Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KANDUNGAN KIMIA TANAH TERHADAP KEANEKARAGAMAN MAKROFAUNA TANAH PADA PERKEBUNAN APEL SEMI ORGANIK DAN ANORGANIK Nasirudin, Mohamad; Susanti, Ambar
Edubiotik : Jurnal Pendidikan, Biologi dan Terapan Vol 3 No 02 (2018): Edubiotik
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.66 KB) | DOI: 10.33503/ebio.v3i02.97

Abstract

This study aims to determine the relationship of soil chemical content to soil macrofauna in semi-organic and non organic apple plantations in Tulungrejo Village, Bumiaji District, Batu City. Observation of soil chemical properties carried out in the BPTP East Java laboratory. The soil was taken systematically on both fields. Observation of soil macrofauna is carried out by direct observation. The study was conducted in March - May 2018. The parameters observed in this study were soil (H ') macrofauna, and soil (pH, C-Organic, and N). The chemical content of soil in the semi-organic apple plantation is (pH = 7.8 C-Organic = 1.54 and N = 0.16), while the chemical content of soil in the land of inorganic apple plantations is (pH = 7 C-Organic = 0 , 5 and N = 0.06). The results of research on soil macrofauna in Semi Organic apple plantations found 9 orders consisting of 10 families and amounting to 247 individuals. The role of soil macrofauna includes 3 families and 45 individuals, 4 family detrivor and 42 individuals, and 3 family predators and 160 individuals. The results of research on soil macrofauna in the field of Inorganic found 8 orders, consisting of 9 families and numbered 162 individuals. The role of the soil macrofauna includes 3 families and 25 individuals, 3 families and 18 individuals, and 3 families and 119 individuals. Diversity index value (H ') of soil macrofauna in semi-organic land is higher at 1.81, while in Inorganic land is 1.53.
STUDI KEANEKARAGAMAN MAKROFAUNAN TANAH PADA PERKEBUNAN APEL SEMI ORGANIK DAN ANORGANIK DESA TULUNGREJO KOTA BATU Mohamad Nasirudin; Ambar Susanti
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Vol 1 (2018): Volume 1 Tahun 2018
Publisher : KH. A. Wahab Hasbullah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman makrofaunan tanah yang ada pada perkebunan apel semi organik dan anorganik di Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Pengamatan makrofauna tanah dilakukan dengan menggunakan alat Pitt Fall Trap. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret - Mei 2018. Parameter yang diamati pada penelitian ini ialah Indeks Keanekaragaman. Hasil penelitian makrofauna tanah di perkebunan apel Semi Organik ditemukan 5 ordo terdiri dari 5 famili dan berjumlah 60 individu. Peranan makrofauna tanahnya meliputi herbivor (2 famili), dan predator (3 famili). Hasil penelitian makrofauna tanah di lahan Anorganik ditemukan 2 ordo, yang terdiri dari 2 famili dan berjumlah 15 individu. Perananya sebagai predator (2 famili). Nilai Indeks keanekaragaman (H’) makrofauna tanah pada lahan semi organik lebih tinggi yaitu 1,16, sedangkan lahan Anorganik yaitu 0,39. Indeks Kesamaan 2 Lahan (Cs) makrofauna yang yang ditemukan di kedua lahan mempunyai tingkat kesamaan ada yang rendah yaitu 0,4. Kata Kunci : Makrofauna Tanah, Formicidae.
Studi Keanekaragaman Serangga Di Perkebunan Apel Semiorganik Dan Anorganik Desa Tulungrejo Kota Batu Mohamad Nasirudin; Rohmat Hidayat
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 No 1 Tahun 2019 (On Proses)
Publisher : KH. A. Wahab Hasbullah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman serangga yang ada di perkebunan apel Semiorganik dan Anorganik Desa Tulungrejo Kecamatan Bumiaji Kota Batu. Pengamatan serangga dilakukan dengan metode mutlak (pengamatan langsung) dan nisbi (yellow trap). Penelitian dilaksanakan pada bulan April - Mei 2019. Parameter yang diamati pada penelitian ini ialah Indeks Keanekaragaman (H’). Berdasarkan hasil penelitian, keanekaragaman serangga yang ditemukan di perkebunan apel Semiorganik ditemukan 5 Ordo yang terdiri dari 14 Famili. Peranan serangga meliputi Herbivor (5 famili), Predator (6 famili), Polinator (1 famili), dan Detrivor (2 famili). Hasil penelitian serangga di lahan Anorganik ditemukan 5 Ordo, yang terdiri dari 12 famili. Peranan serangga meliputi Herbivor (5 famili), Predator (4 famili), Polinator (1 famili), dan Detrivor (2 famili). Nilai Indeks keanekaragaman (H’) serangga pada lahan Semiorganik lebih tinggi yaitu 2,14, sedangkan pada lahan Anorganik yaitu 1,29. Indeks Kesamaan 2 Lahan (Cs) serangga yang ditemukan pengamatan langsung yaitu 0,75, sedangkan pengamatan menggunakan (yellow trap) yaitu 0,78. Kata Kunci : keanekaragaman serangga, serangga.apel.
Kajian Hubungan Antara Kadar Nitrogen Media Tanam dan Keragaan Tanaman Bawang Daun Pada Sistem Vertikultur Anggi Indah Yuliana; Mohamad Nasirudin
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Vol 2 No 1 (2019): Volume 2 No 1 Tahun 2019 (On Proses)
Publisher : KH. A. Wahab Hasbullah University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar Nitrogen pada media tanam dan keragaan tanaman bawang daun pada sistem vertikultur. Penelitian ini merupakan percobaan Faktorial disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah Komposisi Media Tanam dengan 8 taraf yaitu : M1 (Tanah); M2 (Kompos); M3 (Arang Sekam); M4 (Tanah + Kompos (1:1)); M5 (Tanah + Arang sekam (1:1)); M6 (Kompos + Arang sekam (1:1)); M7 (Tanah + Kompos + Arang sekam (1:1:1)); dan M8 (Tanah + Kompos + Arang sekam (2:1:1)). Faktor kedua adalah interval penyiraman pupuk organik cair dengan 2 taraf yaitu: O1 (interval 4 hari) dan O2 (interval 7 hari). Dari kedua faktor perlakuan tersebut, diperoleh 16 kombinasi perlakuan. Hubungan antara masing-masing perlakuan selanjutnya di analisis menggunakan model regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan keragaan tanaman bawang daun pada sistem vertikultur yang meliputi tinggi tanaman, jumlah daun dan bobot segar tanaman dipengaruhi oleh kadar nitrogen media tanam. Peningkatan kadar nitrogen pada media tanam vertikultur sampai titik tertentu dapat meningkatkan keragaan tanaman bawang daun, namun selanjutnya peningkatan kadar nitrogen akan diikuti oleh penurunan keragaan tanaman bawang daun. Kata kunci: vertikultur, nitrogen, media tanam, tanaman bawang daun
The Effect of Liquid Organic Fertilizers in The Refugia Block on Visiting Insects in The Apple Orchard and Community Knowledges in its Conservation Efforts Mohamad Nasirudin; Amin Setyo Leksono; Nia Kurniawan
Indonesian Journal of Environment and Sustainable Development Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Graduate Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpal.2019.010.01.03

