Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Identifikasi Keanekaragaman Tanaman Bunga sebagai Sumber Pakan Lebah Madu di Kawasan Hutan Desa Batu Dulang, Kecamatan Batu Lanteh, Sumbawa Khotibul Umam; Lili Suharli; Baso Manguntungi; Kus Dianawati; Riri R. Anggih Chaidir
Majalah Ilmiah Biologi BIOSFERA: A Scientific Journal Vol 38, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Biologi | Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.mib.2021.38.1.1049

Abstract

Ketersedian tanaman bunga menjadi kunci penting untuk sumber pakan lebah dan madu yang dihasilkan di masyarakat Sumbawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis jenis tumbuhan bunga yang berpotensi menjadi sumber pakan lebah madu di kawasan hutan, Desa Batu Dulang, Sumbawa. Metode penelitian menggunakan analisis vegetasi dengan petak ukur kuadran yang berukuran 1 m x 1 m. Data tanaman yang diperoleh dianalisis dengan indeks keanaekaragaman Shanon-Wienner (H’), indeks kemerataan Shanon (E’) dan indeks dominansi Simpson (D). Hasil penelitian diperoleh data sebanyak 216 individu tanaman bunga dari 28 spesies tanaman dan terbagi dalam 12 famili. Sebanyak 23 spesies berhasil diidentifikasi, sedangkan 4 spesies belum bisa diidentifikasi. Jenis tanaman bunga terbanyak >10 individu tanaman ditemukan pada 8 spesies dengan tanaman Kirinyuh (Chromolaena odorata) sebagai spesies terbanyak dan 4 spesies tanaman dengan jumlah paling sedikit. Hasil analisis indeks keanekaragaman (H’), kemerataan (E’) dan dominansi (D) tanaman berturut turut yaitu 2.97, 0.89, dan 0.067. Nilai tersebut menunjukkan tingkat keanekaragaman tanaman yang sedang melimpah, kemerataan yang tinggi dan dominansi tanaman yang rendah. Tingginya keanaekaragaman tanaman akan memberikan dampak positif pada ketersediaan sumber pakan lebah madu yang cukup melimpah. Tentu pula harus dengan didukung oleh kondisi hutan yang terjaga kelestariannya dengan melibatkan masyarakat lokal. Penelitian selanjutnya akan difokuskan pada waktu berbunga dari tanaman sumber pakan lebah melalui kalender pembungaan sehingga diketahui tingkat kecukupan pakan bagi lebah dan kuantitas madu yang dihasilkan dalam setahun.
PKM for Making Liquid Organic Fertilizer (POC) Based on Household Waste for Teachers in Polewali Mandar Regency to Support the Realization of Adiwiyata Schools Arlinda Puspita Sari; Nurmuliayanti Muis; Ramlah Ramlah; Baso Manguntungi; Muhammad Rajib
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol 7 No 1 (2023): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta (DIS) Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36339/je.v7i1.687

Abstract

Garbage is a big problem that is being faced by the government and the people of Polewali Mandar. The unavailability of landfills and waste processing sites causes people to throw their garbage in any place. This causes environmental pollution due to the stench of garbage and reduced beauty and environmental health. The team from the Biology Education Study Program in collaboration with the Komunitas Guru Penggerak provided training for teachers to be able process waste mainly from household waste into liquid organic fertilizer (LOF). Thus, it can help the government reduce waste problems while producing a useful product, namely LOF. The fertilizer produced can be used to help the growth of plants that are cultivated in the school environment. Teachers can realize Adiwiyata schools, namely schools that are clean and free of waste as well as schools that are healthy and beautiful by various types of plants. The results of the service activities showed that most of the participants agreed that this training activity was in accordance with the theme, the resource persons had good quality as indicated by the material presented and the ability to answer questions. Participants also agreed that this training provided skills strengthening for teachers to process waste into LOF.
Isolation of DNA Aptamers for Enteropathogenic Escherichia coli (EPEC) Detection using Bacterial-SELEX Approach Nurul Amilia; Bugi Ratno Budiarto; Apon Zaenal Mustopa; Tegar Aprilian; Baso Manguntungi; Endang Saepudin
HAYATI Journal of Biosciences Vol. 29 No. 6 (2022): November 2022
Publisher : Bogor Agricultural University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.4308/hjb.29.6.789-798

