Claim Missing Document
Check
Articles

Pembelajaran Inklusif Berbasis Kecerdasan Majemuk dalam Novel Totto-Chan: Relevansi untuk Pendidikan Berkelanjutan Alatas, Mochamad Arifin; Suyatno, Suyatno; Sodiq, Syamsul
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107369

Abstract

An ideal education should respect the uniqueness of every child, each of whom possesses different intelligences and potentials. However, in practice, education often remains uniform and discriminatory. This article aims to describe the practice of inclusive learning based on multiple intelligences as represented in the novel Totto-Chan: The Little Girl at the Window by Tetsuko Kuroyanagi, and its relevance to sustainable education in Indonesia. This study employs a descriptive qualitative approach using content analysis of both the Indonesian and English versions of the novel, supported by the theories of progressivism-humanism (Dewey, Rogers) and critical pedagogy (Freire). Data collection techniques include intensive reading, note-taking, and thematic coding, followed by hermeneutic analysis to interpret the educational meanings within the narrative. The data were analyzed by identifying key themes representing values of inclusion and multiple intelligences, then interpreted contextually based on the applied theoretical framework. The findings reveal that Tomoe Gakuen School in the novel demonstrates an inclusive, flexible, and contextual educational practice that embraces “different” children like Totto-Chan and supports the development of character and multiple intelligences through experiential learning, freedom of expression, and egalitarian teacher-student relationships. The educational values reflected in the novel strongly align with the principles of the Merdeka Curriculum and offer inspiration for sustainable and humane learning practices in Indonesia. This study concludes that literature can serve as a reflective and educational medium in designing inclusive and transformative education systems.Pendidikan ideal seharusnya menghargai keunikan setiap anak yang memiliki kecerdasan dan potensi berbeda, namun realitas di lapangan masih menunjukkan praktik pendidikan yang seragam dan diskriminatif. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik pembelajaran inklusif berbasis kecerdasan majemuk direpresentasikan dalam novel Totto-Chan: The Little Girl at the Window karya Tetsuko Kuroyanagi, serta relevansinya terhadap pendidikan berkelanjutan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi terhadap teks novel versi Indonesia dan Inggris, didukung teori progresivisme-humanisme (Dewey, Rogers) serta pendidikan pembebasan (Freire). Teknik pengumpulan data meliputi pembacaan intensif, pencatatan, dan pengkodean tematik, dengan analisis hermeneutik terhadap makna pendidikan dalam narasi. Data dianalisis dengan mengidentifikasi tema-tema kunci yang merepresentasikan nilai-nilai inklusi dan kecerdasan majemuk, kemudian ditafsirkan secara kontekstual berdasarkan kerangka teori yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekolah Tomoe Gakuen dalam novel menghadirkan praktik pendidikan yang inklusif, fleksibel, dan kontekstual, yang menerima anak “berbeda” seperti Totto-Chan, serta mendukung perkembangan karakter dan kecerdasan majemuk melalui pembelajaran berbasis pengalaman, kebebasan berekspresi, dan relasi guru-murid yang setara. Nilai-nilai pendidikan dalam novel ini memiliki relevansi kuat dengan prinsip Kurikulum Merdeka dan dapat menjadi inspirasi pembelajaran yang berkelanjutan dan manusiawi di Indonesia. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa sastra dapat menjadi media reflektif dan edukatif dalam merancang sistem pendidikan yang inklusif dan transformatif.
Gamatun: Penggunaan Media Gamma AI dalam Pembelajaran Teks Pantun pada Siswa Kelas Vlll di SMPN 1 Galis Pamekasan Ali, Anis Safira; Efendi, Agik Nur; Alatas, Mochamad Arifin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107219