Abstract

This study aims to determine community structure and composition of liquid organic fertilizer (POC) against visiting insects in block Refuge and to determine the public perception of the block Refuge and insect’s conservation. Analysis of insects data are obtained from the important of index value, diversity (index’s Shannon Wienner). Insect abundance spring that treatment total 298 individuals and control 168 individuals. Insect abundance spring that treatment total 262 individuals and control 116 individuals. Insect diversity during flowering season given treatment was 2,11 andcontrol 1,49. Diversity during fruiting season was similar, given treatment it was 1,87 and control 1,42. Abundance of insect on both seasons with treatments and control had a significance of P=0,004. Similarities between insects on flowering season treatments between fruiting season treatments between organic fertilizers of different seasons 0,94 and control 0,80. Analysis on abiotic factors correlated with insect abundance with R-square value of 15%. Local perception towards refugia blocks was found to be low (46%) and medium (48%). Local perception towards convservation was found to be low (34%) and medium (63%). Local perception is affected by knowledge and non responsive actions towards insect conservation.Key words: Insect, Liquid Organic Fertilizer, Refugia
PERAKITAN TEKNOLOGI BUDIDAYA BAWANG DAUN SECARA ORGANIK MELALUI PENGATURAN KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH KAMBING Anggi Indah Yuliana; Mohamad Nasirudin
AGROSAINTIFIKA Vol 2 No 2 (2020): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.963 KB) | DOI: 10.32764/agrosaintifika.v2i2.868