Abstract

Enteropathogenic Escherichia coli (EPEC) is a Gram-negative pathogenic bacterium that causes diarrheal disease, especially in infants and children. Aptamers are short chain oligonucleotides that have high affinity, specificity, and selectivity to their targets, which have potential to be developed as a method for diagnosing pathogens. In this study, aptamer was isolated through the Systematic Evolution of Ligands by Exponential Enrichment (SELEX) method using whole cells bacteria (Bacterial-SELEX) for recognizing pathogenic E. coli EPEC K1.1 which was isolated from children with diarrhea in Indonesia. Ten rounds of bacterial-SELEX procedure were conducted with modification conditions by using Top10, DH5a E. coli cells, Listeria monocytogenes, and Lactobacillus plantarum S34 as counter-selections. The selection process was started with a pool of ssDNA random library consisting of a random base with 40-nucleotides long flanked with fixed primers sequence for aptamer amplification purpose. Short single-stranded DNA amplification was done by symmetric and asymmetric PCR. The highly enriched oligonucleotide pools (pooled 8, 9, and 10) were cloned and the resulting ssDNA aptamers were identified by Sanger DNA sequencing. Finally, twelve aptamers with unique sequences and various secondary structures including G-quadruplex sequence motif within aptamers were obtained as candidates specific aptamer for detection and capturing of EPEC K1.1.
SECONDARY METABOLITE OF SUMBAWA ALGAE AND ITS POTENTIAL AS NATURAL PRESERVATIVE CANDIDATES (AN ANTIMICROBIAL STUDIES) Baso Manguntungi; Arlinda Puspita Sari; Ariandi Ariandi; Leggina Rezzy Vanggy; Robby Erlangga; Muhammad Abdi Mahesa
BIOTROPIA - The Southeast Asian Journal of Tropical Biology Vol. 29 No. 2 (2022): BIOTROPIA Vol. 29 No. 2 Agustus 2022
Publisher : SEAMEO BIOTROP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11598/btb.2022.29.2.1625

Abstract

Pathogenic bacterial contamination was a serious matter due to its capability in reducing food quality and health. This study aimed to select various types of algae in Luk Coast, Sumbawa Regency that have the potential to produce antibacterial compounds for natural food preservatives. Algae on Luk Coast was identified by means of morphological characters, followed by sample preparation and extraction of secondary metabolites (bioactive compounds). Algae extracts were used in antibacterial tests against food spoilage bacteria, such as Escherecia coli, Staphylococcus aureus, Salmonella thypi, Enterobacter cloacae and Pantoea agglomerans. Five types of algae identified were Padina sp., Halimeda opuntia, Sargassum horneri, Sargassum crassifolium and Galaxaura rugose. The five algae have the growth-inhibiting ability toward the tested bacteria. The highest inhibition zone was obtained from the 100% algae extract concentration.
FORMULASI FOOT SPRAY ANTI BAU KAKI BERBASIS NANO CHITOSAN DARI LIMBAH INDUSTRI UDANG Anita Ervina; Fahri Sinulingga; Mohammad Rofiqi; Tiara Fitri Erinanda; Kustiariyah Tarman; Andi Baso Manguntungi; La Ode Fitradiansyah
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 2 (2021): NOVEMBER 2021
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2927.596 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.12.135-141

Abstract

Solusi masalah antibau kaki salah satunya yaitu penggunaan produk anti bau kaki. Salah satu bahan alami yang berpotensi sebagai agen anti bau kaki adalah kitosan. Kitosan apabila dalam bentuk nanopartikel lebih reaktif dan memiliki aktivitas antibakteri lebih tinggi. Limbah industri udang sampai saat ini belum banyak dieksplor, sehingga pemanfaatan limbah industri udang menjadi nano kitosan dapat meningkatkan nilai tambah limbah udang. Penelitian ini bertujuan menemukan formulasi foot spray terbaik dalam menghambat bakteri penyebab bau kaki. Tahapan penelitian ini yaitu pembuatan kitosan, nano kitosan, formulasi foot spray, uji sifat fisik, uji aktivitas antibakteri, uji stabilitas fisik, dan uji iritasi. Pembuatan nanokitosan menggunakan metode gelasi ionik. Kitosan dilarutkan dengan akuades, TPP 0,1%, dan Tween 80 serta disizing dengan kecepatan 23.000 rpm akan membentuk nanopartikel stabil. Konsentrasi nano kitosan 3.000 ppm memberi daya hambat tertinggi yakni 5,20 mm terhadap S. epidermidis dan 3,15 terhadap Micrococcus sp. Derajat keasaman, ukuran partikel, dan nilai sensori foot spray nano kitosan stabil selama penyimpanan 8 minggu, namun viskositasnya mengalami penurunan besar.
STUDI TENTANG EFEK MEDIA DAN VARIASI SUKROSA TERHADAP PERTUMBUHAN MISELIUM JAMUR TIRAM (PLEUROTUS OSTREATUS) PADA BIBIT F1 Asia Arifin; Muhammad Rofiq; Baso Manguntungi
CELEBES BIODIVERSITAS : Jurnal Sains dan Pendidikan Biologi Vol 5, No 2 (2022): Science, Conservation, Biology Education
Publisher : Universitas Patompo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51336/cb.v5i2.434

