Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Yuridis Terkait Perkara Tindak Pidana Korupsi yang Dikategorikan Sebagai Perbuatan Melawan Hukum Perdata Sehingga Mengakibatkan Putusan Lepas Bella Sari, Fianka; Rusmiati, Elis; Handayani, Tri
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.724 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i4.11639

Abstract

Tindak pidana korupsi merupakan salah satu masalah utama bagi perekonomian Indonesia. Namun banyak perkara tindak pidana korupsi yang diputus lepas atas dasar perbuatan yang didakwakan bukan merupakan suatu tindak pidana, melainkan masuk ranah hukum perdata yang dalam hal ini Perbuatan Melawan Hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses pembuktian serta klasifikasi Perbuatan Melawan Hukum dalam kasus korupsi sehingga mengakibatkan putusan lepas (ontslag van alle rechtsvervolging). Metode Penelitian dilakukan dengan pendekatan yuridis normatif dan yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian bersifat deskriptif analitis. Serta didukung oleh penelitian lapangan berupa hasil wawancara kemudian diolah secara kualitatif sehingga menghasilkan penelitian yang diuraikan secara deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukan terdapat beberapa perbuatan yang dikategorikan bukan sebagai merupakan suatu tindak pidana dikarenakan perbuatan melawan hukum yang dilakukan bukan terhadap peraturan perundang-undangan melainkan terhadap hak subjektif orang lain dan kewajiban hukum pelaku yang mengakibatkan perbuatan tersebut dikategorikan sebagai suatu Perbuatan Melawan Hukum dalam ranah hukum perdata sehingga pengadilan memutuskan untuk memutus lepas Terdakwa.
Pengaruh Konten Moderasi Beragama dalam Iklan Digital Media Sosial terhadap Perilaku Mahasiswa Rusmiati, Elis Teti; Fazri, Muhammad Faizal; Winata, Nanda Putu; Pranawukir, Iswahyu
Hybrid Advertising Journal: Publication for Advertising Studies Vol 2, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial menjadi ruang penting dalam penyebaran pesan keberagaman, termasuk iklan digital yang mempromosikan moderasi beragama. Namun, pengaruh konten tersebut terhadap sikap dan perilaku mahasiswa masih perlu dibuktikan secara empiris. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konten moderasi beragama dalam iklan digital terhadap sikap dan perilaku pro-toleransi mahasiswa, serta mengidentifikasi variabel yang paling berpengaruh dalam proses perubahan perilaku. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan PLS-SEM melalui SmartPLS, menggunakan kuesioner Likert yang disebarkan kepada mahasiswa aktif. Variabel yang diuji meliputi Eksposur Iklan (EXPO), Persepsi Pesan (PER), Kredibilitas Sumber (SRC), Sikap terhadap Moderasi Beragama (ATT), dan Niat/Perilaku pro-toleransi (INT/BEH). Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksposur iklan berpengaruh signifikan terhadap sikap positif mahasiswa, dan Sikap (ATT) menjadi faktor paling dominan dalam mendorong niat serta perilaku pro-toleransi. Selain itu, persepsi pesan dan kredibilitas sumber turut memperkuat efektivitas iklan melalui pembentukan sikap yang lebih positif. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan iklan moderasi beragama lebih ditentukan oleh kualitas pesan dan pembentukan sikap, bukan semata frekuensi paparan, serta memberikan implikasi penting bagi strategi komunikasi digital bagi generasi muda.
Reconceptualizing ANKUM’s Role in Military Discipline: A Normative and Comparative Reassessment of Command Authority and Justice Prasetyoandi, Destri; Sulistiani, Lies; Rusmiati, Elis; Aboelazm, Karem Sayed
Jambura Law Review VOLUME 8 NO. 1 JANUARY 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33756/jlr.v1i1.33722

Abstract

The enforcement of military discipline is essential to operational readiness; however, the normative and ethical foundations of disciplinary authority within the Indonesian National Armed Forces (TNI) remain insufficiently examined. Existing scholarship largely treats ANKUM (Superior Officers Authorized to Impose Punishment) as a procedural or administrative mechanism, leaving a significant gap concerning its ethical legitimacy, normative coherence, and institutional accountability as a command-based disciplinary authority. This article addresses that gap by critically reassessing ANKUM’s role beyond its formal legal mandate. By employing a normative juridical method combined with conceptual and comparative approaches, this study examines Indonesian military disciplinary law alongside selected models from the United Kingdom, Australia, and the United States. The analysis demonstrates that the concentration of discretionary power in ANKUM generates normative vulnerabilities, including inconsistent enforcement, limited procedural safeguards, and ethical tension in balancing command loyalty with justice. The article’s original contribution lies in reconceptualizing military discipline not merely as an instrument of hierarchical control, but as an ethical institution inherent in command responsibility, operationalized through three analytical dimensions: ethical proportionality in sanctioning, institutional accountability mechanisms, and the alignment of disciplinary enforcement with unit cohesion and operational readiness. Grounded in comparative military justice and moral philosophy, the article proposes a reform-oriented framework that enhances legal legitimacy and strengthens ethical command within democratic civil–military relations
Adoption of AI Driven Ecological Preaching Systems using SEM PLS Analysis Rusmiati, Elis Teti; Febrina, Laila; Sari, Yunita; Sakti, Essy Malays Sari
Aptisi Transactions On Technopreneurship (ATT) Vol 8 No 1 (2026): March
Publisher : Pandawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34306/att.v8i1.838

