Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Deiksis

Dasar Merakbal!!!, Kecebong Anyut!!!, dan Orang Suseh dari Hongkong!!!; SEKILAS TENTANG BENTUK UMPATAN DALAM BAHASA INDONESIA Bambang Sumadyo
Deiksis Vol 3, No 02 (2011): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.176 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v3i02.427

Abstract

Mengumpat berarti melontarkan kata-kata negatif dan cenderung mendepersonifikasikan seseorang. Umpatan mempunyai nilai rasa yang cenderung menyamakan atau memberlakukan seseorang dengan/ seperti sesuatu (misalnya binatang) dan lebih mengedepankan kekurangan seseorang. Umpatan dalam bahasa Indonesia dapat berbentuk sebuah kata, frase, dan kalimat. Bentuk-bentuk tersebut biasanya digunakan dalam keadaan yang membangkitkan emosi seseorang. Akan tetapi, ada juga umpatan yang dipergunakan untuk menjalin ”keharmonisan” sebuah proses komunikasi.Kata kunci : bentuk umpatan
PENGARUH PENDEKATAN PEMBELAJARAN DAN PENGUASAAN DIKSI TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS EKSPOSISI: Studi Eksperimen pada Siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 103 Jakarta Bambang Sumadyo
Deiksis Vol 3, No 01 (2011): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.363 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v3i01.413

Abstract

Keterampilan menulis merupakan keterampilan berbahasa yang tersulit dikuasai diantara beberapa keterampilan yang lain, yaitu: menyimak, berbicara, dan membaca. Hal ini dapat dimengerti karena untuk dapat menulis yang baik dibutuhkan beberapa aspek pendukung, seperti pendekatan pembelajaran dan penguasaan kosakata. Dari data yang terkumpul, dapat diambil beberapa kesimpulan, yaitu: secara umum kemampuan menulis eksposisi siswa yang belajar dengan pendekatan holistik lebih baik daripada siswa yang belajar dengan pendekatan parsial, kelompok siswa yang memiliki penguasaan diksi tinggi yang belajar dengan pendekatan pembelajaran holistik lebih baik daripada yang belajar dengan pendekatan pembelajaran parsial, kelompok siswa yang memiliki penguasaan diksi rendah dengan menggunakan pendekatan pembelajaran parsial lebih rendah daripada dengan pendekatan pembelajaran holistik tidak teruji kebenarannya, dan terdapat pengaruh interaksi antara pendekatan pembelajaran dan penguasaan diksi terhadap kemampuan menulis eksposisi siswa SMAN 130 Jakarta.Kata kunci : Pendekatan Pembelajaran, penguasaan diksi, dan eksposisi.
Tipe-Tipe Kesalahan Sintaksis pada Karangan Siswa Kelas XI SMA Bina Spora Mandiri Cigombong Bogor Endang Wiyanti; Sulis Setiawati; Bambang Sumadyo
Deiksis Vol 9, No 03 (2017): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.7 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v9i03.680

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesalahan sintaksis pada karangan eksposisi siswa kelas XI SMA Bina Spora Mandiri Cigombong, Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis isi (content analysis) dengan pendekatan kualitatif. Karangan eksposisi siswa yang diteliti berjumlah 31 karangan. Pada karangan tersebut ditemukan sebanyak 92 kalimat salah. Jenis kesalahan sintaksis yang ditemukan terdiri atas kesalahan pada pilihan kata/diksi sebanyak 64 kalimat atau 24,33%, kalimat yang berstruktur tidak baku sebanyak 62 kalimat atau 23,57%, kesalahan pada ketidaktepatan bentuk kata sebanyak 53 kalimat atau 20,15%, kalimat mubazir atau pleonasme sebanyak 44 kalimat atau 16,73%, %, kalimat yang tidak memiliki logika atau mengalami kesalahan nalar sebanyak 23 kalimat atau 8,75%, kontaminasi atau kerancuan kalimat sebanyak 16 kalimat atau 6,08%, dan kalimat yang ambigu sebanyak 1 kalimat atau 0,38%. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dipergunakan untuk menentukan langkah-langkah dalam proses pembelajaran, menyusun materi pembelajaran secara bertahap dari yang mudah ke yang sukar, dari yang sederhana ke yang rumit, dan sebagainya.Kata Kunci: tipe-tipe kesalahan sintaksis, karangan eksposisi
USAHA MEMPERTEBAL SIKAP POSITIF TERHADAP BAHASA INDONESIA Bambang Sumadyo
Deiksis Vol 5, No 02 (2013): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.172 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v5i02.466

Abstract

Sikap positif terhadap bahasa Indonesia susah sekali ditumbuhkembangkan, justru di bumi di mana ia dilahirkan. Masih banyak dari kita yang beranggapan bahwa bahasa Indonesia tidak mampu memenuhi semua kebutuhan berbahasa karena agak sederhana, kurang lengkap, bahkan miskin akan kata-kata dan cara-cara berbahasa. Bahasa Inggris adalah bahasa yang mempunyai gengsi yang tinggi, lengkap, dan bermartabat. Padahal, dengan sikap demikian bukan merupakan patokan keberhasilan pembangunan ekonomi dan industri. Justru, negara-negara yang tetap mempertahankan dan membanggakan budaya dan bahasa sendiri mampu melesat sebagai negara maju, sebut saja Korea, Cina, dan Jepang. Sangat sukar menumbuhkan sikap positif karena sikap positif adalah keadaan jiwa seseorang yang dipertahankan melalui usaha-usaha yang sadar bila sesuatu terjadi pada dirinya supaya tidak membelokkan fokus mental seseorang pada yang negatif. Sikap positif bukanlah produk genetis atau ketuturunan, melainkan sebuah ciri yang dipelajari dengan pelatihan yang tepat. Langkah awal yang paling mudah untuk menumbuhkan sikap positif adalah selalu mudah menebarkan senyum ikhlas pada sesama umat manusia dan selalu tenang dalam menghadapi situasi atau apa pun. Langkah awal untuk dapat memiliki ketenangan adalah dengan membangun hubungan yang baik dengan Tuhan melalui doa karena dasar dari sikap positif adalah hati.Kata Kunci: mempertebal dan sikap positif
BAHASAKU “INDGLISHNESIA”: Sebuah Kajian Penggunaan Kata Bahasa Asing dalam Bahasa Indonesia Bambang Sumadyo
Deiksis Vol 2, No 03 (2010): Deiksis
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI, Jakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.606 KB) | DOI: 10.30998/deiksis.v2i03.402

Abstract

Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional dalam penggunannya seringkali mendapat “masukan” dari berbagai sumber, terutama bahasa Inggris. Interferensi bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia ditempuh dengan berbagai alasan, yaitu agar dianggap kaum terdidik, untuk bergaya terdidik, dan toleransi buta pengguna bahasa. Akibatnya, bahasa nasional menjadi lebih “kaya” karena memiliki kosakata baru. Akan tetapi, norma atau kaidah keindonesiaan kita harus tetap terjaga.Kata kunci : Kata, Bahasa, Asing, Indonesia