Abstract

Oyster mushrooms are a highly sought-after type of mushroom in the world of agriculture and food due to their delicious flavor and high nutritional value. The growth of oyster mushrooms is significantly influenced by the choice of growth medium and the concentration of sucrose within the medium. This study explores the impact of different growth media and varying sucrose concentrations on the growth of oyster mushroom mycelium in F1 spawn. The research findings indicate that adding 1% sucrose to corn-based medium has a significant positive effect on the growth rate of F1 oyster mushroom mycelium in corn-based medium. Furthermore, in sorghum-based medium, the addition of 5% sucrose also demonstrates a significant impact on the growth of F1 oyster mushroom mycelium. However, the addition of sucrose concentration to sawdust-based medium does not show a significant effect. Based on these research results, it can be concluded that the most suitable medium for the growth of F1 oyster mushroom mycelium is sorghum-based medium due to its superior nutritional and protein content compared to corn and sawdust-based media. Additionally, adding 5% sucrose to sorghum-based medium has been proven to be the most effective in accelerating oyster mushroom growth. 
SOSIALISASI DAN PELATIHAN BUDIDAYA PORANG BERBASIS AGROFORESTRI UNTUK WARGA DESA GARUNTUNGAN KABUPATEN BULUKUMBA A. Masniawati; Yusran Yusran; Zainal Zainal; Eva Johannes; Baso Manguntungi; Irlan Irlan; Nurmuliayanti Muis; Muhammad Rizaldi Trias; Asia Arifin; Dwi Ratna Sari; Andi Dewi Rizka Ainulia Makerra; Dwi Ratna Sari; Nur Hilal A. Syahrir; Mietra Anggara; Fadhil Zil Ikram; Muhammad Ilham S; Muh. Chaerul Anwar; Riana Anggraeny Ridwan; Wahyullah Wahyullah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.19999

Abstract

Porang merupakan salah satu tanaman yang dapat tumbuh dengan baik di bawah naungan tanaman kayu atau pepohonan. Hal ini menunjukkan bahwa budidaya porang sangat cocok menggunakan sistem agroforestri. Namun, di Desa Garuntungan, budidaya porang yang diterapkan masih menggunakan Teknik konvensional sehingga dapat menyebabkan efek yang merugikan, seperti erosi tanah, degradasi tanah, degradasi lahan, kerentanan yang lebih tinggi terhadap hama atau penyakit tertentu, dan bahkan efek yang merugikan seperti risiko tinggi kehilangan hasil panen karena faktor-faktor seperti cuaca buruk. Oleh karena itu, dibutuhkan sosialisasi dan pelatihan untuk memperkenalkan budidaya porang berbasis agroforestri. Sosialisasi dan pelatihan ini juga dilaksanakan sebagai langkah awal untuk mewujudkan pertanian yang berkelanjutan. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan pelatihan teknik budidaya porang berbasis agroforestri bisa dikatakan berhasil. Hal ini dapat terlihat dari pemaparan materi dari para narasumber yang sangat menarik dan mudah dipahami. Selain itu, keberhasilan dari kegiatan ini terlihat dari antusiasme yang tinggi dari warga Desa Garuntungan dalam menanggapi materi yang dipaparkan oleh narasumber.
WORKSHOP MANAJEMEN PENGEMASAN DAN PEMASARAN PORANG DAN BIOFERTILIZER DI DESA GARANTUNGAN, BULUKUMBA A. Masniawati; Yusran Yusran; Zainal Zainal; Eva Johannes; Baso Manguntungi; Irlan Irlan; Nurmuliayanti Muis; Muhammad Rizaldi Trias Jaya Putra Nurdin; Asia Arifin; Dwi Ratna Sari; Andi Dewi Rizka Ainulia Makerra; Nur Hilal A. Syahrir; Mietra Anggara; Fadhil Zil Ikram; Muhammad Ilham S; Muh. Chaerul Anwar; Riana Anggraeny Ridwan; Wahyullah Wahyullah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023): Volume 4 Nomor 4 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i4.20156