Abstract

This study investigates the factors influencing the acceptance of AI-based ecological preaching and its impact on individuals' intention for ecological awareness. Although AI has been widely applied in various fields, limited studies have examined its role in ecological preaching, indicating a research gap in understanding how technology-driven da’wah shapes environmental awareness. Leveraging a quantitative approach, the research employs structural equation modeling with partial least squares (SEM-PLS) using SmartPLS 4 to analyze data from 147 respondents. The proposed model examines the roles of Clarity of Information (CLR), Relevance (REL), Trust (TRUST), and Technology Suitability (SPFIT) as key determinants of Attitudes towards AI Da'wah (ATT), and subsequently, how these attitudes shape the Intention for Ecological Awareness (INT). Findings indicate that clarity of information, relevance, and trust in the AI system significantly influence attitudes toward AI-based preaching, with technology suitability also playing a crucial role. Furthermore, attitudes towards AI da'wah were found to be a strong predictor of individuals' intention to embrace ecological awareness. The main findings highlight the relevance of this study to sustainable development and digital ethics, offering valuable insights for developers and religious institutions. The results contribute to the growing literature on the intersection of AI, religion, and environmentalism, providing a foundational understanding of user acceptance in this emerging field.
The urgency of victim witness testimony as valid evidence from persons with disabilities is associated with Law Number 12 of 2022 concerning the Crime of Sexual Violence Debora Sinaga; Elis Rusmiati; Agus Takariawan
Jurnal Indonesia Sosial Teknologi Vol. 5 No. 8 (2024): Jurnal Indonesia Sosial Teknologi
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jist.v5i8.1313

Abstract

Persons with disabilities often receive discriminatory treatment, due to their physical and/or mental limitations. The Criminal Procedure Code regulates that people with disabilities can give statements without being under oath and these provisions have reduced the rights of persons with disabilities to obtain their justice rights. The Sexual Violence Crime Law regulates where the statements of witnesses and/or victims of people with disabilities can be under oath. The approach method used in this research is a normative juridical approach that is based on formal regulations, as well as secondary data obtained from library materials in the form of scientific writings and other written sources. This research will illustrate the importance and the implication of the testimony of witnesses and/or victims with disabilities having the same legal force as the statements of witnesses and/or victims without disabilities where the testimony must be followed by the implementation of a personal assessment.
Integrasi Literasi Keagamaan, Digital, dan Manajerial untuk Ketahanan Keluarga Rusmiati, Elis Teti; Sudarwanto, Sudarwanto; Maturbongs, Yoseph Hendrik; Suryadi, Rizal Bakti; Suryani, Suryani
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 8, No 2 (2026): April 2026
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v8i2.5435

Abstract

Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilatarbelakangi oleh tantangan ketahanan keluarga di kawasan desa wisata, khususnya keterbatasan literasi keagamaan yang kontekstual, rendahnya literasi digital produktif, serta lemahnya kapasitas manajerial rumah tangga dan usaha mikro keluarga. Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, sebagai wilayah destinasi wisata, menuntut peran strategis ibu-ibu komunitas PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) dalam menjaga stabilitas sosial, ekonomi, dan nilai keluarga di tengah dinamika pariwisata dan arus digital. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pemahaman ibu-ibu PKK terhadap integrasi literasi keagamaan, digital, dan manajerial sebagai fondasi ketahanan keluarga, (2) memperkuat kapasitas praktis dalam pengelolaan keluarga dan aktivitas ekonomi berbasis rumah tangga, serta (3) mendorong terbentuknya praktik adaptif keluarga yang resilien di lingkungan desa wisata. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan analisis kebutuhan mitra, penyusunan materi integratif, pelaksanaan pelatihan dan pendampingan partisipatif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test serta refleksi kelompok. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta secara signifikan, ditandai dengan kenaikan skor rata-rata pengetahuan dan keterampilan, serta tumbuhnya inisiatif peserta dalam menerapkan literasi digital secara produktif dan prinsip manajerial sederhana dalam penguatan ekonomi keluarga. Program ini menegaskan bahwa integrasi literasi keagamaan, digital, dan manajerial merupakan strategi efektif dalam pemberdayaan ibu-ibu PKK untuk memperkuat ketahanan keluarga di desa wisata.Kata kunci: Ketahanan Keluarga, Literasi Digital, Literasi Keagamaan, Literasi Manajerial, Pemberdayaan PKK
Perspektif Pidana Tambahan Berupa Uang Pengganti terhadap Tindak Pidana Korupsi Setelah Diundangkannya KUHP Baru Falah Fadhlurrahman Syafei; Elis Rusmiati; Agus Takariawan
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 6 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i6.3283

