Panca Ningsih, Eltis Panca Erwin Wuniarto, Erwin Esa Rama Widiyawan Esa Rama Widiyawan Esa Rama Widiyawan Esa Rama Widiyawan Etin Nurkhotimah Exel Muhamad Rizki Exel Muhamad Rizki Fadhil Naufal Tamirrino Fadillah, Tia Noer Faisal, Ibnu Fani Savitri Agatha Fanny Yulianti Fatimah Fathimah Zahro Fatimah, Fanny Yulianti Findayani, Nugra Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Ginanjar Pratama Halia, Mudabbirah Halik, Moh. Nur Hartina Harton Arfah Hasanah, Afifah Nurazizatul Humaidi, Agus Hussein, Ahmad Saddam Ilham Septian Intan Nurani Drana Wasistha Irawati Mei Widiastuti Itok Dwi Kurniawan Jusmanto Jusmanto Kamaludin Ahmadi Khartiono, Lady Diana Kholil, Kiki Nur Azam Kiki Roidelindho Kusmadi Lukman Anugrah Agung Madinawati Magfira Magfira Mas Bayu Syamsunarno Mas Bayu Syamsunarno Mas Bayu Syamsunarno Mas Bayu Syamsunarno Mas Bayu Syamsunarno Mas Bayu Syamsunarno Mas Bayu Syamsunarno Mas Bayu Syamsunarno, Mas Bayu Meata, Bhatara Ayi Meata, Bhatara Ayi Mohamad Ayip Firmansyah Mohamad Ayip Firmansyah Muamar Muamar Mudabbirah Halia Muh. Iqbal Adam Muhamad Iqbal Muttaqin Muhammad Fadli Muhammad Nur Muhammad Rizki Maulana Munandar, Aris Musdalifa Musdalifa Mustahal Mustahal Mustahal Mustahal Mustahal Mustahal Mustahal Muta Ali Khalifa Nabila Putri Nada Thalia Permata Adriani Nasution, Ali Napiah Novalina Serdiati Novian Suhendra Novita Rahmayanti Novita Rahmayanti Novitasari Irianingrum Novitasari Irianingrum Nugra Findayani Nugroho Agung Prasetyo Nugroho Agung Prasetyo Nur ‘Aida Nur Fitria, Nur Nurjirana Nurjirana Nurjirana, Nurjirana Odang Carman Paricahya, Akhsan Fikrillah Puput Melaty Putri, Ika Wahyuni Putri, Nabila Rafi Maulana Rasyad Rahmat Padyawan, Andhy Rasul Regita Cahyani Rezaldi, Firman Rini Yanuarti Riski Awalia Rizki, Exel Muhamad Roidelindho, Kiki Rusmana Sababuli, Jeklin M. Salman, Abrar Mujahidin Samliok Ndobe Saputri, Rengga Retno Laila Solahuddin, Edo Ahmad Solahudin, Edo Ahmad Sri Fajriah Suardi Laheng, Suardi Suci, Dinda Trie Sufaichusan, Ifa Suryatama, Yahya Rizkiandra Sutisna Suwarni, Yulianti Syah Banten Anarki Syamsul Fajri Hidayat SYARIFUL MUBAROK Syifa Alfiah Tia Noer Fadillah Ujianti, Rizky Muliani Dwi Vianka Nafisa Salsabila wandi Waris, Abd. Wasistha, Intan Nurani Drana Wicaksono, Aryo Wenang wisto, Wisto Yenny, Ratna Fitry Yuliana Kolo Yuliana Yuliana Yulianti Suwarni Zahro, Fathimah Zidan, Muh.