Abstract

The learning of pantun texts is often considered less interesting by students because it is delivered conventionally and lacks context. The presence of Gamma AI media aims to create a more interactive, visual, and character-aligned learning experience for today's students. The purpose of this research is to analyze the implementation and results of using Gamma AI media in the learning of Pantun Text for 8th-grade students at SMPN 1 Galis Pamekasan. This research uses a qualitative descriptive method. Data collection techniques included observation, interviews, and documentation. The results of the research on the use of Gamma AI media in learning pantun in the 8th grade at SMPN 1 Galis Pamekasan show a positive contribution to student engagement and understanding. Teachers were assisted in preparing and delivering the material, creating a more engaging learning atmosphere. This study concludes that the use of Gamma AI media successfully transformed the previously monotonous learning of pantun into a more engaging, imaginative, and meaningful learning process. Pembelajaran teks pantun sering kali dianggap kurang menarik oleh siswa karena disampaikan secara konvensional dan kurang kontekstual. Hadirnya media Gamma AI untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, visual, dan sesuai dengan karakter siswa masa kini. Tujuan penelitian ini menganalisis pelaksanaan dan hasil dari penerapan media Gamma AI dalam Pembelajaran Teks Pantun pada Siswa Kelas Vlll di SMPN 1 Galis Pamekasan. Penelitian ini menggunakan metode dekriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian Penggunaan media Gamma AI dalam pembelajaran pantun di kelas VIII SMPN 1 Galis Pamekasan memberikan kontribusi positif terhadap keterlibatan dan pemahaman siswa. Guru terbantu dalam menyusun dan menyampaikan materi, sehingga tercipta suasana belajar yang lebih menarik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media Gamma AI berhasil mengubah pembelajaran pantun yang semula terkesan monoton menjadi proses belajar yang lebih menarik, imajinatif, dan penuh makna. 
Penggunaan Edpuzzle Sebagai Alat Evaluasi Pada Materi Teks Eksplanasi Firnanda, Aldi; Wachidah, Liana Rochmatul; Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad; Alatas, Mochamad Arifin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107209

Abstract

The use of Edpuzzle as an evaluation tool offers an interactive and enjoyable approach to measuring students' understanding in learning. The purpose of this research is to understand the steps in using and the results of Edpuzzle media as an evaluation tool for learning explanatory text material. This research uses a qualitative descriptive method. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The research results show that Edpuzzle provides a more interactive learning experience for students in understanding explanatory text material. Students appeared more focused and active when answering questions embedded in the instructional video. In conclusion, 8 students scored above the Minimum Completeness Criteria (KKM), indicating better engagement in the evaluation process. Penggunaan Edpuzzle sebagai alat evaluasi menawarkan pendekatan interaktif dan menyenangkan dalam mengukur pemahaman siswa pada pembelajaran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui langkah-langkah penggunaan dan hasil media Edpuzzle sebagai alat evaluasi pembelajaran materi teks eksplanasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Edpuzzle memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi siswa dalam memahami materi teks eksplanasi. Siswa tampak lebih fokus dan aktif saat menjawab pertanyaan yang disisipkan dalam video pembelajaran. Kesimpulannya terdapat sebanyak 8 siswa memperoleh nilai di atas KKM, yang mengindikasikan adanya keterlibatan yang lebih baik dalam proses evaluasi. 
Penggunaan Media Pembelajaran Chat Sonic dalam Pembelajaran Teks Prosedur pada Siswa Kelas XI Sekolah Menengah Atas Rizal, Mohammad Khoirul; Alatas, Mochamad Arifin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107372

Abstract

This study is motivated by the low level of student participation and understanding in procedural text learning, largely due to the continued use of conventional teaching methods that are less responsive to the learning characteristics of the digital-native generation. Meanwhile, the use of artificial intelligence-based media—such as ChatSonic—in Indonesian language learning remains limited. This research aims to describe the use of ChatSonic as an instructional medium for teaching procedural texts to eleventh-grade high school students and to assess its effectiveness in three main aspects: (1) improving students’ understanding of the structure and linguistic features of procedural texts, (2) encouraging students’ ability to compose procedural texts in a coherent and systematic manner, and (3) increasing student participation and enthusiasm during the learning process. The study employs a descriptive qualitative approach with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The findings are expected to contribute to the development of adaptive and relevant technology-based learning media in the context of 21st-century education.Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya partisipasi dan pemahaman siswa dalam pembelajaran teks prosedur akibat masih dominannya penggunaan metode konvensional yang kurang responsif terhadap karakteristik belajar generasi digital. Sementara itu, pemanfaatan media berbasis kecerdasan buatan, seperti ChatSonic, dalam pembelajaran Bahasa Indonesia masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan ChatSonic sebagai media pembelajaran teks prosedur pada siswa kelas XI SMA serta menilai efektivitasnya dalam tiga aspek utama: (1) meningkatkan pemahaman siswa terhadap struktur dan ciri kebahasaan teks prosedur, (2) mendorong kemampuan menyusun teks prosedur secara runtut dan sistematis, dan (3) meningkatkan partisipasi dan antusiasme belajar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan dalam penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.
Inovasi Pembelajaran Menulis Cerpen melalui Context Teaching Problem Learning (CTPL) pada Siswa Kelas XII Madrasah Aliyah Jannah, Kamilatul; Alatas, Mochamad Arifin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107301