Abstract

Pengabdian masyarakat di Desa Garuntungan, Kabupaten Bulukumba, yang fokus pada sosialisasi pemasaran dan pengemasan produk porang, memiliki peran yang sangat relevan dalam meningkatkan pemahaman dan potensi ekonomi porang di komunitas tersebut. Porang adalah komoditas pertanian yang memiliki potensi ekonomi tinggi, namun kurang dimanfaatkan karena kurangnya pengetahuan dan akses pasar. Hasil observasi dan umpan balik dari peserta pelatihan menunjukkan bahwa mereka mengapresiasi kontribusi dari para pakar dalam bidang tersebut yang memberikan wawasan mendalam, menciptakan pelatihan yang sangat informatif dan relevan bagi mereka. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang proses pengemasan porang dan strategi pemasaran yang efektif. Sebelumnya, kurangnya pengetahuan dan praktik yang higienis dalam pengemasan produk porang menjadi kendala dalam meningkatkan kualitas produk. Namun, melalui pelatihan ini, peserta semakin termotivasi untuk mencapai tahap produksi tepung porang yang berkualitas. Dengan demikian, inisiatif ini berhasil meningkatkan pemahaman dan motivasi peserta terkait industri porang. Dalam diskusi yang dilakukan selama pelatihan, strategi pemasaran dan target pasar yang diincar dibahas secara rinci. Hal ini membantu peserta mengidentifikasi peluang pasar baru untuk porang dan merencanakan rantai pasokan yang lebih efisien. Selain itu, pemahaman akan pentingnya faktor kemasan juga ditekankan, karena pengemasan adalah kunci dalam penentuan persepsi konsumen terhadap produk porang.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK TANI SIAMASEI DESA LEGO MELALUI TEKNOLOGI BIOFERTILIZER UNTUK PENINGKATAN PRODUKSI BAWANG MANDAR Arlinda Puspita Sari; Ariandi Ariandi; Nurmuliayanti Muis; Baso Manguntungi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 12 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i12.4511-4520

Abstract

Kelompok Tani Siamasei merupakan salah satu kelompok tani yang mewadahi petani bawang mandar di Desa Lego. Saat ini banyak petani bawang mandar yang mulai beralih pada komoditas pertanian lain sebab menganggap pertanian bawang mandar kurang memberi keuntungan. Padahal bawang mandar merupakan salah satu komoditas khas Sulawesi Barat yang banyak digunakan dalam berbagai olahan makanan. Hal ini disebabkan oleh berbagai permasalahan yang dihadapi oleh petani bawang mandar, diantaranya menurunnya produktivitas bawang mandar akibat penurunan kualitas lahan pertanian. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka solusi yang ditawarkan adalah dengan kegiatan pelatihan dan pendampingan sistem pertanian berbasis teknologi biofertilizer. Tujuan pengabdian ini adalah agar peserta mengetahui teknologi pupuk hayati berbasis mikroorganisme yang dapat membantu petani untuk meningkatkan produktivitas bawang mandar tanpa merusak kondisi lahan. Pengabdian ini meliputi beberapa tahap kegiatan antara lain FGD, pembuatan starter dan biofertilizer, pelatihan dan pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini adalah diproduksinya starter mikroba yang dapat digunakan oleh petani sebagai stok untuk membuat biofertilizer secara mandiri. Selain itu melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan, petani memperoleh informasi baru mengenai teknologi pemanfaatan mikroba dalam pembuatan pupuk hayati. Dari tahap evaluasi diperoleh hasil bahwa sebanyak 88.5% peserta berpendapat bahwa kegiatan pelatihan telah berjalan dengan baik.
Optimasi Pertumbuhan Miselium Jamur Tiram (Pleurotus astreatus) dengan Penambahan Nutrisi Jerami Padi Terintegrasi dengan Model Inokulasi Jumriani, Siti; Musdalipah; Wahyuni, Sri; Rahmadinah, Nurul Afifah; Dahliah; Manguntungi, Baso; Ariandi; Sari, Arlinda Puspita; Ramlah
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 10 No. 3 (2023)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v10i3.68979

