Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Berbasis Masjid: Studi Pada Masjid-Masjid di Kota Tangerang Selatan Rusmiati, Elis Teti
Jurnal Pustaka Dianmas Vol 3, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/dianmas.v3i2.2992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peran masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan spiritual. Kota Tangerang Selatan dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki sejumlah masjid yang aktif dalam menyelenggarakan program dan kegiatan untuk masyarakat setempat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Kerangka teori melibatkan teori sosiologi masjid, teori pengembangan masyarakat berbasis masjid, dan konsep strategi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif, analisis korelasi antara kegiatan masjid dan kesejahteraan masyarakat, serta analisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Temuan-temuan utama dalam penelitian ini menunjukkan bahwa agenda peningkatan kesejahteraan masyarakat menjadi agenda penting yang diprogramkan  pengurus masjid. Hanya saja berbeda dalam bentuk implementasinya serta dalampenyelenggaraannya. Kemampuan SDM pelaksana juga beragam sehingga dari kelima masjid yang diteliti menghasilkan output dan outcome yang bervariasi. Bentuk dari peningkatan kesejahteraan pada umumnya berupa peningkatan pendapatan, pengurangan pengeluaran konsumsi, bantuan akses pelayanan kesehatan, dan bantuan biaya pendidikan.
Akibat Hukum Penerapan Restorative Justice Oleh Kejaksaan Pada Perkara Tindak Pidana Penyalahgunaan Narkotika Naufal Hibatullah, Muhamad; Rusmiati, Elis; Takariawan, Agus
Yurispruden: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Islam Malang Vol 7 No 1 (2024): Yurispruden: Jurnal Fakultas Hukum Universitas Islam Malang
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/yur.v7i1.20965

Abstract

The Attorney General's Office as a sub-system of the criminal justice system in Indonesia has the authority to conduct restorative justice in narcotics abuse crimes based on Attorney General Guidelines Number 18 of 2021. This research examines the basis and legal consequences of the application of restorative justice by the prosecutor's office for narcotics abuse crimes. This research uses juridical-normative methodology. Through this research, problems were found related to the application of restorative justice, both in terms of legal foundations that do not have conformity between one regulation and another and the legal consequences in the form of a decree of termination of prosecution as a legal product that has no legal remedies. Therefore, it is necessary to evaluate and improve the internal rules of the prosecutor's office related to restorative justice. In addition, the Criminal Procedure Code (KUHAP) needs to be revised to accommodate the application of restorative justice.
THE FUNCTION OF CRYPTOCURRENCY EVIDENCE IN THE INVESTIGATION PROCESS OF MONEY LAUNDERING CRIME IN THE FRAMEWORK OF CRIMINAL PROCEDURE LAW REFORM Budiman, Arief; Rusmiati, Elis; Rumin, Mien
Cepalo Vol 7 No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25041/cepalo.v7no2.2993

Abstract

A cryptocurrency is a new form of Evidence whose existence has not been regulated explicitly and clearly in the Criminal Procedure Code, ITE, and the Money Laundering Law. The problem in this paper is related to the function of electronic currency evidence in the investigation process of money laundering cases. The research method used in this research is normative juridical. The writing stage is carried out through literature searches conducted by examining secondary da, which includes primary legal materials, literature, articles, opinions, experts’ teachings, and their implementation in legislation. When viewed from the Criminal Procedure Code, the Law on Money Laundering, and the Electronic Transactions Information Law, the three cannot be said to accommodate the development of current Evidence. The procedure for investigating and obtaining electronic money evidence should have been regulated in the new Draft Criminal Procedure Code so that formal criminal procedures can be carried out properly.
Prinsip Due Process of Law dalam Ketentuan Pasal 29 Undang–undang Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Matogu, Faisal; Rusmiati, Elis
JURNAL MERCATORIA Vol. 16 No. 2 (2023): JURNAL MERCATORIA DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/mercatoria.v16i2.9695