Abstract

Tindak pidana korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang selalu menjadi perbincangan di Indonesia dan berdampak luas terhadap keuangan negara. Pada tahun 2023, Indonesia mengundangkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru karena KUHP kolonial dinilai tidak relevan lagi. Perubahan ini memicu perdebatan di kalangan pakar hukum terkait masuknya tindak pidana korupsi ke dalam KUHP baru, yang menyebabkan tindak pidana korupsi kehilangan sifat kekhususannya dan menjadi tindak pidana umum seperti pencurian atau penggelapan. Akibatnya, pemidanaan korupsi turut berubah, termasuk pidana tambahan berupa uang pengganti yang selama ini berfungsi untuk memulihkan kerugian negara. Penelitian ini membahas mengenai kedudukan dan implikasi terhadap pidana tambahan berupa uang pengganti setelah dicabutnya pasal 2 ayat 1, pasal 3, pasal 5, pasal 11 dan pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 sebagai perubahan atas UU 31/1999 serta dipindahkannya delik korupsi tersebut ke dalam pasal 603, 604, 605, 606 ayat 1 dan 606 ayat 2 ke dalam  Undang-Undang nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif, penelitian kepustakaan yang mana sumber datanya adalah data sekunder yang ada pada bentuk dokumen-dokumen dan sumber data utamanya adalah jurnal, artikel mengenai Tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan kuhp baru. Hasil penelitian pasal 66 KUHP mengakomodir pidana tambahan dalam hal Ganti rugi untuk pemenuhan Upaya pemulihan kerugian negara akibat tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh terdakwa korupsi.
Co-Authors Aboelazm, Karem Sayed Agus Takariawan Agus Takariawan Ajie Ramdan Amal Fathullah, Amal Anita Afriana Anita Afriana Ardilla, Merti Arief Budiman Arief Budiman Artaji, Artaji Asep Shodiqin Atip Latipulhayat Atmaja, Budi Arta Baihaki Baihaki Barlian, Aristo Evandy A. Bella Sari, Fianka Budi Arta Atmaja Cahya, Mochamad Robby Fajar Chatarina Umbul Wahyuni Cholidhazia, Putri Debora Sinaga Dewi, Sari Amalia Efa Laela Fakhriah Efa Laela Fakhriah Erika Magdalena Chandra Falah Fadhlurrahman Syafei Farol Medeline Fazri, Muhammad Faizal Filda Angellia Gustina, irwanti Hazar Kusmayanti Hutasoit, Binsar Mangaratua Ijud Tajudin IKE RACHMAWATI Ilma Aulia Nabila Islamy, Yolanda Ismar, Widya Iswahyu Pranawukir Juraidi Kartib Bayu, Kartib Laila Febrina Lameng, Jihan Shavira Yosephin Lies Sulistiani Louis Fernando Simanjuntak M.A.Heryanto Alfudholli Maryasih, Ni Luh Kerti Matogu, Faisal Maturbongs, Yoseph Hendrik Mien Rukmini, Mien Mien Rumin Mr Imamulhadi Naufal Hibatullah, Muhamad Naufal, Rifki Shofwan Novida Anggraini Pambayun, Ellys Lestari Pambayun Prasetyoandi, Destri Putri, Sherly Putri, Sherly Radja Erland Hamzah Rahmadi, Muhamad Hanan Rahmaini Rahmaini Rifki Shofwan Naufal Rully Herdita Ramadhani Rumin, Mien Sakti, Essy Malays Sari Saptorini, Yuli Diah Septiana Puspitasari Setiawan, Alan Hidayat Shafira Nadya Rahmayani Sembiring Sherly Ayuna Putri Sherly Putri Simanjuntak, Louis Fernando Sitorus, Talenta Somawijaya -, Somawijaya Sucahyo, Nur Sudarwanto, Sudarwanto Sukma, Ahmad Novindri Aji Suryadi, Rizal Bakti Suryani Suryani Taufiqurokhman, Taufiqurokhman Tri Handayani Wanodyo Sulistyani Widati Wulandari Widoyo, Heru Winata, Nanda Putu Windianingsih, Agustin yasef firmansyah Yoyoh Rohaniah Yunita Sari YUSRAFIDDIN, Yusrafiddin