Abstract

Pleurotos ostreatus cultivation is a business opportunity that has high economic value and has increased every year. This study aims to determine the best planting inoculation method and surface method for Pleurotos ostreatus cultivation, and determine the most effective concentration of sawdust and straw mixed media for the growth of Pleurotos ostreatus. This study used a completely randomized design (CRD) with 2 factorials, namely surface inoculation and planting. The results showed that the cultivation of Pleurotos ostreatus using straw waste media as a replacement medium based on inoculation planting systems and surfaces including the stages of sterilization of tools and materials, making media, inoculation, incubation obtained the best model results, namely planting inoculation. Results Addition of straw media as a replacement medium based on the inoculation of the planting system and surface. After observing, the results of the most effective concentration or treatment for the growth of Pleurotos ostreatus were in the J3 treatment using the inoculation method of planting at 20.10 cm.
Co-Authors A. Masniawati Adha Ardinata, Rian Afgani, Chairul Anam Ai Hertati, Ai Akmaliyah, Rizna Alfiana Amani, Febriyanti Nur Amrullah, Shafwan Andi Asmawati Azis Andi Dewi Rizka Ainulia Makerra Anika Prastyowati Anika Prastyowati, Anika Anita Ervina Anja Meryandini Apon Zaenal Mustopa Apon Zaenal Mustopa Apon Zaenal Mustopa Ariandi Ariandi Ariandi, Ariandi Arlinda Puspita Sari Asia Arifin Asmawati, Rian Adha Ardinata Muhammad Al Azhar Bugi Ratno Budiarto Chaidir, Riri Rimbun Anggih Chairunnisa, Sheila Chihombori, Tatenda Calvin Dahliah Depparinding, Rekianto Dwi Ratna Sari Ekawati, Nurlaili Endang Saepudin Eva Johannes Eva Johannes Fadhil Zil Ikram Fahri Sinulingga Fatimah Fidien, Khadijah Alliya Fidien Hasgun Iman Rusmana Intan Dwi Pratiwi Irawan, Herman Irawan, Shasmita Irlan izzul islam Jendri Mamangkey Jumriani, Siti Khadijah Alliya Fidien Khotibul Umam Kurniawan Eka Putra Tegar Aprilian1 Kus Dianawati Kustiariyah Tarman La Ode Fitradiansyah Leggina Rezzy Vanggy Leggina Rezzy Vanggy Leggina Rezzy Vanggy Lukman Azis Magdalena Litaay Maritsa Nurfatwa Masni Masni Meilina, Lita Mietra Anggara Mohammad Rofiqi Muh. Chaerul Anwar Muhammad Abdi Mahesa Muhammad Fajri Al-Fateeh Muhammad Ilham S Muhammad Rajib Muhammad Rizaldi Trias Jaya Putra Nurdin Muhammad Rofiq Muis, Nurmuliayanti Musdalipah Mustika Tuwo, Mustika Mutiara, Ilma Nairfana, Ihlana Naning Sufiyanti Nur Hilal A. Syahrir Nurdin, Rizaldi Nurfatwa, Maritsa Nurlaili Ekawati Nurmuliayanti Muis Nurmuliayanti, Nurmuliayanti Nurul Amilia Pandayu, Iga Firmansyah Putra, Kurniawan Eka Rahmadinah, Nurul Afifah Rahman, Auliyah Ramlah Ramlah Ramlah Refli, Redoyan Rian Adha Ardinata Muhammad Al Azhar Asmawati Riana Anggraeny Ridwan Rifqiyah Nur Umami, Rifqiyah Nur Rika Indri Astuti Robby Erlangga Ruth Dameria Haloho Sama, Yusuf Saputri, Dinar Suksmayu Saputri, Dinar Suksmayu Saputri Shasmita Irawan Sri Wahyuni Suharli, Lili Sulastri, Ani Syamsul Arifin Tegar Aprilian Tiara Fitri Erinanda Trinugroho, Joko P Ulfa Febiana Whatin Vanggy, Leggina Rezzy Wahyullah Wahyullah Widya Dwi Kusuma Yulianti Yulianti Yusran Yusran Zainal