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implikasi jangka waktu pemeriksaan tindak pidana korupsi di tahap pemeriksaan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi sebagaimana terdapat dalam ketentuan pasal 29 Undang–undang Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Adapun substansi ketentuan tersebut mengatur mengenai jangka waktu pemeriksaan tindak pidana korupsi. Fokus penelitian ini adalah pada penerapan pemeriksaan yang dilakukan majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, untuk mengkaji pelaksanaan yang telah sesuai dengan jangka waktu pemeriksaan yang telah ditetapkan oleh Undang–undang atau dalam pelaksanaannya masih terjadi ketidaksesuaian pelaksanaan acara pemeriksaan khususnya terkait batas aturan jangka waktu pemeriksaan sebagaimana diatur dalam undang–undang. Guna mendekati masalah ini, dilakukan penelitian hukum normatif dan dianalisis secara kualitatif. Kajian ini menyimpulkan bahwa substansi pasal 29 Undang–undang Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi sejatinya mengedepankan asas kepastian hukum terhadap proses pemeriksaan perkara tindak pidana korupsi, namun dalam penerapannya ketentuan ini berpotensi ke arah crime control model, sehingga diperlukan suatu rumusan yang tepat agar prinsip kepastian hukum dapat berjalan beriringan dengan prinsip due process of law dalam hukum acara pidana di Indonesia.
CONTEMPT OF COURT: PENEGAKAN HUKUM DAN MODEL PENGATURAN DI INDONESIA / CONTEMPT OF COURT: LAW ENFORCEMENT AND RULE MODELS IN INDONESIA Anita Afriana; Artaji Artaji; Elis Rusmiati; Efa Laela Fakhriah; Sherly Putri
Jurnal Hukum dan Peradilan Vol 7, No 3 (2018)
Publisher : Pusat Strategi Kebijakan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25216/jhp.7.3.2018.441-458

Abstract

Di Indonesia sesungguhnya banyak kasus yang terjadi berkaitan dengan pelecehan terhadap pengadilan dan aparat penegak hukum. Hal tersebut berpengaruh terhadap integritas dan kewibawaan lembaga peradilan sebagai benteng terakhir untuk mendapatkan keadilan. Namun, sampai saat ini di Indonesia belum ada ketentuan yang secara khusus mengatur tentang pranata Contempt of Court. Artikel ini merupakan bagian dari penelitian yang telah selesai dilakukan dengan metode yuridis normatif yang mengedepankan data sekunder dengan dilengkapi data primer berupa penelitian lapangan yang dilakukan pada beberapa pengadilan negeri yang ada di Indonesia. Pembahasan difokuskan pada permasalahan eksistensi pengaturan dan penegakan hukum Contempt of Court serta menentukan model pengaturannya di Indonesia.  Peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang Contempt of Court secara khusus sampai saat ini masih belum ada. Akan tetapi, pengaturannya telah tersebar dalam  Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Oleh karena itu, dari sekian kasus terkait dengan Contempt of Court baik berupa tindakan  maupun perbuatan yang sesungguhnya mengganggu keselamatan, ketenangan psikis maupun fisik, serta apa pun yang pada prinsipnya merupakan bentuk penghinaan terhadap pengadilan belum diberikan sanksi yang tegas tetapi hanya sekedar dikeluarkan dari ruang persidangan. Contempt of Court dapat terjadi baik di dalam ruang persidangan maupun di luar persidangan baik pada perkara pidana, perdata, maupun hubungan industrial.  Semakin meluaskan berbagai tindakan yang dapat dikategorikan sebagai contempt of court maka  perlu untuk mengatur Contempt of Court dalam bentuk aturan tersendiri.This crisis of public confidence greatly affects the integrity and authority of the judiciary as the last defence for justice. Many things happened related to the harassment of the courts and law enforcement agencies but until now in Indonesia there has been no provision specifically about contempt for the court. This article is a part of research that its used normative judicial method which gave priority to primary data with secondary and primary data. Therefore, field research was conducted by interviewing judge in some  district court in Indonesia. The purpose of this research is to know the existence of regulation and law enforcement of Contempt of Court in Indonesia and to determine the model of Contempt of Court arrangement that is in accordance with the judiciary in Indonesia, and  the summary is the laws and regulations governing the Contempt of Court in particular have so far not existed, but are scattered in the Criminal Code (Criminal Code), therefore in many cases both actions and deeds which in principle interfere with safety, psychic and physical calm which in principle is a form of humiliation to the court has not been given strict sanctions but only just removed from the courtroom. Contempt of Court can take place both within the courtroom and outside the court so that by extending the various actions that can be categorized as contempt of court, it is deemed necessary to regulate the Contempt of Court in the form of a separate rule.
Implementasi Aplikasi E-Corp Berbasis Android untuk Optimalisasi Pelayanan Badan Kesejahteraan Umat di Masjid Al-Muhajirien Tangerang Rusmiati, Elis Teti; Angellia, Filda; Hamzah, Radja Erland
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v8i1.4530