Abstract

Sebuah penelitian lapang disusun untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan interval penyiraman pupuk organik cair terhadap serapan unsur hara tanaman dan hasil tanaman bawang daun serta kadar nitrogen pada media tanam. Penelitian ini merupakan percobaan Faktorial disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah Komposisi Media Tanam dengan 8 taraf yaitu : M1 (Tanah); M2 (Kompos); M3 (Arang Sekam); M4 (Tanah + Kompos (1:1)); M5 (Tanah + Arang sekam (1:1)); M6 (Kompos + Arang sekam (1:1)); M7 (Tanah + Kompos + Arang sekam (1:1:1)); dan M8 (Tanah + Kompos + Arang sekam (2:1:1)). Faktor kedua adalah interval penyiraman pupuk organik cair dengan 2 taraf yaitu: O1 (interval 4 hari) dan O2 (interval 7 hari). Dari kedua faktor perlakuan tersebut, diperoleh 16 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 48 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan komposisi media tanam dan interval penyiraman pupuk organik cair. Pada perlakuan tunggal komposisi media tanam, media tanam tanah + arang sekam 1:1 (M5) menghasilkan berat segar per tanaman paling tinggi sebesar 9,67 gram serta serapan unsur nitrogen per tanaman paling tinggi sebesar 6,52 gram. Kadar N-total tanaman yang sangat tinggi pada perlakuan media tanam kompos (M2) justru menghasilkan berat basah tanaman bawang daun yang paling rendah.
PERAKITAN TEKNOLOGI BUDIDAYA BAWANG DAUN SECARA ORGANIK MELALUI PENGATURAN KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH KAMBING Anggi Indah Yuliana; Mohamad Nasirudin
AGROSAINTIFIKA Vol 2 No 2 (2020): Mei
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.963 KB) | DOI: 10.32764/agrosaintifika.v2i2.868

Abstract

Sebuah penelitian lapang disusun untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan interval penyiraman pupuk organik cair terhadap serapan unsur hara tanaman dan hasil tanaman bawang daun serta kadar nitrogen pada media tanam. Penelitian ini merupakan percobaan Faktorial disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah Komposisi Media Tanam dengan 8 taraf yaitu : M1 (Tanah); M2 (Kompos); M3 (Arang Sekam); M4 (Tanah + Kompos (1:1)); M5 (Tanah + Arang sekam (1:1)); M6 (Kompos + Arang sekam (1:1)); M7 (Tanah + Kompos + Arang sekam (1:1:1)); dan M8 (Tanah + Kompos + Arang sekam (2:1:1)). Faktor kedua adalah interval penyiraman pupuk organik cair dengan 2 taraf yaitu: O1 (interval 4 hari) dan O2 (interval 7 hari). Dari kedua faktor perlakuan tersebut, diperoleh 16 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 48 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi yang nyata antara perlakuan komposisi media tanam dan interval penyiraman pupuk organik cair. Pada perlakuan tunggal komposisi media tanam, media tanam tanah + arang sekam 1:1 (M5) menghasilkan berat segar per tanaman paling tinggi sebesar 9,67 gram serta serapan unsur nitrogen per tanaman paling tinggi sebesar 6,52 gram. Kadar N-total tanaman yang sangat tinggi pada perlakuan media tanam kompos (M2) justru menghasilkan berat basah tanaman bawang daun yang paling rendah.
KEANEKARAGAMAN SERANGGA DI PERKEBUNAN KOPI EXCELSA DESA PANGLUNGAN KABUPATEN JOMBANG JAWA TIMUR Lucky Aulia Ayu; Mohamad Nasirudin; Yudhy Wardhani
AGROSAINTIFIKA Vol 3 No 1 (2020): November
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.61 KB) | DOI: 10.32764/agrosaintifika.v3i1.1026