Abstract

Writing short stories in secondary education is often procedural and lacks connection to students’ real-life contexts. This study aims to explore the application of Context Teaching Problem Learning (CTPL) in teaching short story writing to 12th-grade students at MA Al-Azhar. CTPL integrates Contextual Teaching and Learning (CTL) and Problem-Based Learning (PBL), emphasizing real-life experiences and social issues as the foundation for writing. A qualitative approach with a case study design was employed, using observation, in-depth interviews, and documentation for data collection. The data were analyzed using interactive analysis techniques, including data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that CTPL encourages students to write short stories rooted in personal experiences and social concerns, enhancing creativity, empathy, and social awareness. Teachers act as facilitators to guide reflective and meaningful learning. The students’ stories not only meet literary criteria but also convey life values. CTPL successfully fosters an inclusive and humanistic learning environment, supporting the development of students' expressive, narrative, and character-building skills.Penulisan cerpen di jenjang pendidikan menengah sering kali bersifat prosedural dan kurang menyentuh konteks kehidupan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pembelajaran menulis cerpen dengan pendekatan Context Teaching Problem Learning (CTPL) pada siswa kelas XII MA Al-Azhar. CTPL merupakan integrasi antara Contextual Teaching and Learning (CTL) dan Problem-Based Learning (PBL), yang menempatkan pengalaman nyata dan permasalahan sosial sebagai landasan dalam proses menulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan CTPL mendorong siswa untuk menulis cerpen berdasarkan pengalaman personal dan isu sosial di sekitar mereka, sehingga meningkatkan kreativitas, empati, serta kesadaran sosial. Guru berperan sebagai fasilitator dalam menciptakan pembelajaran yang reflektif dan bermakna. Cerpen yang dihasilkan siswa tidak hanya memenuhi unsur sastra, tetapi juga sarat nilai-nilai kehidupan. CTPL terbukti mampu membangun suasana belajar yang inklusif dan humanis, serta memfasilitasi pertumbuhan kemampuan ekspresif, naratif, dan karakter siswa secara menyeluruh.
Pemanfaatan Teknologi Audio-Visual dalam Keterampilan Menyimak pada Kelas Multimedia MAN 1 Pamekasan Abadiyah, Din Rahmah; Alatas, Mochamad Arifin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91609

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kelas multimedia di MAN 1 Pamekasan. Tujuan penelitian ini dilakukan guna memaparkan dan menggambarkan proses pembuatan dan hasil pemanfaatan teknologi audio-visual dalam keterampilan menyimak pada kelas multimedia di MAN 1 Pamekasan. Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan melibatkan penentuan materi pembelajaran, referensi, dan proses editing. Implementasi teknologi audio-visual memungkinkan siswa menyimak secara kreatif, yang dibuktikan dengan kemampuan mereka dalam menghasilkan media pembelajaran. Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan teknologi audio-visual terbukti efektif dalam pembelajaran keterampilan menyimak siswa di kelas multimedia MAN 1 Pamekasan. Rekomendasi dari penelitian ini meliputi integrasi lebih lanjut teknologi audio-visual dalam kurikulum untuk memaksimalkan potensi pembelajaran.
Inovasi Media Pembelajaran Digital Scanproedu dalam Materi Teks Prosedur pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 5 Pamekasan Ayuni, Silviana Qurrotul; Alatas, Mochamad Arifin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107444