Abstract

Peningkatan kualitas pelayanan di Masjid Al-Muhajirien Tangerang menjadi salah satu prioritas penting pengurus masjid, khususnya terkait dengan pengelolaan Badan Kesejahteraan Umat (BKU) sebagai salah satu program kegiatannya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan optimalisasi pelayanan dengan menggunakan aplikasi E-Corp berbasis Android dalam pengelolaan program kegiatan masjid khususnya pelayanan Badan Kesejahteraan Umat (BKU). Dengan digitalisasi ini diharapkan pengelolaan BKU akan menjadi lebih profesional, efektif, dan efisien serta terstruktur sehingga memudahkan jamaah dalam mengakses informasi layanan serta meningkatkan partisipasi jamaah. Aplikasi E-Corp dirancang untuk mempermudah akses informasi, mengembangkan program kegiatan, dan membuka peluang donasi yang lebih luas, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BKU. Digitalisasi kegiatan-kegatan masjid, khususnya BKU menjadi penting untuk memperkuat kinerja, menyesuaikan diri dengan era globalisasi, dan memungkinkan akses ke sumber pendanaan eksternal. Kegiatan ini melibatkan beberapa tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pelaksanaan dan keberlanjutan program. Luaran dari kegiatan ini adalah aplikasi digital E-Corp berbasis Android dan berbasis website masjid yang dapat dioperasikan oleh pengurus dan anggota melalui ponsel mereka. Hasil pengabdian ini diharapkan mempermudah pengelolaan dan koordinasi, baik BKU maupun kegiatan masjid secara keseluruhan, meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan, serta memperkuat peran dalam memberdayakan umat dan masyarakat luas.
ECOTHEOLOGY IN RELIGIOUS TEXTS: ISLAMIC, CHRISTIAN, HINDU, AND BUDDHIST PERSPECTIVES ON RESPONDING TO THE ENVIRONMENTAL CRISIS Rusmiati, Elis Teti; Maryasih, Ni Luh Kerti; Hutasoit, Binsar Mangaratua; Widoyo, Heru
Moestopo International Review on Social, Humanities, and Sciences Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/mirshus.v3i2.126

Abstract

The global environmental crisis demands solutions that are not only rooted in science and policy but also address spiritual and ethical dimensions. Various religious traditions emphasize human responsibility in maintaining ecological balance. This study explores the concept of ecotheology within religious texts—Islam, Christianity, Hinduism, and Buddhism—to understand how religious values can synergize in responding to environmental challenges. Using a religious hermeneutic approach, this research analyzes verses from the Qur'an, the Bible, the Vedas, and the Tripitaka that discuss the human-nature relationship. The findings reveal that all four religions share fundamental principles that emphasize ecological balance, such as the concept of khalifah in Islam, stewardship in Christianity, karma and ahimsa in Hinduism, and the interdependence of living beings in Buddhism. The synergy of these values can serve as an ethical foundation for faith-based environmental movements and sustainable policies. Furthermore, this study examines the role of religious institutions in promoting ecological awareness through education, preaching, and social action. It recommends efforts to reinterpret religious texts to be more contextual to modern ecological challenges and to encourage interfaith collaboration in environmental advocacy. Thus, ecotheology can serve as a multidisciplinary approach that integrates religion, ethics, and ecosystem sustainability in contemporary society.
Dakwah Digital Berbasis Kecerdasan Buatan: Penerapan IndoBERT dalam Analisis dan Penyebaran Konten Dakwah Peduli Lingkungan di Media Sosial Rusmiati, Elis Teti; Angellia, Filda; Pranawukir, Iswahyu; Winata, Nanda Putu; Fazri, Muhammad Faizal
Petanda: Jurnal Ilmu Komunikasi dan Humaniora Vol 7, No 1 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/petanda.v7i1.5200