Abstract

ABSTRAK Pada tanaman perkebunan sering dijumpai berbagai jenis serangga. Serangga mempunyai fungsi ekologi yang penting sebagai penyeimbang ekosistem serta dapat menjadi indikator rusaknya lingkungan. Serangga juga merupakan bagian dari keanekaragaman hayati yang harus dijaga kelestarianya dari kepunahan maupun penurunan ragam jenisnya. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2020, dengan tujuan untuk mengetahui keanekaragaman serangga di perkebunan kopi excelsa Desa Panglungan, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang. penelitian ini menggunakan metode survey dan eksplorasi, yaitu pengambilan sampel langsung dari lokasi pengamatan, dengan menggunakan alat perangkap yaitu lubang perangkap, jaring perangkap dan pengamatan langsung di perkebunan kopi excelsa. Langkah pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah, ditentukan titik plot (unit sampel) dengan cara simple random sampling secara acak sederhana pada tempat pengambilan sampel yang telah ditentukan. Pengamatan dilakukan sebanyak 6 kali, dengan interval waktu seminggu sekali. Data yang diperoleh diidentifikasi dan di analilisis dengan rumus indeks keanekaragaman (H’) dan indeks dominansi (C). Hasil penelitian identifikasi serangga diperoleh 967 jumlah individu, yang terdiri dari 13 famili. Nilai indeks keanekaragaman Shanon-Weiner (H’) didapat 1,117 menunjukan keanekaragaman pada perkebunan kopi excelsa adalah keanekaragaman sedang. Nilai indek dominansi (C) didapat 0,560 menujukan bahwa ada spesies yang mendominasi pada perkebunan kopi excelsa yaitu famili formicidae.
The Effectiveness of The Color Lamp on The Diversity of Insects in Onion Plantations M Abdu Na'im; Mohamad Nasirudin
AGARICUS: Advances Agriculture Science & Farming Vol 1 No 2 (2021): October
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Onions (Allium cepa L) are horticultural commodity that cannot be abandoned by people in everyday life. One of the limiting productivity of onions is pest and disease attack. Study of insect diversity is the first step in controlling pests in plants. The common alternative used by farmers to eradicate insect pests that do not damage the environment is using lights at night as a trap media. This study identified the diversity of insects that correlate to onions which are attracted to the color of the light that have been installed using 5 light colors, namely red, blue, white, yellow, and green. Insect diversity index found in this study contained 16 families, as many as 14,048 entity. Consisting of Chrysomelidae, Coccinellidae, Nitidulidae, Anthicidae, Delphacidae, Alydidae, Cucujidae, Noctuidae, Tipulidae, Agromyzidae, Cecidomyiidae, Tettigoniidae, Acrididade, Thripidae, Ichneumonidae, and Cicadellidae. The value of the diversity index(H') of insects in red is 1.78, yellow is 2.19, green is 2.28, white is 2.12 and blue is 0.74. The diversity on red, yellow, green, and white color is moderate, while blue color show low diversity. The dominance index in red is 0.28, yellow is 0.17, green is 0.14, white is 0.20, and blue is 0.66. This shows that the land has variety of insect species and there is no insect species that dominate.
Study on Optimization of Irrigation and Drainage Systems in Jombatan Village Muhammad Arif Hakim; Mohamad Nasirudin; Canggih Nailil Maghfiroh
AGARICUS: Advances Agriculture Science & Farming Vol 1 No 3 (2022): February
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/agaricus.v1i3.1877