Abstract

The transformation of 21st-century learning demands contextual media innovations that are adaptive to the characteristics of digital native students. This study aims to describe the implementation of the Scanproedu digital learning media based on QR Code in procedural text material for seventh-grade students at SMP Negeri 5 Pamekasan. The research involved 30 students, with data collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The results showed that Scanproedu successfully improved students’ understanding of text structure, language use, and creativity in composing procedural texts. Most students (66.7%) met all three assessment aspects optimally. This media also fostered active participation, independent learning, and collaboration. Both teachers and students responded positively to the media’s ease of access and relevance to their digital habits. Technical obstacles such as limited device availability were overcome through group work strategies and the use of school Wi-Fi. These findings affirm that simple QR Code-based media like Scanproedu are effective in creating contextual and meaningful learning experiences. Further research is recommended to explore its application at different educational levels and in other types of texts or subjects.Transformasi pembelajaran abad ke-21 menuntut inovasi media yang kontekstual dan adaptif terhadap karakteristik siswa digital native. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media pembelajaran digital Scanproedu berbasis QR Code dalam materi teks prosedur pada siswa kelas VII SMP Negeri 5 Pamekasan. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Scanproedu mampu meningkatkan pemahaman struktur teks, penggunaan kebahasaan, serta kreativitas siswa dalam menyusun teks prosedur. Sebagian besar siswa (66,7%) memenuhi ketiga aspek penilaian secara optimal. Media ini juga mendorong keterlibatan aktif, kemandirian belajar, dan kolaborasi. Guru dan siswa memberikan respons positif terhadap kemudahan akses dan relevansi media dengan kehidupan digital mereka. Kendala teknis seperti keterbatasan perangkat diatasi melalui strategi kerja kelompok dan pemanfaatan Wi-Fi sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa media sederhana berbasis QR Code seperti Scanproedu efektif dalam membangun pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji penerapan media ini di jenjang pendidikan yang berbeda serta memperluas integrasinya pada jenis teks atau mata pelajaran lain.
Multilingualisme dan Kesetiaan Berbahasa Indonesia: Studi Lanskap Linguistik di Ruang Publik Pamekasan, Madura Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto; M. Arifin Alatas; Albaburrahim Albaburrahim; Mochammad Ilyas Junjunan
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 13, No 1 (2024): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v13i1.4584

Abstract

This study aims to describe the types of languages used and the loyalty to the Indonesian language in public spaces in Pamekasan. The research data consists of 704 linguistic objects in public spaces in Pamekasan such as street names, brand names, and business establishments, names of places of worship, names of trade complexes, names of offices, names of educational institutions, names of hospitals, building names, organization names, names of public facilities, road signs, and banners and product service advertisements. The results revealed the use of multiple languages in public spaces in Pamekasan, with eight language variations, including Indonesian, Indonesian and English, Indonesian and Arabic, English, Indonesian and Javanese, Indonesian and Madurese, Madurese, and other languages. Language loyalty to Indonesian in public spaces in Pamekasan was found to be relatively high, with pure Indonesian language use at 63%, Indonesian and other languages at 28%, and the use of regional and foreign languages at 9%. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis bahasa dan bagaimana kesetiaan berbahasa Indonesia di ruang publik Pamekasan. Data penelitian ini sejumlah 704 objek linguistik di ruang publik Pamekasan seperti nama jalan, merk dagang & lembaga usaha, nama tempat ibadah, nama kompleks perdagangan, nama perkantoran, nama lembaga pendidikan, nama rumah sakit, nama gedung, nama organisasi, nama fasilitas umum, nama rambu umum & penunjuk jalan, dan nama spanduk dan iklan layanan produk. Hasilnya ditemukan multilingualisme penggunaan bahasa di ruang publik Pamekasan dengan 8 jenis variasi bahasa yakni bahasa Indonesia, bahasa Indonesia & Inggris, bahasa Indonesia & Arab, bahasa Inggris, bahasa Indonesia & Jawa, bahasa Indonesia & Madura, bahasa Madura, dan bahasa lainnya. Kesetiaan berbahasa Indonesia di ruang publik Pamekasan ditemukan masih cukup tinggi. Penggunaan bahasa Indonesia murni ditemukan sebanyak 63%, bahasa Indonesia dan bahasa lain 28%, dan bahasa daerah dan bahasa asing sebanyak 9%.
Strengthening the literacy and numeracy culture among Madurese language teachers through the Pakem Maddhu community empowerment program Moh. Hafid Effendy; Saiful Hadi; Mochamad Arifin Alatas; Isya Sayunani; Linda Safitri; Maniah
PERDIKAN (Journal of Community Engagement) Vol. 8 No. 1 (2026): In Progress
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/pjce.v8i1.24799

Abstract

Madurese language education faces two major challenges: declining intergenerational language transmission and limited integration of literacy and numeracy into classroom practice. A preliminary needs assessment in three partner schools in Pamekasan Regency identified low teacher competency, limited contextual teaching resources, weak student engagement, and minimal utilization of local cultural assets in learning. To address these challenges, this community engagement program adopted a Participatory Action Research (PAR) approach involving 20 Madurese language teachers, school leaders, researchers, and the Pakem Maddhu community. The program was conducted through four interactive cycles: (1) participatory problem identification and asset mapping; (2) collaborative planning and capacity building; (3) classroom implementation with mentoring and observation; and (4) reflective evaluation to improve teaching practices and learning resources. Local cultural assets, including paribasan, pantun, tembang macapat, and Madurese batik motifs, were integrated into literacy- and numeracy-based learning activities. Program evaluation, using competency tests, questionnaires, classroom observations, and reflective discussions, demonstrated substantial improvements in teacher competency (52.0 to 78.3; p < .001), increased teacher confidence in using digital learning media (85%), and higher student interest in Madurese language learning (38.6% to 72.4%; p = .004). Beyond improving instructional competence, the program strengthened collaboration among teachers, schools, and the local community, resulting in contextual teaching modules, lesson plans, digital learning resources, and a sustainable professional learning network. The program contributes a replicable, community-based empowerment model that integrates Participatory Action Research, local cultural assets, literacy and numeracy integration, and teacher professional development for regional language education.
Resilience in the Technological Era in Support of the Sustainability Agenda Moh. Hafid Effendy; Saiful Hadi; Mochammad Arifin Alatas
Entita: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial Special Edition: Renaisans 2nd International Conference of Social Studies
Publisher : UIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ejpis.v2i.24435