Abstract

Media sosial memainkan peran penting dalam penyebaran pesan dakwah dan kampanye lingkungan, tetapi efektivitas penyampaiannya sering kali terbatas oleh rendahnya keterlibatan audiens. Seiring dengan perkembangan komunikasi digital, optimalisasi strategi penyampaian konten menjadi sangat penting untuk memastikan interaksi yang bermakna dengan audiens. Penelitian ini mengusulkan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen untuk meningkatkan strategi penyampaian konten dakwah digital berbasis lingkungan melalui IndoBERT, sebuah model pemrosesan bahasa alami canggih untuk bahasa Indonesia. Data dikumpulkan dari unggahan media sosial terkait dakwah lingkungan, yang kemudian dianalisis menggunakan pemodelan topik dan analisis sentimen berbasis IndoBERT untuk memahami pola keterlibatan audiens serta efektivitas konten. Dengan memanfaatkan wawasan yang diperoleh dari analisis ini, konten disempurnakan dan disesuaikan agar selaras dengan sentimen audiens serta minat topikal mereka. Setelah proses optimasi, konten yang telah disesuaikan menunjukkan peningkatan keterlibatan sebesar 24,7%, yang menyoroti potensi pendekatan berbasis kecerdasan buatan dalam meningkatkan jangkauan digital. Hasil penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan strategi dakwah digital berbasis kecerdasan buatan serta memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan keterlibatan media sosial dalam diskursus keagamaan dan lingkungan. Selain itu, penelitian ini mendukung upaya yang lebih luas dalam pelestarian lingkungan di Indonesia dengan meningkatkan dampak konten dakwah terhadap kesadaran publik dan perubahan perilaku.
Electronic Criminal Justice in Indonesia: Challenges and the Future Measures Barlian, Aristo Evandy A.; Latipulhayat, Atip; Rusmiati, Elis; Wulandari, Widati; Sukma, Ahmad Novindri Aji
Jambura Law Review VOLUME 7 NO. 1 JANUARY 2025
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33756/jlr.v7i1.27805

Abstract

Electronic trials represent a radical innovation within the judicial system, viewed as a means to simplify and facilitate access to justice for those seeking it. However, electronic criminal trials continue to present both legal and technical challenges. This writing aims to explore the development of electronic criminal trials in Indonesia and compare them with several other countries. It also outlines the issues and challenges involved, while proposing future measures to ensure electronic trials function as intended. The approach used in this paper is based on statutory and comparative methods. The findings indicate that radical innovations, particularly in electronic trials, highlight the need for sustainability, but also reveal legal and technical challenges. The legal aspect concerns the level of regulation within the Supreme Court Regulations, which ideally should be elevated to the level of the Criminal Procedure Code. There is also ambiguity regarding the criteria for implementing electronic criminal trials. Compared to the United States, where clear criteria are established, Indonesia lacks such clarity. On the technical aspect, challenges such as unequal access to the internet, network disparities, and limited human resources need to be addressed. For the future success of electronic criminal trials, it is necessary to establish clear regulations at the level of the Criminal Procedure Code; provide equal network access to ensure electronic trials can be conducted in all courts across Indonesia; improve the quality of electronic trial services, especially for vulnerable groups (such as the elderly and people with disabilities); and enhance data security systems to protect personal information, as demonstrated by Kyrgyzstan.
Integrasi Green Religion dan Pemodelan Ekonomi: Optimalisasi Hidroponik dalam Edukasi Pelestarian Lingkungan di PKBM Insan Motekar Rusmiati, Elis Teti; Bayu, Kartib; Windianingsih, Agustin; Winata, Nanda Putu
Jurnal Pustaka Dianmas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/dianmas.v4i2.5194