Abstract

The development and management of irrigation infrastructure from a historical perspective is closely related to national food security. In infrastructure management, irrigation must meet the needs of farmers. Every plant needs sufficient water to increase agricultural productivity and farmer's welfare. Meeting water needs requires adequate irrigation and drainage channels in each area. One of them is Jombatan Village, which is a village located in Kesamben District, Jombang Regency. Optimising the performance of irrigation and drainage channels in Jombatan Village requires a concrete step. This irrigation and drainage literature review discuss optimising the performance of irrigation and drainage channels. All irrigation and drainage canal buildings have the same conditions; namely, the walls of the buildings are overgrown by plants and moss, some of the walls of the canal buildings are damaged due to the lack of strength of the building structure. The effectiveness of irrigation and drainage channels in Jombatan Village is still not optimal because infrastructure maintenance is still lacking, and community knowledge is still lacking.
Co-Authors Abdul Latif abdul Latif Achmad Kholilur Rahman Achmad Miftahul Huda Adi Ardiansyah, Adi Afdholi, Zakiyuddin Al Afif Kholisun Nashoih Aghni Akbar Hidayat, Muhammad Agung Pramana Warih Marhendra Agus Suhadi Agus Suhadi Ahmad Hamdan Zainul Hasan Ahmad Septyo Baktiar Ainiyah, Qurotul Aji Setyo Hartono Al Aziz, Mokhammad Saifulloh Al Ibrahim, Tegar Bara Ali, M. Musyafa Alifadeyana, Laily Amal, Muhammad Ichlasul Ambar Susanti Ambar Susanti Amin Setyo Leksono Ana Mariatul Khiftiyah Ananda, Viona Anandita, Septian Ragil Andani, Nur Faisal Anggi Indah Yuliana Anton Muhibuddin Anton Muhibuddin Anwar, Achmad Sholichul Ardiansya, Widi Ardyah Ramadhina Irsanti Putri Ari Viqri Zakaria Arifuddin Ahmad, Arifuddin Ario Wibowo, Rendy ashar, salim Aviv, Romadhon Luqman Bachtiar Ali Baehaqi Bajuri, Mohammad Fahmi Bima Prakasa Cahaya , Fitria Nur Canggih Nailil Maghfiroh Choirunnisa, Adinda Tiara Dawam Cahya Defi Kartika Dyah Ayu Sri Hartanti Effendi, Akmal Hidayat Fachry Abda El Rahman Faizah, Mazidatul Febrianti, Arista Sasa Bela Fitria, Lailatul Fitriana, Dista Fitroh, Mayada Fatwatul Galuh Ramadhan, Galuh Gatot Ciptadi Gladys Agnescia Sumampouw Hadi Saptiono Hajjah, Rihlatil Hambali, Nur Habib Ahmad Hari Winarno, Dwi Hariono, Tholib Hartanti , Dyah Ayu Sri Hartanti, Dyah Ayu Sri Hasan, Ahmad Hamdan Zainul himmatul Aliyah, himmatul Idi Afrili Adam Indah Fitriani Indana, Izzatul Indradewa, Rhian Islakhul Anam, Muhammad Izzatul Indana Juwita Ratna Dewi Kartika, Defi Khakim, Achmad Latif Nur Khanifah, Dian Khasanah, Kharisma Wahyu Khasanah, Siti Nikmatun Khoir, Muhammad Abil Khotim Fadhli Khusnul Mei Sintia Laila Ma'rufah Lailatus Saadah Lucky Aulia Ayu Luthfi Mufidatur Rohmah M Abdu Na'im M Abdu Naim M Afim Ihza Fernanda M Amir Ma'sum M Yoga Hadi M. Aliyul Wafa M. Wildan Tijanuddaroro Ma'rufah, Laila Maf'ulah, Siti Maghfiroh , Canggih Naili Maghfiroh, Canggih Nailil Maharani Pertiwi K. Mahfudin, Sayyid Majidah, Ni'matul Maratus Sholihah, Maratus Mariatul Zulfa Maulida, Pusparani Maulidiya, Fifin Izzatul Mazidatul Faizah Mega Kirana Dewi Mei Sintia, Khusnul Meiliawati, Wanda Moh Marzuki Mohammad Hanif Yuhdi Mufidah, Khusna Niswatul Mughoyaroh, Syaviratul Muhamad Iin Pranata Muhammad Arif Hakim Muhammad Farid Nasrulloh Muhammad Ichlasul Amal Mulia Ni’matul Jannah Nerisa Agnesia Widianto Nia Kurniawan Nudin, Muhammad Nur Iman Nur Cahaya , Fitria Nur Laili Laili Sa’adah Nur Qomariah, Umi Kulsum Nur Sa’adah Nuriyah, Selvia Azka Nurul Annisa Sholehah Nurul ‘Aini Pangesti, Meligia Diage Puspaningrum , Yessita Puspaningrum, Yessita QOMARIYAH, SITI NUR Qomariyah, Umi Kulsum Nur Qusyairiy, Dewi Masruroh Ahmad Raden Mohamad Herdian Bhakti Rahmad Yulianto, Rahmad Richi Yasir Arrokhim Riska Damayanti, Riska Riska Rahmawati Rizka Mudyanti Robihah, Ismi Rohman, Achmad Ali Fathur Rohmat Hidayat Rohmat Hidayat Rohmat Hidayat Rohmat Hidayat Rohmawati, Arizka RR. Ella Evrita Hestiandari Saihul Atho’ A’laul Huda Saputra, Fajar Sidik Dwi Seken, Ido Adimas Septian Ragil Septian Ragil Anandita Sholeh Abdul Baqi Sifaunajah, Agus Siska Binti Qoirot Siti Aminah Siti Aminah Siti Aminatuz Zuhria Siti Mukarromah Siti Nur Qomariyah Siti Nur Qomariyah Siti Sulaikho Soleh, Mohamad Sahrul Putra Solly Aryza Sudarminto, Ahmad Suhadi, Agus Sujono Sujono, Sujono Susanti, Ambar Susanti, Ambar Syamsiar, Syamsiar Umar Khasan Widya Pertiwi Widya Pertiwi Yessita Puspaningrum Yudhy Wardhani Yudhy Wardhani Yudithia Adi Wicansa Zahrotun Nisak Zakaria, Ari Viqri Zuhria , Siti Aminatuz Zuhria, Siti Aminatuz Zulfikar