Abstract

Digitalization and globalization are transforming local cultures into digital spaces while challenging the sustainability of Madurese cultural identity. This study aims to analyze the forms and mechanisms of cultural resilience among the Madurese community in responding to these changes. A qualitative approach with a multiple case study design was employed through in-depth interviews with 24 purposively selected informants. Data were analyzed using the interactive model of Miles et al., involving data condensation, data display, and conclusion drawing, with validity ensured through triangulation and member checking. The findings reveal five key dimensions of cultural resilience: technological adaptation, transformation of cultural expressions into digital spaces, strengthening of a culture-based economy, cultural filtering mechanisms, and global expansion of cultural identity. Digitalization functions both as a medium for cultural preservation and as an economic opportunity, guided by religious and customary values. Integrating technology with local culture reinforces cultural sustainability and highlights the importance of community-based empowerment policies.
Co-Authors Abadiyah, Din Rahmah Abd. Wafir Ramadhani Abdussalam Abdussalam, Abdussalam Adilla Zilfana Safira Agik Nur Efendi Agus Purnomo Ahmad Putikadyanto Ahmad Putikadyanto, Agus Purnomo Akhtem A. Dzhelilov Albaburrahim Aldi Firnanda Aldi Firnanda Ali, Anis Safira Amin, Moh. Badruddin Ananda Yogi Desiana Aria Indah Susanti Awaliyah Rohmatul Ayu Trisnawati Ayuni, Silviana Qurrotul Azizah, Siti Darni Darni Da’i, Moh. Didik Nurhadi Diningrum, Sahwa Desvita Fakhrur Rozi Farichatuz Zahroh Firnanda, Aldi Fitri, Novi Amilia Fitriyah, Desi Lusiana Gita Ananda Putri Henny Subandiyah Herawati, Yulita Hesty Kusumawati Hollila Hilyatun Nisa In’am In’am Irma Rachmayanti Irma Rachmayanti Irma Rachmayanti Irma Rachmayanti Irma Rachmayanti Irma Rachmayanti Irma Rachmayanti Istiqomah, Alifiyani Nur Iswah Adriana Isya Sayunani Jamilah, Kamilatun Jannah, Kamilatul Khair, Febriana Nikmatul Kiptiyah, Nurul Kurnadi, Anita Sari Liana Rochmatul Wachidah Liana Rochmatul Wachidah Liana Rochmatul Wachidah Linda Safitri Maniah Maniah Maniah Mintowati Mintowati Mintowati Mintowati Mita Cintiya Sari Mochammad Ilyas Junjunan Moh Hafid Effendy Moh. Badruddin Amin Moh. Hafid Effendy Moh. Hafid Effendy Moh. Hafid Effendy Moh. Hafid Effendy, Moh. Hafid Mohammad Toha, Mohammad Muchlis Sholichin MUHAMMAD JAMALUDDIN Naila Imtiyaz Mufid Novi Maulidia Nurul Kiptiyah Putikadyanto, Agus Purnomo Ahmad Qurrotul Aini Rachmayanti, Irma Rahmawati, Mila Ramadhani, Abd. Wafir Rizal, Mohammad Khoirul Rohmatul, Awaliyah Romadhon, Sahrul Sahril Hamdani Sahrul Romadhon Sahrul Romadhon Sahwa Desvita Diningrum Sahwa Desvita Diningrum Saiful Hadi Siti Rohmatun Sri Wulandari Supandi Supandi Suyatno Suyatno Suyatno Suyatno Syamsul Sodiq Syamsul Sodiq Titik Indarti Yesiyatus Sakinah Yulita Herawati Yuniseffendri Yuniseffendri Zahroh, Farichatuz Zainuri Ihsan