Abstract

Kegiatan di PKBM Insan Motekar ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip green religion dan pemodelan ekonomi untuk mengoptimalkan usaha hidroponik sekaligus berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Pendekatan Green Religion menekankan tanggung jawab manusia dalam menjaga kelestarian alam sebagai amanah keagamaan, sementara pemodelan ekonomi diterapkan untuk mengoptimalkan potensi hidroponik sebagai peluang usaha berkelanjutan. Melalui pendekatan yang interaktif dan partisipatif, peserta diajak untuk: 1)Memahami konsep dasar green religion dan relevansinya dengan praktik hidroponik berkelanjutan. 2)Mengenal dan menggunakan model-model ekonomi sederhana untuk menganalisis biaya produksi, pendapatan, dan keuntungan usaha hidroponik. 3)Mengidentifikasi peluang pasar dan merencanakan pengembangan usaha hidroponik yang lebih menguntungkan dan ramah lingkungan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan teoretis, praktik langsung, dan pelatihan dasar analisis ekonomi untuk memproyeksikan potensi keuntungan dari hasil panen. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta tentang konsep pelestarian lingkungan berbasis ajaran agama, dengan 85% peserta mampu menjelaskan prinsip dasar Green Religion. Selain itu, 75% peserta berhasil menerapkan teknik hidroponik secara mandiri dan memahami konsep dasar biaya, pendapatan, dan keuntungan usaha. Dampak jangka panjang diharapkan terbentuknya komunitas hidroponik berbasis nilai-nilai keagamaan yang mampu mengembangkan usaha berkelanjutan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan. Pendekatan berbasis agama dan ekonomi ini diharapkan dapat menjadi model dalam upaya pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas di masa depan.
Co-Authors Agus Takariawan Ajie Ramdan Amal Fathullah, Amal Anita Afriana Anita Afriana Ardilla, Merti Arief Budiman Arief Budiman Artaji, Artaji Asep Shodiqin Atip Latipulhayat Atmaja, Budi Arta Baihaki Baihaki Barlian, Aristo Evandy A. Bella Sari, Fianka Budi Arta Atmaja Cahya, Mochamad Robby Fajar Chatarina Umbul Wahyuni Cholidhazia, Putri Debora Sinaga, Debora Dewi, Sari Amalia Efa Laela Fakhriah Efa Laela Fakhriah Erika Magdalena Chandra Farol Medeline Fazri, Muhammad Faizal Filda Angellia Gustina, irwanti Hazar Kusmayanti Hutasoit, Binsar Mangaratua Ijud Tajudin IKE RACHMAWATI Ilma Aulia Nabila Imamulhadi Islamy, Yolanda Ismar, Widya Iswahyu Pranawukir Juraidi Kartib Bayu, Kartib Lameng, Jihan Shavira Yosephin Lies Sulistiani Louis Fernando Simanjuntak M.A.Heryanto Alfudholli Maryasih, Ni Luh Kerti Matogu, Faisal Mien Rukmini, Mien Mien Rumin Naufal Hibatullah, Muhamad Naufal, Rifki Shofwan Novida Anggraini Pambayun, Ellys Lestari Pambayun Putri, Sherly Putri, Sherly Radja Erland Hamzah Rahmadi, Muhamad Hanan Rahmaini Rahmaini Rifki Shofwan Naufal Rully Herdita Ramadhani Rumin, Mien Saptorini, Yuli Diah Septiana Puspitasari Setiawan, Alan Hidayat Shafira Nadya Rahmayani Sembiring Sherly Ayuna Putri Sherly Putri Simanjuntak, Louis Fernando Sitorus, Talenta Somawijaya Somawijaya Sucahyo, Nur Sukma, Ahmad Novindri Aji Taufiqurokhman, Taufiqurokhman Tri Handayani Wanodyo Sulistyani Widati Wulandari Widoyo, Heru Winata, Nanda Putu Windianingsih, Agustin yasef firmansyah Yoyoh Rohaniah YUSRAFIDDIN, Yusrafiddin